PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SUKARAME BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI
MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA
KELAS V SD NEGERI 2 SUKARAME BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
(Penelitian Tindakan Kelas)

DISAJIKAN UNTUK MENCAPAI GELAR

SARJANA PENDIDIKAN

Oleh
SELPANA MENGANO
1013066017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012

i

ABSTRAK
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI
MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V
SD NEGERI 2 SUKARAME BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Oleh
Selpana Mengano

Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya hasil belajar dan tingkat
kemampuan menulis puisi pada siswa kelas V SD Negeri 2 Sukarame. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan
menulis puisi melalui pemanfaatan media gambar pada siswa kelas V SD Negeri 2
Sukarame Bandar Lampung.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research).
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus mempunyai tahap-tahap
yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tidakan, (3) observasi atau pengamatan,
dan (4) refleksi. Siklus kesatu dan kedua dilaksanakan dalam dua kali pertemuan.

Analisis data hasil tes dilakukan dengan menggunakan persentase nilai perolehan
siswa untuk seluruh indikator dibagi jumlah skor maksimal. Rerata nilai
kemampuan siswa dalam menulis puisi, untuk seluruh unsur instrinsik puisi pada
siklus I sebesar 52,15 dan berada pada tingkat kemampuan kurang, sedangkan
pada siklus II sebesar 70,15 dan berada pada tingkat kemampuan baik. Untuk
penilaian seluruh unsur instrinsik puisi nilai rata-rata yang diperoleh mengalami
peningkatan sebesar 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata
ii

Selpana Mengano

perolehan siswa pada siklus kedua telah mencapai kriteria ketuntasan minimum
untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 65. Hal ini membuktikan bahwa
pemanfaatan media gambar mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi
siswa kelas V SD Negeri 2 Sukarame Tahun Pelajaran 2011/2012.

iii

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI
MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA
KELAS V SD NEGERI 2 SUKARAME BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
(Penelitian Tindakan Kelas)
DISAJIKAN UNTUK MENCAPAI GELAR

SARJANA PENDIDIKAN
Oleh
SELPANA MENGANO
1013066017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012

iv

Judul PTK

: PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI
MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA
SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SUKARAME
BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Nama Mahasiswa

: Selpana Mengano

NPM

: 1013066017

Jurusan

: Pendidikan Bahasa dan Seni

Program Studi

: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan

Daerah
Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI
1. Komisi Pembimbing

Dra. Ni Nyoman Wetty S., M.Pd.
NIP 19510614198103 2 001

Dr. Wini Tarmini, M. Hum.
NIP 19641014198903 2 001

2. Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni

Dr. Muhammad Fuad, M. Hum.
NIP 19590722198603 1 003

v

MENGESAHKAN
1. Tim Penguji
Ketua

: Dra. Ni Nyoman Wetty S., M.Pd.

……………….

Sekretaris

: Dr. Wini Tarmini, M. Hum.

………………

Penguji
Bukan Pembimbing : Eka Sofia Agustina, S.Pd., M.Pd. ……………….

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. H. Bujang Rahman, M.Si.
NIP 19600315198503 1 003

vi

RIWAYAT PENDIDIKAN
Peneliti lahir dari pasangan Bapak Muhammad Ja’far Alamsyah dan Ibu Mas
Abina, di Sri Menanti Kabupaten Way Kanan pada tanggal 10 November 1984.

Menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 1 Sri Menanti pada tahun 1995.
Tahun 1998 penulis lulus dari SMP Negeri 2 Negara Batin dan menamatkan
pendidikan tingkat atas pada tahun 2001 di SMU Negeri 1 Pakuan Ratu. Pada
tahun yang sama peneliti mendaftarkan diri di Perguruan Tinggi Universitas
Lampung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Program Studi Diploma 3
Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Lampung dan lulus pada tahun 2004.

Pada tahun 2006 peneliti diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil melalui jalur
umum Penerimaan Pegawai Negeri Sipil Daerah pada formasi guru Bahasa dan
Sastra Daerah Lampung. Sejak saat itu penulis menjadi guru di SD Negeri 2
Sukarame Bandar Lampung hingga sekarang.

Pada tanggal 5 Agustus 2007 peneliti menikah dengan tambatan hati yang
bernama Agus Setiawan dan saat ini telah dikaruniai dua orang putra yang
bernama Galen Arya Putra Setiawan dan Gabriell Amnan Setiawan.

vii

PERSEMBAHAN

Bismillahirohmannirohim,
Alhamdullillah segala puji syukur bagi Allah atas segala kemudahan, limpahan
rahmat, dan karunia yang telah diberikan selama ini. Seiring doa dengan segala
cinta dan kasih sayang kupersembahkan karyaku ini kepada kedua orangtuaku dan
kedua mertuaku yang selalu memberi cinta dan kasih sayang kepada anakanaknya, kepada suami dan putra-putraku tercinta Galen Arya Putra Setiawan dan
Gabriell Amnan Setiawan yang selalu memberi semangat dan dorongan, “karena
kalianlah bunda tak kan pernah menyerah”. Kepada kakak dan adikku serta
teman-teman seperjuangan di S1 Dalam Jabatan FKIP Unila Jurusan Bahasa dan
Seni Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Kepada rekan-rekan
guru SD Negeri 2 Sukarame Bandar Lampung. Terakhir kupersembahkan karyaku
ini teruntuk almamaterku tercinta Universitas Lampung.

viii

SANWACANA
Bismillahirrahmannirrahim,
Puji syukur penulis haturkan kepada Allah Yang Maha Kuasa karena berkat
rahmat dan karunia-Nya jualah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat penulis
selesaikan dengan baik.
Keberhasilan dalam penyusunan PTK ini tentunya tidak terlepas dari bantuan dan
dukungan baik secara moril maupun materil dari segala pihak yang tidak mungkin
dapat penulis balas dalam bentuk apa pun sebagai ucapan terima kasih yang tak
terhingga. Untuk itu, dengan segala hormat dan penghargaan yang setinggitingginya, penulis menyelipkan ucapan terima kasih ini kepada
1. Dra. Ni Nyoman Wetty S., M.Pd., selaku pembimbing I yang telah
memberikan ide, masukkan dan pemikiran dengan sabar sehingga PTK ini
dapat terselesaikan dengan baik.
2. Dr. Wini Tarmini, M.Hum., selaku pembimbing II. Senyum dan motivasi yang
beliau berikan telah menjadikan semangat bagi penulis dalam menyelesaikan
PTK ini.
3. Eka Sofia Agustina, S.Pd., M.Pd., selaku penguji utama yang telah
memberikan saran maupun kritik sehingga PTK ini menjadi lebih sempurna.
4. Dra. Siti Zubaidah, sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Sukarame.
Ketauladanan beliau memberikan inspirasi pada penulis agar menjadi seorang
guru yang mengabdikan hidupnya demi masyarakat, bangsa dan negara
dengan penuh ketulusan.

