PERKEMBANGAN HOME INDUSTRY PENGOLAHAN IKAN ASIN DI DESA HAJORAN KECAMATAN PANDAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH.

(1)

PERKEMBANGAN HOME INDUSTRY PENGOLAHAN

IKAN ASIN DI DESA HAJORAN KECAMATAN

PANDAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH

(1987-1998)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

HUMALA SIPAHUTAR NIM. 308121074

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


(2)

i ABSTRAK

Humala Sipahutar. NIM: 308121074. Perkembangan Home Industri Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (1987-1998). Skripsi, Pendidikan Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan. 2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya home industri pengolahan ikan asin di desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah. Mengetahui perkembangan home industri pengolahan ikan asin di desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah dari tahun 1987-1998. Mengetahui faktor-faktor produksi (modal, bahan baku, keterampilan, tenaga kerja,dan pemasaran) yang mempengaruhi home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Untuk memperoleh data-data yang di perlukan, maka peneliti menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kemudian tehnik untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara observasi ke lokasi penelitian, wawancara kepada pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan bagaimana sejarah dan perkembangan pengolahan ikan asin di desa Hajoran, dalam hal ini yang diwawancarai adalah pemilik pengolahan ikan asin, tenaga kerja dan pedagang pengumpul dan studi dokumentasi.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dan informasi yang diberikan informan diketahuilah bahwa 1) industri pengolahan ikan asin dengan cara penggaraman di ikuti proses perebusan didirikan pertama kali tahun 1987 oleh seorang pendatang Tioghoa dari Tanjung Balai bernama Cek Khun yang menyewa tanah di desa hajoran; 2) selanjutnya dalam pertumbuhan dan perkembangannya industri pengolahan ikan asin di desa Hajoran mengalami peningkatan dalam kurun waktu 3 tahun (1987 – 1990) telah berdiri 10 unit tempat pengolahan milik masyarakat. Pada tahun 1987-1990 jumlah tempat pengolahan bertambah menjadi 20 unit itu artinya rata-rata setiap tahun tempat pengolahan bertambah 2-3 unit/tahun. Puncaknya terjadi pada kurun waktu 1996-1997 yaitu 35 unit. Pada tahun 1998 terjadi penurunan drastis dimana dari 35 unit tempat pengolahan ikan asin di desa Hajoran hanya 5 unit yang mampu bertahan dari guncangan krisis ekonomi. Jadi dapat dipersentasikan bahwa industri pengolahan ikan asin di desa Hajoran yang bertahan pada tahun 1998 hanya 14%. 3) Kegiatan produksi tak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, demikian juga halnya dengan faktor-faktor produksi (modal, bahan baku, keterampilan, tenaga kerja, dan pemasaran) yang mempengaruhi home industri pengolahan ikan asin di desa Hajoran.


(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa buat semua berkat dan kasih karunia yang diberikanNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan studi akhir S-1 lewat skripsi ini dengan judul “Perkembangan Home Industri Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tangah (1987-1988).”

Skripsi ini merupakan salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan dan masukan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam kesempatan ini penulis dengan segala ketulusan dan kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada:

1. Teristimewa Kedua orang tuaku yang aku sayangi, Ayahanda B. Sipahutar dan Ibunda T. Ritonga yang telah mengasuh, membesarkan dan mendidik penulis hingga dapat menyelesaikan studi S-1 dengan penuh suka dan duka, dan yang telah memberikan doa, motivasi serta materi kepada penulis selama dibangku studi hingga saat ini.

2. Kepada Kakak dan Adik-adiku terkasih, Kak Mega Elistia, Sutan, Hari Anantha, Heri Anandi yang selalu mendukung penulis selama dibangku perkuliahan.

3. Rektor Universitas Negeri Medan, Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si beserta stafnya.

4. Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Bapak Drs. Restu M.S beserta stafnya di Fakultas Ilmu Sosial.

5. Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah Dra. Lukitaningsih M.Hum dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah Dra. Hafnita SD Lubis, M,Si beserta Bapak/Ibu Dosen dan Staf pegawai di Jurusan Pendidikan Sejarah.


