Hubungan antara Konsep Diri dan penyesuaian Diri dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN DIRI
DENGAN
PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA BARU
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

SKRIPSI

Guna Memenuhi Persyaratan
Ujian Sarjana Psikologi

Oleh :
MELDA SA.S
011301039

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2008

LEMBAR PERNYATAAN

Universitas Sumatera Utara

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan dengan
sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul ” Hubungan antara Konsep Diri
dan penyesuaian diri dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Baru Fakultas
Psikologi Universitas Sumatera Utara ” adalah hasil karya sendiri dan belum
pernah diajukan untuk memperoleh gelar Kesarjanaan di suatu Perguruan tinggi
manapun.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya
saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas
sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukan adanya kecurangan didalam skripsi
ini, saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang
dan sanksi-sanksi lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Medan, Februari 2008

Melda SA. S
011301039

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Fakultas Psikologi
Universitas Sumatera Utara
Melda . SAS : 011301039
Hubungan Antara Konsep Diri Dan Penyesuaian Diri Dengan Prestasi Belajar
Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara .
xiv + 80 halaman ; 2008 ; 26 tabel ; 1 gambar ; 3 lampiran .
Bibliografi 44 (1964 – 2006).
Pendidikan merupakan wahana yang sangat penting dalam mempersiapkan
sumber daya manusia yang siap bersaing dalam era globalisasi. Pendidikan dapat
diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran yang hasilnya dapat dilihat dari
prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik. Dalam kenyataan dilapangan tidak
semua peserta didik mampu meraih prestasi belajar yang tinggi, hal ini seringkali
dikaitkan dengan kemampuan mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungan belajarnya (Hartono & Sunarto, 2006). Sementara menurut Schneiders
(dalam Ali & Asrori, 2004) salah satu faktor penting yang turut mendukung
berhasil tidaknya seseorang dalam melakukan penyesuaian diri adalah konsep diri.
Konsep diri yang dimiliki mahasiswa turut mempengaruhi prestasi belajar
mahasiswa, dimana jika mahasiswa memandang positif terhadap kemampuan
yang dimilikinya maka mereka akan memiliki keyakinan untuk meraih prestasi.
Sebaliknya jika mahasiswa memiliki pandangan yang negatif terhadap
kemampuan yang dimilikinya maka mereka akan merasa tidak mampu untuk
meraih prestasi (Gage & Berliner, 1984).
Jenis penelitian ini adalah korelasional, dengan tujuan untuk melihat
hubungan dan sumbangan efektif konsep diri dan penyesuaian diri terhadap
prestasi belajar pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera
Utara. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah mahasiswa baru Psikologi
tahun ajaran 2007. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling dan jumlah subyek penelitian adalah 63 orang. Analisa data
mengunakan analisa regresi berganda. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian
ini adalah skala konsep diri yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori Calhoun
& Acocella (r = 0.88) dan skala penyesuaian diri yang juga disusun sendiri oleh
peneliti berdasarkan teori Schneiders (r = 0.87).
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan
signifikan antara konsep diri dan penyesuaian diri dengan prestasi belajar pada
mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan nilai
koefisien korelasi sebesar 0.78 (r = 0.78). Sedangkan sumbangan efektif variabel
konsep diri dan penyesuaian diri terhadap prestasi belajar adalah 61%. Pada
penelitian ini juga diperoleh hasil tambahan, yaitu : 1. Rata – rata konsep diri
subyek penelitian berada pada kategori tinggi . 2. Rata – rata penyesuaian diri
subyek penelitian berada pada kategori tinggi. 3. Rata – rata indeks prestasi
belajar subyek penelitian berada pada kategori > 3.00.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, Allah
Bapa yang setia, yang telah memberikan begitu banyak berkat, hikmat, dan
kekuatan kepada penulis, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi
yang berjudul ”Hubungan antara Konsep Diri dan penyesuaian Diri dengan
Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas
Sumatera Utara”.
Terimakasih penulis ucapkan kepada:
1. Bapak dr. Chairul Yoel, Sp. A(K), selaku Dekan Fakultas Psikologi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Filia Dina Anggaraeni, S.Sos, selaku penguji dan dosen pembimbing
skripsi. Terima kasih atas petunjuk, ketelitian, dan masukan yang berarti serta
telah meluangkan waktu kepada saya hingga skripsi ini dapat terselesaikan.
3. Ibu Rr. Lita Hadiati Wulandari, S.Psi, selaku dosen pembimbing skripsi dan
seminar. Terima kasih atas petunjuk, ketelitian, dan masukan yang berarti
serta telah meluangkan waktu kepada saya selama menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Raras Sutatminingsih, M.Si, selaku dosen pembimbing akademik. Terima
kasih atas kebaikan, nasehat, bimbingan dan sarannya selama menjadi
pembimbing akademik.
5. Seluruh staff pengajar Fakultas Psikologi. Terima kasih atas ilmu yang
diajarkan selama di Psikologi, semoga dapat saya aplikasikan dalam
kehidupan nyata dan bermanfaat bagi orang banyak.

Universitas Sumatera Utara

6. Staff administrasi Fakultas Psikologi, Bapak Iskandar, Bapak Aswan yang
baik hati, Kak Ari, dan seluruh staff lainnya. Terima kasih atas bantuan dan
jasa-jasanya selama ini.
7. Bapak tercinta, Drs. M.P. Simangunsong dan mama ku tersayang, S.M.
Sinaga. Terima kasih karena telah memberikan cinta dan kasih sayang yang
berlimpah, serta motivasi dan penguatan kepada penulis selama ini.
Terimakasih atas pengorbanan dan perhatian yang tulus dari papa dan mama.
Skripsi ini saya persembahkan buat bapak dan mama terkasih.
8. Buat abang ku, Melky, dan adikku Melisa. Terima ksih atas kebaikan dan
perhatian, serta dorongan yang kuat dari kalian, sehingga penulis mampu
menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih atas persaudaraan kita.
9. Terima kasih kepada Tulang dan Nantulang, atas segala sesuatu yang pernah
diberikan kepada penulis serta dukungan yang menambah motivasi bagi
penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
10. Buat adik-adikku Kristina dan Billy, terima kasih banyak karena kalian telah
sering mengingatkan untuk selalu bersemangat dalam penyelesaian skripsi ini.
11. Terma kasih buat ”My Best Friend in Psycology ’01” yakni Eva dan Andhina,
Ani, Deola, Wulan, Widi, Neni, Lesni, Maria, Adalan, Mardan, Anissa,
Fatimah, Arfah, dan teman-teman lainnya. Terima kasih atas kebersamaan kita
selama ini.
12. Terima kasih buat adik stambuk sekaligus temanku yaitu Deni, Juni,
Evi,Yandi, Frans, Sam, Pasca, Wiwid, dan Yustian atas motivasi dan support
kalian semuanya.

