Peranan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan Kinerja Birokrasi (Studi Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang)

PERANAN KEPEMIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA
BIROKRASI
(Studi Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang)
Disusun Guna Memenuhi Syarat Untuk Menyelesaikan
Pendidikan Strata I (S-1)
di Departemen Ilmu Administrasi Negara

Oleh :
ACHMAD FAUZY ICHSAN
070903008

DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin.
Shalawat beriring salam penulis persembahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta
keluarga dan para ahlul bait, yang senantiasa menjadi tauladan bagi setiap ummat manusia.
Semoga kita mendapat syafa’atnya di yaumil akhir kelak. Amin
Adapun skripsi ini berjudul “Peranan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan
Kinerja Birokrasi (Studi Kasus Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli
Serdang). Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja birokrasi pemerintahan
dan faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam peningkatan kinerja
serta bagaimana peranan kepemimpinan dalam peningkatan kinerja birokrasi. Skripsi ini
disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan program pendidikan Strata 1 (S-1) di
Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat
kekurangan baik itu dari permasalahan penulisan redaksi maupun dari substansi penulisan
skripsi itu sendiri. Oleh karena itu penulis mengharapakan saran dan kritik yang membangun
demi kesempurnaan skripsi ini selanjutnya.
Selama proses penyusunan skripsi penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak. Dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan untaian kata terima kasih yang tidak terhingga
dari hati yang paling dalam kepada kedua orang tua penulis yakni Ayahanda Drs.Wakil
Karo-Karo, SE dan Ibunda Ermawaty Sembiring yang senantiasa memberikan doa di
setiap langkah perjalanan hidup penulis serta motivasi yang sungguh berarti bagi penulis.
Terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak yang udah luar biasa pengorbanannya untuk
keluarga. Bapak yang udah ngajarin Ozie banyak hal, inspirator paling hebat dan menjadi

Universitas Sumatera Utara

panutan dalam setiap gerak-geriknya. Semoga Allah melimpahkan kesehatan dan karuniaNya kepada Beliau. Amin. Buat Mama yang selalu nyiapin segala keperluan Ozie mulai dari
seminar proposal sampai dengan skripsi ini selesai dikerjakan, terima kasih banyak yaa Ma.
Skripsi ini Ozie persembahkan buat kalian berdua, Orang Tua paling hebat di dunia. Love
you so much. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Adik penulis (Karina Latersia,
Atika Fitria dan Rehulina) yang selalu setia memberi semangat kepada penulis agar bisa
dan yakin dalam menyelesaikan skripsi ini. Buat Adik Karina Latersia semangat yaa dek
belajarnya dah kelas 12 sekarang biar nanti dapat nilai tinggi dan bisa masuk di Perguruan
Tinggi Favorit, Tika dan Lina jangan nakal-nakal, sekolah yang pinter biar bisa dapet
rangking terus. Kita berempat harus bisa membahagiakan dan dibanggakan orang tua kita.
Amin ya Allah
Buat seseorang yang senantiasa meluangkan waktunya untuk Fauzy, nemenin saat
senang dan sedih, jatuh dan bangkit, selalu memberi pendapat, solusi dan jalan keluar ketika
ada masalah, memberi semangat, motivasi, dukungan, arahan, dan doanya, makasih banyak
buat Melati Damairia Pane. Smoga harapan dan cita-cita kita berdua dimudahkan jalannya
oleh Allah SWT yaa mumu . Aminn…
Selain itu penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu, membimbing, dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini,
yaitu kepada:
1.

Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Drs. Zakaria, MSP. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara.

3.

Bapak Drs. Husni Thamrin Nasution, M.Si selaku ketua Departemen Ilmu
Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

4.

Ibu Dra. Elita Dewi, M.Si. selaku Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5.

Bapak Prof.Dr.Marlon Sihombing, MA selaku dosen pembimbing yang telah bersedia
meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan penulis sehingga dapat
menyelesikan skripsi ini.

6.

Ibu Dra.Beti Nasution, M.Si selaku Dosen Wali yang juga telah banyak memberikan
bimbingannya kepada penulis selama proses perkuliahan hingga saat ini.

7.

Bapak/Ibu Staf Pengajar FISIP USU yang telah berjasa dalam memberikan banyak
bekal ilmu, nasihat, bimbingan serta arahan kepada penulis, selama penulis menimba
Ilmu di Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

8.

Terima kasih juga penulis haturkan kepada seluruh Staf Pegawai Administrasi, yang
ada di Departemen Ilmu Administrasi Negara khususnya Kak Mega dan Kak Dian
yang telah banyak membantu segala urusan administratif sejak awal penulis memulai
studi hingga saat ini.

9.

Bapak Drs. Suryadi Aritonang, M.Si

selaku Camat Kecamatan Pancur Batu

Kabupaten Deli Serdang yang membantu dan memudahkan penulis dalam
melaksanakan penelitian di Kecamatan Pancur Batu
10.

Seluruh Staf Pegawai Kantor Camat Pancur Batu yang telah membantu penulis
dalam melaksanakan penelitian dan pengumpulan data.

11.

Terima kasih buat seluruh Teman-teman AN 07 yang sudah menemani penulis selama
4 tahun mengikuti bangku perkuliahan, Tim Sebelas, Lintank Simorangkir, Tiqha
Kerokeroppi (Kitenk), Christin Silalahi (Titin), Selvia Manalu (Vya), Bobby
Pratama (Bobby Khan), Ilham Maulana (Ustad Gaul,hehehe), Afaf (kebab), Dewi
Syafitri, Dewi TriAstuti (Bulek) dan Lek Dodi Syahdianto. Wee tamat juga aku y
wee.hehehehe. Untuk lek Dodoy (Djaroboy SyahFreak) cepat susul aku, kita pasti

Universitas Sumatera Utara

bisa sukses dan jadi orang lek. Jangan kebanyakan x lek. Dah ketuaan ente di kampus tu
lek.hehehehe. Untuk Kebab (Afaf) dan Bulek (Tuti) yang ngasih semangat, motivasi
juga bantuan waktu mengerjakan skripsi ini, makasih y kawan awak.Untuk Ustad kami
(M.Ilham Maulana) jangan download aja ustad cepat selesain skripsi ente ustad!!
Jangan becewek aja y ustad, hhehehhee. Kemudian buat Lek Bembenk, Bung Zikri
dan Lek Tinok yang kerjaannya gilak perang twiiter aja.. ayo siapa lagi jadi korban
kita ne,hhehhehe. Kasian juga Bung Zikri trus trusan kita siksa wee. Terima kasih buat
semua persahabatan yang telah kalian berikan. Takkan pernah kulupa manis pahitnya
dalam menjalani masa-masa di bangku perkuliahan, aku harap kita semua pasti bisa
sukses kawan, bisa jadi orang yang berguna dan di banggakan orang tua kita masingmasing. Amiiinn..
12.