(4)

iii

6. Dra. Lukitaningsih M.Hum selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak membimbing, memberikan saran dan petunjuk kepada penulis dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.

7. Pristi Suhendro S, Hum. M,si selaku Dosen Pembimbing Akademik. 8. Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah Dra. Hafnita SD Lubis, M,Si

beserta Bapak/Ibu Dosen dan Staf pegawai di Jurusan Pendidikan Sejarah. 9. Penguji Skripsi Drs. Yushar Tanjung, Dra. Hafnita S.D Lubis, M.Si dan

Pristi Suhendro M. Si yang telah memberikan masukan dan saran bagi penulis dalam perbaikan skripsi ini.

10.Pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Bappeda Kabupaten Tapanuli Tengah, Camat dan stafnya di Kantor Kecamatan Pandan dan Bapak Baharuddin Gea selaku sekretaris Desa Hajoran yang telah membantu penulis mendapatkan data untuk penulisan skripsi ini.

11.Para narasumber yang bermurah hati telah menyediakan waktu, tenaga dan pikiran dalam memberikan informasi terhadap penulis dalam penulisan skripsi ini.

12.Bapatua H. Sipahutar, Kak Nami, Kak Windy, Bang Narto, Kak Mindo dan Alex yang telah menyediakan tempat dan membimbing penulis mulai dari mengikuti SNMPTN hingga duduk dibangku perkuliahan.

13.Terkhusus buat wanita yang kusayangi Vina A Hutabalian, terimakasih buat waktu dan hari-hari yang penuh tawa bersamamu. Khususnya buat kasih sayang, semangat, doa dan dorongan yang telah kau berikan padaku selama ini.

14.Kepada seluruh rekan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Stambuk „08 sepesial buat sahabatku Budi P. Silaban, Donal, Afriani, Dolung, Yuliarza, Lylis, yang telah banyak membantu dan mendukung penulis dalam penyusunan skripsi ini. Dan juga kepada semua teman seperjuangan, Benari, Sanro, Wandy, Dannyard, Jonathan, Novayanti, Henrico, Jusniana, Saftri, Nirmawana, Betha, Tiarma, Desi, Yana, Yulida, Hera, Sansri, Haris, Surahman, Harun, Maria, Restia, beserta semua rekan kelas “B” Reguler yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.


(5)

iv

15.Buat Teman-Temanku satu kost Jl. Sukaria (Gg. Dolok Hole) No. 5, B‟ Ferdinand, Eko Sitoga, Cerry, Frans, Brighten, Elia, dan “Team Arsip” sebagai teman Sepermainan yang telah memberikan dorongan kepada penulis.

16.Buat The Finger: Dristy, Erma, Bela, dan Kak Vero terimakasih buat motivasi dan dorongan bagi penulis

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, materi dan pengalaman Penulis. Oleh karena itu Penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang konstruktif demi perbaikan skripsi ini.

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan. Juli 2012 Penulis

Humala Sipahutar NIM. 308121074


(6)

v

DAFTAR ISI

ABSTRAK ...i

KATA PENGANTAR ...ii

DAFTAR ISI ...v

DAFTAR TABEL ...vi

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang Masalah ...1

B. Identifikasi Masalah ...4

C. Pembatasan Masalah ...4

D. Perumusan Masalah ...5

E. Tujuan Penelitian ...5

F. Manfaat Penelitian...6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ...7

A. Kerangka Konseptual ...7

1. Pengertian Perkembangan ...7

2. Pengertian Industri...8

a. Pengertian Industri Secara Umum ...8

b. Pengertian Industri Kecil ...9

c. Faktor-faktor Industri ...10

d. Pengertian Home Industri ...15

e. Ikan Asin ...17

3. Pengertian Pemasaran ...18


(7)

