Perancangan Sistem Pendaftaran Pemilih Langsung Pada Pilkada Tingkat Kabupaten / Kota Berbasis Web

PERANCANGAN SISTEM PENDAFTARAN PEMILIH
LANGSUNG PADA PILKADA TINGKAT
KABUPATEN / KOTA BERBASIS WEB
SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar
Sarjana Komputer

FAJAR MAULANA HARAHAP
041401037

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER
DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Universitas Sumatera Utara

PERSETUJUAN

Judul

Kategori
Nama
Nomor Induk Mahasiswa
Program Studi
Departemen
Fakultas

: PERANCANGAN SISTEM PENDAFTARAN
PEMILIH LANGSUNG PADA PILKADA
TINGKAT KABUPATEN/KOTA BERBASIS WEB
: SKRIPSI
: FAJAR MAULANA HARAHAP
: 041401037
: SARJANA (S1) ILMU KOMPUTER
: ILMU KOMPUTER
: MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA
UTARA

Diluluskan di
Medan, September 2008
Komisi Pembimbing

:

Pembimbing 2

Drs. Nasir Saleh, M.Eng.Sc
NIP. 131 415 866

Pembimbing 1

Syahril Efendi, S.Si, MIT
NIP. 132 148 612

Diketahui/Disetujui oleh
Departemen Ilmu Komputer FMIPA USU
Ketua,

Prof. Dr. Muhammad Zarlis
NIP. 130 570 434

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

PERANCANGAN SISTEM PENDAFTARAN PEMILIH LANGSUNG PADA
PILKADA TINGKAT KABUPATEN/KOTA BERBASIS WEB
SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa
kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, 06 September 2008

FAJAR MAULANA HARAHAP
041401037

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan utama dari pengembangan sistem ini adalah untuk menunjukkan bahwa ada
solusi alternatif yang lebih efektif dan berguna dalam pendataan pemilih dengan
memanfaatkan teknologi informasi. Metodologi pengembangan sistem yang
digunakan dalam perancangan sistem ini adalah berdasarkan siklus hidup
pengembangan sistem dengan pendekatan model air terjun. Sistem ini dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan akurasi data yang lebih akurat dan
lebih cepat dalam pendataan pemilih PILKADA.

Universitas Sumatera Utara

DESIGN OF DIRECT ELECTOR REGISTRATION SYSTEM AT
REGENCY/TOWN PILKADA ON WEB BASED
ABSTRACT

The main purpose of the development of this system is to show that there is another
alternative solution which more effective and useful in elector registration by
exploiting information and technology. The methodology for the development of the
system was based on system development life cycle using water fall model. This
system was designed in such manner to yield data accuracy which more accurate and
quick in PILKADA elector registration.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN PERSETUJUAN
PERNYATAAN
PENGHARGAAN
ABSTRAK
ABSTRACT
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR

Bab 1

Bab 2

Bab 3

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Identifikasi Masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan Pembahasan
1.5 Manfaat Pembahasn
1.6 Metodologi Penyelesaian Masalah
1.7 Lokasi dan Waktu
1.8 Sistematika Penulisan

ii
iii
iv
v
vi
vii
x
xi

1
2
3
3
4
4
5
5

LANDASAN TEORI
2.1 Defenisi Sistem
2.1.1 Karakteristik dan Klasifikasi Sistem
2.1.2 Pengembangan Sistem
2.1.3 Perencanaan Sistem
2.2 Informasi
2.2.1 Kualitas Informasi
2.3 Sistem Informasi
2.3.1 Definisi Sistem Informasi
2.3.2 Komponen Sistem Informasi
2.3.3 Jenis-jenis Sistem Informasi
2.3.4 Contoh Sistem Informasi
2.3.5 Kemampuan Utama Sistem Informasi
2.4 Pangkalan Data (Database)
2.4.1 Sistem Pangkalan Data
2.4.2 Hirarki Data
2.5 PHP

7
8
8
9
11
12
13
13
14
15
18
18
19
20
21
19

PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisis Efisiensi (Efficiency Analysis)
3.2 Metode Perancangan Sistem
3.3 Hasil Perancangan
3.3.1 Diagram Konteks (Context Diagram)
3.3.2 Diagram Arus Data Level 1
3.3.3 Diagram Arus Data Level 2

24
25
26
26
27
28

Universitas Sumatera Utara

Bab 4

3.3.3.1 Diagram Arus Data Level 2 Pada Proses Nomor 1
3.3.3.2 Diagram Arus Data Level 2 Pada Proses Nomor 2
3.3.3.3 Diagram Arus Data Level 2 Pada Proses Nomor 4
3.3.4 Desain Basis Data
3.3.5 Hubungan Antar Tabel
3.3.5.1 Tabel Provinsi
3.3.5.2 Tabel Kota_kabupaten
3.3.5.3 Tabel Kecamatan
3.3.5.4 Tabel Kelurahan
3.3.5.5 Tabel RW
3.3.5.6 Tabel RT
3.3.5.7 Tabel Kpud_provinsi
3.3.5.8 Tabel Kpud_kabupaten_kota
3.3.5.9 Tabel PPS
3.3.5.10 Tabel KPPS
3.3.5.11 Tabel Panwaslih
3.3.5.12 Tabel Penduduk
3.3.5.13 Tabel Pendaftaran_pilkada
3.3.5.14 Tabel Pemilih_pilkada
3.3.5.15 Tabel Administrator
3.3.6 Rancangan Antarmuka (Interface)
3.4 Algoritma
3.4.1 Algoritma Home
3.4.2 Algoritma login_administrator
3.4.3 Algoritma login_kelurahan
3.4.4 Algoritma login_panwaslih
3.4.5 Algoritma login_penduduk
3.4.6 Algortima data administrator
3.4.7 Algoritma data_penduduk
3.4.8 Algoritma data_kelurahan
3.4.9 Algoritma data_panwaslih
3.4.10 Algoritma data_pilkada
3.4.11 Algoritma data_registrasi_pemiih