ix

5. Pasangan hidupku, Agus Setiawan dan anak-anakku tercinta Galen dan
Gabriell yang selalu memberikan senyum semangat selama proses penulisan
PTK ini. Cinta kalian memberikan kekuatan yang luar biasa.
6. Seluruh keluarga besarku terutama papah dan umi tercinta, ayah dan ibu
mertua dan kakak-adikku serta rekan-rekan seperjuangan: atu Heni, Yanti
Atoe Rina, Ade, Toe Zenida, aToe Mira, Atu Salmina, Kak Hali dan yang
lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
7. Keluarga besar SD Negeri 2 Sukarame, guru, staf TU terutama siswa-siswi
kelas V (kepolosan kalian menunjukkan pada dunia pendidikan bahwa kalian
bukanlah objek tapi justru subjek yang harus diberikan pendidikan yang
sebenarnya).
Walaupun demikian, kesempurnaan hanyalah milik Allah Subhanahuwata’ala
dan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan semata milik manusia. Untuk
itu penulis hanya mampu meminta maaf apabila masih banyak kekurangan di
dalam penulisan PTK ini.
Semoga hasil penulisan PTK ini dapat memberikan banyak manfaat serta
menjadi salah satu informasi yang berguna bagi kemajuan dunia pendidikan
khususnya di dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Bandar Lampung, Desember 2012

Penulis
Selpana Mengano

x

MOTTO
Jika kau harus jatuh, maka jatuhlah mendekati tujuanmu.
(Mario Teguh)

Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan anda dalam kehidupan adalah
dengan menghitung jumlah orang yang telah anda buat bahagia
(Robert J. Lumsden)

Janganlah berhenti berharap, karena harapan adalah penyemangat hidup.
(Selpana Mengano)

xi

DAFTAR ISI
Halaman
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah . ........................................................................................ 4
1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................................... 5
1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................................ 5
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Menulis Puisi ................................................................................................. 6
2.1.1 Pengertian Menulis ............................................................................. 6
2.1.2 Pengertian Puisi .................................................................................. 7
2.1.3 Kemampuan Menulis Puisi .................................................................. 9
2.1.4 Jenis-Jenis Puisi ................................................................................... 9
2.1.5 Unsur-Unsur yang Membangun Puisi ................................................ 10
2.2 Media Pembelajaran ..................................................................................... 17
2.2.1 Pengertian Media Pembelajaran ........................................................ 17
2.2.2 Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran .......................................... 18
2.2.3 Macam-Macam Media ....................................................................... 20
2.2.4 Prinsip-Prinsip Pemilihan Media ....................................................... 21
2.2.5 Faktor-Faktor yan Memengaruhi dalam Pemilihan Media ................ 22
2.3 Media Gambar .............................................................................................. 22
2.3.1 Tujuan Pemakaian Media Gambar ..................................................... 23
2.3.2 Kriteria Memilih Gambar sebagai Media Pembelajaran.................... 24
2.3.3 Kelebihan Media Gambar .................................................................. 24
2.3.4 Kekurangan Media Gambar ............................................................... 25
2.3.5 Syarat-Syarat untuk Memilih Media Gambar .................................... 26
2.3.6 Jenis-Jenis Media Gambar ................................................................. 26
2.3.7 Langkah-Langkah Penggunaan Media Gambar Tunggal .................. 28
2.4 Aktivitas Belajar........................................................................................... 28
BAB III. PROSEDUR PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian .................................................................................. 30
3.2 Setting Penelitian ......................................................................................... 31
3.2.1 Tempat Penelitian .............................................................................. 32
3.2.2 Waktu Penelitian ................................................................................ 32
xii

3.2.3 Subjek Penelitian ............................................................................... 32
3.3 Indikator Keberhasilan ................................................................................. 32
3.4 Prosedur Penelitian....................................................................................... 32
3.4.1 Perencanaan Tindakan ....................................................................... 33
3.4.2 Pelaksanaan Tndakan ......................................................................... 33
3.4.3 Observasi ............................................................................................ 37
3.4.4 Refleksi .............................................................................................. 37
3.5 Alat dan Teknik Pengumpulan Data ............................................................ 38
3.6 Teknik Analisis Data .................................................................................... 38
3.7 Tolok ukur Penilaian .................................................................................... 42
3.8 Instrumen Penelitian..................................................................................... 42
3.8.1 Instrumen Proses Pembelajaran Guru ................................................ 42
3.8.2 Instrumen Penilaian Perencanaan Pembelajaran (IPPP) .................... 44
3.8.3 Instrumen Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Bahasa ................... 44
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian Tindakan ........................................................................... 47
4.1.1 Pembelajaran Siklus 1. ....................................................................... 48
4.1.2 Pembelajaran Siklus II… ................................................................... 54
4.2 Pembahasan.. ................................................................................................ 58
4.2.1 Siklus I. .............................................................................................. 59
4.2.2 Siklus II .............................................................................................. 66
4.2.3 Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Siswa ........................................ 77
BAB V. SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan ............................................................................................... 79
5.2 Saran ..................................................................................................... 80
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 81
LAMPIRAN ...................................................................................................... 83

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1.1

Persentase Hasil Menulis Puisi Kelas V SD Negeri 2 Sukarame .......... 2

3.1

Indikator Penilaian dan Skor Kemampuan Menulis Puisi...................... 39

3.2

Tolok Ukur PenilaianPenulisan Puisii ................................................... 42

3.3

Observasi Hasil Kerja Guru ................................................................... 43

3.4

Instrumen Penilaian Perencanaan Pembelajaran ................................... 44

3.5

Instrumen Aktivitas Siswa ..................................................................... 45

4.1

Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I ...................................... 53

4.2

Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II..................................... 58

4.3

Data Rerata Hasil Kemampuan Siswa Menulis Puisi Siklus I............... 60

4.4

Persentase Ketuntasan Hasil Menulis Puisi Siklus I .............................. 60

4.5

Data Rerata Hasil Kemampuan Siswa Menulis Puisi Siklus II ............. 70

4.6

Hasil Persentase Menulis Puisi Siswa Siklus II ..................................... 71

4.7

Data Perbandingan Hasil Tes Kemampuan Siswa Menulis Puisi Tiap
Siklus…………………………………………………………………… 74

4.8

Perbandingan Persentase Ketuntasan Belajar Menulis Puisi…………… 76

4.9

Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas Guru Per-siklus ..................... 77

4.10 Data Peningkatan Aktivitas Siswa Per-siklus ........................................ 78

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ......................................... 83

2.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ....................................... 89

3.