Universitas Sumatera Utara

13. Kakak dan abang stambuk yaitu Bang Tony, Kak Sanna dan Kak Mira.
Terima kasih atas pengertian dan kebersamaan kita selama ini. Semoga sukses
buat kalian.
14. Adik-adik Junior stambuk 2003 hingga 2007 yang turut membantu penulis
dalam penyebaran skala. Terima kasih atas bantuannya hingga penelitian
dalam skripsi ini dapat selesai dengan cepat. Buat Bang Yansen, Rokky,
Bokot, Ari, dan adik-adik ku Norman, Dedy, serta rekan-rekan lainnya yang
tidak dapat disebutkan satu persatu, serta semua pihak yang pernah ikut
membantu proses penyelesaian skripsi ini. Terima kasih karena bantuan kalian
sangat berarti dalam penyelesaian skripsi ini.
Penulis

menyadari

sepenuhnya

bahwa

masih

banyak

terdapat

kekurangan pada skripsi ini, baik dari segi bahasa dan penyajiannya. Oleh karena
itu penulis mengharapkan masukan dan saran yang membangun dari semua pihak
guna menyempurnakan penelitian ini. Akhirnya, penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi banyak
pihak, secara khusus bagi dunia pendidikan.

Medan, Februari 2008

Penulis,
Melda SA. S

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan .......................................................................................

i

Lambar Pernyataan...........................................................................................

ii

Abstrak .............................................................................................................

iii

Kata Pengantar .................................................................................................

iv

Daftar Isi ..........................................................................................................

vii

Daftar Tabel .....................................................................................................

xi

Daftar Gambar .................................................................................................

xiii

Daftar Lampiran ..............................................................................................

xiv

BAB I. PENDAHULUAN
I.A. Latar Belakang ................................................................................

1

I.B. Tujuan Penelitian .............................................................................

6

I.C. Manfaat Penelitian ..........................................................................

6

I.D. Sistematika Penulisan .....................................................................

7

BAB II. LANDASAN TEORI
II.A. Konsep Diri ...................................................................................

9

II.A.1. Definisi Konsep Diri...........................................................

9

II.A.2. Perkembangan Konsep Diri ................................................

10

II.A.3. Jenis–Jenis konsep Diri ......................................................

13

II.A.4. Dimensi Konsep Diri ..........................................................

15

II.A.5. Perubahan Konsep Diri.......................................................

17

II.B. Penyesuaian Diri ...........................................................................

19

II.B.1. Definisi Penyesuaian Diri ..................................................

19

Universitas Sumatera Utara

II.B.2. Karakteristik Penyesuaian Diri .........................................

20

II.B.3. Faktor – faktor yang mempengaruhi Proses
Penyesuaian Diri ...............................................................

27

II.B.4. Aspek – aspek Penyesuaian Diri .......................................

33

II.C. Prestasi Belajar .............................................................................

34

II.C.1. Definisi Belajar ...................................................................

34

II.C.2. Definisi Prestasi Belajar .....................................................

35

II.C.3. Faktor – faktor yang mempengaruhi
Prestasi Belajar ...................................................................

36

II.D. Mahasiswa ....................................................................................

39

II.D.1. Definisi Mahasiswa Baru ..................................................

39

II.D.2. Berbagai pola Penyesuaian pada Mahasiswa ...................

40

II.E. Hubungan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri
dengan Prestasi Belajar ..................................................................

44

II.F. Hipotesa .........................................................................................

45

BAB III. METODE PENELITIAN
III.A. Identifikasi Variabel Penelitian .....................................................

46

III.B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ......................................

46

III.C. Populasi dan Metode Pengambilan Sampel .................................

48

III.C.1. Populasi dan Sampel Penelitian .......................................

48

III.C.2. Metode Pengambilan Sampel ..........................................

49

III.D. Metode Pengumpulan Data ..........................................................

49

III.D.1. Skala Konsep Diri ...........................................................

50

III.D.2. Skala Penyesuaian Diri ...................................................

51

Universitas Sumatera Utara

III.D.3. Uji Coba Alat Ukur .........................................................

53

III.D.4. Hasil Uji Coba Alat Ukur Penelitian ..............................

55

III.D.4.1. Uji Coba Skala Konsep Diri ...........................

55

III.D.4.2. Uji Coba Skala Penyesuaian Diri ...................

58

III.E. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ..................................................

61

III.F. Metode Analisis Data ...................................................................

63

BAB IV. HASIL DAN INTERPRETASI
IV.A. Gambaran Subyek Penelitian ......................................................

65

IV.A.1. Gambaran Subyek Penelitian
berdasarkan Jenis Kelamin .............................................

65

IV.A.2. Gambaran Subyek Penelitian
berdasarkan Lingkungan keluarga .................................

66

IV.B. Hasil Penelitian ............................................................................

66

IV.B.1. Hasil Uji Asumsi .............................................................

67

IV.B.1.1. Uji Normalitas ................................................

67

IV.B.1.2. Uji Linieritas ...................................................

68

IV.B.2. Hasil Utama Penelitian ....................................................

69

IV.B.3. Hasil Tambahan ..............................................................