Buat temen-temen Kelompok Magang Pantai Cermin Afaf, Dewi Tri Astuti, Dewi
Syafitri, Yuni Karina, Ernita Debora, Magdalena dan Ridho Hamdani makasih
banyak atas semua kenangan magang kita di Pantai Cermin tuh, gak akan ku lupakan
indahnya magang. Makasih juga udah dibolehin masuk kelompok kalian, walaupun
cuman jadi beban di kelompok ini, tapi tanggung jawab kan wee aku sebagai ketua
kelompok nya. Hehehee

13.

Terima kasih buat seluruh Teman-teman AN 07 (maaf gak disebutin satu persatu).
Makasi buat kenangan perkuliahan selama 4 tahun ini. Smoga kita jadi orang yang
berguna dan dapat mengamalkan ilmu yang kita dapat selama kuliah. Aminn…

14.

Terima kasih kepada seluruh Keluarga Besar Pemerintahan Mahasiswa FISIP USU
Periode 2009/2010 Ananta Purba, Lintang Simorangkir, Ari Junico Siallagan ,
Rani Harahap (Nanibo), Bobby Pratama Saragih, Dody Syahdianto (D’Jaroboy
Syahfreak), Kartika ANH (Kitenk), Christin Silalahi, Selvia Manalu, Aldino
Agusta Wallad, Kumari Dewi Puri Siregar (kumkum), Tino Saragih (Tresnok) dan

Universitas Sumatera Utara

teman-teman lainnya yang sudah memberikan warna baru di kehidupan penulis dan
memberikan kekeluargaan yang cukup berarti buat penulis.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Medan, Agustus 2011
Penulis

ACHMAD FAUZY ICHSAN
070903008

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Peranan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan Kinerja Birokrasi
(Studi Kasus Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang)
Skripsi ini disusun oleh:
Nama
: Achmad Fauzy Ichsan
NIM
: 070903008
Departemen
: Ilmu Administrasi Negara
Fakultas
: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Dosen Pembimbing : Prof.Dr.Marlon Sihombing, MA
Suatu organisasi akan berhasil atau gagal sebagian besar ditentukan oleh pemimpin.
Hal ini dapat dilihat bagaimana seorang pemimpin dalam bersikap dan bertindak. Cara
bersikap dan bertindak dapat terlihat dari cara melakukan suatu pekerjaan. Suatu ungkapan
mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan
suatu pekerjaan. Hal ini merupakan ungkapan yang mendudukkan posisi pimpinan dalam
suatu instansi pemerintahan khususnya, pada posisi yang terpenting. Dimana dalam hal ini
pemimpin tersebut adalah seorang Camat, yang bertugas membawahi para pegawainya yang
ada pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa peran dan tugas seorang Camat pada pemerintahan
Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah berusaha untuk mempengaruhi para
pegawainya dengan cara memotivasi dan komunikasi untuk terus bekerja secara efektif sesuai
dengan waktu dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain, efektif tidaknya pekerjaan
yang dilakukan para pegawai, tergantung bagaimana cara atau sikap seorang Camat dalam
memimpin. Atau apa-apa saja kegiatan yang perlu dilakukan agar semua pegawai mau dan
rela mengikuti semua keinginan Camat tersebut demi mencapai tujuan organisasi.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui sejauhmana kinerja para birokrasi dan
bagaimana peran seorang pemimpin dalam hal peningkatan kinerja para pegawai yang ada
pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Yang
menjadi informan dalam penelitian ini adalah informan kunci berjumlah 1 orang dan
informan biasa berjumlah 22 orang.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Camat Pancur
Batu Kabupaten Deli Serdang saat ini sudah terlaksana dengan baik. Artinya hal-hal yang
berhubungan dengan antara atasan dengan bawahan, baik dari segi komunikasi, motivasi,
penentuan kerja dan pemberian tanggung jawab, penilaian kinerja dan pengawasan yang
dilakukan sudah terlaksana dengan sangat baik. Kinerja dan Efektivitas kerja pegawai pada
Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang juga sudah cukup baik. Terlihat jelas
dengan penyelesaian pekerjaan yang tepat waktu, hasil kerja yang memuaskan, pemberian
pelayanan kepada masyarakat juga cepat tanggap. Fasilitas-fasilitas yang diberikan benarbenar sangat membantu dan memudahkan para pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya
serta adanya motivasi dari atasan yang semakin membuat para pegawai semakin bersemangat
dalam bekerja dengan didorong suasana kerja yang kondusif dan nyaman.

Keyword

: Peranan Kepemimpinan, Kinerja Birokrasi

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………….. i
DAFTAR ISI …………...………………………………………………... vii
DAFTAR TABEL ………………………………………………………. x
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………… xii
ABSTRAKSI ……………………………………………………………. xiii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
I.1 Latar Belakang …………………………………………………. 1
I.2 Perumusan Masalah ……………………………………………. 5
I.3 Tujuan Penelitian …………………………………………….… 5
I.4 Manfaat Penelitian …………………………………………....... 6
I.5 Kerangka Teori …………………………………………………. 6
I.5.1. Pengertian Kinerja ……………………………………….....6
I.5.2. Kepemimpinan ...........................……………………....

7

I.5.2.1 Definisi Kepemimpinan ............………………..

7

I.5.2.2 Gaya dan Tipe Kepemimpinan ............................

8

I.5.3 Efisiensi,Efektivitas dan Kesehatan Organisasi Birokrasi ... 11
I.5.4 Pengaruh Kepemimpinan Camat Terhadap Efektivitas Kerja
Pegawai..................................................................................13
I.6 Definisi Konsep ………………………………………………… 14
I.7 Sistematika Penulisan...................................................................... 15

BAB II METODE PENELITIAN …………………………………….

