BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - BAB IV

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Umum
Kabupaten Sidrap beribukota di Pangkajenne Sidrap dan terletak
antara 3043 – 4009 Lintang Selatan dan 119041 - 120010 Bujur Timur dan
masing-masing berbatasan dengan:
Sebelah Utara

= Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Enrekang

Sebelah Timur

= Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo

Sebelah selatan

= Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng

Sebelah barat

= Kabupaten pinrang dan Kabupaten Pare-pare

Wilayah administratif Kabupaten Sidrap terbagi dalam 11
kecamatan dan 106 Desa/kelurahan dengan luas 1.883,25 Km2. Kecamatan
terluas Pitu Riase dan Pitu Riawa dengan luas masing-masing 844,77 Km2 dan
210,43 Km2. Sebagian besar keadaan tanah Sidrap di Kabupaten Sidrap
berbentuk datar.
Jumlah sungai yang mengaliri wilayah Kabupaten Sidrap sekitar 38
aliran sungai, dengan jumlah aliran terbesar di Kecamatan Watang Pulu dan
Dua Pitue. Yakni 8 aliran sungai, sungai terpanjang terctat ada 3 sungai yaitu
Bilokka dengan panjang sungai 20.000 m dan Sungai Bila 15.100 m dan
Sungai Rappang 15.000 m.
Jumlah daya listrik terjual pada tahun 2009 sebesar 103.300.514
Kwh yang terbagi atas beberapa jenis pelanggan yaitu pelanggan sosial
dengan jumlah listrik yang terjual untuk tahun 2009 sebesar 781.431 Kwh,

36

37

pelanggan rumah tangga 23.181.034 Kwh, pelanggan bisnis jumlah daya yang
terjual sebesar 4.763.716 Kwh, pelanggan industri jumlah daya terjual sebesar
1.303.339 Kwh dan pelanggan pemerintahan jumlah daya terjual sebesar
2.893.186 Kwh.
Tabel 1. Memperlihatkan pertambahan jumlah penduduk dan rumah tangga
Kabupaten Sidrap pada tahun 1999-2009.
jumlah penduduk
jumlah rumah tangga
(jiwa)
(KK)
1999
241439
52173
2000
242207
55200
2001
241448
55344
2002
241716
55344
2003
246067
55322
2004
248479
55679
2005
244821
55679
2006
248816
62921
2007
248769
62921
2008
250666
63403
2009
252483
63772
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap
tahun

B. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sidrap
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) salah satu fungsinya yakni
untuk melihat hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai sebelumnya dan
untuk menggambarkan sasaran pembangunan yang ingin dicapai kemudian.
PDRB merupakan salah satu indikator perekonomian yang penting bagi suatu
daerah yang diartikan sebagai keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang
dihasilkan dalam satu tahun disuatu wilayah. Guna mendapatkan series data
yang sesuai, maka dilakukan penyempurnaan perhitungang PDRB yang

38

berupa perubahan tahun dasar dimana sebelumnya digunakan tahun dasar
1983 dan sejak tahun 1993 sampai sekarang telah menggunakan tahun dasar
1993.
Perkembangan perekonomian di Kabupaten Sidrap selama priode 10
tahun terakhir, 1999-2009, telah mengalami kemajuan yang berarti. Hal
tersebut diperlihatkan dari hasil perhitungan PDRB Kabupaten Sidrap , pada
tahun 2009 nilai PDRB atas dasar harga berlaku telah mencapai 2510070 juta
sedang pada tahun 1999 834160.90 juta
Tabel 2. PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga
konstan1993 serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap
tahun 1999-2009.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap tahun 1999-2009
PDRB Harga
PDRB Harga
Pertumbuhan
Tahun
Berlaku (Rp)
konstan (Rp)
(%)
1999
834160.90
834561.07
2000
856382.11
856382.11
2.66
2001
1009390.01
904491.82
17.86
2002
1124260.02
961797.83
11.38
2003
1190279.13
1002543.98
5.87
2004
1301045.58
1035486.25
9.30
2005
1505466.60
1120899.05
15.71
2006
1729724.60
1198896.30
14.89
2007
1957682.83
1264330.02
13.17
2008
2405539.60
1368325.73
22.87
2009
2510070.00
1389226.01
4.34
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap
Dari tabel 2. Di atas bisa kita lihat bahwa rata-rata pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Sidrap selama priode 1999-2009 sebesar 11.87% dimana
laju pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008 yakni sebesar 22.87%. Tahun
2000 sebesar 2.66%, tahun 2001 sebesar 17.86%, tahun 2002 sebesar 11.38%,