71

IV.B.3.1. Kategorisasi Data Penelitian ..........................

71

BAB V. KESIMPULAN DISKUSI DAN SARAN
V.A. Kesimpulan.....................................................................................

76

V.B. Diskusi ............................................................................................

77

Universitas Sumatera Utara

V.C. Saran ..............................................................................................

79

V.C.1. Saran Penelitian ..................................................................

79

V.C.2. Saran Praktis ......................................................................

80

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Keberhasilan Belajar Mahasiswa Pada Semester A
Tahun Ajaran 2007/2008 ...................................................................

3

Tabel 2. Beban Studi Berdasarkan Indeks Prestasi ..........................................

36

Tabel 3. Bobot Nilai Pernyataan Skala Konsep Diri ......................................

50

Tabel 4. Blue Print Skala Konsep Diri Sebelum Uji Coba ............................

51

Tabel 5. Bobot Nilai Pernyataan Skala Penyesuaian Diri ...............................

52

Tabel 6. Blue Print Skala Penyesuaian Diri Sebelum Uji Coba ......................

52

Tabel 7. Distribusi Aitem Skala Konsep Diri Setelah Uji Coba ......................

56

Tabel 8. Penomoran Aitem Skala Konsep Diri
yang Digunakan Dalam Penelitian ....................................................

57

Tabel 9. Kriteria Kategorisasi ..........................................................................

57

Tabel 10.Keterangan ........................................................................................

58

Tabel 11.Distribusi Aitem Skala Penyesuaian Diri Setelah Uji Coba .............

59

Tabel 12.Penomoran Aitem Skala Penyesuaian Diri
yang Digunakan Dalam Penelitian ....................................................

60

Tabel 13.Kriteria Kategorisasi .........................................................................

61

Tabel 14.Keterangan ........................................................................................

61

Tabel 15.Gambaran Subyek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin ...............

65

Tabel 16.Gambaran Subyek Penelitian Berdasarkan Lingkungan Keluarga ...

66

Tabel 17.One Sampel Kolmogorov Smirnov Test ............................................

68

Tabel 18.Hasil Model Summary Pada Analisa Regresi ....................................

70

Tabel 19.Hasil Coefficients Pada Analisa Regresi ...........................................

70

Universitas Sumatera Utara

Tabel 20.Deskripsi Data Penelitian Konsep Diri ............................................

71

Tabel 21.Kategorisasi Konsep Diri Berdasarkan Mean Hipotetik ...................

72

Tabel 22.Kategorisasi Konsep Diri Berdasarkan Mean Empirik .....................

72

Tabel 23.Deskripsi Data Penelitian Penyesuaian Diri .....................................

73

Tabel 24.Kategorisasi Penyesuaian Diri Berdasarkan Mean Hipotetik ...........

73

Tabel 25.Kategorisasi Penyesuaian Diri Berdasarkan Mean Empirik ...........

74

Tabel 26.Kategorisasi Subyek Penelitian Berdasarkan Indeks Prestasi...........

75

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Linieritas Hubungan Antara Konsep Diri dan Penyesuaian Diri
Dengan prestasi Belajar...................................................................

69

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A : Data Try Out dan Uji Daya Beda dan Reliabilitas Aitem
Lampiran B : Skala Konsep Diri dan Penyesuaian Diri
Lampiran C : Data Penelitian dan Hasil Penelitian

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan .......................................................................................
Lambar Pernyataan...........................................................................................
Abstrak .............................................................................................................
Kata Pengantar .................................................................................................
Daftar Isi ..........................................................................................................
Daftar Tabel .....................................................................................................
Daftar Gambar .................................................................................................
Daftar Lampiran ..............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
I.A. Latar Belakang ................................................................................

1

I.B. Tujuan Penelitian .............................................................................

6

I.C. Manfaat Penelitian ..........................................................................

6

I.D. Sistematika Penulisan .....................................................................

7

BAB II LANDASAN TEORI
II.A. Konsep Diri ...................................................................................

9

II.A.1. Definisi Konsep Diri............................................................

9

II.A.2. Perkembangan Konsep Diri .................................................

10

II.A.3. Jenis – Jenis konsep Diri .....................................................

13

II.A.4. Dimensi Konsep Diri ...........................................................

15

II.A.5. Perubahan Konsep Diri........................................................

17

II.B. Penyesuaian Diri ............................................................................

19

II.B.1. Definisi Penyesuaian Diri ....................................................

19

II.B.2. Karakteristik Penyesuaian Diri ...........................................

20

Universitas Sumatera Utara

II.B.3. Faktor – faktor yang mempengaruhi Proses
Penyesuaian Diri ..................................................................

27

II.B.4. Aspek – aspek Penyesuaian Diri ..........................................

33

II.C. Prestasi Belajar ..............................................................................

34

II.C.1. Definisi Belajar ....................................................................

34

II.C.2. Definisi Prestasi Belajar ......................................................

35

II.C.3. Faktor – faktor yang mempengaruhi
Prestasi Belajar .....................................................................

36

II.D. Mahasiswa .....................................................................................

39

II.D.1. Definisi Mahasiswa Baru ....................................................

39

II.D.2. Berbagai pola Penyesuaian pada Mahasiswa .....................

40

II.E. Hubungan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri
dengan Prestasi Belajar ...................................................................

44

II.F. Hipotesa ..........................................................................................

45

BAB III METODE PENELITIAN
III.A. Identifikasi Variabel Penelitian .....................................................

46

III.B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ......................................

46

III.C. Populasi dan Metode Pengambilan Sampel .................................

48

III.C.1. Populasi dan Sampel Penelitian .......................................

48

III.C.2. Metode Pengambilan Sampel ..........................................

49

III.D. Metode Pengumpulan Data ..........................................................

49

III.D.1. Skala Konsep Diri ...........................................................

50

III.D.2. Skala Penyesuaian Diri ...................................................

51

III.D.3. Uji Coba Alat Ukur ..........................................................