vi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN...21

A. Metode Penelitian ...21

B. Lokasi Penelitian ...21

C. Populasi dan Sampel ...21

a. Populasi ...21

b. Sampel ...22

D. Sumber Data...22

a. Data Primer ...22

b. Data Skunder ...22

E. Teknik Pengumpulan Data ...22

a. Wawancara ...22

b. Obeservasi ...23

c. Studi dokumentasi ...23

F. Teknik Analisis Data ...23

a. Memilih data ...23

b. Menganalisa data ...23

c. Menginterpretasikan data ...24

d. Membuat kesimpulan ...24

BAB IV PEMBAHASAN ...25

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ...25

1. Keaadaan Non Fisik Wilayah...28

2. Sarana dan Prasarana ...33

3. Sekilas Tentang Sejarah Kabupaten Tapanuli Tengah ...37

B. Pembahasan ...40

1. Sejarah Berdiriny Home Industri Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran...40

2. Faktor-Faktor Produksi Home Industri Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran ...44


(8)

vii

b. Tehnik Pengolahan ...46

c. Faktor-Faktor Produksi...48

3. Perkembangan Home Industri Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran ...55

a. Perkembangan Sarana dan Prasarana ...58

b. Perkembangan Tenaga Kerja ...62

4. Kondisi Home Industri Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran Pada Saat Ini ...62

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...67

A. Kesimpulan ...67

B. Saran ...69

DAFTAR PUSTAKA ...70

PETA WILAYAH PENELITIAN


(9)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Distribusi Penggunaan Lahan di Desa Hajoran ... 27

2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur di Desa Hajoran ... 29

3. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 30

4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian ... 31

5. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama ... 32

6. Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa ... 33

7. Sarana Jalan Desa Hajoran Tahun 2011 ... 34

8. Sarana Transportasi Yang Dimiliki Masyarakat ... 35

9. Sarana Pendidikan di Desa Hajoran ... 36

10.Jenis Ikan Segar yang Diolah Menjadi Ikan Asin Rebus Kering Dilokasi Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran ... 49

11.Harga Bahan Baku Ikan di Lokasi Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran Tahun 2012 ... 50

12.Jumlah Tenaga Kerja di Lokasi Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran... 52

13.Harga Penjualan Ikan Asin Rebus Kering di Lokasi Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran Tahun 2012 ... 55

14.Perkembangan Home Industry Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran Dilihat Dari Jumlah Per Unit ... 56

15.Jumlah Perusahaan Industri Dirinci Menurut Kelompok Industri di Kecamatan Pandan Tahun 2011 ... 62

16.Jumlah Tenaga Kerja Menurut Kelompok Industri di Kecamatan Pandan Tahun 2011 ... 63

17.Jumlah Nelayan Di Kecamatan Pandan Dari Tahun 2003-2009 ... 64

18.Produksi Ikan Menurut Asal Tangkapan Kecamatan Pandan Tahun 2011 ... 64


(10)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Teknik Pengolahan Ika Asin Rebus Kering di Desa Hajora ... 47 2. Saluran Distribusi Pemasaran Ikan Asin di Desa Hajoran ... 54


(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah salah satu negara yang sedang berkembang, sesuai dengan perkembangan itu maka pembangunan dalam segala bidang juga sedang berkembang termasuk bidang industri. Dalam mencapai sasaran pembangunan jangka panjang dalam bidang ekonomi terlihat bagaimana peranan industri yang mendapat dukungan dari pemerintah yang ditegaskan dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1984 Tentang Perindustrian, yaitu:

Bahwa untuk mencapai sarana Pembangunan di bidang ekonomi dalam pembangunan nasional, Industri memegang peranan yang menentukan dan oleh karenanya perlu lebih dikembangkan secara seimbang dan terpadu dengan meningkatkan peran serta masyarakat secara optimal seluruh sumber daya alam, manusia, dan dana yang tersedia (Sembiring 1992:34).

Perkembangan industri pengolahan pangan berlangsung seiring sejalan dengan berkembangnya teknologi pangan di Indonesia. Sebelum dikenalnya teknologi pangan modern yang bersifat massal yang di impor dari negara-negara barat, di Indonesia telah berkembang teknolgi pangan tradisional, misalnya teknologi fermentasi, teknologi pengawetan dengan garam atau gula, teknologi pengaturan kadar air, misalnya makanan kering atau setengah basah.

Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah sebagian besar merupakan kawasan pesisir pantai dan memiliki potensi yang besar dalam sektor perikanan, khususnya perikanan laut. Produksi ikan dengan potensi yang besar di Kabupaten Tapanuli


(12)

2

Tengah dapat dimaksimalkan dengan pengembangan kawasan industri pengolahan ikan.

Pengembangan usaha home industry merupakan salah satu embrio usaha kecil menengah untuk mengolah hasil produksi sektor primer menjadi barang jadi. Desa Hajoran salah satu desa di Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagian masyarakatnya melakukan usaha (home industry) mengolah hasil perikanan laut. Usaha yang dilakukan yaitu mengolah ikan laut menjadi ikan asin . Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengatasi kelemahan hasil perikanan yang tidak tahan lama, cepat busuk, dan jumlah tiap tangkapan juga sedikit.

Kondisi industri pengolahan perikanan di wilayah pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah masih dalam skala pengelolaan tradisional dan tersebar di beberapa kecamatan-kecamatan yang ada di pesisir. Dalam pembuatan ikan asin rebus kering bahan baku utamanya adalah ikan segar. Jenis ikan yang biasanya diolah pada umumnya adalah Teri (Stolephorus sp), Kembung (Restellinger sp), Layang (Decapterus ruselli), Balato Aceh/Tembang (Sardinella fimbricata), Selar (Atule Mate) dan cumi-cumi (lolligo sp).

Dari hasil observasi awal yang peneliti lakukan bahwa pengolahan ikan asin dengan cara penggaraman di ikuti perebusan di Desa Hajoran pertama kali diperkenalkan oleh seorang saudagar Tionghoa yang berasal dari Tanjung Balai pada tahun 1987. Semenjak saat itu masyarakat desa Hajoran yang bekerja ditempat pengolahan ikan asin milik saudagar Tionghoa tersebut belajar cara ketrampilan mengolah ikan asin dengan cara perebusan, yang kemudian hari setelah mereka mahir mereka mendirikan uasaha sendiri dirumah masing-masing.


(13)

3

Bisnis yang mereka kembangkan mengalami kesuksesan, hal ini di dukung oleh faktor-faktor: hampir semua penduduk di daerah Hajoran adalah nelayan jadi untuk mendapatkan bahan baku lebih mudah dan melimpah, kondisi cuaca yang mendukung untuk proses pengeringan ikan asin, selain itu desa hajoran dekat dengan jalan raya dan dekat dengan pasar besar saat itu di Sibolga sehingga untuk pemasaran tidaklah sulit.

Namun di balik perkembangan industri rumah tangga pengolahan ikan asin di desa Hajoran, banyak masalah mendasar yang dihadapi para pengolah antara lain kesulitan dalam hal bahan baku dan modal usaha.

Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi peneliti untuk meneliti perjalanan home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran dari tahun 1987 sampai tahun 1998, adapun alasan peneliti memulai dari tahun 1987 adalah karena tahun inilah awal munculnya dan mulai berkembangnya industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran. Pada tahun 1998 terjadi masalah krisis ekonomi yang berpengaruh terhadap roda perekonomian Indonesia termasuk seluruh kegiatan industri mengalami penurunan, alasan tersebutlah yang membuat peneliti membatasi hanya sampai tahun 1998.

Berdasarkan pengamatan diatas peneliti tertarik untuk lebih jauh meneliti bagaimana Perkembangan Home Industry Pengolahan Ikan Asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (1987-1998).


(14)

4

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana proses produksi home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran.

2. Bagaimana keadaan ekonomi tenaga kerja yang bekerja pada home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran.

3. Faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat majunya home industri ikan asin di Desa Hajoran.

4. Bagaimana tingkat pendapatan pengusaha home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran.

5. Usaha-usaha apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam

mengembangkan home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran. 6. Upaya-upaya yang dilakukan pengolah ikan asin di Desa Hajoran dalam

meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil prroduksinya.

C. Pembatasan Masalah

Agar masalah yang diteliti lebih spesifik dan terfokus, maka peneliti membatasi permasalahan pada Perkembangan Home Industri Pengolahan ikan Asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (1987-1998).