29
29
30
31
31
32
33
33
34
34
35
35
35
36
36
37
38
39
40
41
41
44
45
45
46
46
47
47
48
49
50
50
51

IMPLEMENTASI SISTEM
4.1 Batasan Implementasi
4.2 Implementasi
4.2.1 Aplikasi Login
4.2.2 Aplikasi Data Administrator
4.2.3 Aplikasi Setting Daerah Provinsi
4.2.4 Aplikasi Setting Daerah Kabupaten/Kota
4.2.5 Aplikasi Setting Kecamatan
4.2.6 Aplikasi Setting Kelurahan
4.2.7 Aplikasi Setting RW
4.2.8 Aplikasi Setting RT
4.2.9 Aplikasi Setting KPUD
4.2.10 Aplikasi Setting Panwaslih
4.2.11 Aplikasi Setting Penduduk
4.2.12 Aplikasi Setting Pilkada

53
53
53
54
55
56
57
58
59
59
60
61
62
63

Universitas Sumatera Utara

Bab 5

4.2.13 Aplikasi Search Data Penduduk
KESIMPULAN DAN SARAN

64

5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

66
66

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

67
69

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Tabel Komponen DFD Level 0
Tabel 3.2 Tabel Provinsi
Tabel 3.3 Tabel Kota_kabupaten
Tabel 3.4 Tabel Kecamatan
Tabel 3.5 Tabel Kelurahan
Tabel 3.6 Tabel RW
Tabel 3.7 Tabel RT
Tabel 3.8 Tabel Kpud_provinsi
Tabel 3.9 Tabel Kpud_kabupaten_kota
Tabel 3.10 Tabel PPS
Tabel 3.11 Tabel KPPS
Tabel 3.12 Tabel Panwaslih
Tabel 3.13 Tabel Penduduk
Tabel 3.14 Tabel Pendaftaran_pilkada
Tabel 3.15 Tabel Pemilih Pilkada
Tabel 3.16 Tabel Administrator

Halaman
27
33
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
39
40
40

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1
Gambar 2.2
Gambar 2.3
Gambar 3.1
Gambar 3.2
Gambar 3.3

Siklus Informasi
Jenis-jenis Sistem
Hierarki Data hingga Tersusun Pangkalan Data
Bagan Pengambilan Data KPU
Bagan Pengambilan Data Pemilih Pada Sistem Baru
Diagram Konteks Sistem Pendaftaran Pemilih Langsung
Level 0
Gambar 3.4 Diagram Arus Data Level 1 Sistem Pendaftaran Pemilih
Langsung
Gambar 3.5 Diagram Arus Data Level 2 Pada Proses Nomor 1
Gambar 3.6 Diagram Arus Data Level 2 Proses 2
Gambar 3.7 Diagram Arus Data Level 2 Proses 4
Gambar 3.8 Relasi Antar Tabel
Gambar 3.9 Struktur Rancangan Antarmuka Sistem Pendaftaran Pemilih
Gambar 3.10 Rancangan Tampilan Login Sistem
Gambar 3.11 Rancangan Tampilan Halaman Utama (Administrator)
Gambar 3.12 Rancangan Tampilan Halaman Utama (Kelurahan)
Gambar 3.13 Rancangan Tampilan Halaman Utama (Panwaslih)
Gambar 3.14 Rancangan Tampilan Halaman Utama (Penduduk)
Gambar 4..1 Login
Gambar 4.2 Data Administrator
Gambar 4.3 Setting Daerah Provinsi
Gambar 4.4 Setting Daerah Kabupaten/Kota
Gambar 4.5 Setting Daerah Kecamatan
Gambar 4.6 Setting Daerah dan Account Kelurahan
Gambar 4.7 Setting RW
Gambar 4.8 Setting RT
Gambar 4.9 Setting KPUD
Gambar 4.10 Setting Panwaslih
Gambar 4.11 Setting Penduduk
Gambar 4.12 Setting PILKADA
Gambar 4.13 Search Data Penduduk

12
18
21
24
25
26
28
29
30
31
32
41
42
42
43
43
44
54
55
56
57
58
58
59
60
61
62
63
64
65

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan utama dari pengembangan sistem ini adalah untuk menunjukkan bahwa ada
solusi alternatif yang lebih efektif dan berguna dalam pendataan pemilih dengan
memanfaatkan teknologi informasi. Metodologi pengembangan sistem yang
digunakan dalam perancangan sistem ini adalah berdasarkan siklus hidup
pengembangan sistem dengan pendekatan model air terjun. Sistem ini dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan akurasi data yang lebih akurat dan
lebih cepat dalam pendataan pemilih PILKADA.

Universitas Sumatera Utara

DESIGN OF DIRECT ELECTOR REGISTRATION SYSTEM AT
REGENCY/TOWN PILKADA ON WEB BASED
ABSTRACT

The main purpose of the development of this system is to show that there is another
alternative solution which more effective and useful in elector registration by
exploiting information and technology. The methodology for the development of the
system was based on system development life cycle using water fall model. This
system was designed in such manner to yield data accuracy which more accurate and
quick in PILKADA elector registration.

Universitas Sumatera Utara

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) pada dekade
terakhir ini telah meningkat dengan sangat pesat. Pemanfaatannya dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari juga semakin meluas dan mengalami peningkatan yang sangat
pesat. Berbagai kepentingan menjadi dasar pertimbangan untuk menggunakan ICT,
mulai dari sekedar life style (gaya hidup) sampai dengan menjadi perangkat atau
sarana yang menempati posisi yang vital. Hal ini bukan saja terjadi pada masingmasing individu masyarakat, tetapi juga terjadi pada kalangan bisnis dan organisasi,
institusi sampai pemerintahan secara luas.