53

Universitas Sumatera Utara

III.D.4. Hasil Uji Coba Alat Ukur Penelitian ...............................

55

III.D.4.1. Uji Coba Skala Konsep Diri ............................

55

III.D.4.2. Uji Coba Skala Penyesuaian Diri ....................

58

III.E. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ..................................................

61

III.F. Metode Analisis Data ....................................................................

63

BAB IV. HASIL DAN INTERPRETASI
IV.A. Gambaran Subyek Penelitian .......................................................

65

IV.A.1. Gambaran Subyek Penelitian
berdasarkan Jenis Kelamin...............................................

65

IV.A.2. Gambaran Subyek Penelitian
berdasarkan Lingkungan keluarga ...................................

66

IV.B. Hasil Penelitian .............................................................................

66

IV.B.1. Hasil Uji Asumsi ..............................................................

67

IV.B.1.1. Uji Normalitas ...............................................................

67

IV.B.1.2. Uji Linieritas ....................................................

68

IV.B.2. Hasil Utama Penelitian ......................................................

69

IV.B.3. Hasil Tambahan ...............................................................

71

IV.B.3.1. Kategorisasi Data Penelitian .........................................

71

BAB V. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
V.A. Kesimpulan................................................................................

76

V.B. Diskusi .......................................................................................

77

V.C. Saran ..........................................................................................

79

V.C.1. Saran Penelitian ..............................................................

79

V.C.2. Saran Praktis ..................................................................

80

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Fakultas Psikologi
Universitas Sumatera Utara
Melda . SAS : 011301039
Hubungan Antara Konsep Diri Dan Penyesuaian Diri Dengan Prestasi Belajar
Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara .
xiv + 80 halaman ; 2008 ; 26 tabel ; 1 gambar ; 3 lampiran .
Bibliografi 44 (1964 – 2006).
Pendidikan merupakan wahana yang sangat penting dalam mempersiapkan
sumber daya manusia yang siap bersaing dalam era globalisasi. Pendidikan dapat
diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran yang hasilnya dapat dilihat dari
prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik. Dalam kenyataan dilapangan tidak
semua peserta didik mampu meraih prestasi belajar yang tinggi, hal ini seringkali
dikaitkan dengan kemampuan mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungan belajarnya (Hartono & Sunarto, 2006). Sementara menurut Schneiders
(dalam Ali & Asrori, 2004) salah satu faktor penting yang turut mendukung
berhasil tidaknya seseorang dalam melakukan penyesuaian diri adalah konsep diri.
Konsep diri yang dimiliki mahasiswa turut mempengaruhi prestasi belajar
mahasiswa, dimana jika mahasiswa memandang positif terhadap kemampuan
yang dimilikinya maka mereka akan memiliki keyakinan untuk meraih prestasi.
Sebaliknya jika mahasiswa memiliki pandangan yang negatif terhadap
kemampuan yang dimilikinya maka mereka akan merasa tidak mampu untuk
meraih prestasi (Gage & Berliner, 1984).
Jenis penelitian ini adalah korelasional, dengan tujuan untuk melihat
hubungan dan sumbangan efektif konsep diri dan penyesuaian diri terhadap
prestasi belajar pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera
Utara. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah mahasiswa baru Psikologi
tahun ajaran 2007. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling dan jumlah subyek penelitian adalah 63 orang. Analisa data
mengunakan analisa regresi berganda. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian
ini adalah skala konsep diri yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori Calhoun
& Acocella (r = 0.88) dan skala penyesuaian diri yang juga disusun sendiri oleh
peneliti berdasarkan teori Schneiders (r = 0.87).
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang positif dan
signifikan antara konsep diri dan penyesuaian diri dengan prestasi belajar pada
mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan nilai
koefisien korelasi sebesar 0.78 (r = 0.78). Sedangkan sumbangan efektif variabel
konsep diri dan penyesuaian diri terhadap prestasi belajar adalah 61%. Pada
penelitian ini juga diperoleh hasil tambahan, yaitu : 1. Rata – rata konsep diri
subyek penelitian berada pada kategori tinggi . 2. Rata – rata penyesuaian diri
subyek penelitian berada pada kategori tinggi. 3. Rata – rata indeks prestasi
belajar subyek penelitian berada pada kategori > 3.00.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

I.A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan wahana yang sangat penting dalam pengembangan
sumber daya manusia. Hal ini sejalan dengan pendapat Cremer dan Siregar
(1993), bahwa pendidikan diperlukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia
yang berkualitas, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta siap bersaing
dalam era globalisasi.
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan untuk mengembangkan
potensi peserta didik melalui kegiatan belajar (dalam Undang-Undang Republik
Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Menurut Syah
(1995) belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat
penting dalam setiap penyelenggaraan jenis pendidikan. Selanjutnya Dalyono
(1997) mengatakan belajar adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengadakan
perubahan di dalam diri seseorang mencakup perubahan tingkah laku, sikap,
kebiasaan, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Untuk mengetahui apakah hal ini
telah tercapai maka diperlukan penilaian yang hasilnya disebut sebagai prestasi
belajar (Chaplin, 1997). Sudjana (dalam Suryabrata, 1995) mengatakan bahwa
prestasi belajar adalah hasil belajar atau kemampuan-kemampuan yang dimiliki
seseorang setelah menerima pengalaman belajar.
Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai salah satu
wahana pendidikan yang turut serta dalam meningkatkan kualitas sumber daya

Universitas Sumatera Utara

manusia juga mengadakan penilaian sebagai evaluasi keberhasilan belajar
mahasiswa.
Adapun

evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi perkuliahan dan

evaluasi praktikum. Evaluasi perkuliahan dilakukan melalui ujian tengah semester
dan ujian akhir semester serta nilai tugas, sedangkan evaluasi praktikum
merupakan gabungan nilai dari pelaksanaan praktikum, laporan praktikum, dan
ujian praktikum. Hasil dari evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa tersebut dapat
dilihat melalui Indeks Prestasi (IP) yang diperoleh mahasiswa pada tiap semester
(Yoel dkk, 2002).
Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian pendidikan

