Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV

ANALISIS KEHILANGAN CRUDE PALM OIL PADA PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV
IZWAR MUNANDAR 070308019
PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011
Universitas Sumatera Utara

ANALISIS KEHILANGAN CRUDE PALM OIL PADA PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV
SKRIPSI Oleh :
IZWAR MUNANDAR 070308019
PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011
Universitas Sumatera Utara

ANALISIS KEHILANGAN CRUDE PALM OIL PADA PABRIK KELAPA SAWIT BAH JAMBI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV
SKRIPSI Oleh :
IZWAR MUNANDAR 070308019/KETEKNIKAN PERTANIAN
Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperolehgelar sarjana diProgram Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Skripsi : Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit

Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV

Nama

: Izwar Munandar

Nim : 070308019

Program Studi : Keteknikan Pertanian

Fakultas

: Pertanian

Disetujui oleh : Komisi Pembimbing

Achwil Putra Munir, STP, M.Si Ketua

Ainun Rohanah, STP, M.Si Anggota

Mengetahui
Ir. Edi Susanto, M.Si Ketua Program Studi Keteknikan Pertanian

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
IZWAR MUNANDAR:Analisis Kehilangan Crude Palm OilPada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV, dibimbing oleh ACHWIL PUTRA MUNIR dan AINUN ROHANAH.
Dalam pengolahan buah kelapa sawit sering terjadi kehilangan minyak akibat proses pengolahan yang kurang baik sehingga diperlukan suatu tindakan untuk mencegah kehilangan minyak tersebut. Penelitian ini menggunakan diagram pencar dan analisis korelasi untuk melihat hubungan antara faktor-faktor penyebab kehilangan minyak sawit. Parameternya adalah karakteristik kehilangan minyak sawit pada stasiun kempa dan rendemen minyak sawit.
Hasil penelitian ini (Januari 2010-Maret 2011) menunjukkan bahwa kadar air ampas kempa memberi pengaruh korelasi terbesar (0,222) terhadap kehilangan minyak pada ampas kempa dan kadar minyak pada biji ampas kempa memberi pengaruh korelasi terkecil (0,028) terhadap kehilangan minyak pada ampas kempa. Kadar biji pecah pada ampas kempa memberi pengaruh korelasi terbesar (-0,147) terhadap rendemen minyak dan kadar minyak pada biji ampas kempa memberi pengaruh korelasi terkecil (-0,091) terhadap rendemen minyak. Dari hasil penelitian tersebut, dibuat suatu diagram sebab-akibat untuk mengindentifikasi urutan permasalahan yang menyebabkan kehilangan minyak pada proses pengolahan.
Kata Kunci : Kehilangan Minyak, Rendemen, Stasiun Kempa, Korelasi, Diagram Sebab-Akibat
ABSTRACT
IZWAR MUNANDAR:The Analysis of Crude Palm OilLosses at the Palm Oil Factory of PTPN IV, supervised by ACHWIL PUTRA MUNIR and AINUN ROHANAH.
In processing of palm oilfruits, there was oil losses due to poor processing, therefore an actionis needed to prevent oil losses. This research used scatter diagram and correlation analysis to see the relationship between the oil losses factors. The parameters were characteristic of oil losses in the pressing station and the palm oil yield.
Results of the research (January 2010 until March 2011) showed that moisture content in press cake had the biggest correlation effect (0,222) for oil losses in press cake and oil losses of nut press cake had the smallest correlation effect (0,028) for oil losses in press cake. Crake nuts in press cake hadthe biggest correlation effect (-0,147) for the palm oil yield and the oil losses of nut press cake had the smallest correlation effect(-0,091) for palm oil yield. A cause-effect diagram was made from the results to identify sequence problems that cause oil losses in processing.
Keyword : Oil Losses, Yield, Pressing Station, Correlation, Cause-effect Diagram.
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
Izwar Munandar, dilahirkan di Binjai pada tanggal 18 Desember 1988 dari ayah (Alm) Anwar dan ibu (Almh) Sri Muliani. Penulis merupakan putra ke dua dari tiga bersaudara.
Tahun 2007 penulis lulus dari SMA Negeri 2 Binjai dan pada tahun yang sama penulis lulus seleksi masuk USU melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilih Program Studi Teknik Pertanian Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian.
Selama mengikuti perkuliahan penulis aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian (IMATETA) sebagai pengurus tahun 2010/2011. Selain itu penulis juga aktif dalam organisasi ATM sebagai anggota.
Penulis melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dari tanggal 21 Juni 2010 hingga 21Juli 2010.
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Analisis Kehilangan Crude Palm Oil pada Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV” yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjanadi Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis yang telah membesarkan, memelihara dan mendidik penulis selama ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Achwil Putra Munir, STP, M.Si dan Ainun Rohanah, STP, M.Si selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah banyak membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.Terimakasih juga penulis sampaikan kepada seluruh teman-teman yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian dan menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang berguna demi penulisan selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Juli2011
Penulis
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Hal. ABSTRAK ...........................................................................................................i ABSTRACT ...........................................................................................................i RIWAYAT HIDUP .............................................................................................ii KATA PENGANTAR ........................................................................................iii DAFTAR TABEL .............................................................................................. vi DAFTAR GAMBAR .........................................................................................vii DAFTAR LAMPIRAN.....................................................................................viii PENDAHULUAN Latar Belakang..................................................................................................... 1 Tujuan Penelitian ................................................................................................. 3 Kegunaan Penelitian ............................................................................................ 3 Batasan Penelitian................................................................................................ 3 TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................... 4 Gambaran Umum Kelapa Sawit ........................................................................... 4 Pengolahan Kelapa Sawit..................................................................................... 5 Standar Mutu ..................................................................................................... 12 Karakteristik Kehilangan Crude Palm Oil .......................................................... 12 Penyebab Kehilangan Crude Palm Oil ............................................................... 15 Ekstraksi Minyak Sawit ..................................................................................... 17
Ekstraksi dengan sentrifugasi ..................................................................... 17 Ekstraksi dengan cara screw press.............................................................. 17 Ekstraksi dengan bahan pelarut .................................................................. 18 Ekstraksi dengan tekanan hidrolisis ............................................................ 18 Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Ekstraksi.................................................. 18 Tipe screw press ........................................................................................ 18 Tekanan kerja screw press.......................................................................... 18 Air pengencer............................................................................................. 19 Rendemen.......................................................................................................... 20 Pendekatan Sistem ............................................................................................. 21 Pengendalian Proses Statistik ............................................................................. 22 Diagram Pencar ................................................................................................. 25 Diagram Sebab-Akibat....................................................................................... 28 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................................ 31 Bahan dan Alat .................................................................................................. 31 Metode Penelitian .............................................................................................. 31 Prosedur Penelitian ............................................................................................ 33 Parameter........................................................................................................... 34 HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi ................................................ 35 Lokasi Pabrik..................................................................................................... 36 Analisis Data dengan Diagram Pencar ............................................................... 37 Karakteristik Kehilangan CPO pada Ampas Kempa........................................... 38 Kadar minyak ampas kempa dengan kadar air ampas kempa ...................... 38
Universitas Sumatera Utara