17

II.1 Bentuk Penelitian ....................................................................... 17

Universitas Sumatera Utara

II.2 Lokasi Penelitian .......................................................................

17

II.3 Informan Penelitian ...................................................................

17

II.4 Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 18
II.5 Teknik Analisa Data ................................................................... 19

BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN ………………………. 20
III.1 Sejarah Terbentuknya Kecamatan Pancur Batu ...........................20
III.2 Kependudukan ............................................................................ 21
III.2.1. Suku .................................................................................21
III.2.2. Pekerjaan ......................................................................... 22
III.2.3. Agama ............................................................................. 23
III.3 Struktur Organisasi Kecamatan Pancur Batu .............................. 23

BAB IV PENYAJIAN DATA HASIL PENELITIAN ………………... 31
BAB V ANALISA DATA ……………………………………...............

39

BAB VI PENUTUP …………………………………………………….. 44
VI.1 Kesimpulan …………………………………………………… 44
VI.2 Saran ………….......................................................................... 45
DAFTAR PUSTAKA ……….………………………………………….. 47
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku …………............

21

Tabel 2 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan …………………... 22
Tabel 3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama ………………………23
Tabel 4 Daftar Nama Camat dan Masa Jabatannya ………………........... 24

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Peranan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan Kinerja Birokrasi
(Studi Kasus Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang)
Skripsi ini disusun oleh:
Nama
: Achmad Fauzy Ichsan
NIM
: 070903008
Departemen
: Ilmu Administrasi Negara
Fakultas
: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Dosen Pembimbing : Prof.Dr.Marlon Sihombing, MA
Suatu organisasi akan berhasil atau gagal sebagian besar ditentukan oleh pemimpin.
Hal ini dapat dilihat bagaimana seorang pemimpin dalam bersikap dan bertindak. Cara
bersikap dan bertindak dapat terlihat dari cara melakukan suatu pekerjaan. Suatu ungkapan
mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan
suatu pekerjaan. Hal ini merupakan ungkapan yang mendudukkan posisi pimpinan dalam
suatu instansi pemerintahan khususnya, pada posisi yang terpenting. Dimana dalam hal ini
pemimpin tersebut adalah seorang Camat, yang bertugas membawahi para pegawainya yang
ada pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa peran dan tugas seorang Camat pada pemerintahan
Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah berusaha untuk mempengaruhi para
pegawainya dengan cara memotivasi dan komunikasi untuk terus bekerja secara efektif sesuai
dengan waktu dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain, efektif tidaknya pekerjaan
yang dilakukan para pegawai, tergantung bagaimana cara atau sikap seorang Camat dalam
memimpin. Atau apa-apa saja kegiatan yang perlu dilakukan agar semua pegawai mau dan
rela mengikuti semua keinginan Camat tersebut demi mencapai tujuan organisasi.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui sejauhmana kinerja para birokrasi dan
bagaimana peran seorang pemimpin dalam hal peningkatan kinerja para pegawai yang ada
pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Yang
menjadi informan dalam penelitian ini adalah informan kunci berjumlah 1 orang dan
informan biasa berjumlah 22 orang.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Camat Pancur
Batu Kabupaten Deli Serdang saat ini sudah terlaksana dengan baik. Artinya hal-hal yang
berhubungan dengan antara atasan dengan bawahan, baik dari segi komunikasi, motivasi,
penentuan kerja dan pemberian tanggung jawab, penilaian kinerja dan pengawasan yang
dilakukan sudah terlaksana dengan sangat baik. Kinerja dan Efektivitas kerja pegawai pada
Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang juga sudah cukup baik. Terlihat jelas
dengan penyelesaian pekerjaan yang tepat waktu, hasil kerja yang memuaskan, pemberian
pelayanan kepada masyarakat juga cepat tanggap. Fasilitas-fasilitas yang diberikan benarbenar sangat membantu dan memudahkan para pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya
serta adanya motivasi dari atasan yang semakin membuat para pegawai semakin bersemangat
dalam bekerja dengan didorong suasana kerja yang kondusif dan nyaman.

Keyword

: Peranan Kepemimpinan, Kinerja Birokrasi

Universitas Sumatera Utara

BAB 1
PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang
Pemimpin dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan

kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Kemampuan dan ketrampilan
kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting efektivitas suatu organisasi. Bila
organisasi

dapat

mengidentifikasikan

kualitas-kualitas

yang

berhubungan

dengan

kepemimpinan, kemampuan untuk menyeleksi pemimpin-pemimpin yang efektif akan
meningkat. Dan bila organisasi dapat mengidentifikasikan prilaku dan teknik-teknik
kepemimpinan efektif organisasi, berbagai prilaku dan teknik tersebut akan dapat dipelajari.
Pemimpin disetiap organisasi kerja memerlukan dan mengharapkan sejumlah pegawai
yang cakap dan terampil dibidang pekerjaannya, sebagai orang yang membantunya
melaksanakan tugas-tugas yang menjadi beban kerja unit masing-masing. Dalam arti seorang
pemimpin menginginkan sejumlah pegawai yang efektif dalam melakukan pekerjaannya.
Suatu organisasi pada dasarnya adalah suatu bentuk kerja sama antar dua orang atau
lebih. Baik yang disebut organisasi ataupun kelompok, tujuannya adalah untuk mencapai
sesuatu. Jika sesuatu yang ingin dicapai itu betul-betul dapat diraih, maka tujuannya efektif.
Efektivitas adalah ukuran sejauh mana tujuan dapat dicapai. Efektivitas adalah suatu
kontinum yang merentang dari efektif, kurang efektif, sedang-sedang, sangat kurang,sampai
tidak efektif. (Sigit, 2003:2)
Efektivitas merupakan unsur pokok aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan atau
sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Bila dilihat dari aspek segi keberhasilan
pencapaian tujuan, maka efektivitas adalah memfokuskan pada tingkat pencapaian terhadap
tujuan organisasi. Selanjutnya ditinjau dari aspek ketepatan waktu, maka efektivitas adalah