Berbagai macam inovasi yang terjadi pada bidang ICT pada akhirnya memperluas
fungsi dari ICT itu sendiri dari sekedar otomatisasi (pemrosesan data) pekerjaan
dengan ruang lingkup private menjadi pemrosesan dan komunikasi data dengan ruang
lingkup yang jauh lebih luas, yaitu sektor publik. Berbagai macam layanan telah
dimanfaatkan oleh kalangan bisnis dan organisasi dalam rangka meningkatkan mutu
pelayanan dan interaksi kepada masyarakat.

Seharusnya hal ini dapat ditangkap oleh pemerintah sebagai suatu potensi untuk dapat
meningkatkan dan memperbaiki mutu layanan dari sektor-sektor pemerintahan yang
berhubungan dengan masyarakat sehingga arus informasi yang diterima dapat menjadi
lebih mudah, lebih cepat, tepat dan akurat yang pada akhirnya akan menyebabkan
efisiensi kerja, kepuasan publik, dan kemudahan akses bagi publik dapat tercapai.

Universitas Sumatera Utara

Kebutuhan akan informasi yang cepat, tepat dan akurat telah menjadi suatu hal yang
sifatnya utama dan sangat penting pada saat ini. Hal ini terjadi pada berbagai macam
bidang termasuk pada pemerintahan. Salah satu sektor pemerintahan yang
memerlukan arus informasi yang cepat, tepat dan akurat adalah lembaga KPU yang
secara berkala setiap lima tahun sekali mengadakan pemilihan umum (PEMILU) atau
pemilihan kepala daerah (PILKADA) di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia. Salah
satu bidang yang sangat memerlukan akses informasi yang cepat, tepat dan akurat
pada KPU adalah pada bidang administrasi pendataan pemilih untuk PILKADA.

Pada jaman yang serba ICT sekarang ini, sistem yang dipakai untuk pendataan
pemilih untuk PILKADA yang digunakan KPU sudah terbilang kuno dan seharusnya
sudah ditinggalkan. Sensus manual atau pendaftaran manual sudah ketinggalan jaman.
Selain waktu yang lama, dana yang besar, dan akurasi data yang tidak bisa
dihandalkan, sistem manual KPU untuk pendataan pemilih juga menjadi salah satu
penyebab utama terjadinya pembengkakan biaya untuk pelaksanaan teknis PILKADA
lainnya seperti untuk pencetakan kertas suara atau pembentukan KPPS yang dibentuk
berdasarkan jumlah penduduk.

Oleh sebab itu, dari semua uraian diatas, tugas akhir ini mengambil tema dan judul
“PERANCANGAN SISTEM PENDAFTARAN PEMILIH LANGSUNG PADA
PILKADA

TINGKAT

KABUPATEN/KOTA

BERBASIS

WEB”

yang

menggunakan bahasa pemrograman web PHP, Javascript dan basis data MYSQL.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah yang muncul pada
penelitian ini adalah :

a. Bagaimana memperoleh suatu sistem pendaftaran pemilih yang cepat, tepat,
dan akurat sehingga dapat menekan biaya, dan memuaskan seluruh pihak yang
terlibat dalam PILKADA.

Universitas Sumatera Utara

b. Bagaimana

mengimplementasikan

desain

sistem

pendaftaran

pemilih

PILKADA yang baru dengan menggunakan web portal.

1.3 Batasan Masalah

Agar pembahasan dalam masalah ini tidak menyimpang dari apa yang telah
dirumuskan serta untuk menyederhanakan masalah yang dihadapi, maka diperlukan
batasan-batasan. Batasan-batasan dalam penelitian ini adalah :

a. Pembahasan sistem tidak sampai kepada desain pembangunan infrastruktur
yang diperlukan oleh suatu Kota/Kabupaten untuk dapat menjalankan sistem
pendaftaran pemilih PILKADA.

b. Pembahasan tidak mencakup permasalahan keamanan yang mungkin terjadi
akibat serangan dari hacker atau cracker pada web server dan database server
yang digunakan untuk tempat penyimpanan program dan data pada sistem ini.

c. Lingkungan sistem yang didesain menggunakan bahasa pemrograman PHP,
Javascript, dan database MYSQL yang dapat berjalan pada web browser di
berbagai macam sistem operasi.

d. Pembahasan sistem tidak mencakup masalah hukum dan perundang-undangan
yang meliputi teknis pelaksanaan PILKADA.

1.4 Tujuan Pembahasan

Adapun tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk merancang suatu sistem administrasi
pendaftaran pemilih pada PILKADA yang efektif, efisien, lebih murah dalam hal
biaya serta mampu menangani data-data kependudukan yang sifatnya dinamis
sehingga permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini dapat diatasi.

Universitas Sumatera Utara

1.5 Manfaat Pembahasan

Manfaat yang dapat diperoleh dari perancangan sistem pendaftaran pemilih pada
PILKADA tingkat Kabupaten/Kota adalah :

a. Sistem pendaftaran pemilih pada PILKADA tingkat Kabupaten/Kota berbasis
web

dapat

mempermudah

KPU,

mempersingkat

waktu

kerja

dan

meningkatkan akurasi dari data-data kependudukan yang bersifat dinamis.

b. Sistem ini dapat menjadi solusi alternatif sehingga KPU memiliki berbagai
macam pilihan

yang

dapat

digunakan dalam rangka

meningkatkan

profesionalisme kerja.

c. Dengan menggunakan PHP, Javascript, dan MYSQL dalam membangun
sistem ini, diharapkan minat untuk mengembangkan sistem-sistem lain
berbasis web semakin besar.

1.6 Metodologi Penyelesaian Masalah

Metodologi penyelesaian masalah dalam perancangan ini dilakukan dalam beberapa
tahapan, yakni :

1. Studi Literatur
Mempelajari

referensi-referensi

yang

berkaitan

dengan

analisa

dan

perancangan sistem, sistem manajemen pangkalan data, dan buku-buku
tentang PHP, Javascript, dan MYSQL.

