MATERI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

  Catatan Materi Kurikulum dan Pembelajaran (Materi Satu Sampai Sebelas) Nada Aprilian_1506683_Tugas Tambahan

  Rainada76@Yahoo.Co.Id

  a. Konsep dasar dan dimensi kurikulum

  Pengertian kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Dengan beragamnya pendapat mengenai pengertian kurikulum, maka secara teoretis kita agak sulit menentukan satu pengertian yang dapat merangkum semua pendapat. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh beberapa dimensi pengertian kurikulum. R. Ibrahim (2005). mengelompokkan kurikulum menjadi tiga dimensi, yaitu kurikulum sebagi substansi, kurikulum sebagi sistem, dan kurikulum sebagai bidang studi. Dimensi pertama memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi siswa di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum dapat juga menunjuk pada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, jadwal dan evaluasi. Suatu kurikulum juga dapat digamba rkan sebagi dokumen tertulis sebagi hasil persetujuan bersama antara penyusun kurikulum dan pemegang kebijakan pendidikan dan masyarakat. Dimensi kedua memandang kurikulum sebagai bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan dan bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup stuktur personalia dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi dan menyempurnakannya.

  b. Kedudukan Komponen Kurikulum dalam Pembelajaran

  Sebelum mengkaji tentang Kedudukan Kurikulum dalam Pembelajaran, hendaknya memahami dahulu apa yang di maksud dengan kurikulum, Menurut Pratt (19800), kurikulum adalah sebuah sistem. Sebagai sebuah sistem, yang mempunyai komponen-komponen yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Komponen tersebut terbagi menjadi lima macam, di antaranya (1). Komponen Tujuan, Komponen tujuan merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu (2).Komponen materi Materi kurikulum merupakan isi kurikulum tersebut. (3). Komponen strategi (metode) Stategi pelaksaan suatu kurikulum tergambar dari cara melaksanakan pengajaran dalam pembelajaran keseluruhan. (4). Komponen organisasi Organisasi adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran. (5). Evaluasi dengan evaluasi dapat di peroleh informasi akurat dari pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa. Kesimpulannya Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum bertujuan sebagai arah, pedoman, atau sebagai rambu dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

  c. Landasan Pengembangan Kurikulum

  Kurikulum baik pada tahap kurikulum sebagai ide, rencana, pengalaman maupun kurikulum sebagai hasil dalam pengembangannya harus mengacu atau menggunakan landasan yang kuat dan kokoh agar kurikulum tersebut dapat berfungsi serta berperan sesuai dengan tuntutan pendidikan yang ingin dihasilkan seperti tercantum dalam rumusan pendidikan nasional yang telah di gariskan dalam UU Nomor 20 tahun 2003. Pada prinsipnya ada empat empat landasan pokok yang dijadikan dasar pengembangan Kurikulum yaitu 1) Landasan Filosofis, 2) landasan Psikologis, 3) landasan Sosial Budaya dan 4) landasan ilmiah dan teknologi (IPTEK). Dalam prakteknya, jika landasan landsaan ini digunakan sebaik baiknya dalam pembentukan kurikulum maka akan terbentuklah kurikulum yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang.

  d. Sumber Kurikulum.

  Bahan atau materi kurikulum dapat bersumber dari ilmu pengetahuan yang terorganisisr secara sistematis dan logis. Dengan demikian tidak semua pengetahuan dapat dikatakan ilmu. Isi kurikulum di ambil dari setiap disiplin ilmu. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah- susah menyusun bahan sendiri. Mereka tinggal memilih materi mana yang perlu dikuasai oleh anak didik berdasarkan disiplin ilmu sesuai dengan taraf perkembangan anak didik serta sesuai dengan kepentingannya.

  Penentuan disiplin ilmu tiap lembaga pendidikan seperti SD, SMP, SMA, dan SMK yang kemudian dalam struktur kurikulum menjadi studi atau mata pelajaran, tidak harus sama. Hal ini disebabkan setiap lembaga punya visi, misi, dan tujuan berbeda. Demikian juga dilihat dari cakupan dan keluasan seta kedalaman materi atau isi dalam setiap bidang studi.

  e. Prinsip Dasar Pengembangan Kurikulum

  Prinsip-prinsip yang digunakan dalam kegiatan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu Kurikulum. Oleh karena itu, dalam implementasi Kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan Prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan dalam lembaga pendidikan lainnya, dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan Prinsip-prinsip kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok: (1) prinsip-prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip prinsip khusus, prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pembelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan penilaian. Dalam kurikulum, penting halnya perubahan kultural (perilaku). Guna memenuhi prinsip prinsip khusus yang terkandung alam pengembangan kurikulum.

  f. Model Dan Organisasi Pengembangan Kurikulum

  Pengembangan kurikulum tidak dapat lepas dari berbagai aspek yang mempengaruhinya, seperti cara berpikir, sistem nilai (nilai moral, keagamaan, politik,budaya, dan sosial), proses pengembangan, menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan dalam suatu pengembangan kurikulum. Model pengembangan kurikulum merupakan suatu alternatif prosedur dalam rangka mendesain (design), menerapkan (implementation), dan mengevaluasi (evaluation) suatu kurikulum. pengembangan kurikulum adalah aspek yang berkaitan denga organisasi kurikulum. Organisasi kurikulum bukan masalah manajerial lembaga pendidikan. Organisasi kurikulum merupakan pola ataudesain bahan/ isi kurikulum yang tujuannnya untuk mempermudah siswa dalam mepelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatanbelajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.

