FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ORANG TUA MENIKAHKAN ANAK PEREMPUANYA PADA USIA DINI ( Studi Deskriptif di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember)

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ORANG TUA MENIKAHKAN ANAK
PEREMPUANYA PADA USIA DINI
( Studi Deskriptif di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember)
FACTORS THAT CAUSE PARENTS TO MARRY OF GIRLS IN EARLY
CHILDHOOD
(Study Deskriptif on Tempurejo Village, Tempurejo Subdistrict, Jember Regency)

SKRIPSI

Oleh:

Retno Sulistyowati
080910301044

JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2014

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ORANG TUA MENIKAHKAN ANAK
PEREMPUANYA PADA USIA DINI
( Studi Deskriptif di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember)
FACTORS THAT CAUSE PARENTS TO MARRY OF GIRLS IN EARLY
CHILDHOOD
(Study Deskriptif on Tempurejo Village, Tempurejo Subdistrict, Jember Regency)

SKRIPSI
Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat
untuk menyelesaikan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (S1)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember
dan mencapai gelar Sarjana Sosial

Oleh:

Retno Sulistyowati
NIM 080910301044

JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2014

i

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PERSEMBAHAN

Skripsi ini banyak memberikan inspirasi-inspirasi dan banyak pula yang medukung
didalamnya, dipersembahkan kepada :
Kedua orang tua tercinta, Bapak Juhri dan Ibu Nanik takkan pernah bisa
membalas budi mereka selama ini, terimakasih atas segala do’a dan
dukungannya.
Saudara Kandungku, Kakak-kakakku Agus Sofyan, Fitriatur Rohma dan
adikku Moch. Arif Kurniawan, serta kakak iparku Puri dan keponakanku
Natasya dan Agri yang selalu memberi semangat dalam hidupku.
Almamater Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik, Universitas Jember yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang
sangat luas. Semoga almamaterku semakin berjaya dari masa ke masa.

ii

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

MOTTO
Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya, Dia (Allah) menciptakan buatmu dari
jenismu sendiri pasang-pasangan untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah
(tentram), dan menjadikan di antara kamu jalinan cinta kasih. Sesungguhnya dalam
hal yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah untuk kaum yang
berfikir. (Ar- Rum 21)

Hai para pemuda, barang siapa di antara kamu ada yang sudah memilki kemampuan
untuk kawin, maka kawinlah, karena sesungguhnya kawin itu lebih memelihara mata
(dari pandangan yang tidak halal ) dan lebih memelihara kebutuhan seks. dan barang
siapa yang tidak mampu kawin hendaklah berpuasa, karena dengan puasa hawa nafsu
terhadap wanita akan terkendali
( H.R. Bukhori muslim)

*)

Al Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, Penerbit Bahrul’ulum, Bandung, 2005

iii

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Retno Sulistyowati

NIM

: 080910301044

Jurusan

: Ilmu Kesejahteraan Sosial

Judul Skripsi

: “Faktor-faktor Penyebab Orang Tua menikahkan
Anak Perempuannya Pada Usia Dini (Studi
Deskriptif di Desa Tempurejo, Kecamatan
Tempurejo, Kabupaten Jember)”.

Menyatakan bahwa Skipsi yang telah saya baut merupakan hasil karya sendiri,
Apabila ternyata dikemudian hari skipsi ini merupakan hasil penjiplakan maka saya
bersedia mempertanggung jawabkan dan sekaligus menerima sanksi berdasarkan
aturan yang berlaku.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan dan
paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata
dikemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, April 2014
Yang menyatakan

Retno Sulistyowati
NIM 080910301044

iv

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ORANG TUA MENIKAHKAN ANAK
PEREMPUANYA PADA USIA DINI
( Studi Deskriptif di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten
Jember)
FACTORS THAT CAUSE PARENTS TO MARRY OF GIRLS IN EARLY
CHILDHOOD
(Study Deskriptif on Tempurejo Village, Tempurejo Subdistrict, Jember Regency)

Oleh
Retno Sulistyowati
NIM 080910301044

Dosen Pembimbing
Kris Hendrijanto, S.Sos, M.Si
NIP. 19700103 199802 1 001

v

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PENGESAHAN

Skripsi berjudul Faktor- Faktor Penyebab Orang Tua Menikahkan Anak
Perempuannya Pada Usia dini ( Studi Deskriptif di Desa Tempurejo Kecamatan
Tempurejo Kabupaten Jember) telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Ilmu Sosial
Dan Ilmu Politik Universitas Jember pada :
Hari

: Kamis

Tanggal

: 03 April 2014

Pukul

: 09.00

Tempat

: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember
Tim penguji

Ketua,

Sekretaris,

Drs.Djoko Wahyudi, M.Si
NIP. 19560901 198503 1 004

Kris Hendrijanto, S.Sos, M.Si
NIP. 19700103 199802 1 001

Anggota I,

Anggota II,

Kusuma Wulandari, S.Sos, M.Si
NIP. 19770605 200312 2 002

Drs. Sama’i, M.Si_________
NIP. 19571124 198702 1 001

Mengesahkan
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Jember

Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA
NIP 19520727 198103 1 003

vi

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

RINGKASAN
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ORANG TUA MENIKAHKAN ANAK
PEREMPUANYA PADA USIA DINI ( Studi Deskriptif di Desa Tempurejo,
Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember) . Retno Sulistyowati: 080910301044,
2014, 97 halaman. Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Jember.