Universitas Sumatera Utara

tercapainya berbagai sasaran yang telah ditentukan tepat pada waktunya dengan
menggunakan sumber-sumber tertentu yang telah dialokasikan untuk melakukan berbagai
kegiatan.
Salah satu fungsi pemerintah yang utama adalah menyelenggarakan pelayanan umum
sebagai wujud dari tugas umum pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Birokrasi merupakan instrumen pemerintah untuk mewujudkan pelayanan publik yang
efisien, efektif, berkeadilan, transparan dan akuntabel. Hal ini berarti bahwa untuk mampu
melaksanakan fungsi pemerintah dengan baik maka organisasi birokrasi harus profesional,
tanggap, aspiratif terhadap berbagai tuntutan masyarakat yang dilayani. Seiring dengan hal
tersebut pembinaan aparatur negara dilakukan secara terus menerus, agar dapat menjadi alat
yang efisien dan efektif, bersih dan berwibawa, sehingga mampu menjalankan tugas-tugas
umum pemerintah maupun untuk menggerakkan pembangunan secara lancar dengan
dilandasi semangat dan sikap pengabdian terhadap masyarakat.
Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah suatu instansi pemerintahan.
Camat adalah perangkat pemerintahan wilayah kecamatan yang menyelenggarakan
pelaksanaan tugas pemerintahan umum di wilayah kecamatan. Kecamatan merupakan barisan
terdepan dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang
dibantu oleh pemerintahan desa atau kelurahan. Oleh karena itu, pentingnya tugas, fungsi,
dan wewenang kecamatan untuk pembangunan daerah adalah yang paling dekat dengan
masyarakat tersebut.
Untuk mencapai efektivitas kerja yang diinginkan, Camat Pancur Batu harus
menjalankan peran dan tugasnya dengan cara memotivasi para pegawainya dan juga selalu
berkomunikasi, agar para pegawainya menyadari bahwa mereka memang dibutuhkan dan
tidak ada pembedaan sehingga mereka mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya demi
kemajuan bersama. Camat juga dibutuhkan untuk mengontrol kegiatan para pegawai apakah

Universitas Sumatera Utara

berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai atau tidak. Camat dan pegawai harus saling
bekerja sama dalam mencapai tujuan tersebut. Masing-masing harus menyadari tugas dan
tanggung jawabnya.
Sorotan tajam tentang kinerja birokrasi dalam menyelenggarakan pelayanan publik
menjadi wacana yang aktual dalam studi administrasi negara akhir-akhir ini. Hal ini
disebabkan oleh rendahnya kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan dan pada sisi lain
munculnya konsep privatisasi, swastanisasi, kontak kerja yang pada intinya ingin
meminimalkan campur tangan pemerintah yang terlalu besar dalam pelayanan publik (
Osborne, 1992).
Kinerja birokrasi dalam menyelenggarakan pelayanan publik lebih rendah ketimbang
yang dilakukan oleh pihak swasta atau kelembagaan masyarakat lainnya. Bahkan tugas
pemerintah adalah mengarahkan bukan mengayuh perahu. Memberikan pelayanan adalah
mengayuh dan pemerintah tidaklah pandai mengayuh.
Di kalangan masyarakat masih terdapat keluhan berbagai pelayanan pemerintah
(birokrasi) bahkan pameo masyarakat mengatakan bahwa kalau bisa dipersulit mengapa harus
dipermudah dan bila ada pilihan lain untuk mendapat KTP selain dari Kantor Kelurahan dan
Kantor Kecamatan, maka saya akan memilih ke Supermarket karena disana pegawainya
ramah, suka senyum, menanyakan apa yang dapat dibantu. Selama ini seperti yang diakui
oleh Moestopadidjaja (1999) bahwa pelayanan publik oleh birokrasi cenderung dipersulit,
prosedur berbelit-belit, rendahnya ketidakpastian waktu pelayanan. Gejala ini sebagai suatu
gejala ketidak mampuan administratif, umumnya terjadi di Negara-negara sedang
berkembang.
Penilaian kinerja birokrat pemerintah selama ini cenderung didasarkan pada faktorfaktor input seperti jumlah pegawai, anggaran, peraturan perundangan dan termasuk pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan; dan bukan pada faktor-faktor output atau outcomes-nya,

Universitas Sumatera Utara

misalnya tingkat efisiensi biaya, kualitas layanan, jangkauan dan manfaat pelayanan yang
dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu dalam praktek penyelenggaraan pelayanan publik
masih terdapat berbagai masalah antara lain perbedaan antara kinerja yang diharapkan
(intended perfomance) dengan praktek sehari-hari (actual performance), perbedaan antara
tuntutan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan pelayanan aparatur pemerintah,
perbedaan antara keterbatasan sumber daya anggaran pemerintah dengan kebocoran pada
tingkat pelaksanaanya (Ginanjar Kartasasmita,1997). Sementara itu peran aparatur negara
(birokrasi) sejak beberapa dekade yang lalu lebih disiarkan sebagai penyandang dua peran
yaitu sebagai Abdi Negara dan sebagai Abdi masyarakat dan peran sebagai abdi negara
menjadi sangat dominan ketimbang peran sebagai abdi masyarakat. Siklus pelayanan lebih
berakses ke kekuasaan birokrasi ketimbang melayani masyarakat. Akibatnya aparatur
cenderung melayani dirinya sendiri dan meminta layanan dari masyarakat (Thoha, 1993).
Berkaitan dengan hal ini bahwa tugas aparatur sebagai pelayan harus lebih diutamakan
terutama yang berkaitan dengan mendahulukan kepentingan umum, mempermudah urusan
masyarakat, mempersingkat waktu proses pelaksanaan urusan publik dan memberikan
kepuasan publik.
Berdasarkan latar belakang diatas,maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
yang

berjudul,

“PERANAN

KEPEMIMPINAN

TERHADAP

PENINGKATAN

KINERJA BIROKRASI (Studi Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli
Serdang)”

Universitas Sumatera Utara

I.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas,yang menjadi permasalahan dalam penelitian

ini yaitu :
1. Bagaimana kinerja birokrasi pemerintah pada Kantor Camat Kecamatan Pancur Batu
Kab Deli Serdang?
2. Faktor apa yang mendukung dan menghambat kinerja birokrasi pemerintah pada
Kantor Camat Kecamatan Pancur Batu Kab Deli Serdang ?
3. Bagaimana peranan kepemimpinan terhadap kinerja birokrasi pada Kantor Camat
Kecamatan Pancur Batu Kab Deli Serdang ?