Fakultas

Psikologi USU mengenai keberhasilan belajar yang dicapai oleh mahasiswa baru
pada semester A tahun ajaran 2007/2008 dapat diketahui bahwa mahasiswa yang
memiliki IP≥ 3.00 ada sebanyak 62.1%, IP 2.5-2.99 sebanyak 29.84%, IP 2.002.49 sebanyak 5.64%, IP 1.50-1.99 sebanyak 0%, sementara yang memiliki IP<
1.50 sebanyak 2.42%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 1. berikut
ini:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.
Keberhasilan Belajar Mahasiswa Angkatan 2007 Pada Semester A
Tahun Ajaran 2007/2008
Indeks Prestasi
Jumlah
%
≥ 3.00

77

62.1

2.5-2.99

37

29.84

2.00-2.49

7

5.64

1.50-1.99

-

-

< 1.50

3

2.42

Total

124

100

Sumber : Data IP dari Bagian Administrasi
Fakultas Psikologi USU.
Tinggi rendahnya prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa Fakultas
Psikologi diatas dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor
penyesuaian diri mahasiswa terhadap lingkungan belajar. Sebagaimana yang
dikatakan oleh Hakim (2000) bahwa keadaan sekolah seperti kualitas pengajar,
kurikulum yang digunakan, fasilitas belajar, serta disiplin dan sebagainya turut
mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Oleh karena itu mahasiswa dianggap
perlu untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan belajarnya. Menurut
Schneiders (dalam Ali & Asrori, 2004) penyesuaian diri adalah proses yang
melibatkan respon-respon mental dan tingkah laku untuk menghadapi kebutuhan
internal, konflik, ketegangan dan frustasi serta untuk mernyelaraskan tuntutan dari
dalam diri individu dengan tuntutan dari lingkungan tempat individu berada.
Umumnya permasalahan penyesuaian diri di sekolah timbul ketika
seseorang memasuki jenjang sekolah yang baru, seperti Perguruan Tinggi. Secara
umum permasalahan penyesuaian diri yang dialami oleh mahasiswa di Perguruan

Universitas Sumatera Utara

Tinggi seringkali dikaitkan dengan adanya perbedaan sifat pendidikan antara
Sekolah Menengah Umum dengan Perguruan Tinggi, hubungan sosial, masalah
ekonomi, dan pemilihan bidang jurusan (Gunarsa, 2000). Oleh karena itu
mahasiswa dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
Jika mahasiswa tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
belajarnya maka mahasiswa akan mengalami berbagai masalah penyesuaian, baik
terhadap pengajar, teman kuliah, dan mata kuliah sehingga prestasi belajar
mahasiswa akan menurun bila dibandingkan dengan prestasi belajar di tingkat
pendidikan sebelumnya (Hartono & Sunarto, 2006). Pendapat ini didukung oleh
hasil penelitian yang dilakukan Julianti (dalam Sukadji dkk, 2001) yang
menyatakan bahwa kesulitan mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungan kampus terutama terhadap iklim belajar dapat menghambat prestasi
belajar mereka, sebaliknya mahasiswa yang mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungan kampus terutama terhadap iklim belajar memiliki kemampuan untuk
mengikuti proses perkuliahan dengan lancar dan mampu meraih prestasi dengan
baik.
Mampu tidaknya seorang mahasiswa menyesuaikan diri dengan
lingkungan kampus terutama terhadap iklim belajarnya dipengaruhi oleh banyak
faktor seperti kondisi fisik, kepribadian, pendidikan, lingkungan, agama, dan
budaya (Schneiders dalam Ali & Asrori, 2004). Salah satu unsur dalam
kepribadian yang ada kaitannya dengan penyesuaian diri adalah konsep diri.
Konsep diri adalah gambaran mental individu terhadap dirinya sendiri yang
meliputi pengetahuan, penilaian, dan harapan individu tentang dirinya sendiri
yang akan mempengaruhi perilaku individu dalam lingkungannya (Calhoun &

Universitas Sumatera Utara

Acocella, 1990). Individu yang memiliki konsep diri positif dapat menilai
hubungannya dengan orang lain secara tepat sehingga menumbuhkan penyesuaian
pribadi dan sosial yang baik. Sementara individu yang memiliki konsep diri
negatif biasanya memiliki sikap ragu dan kurang percaya diri yang akhirnya akan
menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk (Hurlock, 1996).
Gage & Berliner (1984) menambahkan bahwa konsep diri turut
mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Bila seseorang memandang positif
terhadap kemampuan yang dimilikinya maka orang tersebut akan memiliki
keyakinan untuk meraih prestasi, sebaliknya jika seseorang memandang negatif
terhadap kemampuan yang dimilikinya maka akan timbul perasaan tidak mampu
dalam dirinya untuk memperoleh prestasi yang tinggi. Hal ini juga didukung oleh
beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya hubungan antara konsep
diri dengan prestasi akademik. Dikatakan dalam penelitian sebelumnya bahwa
konsep diri yang tinggi berkorelasi dengan kemampuan berprestasi, sedangkan
konsep diri yang rendah berkaitan dengan kecemasan yang tinggi dan motivasi
berprestasi yang rendah (Purkes, 1970; Van Bxtel dan Monks, 1992; dalam
Partosuwido, 1993).
Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti merasa tertarik untuk meneliti
hubungan antara konsep diri dan penyesuaian diri dengan prestasi belajar pada
mahasiswa baru Fakultas Psikologi USU.

I.B. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bermaksud untuk mendapatkan data mengenai konsep diri,
penyesuaian diri, dan prestasi belajar pada mahasiswa. Data yang diperoleh

Universitas Sumatera Utara

nantinya akan diolah untuk melihat hubungan antara ketiga variabel. Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsep diri dan
penyesuaian diri secara bersama-sama terhadap prestasi belajar mahasiswa.