(15)

5

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas maka yang menjadi rumusan masalah adalah:

1. Bagaimana sejarah berdirinya home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah?

2. Bagaimana perkembangan home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah dari tahun 1987-1998?

3. Bagaimana faktor-faktor produksi (modal, bahan baku, keterampilan, tenaga kerja,dan pemasaran) home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah?

E. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah? 2. Untuk mengetahui perkembangan home industri pengolahan ikan asin di

Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah?

3. Untuk mengetahui faktor-faktor produksi (modal, bahan baku, keterampilan, dan pemasaran) home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah?


(16)

6

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bahan masukan bagi peneliti khususnya dalam pembuatan karya tugas ilmiah berbentuk skripsi.

2. Dari penelitian ini diharapkan menambah wawasan bagi pembaca, khususnya bagi masyarakat Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

3. Sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi mahasiswa jurusan pendidikan sejarah maupun mahasiswa lainnya dengan bidang penelitian yang sama pada lokasi yang berbeda untuk mendapatkan kesimpulan yang sempurna.

4. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah setempat untuk memperhatikan industri-industri kecil, khususnya home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.


(17)

67

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan serangkaian kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan data hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Industri pengolahan ikan asin dengan cara penggaraman di ikuti proses perebusan didirikan pertama kali tahun 1987 oleh seorang pendatang Tioghoa dari Tanjung Balai bernama Cek Khun yang menyewa tanah di desa hajoran, dialah yang pertama kali membuka bisnis pengolahan ikan dengan tehnik penggaraman di ikuti perebusan di desa Hajoran, sehingga hasil akhir dari proses perebusan ini adalah ikan asin rebus kering, bisnis pengolahan ikan asin ini pun sukses di desa Hajoran, hal ini di dukung oleh faktor-faktor: hampir semua penduduk di daerah hajoran adalah nelayan jadi untuk mendapatkan bahan baku lebih mudah dan melimpah, kondisi cuaca yang mendukung untuk proses pengeringan ikan asin, selain itu desa hajoran dekat dengan jalan raya dan dekat dengan pasar besar saat itu di Sibolga sehingga untuk pemasaran tidaklah sulit. Pada saat itu mayarakat yang bekerja di tempat pengolahan ikan asin orang tionghoa tersebut mulai belajar ketrampilan cara proses memproduksi ikan asin dan selanjutnya masyarakat mulai berangsur-angsur membuka usaha sendiri dirumah masing-masing.


(18)

68

2. Kegiatan Produksi tak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, demikian juga halnya dengan faktor-Faktor Produksi (modal, bahan baku, keterampilan, tenaga kerja, dan pemasaran) yang mempengaruhi home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

3. Perkembangan home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami peningkatan dalam kurun waktu 3 tahun (1987 – 1990) semenjak pengolahan ikan asin dengan cara penggaraman diikuti perebusan pertamakali diperkenalkan kepada masyarakat, perkembangannya sangat cepat dalam kurun waktu 3 tahun tersebut telah berdiri 10 unit tempat pengolahan milik masyarakat. Pada tahun 1987-1990 jumlah tempat pengolahan bertambah menjadi 20 unit itu artinya rata-rata setiap tahun tempat pengolahan bertambah 2-3 unit/tahun. Puncaknya terjadi pada kurun waktu 1996-1997 yaitu 35 unit tempat pengolahan ikan asin yang beroperasi setiap hari di desa Hajoran. Pada tahun 1998 terjadi masalah krisis ekonomi yang berpengaruh terhadap roda perekonomian Indonesia termasuk seluruh kegiatan industri mengalami penurunan tak terkecuali Industri Kecil Maupun Industri Rumah Tangga. Pada tahun 1998 terjadi penurunan drastis dimana dari 35 unit tempat pengolahan ikan asin di desa Hajoran hanya 5 unit yang mampu bertahan dari guncangan krisis ekonomi. Jadi dapat dipersentasikan bahwa industri pengolahan ikan asin di desa hajoran yang bertahan pada tahun 1998 hanya 14, 28% .