Kadar minyak ampas kempa dengan kadar biji pecah ................................. 39 Kadar minyak ampas kempa dengan kadar minyak pada biji ampas kempa 41 Kadar minyak pada biji ampas kempa dengan kadar air ampas kempa........ 42 Kadar minyak pada biji ampas kempa dengan kadar biji pecah................... 43 Kadar biji pecah dengan kadar air ampas kempa......................................... 44 Rendemen.......................................................................................................... 45 Rendemen dengan kadar minyak ampas kempa .......................................... 45 Rendemen dengan kadar air ampas kempa.................................................. 46 Rendemen dengan kadar biji pecah............................................................. 47 Rendemen dengan kadar minyak pada biji ampas kempa............................ 48 Penyusunan Diagram Sebab-Akibat ................................................................... 49 Kehilangan minyak pada ampas kempa ...................................................... 49 Kadar air pada ampas kempa ...................................................................... 50 Kadar biji pecah pada ampas kempa ........................................................... 51 Kehilangan minyak pada biji ampas kempa ................................................ 52 Rendemen .................................................................................................. 52 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan........................................................................................................ 54 Saran ................................................................................................................. 55 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 56 LAMPIRAN
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
No. ................................................................................................................. Hal. 1. Derajat kematangan buah ................................................................................. 7 2. Standar mutu minyak sawit, minyak inti sawit dan inti sawit .......................... 12 3. Standar kehilangan minyak dan inti (%) terhadap TBS................................... 13
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
No. Hal. 1. Bagan alir proses pengolahan kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit................. 6 2. Interpretasi dari diagram pencar ................................................................... 26 3. Diagram pencar hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar air
ampas kempa ............................................................................................... 38 4. Diagram pencar hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar biji
pecah pada ampas kempa ............................................................................. 39 5. Diagram pencar hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar minyak
pada biji ampas kempa ................................................................................. 41 6. Diagram pencar hubungan kadar minyak pada biji ampas dengan kempa kadar
air ampas kempa .......................................................................................... 42 7. Diagram pencar hubungan kadar minyak pada biji ampas kempa dengan kadar
biji pecah pada ampas kempa ....................................................................... 43 8. Diagram pencar hubungan kadar biji pecah pada ampas kempa dengan kadar
air ampas kempa .......................................................................................... 44 9. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar minyak ampas kempa.... 45 10. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar air ampas kempa ........... 46 11. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar biji pecah pada ampas
kempa .......................................................................................................... 47 12. Diagram pencar hubungan rendemen dengan kadar minyak pada biji ampas
kempa .......................................................................................................... 48
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
No. Hal. 1. Bagan alir penelitian .................................................................................... 58 2. Data parameter............................................................................................. 59 3. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar air
ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011) ..................................................... 79 4. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar biji
pecah pada ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011)................................... 80 5. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak ampas kempa dengan kadar
minyak pada biji ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011) .......................... 81 6. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak pada biji ampas dengan kempa
kadar air ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011)....................................... 82 7. Koefisien korelasi hubungan kadar minyak pada biji ampas kempa dengan
kadar biji pecah (Januari 2010-Maret 2011).................................................. 83 8. Koefisien korelasi hubungan kadar biji pecah pada ampas kempa dengan
kadar air ampas kempa (Januari 2010-Maret 2011)....................................... 84 9. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar minyak ampas kempa
(Januari 2010-Maret 2011) ........................................................................... 85 10. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar air ampas kempa
(Januari 2010-Maret 2011) ........................................................................... 86 11. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar biji pecah pada ampas
kempa (Januari 2010-Maret 2011)................................................................ 87 12. Koefisien korelasi hubungan rendemen dengan kadar minyak pada biji ampas
kempa (Januari 2010-Maret 2011)................................................................ 88 13. Standar toleransi kehilangan minyak PKS Bah Jambi ................................... 89 14. Bagan material balance................................................................................ 90 15. Spesifikasi screw press di PKS Bah Jambi ................................................... 91 16. Diagram sebab-akibat................................................................................... 92
Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN
Latar Belakang Tanaman kelapa sawit (ElaeisGuineensis Jacq) adalah salah satu dari
beberapa family Arecacea (dahulu disebut dengan Palmae). Nama Genus Elaeis berasal dari bahasa Yunani Elaion atau minyak, sedangkan nama species guinensis berasal dari Guinea, yaitu tempat pertama kalinya ditemukan kelapa sawit oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Portugis yang bernama “Jacquin” di pantai Guinea. Tanaman ini berasal dari Afrika dan Amerika Selatan, tepatnya Brasilia (Pahan, 2006).
Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Bagi Indonesia, kelapa sawit memiliki arti penting karena mampu menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat dan sebagai sumber perolehan devisa negara.
Pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan kelapa sawit. Hasil utama yang dapat diperoleh ialah minyak sawit, inti sawit, sabut, cangkang dan tandan kosong. Pabrik kelapa sawit (PKS) dalam konteks industri kelapa sawit di Indonesia dipahami sebagai unit ekstraksi crudepalmoil (CPO) dan inti sawit dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Pada prinsipnya proses pengolahan kelapa sawit adalah proses ekstraksi CPO secara mekanis dari tandan buah segar kelapa sawit (TBS) yang diikuti dengan proses pemurnian. Secara keseluruhan proses tersebut terdiri dari beberapa tahap proses yang berjalan secara sinambung dan terkait satu sama lain.Kegagalan pada satu tahap proses akan berpengaruh langsung pada proses berikutnya. Oleh
Universitas Sumatera Utara