I.C. MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis dan
praktis.
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi
bagi perkembangan ilmu psikologi khususnya psikologi pendidikan, terutama
mengenai konsep diri yang berhubungan dengan penyesuaian diri dan prestasi
belajar pada mahasiswa.
2. Manfaat Praktis


Sebagai sumber informasi bagi mahasiswa agar lebih mengerti dirinya,
terutama yang berkaitan dengan konsep diri, sehingga mahasiswa dapat
mengembangkan konsep diri yang positif.



Memberikan masukan yang berarti bagi mahasiswa tentang penyesuaian
diri mereka sehingga mahasiswa dapat mengembangkan penyesuaian diri
yang lebih baik.



Memberikan masukan yang berarti bagi peningkatan prestasi belajar
mahasiswa dengan memperhatikan faktor-faktor apa saja yang dapat
mempengaruhi pencapaian prestasi belajar.



Sebagai sumber informasi bagi orang tua dan institusi pendidikan agar
dapat mendukung pembentukan konsep diri yang positif dan penyesuaian

Universitas Sumatera Utara

diri yang baik pada mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat meraih prestasi
belajar yang lebih optimal.

I.D. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bab I : Pendahuluan
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, tujuan
penelitian manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Pada bab ini akan diuraikan tentang landasan teori yang digunakan
dalam penelitian, dinamika hubungan konsep diri dan penyesuaian diri
dengan prestasi belajar, dan diakhiri dengan hipotesa penelitian.
Bab III : Metode Penelitian
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai identifikasi variabel penelitian,
defenisi operasional variabel penelitian, subjek penelitian, metode
pengumpulan data, validitas dan reliabilitas, dan metode analisis data.

Bab 1V : Analisa dan Interpretasi Data
Bab ini berisi gambaran umum subyek penelitian, hasil penelitian dan
interpretasinya sesuai dengan hipotesa penelitian, serta hasil tambahan
yang turut memperkaya hasil penelitian.
Bab V : Kesimpulan, Diskusi dan Saran
Bab ini membahas tentang kesimpulan dari hasil penelitian, diskusi
yang merupakan pembahasan dan pembandingan hipotesa dengan teori-

Universitas Sumatera Utara

teori penelitian, serta saran-saran yang bisa menjadi inspirasi bagi
peneliti yang lain untuk bidang kajian yang sama.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
LANDASAN TEORI

II.A. KONSEP DIRI
II.A.1. Definisi Konsep Diri
Konsep diri merupakan hal yang penting artinya bagi kehidupan individu
karena pemahaman mengenai konsep diri akan menentukan dan mengarahkan
perilaku dalam berbagai situasi (Shavelson dalam Purwanti dkk., 2000), serta
dapat menentukan keberhasilan individu dalam hubungannya dengan masyarakat
(Hurlock, 1998). Menurut Burns (1993) konsep diri merupakan gambaran
campuran dari apa yang dipikirkan oleh individu, pendapat orang lain mengenai
diri individu dan diri individu yang diinginkan.
Selanjutnya Calhoun dan Acocella (1990) menjelaskan bahwa konsep diri
adalah gambaran mental individu terhadap dirinya sendiri yang terdiri dari
pengetahuan individu tentang dirinya sendiri, pengharapan bagi diri sendiri, dan
penilaian terhadap diri sendiri. Sementara Centi (1993) mengatakan bahwa konsep
diri adalah gagasan tentang diri sendiri yang berisikan mengenai bagaimana
individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi, bagaimana individu merasa
tentang dirinya sendiri, dan bagaimana individu menginginkan dirinya sendiri
menjadi manusia sebagaimana yang diharapkan. Penglihatan individu atas dirinya
sendiri disebut gambaran diri (self image). Perasaan individu tentang dirinya
sendiri merupakan penilaian individu atas dirinya sendiri (self evaluation).
Harapan individu atas dirinya sendiri menjadi cita-cita diri (self ideal).
Berdasarkan pendapat ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa

Universitas Sumatera Utara

konsep diri merupakan gambaran mental individu yang berisikan tentang
bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi yang disebut dengan
pengetahuan diri, bagaimana individu merasa tentang dirinya yang merupakan
penilaian diri sendiri, serta bagaimana individu menginginkan dirinya sendiri
sebagaimana yang diharapkan.

II.A.2. Perkembangan Konsep Diri.
Sewaktu lahir, individu tidak memiliki pengetahuan tentang diri sendiri
dan tidak memiliki penilaian terhadap diri sendiri serta tidak memiliki harapan
sendiri (Caplan, dalam Calhoun & Acocella, 1995).
Konsep diri terbentuk melalui sejumlah pengalaman yang tersusun secara
hirarki yang berkembang sejalan dengan pertumbuhannya, terutama sebagai
akibat dari hubungan individu dengan individu lainnya (Centi, 1993). Baldwin
dan Holmes (dalam Calhoun & Acocella, 1990) juga mengatakan bahwa konsep
diri adalah hasil belajar individu yang diperoleh melalui hubungannya dengan
orang lain.
Menurut Cooley (dalam Calhoun & Acocella, 1990) interaksi individu
dengan orang lain merupakan sumber informasi penting bagi perkembangan
konsep diri. Individu biasanya menggunakan orang lain untuk menunjukkan siapa
dirinya. Individu membayangkan bagaimana pandangan orang lain terhadap
dirinya dan bagaimana orang lain menilai penampilannya. “Orang lain” yang
dianggap bisa mempengaruhi konsep diri seseorang adalah :
a. Orang tua

Universitas Sumatera Utara

Keluarga terutama orang tua merupakan lingkungan sosial pertama yang
ditemui individu pada awal kehidupannya. Orang tua memberikan pengaruh
yang besar terhadap perkembangan konsep diri individu. Orang tua akan
memberikan informasi yang besar terhadap perkembangan konsep diri
individu. Orang tua akan memberikan informasi yang menetap pengharapan
bagi anaknya. Orang tua juga mengajar anak bagaimana cara menilai dirinya
sendiri. Anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau yang disia-siakan oleh
orang tuanya akan mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi tentang
dirinya sehingga hal ini akan membentuk konsep diri yang negatif pada anak
(Calhoun & Acocella, 1990).
b. Teman sebaya
Kelompok teman sebaya menduduki posisi kedua setelah orang tua dalam
mempengaruhi konsep diri anak. Dalam hal ini masalah penerimaan dan
penolakan dari teman sebaya akan mempengaruhi konsep diri anak.
c. Masyarakat
Masyarakat memiliki harapan tertentu seseorang dan harapan ini masuk ke
dalam diri individu, kemudian akan berusaha melaksanakan harapan tersebut.
Masyarakat sangat mementingkan fakta-fakta yang ada pada seorang anak,
seperti siapa orang tuanya, ras dan lain-lain sehingga hal ini akan
mempengaruhi konsep diri seseorang.

