Frekuensi Rapat Dewan Pengawas Syariah Jumlah Internal Fraud

131

F. Jumlah Permasalahan Hukum

Permasalahan hukum Jumlah Perdata Pidana Telah selesai telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap - - Dalam Proses penyelesaian - - Total - -

G. Penyaluran Dana Kegiatan sosial

No Kegiatan Penerima dana Jumlah Nominal - - - -

H. Penggunaan Non Halal dan Penggunaannya.

Selama tahun 2014 Divisi UUS Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur tidak memiliki pendapatan non halal yang berasal dari pendapatan bunga atas penempatan pada Bank Konvensional. ARAH KEBIJAKAN UNIT USAHA SYARIAH Arah kebijakan pengembangan usaha yaitu melanjutkan perbaikan kinerja, pada Renbis 2014 ini diharapkan pertumbuhan usaha terhadap total aset, pembiayaan dan DPK, demikian pula perolehan laba dapat tercapai. Sedangkan Kinerja yang diharapkan baik jangka pendek maupun jangka menengah 2014-2016 dalam kegiatan usaha fokus kepada peningkatan fungsi intermediasi antara lain: 1. Pengembangan bisnis dan penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM, baik sektor Ritail maupun konsumen. 2. Penguatan brandimage perusahaan. 3. Peningkatan costumer based. 4. Penguatan dan memperluas jaringan pelayanan yang saat ini telah memiliki 2 Kantor Cabang Syariah, 14 Kantor Cabang Pembantu Syariah, 2 Kantor Kas Syariah, 9 Payment poin, serta 26 office chanelling. 5. Penguatan System IT. 6. Peningkatan Fee Based Income. 7. Penguatan SDI dan pelayanan. 8. Peningkatan kualitas pengelolaan risiko dan kepatuhan. 9. Spin off UUS a. Dukungan Dewan Pengawas serta komitmen Direksi BPD Kaltim yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. 132 b. Sesuai amanat Undang Undang No. 212008 tentang Perbankan Syariah, bahwa Unit Usaha Syariah dari suatu bank konvensional wajib spin off dengan ketentuan sebagai berikut :  Unit Usaha Syariah dari Bank Umum Konvensional wajib memisahkan diri menjadi Bank Umum Syariah tersendiri paling lambat 15 lima belas tahun sejak diberlakukannya Undang Undang No. 212008.  Nilai asetnya telah mencapai 50 dari total nilai aset induknya. c. Sejalan dengan semangat BPD Regional Champion BRC, untuk menjadikan BPD Kaltim Unit Usaha Syariah sebagai Bank Syariah terkemuka diKalimantan Timur, kiranya perlu mempercepat spin off Unit Usaha Syariah menjadi mandiri sebagai Bank Umum Syariah. d. Penguatan permodalan Sesuai dengan PBI No.1110PBI2009 tentang modal minimal yang harus dimiliki oleh UUS untuk menjadi BUS maka minimal modal yang harus dimiliki sebesar Rp 500 miliar dan harus ditingkatkan menjadi Rp1.000.000.000.000,- satu triliun rupiah dalam waktu 10 tahun sejak izin pendirian BUS diberikan. Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja minimum tersebut, sesuai dengan komitmen dan kebijakan direksi bahwa modal akan ditambah sebesar Rp 50 miliarsetiap tahun hingga mencapai Rp 500 miliar pada tahun 2016. e. Pengembangan struktur organisasi UUS Pengembangan organisasi di dalamnya termasuk proses rekruitmen, pelatihan dan penilaian kompetensi serta kinerja. Proses rekruitmen dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu: merekrut tenaga baru fresh graduated, menerima dari tenaga kerja Konvensional atau merekrut tenaga kerja dari pegawai kontrak. Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kelemahan, jadi dalam hal ini cara apapun yang dipilih tergantung dari kebutuhan organisasi. KINERJA KEUANGAN 2014 Berikut disajikan kinerja keuangan Unit Usaha Syariah BPD Kaltim tahun 2014 dan 2013 : Dalam jutaan rupiah No Indikator Kinerja 2013 2014 Kenaikan dari realisasi tahun 2014 1 Total aset 1,138,007 1,191,602 4,71 2 DPK Giro 76,280 98,160 28,68 Tabungan 429,546 412,276 4,02 Deposito 253,279 273,001 7,79 3 Pembiayaan 841,447 849,142 0,91 4 Laba 34,184 15,165 55,64