karena itu setiap tahap proses harus dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan norma-norma yang ada.
Pada proses pengolahan kelapa sawit, pengempaan adalah salah satu bagian dari tahapan pengolahan yang memisahkan minyak dari serat ampas dan biji dengan cara dikempa. Buah yang berasal dari proses perebusan kemudian ditebah untuk memisahkan brondolan buah dari tandannya.Selanjutnya dilumatkan dalam digester kemudian dilakukan pengempaan untuk mengambil minyak dari massa bubur buah di dalam mesin pengempaan secara bertahap. Hasil kempa berupa minyak kasar ditampung di sebuah talang dan dialirkan ke crude oil tank melalui vibrating screenuntuk proses pemurnian.
Pada proses pengempaan sering terjadi kehilangan minyak hasil kempa. Hal ini bisa disebabkan karenabuah yang belum matang, proses perebusan yang kurang sempurna dan juga disebabkan dari mesin kempa itu sendiri. Pada mesin kempa, kehilangan minyak dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya proses pengolahan yang tidak sesuai, alat yang sudah aus, dan penambahan air yang tidak sesuai, dan operator.
Berdasarkan proses pada stasiun pengempaan dan beberapa hal yang mempengaruhi kehilangan minyak pada ampas kempa, maka perlu dilakukan suatu analisis terhadap kehilangan CPO untuk mengetahui apakah kadar kehilangan CPO masih dalambatas toleransi yang ditetapkan di pabrik dan mengetahui keterkaitan hubungan antara faktor yangmempengaruhi kehilangan CPO dari stasiun kempadengan menggunakan diagram pencar. Selanjutnya faktorfaktor tersebut diformulasikan kedalam bentuk diagram sebab-akibatatau diagram tulang ikan (fishbone diagram). Sehingga hubungan sebab-akibat ini dapat
Universitas Sumatera Utara