Pernikahan usia dini merupakan fenomena sosial yang seringkali terjadi di
masyarakat, Pernikahan dini adalah suatu perkawinan yang dilakukan oleh seseorang
yang pada dasarnya kurang mempunyai persiapan atau kematangan baik secara
biologis, psikologi maupun sosial, ekonomi. Sebab seseorang dikatakan mulai dewasa
dimulai pada umur 21 tahun dimana dari segi kematangan fisiologis, psikologi,
sosial, khususnya sosial ekonomi bisa dikatakan cukup matang. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang faktor-faktor apa sajakah
yang menjadi penyebab orang tua menikahkan anak perempuannya diusia dini.
Obyek yang diteliti adalah orang tua yang menikahkan anak perempuan pada usia
dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Jenis penelitian
deskriptif. Arah penelitian ini mengenai

faktok-faktor penyebab orang tua

menikahkan anak perempuan pada usia dini dimana faktor-faktor ini di pengaruhi
oleh faktor internal dan faktor eksternal. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan
metode Snowball dengan jumlah Informan 9 orang yang terdiri dari Informan pokok
sebanyak 5 orang dan informan tambahan sebanyak 4 orang. Metode analisa yang
digunakan berdasarkan triangulasi sumber. Hasil analisis data menujukkan bahwa
pernikahan dini yang terjadi di daerah perdesaan dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya faktor Internal dan faktor Eksternal dimana Faktor Internal terdiri dari
faktor ekonomi orang tua, pendidikan orang tua dan agama, sedangkan faktor
Eksternal terdiri dari faktor budaya dan faktor Sosial yang menyangkut tentang
kebiasaan yang ada lingkungan masyarakat sekitar seperti adanya perjodohan dan
adanya ketakutan pada diri orang tua apabila mempunyai seorang anak perempuan

vii

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

yang mengijak usia remaja belum menikah takut di bilang sebagai perawan tua.
Faktor internal dan faktor eksternal mempunyai peran yang cukup besar terhadap
kehidupan masyarakat diperdesaan sehingga membentuk suatu pola pikir orang tua
untuk menikahkan anak perempuannya pada diusia dini, kedua faktor ini mempunyai
keterkaitan antara faktor satu dengan faktor yang lain.

Kata kunci: Pernikahan Dini, faktor Internal dan faktor Eksternal

viii

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunianya sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Faktor-faktor Penyebab Orang
Tua menikahkan Anak Perempuan Pada Usia Dini ( Studi

Deskriptif

di Desa

Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember)” skripsi ini disusun untuk
memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan
Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jember.
Melalui penyusunan skripsi ini, penulis berharap dapat memperoleh wawasan
pengetahuan, dan hal-hal yang baru untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan
penelitian. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan-bantuan dari berbagai pihak
proses penelitian dan penyususnan skripsi ini tidak akan berjalan dengan baik, pada
kesempatan kali ini penulis akan meyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Jember.
2. Bapak Drs. Partono, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial
Universitas Jember.
3. Bapak Kris Hendrijanto, S.SoS, Msi selaku dosen pembimbing skripsi
4. Bapak Drs. Iervan Hendaryanto, M.si, selaku dosen pembimbing akademik
bagi penulis
5. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial yang telah mendidik
penulis selama perkuliahan;
6. Seluruh Staf Akademik dan Kemahasiswaan, terima kasih atas bantuan dan
kerjasamanya terutama kepada bapak Ali selaku pegawai bagian pelayanan
mahasiswa Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, yang telah sabar dan
membantu banyak kepada penulis dalam kelengkapan prosedur akademik dan
administrasi penulis.

ix

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

7. Semua keluarga yang telah memberikan do’a dan dorongan semangat dalam
menyelesaikan Skripsi ini. Ayah tersayang (Moch. Juhri), ibu terkasih (Nanik
Suciati), adikku tersayang (Moch. Arif Kurniawan), dan kakak-kakakku
(Fitriatur Rohmah, Agus Sofyan) terima kasih atas doa, motivasi, dan
pembelajarannya yang kalian berikan terhadap penulis selama ini.
8. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini terutama
kepada KUA Tempurejo, dan masyarakat Desa Tempurejo yang telah
membantu memberikan informasi.
9. Teman-teman ku NYO-NYO (Aybol, Cibol, Debol, Sabol, Rabol ) dan semua
teman-teman satu Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial 2008, yang tidak bisa
disebutkan satu persatu. Terima kasih untuk persahabatan, kasih sayang dan
kekeluargaan kita selama ini. Kalian tidak akan pernah terlupakan.
10. Teman-teman Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial angkatan 2007, 2009 dan
2010.
11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua
pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga Skripsi ini dapat terselesaikan.
Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan Skripsi ini, oleh
karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis
harapan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan
pengetahuan bagi yang membacanya.

Jember, April 2014

Penulis

x

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i
HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................

ii

HALAMAN MOTTO ......................................................................................

iii

HALAMAN PERNYATAAN ..........................................................................

iv

HALAMAN PEMBIMBINGAN .... .................................................................

v

HALAMAN PENGESAHAN ..........................................................................

vi

RINGKASAN ...................................................................................................

vii

KATA PENGANTAR ......................................................................................

ix

DAFTAR ISI .....................................................................................................

xi

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................

xv

DAFTAR TABEL ............................................................................................

xvi

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................

xvii

BAB 1. PENDAHULUAN ................................................................................

1

1.1 Latar Belakang ................................................................................

1

1.2 Rumusan Masalah ...........................................................................

8

1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian .....................................................

9

1.3.1 Tujuan Penelitian ......................................................................

9

1.3.2 Manfaat penelitian ....................................................................

10

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................

11

Landasan Teori .................................................................................................