(19)

69

4. Jumlah produksi di desa Hajoran tiap minggunya tidaklah tetap. Setiap unit pengolahan ikan asin menghasilkan jumlah produksi berbeda, hal ini disebabkan pengolahan ikan asin bergantung pada jumlah ikan segar yang di dapat nelayan, jumlah unit perebusan, dan modal usaha yang dimiliki. 5. Dalam perkembangannya pemilik home industri pengolahan ikan asin di

desa Hajoran tak lepas dari kendala-kendala yang di hadapinya, yaitu kondisi cuaca yang tidak menentu, bahan baku yang sulit di dapat dan kesulitan dalam hal modal usaha.

B. Saran

1. Pemerintah setempat harus lebih mempromosikan ikan asin, bukan hanya siluar Kabupaten melainkan diluar provinsi atau mancanegara.

2. Maju mundurnya industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran lebih tergantung pada modal dan bahan baku, maka pemerintah setempat harus mengalokasikan dana tersendiri untuk membantu pemilik pengolahan ikan asin dan mendistribusikan ikan segar sebagai bahan baku dari luar daerah jika desa Hajoran kekurangan bahan baku.

3. Bagi instansi terkait diharapkan agar turun kelapangan untuk melakukan survey dan dapat membina para pemilik usaha pengolahan ikan asin di desa Hajoran baik dalam bentuk penyuluhan.


(20)

DAFTAR PUSTAKA

Ananta, Aris.1993. Ciri Demografis Kualitas Penduduk dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Lembaga Demografi dan Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Assauri, Sofyan. 1999. Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

BPS. 2011. Kecamatan Pandan Dalam Angka. BPS. Kabupaten Tapanuli Tengah Depdikbud. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta: Balai

Pustaka.

Djarijah, Abbas Siregar. 2000. Ikan Asin. Yogyakarta: Kanisius.

Eddy Afrianto dan Evi Liviawaty. 2011. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Yogyakarta: Kanisius.

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. 2011. Buku Pedoman Penulisan skripsi dan Proposan Penelitian Mahasiswa Program Studi pendidikan Sejarah. FIS Unimed.

Irzal Effendi dan Wawan Oktariza. 2006. Manajemen Agribisnis Perikanan. Jakarta: Penerbit Swadaya.

Jhonson, 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT. Garuda.

Kian Wee, Thee. 1994. Industrialisasi di Indonesia; Beberapa Kajian. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES.

Martono Hs, Sudiharjo., dkk. 1982. Geografi dan Kependudukan. Solo: Tiga Serangkai.

Mönks, F.J, A.M.P Knoers dan Siti Rahayu Hadionto. 1988. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: UGM Press.


(21)

Perry, Martyn. 2002.Mengembangkan Usaha Kecil dengan Memanfaatkan Bebagai Bentuk Jaringan Kerja Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sembiring, Sentosa. 1992. Himpunan Undang-Undang Hak Milik Perindustrian. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Sigalingging, Ruqiah. 2002. Prospek Pengembangan Usaha Pengolahan Ikan Asin di Kecamatan Sibolga Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Skripsi. Bogor: IPB.

Sinaga, Mardame Pangihutan. 2009. Analisis Hasil Tangkapan Pukat Ikan Kaitannya Dengan Kandungan Klorofil-A dan Suhu Permukaan laut di Perairan Tapanuli Tengah. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana IPB.

Thoha, Mahmud., dkk. 1998. Dampak Persetujuan Putaran Uruguay-GATT Terhadap Industri Kecil. Jakarta: UI Press.

Triwulan Pangan. 1990, Media Komunikasi dan Informasi Pangan; Cerah Industri Pengolahan Pangan di Indonesia. Jakarta: Triwulan Pangan. Vink, Gerard Juliaan.1984. Dasar-Dasar Usaha Tani di Indonesia. Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia.

