Perumusan Hipotes Tujuan Manfaat Kosmetik

berperan dalam menjaga kerusakan sel dari sinar ultraviolet berlebih yang diserap tubuh Mardiah, dkk., 2009; Maryani dan Kristiana, 2008. Penggunaan ekstrak kelopak rosella secara langsung pada kulit tidaklah praktis, oleh karena itu diformulasikan dalam sebuah sediaan kosmetik yang mudah digunakan dengan memanfaatkan aktivitas antioksidan dalam kelopak bunga rosella yaitu dibuat dalam bentuk krim. Krim merupakan emulsi setengah padat dan umumnya kurang kental dan lebih ringan. Krim dianggap lebih mempunyai daya tarik estetika yang lebih besar karena sifatnya tidak berminyak dan kemampuaan menyerap dalam kulit pada saat pengolesan Ansel, 1989. Krim anti-aging dirancang secara khusus untuk mencegah penuaan dini. Menyamarkan noda atau flek hitam di wajah dan menghilangkan kerutan dibawah mata. Dengan demikian krim anti-aging dapat memperlambat penuaan pada kulit Fauzi dan Nurmalina, 2012. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang formulasi dan uji efek anti-aging dari ekstrak kelopak bunga Rosella Hibiscus sabdariffa L. dalam sediaan krim. 1.2 1.2 1.2 1.2 Perumusan Perumusan Perumusan Perumusan Masalah Masalah Masalah Masalah 1. Apakah ekstrak kelopak bunga rosella Hibiscus sabdariffa L. dapat diformulasikan dalam sediaan krim? 2. Apakah krim yang mengandung ekstrak kelopak bunga rosella Hibiscus sabdariffa L. mampu memberikan efek anti-aging pada kulit marmut? Universitas Sumatera Utara 1.3 1.3 1.3 1.3 Hipotes Hipotes Hipotes Hipotesis isisis 1. Ekstrak kelopak bunga rosella Hibiscus sabdariffa L. dapat diformulasikan dalam sediaan krim? 2. Krim yang mengandung ekstrak kelopak bunga rosella Hibiscus sabdariffa L. mampu memberikan efek anti-aging pada kulit marmut? 1.4 1.4 1.4 1.4 Tujuan Tujuan Tujuan Tujuan Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian 1. Untuk mengetahui apakah ekstrak kelopak bunga rosella Hibiscus sabdariffa L. dapat diformulasikan dalam sediaan krim. 2. Untuk mengetahui apakah krim yang mengandung ekstrak kelopak bunga rosella Hibiscus sabdariffa L. mampu memberikan efek anti- aging pada kulit marmut? 1.5 1.5 1.5 1.5 Manfaat Manfaat Manfaat Manfaat Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian Adapun manfaat penelitian ini adalah untuk sebagai berikut: 1. Meningkatkan daya dan hasil guna dari tanaman rosella Hibiscus sabdariffa L. 2. Menjadi alternatif lain dalam penggunaan Kelopak Bunga Rosela Hibiscus sabdariffa L. untuk konsumen yang tidak hanya dapat di konsumsi sebagai minuman dan makanan saja. Universitas Sumatera Utara BAB BAB BAB BAB II II II II TINJAUAN TINJAUAN TINJAUAN TINJAUAN PUSTAKA PUSTAKA PUSTAKA PUSTAKA 2.1 2.1 2.1 2.1 Uraian Uraian Uraian Uraian Tanaman Tanaman Tanaman Tanaman Rosella Rosella Rosella Rosella Rosella merupakan tanaman tahunan yang bisa mencapai ketinggian 0,5- 3 m. Batangnya bulat, tegak berkayu dan berwarna merah. Daunnya tunggal berbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi dan pangkal berlekuk. Panjang daun 6-15 cm dan lebarnya 5-8 cm. Tangkai daun bulat berwarna hijau, dengan panjang 4-7 cm Maryani dan Kristina, 2005. Kebanyakan tanaman bercabang mempunyai bunga dan batang sewarna. Kebanyakan tanaman rosella dipergunakan sebagai tanaman hias dan beberapa diantaranya dipercaya memiliki khasiat medis, salah satunya adalah rosella merah atau rosella Hibiscus sabdariffa Rahmawati, 2012. 2.1.1 2.1.1 2.1.1 2.1.1 Taksonomi Taksonomi Taksonomi Taksonomi tanaman tanaman tanaman tanaman rosella rosella rosella rosella Taksonomi dari tanaman rosella adalah Mardiah, dkk., 2009: Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledone Bangsa : Malvales Suku : Malvaceae Marga : Hibiscus Jenis : Hibiscus sabdariffa Linn Universitas Sumatera Utara 2.1.2 2.1.2 2.1.2 2.1.2 Manfaat Manfaat Manfaat Manfaat rosella rosella rosella rosella Masyarakat tradisional di berbagai negara telah memanfaatkan tanaman rosella untuk mengatasi berbagai penyakit dan masalah kesehatan Mardiah, dkk., 2009. Pemanfaatan