39

tahun 2003 sebesar 5.87%, tahun 2004 sebesar 9.30%, tahun 2005 sebesar
15.71%, tahun 2006 sebesar 14.89%, tahun 2007 sebesar 13.17% dan tahun
2009 sebesar 4.34%.
Perkembangan struktur ekonomi di Kabupaten Sidrap dapat ditinjau
berdasarkan distribusi PDRB menurut sektor atas dasar harga berlaku.
Konstribusi sektor pertanian terhadap pembentukan total PDRB Kabupaten
Sidrap masih memegang peranan. Selama kurun waktu tahun 1999-2009.
Dimana pada tahun 2008 sektor pertanian memberikan konstribusi sebesar
51%, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 0.49%, serktor industri
sebesar 7.17%, sektor listrik gas dan air sebesar 1.09%, sektro bangunan
sebesar 6.81% sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 10.96%, sektor
angkutan dan komunikasi sebesar 3.03%, sektor keuangan,persewaan, dan jasa
perusahaan sebesar 4.63% dan sektor jasa sebesar 0.40%
C. Deskripsi Data Pelanggan Listrik di Kabupaten Sidrap
Perkembangan pemakaian energi listrik di Kabupaten Sidrap tak
dapat dipisahkan dengan perkembangan jumlah penduduk. Dari data yang
diperoleh menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Sidrap
cenderung mengalami peningkatan, demikian juga dengan data pelanggan di
Kabupaten Sidrap. Data perkembangan pelanggan listrik PT. PLN dapat
diperlihatkan pada tabel di bawah ini:

40

Tabel 3. Jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Sidrap
Jumlah Pelanggan di
jumlah energi
Kabupaten Sidrap
yang terpasang
(VA)
Tahun
Jumlah pelanggan
1999
2000
44417
28891660
2001
45298
30565100
2002
46013
32075100
2003
46469
32784100
2004
46724
33465866
2005
46761
34346616
2006
47291
35319716
2007
48198
37073016
2008
49048
38858000
2009
49953
40010250
Sumber : PT. PLN (Persero) Wilayah. Sulseltrabar Cabang Pare-Pare
Berdasarkan data jumlah

pelanggan tahunan di atas dapat

dideskripsikan bahwa data tahun 1999, sampai dengan tahun 2009, terlihat
bahwa:
Tingkat pertumbuhan =

49953−44417
x 100 %
44417

= 12,46%
Dan rata-rata pertumbuhannya,
11.84
Rata-rata pertumbuhannya = 10−1
= 1.31%

D. Kondisi kelistrikan di Kabupaten Sidrap

41

Penyaluran sistem daya listrik pada PT. PLN (persero) ranting
Pangsid berasal dari interkoneksi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang
disalurkan melalui saluran transmisi berupa salauran udara 150 KV. Setelah
tenaga listrik disalurkan melalui saluran transmisi maka sampailah tenaga
listrik di Gardu Induk (GI) Sidrap yang diturunkan tegangannya melalui
transformator penurun tegangan (step down transformer) menjadi tegangan
menengah 20 KV atau biasa disebut dengan tegangan distribusi primer dan
kemudian diturunkan tegangannya pada gardu-gardu distribusi menjadi
380/220 Volt, kemudian disalurkan ke pelanggan atau konsumen.
Kapasitas gardu induk di Kabupaten Sidrap sebesar 20 MVA dan
terdapat 5 feeder , yaitu P.1 Ampparita, P.2 Rappang, P.3 Enrekang P.4
Pangkajenna P.5 Tanru Tedong.(Lihat lampiran 1)
E. Jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten Sidrap
Berkaitan dengan energi yang terpakai erat kaitanya dengan
pelanggan. Pelanggan yang ada di Kabupaten Sidrap berdasarkan jenis
tarifnya ada 5 jenis tarif yaitu pelanggan Rumah tangga (tarif R), pelanggan
sosial (tarif S), pelanggan bisnis (tarif B) dan pelanggan industri (tarif I),
penggolongan tarif tersebut berdasarkan batas daya tersambung
Tabel di bawah ini menujukkan jumlah daya listrik tersambung di
Kabupaten Sidrap pada tahun 1999-2009.