Yan. 2012. BBM Naik, Omzet Usaha Perebusan Ikan di Tapteng Anjlok. Medan: Harian Analisa (online).

http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja, diakses tanggal 29 Maret 2011,pukul 21:00 wib

http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2197108

pengertian-keterampilan-dan-jenisnya/ diakses tanggal 29 maret 2011, pukul 21:00 wib

http://roedijambi.wordpress.com/2010/01/27/mengenal-hubungan-patron-klien/, di akses tanggal 7 Mei 2012, pukul 17.00 wib


(1)

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bahan masukan bagi peneliti khususnya dalam pembuatan karya tugas ilmiah berbentuk skripsi.

2. Dari penelitian ini diharapkan menambah wawasan bagi pembaca, khususnya bagi masyarakat Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

3. Sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi mahasiswa jurusan pendidikan sejarah maupun mahasiswa lainnya dengan bidang penelitian yang sama pada lokasi yang berbeda untuk mendapatkan kesimpulan yang sempurna.

4. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah setempat untuk memperhatikan industri-industri kecil, khususnya home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.


(2)

67

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan serangkaian kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan data hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Industri pengolahan ikan asin dengan cara penggaraman di ikuti proses perebusan didirikan pertama kali tahun 1987 oleh seorang pendatang Tioghoa dari Tanjung Balai bernama Cek Khun yang menyewa tanah di desa hajoran, dialah yang pertama kali membuka bisnis pengolahan ikan dengan tehnik penggaraman di ikuti perebusan di desa Hajoran, sehingga hasil akhir dari proses perebusan ini adalah ikan asin rebus kering, bisnis pengolahan ikan asin ini pun sukses di desa Hajoran, hal ini di dukung oleh faktor-faktor: hampir semua penduduk di daerah hajoran adalah nelayan jadi untuk mendapatkan bahan baku lebih mudah dan melimpah, kondisi cuaca yang mendukung untuk proses pengeringan ikan asin, selain itu desa hajoran dekat dengan jalan raya dan dekat dengan pasar besar saat itu di Sibolga sehingga untuk pemasaran tidaklah sulit. Pada saat itu mayarakat yang bekerja di tempat pengolahan ikan asin orang tionghoa tersebut mulai belajar ketrampilan cara proses memproduksi ikan asin dan selanjutnya masyarakat mulai berangsur-angsur membuka usaha sendiri dirumah masing-masing.


(3)

2. Kegiatan Produksi tak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, demikian juga halnya dengan faktor-Faktor Produksi (modal, bahan baku, keterampilan, tenaga kerja, dan pemasaran) yang mempengaruhi home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

3. Perkembangan home industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami peningkatan dalam kurun waktu 3 tahun (1987 – 1990) semenjak pengolahan ikan asin dengan cara penggaraman diikuti perebusan pertamakali diperkenalkan kepada masyarakat, perkembangannya sangat cepat dalam kurun waktu 3 tahun tersebut telah berdiri 10 unit tempat pengolahan milik masyarakat. Pada tahun 1987-1990 jumlah tempat pengolahan bertambah menjadi 20 unit itu artinya rata-rata setiap tahun tempat pengolahan bertambah 2-3 unit/tahun. Puncaknya terjadi pada kurun waktu 1996-1997 yaitu 35 unit tempat pengolahan ikan asin yang beroperasi setiap hari di desa Hajoran. Pada tahun 1998 terjadi masalah krisis ekonomi yang berpengaruh terhadap roda perekonomian Indonesia termasuk seluruh kegiatan industri mengalami penurunan tak terkecuali Industri Kecil Maupun Industri Rumah Tangga. Pada tahun 1998 terjadi penurunan drastis dimana dari 35 unit tempat pengolahan ikan asin di desa Hajoran hanya 5 unit yang mampu bertahan dari guncangan krisis ekonomi. Jadi dapat dipersentasikan bahwa industri pengolahan ikan asin di desa hajoran yang bertahan pada tahun 1998 hanya 14, 28% .