11

2.1 Konsep pernikahan ..........................................................................

12

2.1.1 Pernikahan Menurut Undang-Undang Perkawinan ..................

12

2.1.2 Perkawinan Dipandang Secara Agama .....................................

13

2.1.3 Pernikahan Dini .......................................................................

15

2.1.4 Persyaratan Perkawinan...........................................................

18

xi

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2.2 Faktor-Faktor Terjadinya Pernikahan Diusia Dini .............................21
2.2.1 Faktor Internal .................................................................................22
2.2.1.1 Faktor Ekonomi .....................................................................22
2.2.1.2 Faktor Pendidikan .................................................................23
2.2.1.3 Faktor Agama .......................................................................25
2.2.2 Faktor Eksternal ..............................................................................26
2.2.2.1 Faktor budaya .........................................................................26
2.2.2.2 Faktor Sosial ...........................................................................28
2.3. Konsep Motivasi ......................................................................................30
2.3.1 Peran Orang Tua ...............................................................................31
2.3.1.1 Peran Ayah...............................................................................31
2.3.1.2 Peran Ibu ..................................................................................32
2.4. Konsep Remaja ......................................................................................33
2.5. Konsep Kesejahteraan Sosial................................................................36
2.6. Tinjauan Penelitian Terdahulu ............................................................37
BAB 3. METODE PENELITIAN ...........................................................................39
3.1 Metode penelitian......................................................................................39
3.2 Jenis Penelitian..........................................................................................40
3.3 Penentuan Lokasi Penelitian ...................................................................41
3.4 Penentuan Informan .................................................................................42
3.5 Teknik Pengumpulan Data ......................................................................43
3.5.1 Observasi ...........................................................................................44
3.5.2 Wawancara ........................................................................................46

xii

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

3.5.3 Dokumentasi ...................................................................................49
3.6 Metode Analisis Data ...............................................................................50
3.7 Teknik Keabsahan Data ..........................................................................54
3.8 Road Map/ Alur Pikir Penelitin ............................................................52
BAB 4. PEMBAHASAN .........................................................................................56
4.1 Gambaran umum Lokasi Penelitian ......................................................56
4.1.1 Kondisi geografis Jember .................................................................56
4.1.2 Letak dan Keadaan Geografis Desa Tempurejo ...............................58
4.1.3 Kondisi Sosial Ekonomi ...................................................................59
4.2 Deskripsi Informa .....................................................................................62
4.2.1 Umur Informan .................................................................................63
4.2.2 Pendidikan Terakhir Informan ..........................................................65
4.2.3 Jumlah anak Informan........................................................................67
4.2.4 Pekerjaan Informan............................................................................68
4.2.5 Faktor-faktor penyebab terjadinya pernikahan dini ..........................70
4.3 Faktor- Faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Dini .......................71
4.3.1 Faktor Internal ...................................................................................71
4.3.1.1 Faktor Ekonomi .....................................................................71
4.3.1.2 Faktor Pendidikan ................................................................75
4.3.1.3 Faktor Agama .........................................................................79
4.3.2 Faktor Eksternal ...............................................................................82

xiii

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

4.3.2.1 Faktor Budaya .............................................................................82
4.3.2.2 Faktor Sosial ................................................................................87
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 91
5.2 Saran ..................................................................................................... 93
DAFTAR PUSTAKA

xiv

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR GAMBAR

Halaman
3.1 Alur Analisis Data ....................................................................................... 51
3.2 Alur Pikir Penelitian .................................................................................... 54

xv

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR TABEL

Halaman
4.1 Luas Wilayah Desa Tempurejo....................................................................... 59
4.2 Dusun-dusun di Desa Tempurejo ................................................................... 59
4.3 Mata Pencarian Penduduk Desa Tempurejo.................................................... 60
4.4 Usia penduduk Desa Tempurejo..................................................................... 61
4.5 Tingkat Pendidikan masyarakat Desa Tempurejo........................................... 62
4.6 Umur Informan Pokok................................................................................... 64
4.7 Umur Informan tambahan .............................................................................. 65
4.8 Tingkat Pendidikan Informan Pokok ............................................................. 65
4.9 Tingkat Pendidikan Informan Tambahan ....................................................... 66
4.10 Jumlah Anak Informan .................................................................................. 67
4.11 Jumlah anak Informan Tambahan.................................................................. 68
4.12 Pekerjaan Informan ...................................................................................... 69
4.13 Pekerjaan Informan Tambahan ..................................................................... 69
4.14 Faktor-faktor terjadi pernikahan dini ............................................................ 70

xvi

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A. Taksonomi Penelitian
Lampiran B. Guide Interview
Lampiran C. Transkip Wawancara
Lampiran D. Foto dokumentasi
Lampiran E.

Surat Pengantar Pengambilan Data

Lampiran F.

Surat Tugas

Lampiran G.

Surat Ijin Penelitian dari Fakultas

Lampiran H. Surat Penelitian dari lembaga Penelitian
Lampiran I.

Surat Rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Lampiran J.

Surat Ijin Penelitian dari Camat Tempurejo

Lampiran K. Surat Ijin Penelitian dari Kepala desa Tempurejo
Lampiran L.

Data dari KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Tempurejo

Lampiran M. Form Pelaksanaan Seminar
Lampiran N. Daftar kegiatan Konsultasi/ Bimbingan Skripsi

xvii

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 1 . PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehidupan manusia tidak akan terlepas dari berbagai macam peristiwa yang terus
menerus dialami seperti kelahiran, perkawinan maupun kematian. Keluarga
merupakan kesatuan sosial terkecil yang dibentuk atas dasar ikatan perkawinan, yang
unsur-unsurnya terdiri dari suami, isteri, dan anak-anaknya yang belum dewasa.
Sedangkan sifat-sifat keluarga sebagai suatu kesatuan sosial meliputi rasa cinta dan
kasih sayang, ikatan perkawinan, pemilikan harta benda bersama, maupun tempat
tinggal bagi seluruh anggota keluarganya, oleh karena itu dalam suatu perkawinan
tidak akan lepas dari tujuan untuk membentuk suatu rumah tangga yang kekal abadi.
Dalam Hukum Islam mengatakan perkawinan supaya manusia itu butuh hidup
berpasangan suami isteri guna membangun rumah tangga yang tenteram, damai dan
bahagia, maka haruslah diadakan ikatan perkawinan. Ikatan perkawinan merupakan
unsur pokok dalam pembentukan keluarga yang harmonis dan penuh rasa cinta kasih,
maka dalam pelaksanaan perkawinan tersebut, diperlukan norma hukum yang
mengaturnya. Penerapan norma hukum dalam pelaksanaan perkawinan terutama
diperlukan dalam rangka mengatur hak, kewajiban, dan tanggung jawab masingmasing anggota keluarga, guna membentuk rumah tangga yang bahagia dan sejahtera.
Indonesia sebagai negara hukum telah mengatur tentang Perkawinan yang
tertuang dalam Undang-Undang No.1 tahun 1974, dilengkapi dengan Peraturan
Pemerintah No.9 Tahun 1975 yaitu tentang pelaksanaan Undang-undang No.1 Tahun
1974 tentang Perkawinan, dan Intruksi Presiden No.1 Tahun 1991 tentang Kompilasi
Hukum Islam (KHI) dan peraturan-peraturan lainnya mengenai perkawinan.
Perkawinan mempunyai tujuan antara lain membentuk keluarga (rumah tangga) yang
bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana dinyatakan
dalam Pasal 1 Undang-Undang No.1 Tahun 1974. Dengan demikian, maka
sebenarnya tidak perlu diragukan lagi, apakah sebenarnya yang ingin dicapai dalam
1