Indikator Penilaian Puisi ........................................................................ 94

4.

Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I .................................................. 97

5.

Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus II ................................................. 98

6.

Hasil Penilaian Perencanaan Pembelajaran Guru Siklus I..................... 99

7.

Hasil Penilaian Perencanaan Pembelajaran Guru Siklus II .................. 100

8.

Data Hasil Menulis Puisi Siklus I .......................................................... 101

9.

Data Hasil Menulis Puisi Siklus II ......................................................... 107

10.

Data Guru dan Tenaga Administrasi ..................................................... 113

11.

Lembar Kerja Siswa............................................................................... 115

12.

Media Pembelajaran .............................................................................. 121

xv

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembelajaran Bahasa Indonesia memunyai ruang lingkup dan tujuan yang
menumbuhkan kemampuan mengungkapakan pikiran dan perasaan dengan
menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pada hakikatnya, pembelajaran Bahasa
dan Sastra Indonesia diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaan siswa.
Salah satu bentuk sastra yang dapat diapresiasi oleh siswa adalah puisi. Mata
pelajaran Bahasa Indonesia terdiri atas bahasa dan sastra. Khusus pada sastra
mencakup pelajaran prosa dan puisi. Dalam keterampilan menulis sastra pada
siswa salah satu materi yang cukup penting adalah menulis puisi.

Puisi adalah buah pikiran, perasaan dan pengalaman penyair yang diekspresikan
dengan media bahasa yang khas dan unik (Wetty, 2009: 45). Keterampilan
menulis puisi perlu ditanamkan kepada siswa sekolah dasar, sehingga mereka
memunyai

kemampuan

untuk

mengapresiasikan

puisi

dengan

baik.

Mengapresiasikan sebuah puisi bukan hanya ditujukan untuk penghayatan dan
pemahaman puisi, melainkan dapat mempertajam kepekaan perasaan dan
penalaran siswa terhadap masalah kemanusiaaan. Oleh sebab itu, guru harus
mampu menentukan penerapan model, metode dan stategi yang tepat dalam
pembelajaran penulisan puisi terhadap siswa.

2

Pelajaran menulis puisi di Sekolah Dasar masih ditemukan berbagai kendala dan
hambatan. Hal ini yang berkaitan dengan ketepatan penggunaan model atau teknik
dalam pelajaran sastra dalam hal menulis puisi. Demikian pula dengan
permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran dikelas V Sekolah Dasar
Negeri 2 Sukarame, yang selama ini kurang mengembirakan. Berdasarkan hasil
pengamatan dan wawancara dengan guru kelas V Sekolah Dasar Negeri 2
Sukarame, penulis menemukan beberapa permasalahan yang timbul dari guru
maupun murid.

Salah satu permasalahan yang cukup mendasar adalah rendahnya hasil belajar
siswa dalam menulis puisi karena kurangnya pemanfaatan media pembelajaran
oleh guru. Guru hanya mengguanakan model-model pembelajaran klasikal yang
sifatnya teacher oriented (pembelajaran terfokus pada guru) sehingga siswa
menjadi cenderung kurang aktif. Siswa hanya mendengarkan saja penjelasan dari
guru dan seolah-olah tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk mengembangkan
potensi dan kreativitasnya.

Penggambaran kemampuan menulis puisi siswa pada SD Negeri 2 Sukarame, bisa
dilihat dari tabel persentase ketuntasan menulis puisi siswa SD Negeri 2
Sukarame berikut.
Tabel 1.1 Persentase Hasil Menulis Puisi Kelas V SDN 2 Sukarame
Nilai
Kategori
Frekuensi
74
Baik
1
Jumlah
26
(Sumber: Walikelas V SDN 2 Sukarame)

Persentase (%)
88,46
7,69
3.85
100

3

Dari nilai murni hasil tes standarisasi semester tahun pelajaran 2010/2011 pada
kelas V, hasil rata-rata kelas belum masuk kategori tuntas (Ketuntasan belajar
minimum bahasa Indonesia adalah 65,00). Secara klasikal siswa yang tuntas
belajar menulis puisi sebesar 70%. Sedangkan persentase rata-rata siswa yang
tuntas menulis puisi hanya memperoleh 11,54 (Sumber: Walikelas V SD Negeri 2
Sukarame).

Kesulitan yang dialami siswa dalam pelajaran menulis puisi di antaranya, siswa
belum mampu menulis puisi, siswa sulit menuangkan ide, gagasan, dan
mengembangkan daya imajinatif. Salah satu penyebab kesulitannya adalah
kurangnya penguasaan kosakata dan diksi. Dari hasil tanya jawab dengan
walikelas dan murid mengenai perencanaan, strategi, dan teknik evaluasi serta
media yang dipilih dalam pelajaran menulis puisi kurang melibatkan siswa secara
langsung dan kurang menyenangkan karena bersifat monoton. Memang suatu
kenyataan yang harus diakui oleh sebagian guru, aktivitas tulis menulis
merupakan pelajaran bahasa yang kurang disukai siswa maupun guru.

Realita seperti ini apabila tidak segera ditangani secara serius oleh guru dapat
menjadi terpuruknya kompetensi menulis, khususya menulis puisi. Pihak yang
paling mengetahui akar permasalahan yaitu guru itu sendiri. Guru itulah yang
dapat menentukan model pembelajaran yang bermutu, inovatif dan menyenangkan
karena hanya guru yang mengetahui karakteristik dan tingkat perkembangan
siswanya, bukan pihak luar. Salah satu cara untuk mencapai keberhasilan itu
apabila guru tepat memilih metode, teknik dan media penyajian. Pemilihan
metode dan teknik serta media penyajian yang tepat merupakan hal yang

4

menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran. Dalam hal ini peneliti
mencoba mencari solusi yang tepat yaitu mencoba menggunakan salah satu media
yang biasa dijadikan alat supaya pembelajaran dalam menulis puisi terasa lebih
menarik dan efektif yaitu menggunakan media gambar.

Melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada media gambar, salah satunya gambar
bersifat konkret maka penulis berharap pemakaian media gambar mampu
meningkatkan hasil menulis puisi siswa. Melalui media gambar diharapkan dapat
membantu siswa dalam menuangkan ide, gagasan, dan daya imajinasi dalam
bentuk tulisan yang baik. Dengan melihat gambar, bentuk dan warna secara
langsung diharapkan imajinasi siswa akan menjadi lebih tajam. Media gambar
dalam pembelajaran ini berfungsi sebagai alat dan sarana untuk membantu siswa
dalam menulis puisi. Aktivitas menulis yang dilakukan siswa sebagian dibimbing
oleh guru. Ini dimaksudkan untuk membantu kesulitan siswa dalam menulis
(Subyakto dalam Sakwan, 2009: 5). Media gambar yang ditampilkan di sini yakni
gambar yang dekat dengan skemata siswa serta mudah dipahami dan diapresiasi
siswa. Pembelajaran menulis puisi melalui media gambar diharapkan mampu
melibatkan dan membantu siswa dalam keseluruhan proses pembelajaran (aspek
kognitif, afektif, dan psikomotor) sehingga siswa mendapatkan kemudahan dalam
menungkan ide, gagasan, dan daya imajinatif ke dalam naskah secara aktif dan
kreatif.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti merumuskan masalah sebagai
berikut.

5

Bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis puisi melalui pemanfaatan
media gambar pada siswa kelas V SD Negeri 2 Sukarame Bandarlampung tahun
pelajaran 2011/2012?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi
melalui pemanfaatan media gambar pada siswa SD Negeri 2 Sukarame
Bandarlampung tahun pelajaran 2011/2012.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran di kelas memiliki
manfaat yaitu:
a. bagi siswa
Penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa dalam
pembelajaran menulis puisi.
b. bagi guru
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan professional guru dalam
melaksanakan pembelajaran di kelas dan memotivasi guru untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 2 Sukarame.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Menulis Puisi
Peningkatan kemampuan menulis puisi melalui pemanfaatan media gambar pada
siswa kelas V SDN 2 Sukarame adalah yang menjadi pokok dalam penelitian ini.
Untuk itu penulis memegang beberapa teori sebagai landasan demi keberhasilan
PTK ini. Berikut akan dijelaskan pengertian menulis, pengertian puisi, segala hal
mengenai puisi, serta segala hal mengenai media gambar.

2.1.1 Pengertian Menulis
Menulis

adalah

suatu

proses

kegiatan

pikiran

manusia

yang

hendak

mengungkapkan kandungan jiwanya kepada orang lain atau kepada diri sendiri
dalam bentuk tulisan (Widyamartaya dalam Karimah, 1991: 9). Menulis adalah
menuangkan gagasan, pikiran, perasaan dan pengalaman melalui bahasa tulis
(Depdiknas, 2003: 6). Menulis juga merupakan bentuk komunikasi untuk
menyampaikan gagasan penulis kepada khalayak pembaca yang dibatasi oleh
jarak, tempat, dan waktu (Akhadiah, 1996: 8).

Berdasarkan teori di atas, peneliti mengacu pada pengertian menulis yang
dirumuskan oleh Departemen Pendidikan Nasional yaitu menulis adalah
menuangkan gagasan, pikiran, perasaan dan pengalaman melalui bahasa tulis.

7

Karena menulis puisi merupakan pengungkapan isi hati seseorang yang berupa
ide, pikiran, perasaan dan pengalaman dalam bentuk tulisan sehingga menjadi
sebuah puisi yang membuat pembaca seolah-olah merasakan atau mengalami
sendiri seperti apa yang ia baca.

2.1.2 Pengertian Puisi

Istilah puisi dalam bahasa Yunani poiseis yang berarti penciptaan. Dalam bahasa
Inggeris disebut poem atau poetry. Puisi diartikan pencipta karena lewat puisi
pada dasarnya seseorang telah menciptakan suatu dunia sendiri, yang mungkin
berisi pesan atau gambar suasana-suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah
(Aminudin dalam Aryani, 2010:16).
Puisi adalah buah pikiran, perasaan dan pengalaman penyair yang diekspresikan
dengan media bahasa yang khas dan unik (Wetty, 2009: 45). Hampir serupa
dengan pendapat tersebut, Waluyo (2002:1) yang didukung oleh Zaenudin
(1992:101) bahwa puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan,
dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata
kias (imajinatif).
Puisi merupakan ekspresi pengalaman batin (jiwa) penyair mengenai kehidupan
manusia, alam dan tuhan melalui media bahasa estetik yang secara padu dan utuh
dipadatkan (Zulfahtur, dkk 1996:79-80). Puisi juga didefenisikan sebagai gagasan
yang dibentuk dengan susunan, penegasan dan gambaran semua materi dan
bagian-bagian yang menjadi komponennya dan merupakan suatu kesatuan yang
indah (Djojosuroto, 2005:11). Dibalik kata-katanya yang ekonomis, padat dan
padu tersebut puisi berisi potret kehidupan manusia.

8

Djojosuroto (2005:10) mengutip beberapa pendapat para ahli sastra tentang
pengertian puisi sebagai berikut.
1. William wordswort : puisi adalah peluapan yang spontan dan perasaanperasaan yang penuh daya; dia memperoleh rasanya dan emosi atau rasa yang
dikumpulkan kembali dalam kedamaian.
2. Byron: puisi adalah larva imajinasi yang letusannya mencegah timbulnya
gempa bumi.
3. Percy Bysche Shelly: puisi adalah rekaman dari saat-saat yang pling baik dan
paling menyenangkan.
4. Emily dickenson: kalau aku membaca sesuatu dan dia membuat tubuhku begitu
sejuk sehingga tiada api yang dapat memanaskan aku, maka aku tahu bahwa itu
adalah puisi. Hanya dengan inilah aku mengenal puisi.
5. Watts Dunton: puisi adalah ekperesi yang kongkrit dan bersifat artisitik dari
pikiran manusia secara emosional dan berirama.
6. Lescelles Abercramble: puisi adalah eksperesi dan penglaman imajinatif yang
hanya bernilai serta berlaku dalam ucapan atau pernyataan yang bersifat
kemasyarakatan yang diutarakan dengan bahasa, yang mempergunakan setiap
rencana yang matang dan bermanfaat.
Berdasarkan berbagai pendapat dari ahli di atas, secara umum mereka
menyepakati bahwa puisi merupakan sebuah pikiran yang disusun dengan katakata yang padu dan dipadatkan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa puisi
adalah gagasan yang dibentuk dengan susunan, penegasan dan gambaran semua
materi dan bagian-bagian yang menjadi komponennya dengan bahasa yang padat

9

dan padu sebagai satu kesatuan eksperesi dari buah pikiran yang didasarkan pada
pengalaman imajinatif maupun kongkrit.