I.3

Tujuan Penelitian
Penelitian yang dilakukan terhadap suatu masalah pada dasarnya memiliki tujuan

penelitian yang ingin dicapai. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui kinerja birokrasi pemerintahan pada Kantor Camat Kecamatan
Pancur Batu Kab Deli Serdang
2. Untuk mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat kinerja birokrasi
pemerintah pada Kantor Camat Kec Pancur Batu Kab Deli Serdang
3. Untuk mengetahui peranan kepemimpinan terhadap kinerja birokrasi pada Kantor
Camat Kec Pancur Batu Kab Deli Serdang

I.4

Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini tentunya akan diperoleh hasil yang diharapkan dapat

memberimanfaat bagi peneliti maupun bagi pihak lain yang membutuhkan. Adapun manfaat
dari penelitian ini adalah:

Universitas Sumatera Utara

1. Secara akademik; sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang mengkaji kinerja
birokrasi pemerintah pada masa yang akan datang .
2. Secara metodologi; penelitian ini memperkaya indikator pengukuran tentang kinerja
birokrasi pemerintah khususnya dilihat dalam sudut pandang pendekatan proses.
3. Secara praktis; penelitian ini dapat menjadi bahan untuk evaluasi kinerja instansi
Pemerintah khususnya Kantor Camat Kec Pancur Batu Kab Deli Serdang dalam
menyempurnakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik pada masa datang.

I.5

Kerangka Teori
Kerangka teori adalah sebahagian konsep, defenisi dan kontruksi defenisi dan

proposisi yang menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan merumuskan
konsep. Kerangka teori merupakan landasan pemikiran untuk melaksanakan penelitian dan
teori digunakan untuk menjelaskan fenomena sosial yang menjadi objek penelitian
(Singarimbun, 2006:73).

1.5.1 Kinerja
Kinerja berasal dari kata-kata job performance dan disebut juga actual performance
atau prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang telah dicapai oleh seorang karyawan.
Kinerja menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti “suatu yang dicapai” atau prestasi
yang dicapai atau diperlihatkan sehingga kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kinerja oleh
individu perusahaan. Menurut Simamora (2003: 45) kinerja adalah ukuran keberhasilan
organisasi dalam mencapai misinya.
Dari pengertian di atas maka dapat dikatakan bahwa kinerja adalah kombinasi dari
kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya yang diperoleh

Universitas Sumatera Utara

selama periode waktu tertentu dan meliputi elemen-elemen seperti kuantitas dari hasil,
kualitas dari hasil, kehadiran dan kemampuan bekerja sama.

1.5.2 Kepemimpinan
1.5.2.1 Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin yang berarti seorang pribadi yang
memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidang
sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan altivitas
tertentu demi tercapainya suatu maksud dan tujuan. (Kartono, 1993:76)
Kepemimpinan pada dasarnya mempunyai pokok pengertian sebagai sifat,
kemampuan, proses, dan atau konsep yang dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehingga
diikuti, dipatuhi, dihormati sehingga orang lain bersedia dengan penuh keikhlasan melakukan
perbuatan atau kegiatan yang dikehendaki pemimpin tersebut.
Kepemimpinan dapat timbul apabila terdapat faktor-faktor yang saling mempengaruhi
satu sama lain. Faktor-faktor tersebut meliputi orang-orang bekerja dari sebuah posisi
organisatoris, dan timbul dalam suatu situasi yang spesifik. (Winardi, 2000:48)
Pengertian kepemimpinan yang lain adalah proses mempengaruhi kegiatan individu
atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. (Hersey dan
Blanchard dalam Sutarto, 1991:22), sedangkan pengertian kepemimpinan menurut Siagian
(2002:62) adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, dalam hal ini para
bawahannya sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin
tersebut meskipun secara pribadi kepemimpinan adalah kepengikutan.

Universitas Sumatera Utara

1.5.2.2

Gaya dan Tipe Kepemimpinan
Pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak, dan kepribadian

sendiri yang unik dan khas, hingga tingkah laku dan gaya yang membedakan dirinya dengan
orang lain. Gaya hidupnya ini pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya.
Menurut Nawawi (2004:83) bahwa apabila aktivitas kepemimpinan dipilih-pilih,
maka akan terlihat gaya kepemimpinan dengan polanya masing-masing. Gaya kepemimpinan
ini gilirannya ternyata merupakan dasar dalam membedakan atau mengklasifikasikan tipe
kepemimpinan.
Dari berbagai studi tentang kepemimpinan, diketahui ada beberapa gaya
kepemimpinan yang paling umum dikenal, yaitu :
1. Gaya dan Tipe Kepemimpinan Otoriter
Kepemimpinan otoriter, mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak
harus dipatuhi. Setiap perintah dan kebijakan ditetapkan tanpa berkonsultasi dengan
bawahan terlebih dahulu. Pemimpin bergaya dan bertipe otoriter selalu berdiri jauh
dari anggota kelompoknya, dan ia senantiasa memiliki kekuatan absolut dan tunggal,
pada kondisi dan situasi yang sikap dan prinsipnya kaku. Penonjolan diri yang
berlebihan sebagai simbol keberadaan organisasi, hingga cenderung bersikap bahwa
dirinya dan organisasi adalah identik. Dalam menentukan dan menerapkan disiplin
organisasi begitu keras dan menjalankannya dengan sikap kaku, pemimpin bergaya
dan bertipe ini juga tidak dapat dikritik, bawahannya juga tidak mendapat kesempatan
untuk memberikan saran maupun pendapat. Apabila pimpinan ini sudah mengambil
keputusan, biasanya keputusan itu berbentuk perintah dan bawahannya hanya
melaksanakannya saja.