digunakan untuk mengindentifikasi permasalahan yang menyebabkan kehilangan minyak pada proses pengolahan kelapa sawit. Tujuan Penelitian
1. Mengevaluasi kehilangan CPO(kadar minyak dalam ampas kempa,kadar air, kadar biji pecah, kadar minyak pada biji dalam ampas kempa)dan rendemen pada suatu periodedi Pabrik Kelapa Sawit Bah JambiPT. Perkebunan Nusantara IV
2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kehilangan CPO yang terjadi selama periode tersebut.
Kegunaan Penelitian 1. Sebagai syarat untuk melaksanakan ujian sarjana di Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. 2. Hasil penelitian diharapkan dapat berguna bagi pihak manajemen pabrik sebagai informasi lebih lanjut dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengolahan produksi CPO di Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV 3. Sebagai input informasi bagi pihak yang membutuhkan.
BatasanPenelitian Penelitian dibatasi untuk menganalisiskehilangan CPO yang dihasilkan
berdasarkan parameter kadar minyak dalam ampas, kadar air, kadar biji pecah, kadar minyak pada biji dalam ampas kempa dan rendemen yang terjadi pada suatu periodedi dalam ruang lingkup Pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi PT. Perkebunan Nusantara IV.
Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN PUSTAKA
Gambaran Umum Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit dimasukkan pertama kali ke Indonesia oleh bangsa
Belanda dengan bibit yang berasal dari Bourbon (Rheunion) atau Mauritius sebanyak dua batang dan dari Amsterdam juga dua batang. Bibit tersebut ditanam di Kebun Raya Bogor untuk dijadikan tanaman koleksi pada tahun 1848. Tanaman kelapa sawit di Kebun Raya Bogor ini dianggap sebagai nenek moyang tanaman kelapa sawit di Asia Tenggara (Setyamidjaja, 2006).
Minyak kelapa sawit merupakan komoditas yang mempunyai nilai strategis karena merupakan bahan baku untuk pembuatan minyak goreng. Sementara, minyak goreng merupakan salah satu dari sembilan kebutuhan pokok bangsa Indonesia. Permintaan akan minyak goreng di dalam dan luar negeri yang kuat merupakan indikasi pentingnya peranan komoditas kelapa sawit dalam perekonomian bangsa (Pahan, 2006).
Secara umum terdapat dua macam minyak kelapa sawit, yaitu minyak kelapa sawit yang berasal dari ekstraksi daging buah (sabut) dan minyak kelapa sawit yang berasal dari ekstraksi inti buah (kernel). Hasil ekstraksi daging buah disebut minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO), sedangkan hasil ektraksi inti buah disebut minyak kernel atau Kernel Palm Oil (KPO) (Hadi, 2004).
Prospek pasar bagi olahan kelapa sawit cukup menjanjikan, karena permintaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup besar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga diluar negeri. Karena itu, sebagai negara tropis yang masih memiliki lahan cukup luas, Indonesia berpeluang besar untuk
Universitas Sumatera Utara