2. Analisa Data
Menganalisa kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam perancangan sistem
pendaftaran pemilih pada PILKADA tingkat kabupaten/kota menggunakan
teknik wawancara, survey dan pengambilan sampling.

Universitas Sumatera Utara

3. Perancangan Sistem
Merancang sistem informasi pendaftaran pemilih yang akan digunakan sebagai
sarana untuk melakukan pengolahan data pemilih pada PILKADA tingkat
kabupaten/kota.

4. Pembuatan Program Pendukung
Menyusun kode program dengan menggunakan bahasa pemrograman web
yaitu PHP, Javascript dan menggunakan basis data MYSQL sebagai tempat
penyimpanan data untuk sistem yang akan digunakan untuk memproses data
dan informasi dari hasil analisa dan perancangan.

5. Pengujian Sistem
Menguji sistem yang telah selesai dirancang apakah bisa berjalan dengan baik
diberbagai macam sistem operasi, apakah masih terdapat kesalahan dalam
rancangan logika atau program dan menguji apakah sistem siap untuk
diimplementasikan.

6. Pengambilan Kesimpulan
Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan hasil output yang
dikeluarkan oleh sistem baru dengan sistem lama.

1.7 Lokasi dan Waktu

Pembuatan tugas akhir ini mengambil tempat penelitian di kantor Komisi Pemilihan
Umum daerah (KPUD) Sumatera Utara dan kantor PANWASLIH Sumatera Utara.
Penelitian dimulai dari tanggal 10 Februari 2008 sampai dengan selesai.

1.8 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini dibagi dalam lima bab, yang masing-masing bab
akan diuraikan sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

BAB 1

PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang pemilihan judul, perumusan masalah,
tujuan

dan

manfaat

pembahasan,

batasan

masalah,

metodologi

penyelesaian masalah, dan sistematika penulisan.

BAB 2

LANDASAN TEORI
Bab ini merupakan bagian yang menjadi landasan teori yang digunakan
dalam memecahkan masalah dan membahas masalah yang ada meliputi
tentang Sistem Informasi, Analisis dan Perancangan Sistem, dan Sistem
Manajemen Pangkalan Data.

BAB 3

PERANCANGAN SISTEM
Bab ini membahas sekilas tentang aplikasi yang dibangun, komponen yang
digunakan, khususnya tentang penganalisaan sistem yang akan dibangun,
meliputi analisis sistem dan pemodelan proses yang akan berlangsung pada
sistem.

BAB 4

IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang bagaimana mengimplementasikan sistem
yang sudah dibangun dengan menguraikan persiapan-persiapan teknis
sebelum menguji aplikasi serta menampilkan hasil akhir dari sistem.

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dari penjelasan bab-bab
sebelumnya, sehingga dari kesimpulan tersebut penulis mencoba memberi
saran

yang

berguna

untuk

melengkapi

dan

menyempurnakan

pengembangan sistem untuk masa yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Sistem

Dalam kehidupan sehari-hari, informasi adalah satu hal yang telah dianggap penting
saat ini untuk dapat mengambil suatu keputusan. Oleh karenanya, diperlukan suatu
sistem yang dapat memenuhi kebutuhan akan informasi untuk saat ini dan di masa
mendatang nanti. Berikut ini akan dijabarkan komponen yang menjadi tiang
penyangga sistem informasi.

Konsep dasar sistem ada 2 (dua) pendekatan, yaitu penekanan pada
prosedurnya dan penekanan pada komponennya.
1. Sistem yang lebih menekankan pada prosedur.
Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah suatu jaringan kerja
dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Suatu
prosedur adalah suatu urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan
beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk
menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Definisi lain dari prosedur adalah urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi
yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan
dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.

2. Sistem yang lebih menekankan pada komponen/elemen.
Definisi sistem yg lebih menekankan pada komponen/elemen adalah sekelompok
elemen yang terintegrasi dan berinteraksi dengan maksud yang sama untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.

Universitas Sumatera Utara

2.1.1 Karakteristik dan Klasifikasi Sistem
Suatu sistem memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Memiliki komponen
2. Memiliki batasan sistem
3. Memiliki lingkungan luar sistem
4. Memiliki penghubung
5. Memiliki masukan dan keluaran
6. Ada pengolahan/proses
7. Memiliki sasaran atau tujuan.
Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang adalah sebagai berikut :
1. Sistem sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia
2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik
3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
4. Sistem sebagai sistem tertutup dan sistem terbuka.

2.1.2 Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk
mengganti sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah
ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal,
yaitu :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi.

Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan
terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. Peningkatan-peningkatan ini,
yaitu sebagai berikut :
1. Kinerja (performance)
Peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga menjadi
lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari:

Universitas Sumatera Utara

a. Throughput, yaitu jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan pada suatu saat
tertentu.
b. Response time, yaitu rata-rata waktu yang tertunda diantara dua pekerjaan
ditambah dengan waktu respon untuk menanggapi pekerjaan tersebut.

2. Ekonomis (economy)
Peningkatan

terhadap

manfaat-manfaat

atau

keuntungan-keuntungan

atau

penurunan-penurunan biaya yang terjadi.

3. Pengendalian (control)
Peningkatan terhadap

pengendalian untuk mendeteksi dan

memperbaiki

kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.

4. Efisisensi (efficiency)
Peningkatan terhadap efisiensi operasi, yaitu bagaimana sumber daya digunakan
dengan pemborosan yang paling minimum.

