LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI WEBLOG.

(1)

LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

MELALUI WEBLOG

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

oleh Febby Irawan

NIM 0901333

DEPARTEMEN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG

2015


(2)

LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

MELALUI WEBLOG

Oleh Febby Irawan

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan

© Febby Irawan 2015 Universitas Pendidikan Indonesia

Januari 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian, dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.


(3)

FEBBY IRAWAN 0901333

LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

MELALUI WEBLOG

disetujui dan disahkan oleh :

Pembimbing I

Dr. Nurhudaya, M.Pd NIP. 19600725 198601 1 001

Pembimbing II

Dadang Sudrajat, M.Pd NIP. 19680828 199802 1 002

Mengetahui,

Ketua Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Pendidikan Indonesia

Dr. Nandang Rusmana, M. Pd. NIP 19600501 198603 1 004


(4)

“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang

menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka,

atas apa yang mereka kerjakan (QS.As-Sajdh: 17)

“Hari ini atau tidak sama sekali.” (Herry Sutresna, 2008


(5)

Hadapilah dengan bijaksana,

semua yang terjadi telah ditakdirkan oleh sang Maha Kuasa,

bukan berarti ini adalah akhir dari segalanya,

jika kau berusaha, Dia pasti akan berimu cahaya,

percayalah, kemenangan di tanganmu seorang.


(6)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan skripsi yang berjudul “Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Melalui Weblog” ini beserta seluruh isinya sepenuhnya merupakan karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Bandung, Januari 2015 Yang membuat pernyataan,


(7)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmaanirrohim.

Menulis karya ilmiah merupakan hal penting dalam kehidupan akademik seorang mahasiswa. Skripsi salah satunya, bagi penulis merupakan karya ilmiah yang perlu disusun oleh seorang mahasiswa guna memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat serta gelar sarjana pada Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UPI secara profesional.

Skripsi dengan judul “Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Melalui Weblog” merupakan penelitian yang bertujuan untuk menciptakan alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah dengan memanfaatkan peluang yang didasarkan pada perkembangan era serta ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Penelitian disajikan dalam bentuk bentuk karya ilmiah yang tersusun menjadi lima bab yang memuat hal-hal pokok yang berkaitan dengan hasil penelitian. Terdiri dari: pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, temuan dan pembahasan, serta simpulan, implikasi dan rekomendasi.

Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi pedoman ini. Semoga hasil karya tulis ilmiah yang telah dibuat dapat bermanfaat bagi seluruh sivitas akademika UPI serta masyarakat pada umumnya.

Bandung, Januari 2015


(8)

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur dan terima kasih penulis panjatkan kepada Allah SWT. akan semua karunia dan rahmatnya yang selalu menuntun dan menjadi pedoman penulis dalam menyusun skripsi. Kasih dan sayang selalu tercurahkan bagi kedua orang tua Nurjanah dan Ahmad Hidayat, S.E., serta kepada kakak Resza Aditya dan adik Pasha Billy Juliansyah yang menemani kehidupan penulis dan memberikan pengalaman-pengalaman berharga. Penulis mengapresiasi segala bentuk dukungan dan dorongan yang membantu penulis dalam penyusunan skripsi. Terima kasih diucapkan pula kepada pihak-pihak yang ikut berperan penting dalam penyusunan skripsi, sebagai berikut.

1. Dr. Nurhudaya, M.Pd., selaku Pembimbing I yang selalu meluangkan waktu, memberikan ilmu dan pengetahuan, memberikan nilai-nilai kehidupan, serta memotivasi dan dukungan kepada penulis.

2. Dadang Sudrajat, M.Pd., selaku Pembimbing II yang selalu meluangkan waktu, memberikan ilmu dan pengetahuan, memberikan nilai-nilai kehidupan, serta memotivasi dan dukungan kepada penulis.

3. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd., selaku Ketua Departemen yang senantiasa memberi kemudahan kepada penulis.

4. Prof. Furqon, Ph.D., selaku Ketua Dewan Skripsi Jurusan PPB FIP UPI beserta Tim yang telah memberikan ijin kepada penulis.

5. Prof. Dr. Ahman, M.Pd., selaku Dekan FIP yang telah memberikan berbagai kemudahan bagi penulis.

6. Dr. Ipah Saripah, M.Pd sebagai Pembimbing Akademik yang selalu memberikan motivasi kepada penulis.

7. Dr. Yusi Riksa Y., M.Pd. selaku dosen kemahasiswaan.

8. Dosen Departemen PPB FIP UPI, yang dengan penuh kesabaran membimbing dan mendidik penulis selama perkuliahan berlangsung.

9. Bapak Edwin, Ibu Viji, Bapak Kardi, S.Pd., Bapak Uci, dan Rahadian, sebagai Staf Administrasi Jurusan, UPT LBK, dan Laboratorium PPB.