mengembangkan perkebunan kelapa sawit, baik melalui penanaman modal asing maupun skala perkebunan rakyat (Sastrosayono, 2003).
Sejalan dengan permintaan yang terus meningkat, harga minyak sawit dalam negeri pun menunjukkan kecenderungan peningkatan. Namun, perlu diketahui bahwa harga minyak sawit dalam negeri sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor terutama harga minyak goreng dari bahan lain di dunia (Fauzi dkk, 2006). Pengolahan Kelapa Sawit
Proses pengolahan tandan buah segar kelapa sawit untuk dijadikan minyak sawit dan inti sawit merupakan masalah yang cukup rumit, sehingga perlu mendapat penanganan khusus oleh tenaga-tenaga yang memiliki keahlian dan keterampilan tinggi. Selain itu, perlu instalasi yang baik dan memadai untuk memperolah minyak sawit dan inti sawit yang bermutu baik (Sunarko, 2007).
Pengolahan TBS (tandan buah segar) di pabrik bertujuan untuk memperoleh minyak sawit yang berkualitas baik. Proses tersebut berlangsung cukup panjang dan memerlukan kontrol yang cermat, dimulai dari pengangkutan TBS atau brondolan dari TPH (tempat pemungutan hasil) ke pabrik sampai dihasilkannya minyak sawit dan hasil sampingnya. Pada dasarnya ada dua macam olahan utama pengolahan TBS di Pabrik, yaituminyak sawit yang merupakan hasil pengolahan daging buah dan minyak inti sawit yang dihasilkan dari ekstraksi inti sawit (Fauzi dkk, 2006).
Universitas Sumatera Utara

Tandan Buah Segar

Janjang Kosong ke lapangan
Uap

Jembatan Timbang Loading Ramp Sterilizer

Condensat

Hopper Incinerator

Thresser

Janjang kosong

Loose fruits

Digester

Abu Janjang
Ampas
Depericarper
Biji
Polishing Drum

Screw Press
Serabut

Nut Silo

Nut Cracker

Pneumatic Separating Column

Cangkang

Clay Bath
Kernel
Kernel Silo
Kernel (IKS)

Cangkang
Boiler
Steam 20 kg/cm2
Power House

Minyak
Vibrating Screen
Crude Oil Tank

Air panas

Clarifier Tank

Uap

Sludge + Oil
Oil

Sluge Tank

Pure Oil Tank

Oil Tank Vacuum Drier

Sludge Separator/ Decanter

Crude Palm Oil
BPV Steam (3-4 kg/cm2)

Effluent
Uap ke proses pengolahan

Gambar 1. Bagan alir proses pengolahan kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit

Universitas Sumatera Utara

Penentuan saat panen sangat mempengaruhi kandungan asam lemak bebas

(ALB) minyak sawit yang dihasilkan. Apabila pemanenan buah dilakukan dalam

keadaan lewat matang maka minyak yang dihasilkan mengandung ALB dalam

presentase tinggi (lebih dari 5%). Sebaliknya, jika pemanenan dilakukan dalam

keadaan buah belum matang, maka selain kadar ALB-nya rendah, rendemen

minyak yang diperolehnya juga rendah. Disinilah, pengetahuan mengenai kriteria

matang panen berdasarkan jumlah brondolan jatuh berperan cukup penting dalam

menentukan derajat kematangan buah (Tim Penulis PS, 2000).