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2

perkawinan itu. Namun karena keluarga atau rumah tangga itu berasal dari dua
individu yang berbeda, maka dari dua individu itu mungkin terdapat tujuan yang
berbeda, untuk itu perlu penyatuan tujuan perkawinan demi tercapainya keluarga
yang sakinah. Azas-azas atau prisip-prisip yang terdapat dalam Undang-Undang No.1
Tahun 1974 tentang Perkawinan telah memberikan maksud yang jelas tentang
perkawinan itu sendiri tetapi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, azas-azas atau
prisip-prisip perkawinan dalam pelaksanaan kaidah hukum perkawinan masih belum
bisa terlaksana dengan baik bahkan seringkali terjadi benturan dalam pelaksanaannya,
contoh masih ada perkawianan anak dibawah umur.
Pernikahan usia dini merupakan fenomena sosial yang seringkali terjadi di
masyarakat, hal ini tidak terlepas dari peran serta orang tua sebagai perlindung dan
pendidik bagi anak. Orang tua harus bisa menjaga pergaulan dan mengikuti serta
memantau perkembangan anaknya. Sebagaimana diketahui bahwa dengan semakin
pesatnya teknologi dan informasi akan berdampak positif sekaligus negatif bagi
masyarakat terutama remaja. Perkawinan anak di bawah umur yang masih banyak
terjadi pada masyarakat perdesaan di Indonesia merupakan suatu fenomena yang
menjadi rahasia umum dan menjadi suatu kebiasaan pada masyarakat itu sendiri.
Kemiskina, sosial ekomoni yang lemah, pekerjaan yang sulit di dapat, sarana
pendidikan yang tebatas, serta pola pikir dari masyarakat itu sendiri telah
menyuburkan perkawinan anak di bawah umur, Padahal secara implisit UU
Perkawinan No.1 Tahun 1974 pada pasal 6 ayat (2) menyebut seseorang yang belum
mencapai umur 21 tahun masih dalam kategori anak. Sementara perkawinan di bawah
umur adalah perkawinan yang terjadi pria yang belum mencapai usia 19 tahun dan
wanita di bawah 16 tahun (pasal 7 ayat 1). Anehnya UU tersebut mengesahkan
apabila mendapat dispensasi dari pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh
kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita (pasal 7 ayat 2). Hal ini terjadi tidak
tepas dari sikap para orang tua yang mengginkan anaknya untuk segera menikah.
Mereka tidak perduli bahwa anak-anak mereka masih membutuhkan kebebasan,
kesempatan belajar maupun bermain diusianya. Para Orang tua beranggapan dengan

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

3

terjadinya dan terlaksanaanya suatu perkawinan walaupun yang dinikahkan usianya
masih belasan tahun maka beban tangung jawab sebagai orang tua terhadap anak
berkurang sudah padahal anggapan tersebut tidaklah benar demikian, karena masih
akan ada beban yang lainya jika nantinya terjadi suatu persoalan pada perkawianan
tersebut.
Anak adalah seseorang yang terbentuk sejak masa konsepsi sampai akhir masa
remaja. Definisi umur anak dalam Undang-undang (UU) Pemilu No.10 tahun 2008
(pasal 19, ayat1) hingga berusia 17 tahun. Sedangkan UU Perkawinan No.1 Tahun
1974 menjelaskan batas usia minimal menikah bagi perempuan 16 tahun dan lelaki
19 tahun. Definisi anak berdasarkan UU No. 23 tahun 2002, adalah seseorang yang
belum berusia 18 tahun, termasuk dalam anak yang masih berada dalam kandungan.
Pernikahan anak didefinisikan sebagai pernikahan yang terjadi sebelum anak
mencapai usia 18 tahun, sebelum anak matang secara fisik, fisiologis, dan psikologis
untuk bertanggungjawab terhadap pernikahan dan anak yang dihasilkan dari
pernikahan tersebut. Masalah anak serta hal yang berkaitan dengan perlindungan anak
maupun kesejahteraan anak itu sendiri di Indonesia telah diundangkan pada tanggal
22 Oktober Tahun 2002, melalui Undang-undang No 23 Tahun 2002 Tentang
Perlindungan Anak. Pelindungan anak menurut pengertian yang terdapat dalam pasal
1 angka (2) Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang perlidungan anak adalah
segala kegiatan untuk menjamin dan melidungi anak dan hak-haknya agar dapat
hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat
dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi dengan adanya Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang perlidungan
anak, pemeritah mempunyai harapan bahwa kehidupan anak-anak khususnya anakanak Indonesia dapat terjamin sesuai dengan yang diamatkan dan perkawianan anak
di bawah umur dapat dicegah lebih lanjut.
Menurut Badan Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur pada tahun 2010,
Kabupaten Jember mencapai 56 persen dari angka pernikahan pertama penduduk
perempuan kurang dari 20 tahun sudah melangsungkan pernikahan. Sedangkan