dan khasiat rosella dalam dunia pengobatan sudah tidak asing lagi. Menurut penelitian Jhon Mcintosh dengan menggunakan spektrofotometer diperoleh kandungan antioksidan didalam kelopak bunga rosella sebesar 24 dan 51 antosianin. Dengan adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak sel dapat dihilangkan Maryani dan Kristiana, 2008. Sementara itu kandungan penting yang terdapat pada kelopak bunga rosella adalah antosianin yang merupakan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan yang berperan dalam menjaga kerusakan sel dari sinar ultraviolet berlebih yang diserap tubuh Mardiah, dkk., 2009; Maryani dan Kristiana, 2008. Kelopak bunga rosela mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin D, vitamin B1, niacin, riboflavin, betakaroten, zat besi, asam amino, polisakarida, omega 3, kalsium, asam sitrat dan pektin. Tiap 100 gram kelopak bunga rosela mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu sekitar 260-280 mg Maryani dan Kristiana, 2008. Selain itu disebutkan juga bahwa bunga rosela memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, baik secara invitro maupun invivo BPOM, 2009. 2.2 2.2 2.2 2.2 Kulit Kulit Kulit Kulit Kulit merupakan “selimut” yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan Universitas Sumatera Utara rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati, respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat dan pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet matahari, sebagai peraba dan perasa, serta pertahanan terhadap tekanan dan infeksi dari luar Tranggono dan Latifah, 2007. Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa sekitar 1,5 m² dengan berat kira-kira 15 berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastis dan sensitif, serta bervariasi pada keadaan iklim, umur, seks, ras dan lokasi tubuh Wasitaatmadja, 1997. 2.2.1 2.2.1 2.2.1 2.2.1 Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi kulit kulit kulit kulit Menurut wasiaatmadja 1997, kulit memiliki sejumlah fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Berikut ini adalah fungsi-fungsi dari kulit, yaitu: a. Fungsi proteksi Kulit melindungi bagian dalam tubuh manusia terhadap gangguan fisik maupun mekanik, misalnya tekanan, gesekan, tarikan, gangguan kimiawi, seperti zat-zat kimia iritan, gangguan panas dan dingin, gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet, gangguan kuman, bakteri dan virus. b. Fungsi absorpsi Universitas Sumatera Utara Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air, larutan, maupun benda padat. Tetapi cairan yang mudah menguap lebih mungkin diserap kulit. Begitu pula zat yang larut dalam minyak. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal dan tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban udara, metabolisme dan jenis vehikulum zat yang menempel pada kulit. c. Fungsi pengindra Sebagai indra peraba kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis yang memungkinkan otak merasakan sejumlah rasa seperti panas, dingin, sakit dan beragam tekstur Achroni, 2012. d. Fungsi pengaturan suhu tubuh Kulit mengatur temperatur tubuh melalui mekanisme dilatasi dan konstriksi pembuluh kapiler dan melalui perspirasi, yang keduanya dipengaruhi saraf otonom. Pada saat temperatur badan menurun terjadi vasokonstriksi, sedangkan pada saat temperatur badan meningkat terjadi vasodilatasi untuk meningkatkan pembuangan panas Tranggono dan Latifah, 2007. e. Fungsi pembentukan pigmen sel pembentuk pigmen kulit terletak dilapisan basal epidermis stratum germinativum. Jumlah melanosit serta jumlah dan besarnya melanin yang terbentuk menentukan warna kulit. Paparan sinar matahari mempengaruhi produksi melanin. 2.2.2 2.2.2 2.2.2 2.2.2 Anatomi Anatomi Anatomi Anatomi kulit kulit kulit kulit Universitas Sumatera Utara Kulit terbagi atas tiga lapisan utama, yaitu: epidermis, dermis dan subkutis Tranggono dan Latifah, 2007. 