Identifikasi Variabel Penelitian METODE PENELITIAN

k. Reagen SGOT : EDTA 5 mmolL, 2-Oxoglutarate 12 mmolL, L-aspartate 200 mmolL, MDH 495 UIL, LDH 820 UIL, NADH ≤ 0,18 mmolL, tampon tris 80 mmolL, PH 30 o C l. Reagen SGPT : 2-Oxoglutarate 15 mmolL, L-alanine 500 mmolL, LDH ≥ 1600 UIL, NADH ≤ 0,18 mmolL, Tris Buffer 100 mmolL, PH 30 o C

3.6.2. Alat Penelitian

a. Kandang tikus dan perlengkapannya b. Sonde lambung c. Seperangkat alat bedah minor d. Alat untuk pembuatan preparat histopatologi e. Mikroskop f. Spektrofotometer g. Rotary Evaporator h. Timbangan hewan i. Alat sentrifugasi j. Spuit 3 cc k. Mortar l. Mikropipet 3.7 Prosedur Penelitian 3.7.1 Metode Pembuatan Ekstrak Etanol 96 Biji Jengkol Bahan baku biji jengkol 1 kg yang sudah berwarna coklat tua dikumpulkan, dibuang bagian kulit luar, dicuci bersih di bawah air mengalir, dan ditiriskan. Biji jengkol selanjutnya dirajang kecil-kecil dan dikeringkan di bawah matahari hingga kering, dibuang benda-benda asing yang masih tertinggal pada simplisia kering sortasi kering, kemudian dihaluskan dengan mortar dn disimpan dalam wadah bersih. Dihasilkan 500 gr serbuk biji jengkol simplisia, selanjutnya dilakukan ekstraksi Candra, 2012. Pembuatan ekstrak etanol biji jengkol dilakukan dengan metode maserasi. Biji jengkol direndam dalam 2 liter etanol 96 selama 24 jam, selanjutnya disaring hingga didapatkan filtrat. Filtrat tersebut kemudian dievaporasi menggunakan Rotary evaporator hingga dihasilkan ekstrak kental. Ekstrak kental tersebut selanjutnya diencerkan menggunakan aquades sesuai dengan dosis yang dibutuhkan, yaitu dosis ekstrak etanol 96 biji jengkol 1200 mgkgbb, 2400 mgkgbb, dan 4800 mgkgbb Candra, 2012.

3.7.2 Prosedur Pemberian Dosis Ekstrak Etanol 96 Biji Jengkol.

Dosis efektivitas didapatkan dari hasil penelitian acuan yaitu 1200 mgkgBB, sehingga variasi dosis yang di gunakan yaitu 1200 mgkgbb, 2400 mgkgbb, dan 4800 mgkgbb. Selama satu minggu tiap tikus diaklimatisasi sebelum diberi perlakuan. Tikus sebanyak 20 ekor dikelompokan dalam 4 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol normal, dimana hanya diberi akuades per oral. Kelompok 2 sebagai kelompok

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava Linn) TERHADAP PENCEGAHAN PENINGKATAN KADAR Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase (SGOT) & Serum Glutamic Pyruvic Transminase (SGPT) TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Novergicus Strain Wistar) YANG DII

0 6 18

PENGARUH AKAR PASAK BUMI (Eurycoma Longifolia) TERHADAP PENURUNAN KADAR SERUM GLUTAMIC OXSALOASETIC TRANSAMINASE (SGOT) DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus Strain Wistar) YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA

0 6 25

KADAR SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIPAPAR STRESOR RASA SAKIT ELECTRICAL FOOT SHOCK SELAMA 28 HARI

0 30 17

KADAR SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIPAPAR STRESOR RASA SAKIT ELECTRICAL FOOT SHOCK SELAMA 28 HARI

0 15 43

PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN KEMUNING (Murraya Paniculata (L.) Jack) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) DAN SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) PADA PASIEN OBESITAS

1 22 68

Uji toksisitas subakut infusa biji alpukat (persea americana mill. ) terhadap kadar serum Glutamic Pyruvic Transaminase dan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase darah pada tikus Sprague Dawley.

1 5 131

Pengaruh metotreksat terhadap kadar serum glutamic pyruvic transaminase dan serum glutamic oxaloacetic transaminase pada anak dengan leukemia limfoblastik akut risiko tinggi fase konsolidasi.

0 6 49

The Turmeric Decoction Effect on the Concentration of Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT), Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), and Total Bilirubin of Serum

0 0 8

Efektivitas penambahan serbuk kunyit dan asam jawa (Curcuma Domestica Val - Tamarindus Indica l.) dalam pakan komersial terhadap perubahan kadar serum glutamic piruvic transaminase (sgpt) dan serum glutamic oxaloacetic transaminase (sgot) burung puyuh jan

0 0 15

6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT)

0 1 10