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

4

menurut Laporan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada
bulan Juni 2011 saja untuk usia kawin pertama penduduk wanita kurang dari usia 20
tahun di seluruh Jawa Timur mencapai 6.847 orang atau 19,88 persen dari seluruh
perkawinan pertama penduduk wanita di semua usia sebesar 34.443 orang. Seperti di
Kabupaten Jember saja hampir 56 persen penduduk perempuan dibawah umur 17
tahun telah melakukan perkawinan yang pertama (http; // www.WydII.Org/ Index.
Php/ Pulication/ WydII-on-id Diakses 21 Juli 2013). Umur mempunyai peranan yang
penting dalam perkawinan, namun sampai sejauh mana kaitanya umur dalam
keluarga yang terbentuk sebagai akibat dari perkawinan itulah yang perlu dibahas,
umur dalam hubungannya dengan perkawinan tidaklah cukup dikaitkan dengan segi
fisiologis semata-mata, tetapi juga perlu dikaitkan dengan segi psikologis dan segi
sosial, karena dalam perkawinan hal-hal tersebut tidak dapat ditinggalkan, tetapi
selalu ikut berperan. Dalam Undang-Undang Perkawianan dengan tegas dinyatakan
bahwa dalam perkawinan pria harus sudah berumur 19 tahun, sedangkan wanita
sudah harus berumur 16 tahun. Karena diduga bila anak wanita berumur 16 tahun dan
pria umur 19 tahun melangsungkan pernikahan maka pasangan tersebut secara umum
telah dapat menghasilkan keturunan, jika tidak ada faktor penghambatnya. Dengan
demikian sekali lagi dapat ditekankan bahwa batasan umur tersebut lebih menitik
beratkan pada segi fisiologis. Dilihat dari segi fisiologis sebenarnya anak wanita
umur 16 tahun, belumlah dapat dikatakan bahwa anak tersebut telah dewasa secara
psikologis. Demikian pula pada anak pria umur 19 tahun, belum dapat dikatakan
bahwa mereka sudah matang secara psikologis. Pada umur 16 tahun maupun 19 tahun
pada umumnya masih digolongkan pada umur remaja, seseorang dikatakan mulai
dewasa dimulai pada umur 21 tahun. Dari rentang usia remaja tampak bahwa rentang
usia remaja antara 13-21 tahun yang juga di bagi dalam masa remaja awal antara 1317 tahun, dan remaja akhir 17-21 tahun (Hurlock dalam Al-Mighwar, 2006 : 61).
Perlu diketahui bahwa umur bukan merupakan suatu patokan yang mutlak, tetapi
dapat menjadi sebuah ancar-ancar. Artinya, perkawinan pada umur usia dini akan
sering menuai masalah yang tidak diinginkan, karena segi psikologisnya yang belum

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

5

matang. Tidak jarang pasangan yang mengalami keruntuhan dalam rumah tangganya,
karena perkawinan yang terlalu dini. Perkawinan cerai biasanya terjadi pada pasangan
yang secara umum, umurnya pada waktu kawin relatif masih sangat dini. Namun
inipun tidak berarti bahwa kalau kawin pada umur yang telah dewasa akan tidak
menghadapi permasalahan dalam keluarga, tetapi minimal dapat menghadapi
permasalahan keluarga akan lebih dewasa.
Jadi dalam perkawinan yang perlu diperhatikan tidak hanya dari segi kematangan
fisiologis dan psikologi, tetapi juga dari segi sosial, khususnya sosial ekonomi.
kematangan sosial ekonomi pada umumnya juga berkaitan erat dengan umur
individu. Makin bertambah umur seseorang, kemungkinan kematang dalam bidang
sosial ekonomi juga akan makin nyata. Pada umumnya dengan bertambahnya umur
seseorang makin mendorong untuk mencari nafkah sebagai penompang dalam
kehidupan rumah tangga, karena itu dalam perkawinan masalah kematangan ekonomi
perlu juga mendapatkan pemikiran, sekalipun dalam batas yang minimal. Anak yang
masih dini misalnya pada umur 19 tahun pada umumnya belum mempunyai sumber
penghasilan atau penghidupan sendiri. Kalau pada umur yang demikian dini telah
melangsungkan perkawinan, maka dapat diperkirakan bahwa kesulitan-kesulitan yang
berkaitan dengan sosial ekonomi akan segera muncul yang dapat membawa akibat
yang cukup rumit dalam kehidupan keluarga. Walaupun pemerintah telah
menetapkan minimal usia pasangan yang akan melangsungkan pernikahan tetapi hal
tersebut tetap tidak menjadi jaminan bahwa rumah tangga yang akan mereka bina
tersebut bisa berjalan baik mempertimbangkan bahwa di usia yang masih belia
tersebut, kedewasaan dan kemandirian mereka dalam mengarungi bahtera rumah
tangga masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Sebagaimana yang di ungkapkan
oleh (Imsiyah, 2009:104 dalam Jurnal Eduksaintek, STKIP PGRI Situbondo)
menjelaskan sebagai berikut:
“ bagaimana mungkin dari anak-anak muda yang masih mentah dari segi
mental, fisik dan emosionalnya dapat diharapkan suatu perkawinan yang
sukses. Perkawinan menuntut tanggung jawab dan kedewasaan yang sulit
diemban oleh anak muda. Anak-anak muda biasanya masih memilki sifat