2.1.3 Kemampuan Menulis Puisi
Dalam penelitian ini, penulis menarik kesimpulan bahwa kemampuan menulis
puisi berarti kesanggupan, kecakapan dalam menuangkan gagasan, pikiran,
perasaan dan pengalaman dengan susunan dan penggambaran bahasa yang padat
dan padu sebagai satu kesatuan ekspresi dari buah pikiran yang didasarkan pada
pengalaman imajinatif maupun konkrit.

2.1.4 Jenis-Jenis Puisi
Husnan (1986:31-61) menyatakan bahwa puisi dibedakan atas dua golongan yaitu
puisi lama dan puisi baru.
1) Puisi lama: (a) bersifat statis dan terikat (bentuk dan sajak tetap, terikat tidak
berubah), (b) isinya bersifat didaktis dan religios, (c) kalimat-kalimatnya
penuh dengan kata-kata pilihan kata-kata lama atau kata-kata sukar, bahasa
klise yang lebih diutamakan daripada isinya, dan (d) merupakan
kepandaian/hasil

bersama,

mengutamakan

kegotong-royongan,

bukan

perseorangan (karena itu anonym).
2) Puisi baru: (a) bersifat dinamis (bebas bentuk maupun isi), (b) isinya bersifat
individualistis ekspresionistis (cetusan jiwa yang bebas, lepas), (c) kalimatkalimatnya singkat, padat, berisi (isi lebih penting daripada bahasa), dan (d)
nama pengarang disebutkan.

10

Ciri-ciri puisi baru, yaitu (a) tidak terikat oleh jumlah suku kata (jumlah suku
kata pada setiap baris tidak tentu); (b) tidak terikat oleh sajak (ada yang
bersajak sama, sajak silang, sajak peluk, sajak kembar, dan sebagainya, bahkan
ada yang bersajak patah); dan (c) isinya berupa : pengucapan pribadi.
Pada penelitian ini, peneliti hanya mengacu pada puisi baru. Puisi baru merupakan
bentuk puisi bebas yang tidak terikat terlalu kaku pada prinsip-prinsip penulisan
puisi, tetapi hal yang terpenting dalm menulis puisi ini tidak mengabaikan (a)
bentuk (jumlah baris); (b) jumlah suku kata dalam tiap baris; dan (c) sajak atau
rima puisi; dan (d) unsur-unsur yang membangun sebuah puisi. Dalam puisi baru,
pengarang bebas berekspresi dan mengungkapkan pikiran serta perasaannya. Puisi
baru yang bentuknya sederhana yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan
siswa dengan tema keindahan, inilah yang akan dijadikan bahan penelitian dalam
PTK ini.

2.1.5

Unsur-Unsur yang Membangun Puisi

Unsur puisi merupakan segala elemen (bahan) yang dipergunakan penyair dalam
membangun atau menciptakan puisinya. Segala bahan, baik unsur luar (objek
seni) maupun unsur dalam (imajenasi, emosi, bahasa dan lain-lain) disintetikan
menjadi satu kesatuan yang utuh oleh penyair menjadi bentuk puisi berupa teks
puisi.

Sebuah puisi adalah sebuah struktur yang terdiri dari unsur-unsur pembangun.
Unsur-unsur tadi dinyatakan bersifat padu karena tidak dapat dipisahkan tanpa
mengikat unsur yang lainnya. Unsur-unsur puisi terdiri dari unsur batin atau unsur
intrinsik dan unsur lahir ekstrinsik. Intrinsik berarti unsur dalam. Unsur intrinsik

11

dalam karya sastra berarti unsur-unsur yang secara langsung membangun karya
sastra itu (Eddy, 1991 : 69). Mursal Esten (1978 : 20) mengatakan hal-hal yang
berhubungan dengan struktur, seperti, pengungkapan tema, amanat, diksi,
pengimajian, dan majas. Sedangkan unsur ekstrinsik dikatakan Fananie (2001 :
77) unsur ekstrinsik adalah segala faktor luar yang melatar belakangi penciptaan
karya sastra. Ia merupakan milik subjektif yang bisa berupa kondisi sosial,
motivasi, tendensi yang mendorong dan mempengaruhi kepengarangan seseorang.
Ekstrinsik itu dapat meliputi: 1) tradisi dan nilai-nilai, 2) struktur kehidupan
sosial, 3) keyakinan dan pandangan hidup, 4) suasana politik, 5) lingkungan
hidup, 6) agama, dan sebagainya. (Eddy, 1991: 69). Dalam penelitian ini penulis
menggunakan unsur intrinsik dalam penilaian terhadap puisi yang dibuat oleh
siswa. Unsur-unsur intrinsik inilah yang akan menjadi parameter di dalam
pengambilan penilaian. Unsur-unsur instrinsik tersebut sebagai berikut.

1. Tema

Tema (Waluyo, 2002 : 24) merupakan gagasan atau subject-matter yang
dikemukakan penyair. Pokok pikiran atau pokok persoalan itu begitu kuat
mendesak dalam jiwa penyair atau penulis sehingga menjadi landasan utama
pengucapannya. Jika desakan yang kuat itu berupa hubungan penyair dan Tuhan,
puisinya bertemakan ketuhanan. Jika desakan yang kuat berupa rasa belas kasih
atau kemanusiaan, puisinya bertemakan kemanusiaan. Jika yang kuat adalah
dorongan untuk memprotes ketidakadilan, tema puisi adalah protes atau kritik
sosial. Perasaan cinta atau patah hati yang kuat juga dapat dilahirkan tema cinta
atau tema kedudukan hati karena cinta.

12

Tema puisi lugas, objektif, dan khusus. Tema puisi dihubungkan dengan
penyairnya, dengan konsep-konsepnya yang terimajenasikan. Oleh sebab itu, tema
puisi bersifat khusus (penyair), tetapi objektif (bagi semua penafsir), dan lugas
(sewajarnya atau apa adanya).

