3. Tahap ketiga adalah bahwa artifak, nilai, dan asumsi akan diimplementasikan sehingga membentuk budaya organisasi.
4. Tahap terakhir adalah bahwa dalam rangka mempertahankan budaya organisasi dilakukan pembelajaran learning kepada anggota baru dalam
organisasi.
2.4.3. Indikator Budaya Organisasi
Robbins 2002:279 menyatakan elemen atau indikator penting budaya organisasi yaitu :
1. Inovasi dan pengambilan resiko : tingkat daya pendorong karyawan untuk bersikap inovatif dan berani mengambil resiko.
2. Perhatian terhadap detail : tingkat tuntutan terhadap karyawan untuk mampu memperlihatkan ketepatan, analisis, dan perhatian terhadap detail.
3. Orientasi terhadap hasil : tingkat tuntutan terhadap manajemen untuk lebih memusatkan perhatian pada hasil, dibandingkan perhatian pada teknik dan
proses yang digunakan untuk meraih hasil tersebut. 4. Orientasi terhadap individu : tingkat keputusan manajemen dalam
mempertimbangkan efek-efek hasil terhadap individu yang ada dalam organisasi.
5. Orientasi terhadap tim : tingkat aktivitas pekerjaan yang diatur dalam tim, bukan secara perorangan.
6. Agresivitas : tingkat tuntutan terhadap orang-orang agar berlaku agresif dan bersaing, dan tidak bersikap santai.
7. Stabilitas : tingkat penekanan aktivitas organisasi dalam mempertahankan status quo berbanding pertumbuhan.
Sedangkan ada beberapa indikator budaya organisasi menurut Denison dan Misra 1995 dalam Kusumawati 2008:28, adalah sebagai berikut:
1. Visi dan Misi Organisasi memiliki tujuan dan arah yang jelas. Organisasi mendefinisikan
tujuan dan sasaran stratejik serta mengekspresikan visi masa depan. 2. Konsistensi
Organisasi cenderung memiliki budaya kuat yang konsisten, terkoordinasi dan terintegrasi secara baik. Norma-norma perilaku didasarkan pada nilai -
nilai inti. Para pemimpin dan bawahan mencapai kesepakatan meskipun dengan sudut pandang yang berbeda.
3. Adaptabilitas Organisasi memiliki kemampuan adaptasi yang didorong oleh keinginan
pelanggan. Organisasi mengambil resiko, belajar dari kesalahan dan memiliki kapabilitas dan pengalaman untuk menciptakan perubahan.
4. Pelibatan Organisasi
memberdayakan karyawan,
mengorganisir tim
dan mengembangkan kemampuan SDM nya. Semua tingkat organisasi merasa
bahwa mereka
memiliki kontribusi
yang akan
mempengaruhi pekerjaannya dan tujuan organisasinya.
Berdasarkan uraian indikator budaya organisasi dari dua pendapat diatas, penulis menyimpulkan indikator-indikator tersebut yaitu inovasi dan
pegambilan resiko, perhatian terhadap detail, konsistensi dan pelibatan. Hal ini karena faktor
– faktor tersebut dapat mengidentifikasi budaya organisasi di CV. Arki Fashion Kabupaten Pekalongan.
2.5. Penelitian Terdahulu