42

Tahun

Tabel 4. Jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten Sidrap tahun
1999-2009
Jumlah Daya Listrik Tersambung (VA)
Jumlah
R. Tangga
Sosial
Bisnis
Industri
Pemerintah
total

1999
2000

23,498,650

655,200

2,225,550

1,621,450

760,223

2001

24,730,600

687,550

2,712,500

1,511,950

916,500

2002

25,743,150

708,300

3,021,800 1,615,250
986,650
3,019,10
1,564,50
2003
26,380,000
737,400
0
0
1,083,100
3,223,30
1,562,70
2004
26,598,200
840,700
0
0
1,231,966
3,965,00
1,546,40
2005
27,022,050
914,400
0
0
1,290,666
3,918,15
1,372,20
2006
27,730,500
965,800
0
0
1,332,066
1,029,25
4,116,35
1,625,60
2007
28,936,350
0
0
0
1,392,466
1,222,80
4,466,55
1,716,66
2008
28,981,450
0
0
0
1,470,600
1,271,25
4,547,10
1,712,10
2009
29,876,600
0
0
0
1,606,000
Sumber : PT PLN (Persero) Wilayah sulseltrabar Cabang Pare-Pare

28,891,66
0
30,565,10
0
32,075,10
0
32,784,10
0
33,465,86
6
34,346,61
6
35,319,71
6
37,073,01
6
38,858,00
0
40,010,25
0

Berdasarkan data (lihat tabel IV.4) terlihat bahwa jumlah daya listrik
tersambung yang setiap tahunnya mengalami peningkatan yaitu jumlah daya
listrik tersambung untuk pelanggan Rumah tangga pada tahun 2000 daya
listrik tersambung sebesar 23,498,650 VA, sembilan tahun kemudian yaitu
tahun 2009 meningkat menjadi 29,876,600 VA untuk pelanggan sosial pada
tahun 2000 daya listrik yang tersambung sebesar 655,200 VA, sembilan
tahun kemudian yaitu tahun 2009 meningkat menjadi 1,271,250 VA, Pada
pelanggan bisnis daya listrik yang tersambung pada tahun 2000 adalah
sebesar 2,225,550 VA dan sembilan tahun kemudian yaitu tahun 2009

43

meningkat menjadi 4,547,100 VA, Pada pelanggan industri daya tersambung
pada tahun 2000 sebesar 1,621,450 VA dan sembilan tahun kemudian
meningkat yaitu pada tahun 2009 sebesar 1,712,100 VA dan pada pelanggan
pemerintah daya listrik tersambung pada tahun2000 sebesar 760,223 VA dan
sembilan tahun kemudian yaitu tahun 2009 meningkat menjadi 1,606,000
VA. Sedangkan naik turunnya jumlah listrik tersambung pada industri
disebabkan karena di Kabupaten Sidrap masih berupa industri musiman.
Berdasarkan data jumlah daya listrik tersambung pada tahun 2000
sampai 2009 sesuai tabel IV.1 maka perlu dibuat suatu estimasi berapa besar
energi listrik yang akan tersambung pada tahun 2011 sampai 2020 dimasa
mendatang.
Sesuai dengan hasil regresi yang ada pada lampiran 1 daya listrik
terambung pada tahun 2011 sampai 2020 untuk pelanggan Rumah tangga,
sosial, bisnis, industri dan pemerintah diperoleh persamaan regresi sebagai
berikut:
Untuk pelanggan Rumah (lihat pada lampiran 1) diperoleh
persamaan:
Yt = 22247314.46 +(-2.15)X1t + 3.34X2t
Sehingga untuk mengetahui estimasi jumlah penduduk X111 dan
PDRB X211 untuk tahun ke 7 yaitu tahun 2011 dapat dihitung dengan
persamaan:
X111 = 246082.8 + 1127.027 (7)
= 253972