Universitas Sumatera Utara

2. Gaya dan Tipe Paternalistik
Gaya dan tipe kepemimpinan paternalistik merupakan kepemimpinan yang bersifat
kebapakan, namun bukan tipe ideal dan bukan tipe yang didambakan. Seorang
pemimipin paternalistik, senang menonjolkan keberadaan dirinya sebagai simbol
organisasi dan memperlakukan bawahannya sebagai orang-orang yang belum dewasa.
Ia tidak akan mendorong kemandirian bawahannya karena tidak ingin berbuat
kesalahan. Terkait dengan itu, maka pemimpin paternalistik akan bersifat terlalu
melindungi, itikadnya memang baik, tetapi prakteknya akan negatif. Karena ia tidak
akan mendorong para bawahannya untuk mengambil resiko disebabkan takut akan
timbul dampak negatif pada organisasi. Dalam mengambil keputusan, pemimpin
paternalistik menjadi pusat pengambil keputusan, dimana pelimpahan wewenang
untuk mengambil keputusan pada tingkat yang lebih rendah dalam organisasi tidak
akan terjadi.
3. Gaya dan Tipe Kepemimpinan Leissez Faire
Gaya dan tipe kepemimpinan ini adalah gaya dan tipe kepemimpinan yang “aneh”.
Dimana seseorang dikatakan pemimpin, namun pada praktisnya tidak memimpin. Ini
dapat dilihat dari gaya kepemimpinan yang santai, karena berangkat dari pandangan
bahwa organisasi tidak memiliki masalah yang serius, dan kalau pun ada selalu dapat
diketemukan penyelesaiannya. Ia juga tidak senang mengambil resiko dan lebih
cenderung pada mempertahankan status quo. Seorang pemimpin yang bergaya dan
bertipe ini senang melimpahkan wewenang kepada bawahannya dan lebih
menyenangi situasi bahwa para bawahanlah yang mengambil keputusan, dan
keberadaannya dalam organisasi lebih bersifat suportif.

Universitas Sumatera Utara

4. Gaya dan Tipe Kepemimpinan Kharismatik
Gaya dan tipe kepemimpinan kharismatik memiliki kekuatan energi, daya tarik dan
pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai
pengikut yang sangat besar jumlahnya. Terlepas dari apakah dia berfungsi sebagai
pemimpin formal atau informal, ia memiliki daya tarik yang kuat bagi orang lain,
sehingga orang lain itu bersedia mengikutnya tanpa selalu bisa menjelaskan apa
penyebab kesediaan itu. Para pakar belum sepakat tentang faktor-faktor yang menjadi
“magnit” tersebut. Latar belakang biografikal, pendidikan, kekayaan dan penampilan
mungkin ikut berperan, akan tetapi mungkin juga tidak. Karena ketidakmampuan para
ahli mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang dominan, akhirnya hanya
ditekankan bahwa seorang pemimpin yang kharismatik memiliki “kekuatan
supranatural” yang tidak dimiliki orang lain.
5. Gaya dan Tipe Kepemimpinan Demokratis
Gaya dan tipe kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang berorientasi
pada manusia dan memberikan bimbingan yang efektif kepada para bawahannya.
Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahannya, dengan penekanan rasa
tanggung jawab dan kerja sama yang baik. Ia rela dan mau melimpahkan wewenang
pengambilan keputusan kepada bawahannya sedemikian rupa tanpa kehilangan
kendali organisasionalnya, dan tetap bertanggung jawab atas tindakan para
bawahannya. Pemimpin demokratis bersifat mendidik dan membina, dalam hal
bawahannya berbuat kesalahan dan tidak serta merta bersifat menghukum atau
mengambil tindakan punitive.

Setelah mengetahui berbagai gaya dan tipe kepemimpinan, maka pertanyaan yang
timbul adalah : Gaya kepemimpinan manakah yang lebih baik? Untuk menjawab pertanyaan

Universitas Sumatera Utara

itu memang sulit, karena tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dan dominan untuk
semua situasi. Ada kalanya seorang pemimpin akan bergaya otoriter dalam situasi tertentu
walaupun ia sebenarnya adalah pemimpin bergaya demokratis. Hal ini disebabkan karena
kepemimpinan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tujuan, pengikut (bawahan),
organisasi dan situasi yang ada sehingga tidak ada gaya kepemimpinan yang mutlak baik atau
buruk.
Oleh karena itu, dalam rangka mempersoalkan gaya-gaya kepemimpinan, hendaknya
jangan beranggapan bahwa seorang pemimpin harus tetap konsisten untuk mempertahankan
gaya kepemimpinan dalam segala situasi. Hal ini justru akan memperburuk keadaan
organisasi yang dipimpinnya. Tetapi sebaliknya, harus bersifat fleksibel, yakni menyesuaikan
gayanya dengan situasi yang ada, kondisi dan individu dalam organisasi.

1.5.3 Efisiensi, Efektivitas, dan Kesehatan Organisasi Birokrasi
Ukuran kinerja birokrasi, bukan hanya kinerja perorangan (personal perfomance) atau
suatu unit, tetapi juga yang diukur adalah kinerja organisasi (social perfomance). Ada dua
aspek penting dalam pengukuran kinerja,yaitu aspek efektivitas dan efisiensi. Efektivitas
berkaitan seberapa jauh sasaran telah dapat dicapai, dan efisiensi menunjukkan bagaimana
mencapainya, yakni dibanding dengan usaha, biaya atau pengorbanan yang harus
dikeluarkan.
Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha
untuk mencapai tujuan atau sasaran. Dengan perkataan lain efektivitas adalah hasil guna yang
dicapai oleh organisasi untuk mencapai sasaran atau tujuannya. Jadi, makna efektivitas
memiliki konsep yang lebih luas dari pada konsep efisiensi. Efektivitas dapat berkaitan
dengan variabel internal dan juga berkaitan dengan variabel eksternal organisasi. Sedangkan