Kemudian Brooks (dalam Sobur, 2005) mengatakan bahwa perkembangan
konsep diri dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu :

Universitas Sumatera Utara

1. Penilaian diri–memandang diri sendiri sebagai objek (Self Aperaisal-viewing
Self as Object).
Istilah ini menunjukkan suatu pandangann yang menjadikan diri sendiri
sebagai objek dalam komunikasi atau bagaimana kesan kita terhadap diri kita
sendiri. Pertama-tama kita mengamati perilaku fisik secara langsung
kemudian memberikan penilaian. Penilaian ini akan mempengaruhi kesan kita
terhadap diri sendiri. Semakin besar pengalaman positif yang dimiliki individu
semakin positif konsep dirinya. Sebaliknya semakin besar pengalaman negatif
yang dimiliki individu semakin negatif konsep dirinya.
2. Reaksi dan respon dari orang lain (Reaction and Response of Others)
Konsep diri tidak saja berkembang melalui pandangan kita terhadap diri sendir
namun jufa tidak saja berkembang melalui pandangan kita terhadap diri
sendiri namun juga berkembang dalam rangka interaksi kita dengan
masyarakat.

Dalam

berinteraksi

dengan

masyarakat

individu

akan

mendapatkan evaluasi. Oleh karena itu konsep diri dipengaruhi oleh reaksi
serta respon orang lain terhadap diri kita.
3. Peran yang kita mainkan–peran yang ditrerima (Roles you play–Role taking )
Setiap individu memainkan peran yang berbeda-beda dan pada setiap peran
tersebut individu diharapkan akan melakukan tindakan dengan cara tertentu
pula. Harapan-harapan dan pengalaman yang berkaitan dengan peran yang
berbeda berpengaruh terhadap konsep diri seseorang. Semakin banyak peran
yang kita mainkan dan dianggap positif oleh orang lain, semakin positif
konsep diri kita.
4. Kelompok rujukan (Reference Groups)

Universitas Sumatera Utara

Kelompok rujukan adalah kelompok dimana kita menjadi anggota di
dalamnya. Setiap kelompok rujukan memiliki norma tertentu yang mengatur
tingkah laku seseorang. Jika kita menganggap penilaian dan reaksi dari
kelompok rujukan itu penting maka hal ini akan menjadi kekuatan untuk
menentukan konsep diri kita. Semakin banyak kelompok rujukan yang
menganggap diri kita positif, semakin positif pula konsep diri kita.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diartikan kesimpulan bahwa individu
dilahirkan dengan belum memiliki konsep diri. Konsep diri terbentuk melalui
sejumlah pengalaman dan prsoes belajar. Adapun yang menjadi sumber informasi
bagi perkembangan konsep diri adalah interaksi individu dengan orang lain yaitu
orang tua, teman sebaya, serta masyarakat. Proses belajar yang dilakukan individu
dalam pembentukan konsep dirinya diperoleh melalui penilaian yang dilakukan
terhadap dirinya sendiri, bagaimana reaksi danrespon orang lain terhadap apa
yang sudah dilakukan, tuntutan peran yang dimainkan serta penilaian dan reaksi
yang diterima dari kelompok rujukan.

II.A.3. Jenis-Jenis Konsep Diri
Hasil penilaian seseorang terhadap diri dapat berupa konsep diri yang
negatif maupun konsep diri yang positif. Menurut Calhoun & Acocella ( 1990)
konsep diri terbagi dua, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif.

1. Konsep Diri Positif

Universitas Sumatera Utara

Dasar dari konsep dari yang positif

bukanlah kebanggan yang besar

tentang dirinya tetapi lebih kepada penerimaan diri. Individu yang
memiliki konsep diri yang positif adalah individu yang mengenai dirinya
dengan baik dan menerima diri apa adanya, bersifat stabil dan bervariasi
sehingga mampu menyimpan informasi yang positif atau negatif tentang
dirinya, mampu memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat
bermacam-macam tentang dirinya tanpa menganggapnya sebagai suatu
ancaman, merancang tujuan yang realistik, menganggap hidup sebagai
sesuatu yang meyenangkan dan penuh kejutan, menganggap hidup sebagai
suatu proses penemuan sehingga mampu bertindak dengan berani dan
memperlakukan orang lain dengan hangat dan hormat.
2. Konsep Diri Negatif
Individu yang memiliki konsep diri yang negatif adalah individu yang
memiliki pandangan yang tidak teratur tentang dirinya, tidak mengenal
siapa dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya, berusaha untuk
mengubah konsep dirinya secara terus menerus atau melindungi konsep
dirinya yang kuat dengan cara mengubah atau menolak informasi baru,
menganggap apa yang diperolehnya tidak sebanding dengan apa yang
diperoleh orang lain, membuat tujuan yang sangat tinggi dan tidak realistik
sehingga sering mengalami kegagalan dalam mencapainya, percaya bahwa
dirinya tidak dapat mencapai sesuatu apapun yang berharga. Selain itu
individu yang memiliki konsep diri negatif adalah individu yang memiliki
pandangan yang terlalu stabil dan kaku terhadap dirinya sendiri akibat dari
didikan yang terlalu keras sehingga mereka menciptakan citra diri yang