10.Teruntuk sahabat yang akan selalu dikenang, Anandha Putri R., S.Pd., Annisa Rahmadani, S.Pd., Ari Barkah, S.Pd., Arin Arpiana B., Asep Hilman, S.Pd.,


(9)

Dian Ramadhani, S.Pd., Fathul Ilmi, S.Pd., Haeni Sari Purwanti, Ihsan Mursalin, S.Pd., Ikhwan Muzzaki S., S.Pd., Niken Nur A., S.Pd., Nurul Fahmi, S.Pd., Muhammad Muhajirin, S.Pd., Sandy Suwardi S., S.Pd., serta Taofiq Septiawan, S.Pd.. Terima kasih atas kisah yang telah terukir bersama menemani perjalanan hidup penulis pada proses penyusunan skripsi.

11.Bagi teman-teman yang selalu ada untuk mendukung dan mendoakan kemudahan serta kelancaran penulis pada proses penyusunan skripsi, Andi Kiswanto, M.Pd., Anisah Fadhilah, S.Pd., Gema Muhammad S., S.Pd., Indri Purwanti, S.Pd., Lusita Aprillia N., Putri Dwi F., S.Pd., Rissa Fauzya, Amd. Keb., Trivia Savitri G., S.Pd., serta Umi Rahayu F., S.Pd.

12.Teman seperjuangan PPB Angkatan 2009 terima kasih telah meberikan arti dalam perjalanan hidup saya.

13.Kakak dan adik tingkat yang senantiasa berbagi suka dan duka dari awal perkuliahan sampai saat ini.

14.Semua hal yang telah diperjuangkan tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan dan bimbingan dari pihak-pihak yang telah membantu penulis. Semoga Allah SWT membalas semua kemudahan dan kebaikan yang telah diberikan.

Bandung, Januari 2015 Penulis

Febby Irawan 0901333


(10)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

Febby Irawan. (2015). Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Melalui Weblog.

Penggunaan teknologi secara efektif dan tepat, dapat membantu menciptakan kualitas pendidikan yang bermutu. Bimbingan dan konseling sebagai salah satu bagian integral dari kesuluruhan kegiatan pendidikan dapat menggunakan teknologi sebagai alternatif pilihan alat bantu atau media yang dapat menunjang tujuan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan teknologi dapat menjadi suatu peluang untuk mengembangkan kegiatan layanan yang bersifat konvensional dan tradisional serta masih terbatas, menjadi sebuah konsep perkembangan yang tidak lagi terbatas oleh jarak, ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rumusan rancangan layanan bimbingan dan konseling melalui weblog. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, populasi yang digunakan adalah peserta didik jenjang Sekolah Menengah Atas Tahun ajaran 2014-2015. Hasil penelitian menunjukan evaluasi weblog berada pada tingkat pencapaian 80,22%, masuk pada kategori Memadai. Muatan informasi pada weblog “Media Bimbingan dan Konseling” dapat dikatakan memadai atau layak sebagai layanan informasi bimbingan dan konseling dengan skor pencapaian evaluasi muatan materi sebesar 80,56%. Pencapaian persentase tertinggi ada pada aspek Kematangan Emosi dengan skor 16,44%. Pencapaian persentase terendah ada pada aspek Landasan Perilaku Etis dengan skor 3,44%. Pencapaian persentase tertinggi ada pada bidang Layanan informasi pribadi dengan skor 57,55% atau sama dengan 301 kali kunjungan pada halaman sub-menu “Informasi Pribadi”. Pencapaian persentase terendah ada pada bidang Layanan informasi akademik dengan skor 10,13% atau sama dengan 53 kali kunjungan pada halaman sub-menu “Informasi Akademik”.


(11)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... vi

UCAPAN TERIMA KASIH ... vii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Rumusan Masalah Penelitian ... 7

C.Tujuan Penelitian ... 10

D.Manfaat Penelitian ... 11

E. Sturktur Organisasi Skripsi ... 12

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 13

A.Konsep Bimbingan dan Konseling ... 13

B. Media dalam Bimbingan dan Konseling ... 39

C.Weblog sebagai Media Layanan Bimbingan dan Konseling ... 48

BAB III METODE PENELITIAN... 63

A.Desain Penelitian ... 63

B. Populasi dan Sampel ... 64

C.Instrumen Penelitian ... 66


(12)

xi

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

E. Analisis Data ... 74

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN ... 77

A.Pengembangan Rancangan Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Melalui Media Weblog. ... 77

B. Kesesuaian Muatan Materi Informasi dengan Kebutuhan Peserta Didik ... 86

C.Penilaian Pengguna tentang Weblog Dilihat dari Teknis Penggunaannya ... 119

D.Pembahasan Hasil Penelitian ... 138

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI ... 143

A.Simpulan ... 143

B. Implikasi ... 145

C.Rekomendasi... 146


(13)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1. Anggota Sample 66

Tabel 3. 2. Kisi-kisi Instrumen Evaluasi Weblog 67 Tabel 3. 3. Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Evaluasi Weblog 68