5. Pelayanan (service)
Peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

2.1.3 Perencanaan Sistem

Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja
dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem serta untuk
mendukung operasinya setelah diterapkan. Proses dari perencanaan sistem dapat
dikelompokkan dalam 3 proses utama, yaitu :
1. Merencanakan proyek-proyek sistem, terdiri dari:
a. Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
b. Mengidentifikasi proyek-proyek sistem
c. Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
d. Menetapkan kendala proyek-proyek sistem
e. Menentukan proyek-proyek sistem prioritas

Universitas Sumatera Utara

f. Membuat laporan perencanaan sistem
g. Meminta persetujuan manajemen.

2. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan, terdiri dari:
a. Menunjuk tim yang akan menganalisis sistem
b. Mengumumkan proyek pengembangan sistem.

3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan, terdiri dari:
a. Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem
b. Melakukan studi kelayakan, dengan cara melakukan penelitian pendahuluan
yang bertujuan untuk memahami operasi dari sistem yang lama, menentukan
kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem secara garis besar untuk dapat mencapai
sasaran sistem dan menentukan permasalahan-permasalahan yang terjadi
sehingga sistem yang lama belum dapat mencapai sasaran yang diinginkan.

c. Menilai kelayakan proyek sistem, yaitu melalui Faktor Kelayakan TELOS,
yaitu suatu sistem harus layak dengan memenuhi kriteria berikut:
1) Kelayakan Teknik (Technical Feasibility) menunjukkan apakah sistem
yang

diusulkan

dapat

dikembangkan

dan

diterapkan

dengan

menggunakan teknologi yang ada atau dibutuhkan teknologi baru.
2) Kelayakan Ekonomi (Economic Feasibilty) menunjukkan apakah dana
yang memadai tersedia untuk mendukung biaya tafsiran dari sistem yang
diusulkan.
3) Kelayakan Hukum (Legal Feasibility) menunjukkan apakah ada konflik
antara sistem yang sedang dipertimbangkan dan kemampuan organisasi
untuk menunaikan kewajibannya.
4) Kelayakan Operasional (Operational Feasibilty) menunjukkan apakah
prosedur

dan

keterampilan

personalia

yang

ada

cukup

untuk

mengoperasikan sistem yang diusulkan atau apakah prosedur dan
keterampilan tambahan akan diperlukan.
5) Kelayakan Jadwal (Schedule Feasibility) berarti bahwa sistem yang
diusulkan harus berlaku dalam suatu kerangka waktu yang diterima.

Universitas Sumatera Utara

d. Membuat usulan proyek sistem
e. Meminta persetujuan manajemen.

2.2 Informasi

Di dalam organisasi, sangat penting mengelola sumber daya - sumber daya utama
seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan sumber daya
yang tidak kalah pentingnya yang harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami
bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan,
namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan
kesuksesan atau kegagalan suatu usaha.

Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Oleh
karenanya, informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu
organisasi yang digunakan oleh manajer untuk mengendalikan perusahaan dalam
mencapai tujuan.

Definisi informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata, atau data adalah
representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai,
mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Dalam proses perolehan informasi, ada tahapan yang selalu dijalani sebagai
sebuah siklus. Siklus informasi merupakan data yang masih merupakan bahan mentah
yang harus diolah untuk menghasilkan informasi melalui suatu model. Model yang
digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal
dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.1 Siklus Informasi

Kebutuhan akan informasi saat ini seringkali didasarkan pada 2 (dua) hal,
yakni :
1. Kegiatan bisnis yang semakin kompleks
2. Kemampuan komputer yang semakin meningkat.

2.2.1 Kualitas Informasi

Kualitas informasi tergantung pada 3 (tiga) hal yaitu :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga
berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya,
mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise)
yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen
akurat meliputi :
a. Completeness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan
sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

b. Correctness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kebenaran.

c. Security, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki
keamanan.

Universitas Sumatera Utara

2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab
informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga
bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat
berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya
informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir
untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.

3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya
informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan
perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada
ahli teknik perusahaan.

4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi
tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat
ditaksir nilai efektivitasnya.

2.3 Sistem Informasi

Dari penjelasan-penjelasan diatas tentang sistem dan informasi, maka ditarik suatu
kesimpulan tentang sistem informasi. Sub bab berikut akan menjelaskan lebih rinci
tentang apa dan bagaimana sistem informasi itu.

2.3.1 Definisi Sistem Informasi

Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai :
1. Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan

Universitas Sumatera Utara

kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2. Kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan
komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi)
guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

2.3.2 Komponen Sistem Informasi

Komponen sistem informasi sering disebut juga sebagai blok bangunan terdiri dari
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok pangkalan data dan
blok kendali. Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

1. Blok masukan
Mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan
media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa
dokumen dasar.

2. Blok model
Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam
pangkalan data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang
berkualitas.

4. Blok teknologi
Merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari
3 bagian utama yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang
mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer,

Universitas Sumatera Utara

pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, dan analis
sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak
(program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua
perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner,
barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi
yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen
CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk
menyimpan data seperti : magnetic tape, magnetic disk, CD) dan teknologi
telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti
internet dan ATM).

5. Blok pangkalan data
Merupakan kumpulan dari berkas (file) data yang saling berhubungan yang
diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

6. Blok kendali
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan
dapat langsung diatasi.

2.3.3 Jenis-jenis Sistem Informasi

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada
kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian (gambar
2.2), yakni :

1. Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk
memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar
gaji

dan

inventarisasi.

TPS

berfungsi

pada

level

organisasi

yang

Universitas Sumatera Utara

memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data
yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.

2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada tingkat pengetahuan (knowledge level). OAS
mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru
melainkan

hanya

menganalisis

informasi

sedemikian

rupa

untuk

mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu
sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadangkadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing,
spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email
dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti
ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan
baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau
masyarakat.

3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS, tetapi mendukung spektrum tugas-tugas
organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan
pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk
membuat keputusan, dan juga dapat membantu menyatukan beberapa fungsi
informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (pangkalan data).

4. Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan pangkalan data sebagai
sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi
mendukung

pembuat

keputusan

diseluruh

tahap-tahapnya,

meskipun

keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

5. Expert System (Sistem Ahli ) dan Artificial Intelligence(AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara
cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa
alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem

Universitas Sumatera Utara

sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatanpendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya
lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems)
secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk
menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan
DSS yang meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan
sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah
khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yakni suatu mesin
interferensi

yang

menghubungkan

pengguna

dengan

sistem

melalui

pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan antarmuka pengguna.

6. Group

Decision

Support

Systems

(GDSS)

dan

Computer-Support

Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semiterstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision Support System membuat
suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama
menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat,
kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan
CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan
“groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan
jaringan.

7. Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM. ESS membantu
eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan
menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang
bisa diakses seperti kantor.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.2 Jenis-jenis Sistem

2.3.4 Contoh Sistem Informasi

Contoh sistem informasi antara lain :
1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani
pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan
barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem penghitungan gaji dan kenaikan pangkat yang diterapkan pada instansi
pemerintahan.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh
tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat
penyakit pasien.

2.3.5 Kemampuan Utama Sistem Informasi

Kemampuan utama dari sistem informasi adalah:
1. Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
2. Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.
3. Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil
tetapi mudah diakses.

Universitas Sumatera Utara

4. Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia
dengan cepat dan murah.
5. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok
dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
6. Mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara
manual.
7. Mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
8. Pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.

2.4 Pangkalan Data (Database)

Pangkalan data (database) dapat diartikan sebagai kumpulan data tentang suatu benda
atau kejadian yang saling berhubungan satu sama lain. Pangkalan data terdiri atas dua
kata, yaitu pangkalan dan data. Pangkalan dapat diartikan sebagai markas atau
gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan data adalah representasi fakta dunia
nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli,
pelanggan), barang, peristiwa, konsep, keadaan yang direkam dalam bentuk angka,
huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Secara sederhana pangkalan data dapat diungkapkan sebagai suatu
pengorganisasian data dengan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat
diakses dengan mudah dan cepat. Dalam hal ini, pengertian akses dapat mencakup
pemerolehan data maupun pemanipulasian data seperti menambah dan menghapus
data.

Dengan pangkalan data kita dapat dengan mudah mengolah data yang kita
miliki. Disamping itu, pemanfaatan pangkalan data dilakukan untuk memenuhi
sejumlah tujuan (objektif) diantaranya :
1. Mencegah terjadinya redudansi dan inkonsistensi data.
2. Menjaga integritas (integrity) dari data.
3. Menjaga kemanan (security) dari data.

Universitas Sumatera Utara

4. Menjaga kebebasan data (independent of data).
5. Untuk efisiensi ruang penyimpanan (space).
6. Mengontrol pemakaian data secara bersama-sama.

Manajemen modern mengikutsertakan informasi sebagai sumber daya
penting yang setara dengan dengan sumber daya manusia, uang, mesin, dan material.
Informasi adalah suatu bentuk penyajian data yang diperoleh melalui mekanisme
pemrosesan, yang berguna bagi pihak tertentu, misalnya manajer. Bagi pihak
manajemen, informasi merupakan bahan untuk pengambil keputusan.
Dengan adanya komputer, data dapat disimpan dalam media pengingat yang
disebut hard disk. Dengan menggunakan media ini, kehadiran kertas yang digunakan
untuk menyimpan data dapat dikurangi. Selain itu, data menjadi lebih cepat untuk
diakses terutama kalau dikemas dalam bentuk pangkalan data.
Manfaat pangkalan data banyak dijumpai saat ini. ATM (Anjungan Tunai
Mandiri) merupakan sebuah contoh teknologi informasi yang pada dasarnya
memanfaatkan pangkalan data, yang memungkinkan seseorang bisa mengambil uang
dimana saja dan kapan saja. Didalam pangkalan data, tersimpan data yang
menyangkut rekening nasabah, kata sandi (password) yang sah untuk nasabah, dan
juga saldo tabungan nasabah. Aplikasi pangkalan data yang lain dapat dijumpai pada
toko-toko swalayan, perpustakaan, dan bahkan pada internet. Sebagai gambaran,
dengan menggunakan aplikasi Web, seseorang dapat melihat buku-buku pada situssitus toko buku online dengan hanya memasukkan kata kunci tertentu tentang buku
yang dicari. Aplikasi tersebut akan mencocokkan kata kunci tersebut dengan
pangkalan data yang tersedia dan kemudian menampilkan judul-judul buku beserta
atribut lainnya (nama pengarang, ISBN, dan sebagainya) ke layar komputer pemakai.

2.4.1 Sistem Pangkalan Data
Sistem pangkalan data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel
yang saling berhubungan dan sekumpulan program DBMS (Database Management

Universitas Sumatera Utara

System) yang memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses
dan memanipulasi file-file atau tabel-tabel tersebut .
Dari definisi sistem pangkalan data tersebut, dapat disimpulkan sistem adalah
sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional yang
saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses
atau pekerjaan tertentu. Sedangkan program DBMS adalah suatu perangkat lunak
yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola pangkalan data.
Salah satu DBMS yang sedang populer saat ini adalah RDBMS (Relational Database
Management System), yang menggunakan model pangkalan data relasional atau dalam
bentuk tabel-tabel yang saling terhubungkan.

2.4.2 Hirarki Data
Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan dapat disusun dalam sebuah
hirarki, mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling komplek.
Susunan/hirarki data hingga tersusun suatu pangkalan data dapat dilihat pada Gambar
2.3 dibawah ini.

