Pada saat memilih dan mengklasifikasikan data ke dalam pokok-pokok masalah dengan kode, peneliti sudah mengambil kesimpulan yang kemudian diuji dengan
data-data yang sudah ditemukan yang dapat menguatkan ataupun menjatuhkan kesimpulan yang diambil.
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
SMP Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menawarkan program pendidikan yang membantu siswa dalam memasuki masa remaja awal untuk
tumbuh dan berkembang secara berimbang dan utuh. Selain sebagai lembaga formal yang meningkatkan kualitas kecerdasan intelektual Intelegence Quotient,
SMPIT Nur Hidayah juga merupakan tempat yang kondusif bagi peningkatan kualitas kecerdasan emosional Emotional Quotient, kecerdasan spiritual
Spiritual Quotient dan kecerdasan kreativitas Creativity Quotient serta kecerdasan Mengatasi Masalah Adversity Quotient.
Salah satu usaha yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan kecerdasan intelektual
terutama dalam
pelaksanaan pembelajaran
adalah dengan
memberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi. SMPIT Nur Hidayah yang memiliki 9 kelas dengan bentuk segi enam beraturan, berusaha mengkondisikan
suasana pembelajaran yang kondusif dengan membatasi jumlah siswa setiap kelas yang tidak lebih dari 30. Hal ini dilakukan untuk menunjang terjadinya interaksi
dan komunikasi yang intensif antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Siswa pun diberikan kebebasan dalam mengekspresikan serta mengaktualisasikan bakat
dan minatnya.
Dalam pembelajaran, siswa dikondisikan untuk belajar secara aktif dan kreatif. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan presentasi maupun aktivitas kelompok.
Dalam pembelajaran yang dilakukan, diusahakan setiap prestasi dari tiap individu ataupun kelompok mendapatkan penghargaan, misalkan dengan tambahan nilai
ataupun simbol bintang pada papan prestasi yang tersedia di kelas. Hal ini cukup memotivasi siswa karena mengesankan kompetisi yang terus bergulir setiap
pembelajaran dilakukan. Di dalam kelas, guru berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam
pembelajaran. Pada awalnya guru memberikan informasi tentang aturan presentasi kemudian ketika presentasi dilakukan guru menjadi motivator, sehingga setiap
siswa berani untuk mempresentasikan materi yang disajikan. Begitupun ketika ada pertanyaan yang belum bisa terjawab oleh kelompok yang menyajikan, guru
memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk berpartisipasi menjawabnya dan kemudian memberikan pancingan jawaban ketika siswa kesulitan
menjawabnya. Dan tidak lupa guru pun memberikan nuansa kompetisi dengan mencari kelompok yang terbaik dalam pembelajaran.
Program lain yang dikembangkan dalam rangka meningkatkan wawasan ilmiah siswa adalah dengan melakukan Kunjungan Ilmiah Siswa. Kegiatan
outdoor ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran siswa di luar kelas outingclass yang dilaksanakan dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu
seperti pusat penelitian, perguruan tinggi ataupun suatu badan usaha.
B. Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Kompetensi