Universitas Sumatera Utara

efisiensi hanya berkaitan dengan proses internal organisasi, yaitu perbandingan yang rasional
atau terbaik antara Input dengan Output.
Efisiensi berkaitan dengan pencapaian Output. Sedangkan Output diakibatkan dari
Input. Dengan demikian efisiensi adalah perbandingan terbaik antara hasil Output yang
diperoleh dan kegiatan yang dilakukan serta sumber-sumber atau input yang dipergunakan
dalam sumber-sumber tersebut tercakup tenaga kerja, biaya, material, alat-alat kerja, waktu
dan sebagainya.
William M. Evan (dalam Martani),

mengukur kinerja organisasi dengan

menggunakan pendekatan proses, yaitu menghitung efisiensi, yaitu menghitung besarnya
ongkos untuk pengadaan input (I), menghitung ongkos transformasi (T) serta menghitung
nilai output (O) ketiga variabel ini dapat dikombinasikan untuk mengukur berbagai aspek
tentang kinerja organisasi. Cara yang paling sering yang digunakan untuk mengukur efisiensi
adalah dengan menggunakan rasio O/ I. Bagi Dinas Keberhasilan Rasio ini dapat diartikan
Tingkat biaya yang dikeluarkan untuk mengangkut sampah M3/ hari perbulan. Dari
perbandingan rasio tersebut dapat diketahui tingkat efisiensi Dinas Pendidikan dalam
melaksanakan tugasnya.
Kondisi kesehatan organisasi, dilihat dari sudut pandang sasaran output merupakan
proses, bukan hasil atau kinerja yang dihasilkan oleh organisasi. Akan tetapi dari sasaran
sistem, adalah merupakan output dari proses itu sendiri. Dengan kata lain organisasi yang
sehat merupakan output dari sasaran sistem, dimana organisasi mampu menciptakan suasana
yang harmonis antara semua unsur yang terlibat dalam proses organisasi.
Kinerja organisasi yang sehat menurut Martani dicirikan oleh tingginya perhatian
atasan terhadap bawahan, semangat, loyalitas dan kerjasama yang sangat dinamis, saling
percaya dan komunikasi antara pegawai dengan pimpinan, tingginya otonomi dan
desentralisasi dalam pengambilan keputusan, tumbuhnya komunikasi vertikal dan horisontal

Universitas Sumatera Utara

yang lancar dalam organisasi dan organisasi memiliki sistem imbalan yang merangsang
setiap individu / kelompok berprestasi.

1.5.4 Pengaruh Kepemimpinan Camat Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai
Kepemimpinan pada dasarnya mempunyai pokok pengertian sebagai sifat,
kemampuan, proses, dan atau konsep yang dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehingga
ia diikuti, dipatuhi, dihormati orang lain dengan penuh keikhlasan melakukan perbuatan atau
kegiatan yang dikehendaki pemimpin tersebut.
Suatu organisasi akan berhasil atau gagal sebagian besar ditentukan oleh pemimpin.
Hal ini dapat dilihat bagaimana seorang pemimpin dalam bersikap dan bertindak. Cara
bersikap dan bertindak dapat terlihat dari cara melakukan suatu pekerjaan. Suatu ungkapan
mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan
suatu pekerjaan. Hal ini merupakan ungkapan yang mendudukkan posisi pimpinan dalam
suatu instansi pemerintahan khususnya, pada posisi yang terpenting. Dimana dalam hal ini
pemimpin tersebut adalah seorang Camat, yang bertugas membawahi para pegawainya yang
ada pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
Sedangkan efektivitas kerja adalah penyelesaian pekerjaan tepat waktu yang telah
ditetapkan, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Hal ini juga berkaitan dengan
kuantitas dan kualitas kerja yang dihasilkan. Artinya yaitu seberapa banyak pekerjaan yang
dapat dilakukan dalam waktu yang telah ditentukan, dan apakah sesuai dengan mutu yang
telah ditargetkan atau tidak.
Tercapainya tujuan organisasi diharapkan tercapai pula tujuan individu para bawahan.
Suatu organisasi akan berhasil mencapai tujuan dan sasarannya apabila semua komponen
organisasi berupaya menampilkan kinerja yang optimal termasuk peningkatan efektivitas
kerjanya masing-masing. Seorang pegawai akan efektif dalam melakukan pekerjaan apabila

Universitas Sumatera Utara

terdapat keyakinan dalam dirinya bahwa sebagai keinginan, kebutuhan, harapan dan
tujuannya dapat tercapai.
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa peran dan tugas seorang Camat pada pemerintahan
Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah berusaha untuk mempengaruhi para
pegawainya dengan cara memotivasi dan komunikasi untuk terus bekerja secara efektif sesuai
dengan waktu dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain, efektif tidaknya pekerjaan
yang dilakukan para pegawai, tergantung bagaimana cara atau sikap seorang Camat dalam
memimpin. Atau apa-apa saja kegiatan yang perlu dilakukan agar semua pegawai mau dan
rela mengikuti semua keinginan Camat tersebut demi mencapai tujuan organisasi.

I.6. Definisi Konsep
Menurut Singarimbun ( 2006: 33), konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena
yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan,
kelompok, atau individu tertentu yang menjadi pusat perhatian. Tujuannya adalah untuk
memudahkan pemahaman dan menghindari terjadinya interpretasi ganda dari variable yang
diteliti. Oleh karena itu, untuk mendapatkan batasan yang jelas dari masing-masing konsep
yang akan diteliti, maka defenisi konsep yang dikemukakan penulis adalah:
1. Pengukuran kinerja adalah suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan
dan sasaran dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk menghasilkan barang dan
jasa, termasuk informasi atas efisiensi serta efektivitas tindakan dalam mencapai
tujuan organisasi (Mohamad Mahsun, 2006).
2. Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha
untuk mencapai tujuan atau sasaran. Dengan perkataan lain efektivitas adalah hasil
guna yang dicapai oleh organisasi untuk mencapai sasaran atau tujuannya. Jadi,
makna efektivitas memiliki konsep yang lebih luas dari pada konsep efisiensi.

Universitas Sumatera Utara

Efektivitas dapat berkaitan dengan variabel internal dan juga berkaitan dengan
variabel eksternal organisasi. Sedangkan efisiensi hanya berkaitan dengan proses
internal organisasi, yaitu perbandingan yang rasional atau terbaik antara Input dengan
Output. Efisiensi berkaitan dengan pencapaian Output. Sedangkan Output diakibatkan
dari Input. Dengan demikian efisiensi adalah perbandingan terbaik antara hasil Output
yang diperoleh dan kegiatan yang dilakukan serta sumber-sumber atau input yang
dipergunakan dalam sumber-sumber tersebut tercakup tenaga kerja, biaya, material,
alat-alat kerja, waktu dan sebagain

I.7. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang disusun dalam rangka memaparkan keseluruhan hasil
penelitian ini secara singkatdapat diketahui sebagai berikut:
BAB I

: PENDAHULUAN
Bab ini memuat latar belakng masalah, perumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, hipotesa, defenisi
konsep, defenisi operasional dan sistematika penulisan.