(4)

69

4. Jumlah produksi di desa Hajoran tiap minggunya tidaklah tetap. Setiap unit pengolahan ikan asin menghasilkan jumlah produksi berbeda, hal ini disebabkan pengolahan ikan asin bergantung pada jumlah ikan segar yang di dapat nelayan, jumlah unit perebusan, dan modal usaha yang dimiliki. 5. Dalam perkembangannya pemilik home industri pengolahan ikan asin di

desa Hajoran tak lepas dari kendala-kendala yang di hadapinya, yaitu kondisi cuaca yang tidak menentu, bahan baku yang sulit di dapat dan kesulitan dalam hal modal usaha.

B. Saran

1. Pemerintah setempat harus lebih mempromosikan ikan asin, bukan hanya siluar Kabupaten melainkan diluar provinsi atau mancanegara.

2. Maju mundurnya industri pengolahan ikan asin di Desa Hajoran lebih tergantung pada modal dan bahan baku, maka pemerintah setempat harus mengalokasikan dana tersendiri untuk membantu pemilik pengolahan ikan asin dan mendistribusikan ikan segar sebagai bahan baku dari luar daerah jika desa Hajoran kekurangan bahan baku.

3. Bagi instansi terkait diharapkan agar turun kelapangan untuk melakukan survey dan dapat membina para pemilik usaha pengolahan ikan asin di desa Hajoran baik dalam bentuk penyuluhan.


(5)

DAFTAR PUSTAKA

Ananta, Aris.1993. Ciri Demografis Kualitas Penduduk dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Lembaga Demografi dan Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Assauri, Sofyan. 1999. Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

BPS. 2011. Kecamatan Pandan Dalam Angka. BPS. Kabupaten Tapanuli Tengah Depdikbud. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta: Balai

Pustaka.

Djarijah, Abbas Siregar. 2000. Ikan Asin. Yogyakarta: Kanisius.

Eddy Afrianto dan Evi Liviawaty. 2011. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Yogyakarta: Kanisius.

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. 2011. Buku Pedoman Penulisan skripsi dan Proposan Penelitian Mahasiswa Program Studi pendidikan Sejarah. FIS Unimed.

Irzal Effendi dan Wawan Oktariza. 2006. Manajemen Agribisnis Perikanan. Jakarta: Penerbit Swadaya.

Jhonson, 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT. Garuda.

Kian Wee, Thee. 1994. Industrialisasi di Indonesia; Beberapa Kajian. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES.

Martono Hs, Sudiharjo., dkk. 1982. Geografi dan Kependudukan. Solo: Tiga Serangkai.

Mönks, F.J, A.M.P Knoers dan Siti Rahayu Hadionto. 1988. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: UGM Press.


(6)

Perry, Martyn. 2002.Mengembangkan Usaha Kecil dengan Memanfaatkan Bebagai Bentuk Jaringan Kerja Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sembiring, Sentosa. 1992. Himpunan Undang-Undang Hak Milik Perindustrian. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Sigalingging, Ruqiah. 2002. Prospek Pengembangan Usaha Pengolahan Ikan Asin di Kecamatan Sibolga Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Skripsi. Bogor: IPB.

Sinaga, Mardame Pangihutan. 2009. Analisis Hasil Tangkapan Pukat Ikan Kaitannya Dengan Kandungan Klorofil-A dan Suhu Permukaan laut di Perairan Tapanuli Tengah. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana IPB.

Thoha, Mahmud., dkk. 1998. Dampak Persetujuan Putaran Uruguay-GATT Terhadap Industri Kecil. Jakarta: UI Press.

Triwulan Pangan. 1990, Media Komunikasi dan Informasi Pangan; Cerah Industri Pengolahan Pangan di Indonesia. Jakarta: Triwulan Pangan. Vink, Gerard Juliaan.1984. Dasar-Dasar Usaha Tani di Indonesia. Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia.

Yan. 2012. BBM Naik, Omzet Usaha Perebusan Ikan di Tapteng Anjlok. Medan: Harian Analisa (online).

http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja, diakses tanggal 29 Maret 2011,pukul 21:00 wib

http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2197108

pengertian-keterampilan-dan-jenisnya/ diakses tanggal 29 maret 2011, pukul 21:00 wib

http://roedijambi.wordpress.com/2010/01/27/mengenal-hubungan-patron-klien/, di akses tanggal 7 Mei 2012, pukul 17.00 wib