Universitas Sumatera Utara

tidak menghendaki terjadinya penyimpangan dari seperangkat aturan yang
ada.
Selanjutnya Hurlock (1996) juga membagi konsep diri menjadi dua
tingkatan yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Individu dengan konsep
diri positif mengembangkan sifat percaya diri, harga diri dan kemampuan untuk
melihat dirinya sendiri secara realistis. Individidu juga mampu menilai
hubungannya dengan orang lain secara tepat dan menumbuhkan penyesuaian
pribadi dan sosial yang baik. Sebaliknya individu yang memiliki konsep diri
negatif mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri, individu masih
ragu dan kurang percaya diri sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan
sosial yang buruk.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka individu yang memiliki konsep diri
positif adalah individu yang mengenal dirinya dengan baik sehingga mampu
menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, mampu
merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas serta mampu menyesuaikan
diri dengan baik. Sedangkan individu yang memiliki konsep diri negatif adalah
individu yang tidak memandang dirinya dengan sangat teratur atau terlalu stabil
serta tidak mampu menyesuaikan diri dengan baik.

II.A.4. Dimensi Konsep Diri
Konsep diri merupakan gambaran mental yang dimiliki oleh individu.
Menurut Calhoun dan Acocella (1990), gambaran mental yang dimiliki individu
memiliki tiga dimensi yaitu pengetahuan tentang diri sendiri, pengharapan tentang
diri sendiri dan penilaian tentang diri sendiri.

Universitas Sumatera Utara

a. Pengetahuan
Dimensi pertama dari konsep diri adalah pengetahuan. Pengetahuan
berkaitan dengan apa yang kita ketahui tentang diri kita, termasuk dalam
hal ini jenis kelamin, suku bangsa, pekerjaan, usia dan sebagainya.
Pengetahuan ini diperoleh individu dengan cara membandingkan dirinya
dengan kelompok pembandingnya. Pengetahuan ini bisa dirubah dengan
cara merubah tingkat laku individu tersebut atau dengan cara mengubah
kelompok pembandingnya.
b. Pengharapan
Dimensi kedua dari konsep diri adalah pengharapan berkaitan dengan
kemungkinan menjadi apa kita dimasa mendatang dan sering disebut
sebagai diri idela (ideal self). Setiap individu memiliki harapan yang
berbeda-beda bagi dirinya sendiri. Harapan dapat membangkitkan
kekuatan yang akan

mendorong seseorang untuk mencapai harapan

tersebut dimasa depan.
c. Penilaian
Dimensi terakhir dari konsep diri adalah penilaian. Penilaian menyangkut
unsure evalusia, seberapa besar kita menyukai diri kita sendiri. Semakin
besar ketidak-sesuaian antara gambaran kita tentang diri kita yang ideal
(ideal self) dan yang actual maka akan semakin terendah harga diri kita.
Sebaliknya orang yang memiliki harga diri yang tinggi akan menyukai
siapa dirinya dan apa yang dikerjakannya. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa dimensi penilaian merupakan komponen pembentukan
konsep diri yang cukup signifikan. Deaux (1993) mengatakan bahwa

Universitas Sumatera Utara

kesenjangan antara diri kita yang aktual dan diri kita yang ideal akan
menimbulkan depresi, sementara bila kesenjangan antara diri kita yang
aktual dengan diri kita yang ideal semakin kecil maka kita akan
memperoleh kepuasan.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa konsep diri yang
dimiliki setiap individu terdiri dari 3 dimensi, yaitu pengetahuan mengenai diri
sendiri, penilaian mengenai diri sendiri, dan harapan mengenai diri sendiri.
Pngetahuan adalah apa yang diketahui individu tentang dirinya sendiri yang
diperoleh dengan cara membandingkan dirinya dengan kelompok pembanding.
Pengharapan adalah apa yang diinginkan individu dimasa yang akan datang
Penilaian adalah pengukuran yang dilakukan individu terhadap dirinya saat ini
dengan apa yang menurutnya dapat terjadi dan bagaimana perasaaan individu
terhadap dirinya sendiri.

II.A.5. Perubahan Konsep Diri
Fitts & Hurlock (dalam Eliana, 2003) mengatakan bahwa konsep diri
individu secara kontinu akan berkembang dan mengalami perubahan sepanjang
kehidupan hingga mencapai perkembangan tertentu yang relatif konsisten. Sulit
bagi seseorang untuk menilai keadaan dirinya belum stabil. Konsep diri yang
stabil sangat penting bagi remaja sebagai bukti keberhasilan remaja (dalam Eliana,
2003) ada beberapa faktor yang menyebabkan konsep diri menjadi tidak stabil
yaitu faktor perubahan fisik, lingkungan, dan peran (role).
Pada masa pubertas, remaja mengalami beberapa perubahan fisik yang
mendadak disertai dengan perubahan mental. Pada masa pubertas, konsep diri

Universitas Sumatera Utara

akan berubah dan hal ini merupakan hal yang biasa terjadi dalam kehidupan
seseorang. Perubahan lingkungan juga bisa mempengaruhi perubahan konsep diri.
Misalnya anak yang harus be

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 5 18

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 4 19

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI SANTRI BARU Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Penyesuaian Diri Santri Baru.

8 50 15

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN PEER GROUP DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI Hubungan Antara Penerimaan Peer Group Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 2 24

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN PEER GROUP DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI Hubungan Antara Penerimaan Peer Group Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 3 15

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA BARU Hubungan antara kepercayaan diri dengan Penyesuaian sosial pada mahasiswa baru Angkatan 2013 universitas muhammadiyah Surakarta.

0 2 20

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA BARU Hubungan antara kepercayaan diri dengan Penyesuaian sosial pada mahasiswa baru Angkatan 2013 universitas muhammadiyah Surakarta.

0 1 16

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU DI FAKULTAS PSIKOLOGI Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Baru di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 0 15

PENDAHULUAN Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Baru di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 1 9

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU DI FAKULTAS PSIKOLOGI Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Baru di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 0 16

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23