44

X211 = 1493091.035 + 172247.005 (7)
= 2698820 Juta
Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di
atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah
daya listrik tersambung
Y11 = 22247314.46 +(-2.15)X111 + 3.34X211
= 22247314.46 + (-2.15)(253972) + 3.43(2698820)
= 30,722,927 VA
Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena
nilai statistik Uji-F sebesar 34.55 atau p = 0.0002 (lihat lampiran 1),
Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk
berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi
berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik
sebesar 0.95 dengan nilai determinasi 0.90. Dengan demikian variasi
perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua
variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 90% dan hanya 10%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.
Untuk pelanggan sosial (lihat pada lampiran 1) diperoleh persamaan:
Yt = 240028.3 + 0.356X1t + 0.371X2t
Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di

45

atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah
daya listrik tersambung
Y11 = 240028.3 + 0.356X111 + 0.371X211
= 240028.3 + 0.356(253972) + 0.371(2698820)
= 1,332,725 VA
Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena
nilai statistik Uji-F sebesar 399.47 atau p = 6.10 (lihat lampiran 1), Artinya
secara

bersama-sama

variabel

pendaptan

dan

jumlah

penduduk

berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi
berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik
sebesar 0.99 dengan nilai determinasi 0.99. Dengan demikian variasi
perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua
variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 99% dan hanya 1%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.
Untuk pelanggan bisnis (lihat pada lampiran 1) diperoleh persamaan:
Yt = 1653547 + (-0.755)X1t + 1.312X2t
Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di
atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah
daya listrik tersambung
Y11 = 1653547 + (-0.755)X1t + 1.312X2t
= 1653547 + (-0.755) (253972) + 1.312 (2698820)
= 5,004,809 VA

46

Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena
nilai statistik Uji-F sebesar 33.71 atau p = 0.0002 (lihat lampiran 1),
Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk
berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi
berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik
sebesar 0.95 dengan nilai determinasi 0.90. Dengan demikian variasi
perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua
variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 90% dan hanya 10%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.
Untuk pelanggan industri (lihat pada lampiran 1) diperoleh
persamaan:
Yt = 1621695 + (-0.761)X1t + 0.091X2t
Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di
atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah
daya listrik tersambung
Y11 = 1621695 + (-0.761)X1t + 0.091X2t
= 1621695 + (-0.761) (253972) + 0.091 (2698820)
= 1,676,451 VA
Persamaan di atas tidak signifikan pada taraf nyata α sebesar 10%
karena nilai statistik Uji-F sebesar 1.16 atau p = 0.36 (lihat lampiran 1),
Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk
berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi

47

berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik
sebesar 0.50 dengan nilai determinasi 0.25. Dengan demikian variasi
perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua
variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 25% dan hanya 75%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.
Untuk pelanggan pemerintah (lihat pada lampiran 1) diperoleh
persamaan:
Yt = 440146+ 0.44X1t + 0.425X2t
Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di
atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah
daya listrik tersambung.
Y11 = 440146 + 0.44X1t + 0.425X2t
= 440146 + 0.44 (253972) + 0.425 (2698820)
= 1,699,202 VA
Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena
nilai statistik Uji-F sebesar 29.48 atau p = 0.0003 (lihat lampiran 1),
Artinya secara bersama-sama variabel pendaptan dan jumlah penduduk
berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi
berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik
sebesar 0.94 dengan nilai determinasi 0.89. Dengan demikian variasi
perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua

48

variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 89% dan hanya 11%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.