Agar proses di PKS dapat berjalan dengan efektif dan efesien maka perlu

diterapkan standar kematangan buah yang dipanen. Derajat kematangan buah

yang telah distandarkan disajikan pada tabel berikut :

Tabel 1. Derajat kematangan buah

No Fraksi Buah Persyaratan

1 Fraksi 00 (F-00)

0,00 %

2 Fraksi 0 (F-0)

< 5,00 %

3 Fraksi 1 (F-1)

0,00 %

4 Fraksi 2 (F-2)

> 90,00 %

5 Fraksi 3 (F-3)

0,00 %

6 Fraksi 4 (F-4)

< 3,00 %

7 Fraksi 5 (F-5)

< 2,00 %

Sifat Fisik Sangat Mentah Mentah Kurang mentah Matang Matang Lewat matang Terlalu matang

8 Brondolan 9 Tandan kosong 10 Panjang tangkai
TBS (Pahan, 2006).

9,50 % 0,00 % < 2,5 cm

Jumlah Brondolan Tidak ada 1 – 12,5 % buah luar 12,5 – 25 % buah luar 25 – 50 % buah luar 50 -75 % buah luar 75 – 100 % buah luar Buah dalam ikut membrondol

TBS harus segera diangkut ke pabrik untuk diolah, yaitu maksimal 8 jam

setelah panen harus segera diolah. Setelah TBS sampai di pabrik, segera dilakukan

penimbangan. Penimbangan sangat penting dilakukan terutama untuk

mendapatkan angka-angka yang berkaitan dengan produksi, pembayaran upah

pekerja dan perhitungan rendeman minyak sawit (Fauzi dkk, 2006).

Universitas Sumatera Utara

TBS yang telah ditimbang selanjutnya dibongkar di loading ramp dengan menuang (dump) langsung dari truk.Loading ramp merupakan suatu bangunan dengan lantai berupa kisi-kisi pelat besi berjarak 10 cm dengan kemiringan 450. Kisi-kisi tersebut berfungsi untuk memisahkan kotoran berupa pasir,kerikil, dan sampah yang terikut dalam TBS. Kotoran yang jatuh melalui kisi-kisi ditampung oleh dirt conveyor sehingga memudahkan dalam pembuangannya (Pahan, 2006).
Perebusan dilakukan untuk melunakkan buah sehingga daging buah mudah lepas dari biji sewaktu diaduk dalam bejana peremas. Rebusan berupa bejana silindris mendatar dengan pintu pada kedua atau salah satu ujungnya.TBS dimasukkan dalam rebusan dalam keranjang, yang dindingnya berperforasi untuk penyaluran uap (steam) diantara buah, dan ditempatkan di atas lori yang rendah. Tiap rebusan memuat 9-10 lori dan tiap keranjang umumnya memuat 2,5 ton TBS (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003).
Proses perebusan memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Mematikan enzim-enzim yang merupakan katalisator dalam reaksi
penguraian minyak menjadi asam lemak bebas dan gliserin. 2. Mengkoagulasikan zat putih telur yang terdapat dalam daging buah agar
tidak ikut serta dengan minyak kasar dari hasil pengempaan karena dapat menyebabkan emulsi. 3. Menguraikan zat lendir dengan cara hidrolisis. Lendir akan menyulitkan pemisahan air dengan minyak dalam klarifikasi. 4. Melunakkan daging buah untuk mempermudah pengadukan di ketel pengadukan. 5. Memudahkan buah lepas dari tandan pada penebahan.
Universitas Sumatera Utara