BAB II

: METODE PENELITIAN
Bab ini memuat bentuk penelitian, lokasi penelitian, populasi dan
sampel, teknik

pengumpulan data, teknik penentuan skor, dan

teknik analisa data.
BAB III

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini memuat gambaran umum tentang gambaran atau karakteristiklokasi
penelitian berupa sejarah singkat, visi dan misi, kedudukan, tugas dan fungsi.

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

: PENYAJIAN DATA
Bab ini memuat penyajian data yang diperoleh selama penelitian dilapangan
atau berupa dokumen-dokumen yang akan diteliti.

BAB V

: ANALISA DATA
Bab ini memuat pembahasan dari data-data yang telah diperoleh kemudian
diinterpretasikan dengan menggunakan korelasi hubungan antar variabel.

BAB VI

: PENUTUP
Bab ini memuat kesimpulan dan saran atas hasil penelitian yang dilakukan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
METODE PENELITIAN

II.1 Bentuk Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif
kualitatif. Menurut Zuriah (2006:47) penelitian dengan menggunakan metode deskriptif
adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadiankejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.
Dalam penelitian deskriptif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling
berhubungan dan menguji hipotesis.
Berdasarkan pengertian di atas, maka penelitian ini adalah penelitian yang diarahkan
untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan
akurat mengenai sifat-sifat populasi serta menganalisa kebenarannya berdasarkan data yang
diperoleh.

II.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Camat Kecamatan Pancur Batu Kabupaten
Deli Serdang, Sumatera Utara

II.3 Informan Penelitian
Sesuai dengan penjelasan di atas, bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Hendrarso (dalam Usman 2009:56) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif tidak
dimaksudkan untuk membuat generalisasi dari hasil penelitian yang dilakukan sehingga
subjek penelitian yang telah tercermin dalam fokus penelitian ditentukan secara sengaja.

Universitas Sumatera Utara

Subjek penelitian inilah yang akan menjadi informan yang akan memberikan berbagai
informasi yang diperlukan selama proses penelitian. Informan penelitian ini meliputi
informan kunci dan informan biasa. Informan kunci adalah mereka yang mengetahui dan
memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian atau informan yang
mengetahui secara mendalam permasalahan yang sedang diteliti. Sedangkan informan biasa
adalah informan yang ditentukan dengan dasar pertimbangan mengetahui dan berhubungan
dengan permasalahan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang menjadi informan kunci
dalam penelitian ini adalah: Informan kunci yaitu terdiri dari 1 orang Camat di Kec Pancur
Batu dan 22 orang pegawai yang bekerja di Kantor Camat Kec Pancur Batu Kab Deli
Serdang sebagai informan biasa. Menurut Usman (2009:82) dalam penelitian kualitatif tidak
dikenal istilah populasi, tetapi sampling yang merupakan pilihan peneliti sendiri dan yang
ditentukan peneliti sendiri secara pusposif yang disesuaikan dengan tujuan penelitiannya,
sampling tersebut dijadikan responden yang relevan untuk mendapatkan data, dan penulis
menganggap 23 responden tersebut sudah dapat memberikan jawaban, dan informasi
mengenai hal-hal yang penulis teliti.

II.4 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, untuk memperoleh data atau informasi, keterangan-keterangan
yang diperlukan penulis menggunakan metode sebagai berikut :
a. Pengumpulan Data Primer
Yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung ke lokasi penelitian untuk
mendapatkan data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah yang diteliti. Data primer
tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

a. Metode Observasi
Pelaksanaan pengamatan secara langsung terhadap fenomena-fenomena yang
berkaitan dengan focus penelitian.
b. Metode Wawancara (interview)
Yaitu teknik pengumpulan data dengan mengajukana pertanyaan-pertanyaan langsung
kepada pihak yang berhubungan dengan penelitian.
b. Pengumpulan Data Sekunder
Yaitu cara pengumpulan data yang dilakukan melalui :
a. Penelitian Kepustakaan
Yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan berbagai literature
seperti buku, majalah dan berbagai bahan yang berhubungan dengan objek penelitian.
b. Studi Dokumentasi
Yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui pengkajian dan penelaahan terhadap
catatan tertulis maupun dokumen-dokumen yang berkaitan dengan masalah yang
diteliti

II.5. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif
yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh di lapangan dari para key
informan. Penganalisisan ini didasarkan pada kemampuan nalar dalam menghubungkan
fakta, data, dan informasi, kemudian data yang diperoleh akan dianalisis sehingga diharapkan
muncul gambaran yang dapat mengungkapkan permasalahan penelitian.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

3.1 Sejarah Terbentuknya Kecamatan Pancur Batu
Sebelum tahun 1945 atau pada zaman Pemerintahan Belanda Kecamatan Pancur Batu
disebut dengan Sinuan Bungan dengan Ibu Kota Arhnemia. Pada tahun 1952 Gubernur
Kepala Daerah Tk.I Sumatera Utara yakni Abdul Hakim mengadakan perubahan Pamong
Sipil Kabupaten Daerah Tk.II Deli Serdang secara Administratif yang dibagi atas 6 (enam)
kewedanan yang terdiri dari 30 kecamatan , salah satunya adalah Kecamatan Pancur Batu
dengan kewedanaan Deli Hulu.
Pada tahun 1974 sejalan dengan perluasan Kotamadya Medan bahwa Desa Lau Cih ,
Desa Namo Gajah , Desa Simalingkar-B , Desa Kemenangan Tani dan sebahagian Desa Baru
telah menjadi Kodya Medan hingga sekarang.
Pada masa sebelum tahun 1990 Kecamatan Pancur Batu terdiri atas 59 Desa dan atas
ketentuan yang membentuk beberapa Desa digabung menjadi satu , sehingga sampai saat ini
Kecamatan Pancur Batu menjadi 25 Desa dengan luas areal 11.147,35 Ha.
Secara Geografis batas-batas wilayah Kecamatan Pancur Batu adalah sebagai berikut :
-

Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Medan Tuntungan dan Medan Sunggal

-

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sibolangit

-

Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Namo Rambe

-

Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kutalimbaru

Universitas Sumatera Utara

Jarak Ibu Kecamatan Pancur Batu dengan :
-

Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara sepanjang 17 Km

-

Ibu Kota Kabupaten Del

Dokumen yang terkait

Dokumen baru