Untuk Kabupaten Sidrap

(lihat pada lampiran 1) diperoleh

persamaan:
Yt = 26202730 + (-2.874)X1t + 5.544X2t
Sehingga untuk mengetahui estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung (Yt) pada tahun (t), dapat dihitung dengan persamaan tersebut di
atas. Misalnya pada tahun Y11 (2011) dapat diestimasi peningkatan jumlah
daya listrik tersambung
Y11 = 26202730 + (-2.874)X1t + 5.544X2t
= 26202730 + (-2.874) (253972) + 5.544 (2698820)
= 40,436,113 VA
Persamaan di atas signifikan pada taraf nyata α sebesar 10% karena
nilai statistik Uji-F sebesar 52.03 atau p = 6.28 (lihat lampiran 1), Artinya
secara

bersama-sama

variabel

pendaptan

dan

jumlah

penduduk

berpengaruh terhadap konsumsi energi listrik di Kabupaten Sidrap. Korelasi
berganda dari kedua variabel bebas terhadap kebutuhan energi listrik
sebesar 0.96 dengan nilai determinasi 0.93. Dengan demikian variasi
perubahan kebutuhan energi di Kabupaten Sidrap ditentukan oleh kedua
variabel tersebut secara bersama-sama sebesar 93% dan hanya 7%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati pada penelitian ini.

49

Tabel 5. Estimasi jumlah daya listrik tersambung di Kabupaten
Sidrap pada tahun 2010 sampai 2020.
tahun

R. tangga

2010

30,149,497

2011

30,722,927

2012

31,296,357

2013

31,869,787

2014

32,443,217

2015

33,016,647

2016

33,590,076

2017

34,163,506

2018

34,736,936

2019

35,310,366

2020

35,883,796

jumlah daya listrik tersambung (VA)
Sosial
bisnis
industri
pemerintah
1,268,36 4,779,52 1,661,46
4
6
6
1,625,489
1,332,72 5,004,80 1,676,45
5
9
1
1,699,202
1,397,08 5,230,09 1,691,43
6
2
6
1,772,914
1,461,44 5,455,37 1,706,42
7
5
1
1,846,626
1,525,80 5,680,65 1,721,40
8
8
6
1,920,338
1,590,16 5,905,94 1,736,39
9
1
1
1,994,050
1,654,53 6,131,22 1,751,37
0
4
6
2,067,763
1,718,89 6,356,50 1,766,36
1
7
1
2,141,475
1,783,25 6,581,79 1,781,34
2
0
7
2,215,187
1,847,61 6,807,07 1,796,33
3
3
2
2,288,899
1,911,97 7,032,35 1,811,31
4
6
7
2,362,611

jumlah total
39,484,342
40,436,113
41,387,884
42,339,656
43,291,427
44,243,198
45,194,969
46,146,740
47,098,512
48,050,283
49,002,054

Sesuai dengan tabel di atas maka dapat digambarkan dengan
diagram balok pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung yang akan jadi

50

pelanggan Rumah tangga, Sosial, bisnis, Industri dan Pemerintahandi
Kabupaten Sidrap pada tahun 2010 sampai 2020.
40000000
35000000
30000000
R. tangga
Sosial
bisnis
industri
pemerintah

25000000
20000000
15000000
10000000
5000000
0
20102011201220132014201520162017201820192020

e s t im a s i ju m la h d a y a lis t r ik t e r s a m b u n g ( V A )

Gambar 5. Diagram balok estimasi peningkatan jumlah daya listrik
tersambung pada tahun 2010 sampai 2020
Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan Rumah tangga dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan
seperti pada kurva di bawah ini.
37000000
36000000
35000000
34000000
33000000
32000000
31000000
30000000
2010 2012 2014 2016 2018 2020

R. tangga
R. tangga

tahun

Gambar 6. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung
untuk pelanggan Rumah tangga dari tahun 2010 sampai
2020

e s t im a s i ju m la h d a y a lis t r ik t e r s a m b u n g ( V A )

51

Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan sosial dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan seperti
pada kurva di bawah ini.
2000000
1900000
1800000
1700000
1600000
1500000
1400000
1300000
1200000
2010

Sosial

2012

2014

2016

2018

2020

tahun

e s t im a s i ju m la h d a y a lis t r ik t e r s a m b u n g ( V A )