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

6

cepat tersinggung, mau menang sendiri dan selalu tidak puas sehingga amat
sulit untuk memikul tugas rumah tangga yang memerlukan tenggang rasa,
sabar dan kedewasaan”.
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa
pernikahan usia dini pada hakikatnya kurang mempunyai persiapan atau kematangan
baik secara biologis, psikologis maupun sosial ekonomi sehingga akan berdampak
pada aspek psikologis dan medis dengan demikian pernikahan usia dini jelas akan
menciptakan keluarga yang kurang harmonis dan berakibat anak-anak yang
terlahirkan dalam keluarga tersebut akan mengalami perkembangan kejiwaan yang
kurang baik, sedang dalam aspek medis akan berdampak pada berbagai resiko bagi
sang ibu.
Masa remaja masa yang menyenangkan bagi anak, pada masa tersebut seorang
anak remaja mulai mengalami masa purbertas, pertama kali mengenal rasa suka pada
lawan jenis dan merupakan masa untuk bersenang-senang. Masa remaja masa untuk
bermain, sehingga remaja tersebut tidak mau direpotkan dengan hal-hal yang
memberatkannya. Masa remaja masa transisi atau pencarian identitas diri, dimana
pada masa tersebut remaja tidak dapat disebut sebagai anak-anak karena bukan lagi
menjadi anak-anak tetapi tidak dapat juga disebut sebagai orang dewasa. Masa remaja
merupakan masa dimana anan-anak sedang menuju masa dewasa dan pada masa
tersebut remaja sering mengalami kondisi psikis yang tidak menentu dan gampang
berubahan. Hal ini membuat remaja tidak mau direpotkan dengan urusan orang
dewasa, yang belum mampu untuk dipikulnya.
Kemajuan zaman yang semakin pesat telah menyentuh masyarakat desa, secara
perlahan-lahan masyarakat mulai menerima suatu perubahan yang terjadi dan tidak
lagi terpacu pada aturan-aturan yang ada dimasyarakat. Kemajuan pendidikan bagi
anak-anak juga telah mempengaruhi orang tua sehingga orang tua tidak lagi melarang
anaknya terutama perempuan untuk menikmati pendidikan dan tidak terburu-buru
untuk menikahkan anaknya pada usia dini. Dengan melihat kenyataan tersebut bahwa
pada zaman yang semakin maju dan berkembang, orang tua tidak lagi terburu-buru

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

7

untuk menikahkan anaknya dan anak tersebut dapat melewati tahapan-tahapan
perkembangannya dengan baik, tetapi disisi lain masih ada fenomena-fenomena yang
masih terjadi dimasyarakat kita terutama di daerah-daerah perdesaan yang sering
masih kita jumpai terdapat Pernikahan pada usia dini yang dilakukan oleh orang tua
yang menikahkan anak perempuannya di usia dini. Hal ini masih banyak terjadi di
Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Menurut data KUA
Tempurejo Jember Tahun 2012, perkawinan pada usia 19 s.d. 24 tahun bagi laki-laki
mencapai 365 orang dari total pernikahan yang terjadi dari delapan (8) Desa yang
diantaranya Desa Tempurejo 100 orang, Desa Sidodadi 29 orang, Desa Curahnongko
42 orang, Desa Sanenrejo 35 orang, Desa Curahtakir 63 orang, Desa Wonoasri 30
orang, Desa Pondokrejo 41 orang, Desa Andongrejo 25 orang. Selanjutnya data
Perkawinan yang terjadi pada wanita yang usianya masih 16 s.d 20 tahun sebanyak
413 orang dari delapan (8) Desa yang diantaranya Desa Tempurejo 109 orang, Desa
Sidodadi 35 orang, Desa Curahnongko 44 orang, Desa Sanenrejo 44 orang, Desa
Curahtakir 68 orang, Desa Wonoasri 34 orang, Desa Pondokrejo 51 orang, Desa
Andongrejo 28 orang. Dengan demikian berarti Kabupaten Jember dalam perkawinan
usia dini masih cukup tinggi dan paling banyak adalah kaum Perempuan dengan
jumlah 413 orang dari jumlah pasangan yang melaksanakan perkawinan setiap
tahunnya. Perkawinan usia dini tersebut sampai saat ini daerah tersebut masih
menjadi tradisi yang dipertahankan dengan presentase yang cukup besar yakni lakilaki mencapai 365 orang, dan perempuan 413 orang dari jumalah yang menikah
setiap tahunnya. Fenomen tersebut membuat penulis tertarik untuk meneliti,” Faktorfaktor apakah yang menjadi menyebabkan orang tua menikahkan anaknya perempuan
di usia remaja”. Sehingga orang tua terburu-buru untuk menikahkan anak
perempuannya di usia Dini.
Kesejahteraan Sosial merupakan usaha sosial yang terorganisir dan mempunyai
tujuan utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat berdasarkan konteks
sosialnya. Didalamnya tercangkup pula unsur kebijakan dan pelayanan dalam arti
luas yang terkait dengan berbagai kehidupan dalam masyarakat, seperti, jaminan

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

8

sosial, kesehatan, perumahan, pendidikan, budaya dan sebagainya. Fenomena
perkawinan usia dini mengindikasikan masih adanya masalah sosial di masyarakat,
karena pernikahan dini dapat memicu munculnya masalah-masalah baru seperti:
Kekerasan dalam rumah tangga, perceraian,dan lain-lain. Disinilah letak releransi
antara topik penelitian ini dengan disiplin ilmu Kesejahteraan Sosial.
1.2 Perumusan Masalah
Menurut (Sugiyono, 2011: 206) masalah adalah merupakan penyimpangan antara
yang seharusnya dengan yang terjadi. Sedangkan rumusan masalah adalah pertanyaan
penelitian yang disusun berdasarkan masalah yang harus dicarikan jawabannya
melalui pengumpulan data. Suatu penelitian ilmiah yang dilakukan karena adanya
fenomena-fenomena yang sering dijumpai didalam kehidupan masyarakat, hal
tersebut akan mendorong seorang peneliti untuk mencoba menganalisis serta
mendiskripsikan fenomena tersebut didalam sebuah karya tulis ilmiah. Di mana
masih banyak orang tua yang menikahkan anak perempuan diusia remaja terutama
yang masih berusia 16 samapi 19 tahun, mungkin Undang-Undang pernikahan
memperbolehkan hal itu terjadi tetapi secara Undang- undang perlindungan anak dan
perempuan yang dicantumkan dalam pasal 1 angka (2) Undang No 23 Tahun 2002
tentang perlindungan anak di mana di dalam undang-undang ini telah mengatur
perlidungan anak dalam segala kegiatan untuk menjamin dan melidungi anak dan
hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal
sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi dengan adanya Undang-Undang No.23 Tahun 2002
tentang perlidungan anak, pemeritah mempunyai harapan bahwa kehidupan anakanak khususnya anak-anak Indonesia dapat terjamin sesuai dengan yang diamatkan
dan perkawianan anak di bawah umur dapat dicegah lebih lanjut. Sebab seseorang
dikatakan mulai dewasa dimulai pada umur 21 tahun dimana dari segi kematangan
fisiologis, psikologi, sosial, khususnya sosial ekonomi bisa dikatakan cukup matang.