g. Pengertian Belajar dan Pembelajaran beserta Prinsip

  Belajar Merupakan Tindakan dan Perilaku siswa yang kompleks yang dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadi atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi karena siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa adalah keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia atau hal-hal yang akan dijadikan bahan belajar. Sedangkan pembelajaran/ instruksional adalah usaha mengorganisasikan lingkungan belajar sehingga memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan berbagai media dan sumber belajar tertentu yang akan mendukung pembelajaran itu nantinya.

  Adapun prinsip-prinsip Belajar dan Pembelajaran yaitu : (1) Perhatian dan Motivasi

  (2).Keaktifan (3). Keterlibatan Langsung / Berpengalaman (4). Pengulangan (5).Tantangan (6).Umpan Balik dan Penguatan (7).Perbedaan Individual. Belajar dan Pembelajaran

  Merupakan Tindakan dan Perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Proses Mengajar harus dijalankan sesuai dengan prinsip yang ada sehingga dapat menciptakan suasana kelas yang di nginkan bersama.

h. Lima Hakikat Komponen Dalam Pembelajaran

  Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang berkaitan. Menurut Heri Rahyubi, 2012:234 komponen pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, kurikulum, guru, siswa, metode, materi, alat pembelajaran (media), dan evaluasi.

  Yang pertama Tujuan pembelajaran adalah target atau hal-hal yang harus dicapai dalam proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran biasanya berkaitan dengan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keduakurikulum, Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau bidang studi dan aktivitas belajar siswa tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Ketiga,Guru, Guru merupakan satu diantara pembentuk- pembentuk utama calon warga masyarakat.Keempat, Siswa, Siswa atau peserta didik adalah seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru, pelatih, dan instruktur. Dan terakhir Metode, Metode pembelajaran adalah suatu model dan cara yang dapat dilakukan untuk menggelar aktivitas belajar mengajar agar berjalan dengan baik.

i. Perbedaan Antara Pendekatan dan Model Pembelajaran

  dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap

  proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan

  Lain halnya dengan pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

  j. Pegertian dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran

  Bloom (1971) mendefinisikan evaluasi, sebagaimana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa. Sejalan dengan itu, Stufflebeam (1971), mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.

  Fungsi evaluasi didalam pendidikan tidak dilepaskan dari tujuan evaluasi itu sendiri. Di dalam batasan tentang evaluasi pendidikan yang telah dikemukakan tersirat bahwa tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian-pencapaian tujuan kurikuler. Di samping itu, juga dapat digunakan oleh guru-guru dan para pengawas pendidikan untuk mengukur atau menilai sampai dimana keefektifan pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar, dan metode mengajar yang digunakan. Dengan demikian dapat dikatakan betapa penting peranan dan fungsi evaluasi itu dalam proses belajar-mengajar.

  k. Hasil dari Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran

  Inovasi pada dasarnya merupakan hasil pemikiran yang bercirikan hal baru, baik berupa praktik-praktik tertentu, atau berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan menjadi lebih baik. Dalam bidang pendidikan misalnya, untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi, telah banyak dilontarkan model-model inovasi dalam berbagai bidang, antara lain : usaha pemerataan pendidikan, peningkatan mutu, peningkatan efisiensi dan efektivitas pendidikan, dan relevansi pendidikan. Hasil Inovasi Kurikulum antara lain: (1). Kurikulum Muatan Lokal (2). Pendidikan Sistem Ganda (PSG), (3). Broad Based Curiculum, (4). KBK, (5). KTSP dan (6) Kurikulum 2013 Selain itu terdapat pula Hasil Inovasi Pembelajaran, ialah: (1). Model pembelajaran Brain Based Learning, (2). Model Pembelajaran LCBT, dan (3). Model pembelajaran ICARE.

  DAFTAR PUSTAKA :

  Hamalik, Oemar,(2009). Pendidikan guru berdasarkan pendekatan kompetensi,Jakarta, PT.Bumi Aksara. Hayati, Mardia ,(2009). Desain Pembelajaran, Pekanbaru, Yayasan Pustaka Riau,2009.

  Marsh, J. Collin & Willis, G. (2007). Curriculum: Alternative Approaches, Ongoing

  Issues. Boston: Person Nana Syaodih Sukmadinata. 1997. Pengembangan Kurikum; Teori dan Praktek.

  Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya

  

Pawelin, Greg Tablos. Curriculu Development. 2015 (856 Nicanor Reyes, Sr. St Sampaloc,

Manila : REX Book Store)

  Tim Pengembang MKDK. 2002. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.

  Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

  Zainal Aqib Elham Rohmanto,2006, Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah,Bandung, Yrama Widya, Bandung.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23