Gambar 7. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung
untuk pelanggan Sosial pada tahun 2010 sampai 2020
Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan Bisnis dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan seperti
pada kurva di bawah ini.
7000000
6500000
6000000
5500000
5000000

bisnis

4500000
4000000
2010

2012

2014

2016

2018

2020

tahun

Gambar 8. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung
untuk pelanggan Bisnis pada tahun 2010 sampai 2020

e s t im a s i ju m la h d a y a lis t r ik t e r s a m b u n g ( V A )

52

Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

pelanggan Industri dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan seperti
pada kurva di bawah ini.
1900000
1850000
1800000
1750000
1700000

industri

1650000
1600000
2010

2012

2014

2016

2018

2020

tahun

Gambar 9. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung
untuk pelanggan Industri pada tahun 2010 sampai 2020
Estimasi peningkatan jumlah daya listrik tersambung untuk

e stim a si jum la h da ya listrik tersa m bung (VA)

pelanggan Pemerintah dari tahun 2010 sampai 2020 dapat digambarkan
seperti pada kurva di bawah ini.
2400000
2300000
2200000
2100000
2000000
pemerintah

1900000
1800000
1700000
1600000
2010 2012

2014

2016 2018

2020

tahun

Gambar 10. Estimasi pertumbuhan jumlah daya listrik tersambung
untuk pelanggan Pemerintah pada tahun 2010 sampai
2020.

53

F. Pembahasan
Hasil analisis regresi Estimasi diperoleh bahwa jumlah daya listrik
tersambung untuk pelanggan Rumah tangga, sosial, bisnis, industri dan
pemerintah terlihat bahwa setiap tahunnya mengalami peningkatan dan
berdasarkan

gambar

kurva

regresi

jumlah

daya

listrik

tersambung

menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier. Dari data Estimasi
pemakaian daya listrik tersambung untuk pelanggan Rumah tangga pada tahun
2010 diperoleh bahwa daya listrik tersambung sebesar 30,149,497 VA,
sepuluh tahun kemudian meningkat menjadi 35,883,796 VA, atau meningkat
sebesar 19.02% atau rata-rata pertumbuhannya sebesar 1.76%. dan ini sesuai
dengan gambar 5. Yaitu suatu kurva yang menunjukkan bahwa terjadi
peningkatan yang linier.
Untuk pelanggan Sosial pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya
listrik tersambung sebesar 1,268,364 VA, sepuluh tahun kemudian meningkat
menjadi 1,911,974 VA, atau meningkat sebesar 50.74% atau rata-rata
pertumbuhannya sebesar 4.19%. dan ini sesuai dengan gambar 6. Yaitu suatu
kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.
Untuk pelanggan Bisnis pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya
listrik tersambung sebesar 4,779,526VA, sepuluh tahun kemudian meningkat
menjadi 7,032,356 VA, atau meningkat sebesar 47.13% atau rata-rata
pertumbuhannya sebesar 3.93%. dan ini sesuai dengan gambar 7. Yaitu suatu
kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.

54

Untuk pelanggan Indusri pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya
listrik tersambung sebesar 1,661,466 VA, sepuluh tahun kemudian meningkat
menjadi 1,811,317 VA, atau meningkat sebesar 9.01% atau rata-rata
pertumbuhannya sebesar 0.87%. dan ini sesuai dengan gambar 8. Yaitu suatu
kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.
Untuk pelanggan Pemerintah pada tahun 2010 diperoleh bahwa
daya listrik tersambung sebesar 1,625,489 VA, sepuluh tahun kemudian
meningkat menjadi 2,363,611 VA, atau meningkat sebesar 45.35% atau ratarata pertumbuhannya sebesar 3.81%. dan ini sesuai dengan gambar 9. Yaitu
suatu kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.

Untuk Kabupaten Sidrap

pada tahun 2010 diperoleh bahwa daya listrik

tersambung sebesar 39,484,342 VA, sepuluh tahun kemudian meningkat
menjadi 49,002,054 VA, atau meningkat sebesar 24.11% atau rata-rata
pertumbuhannya sebesar 2.18%. dan ini sesuai dengan gambar 10. Yaitu suatu
kurva yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang linier.


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1655 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 429 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 393 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 241 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 351 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 502 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 444 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 284 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 453 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 524 23