1. Lapisan Epidermis Adalah lapisan kulit yang paling luar. Lapisan ini terdiri atas: a. Stratum corneum lapisan tanduk Terdiri atas beberapa lapis sel yang pipih, mati, tidak memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak berwarna dan sangat sedikit mengandung air. Lapisan ini sebagian besar terdiri atas keratin, yaitu jenis protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap bahan-bahan kimia. Hal ini berkaitan dengan fungsi kulit untuk memproteksi tubuh dari pengaruh luar. b. Stratum lucidum lapisan jernih Berada tepat di bawah stratum corneum. Merupakan lapisan yang tipis, jernih. Lapisan ini tampak jelas pada telapak tangan dan telapak kaki. c. Stratum granulosum lapisan berbutir-butir Tersusun oleh sel-sel keratinosit yang berbentuk poligonal, berbutir kasar, berinti mengkerut. d. Stratum spinosum lapisan malphigi Sel berbentuk kubus dan seperti berduri, intinya besar dan oval. Setiap sel berisi filamen-filamen kecil yang terdiri atas serabut protein. e. Stratum germinativum lapisan basal Adalah lapisan terbawah epidermis. Di lapisan ini juga terdapat sel-sel melanosit yaitu sel yang membentuk pigmen melanin. Universitas Sumatera Utara 2. Dermis Lapisan dermis terutama terdiri dari bahan dasar serabut kolagen dan elastin, yang berada di dalam substansi dasar yang bersifat koloid dan terbuat dari gelatin mukopolisakarida. 3. Subkutis Lapisan ini merupakan kelanjutan dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak. Di lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darahdan saluran getah bening Tranggono dan Latifah, 2007 2.2.3 2.2.3 2.2.3 2.2.3 Jenis Jenis Jenis Jenis kulit kulit kulit kulit Menurut Wasitaatmadja 1997, ditinjau dari sudut pandang perawatan, kulit terbagi atas tiga bagian: 1. Kulit normal Merupakan kulit ideal yang sehat, tidak kusam dan mengkilat, segar dan elastis dengan minyak dan kelembaban yang cukup. 2. Kulit berminyak Adalah kulit yang mempunyai kadar minyak dipermukaan kulit yang berlebihan sehingga tampak mengkilap, kotor, kusam, biasanya pori-pori kulit lebar sehingga kesannya kasar dan lengket. 3. Kulit kering Adalah kulit yang mempunyai lemak permukaan kulit yang kurang ataupun sedikit lepas dan retak, kaku, tidak elastis dan terlihat kerutan. 2.3 2.3 2.3 2.3 Kosmetik Kosmetik Kosmetik Kosmetik Untuk Untuk Untuk Untuk Kulit Kulit Kulit Kulit Universitas Sumatera Utara Menurut Peraturan Menteri Kesehatan NO. 1175MENKESPERVIII2010 kosmetika adalah bahan baku atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh Menkes, 2010. Dalam definisi kosmetik diatas, jelas menunjukkan bahwa kosmetika bukan satu obat yang dipakai untuk diagnosis, pengobatan maupun pencegahan penyakit. sediaan tersebut tidak mempengaruhi struktur dan faal kulit. Tujuan penggunaan kosmetik pada masyarakat adalah untuk kebersihan pribadi, meningkatkan daya tarik melalui riasan, meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan tenang, melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar UV, polusi dan faktor lingkungan yang lain, mencegah penuaan dan secara umum, membantu seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup Wasitaatmadja, 1997. Krim adalah bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Formulasi krim ada dua yaitu sebagai air dalam minyak am dan minyak dalam air ma seperti cold cream dan vanishing cream. Krim memiliki kelebihan dibandingkan salep karena praktis, nyaman, mudah menyebar rata dan mudah di cuci Yahendri dan Yenny, 2012. 2.4 2.4 2.4 2.4 Sinar

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

103 3187 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 799 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 711 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 462 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 615 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 1061 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 967 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 584 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 850 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 1052 23