Dalam penelitian ini penulis menentukan sebuah tema yang sangat dekat dengan
lingkungan kehidupan siswa yaitu tema keindahan alam. Penulis mengambil tema
ini berdasarkan hasil wawancara dengan siswa bahwa mereka akan lebih mudah
mencari dan memilih kata-kata yang berkaitan dengan keindahan alam.

2.

Amanat

Puisi mengandung amanat atau pesan atau imbauan yang disampaikan penyair
kepada pembaca Djojosuroto (2005 : 27) mengatakan bahwa amanat adalah ajaran
moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya.
Sebagaimana tema, amanat dapat disampaikan secara implisit yaitu dengan
peristiwa yang terjadi pada tokoh menjelang cerita berakhir, dan dapat pula
disampaikan secara eksplisit yaitu dengan menyampaikan seruan, saran,
peringatan, nasehat, anjuran, atau larangan yang berhubungan dengan gagasan
utama cerita. Menulis puisi dengan tema keindahan, siswa diharapkan akan
mampu menyampaikan pesan moral dengan bahasa yang indah dan kias.

3. Diksi

Dinyatakan Tarigan (1984 : 29-30) bahwa diksi (diction) berarti pilihan kata.
Kalau dipandang sepintas lalu, kata-kata yang dipergunakan dalam puisi pada
umumnya sama dengan kata-kata yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-

13

hari. Secara alamiah kata-kata yang dipergunakan dalam puisi dan dalam
kehidupan sehari-hari mewakili yang sama; bahkan bunyi ucapan pun tidak ada
perbedaan. Walaupun demikian, kita harusnya menyadari bahwa penempatan
serta susunan kata-kata dalam puisi dilakukan secara hati-hati dan teliti serta lebih
tepat. Kata-kata yang dipergunakan dalam dunia persajakan tidak seluruhnya
tergantung pada makna denotative, tetapi lebih cenderung pada makna konotatif.
Konotasi atau nilai kata inilah yang justru yang lebih banyak memberi efek bagi
para penikmatnya. Uraian-uraian ilmiah biasanya lebih mementingkan denotasi.
Itulah sebabnya orang sering mengatakan bahasa ilmiah bersifat denotasi
sedangkan bahasa sastra bersifat konotatif.

Kalau kata-kata aduhai, mega, berarak, musyafir, lata, beta dan awan yang
terdapat dalam sajak Amir Hamzah yang berjudul “ Buah Rindu “ kita ganti
dengan sinonim-sinonimnya wahai, awan, beriring, pengembara, pondok, hina,
aku dan embun yang sama dengan denotasinya tetapi berbeda dengan
konotasinya, akan hilanglah keindahan sajak tersebut, dan efeknya akan berubah
sama sekali betapa pentingnya pilihan kata atau diksi bagi suatu puisi. Pilihan kata
yang tepat dapat mencerminkan ruang, waktu, falsafah, amanat, efek, dan nada
suatu puisi dengan tepat.

4. Pengimajian

Sesuai dengan pernyataan Waluyo (1987 : 78-79) bahwa pengimajian dibatasi
dengan pengertian kata atau susunan kata-kata yang tepat mengungkapkan
pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Baris atau
bait puisi itu seolah mengandung gema suara (imaji auditif), benda yang tampak

14

(imaji visual), atau sesuatu yang dapat kita rasakan, raba atau sentuh (imaji taktil).
Konkret apa yang dapat kita hayati secara nyata.

5. Majas

Majas atau figurative language merupakan bahasa kias atau gaya bahasa (Tarigan,
1985 : 32). Imajinasi dibutuhkan bagi seorang penyair untuk membuat puisi. Cara
lain penyair untuk membangkitkan imajinasinya adalah dengan menggunakan
majas. Waluyo (1987 : 83) mengatakan bahwa bahasa figuratif menyebabkan
puisi menjadi pragmatis artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan
makna. Bahasa figuratif adalah bahasa yang digunakan penyair untuk menyatakan
sesuatu dengan

cara

yang tidak biasa,

yakni

secara tidak

langsung

mengungkapkan makna kata atau bahasanya bermakna kias atau makna lambang.

Tujuan menciptakan gaya bahasa dalam puisi oleh Djojosuroto (2005 : 17)
diungkapkan sebagai berikut. (1) Agar menghasilkan kesenangan yang bersifat
imajinatif. (2) Agar menghasilkan makna tambahan. (3) Agar dapat menambah
intensitas dan menambah konkret sikap dan perasaan penyair. (4) Agar makna
yang diungkapkan jelas.

Waluyo menjelaskan (1987 : 84) ada beberapa bahasa figuratif (majas) yang
sering ditemukan dalam puisi. Majas-majas tersebut adalah metafora, simile,
personifikasi, hiperbola, sinekdoce, dan ironi. Untuk lebih jelasnya akan
dipaparkan sebagai berikut.

15

a.

Metafora

Metafora adalah kiasan langsung artinya yang dikiaskan itu tidak disebutkan. Jadi,
ungkapan itu langsung berupa kiasan. Contoh : lintah darat, bunga bangsa,
kambing hitam, dan sebagainya. Dalam puisi-puisi modern, banyak dijumpai
metafora yang tidak konvensional maksudnya kiasan langsung yang tidak lazim.
Dalam “Surat Cinta” Rendra mengiaskan diri kekasihnya sebagai putri duyung.
Engkaulah Putri Duyung/tawananku/Putri Duyung dengan suara merdu/lembut
bagi angin laut/desahkan hatiku.

b.

Simile (Perbandingan)

Simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang dimaksud perbandingan
yang bersifat eksplisit ialah bahwa ia langsung menyatakan sesuatu sama dengan
hal lain. Benda yang dikiaskan kedua-duanya ada bersama pengiasnya dan
digunakan kata-kata seperti, laksana, bagaikan, bagai, bak dan sebagainya.
Contoh-contoh dalam puisi modern misalnya rindunya bagai permata belum
diasah, malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka, angur darah, daging kelopakkelopak angsoka, dan sebagainya (Rendra).

c.

Personifikasi

Personifikasi adalah gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati
atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat
kemanusiaan. Dalam “Gadis Piminta-minta”,

Toto Sudarto Bactiar menulis

personifikasi sebagai berikut “kotaku jadi hilang tanpa jiwa”, “bulan di atas itu
tak ada yang punya”, “kotaku hidupnya tak lagi punya tanda”.