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

9

Pernikahan usia dini tidak hanya terjadi di pedesaan saja tetapi pernikahan diusia
remaja masih banyak di jumpai di perkotaan meskipun jumlah di kota lebih sedikit
dari pada di desa, dengan berkembangnya zaman dan teknologi pada saat ini tidak
mempengaruhi dan mengubah pola pikir orang tua untuk menikahkan anaknya diusia
dini padahal dengan menikahkan anaknya di usia dini banyak dampak yang akan
ditimbulkan baik dari segi fisiologis, psikologis, sosial ekonominya belum matang,
juga kawin cerai biasanya terjadi pada pasangan yang umum umurnya relatif masih
sangat dini, tetapi masih banyak orang tua yang menikahakan anaknya di usia remaja
padahal anak yang masih dini, misalnya pada umur 19 tahun pada umumnya belum
mempunyai sumber penghasilan atau penghidupan sendiri. Kalau pada umur yang
demikian dini telah melangsungkan perkawinan, maka dapat diperkirakan bahwa
kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan sosial ekonomi akan segera muncul yang
dapat membawa akibat yang cukup rumit dalam kehidupan keluarga (Walgito dalam
Pujiati, 2007:11).
Maka dari itu peneliti mengambil desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo,
Kabupaten Jember sebab fenomena-fenomena tersebut masih banyak perkawinan
yang terjadi di usia dini yang usianya masih berumur antara 16 samapai 19 tahun.
Melihat fenomena yang ada pada latar belakang tersebut maka rumusan masalah
penelitian ini yaitu:
“ Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan orang tua menikahkan anak
perempuannya Pada Usia Dini? ”
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Dalam suatu penelitian hendaknya mempunyai tujuan yang jelas dan tegas jika
tidak ada tujuan yang jelas maka seorang peneliti akan mengalami hambatan dalam
pengumpulan data, sehingga terjadi penyimpangan yang membuat penelitian tersebut
tidak relevan lagi. Menurut (Bungin dalam Sugiono, 2007), “mengemukakan

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

10

pendapatnya bahwa tujuan penelitian harus dinyatakan secara jelas, tegas dan
bereksplisit”. Sedangkan menurut (Hadi, 1997: 4) :
“Penelitian pada umumnya adalah bertujuan untuk menemukan,
mengembangkan atau mengkaji sesuatu untuk mengisi kekurangan,
mengembangkan berarti memperluas dan menggali lebih dalam apa yang
sudah ada sedangkan menguji kebenaran dilakukan jika yang sudah ada
diragukan kebenarannya”.
Berdasarkan

uraian

diatas

maka

tujuan

dari

penelitian

ini

adalah:

mendiskripsikan dan menganalisis tentang faktor-faktor apa sajakah yang menjadi
penyebab orang tua menikahkan anak perempuannya diusia dini di Desa Tempurejo,
Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.

1.3.2 Manfaat Penelitian
Manfaat dan kegunaan dari penelitian ini adalah antara lain sebagai berikut;
a) Manfaat bagi Pemerintah hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
disusunnya suatu kebijakan untuk memberikan informasi dan masukkan bagi
masyarakat terutama orang tua yang memilki anak perempuan dan para remaja
akan dampak-dampak yang diakibatkan oleh adanya pernikanan usia dini
b) Manfaat bagi Akdemik hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah
informasi bagi jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial khususnya dan Fakultas Ilmu
Sosial Dan Ilmu Politik umumnya tentang faktor internal dan faktor eksternal
apakah yang penyebab orang tua menikahkan anak perempuannya diusia dini yang
terjadi di dusun, dan diharapkan dapat menjadi tambahan referensi dan masukan
bagi penelitian lain yang mengambil tema atau permasalahan yang sama atau
sejenis.
c) Manfaat bagi masyarakat, dapat menjadi bahan untuk mempertimbangkan secara
lebih jauh bila ingin mengambil keputusan untuk menikahkan anaknya di usia dini.

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 2 .TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori
Dalam suatu penelitian perlu adanya suatu tinjauan pustaka yang dapat menjadi
pertunjuk bagi peneliti. Kerangka teoritik adalah menjelaskan secara ilimiah tentang
konsep-konsep kunci yang akan digunakan dalam penelitian menurut (Irawan,
2006:38). Fenomena yang terjadi dalam masyarakat semakin kompleks, masalah yang
sering terjadi didalam masyarakat banyak disebabkan oleh faktor ekternal dan faktor
internal yang merupakan awal terjadinya suatu permasalahan didalam masyarakat.
Keberadaan konsep dalam suatu penelitian sangat penting karena konsep merupakan
definisi yang dipakai oleh peneliti untuk menerangkan suatu fenomena yang ditemui
secara teoritis, seorang peneliti tidak akan mampu menerangkan suatu fenomena yang
baik apabila tidak memakai konsep-konsep tentang fenomena tersebut. Seperti yang
diungkapkan oleh (Susanto, 1998:67) menyatakan sebagai berikut bahwa;
“Setelah melakukan perumusan masalah, langkah selanjutnya dalam
penelitian ilmiah adalah mencari teori-teori, konsep-konsep, generalisasigeneralisasi yang dapat digunakan sebagai landasan teoritis bagi penelitian
yang akan dilakukan. Oleh karenanya landasan teoritis memang perlu
ditegakkan sehingga penelitian itu mempunyai dasar kokoh dan bukan
sekedar untuk coba-coba (trial and error) dalam melakukan penelitian.”
Dalam melakukan sebuah penelitian, seorang peneliti perlu menggunakan konsep
dasar untuk menjelaskan asumsi-asumsi yang ada. Konsep dasar pada hakekatnya
merupakan titik tolak untuk berpijak bagi langkah berikutnya dari pembahasan yang
sampaikan pada topik yang dijadikan objek penelitian. Berikut ini akan menguraikan
konsep-konsep yang sesuai dengan judul penelitian yang diangkat oleh penelitian.

