Latar Belakang FORMULASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER DARI EKSTRAK DAUN KERSEN(Muntingia calabura L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA INVITRO

paling baik adalah menjaga kebersihan tangan, karena tangan perantara masuknya mikroba ke dalam tubuh secara cepat. Mencuci tangan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam upaya untuk menjaga agar tubuh terhindar dari penyakit, khususnya infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme. Namun kadang keberadaan sabun dan air tidak sesuai yang diinginkan. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, maka cara untuk membersihkan tanganpun semakin berkembang, kehidupan modern yang menuntut serba praktis yaitu dengan menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung bahan antiseptik atau dikenal sebagai hand sanitizer yang sudah tersedia dalam berbagai kemasan dan merk di pasaran Sandora et al, 2004. Hand sanitizer diciptakan sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut. Pembersih tangan yang praktis, mudah dibawa kemana-mana dan mudah diperoleh. Menggunakan pembersih tangan yang mengandung antiseptik pada saat ini sudah umum digunakan oleh masyarakat yang peduli kesehatan dengan menjaga kebersihan tangan Benjamin, 2010. Untuk melindungi tubuh dari masuknya bakteri melalui tangan, sediaan gel antiseptik tangan merupakan produk yang banyak dipilih karena pemakaiannya praktis Sari Isadiartuti, 2006. Dalam beberapa hasil penelitian terbukti bahwa hand sanitizer sangat efektif untuk mengurangi insidensi penyakit gangguan pencernaan Sandora TJ et al, 2004. Juga dilaporkan bahwa hand sanitizer efektif untuk mengurangi angka tidak masuk sekolah pada anak-anak sekolah Hammond B et al, 2004 mengurangi penyakit gastrointestinal pada rumah tangga, dan mengurangi penyakit yang terjadi di asrama universitas Reynolds et al, 2006. Selain itu, hand sanitizer juga efektif dalam menghindari penyebaran virus seperti influenza, hepatitis B, serta virus herpes simplex 1 dan 2 Liu et al, 2010. Bahan antiseptik yang digunakan dalam formula sediaan gel biasanya dari golongan alkohol etanol, alkohol, isopropanol dengan konsentrasi 50 sampai 70 dan jenis desinfektan yang lain seperti: klorheksidin, triklosan Block, 2001 dan Gennaro, 1995. Alkohol sebagai desinfektan mempunyai aktivitas bakterisidal, bekerja terhadap berbagai jenis bakteri, tetapi tidak terhadap virus dan jamur. Akan tetapi karena merupakan pelarut organik maka alkohol dapat melarutkan lapisan lemak dan sebum pada kulit, dimana lapisan tersebut berfungsi sebagai pelindung tehadap infeksi mikroorganisme Dryer, 1998, Jones, 2000, Synder,1999 disamping itu penggunaan alkohol pada pemakaian berulang menyebabkan kekeringan dan iritasi pada kulit. Golongan fenol yang digunakan dalam sediaan antiseptik tangan adalah triklosan. Kadar trilklosan yang digunakan sebagai antiseptic adalah 0,05 sampai 2 Block, 2001. Komposisi sediaan hand sanitizer yang beredar banyak memiliki efek samping yang merugikan seperti iritasi, kekeringan, dan rasa terbakar pada kulit, maka banyak diciptakan produk topikal berbahan aktif dari bahan alam. Terdapat beberapa kelebihan sediaan yang berasal dari bahan alam. Terdapat beberapa kelebihan sediaan yang berasal dari bahan alam, produk hand sanitizer dari bahan alam lebih aman digunakan, tidak mengandung zat yang berbahaya, tidak merusak pernafasan, dan aman untuk anak-anak Zerbe, 2010. Daun kersen mengandung flavonoid, tanin, glikosida, saponin, steroid, dan minyak esensial Naim, 2004. Kandungan tersebut yang membuat daun kersen Muntingia calabura L memiliki potensi antioksidan dan aktivitas antibakteri Mintowati,Setya dan Maria,2013. Kersen yang mengandung flavonoid mempunyai khasiat hipotensi, antinosiseptik, antioksidan, antiproliferatif dan antimikroba melalui Staphylococcus aureus Pervical M.1988. Pada penelitian Fakultas Farmasi, UITM Malaysia menunjukkan bahwa senyawa murni yang diisolasi dari daun Muntingia calabura L memiliki aktivitas antibakteri dan sitotoksik. Penelitian farmakologis lain juga menunjukkan bahwa tanaman ini aktif sebagai antimikroba yang signifikan Yasunaka et al, 2005.,Zakaria et al,2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air dan ekstrak metanol daun kersen mempunyai potensi antibakteri terhadap