16

d.

Hiperbola

Hiperbola adalah kiasan yang berlebih-lebihan. Penyair merasa perlu melebihlebihkan hal yang dibandingkan itu agar mendapatkan perhatian yang lebih
seksama dari pembaca. Hiperbola tradisional terdapat dalam bahasa sehari-hari,
seperti bekerja membanting tulang, menunggu seribu tahun, hatinya bagai dibelah
sembilu, serabut dibagi tujuh, dan sebagainya. Untuk melebih-lebihkan sifat jelek
pihak yang dikritik, Rendra membuat hiperbola sebagai berikut. Politisi dan
pegawai tinggi/ adalah caluk yang rapi/ Konggres-konggres dan konperensi/ tak
pernah berjalan tanpa kalian.

e.

Sinekdoce

Sinekdoce adalah menyebutkan sebagian untuk maksud keseluruhan atau
menyebutkan keseluruhan untuk maksud sebagian. Terbagi atas part pro toto
(menyebutkan sebagian untuk keseluruhan) dan totem pro parte (menyebutkan
keseluruhan untuk sebagian). Contoh (a) Lomba membaca puisi itu dijuarai oleh
SD N 2 Sukarame. (Yang mengikuti lomba hanya seorang). (b) Paman saya telah
memiliki dua atap di Jakarta. (Maksudnya dua rumah).

f.

Ironi

Ironi adalah kata-kata yang bersifat berlawanan untuk memberikan sindiran. Ironi
dapat berubah menjadi sinisme dan sarkasme, yakni penggunaan kata-kata yang
keras dan kasar untuk menyindir atau mengeritik. Majas ini digunakan dengan
maksud untuk berolok-olok. Maknanya berlawanan dengan makna yang
sebenarnya. Gaya bahasa ini mengimplikasikan sesuatu yang nyata berbeda

17

bahkan bertentangan dengan yang sebenarnya dikatakan. Contohnya seperti
berikut.
1). Bagus benar tulisanmu seperti tulisan dokter!
2). Wah, rapi sekali kamarmu! (Padahal kamarnya berantakkan sekali)

Dari beberapa macam majas di atas, peneliti hanya menentukan tiga majas yaitu
metafora, simile, dan personifikasi sebagai subaspek penelitian. Hal ini
dikarenakan keterbatasan waktu dan ketigas majas tersebut merupakan majas yang
sering kali muncul dalam puisi siswa.

2.2 Media Pembelajaran

Berikut ini akan dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan media, baik dari apakah
yang dimaksud dengan media dari beberapa ahli, manfaat, tujuan dan fungsi
media, macam-macam media, prinsip-prinsip pemilihan media serta factor-faktor
yang mempengaruhi pemilihan media dalam pembelajaran.

2.2.1 Pengertian Media Pembelajaran

Kata Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata
Medius yang sacara harfiah berarti prantara atau pengantar ke penerima pesan.
Media adalah perantara atau pengantar pesan ke penerima pesan. Gerlach dan Ely
(dalam arsyad 2002: 3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis
besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang
membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Gagne
dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2002: 4) berpendapat bahwa “Media adalah

18

komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi
instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, yang dapat
merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong
terciptanya proses belajar pada dirinya (Wetty 2004: 55). Dalam pengertian ini
guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media secara lebih khusus,
pengertian media dalam proses belajar mengajar cendrung diartikan sebagai alatalat grafis, fotologis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan
menyusun kembali informasi visual.

Dari berbagai pendapat tersebut di atas, peneliti mengacu pada pendapat yang
mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan,
yang dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada dirinya (Wetty 2004: 55).
Karena media gambar yang digunakan dalam penelitian ini diyakini oleh peneliti
dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa untuk belajar.

2.2.2

Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Hamalik dalam Arsyad (2002:15) berpendapat bahwa “pemakaian media
pembelajarn dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan
minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan
bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa”.
Beberapa manfaat yang dapat diproleh apabila guru menggunakan media
pembelajaran bahasa, yakni: a) pembelajaran bahasa lebih menarik atau

19

menumbuhkan rasa cinta terhadap pelajaran bahasa; b) menambah minat belajar
pembelajar, minat belajar yang baik akan menghasilkan mutu yang baik pula
(prestasi belajar); c) mempermudah dan memperjelas materi pelajaran; d)
memperingan tugas pengajar; e) merangsang daya kreasi, dan f) pembelajaran
tidak monoton sehingga tidak membosankan.
Sudjana dan Rivai (dalam Arsyad 2002: 24) mengemukakan manfaat media
pembelajaran dalam proses belajar siswa, yakni:
a) pembelajaran

akan

lebih

menarik

perhatian

siswa

sehingga

dapat

menumbuhkan motivasi belajar;
b) bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami
oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan
pembelajaran;
c) metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal
melalui peraturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru
tidak kehabisan tenaga, apa lagi kalau guru mengajar pada setiap jam
pelajaran, dan
d) siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian dari guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

Media adalah alat bantu mengajar guru dengan beberapa tujuan tertentu, antara
lain: 1) mempermudah proses belajar mengajar; 2) meningkatkan efisiensi belajar
mengajar; 3) menjaga relevansi dengan tujuan belajar; 4) membantu konsentrasi
siswa dalam belajar.

20

Wetty (2004: 57) media mempunyai nilai praktis yaitu:
1. media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki peserta didik
2. media dapat mengatasi ruang kelas
3. media memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan
lingkungan
4. media menghasilkan keragaman pengamatan
5. media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkret dan realitas
6. media dapat membangkitkan keinginan dan semangat baru
7. media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta didik untuk
belajar
8. media dapat memberikan pengalaman yang integral dari yang konkret sampai
yang abstrak

Media adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar
mengajar. Tetapi mengingat akan beraneka ragamnya serta masing-masing media
mempunyai karakteristik sendiri, maka kita harus berusaha memilihnya dengan
cermat agar dapat digunakan secara tepat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam memilih media antara lain: tujuan yang ingin dicapai, ketepatgunaan,
keadaan siswa, ketersediaan, mutu, teknis dan biaya (Wetty, 2004: 60).

2.2.3

Macam-Macam Media

Dilihat dari jenisnya, Faturrohman dan Sutikno dalam Badiah (2010 :67-68)
media dibagi menjadi lima yaitu sebagai berikut.
1. Media Audio, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja,
seperti radio, casette recorder, dan piringan hitam.