6. Merenggangkan buah inti dengan cangkang untuk memudahkan pemecahan biji pada mesin pemecah (cracker).
7. Menurunkan kadar air daging buah. 8. Memperbaiki proses penjernihan minyak (Sunarko, 2007).
Penebahan adalah untuk melepaskan buah dan kelopak (calyx) dari tandan yang sudah direbus. Penebah adalah suatu alat berbentuk teromol mendatar yang sedikit miring dengan kisi-kisi yang bercelah sedikit lebih besar daripada ukuran berondolan. Teromol berputar dengan putaran sedemikian sehingga tandan akan mengalami gaya sentrifugal yang cukup untuk mengangkat sampai titik tertinggi pada dinding teromol, biasanya kecepatan putaran 22 rpm. Tandan setelah terjatuh kembali (terbanting) akan melepaskan buahnya, demikian terjadi berkali-kali sampai tandan kosong akhirnya terlempar dari ujung teromol (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003).
Pada proses ini kehilangan minyak masih mungkin terjadi karena buah terbanting dan mengeluarkan minyak yang akan diserap oleh janjang kosong. Pemasukan buah yang terlalu banyak akan menyebabkan kontak yang lebih banyak dengan janjang kosong yang belum sempat keluar sehingga akan memperbanyak minyak yang diserap oleh janjang kosong. Banyaknya buah balen (tandan yang direbus ulang) mencerminkan kurang sempurnanya perebusan atau buah mentah cukup banyak. Hal ini mungkin disebabkan tekanan dan suhu pada perebusan kurang (Lubis, 1992).
Buah yang sudah terpisah dari tandannya dimasukkan ke dalam mesin digester. Bentuk mesin ini berupa ketel yang berdinding dua lapis. Setiap dinding
Universitas Sumatera Utara

dipisahkan oleh suatu ruang. Ruang antara dua dinding diberi uap panas yang bertekanan 3 atm. Uap panas berfungsi untuk memanaskan buah yang ada di ruang dalam teromol sehingga minyak yang dikandungnya mudah keluar (Sastrosayono, 2003).
Digester adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengaduk brondolan buah sawit berupa sebuah tangki vertikal yang dilengkapi lengan-lengan pencacah yang berputar dengan kecepatan tertentu dan digerakkan oleh motor listrik (Risza, 1994).
Tangki pengadukan sebaiknya diisi penuh, sedikitnya ¾ bagian. Bila tidak penuh, pengadukan menjadi lebih cepat sehingga dapat mengurangi efisiensi mesin kempa(press), karena banyak minyak terserap dalam serat-serat. Pengendalian suhu tangki pengaduk juga penting, karena suhu yang terlalu rendah akan meningkatkan viskositas minyak sehingga mengurangi efisiensi mesin kempa. Suhu terlalu tinggi dapat manyebabkan bubur mendidih sehingga terjadi emulsi minyak dengan air yang juga menyulitkan dalam proses penjernihan (Sianturi, 2001).
Massa minyak yang berbentuk bubur yang diperoleh dari tangki pengadukan kemudian dikempa agar minyak terpisah dari ampasnya. Alat yang dipakai adalah screw press yang menghasilkan tekanan oleh kerja dua ulir yang berputar berlawanan arah. Pada setiap pabrik terdapat beberapa unit, tiap unit memiliki kapasitas tertentu misalnya 10 ton TBS/jam. Tekanan sangat menentukan keberhasilan proses ini. Tekanan yang sesuai harus dapat menghasilkan atau memisahkan minyak yang tinggi dari ampas (serabut) dan sedikit biji pecah (Lubis, 1992).
Universitas Sumatera Utara

Cairan minyak yang masuk ke ketel penampungan terdiri dari 30% minyak, 60% air, dan 10% kotoran. Ampas yang keluar dari ujung ketel terdiri dari gumpalan serat, serabut, daging buah, butiran biji serta kotoran lainnya. Bijibiji ini dipisahkan dari ampasnya dengan mesin separator (Sastrosayono, 2003).
Minyak sawit yang keluar dari tempat pemerasan atau pengepresan masihberupa minyak sawit kasar karena masih mengandung kotoran berupa partikel-partikel dari tempurung dan serabut serta 40-50% air. Agar diperoleh minyak sawit yang bermutu baik, minyak sawit kasar tersebut diolah lebih lanjut yaitu dialirkan dalam tangki minyak kasar (crude oil tank). Setelah melalui pemurnian atau klarifikasi yang bertahap, akan menghasilkan minyak sawit mentah (CPO). Proses penjernihan dilakukan untuk menurunkan kandungan air dalam minyak (Fauzi dkk, 2006).
Ampas (sludge) yang berasal dari tangki pemisah dikumpulkan dalam sludge tank dan masih mengandung minyak. Di sludge tank, ampas ini dipanaskan sampai 95oC kemudian dialirkan ke self cleaning strainer, yaitu tabung penyaring minyak dari serabut halus yang terdapat pada ampas. Dari sini, ampas diteruskan ke desanding cyclone untuk memisahkan pasir berdasarkan prinsip sentrifugal di dalam bejana atau tabung yang bagian bawahnya berbentuk konis. Karena adanya arus putar (cyclone) ini, maka gaya sentrifugal terjadi dan pasir dapat dipisahkan dari ampas. Ampas yang bebas pasir dialirkan ke constant flow sludge tank sebelum ke sludge separator. Sekali lagi, disini terjadi pemisahan minyak dengan kotoran dan air yang juga menggunakan gaya sentrifugal. Karena perbedaan berat jenis terjadi pemisahan. Minyak dialirkan ke reclaimed oil tank, sedangkan air dan kotoran dialirkan ke fat pit. Selanjutnya, minyak dikirim ke continous setling
Universitas Sumatera Utara