11

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

12

2.1 Konsep pernikahan
2.1.1 Pernikahan Menurut Undang-Undang Perkawinan
Di dalam lingkungan peradaban Barat dan di dalam sebagaian lingkungan
peradaban bukan Barat, pernikahan adalah persekutuan hidup antara seorang pria dan
seorang wanita yang dikukuhkan secara formal dengan undang-undang (yaitu yuridis
dan kebanyakkan juga “religieus”, menurut tujuan suami istri dan undang-undang,
dan dilakukan untuk selama hidupnya menurut pengertian lembaga perkawinan
(Soetojo, 2002:22). Dasar-dasar perkawinan itu dibentuk oleh unsur-unsur alami dari
kehidupan itu sendiri; kebutuhan dan fungsi biologik, kebutuhan akan kasih sayang
dan persaudaraan, memelihara anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut
dan mendidik anak-anak itu untuk menjadi anggota-anggota masyarakat yang
sempurna (berharga).
Pernikahan menurut Undang-undang nomor 1 Tahun 1974 Mengatakan
perkawinan sebagai berikut:


Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang
wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah
tangga) yang bahagia dan kelak berdasarkan Ketuhanan Yang Maha
Esa” (Soetojo, 2002:38).

Dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Perkawianan antara lain dinyatakan, bahwa suatu Negara dan Bangsa seperti
Indonesia adalah mutlak adanya Undang-Undang Perkawinan nasional yang
sekaligus menampung prinsip-prinsip dan memberikan landasan hukum perkawinan
yang selama ini menjadikan pegangan dan telah berlaku bagi berbagai golongan
dalam masyarakat. Berarti dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974, “
keanekaragaman” hukum perkawinan yang selama ini menjadi pegangan dan berlaku
bagi berbagai golongan warga negara dalam masyarakat dan dalam berbagai daerah
dapat diakhiri. Kelahiran Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 bukan sekedar
bermaksud menciptakan suatu hukum perkawinan yang bersifat dan berlaku
“Nasional” dan “menyeluruh”, melainkan juga dimaksudkan dalam rangka

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

13

mempertahankan, lebih menyempurnakan, memperbaiki atau bahkan menciptakan
konsepsi-konsepsi hukum perkawinan baru yang sesuai dengan perkembangan dan
tuntunan zaman bagi rakyat Indonesia yang pluralistik. Dalam kaitan ini, Penjelasan
umum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 antara lain menyatakan:“ Dalam
Undang-undang ini ditentukan prisip-prinsip atau asas-asas mengenai perkawinan dan
segala sesuatu yang berhubungan dengan perkawinan yang telah disesuaikan dengan
perkembangan zaman dan tuntutan zaman” ( Usman, 2005: 230).
2.1.2

Perkawinan Dipandang Secara Agama

a. Pandangan Agama Islam
Didalam agama Islam Perkawinan disebut dengan Nikah. Nikah secara Islam
dilaksanakan menurut ketentuan-ketentuan yaitu melaksanakan ikatan persetujuan
(akad) antara seorang pria dengan seorang wanita atas dasar kerelaan dan kesukaan
kedua belah pihak, yang dilakukan oleh wali pihak wanita menurut ketentuanketentuan yang sudah diatur oleh agama (Soetojo, 2002:27). Sedangkan menurut
Ahmad dalam

(Eoh, 1996: 105) mengatakan Perkawian menurut Hukum Islam

adalah suatu akad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara lakilaki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup keluarga, yang
diliputi rasa tentraman serta kasih sayang dengan cara yang diridohhi Allah. Dalam
Hukum Islam mengenal istilah kawin siri yang berarti perkawinan yang dilakukan
oleh wali atau wakil wali dan di saksikan oleh para saksi tetapi tidak dilakukan
dihadapan pertugas pencatat nikah sebagai aparat resmi pemerintahan atau
perkawinan yang tidak dicatatkan di kantor urusan agama bagi yang beragama Islam
atau dikantor catatan sipil bagi yang tidak beragama Islam, sehingga dengan
sendirinya tidak mempunyai Akta nikah yang di keluarkan oleh pemerintah,
(http://www.hukum.kompasianan.com diakses pada 13 Febuari 2013.)
b. Pandangan Agama Katholik
Menurut pandangan Katholik bahwa perkawinan adalah sakramen, karena
agama Katholik memandang perkawinan sebagai suatu yang suci serta persatuan

Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

14

cinta dan hidup antara seorang pria dan seorang wanita adalah merupakan persatuan
yang luhur. Perkawinan merupakan persetujuan antara seorang pria dan seorang
wanita untuk saling mengikatkan diri sampai salah seorang dari meraka meninggal
dunai dan hanya pada seorang itu saja untuk memperoleh keturunan. Dari pengertian
diatas dapat disimpulkan bahwa sakramen adalah perjanjian yang diadakan oleh
Tuhan dan dipercayanakan kepada Gereja sebagai tanda dan sarana yang
mengungkapkan dan menguatkan iman, mempersembahkan penghormatan kepada
Allah serta menghasilkan pengudusan manusia ( Eoh , 1996: 108).
c. Pandangan Agama Hindu
Dalam masyarakat Hindu soal perkawianan mempunyai arti dan kedudukan
yang khusus dalam kehidupan mereka. Menurut kitab Manusmriti Perkawianan
bersifat religious karena kawianan adalah ibadah dan obligatoir sifatnya karena
dikai

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2728 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 707 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 592 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 392 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 531 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 901 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 815 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 497 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 741 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 887 23