21

2. Media visual, yaitu media yang mengandalkan indra penglihatan seperti film
bisu, kartun, OHP, dan slide.
3. Media audio visual, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan
gambar bergerak seperti film suara, video casette, dan televisi.
4. Komputer dan LCD, yaitu media yang menggunakankomputer dan LCD
dalam pembelajaran.
5. Multimedia berbasis komputer dan inter-active video. Multimedia ini secara
sedehana diartikan lebih dari satu media, ia bisa berupa kombinasi antara teks,
grafik, animasi, suara, dan video.

Dalam penelitian ini media yang dipilih oleh peneliti termasuk media visual yang
berupa gambar pemandangan alam. Pemilihan media ini diharapkan khayalan
siswa lebih nyata dan melalui penglihatan mata imajinasi siswa akan lebih tajam.

2.2.4

Prinsip-Prinsip Pemilihan Media

Faturrohman dan Sutikno (dalam Badiah 2010: 68) menyebutkan prinsip-prinsip
dalam pemilihan media sebagai berikut.
1. Menentukan jenis media dengan tepat sesuai dengan tujuan dan bahan
pelajaran yang diajarkan.
2. Menetapkan subjek yang tepat dengan memperhatikan tingkat kemampuan
siswa.
3. Menyajikan media dengan tepat disesuaikan dengan metode penggunaan
media dalam pengajaran seperti tujuan, bahan, waktu, dan sarana.
4. menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi
yang tepat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

22

Melihat prinsip-prinsip pemilihan media di atas, maka peneliti memilih untuk
menggunakan media gambar untuk mencapai tujuan penelitian. Media gambar ini
pun dipilih sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

2.2.5

Faktor-Faktor yang Memengaruhi dalam Pemilihan Media

Faturrohman dan Sutikno dalam Badiah (2010: 69) berpendapat, agar media yang
dipilih itu tepat, perlu memperhatikan faktor lain, yaitu:
1. Objektifitas, metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru,
melainkan keperluan sistem belajar.
2. Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai
dengan kurikulum yang berlaku.
3. Sasaran program yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan
tingkat perkembangan anak didik.
4. Situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan dipergunakan.

2.3 Media Gambar

Gambar merupakan media visual yang paling sering digunakan dalam proses
pembelajaran. Gambar menyajikan ilustrasi yang hampir sama dengan kenyataan
sesuatu objek dan situasi (Arsyad, 2005: 106). Dalam penyajiannya gambar dapat
memberikan pengertian yang lebih dari sekadar kata-kata atau dengan kata lain
gambar membuat orang dapat menangkap ide atau informasi yang terkandung di
dalamnya dengan jelas, lebih jelas daripada yang diungkapkan dengan kata-kata,
baik yang tertulis maupun yang diucapkan (Hamzah dalam Badiah, 2010: 27).

23

2.3.1

Tujuan Pemakaian Media Gambar

Ada beberapa tujuan dalam pemakaian media gambar (Wetty; 2004:71) antara
lain yaitu:
a) untuk menerjemahkan simbol verbal
Media gambar bisa memperjelas simbol-simbol secara langsung pada siswa
seperti pemakaian warna pada gambar-gambar tertentu.
b) memperkaya bacaan, misalnya gambar rumah, pakaian, pemandangan dan
lain-lain
c) untuk membangkitkan motivasi belajar
Dengan pemakaian media gambar maka pembelajaran terasa menarik dan
tidak membosankan sehingga siswa termotivasi untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan baik.
d) memperbaiki kesan-kesan yang salah
Pemakaian media gambar maka akan menimbulkan objek sebenarnya secara
visual maka kemungkinan siswa melakukan kesalahan dalam menafsirkan
atau mengimajinasikan sesuatu hal sangat kecil.
e) merangkum suatu unit bacaan.
Media gambar akan memperkecil atau mempersempit penalaran-penalaran
atau penjelajahan imajinasi yang melebar atau berlebihan. Dengan melihat
gambar maka imajinasi akan mudah berkumpul dan tersalur melaui tulisan.
f) menyentuh dan menggerakkan emosi.

24

2.3.2

Kriteria Memilih Gambar sebagai Media Pembelajaran

Wetty (2004:72)

kriteria

pemilihan

gambar

untuk

pembelajaran

perlu

memperhatikan beberapa kriteria sebagai berikut.
1) Apakah gambar itu akan membantu guru dalam mencapai tujuan
pembelajaran?
2) Apakah gambar itu menyajikan tanggapan yang benar?
3) Apakah gambar itu memberikan kesan yang benar mengenai ukuran relatif?
4) Apakah gambar itu akan menambah wawasan anak?
5) Apakah gambar itu akan merangsang imajinasi anak?
6) Apakah gambar itu dalam segi teknis maupun artistik baik?
7) Apakah gambar itu memusatkan perhatian terhadap suatu ide tertentu?
8) Apakah gambar itu menunjukkan detail secara tepat?

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gambar merupakan media yang
murah dan mudah, dan besar artinya untuk mempertinggi nilai pengajaran, karena
dengan gambar pengalaman dan pengertian anak menjadi lebih luas, lebih jelas,
dan tidak mudah dilupakan.

2.3.3

Kelebihan Media Gambar

Media gambar dalam pembelajaran (Sadiman; 2009: 29-31) mempunyai
kelebihan-kelebihan sebagai berikut.
a) Gambar bersifat konkret
Melalui gambar para siswa dapat melihat dengan jelas sesuatu yang sedang
dibicarakan

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELENGKAPI PUISI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III SEMESTER GANJIL SD NEGERI 4 TALANGPADANG KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 6 51

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELENGKAPI PUISI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III SEMESTER GANJIL SD NEGERI 4 TALANGPADANG TANGGAMUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 4 55

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV-A SDN 1 RAJABASA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 5 96

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV-A SDN 1 RAJABASA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

1 7 71

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI METODE PELATIHAN PADA SISWA KELAS VIIC SMPN 2 TEGINENENG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 6 93

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI TEKNIK PENGAMATAN PADA SISWA KELAS V-B SDN 1 TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 9 59

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SUKARAME BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

2 11 61

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VII-B SMP TAMAN SISWA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

3 10 53

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BERDASARKAN PENGALAMAN MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN 2 GADINGREJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 5 20

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 WAY LIMA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 7 60

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

109 3449 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 879 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 788 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 515 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 664 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1157 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

59 1055 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 656 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 935 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1144 23