Sistem
Pangkalan Data
File
Record
Data
Byte
Bit

Gambar 2.3 Hirarki Data hingga Tersusun Pangkalan Data
a. Pangkalan Data merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang
memiliki hubungan antar record dan rinci data terhadap obyek tertentu

Universitas Sumatera Utara

b. Berkas/file merupakan sekumpulan record sejenis secara relasi yang tersimpan
dalam media penyimpanan sekunder.
c. Record merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan
terhadap obyek tertentu.
d. Field/atribut/data item merupakan unit terkecil yang disebut data, yaitu
sekumpulan byte yang mempunyai makna.
e. Byte merupakan bagian terkecil yang di alamatkan dalam memori. Byte
merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi
delapan bit yang menyatakan sebuah karakter dalam memori.
f. Bit adalah sistem biner yang terdiri atas dua macam nilai, yaitu 0 dan 1. Sistem
biner merupakan dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antar manusia dan
mesin yang merupakan serangkaian komponen elektronik dan hanya dapat
membedakan dua macam keadaan, yaitu ada tegangan dan tidak ada tegangan
yang terdapat dalam rangkaian tersebut.

2.5

PHP

PHP merupakan singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor. PHP merupakan bahasa
berbentuk server side script yang ditempatkan dalam server dan diproses dalam
server. Hasil dari pengolahan di server tersebut lalu dikirimkan ke klien, tempat
pemakai menggunakan web browser.

PHP pertama sekali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. pada waktu
itu PHP masih berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form
dari web. Kumpulan Script tersebut lalu dikemas menjadi sebuah tool yang disebut
”Personal Home Page”. Paket inilah yang menjadi cikal bakal PHP. Pada tahun 1995,
Rasmus menciptakan PHP/FI versi 2. pada versi inilah pemrogram dapat
menempelkan kode terstruktur di dalam tag HTML.

Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk suatu web dinamis. Artinya,
PHP dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya,
suatu database dapat ditampilkan ke halaman web menggunakan PHP. Pada

Universitas Sumatera Utara

prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama dengan script-script seperti ASP
(Active Server Page), Cold Fusion, ataupun Perl.

PHP memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya,
yaitu :
1.

Bahasa pemrograman PHP adalah bahasa script yang tidak melakukan
sebuah kompilasi dalam penggunaannya.

2.

Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dengan mudah
dimana-mana, mulai dari IIS sampai dengan APACHE, dengan konfigurasi
yang relatif lebih mudah.

3.

Dalam sisi pengembangan relatif lebih mudah, karena banyaknya
dukungan milis dan developer yang siap membantu.

4.

Dalam sisi pemahaman, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah
karena memiliki referensi yang banyak.

5.

PHP adalah bahasa Open Source yang dapat digunakan diberbagai sistem
operasi (Linux, Windows, Unix) dan dapat dijalankan secara runtime
melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah sistem.

6.

Integrasi yang sangat luas ke berbagai server Database. Membuat suatu
aplikasi web yang terhubung ke Database

menjadi lebih sederhana.

Database yang didukung PHP : Oracle, Sybase, mSQL, MySQL, Solid,
PostgreSQL, Adabas D, FilePro, Velocis, Microsoft Access, Informix,
dBase, UNIX dbm, Interbase, Ingres, DBM.
Contoh program PHP dapat dilihat sebagai berikut :


Universitas Sumatera Utara

BAB 3

PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisis Efisiensi (Efficiency Analysis)

Pada sistem pendaftaran pemilih manual versi KPU saat ini, pengumpulan data masih
dilakukan secara manual dan dilakukan oleh banyak pihak, sehingga validasi data
diragukan keabsahannya dan kecepatan dalam pengumpulan data sangat lambat sekali.
Apabila digambarkan dalam diagram, spesifikasi pengumpulan data oleh KPU saat ini
adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Bagan Pengambilan Data KPU

Universitas Sumatera Utara

Dengan metode pengambilan data seperti diatas, dapat dipastikan waktu dan akurasi
data yang dihasilkan akan sangat jauh dari maksimal dikarenakan banyaknya pihak
yang harus dilalui untuk dapat menghasilkan daftar pemilih tetap untuk satu periode
PILKADA dalam satu kabupaten/kota.

Pada sistem pendaftaran pemilih langsung pada PILKADA tingkat Kabupaten/Kota
ini, sistem KPU diatas dipangkas sehingga menyisakan pihak-pihak yang
berkepentingan saja dalam verifikasi data penduduk. Apabila digambarkan didalam
bagan, bentuknya adalah sebagai berikut :

Gambar 3.2 Bagan Pengambilan Data Pemilih Pada Sistem Baru

Dengan melihat perbandingan antara kedua bagan diatas, dapat dilihat dengan sistem
yang baru, data pemilih yang dihasilkan dapat menjadi lebih akurat dan lebih cepat
dikarenakan yang berhubungan secara langsung dengan data hanya beberapa pihak
yang berkepentingan saja. Selain itu, dengan adanya pemangkasan birokrasi seperti
diatas, maka biaya yang dikeluarkan untuk honor pendataan penduduk dapat ditekan.

3.2 Metode Perancangan Sistem
Pada sistem pendaftaran pemilih langsung pada PILKADA tingkat Kabupaten/Kota
metode perancangan yang digunakan adalah menggunakan metode sistem air terjun
atau metode atas-bawah (top-down approach). Perancangan dimulai dari bentuk
global yaitu diagram konteks, kemudian diturunkan secara bertahap menjadi bentuk
yang lebih detail.

Universitas Sumatera Utara

3.3 Hasil Perancangan
3.3.1 Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks menggambarkan proses aliran data secara global yang terjadi pada
sistem ini. Diagram konteks ini dapat dilihat pada gambar 3.1.