beberapa bakteri dan dapat dibandingkan dengan kloramfenikol sedangkan ekstrak kloroform tidak mempunyai aktivitas antibakteri Zakaria et al, 2006. Penelitian lain membuktikan bahwa jika dibandingkan dengan ekstrak air dan ekstrak klofororm, ekstrak metanol daun kersen mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap S.aureus sensitif dan resisten metisilin dengan nilai dan konsentrasi bunuh minimum berturut- turut sebesar 1250 dan 2500 μ gmL Zakaria et al, 2010. Banyak penelitian yang telah dilakukan terhadap tanaman kersen. Buah kersen mempunyai aktivitas antiradang dan antioksidan Preethi et al, 2011 sedangkan daun kersen mempunyai aktivitas antibakteri Zakaria et al, 2006. Menurut Hernandes et al. 2004, bakteri Staphylococcus aureus merupakan alah satu bakteri yang hidup di tangan. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan kuman flora normal yang dapat menyebabkan infeksi penyakit pada manusia. Bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada pembuluh darah terminal bagian metafisis tulang panjang, bakteri ini juga dapat menyebabkan nekrosis tulang, supurasi kronik dan pembentukan abses. Dan bakteri ini juga sering ditemukan pada kulit dan selaput lendir pada manusia Jawetz et al, 2007. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang paling banyak menyerang tubuh manusia. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang hidup sebagai saprofit di dalam membran tubuh manusia, pada permukaan kulit, kelenjar keringat dan saluran usus Pelezer dkk., 1998. Pada penelitian ini akan dikembangkan formulasi sediaan hand sanitizer dengan bahan aktif daun kersen. Selanjutnya untuk menguji efektivitas hand sanitizer sebagai antibakteri, digunakan bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan sebagai pembanding sediaan hand sanitizer dipilih salah satu hand sanitizer yang sudah beredar di pasaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, akan dilakukan penelitian mengenai sediaan gel hand sanitizer menggunakan ekstrak daun kersen dengan menguji aktivitas antibakteri gel hand sanitizer tersebut dengan berbagai konsentrasi yaitu 10, 30 dan 40 terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Dengan harapan didapatkan produk yang lebih aman digunakan, tidak mengandung zat kimia yang berbahaya, tidak merusak pernafasan dan aman untuk anak-anak.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Apakah sediaan gel hand sanitizer dari ekstrak daun kersen memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus? 2. Pada konsentrasi manakah dari 10, 15, 20 ekstrak daun kersen Muntingia calabura L terhadap aktivitas antibakteri dari sediaan gel hand sanitizer?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh kadar ekstrak daun kersen apakah formulasi sediaan gel hand sanitizer dari ekstrak daun kersen mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus secara invitro. 2. Untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah yakni 10, 15 20 sediaan hand sanitizer dari ekstrak daun kersen yang optimal dan efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

1.4 Manfaat Penelitian Bagi Peneliti:

Untuk memberikan informasi yang tepat tentang konsentasi bahan aktif dari kandungan ekstrak daun kersen Muntingia calabura L yang digunakan pada sediaan gel hand sanitizer. Bagi Institusi: Untuk memberikan rekomendasi pada institusi mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk lebih dikembangkan mengenai penelitian sediaan gel hand sanitizer dari ekstrak daun kersen Muntingia calabura L. Bagi Masyarakat: Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat tentang salah satu manfaat dari tanaman Muntingia calabura L yakni sebagai antibakteri dalam sediaan gel hand sanitizer.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

85 2227 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 575 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 493 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 319 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 440 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 708 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 623 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 397 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 579 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 705 23