tankuntk diproses ulang sampai dihasilkan minyak kasar (crude oil), sedangkan

air dan kotoran dari fat pit dialirkan ke kolam limbah (Setyamidjaja, 2006).

StandarMutu

Rendahnya mutu minyak sawit sangat ditentukan oleh banyak faktor.

Faktor-faktor tersebut dapat langsung dari sifat pohon induknya, penanganan

pascapanen, atau kesalahan selama pemrosesan dan pengangkutan. Selain itu, ada

beberapa faktor yang secara langsung berkaitan dengan standar mutu minyak

sawit seperti dalam tabel berikut.

Tabel 2. Standar mutu minyak sawit, minyak inti sawit dan inti sawit

Karakteristik

Minyak Inti Sawit Minyak Inti Keterangan

Sawit

Sawit

Asam lemak bebas

5,00%

3,50

3,50 Maksimal

Kadar kotoran

0,50%

0,02

0,02 Maksimal

Kadar zat menguap

0,50%

7,50

0,20 Maksimal

Bilangan peroksida

6 meq

- 2,20 meq Maksimal

Bilangan iodine

44-58 mg/gr

- 10,5-18,5 -

Kadar logam (Fe, Cu)

10 ppm

-

--

Lovibond

3-4 R

-

--

Kadar minyak

- 47,00

- Minimal

Kontaminasi

- 6,00

- Maksimal

Kadar pecah

- 15,00

- Maksimal

(Fauzi dkk, 2006).

Karakteristik Kehilangan Crude Palm Oil

Ekstraksi atau pengutipan minyak dari buah kelapa sawit tidak akan

pernah mencapai 100%. Kehilangan minyak pasti terjadi, tetapi harus diusahakan

sekecil mungkin atau pada batas-batas yang telah ditolerir. Salah satu parameter

untuk menentukan apakah suatu PKS dapat dikatakan bekerja efektif dan efisien

yaitu angka-angka kehilangan minyak dan inti yang sudah distandarkan. Jika pada

suatu proses pengolahan pabrik ternyata angka-angka kehilangan minyak yang

terjadi melebihi dari angka-angka yang telah distandarkan maka dapat dikatakan

pabrik tersebut kurang efisien dan efektif.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3. Standar kehilangan minyak dan inti (%) terhadap TBS No Karakteristik
Minyak Sawit (MKS) 1 Drab akhir fat pit (% NOS) 2 Drab akhir fat pit (% sampel) 3 Serabut (%NOS) 4 Serabut (% sampel) 5 Tandan kosong (JJK) (% NOS) 6 Tandan kosong (JJK) (% sampel) 7 Buah ikut tandan kosong (JJK) (% NOS) 8 Buah ikut tandan kosong (JJK) (% sampel) 9 Nut (% sampel) 10 Decanter solid(% NOS) 11 Decanter solid (% sampel)
Total PKS Baru (< 10 tahun) (%) Total PKS Lama (> 10 tahun) (%) Inti Sawit (IKS) 1 Serabut (% sampel) 2 LTDS I (% sampel) 3 LTDS II (% sampel) 4 Hydrocyclone(%) 5 Clay bath (%) Total PKS (%) (Pahan, 2006).

Batasan