Gambar 3.3 Diagram Konteks Sistem Pendaftaran Pemilih Langsung (Level 0)
Diagram konteks sistem ini memiliki empat external entity yaitu administrator,
kelurahan, penduduk dan panwaslih. Administrator memiliki kewenangan untuk
mengubah settingan pada semua kegiatan transaksi yang ada pada sistem ini. Pada
administrator juga, laporan yang berisikan daftar pemilih dan daftar komponen
pendukung bisa diambil. Kelurahan yang sudah terdaftar pada sistem bertugas sebagai
komponen pembantu untuk mendaftarkan penduduk agar memiliki account yang
dapat digunakan oleh penduduk untuk melakukan registrasi pada PILKADA yang
aktif. Panwaslih yang sudah terdaftar dapat mengawasi pemilih yang sudah terdaftar
dengan melihat data penduduk yang telah melakukan registrasi.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.1 Tabel Komponen DFD Level 0
TERMINATOR
Administrator

FASILITAS

KETERANGAN

1. Setting Komponen Daerah

Mendaftarkan
daerah.

Nama-nama

2. Setting Komponen KPUD
Mendaftarkan KPUD sesuai
dengan daerah.

3. Setting PILKADA
4. Lihat Data Pemilih
5. Lihat Data Penduduk

Mendaftarkan
Kota/Kab aktif.

PILKADA

Melihat dan Mencetak data
penduduk, pemilih atau
KPPS.

6. Lihat KPPS / TPS

Kelurahan

1. Setting Account Penduduk

Membuat account penduduk
dan mendaftarkan biodata
penduduk

Penduduk

1. Setting registrasi diri pada Mendaftarkan diri untuk
PILKADA
mengikuti PILKADA

Panwaslih

1.Lihat
Data
PILKADA

Pemilih Mengawasi
PILKADA

data

pemilih

3.3.2 Diagram Arus Data Level 1
Diagram arus data level 1 dari sistem pendaftaran pemilih langsung ini terdiri atas 4
proses yaitu proses login, proses registrasi pemilih pilkada, proses setting komponen
daerah, dan proses setting komponen KPUD, seperti ditampilkan pada gambar 3.2.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 3.4 Diagram Arus Data Level 1 Sistem Pendaftaran Pemilih Langsung

3.3.3 Diagram Arus Data Level 2
Diagram arus data level 2 dari sistem ini terdiri dari detail proses untuk diagram arus
data level 1 proses 1 yaitu proses login, proses 2 yaitu proses registrasi pemilih
pilkada dan proses 4 yaitu proses setting komponen kpud.

Universitas Sumatera Utara

3.3.3.1 Diagram Arus Data Level 2 Pada Proses Nomor 1
Pada diagram arus data level 2 untuk proses nomor 1 ini, proses login dibagi menjadi
3 proses, yaitu proses buat user, proses input data login, dan proses validasi input
login. Ini berarti menandakan perbedaan hak akses yang dapat dimiliki oleh setiap
terminator atau entity yang ada pada sistem.

Gambar 3.5 Diagram Arus Data Level 2 Proses Nomor 1

3.3.3.2 Diagram Arus Data Level 2 Pada Proses Nomor 2
Pada diagram arus data level 2 untuk proses nomor 2 ini, proses registrasi pemilih
pilkada dibagi menjadi 3 proses yaitu, proses registrasi pilkada, proses registrasi
pemilih, dan proses buat laporan pemilih pilkada. Pada diagram arus data ini
menjelaskan bahwa administrator merupakan pihak yang berwenang dalam
mendaftarkan pilkada, untuk kemudian pilkada yang telah didaftarkan dapat diakses
oleh penduduk yang telah memiliki account yang selanjutnya penduduk tersebut

Universitas Sumatera Utara

mendaftarkan diri untuk mengikuti pilkada sesuai dengan yuridiksi atau wilayah
tempat tinggal masing-masing. Data registrasi pemilih tersebut kemudian diorder oleh
administrator untuk dibuat laporan.

Gambar 3.6 Diagram Arus Data Level 2 Proses 2

3.3.3.3 Diagram Arus Data Level 2 Proses Nomor 4
Pada diagram arus data level 2 proses nomor 4 ini, proses setting komponen KPUD
dibagi menjadi 3 proses yaitu proses registrasi komponen kpud, proses validasi
komponen kpud, dan proses buat laporan komponen kpud. Pada diagram arus data ini
administrator yang akan mendaftarkan komponen kpud harus terlebih dahulu
melakukan validasi data sesuai dengan wilayah yuridiksinya. Data komponen yang
sudah divalidasi selanjutnya disimpan pada storage yang dapat diambil datanya untuk

Universitas Sumatera Utara

pembuatan laporan dan sekaligus menjadi berkas penambah dalam registrasi
PILKADA tingkat kota/kabupaten. Hal ini terlihat jelas pada gambar 3.5.

Gambar 3.7 Diagram Arus Data Level 2 Proses Nomor 4

3.3.4 Desain Basis Data
Desain basis data dari sistem ini terdiri dari lima belas tabel. Diantara lima belas tabel
tersebut terdapat satu tabel yang berdiri sendiri atau tidak memiliki relasi apapun
dengan tabel yang lain. Tabel yang berdiri sendiri tersebut adalah tabel administrator.

3.3.5 Hubungan Antar Tabel
Adapun hubungan antar tabel dari sistem ini, dapat dilihat pada gambar 3.6.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 3.8 Relasi Antartabel

3.3.5.1 Tabel Provinsi
Tabel Provinsi digunakan untuk menampung data-data yang berhubungan dengan
provinsi. Berikut ini adalah field-field yang dibuat dalam tabel provinsi yang dapat
dilihat pada tabel 3.2.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.2 Tabel Provinsi
Field Name

Type

Field Size

Keterangan

Kode_provinsi

Varchar

10

Primary Key, index

Nama_provinsi

Varchar

100

Nama Provinsi

3.3.5.2 Tabel Kota_kabupaten
Tabel kota_kabupaten digunakan untuk menampung data

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

109 3449 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 879 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 788 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 515 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 664 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1157 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

59 1055 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 656 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 935 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1144 23