Tabel 3. 4. Uji Aksesibilitas Weblog 70

Tabel 3. 5. Kategori Pemberian Skor Alternatif Respon 75

Tabel 3. 6. Kategori Hasil Evaluasi Weblog 75

Tabel 3. 7. Hasil Evaluasi Weblog berdasarkan Aspek dan Indikator 76 Tabel 4. 1. Tabel Rumusan Materi Layanan Informasi 85 Tabel 4. 2. Tabel Data Kunjungan Halaman Layanan Informasi berdasarkan

Aspek dan Indikator Standar Kompetensi Kemandirian

91 Tabel 4. 3. Tabel Data Kunjungan Halaman Sub-Menu Layanan Informasi 100 Tabel 4. 4. Tabel Data Kunjungan Halaman Judul Materi Informasi

berdasarkan Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling

100 Tabel 4. 5. Tabel Data Kunjungan Halaman Judul Materi Layanan

Informasi Pribadi

105 Tabel 4. 6. Tabel Data Kunjungan Halaman Judul Materi Layanan

Informasi Sosial

111 Tabel 4. 7. Tabel Data Kunjungan Halaman Judul Materi Layanan

Informasi Akademik

115 Tabel 4. 8. Tabel Data Kunjungan Halaman Judul Materi Layanan

Informasi Karir

117

Tabel 4. 9. Tabel Hasil Evaluasi Weblog 119

Tabel 4. 10. Tabel Hasil Evaluasi Weblog berdasarkan Aspek dan Indikator 123 Tabel 4. 11. Tabel Gambaran Umum Hasil Evaluasi Weblog berdasarkan

Asal Sekolah peserta didik

127 Tabel 4. 12. Tabel Gambaran Umum Hasil Evaluasi Weblog berdasarkan

Tingkatan Kelas Peserta didik

131 Tabel 4. 13. Tabel Gambaran Umum Hasil Evaluasi Weblog berdasarkan

Jenis Sekolah Peserta didik

133 Tabel 4. 14. Tabel Gambaran Umum Hasil Evaluasi Weblog berdasarkan

Teknik Pengambilan Data


(14)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1. Komponen Program Bimbingan dan Konseling 25 Gambar 2. 2. Peta Kognitif Pemanfaatan Media dalam Bimbingan dan

Konseling

48

Gambar 4. 1. Skema Konten Weblog 77

Gambar 4. 2. Tampilan Halaman Home Weblog “Media Bimbingan dan

Konseling” 78

Gambar 4. 3. Tampilan Halaman Layanan Informasi Weblog “Media

Bimbingan dan Konseling” 79

Gambar 4. 4. Tampilan Halaman Profil Pengembang Weblog “Media

Bimbingan dan Konseling” 80

Gambar 4. 5. Tampilan Halaman Tentang Weblog “Media Bimbingan

dan Konseling” 81

Gambar 4. 6. Tampilan Halaman Kontak Weblog “Media Bimbingan

dan Konseling” 81

Gambar 4. 7. Tampilan Navigasi Slide Show 82

Gambar 4. 8. Tampilan Navigasi Search 82

Gambar 4. 9. Tampilan Navigasi Labels 83

Gambar 4. 10. Tampilan Navigasi Entri Populer 83

Gambar 4. 11. Tampilan Navigasi Statistik Pengunjung 84 Gambar 4. 12. Tampilan Navigasi Bagikan Informasi 84 Gambar 4. 13. Grafik Gambaran Umum Evaluasi Weblog tiap Aspek 120 Gambar 4. 14. Gambaran Umum Evaluasi Weblog tiap butir pertanyaan 122


(15)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. SK Pembimbing

Lampiran 2. Surat Permohonan Izin Penelitian Lampiran 3. Surat Keterangan Penelitian Lampiran 4. Daftar Pertanyaan Kuesioner Lampiran 5. Pengolahan Data

Lampiran 6. Tabel Materi Layanan Informasi Lampiran 7. Deskripsi Materi Layanan Informasi


(16)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN A.Latar Belakang Penelitian

Dunia tengah berada di era globalisasi yang ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari yang menciptakan iklim baru yang menuntut masyarakat untuk menjadi lebih aktif dan terbuka dalam menghadapi tantangan serta persaingan. Aktivitas masyarakat menjadi lebih transparan, tidak lagi terbatas oleh tempat, jarak, ruang dan waktu, yang dapat menciptakan sebuah peluang bagi setiap individu maupun kelompok untuk dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya dan menjadikannya lebih baik dan bermanfaat bagi orang banyak maupun dirinya sendiri.

Penggunaan teknologi secara efektif dan tepat akan membantu menciptakan kualitas yang bermutu pada setiap aspeknya. Termasuk salah satunya adalah pendidikan, yang dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang bermutu. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat menunjang keberhasilan serta pencapaian tujuan kegiatan pendidikan tersebut, seperti yang dijelaskan oleh Miarso (dalam Ismaniati, 2011, hlm. 2) yang menyatakan, “banyak faktor yang berpengaruh atau mendukung terwujudnya proses pembelajaran yang berkualitas dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, salah satu di antaranya adalah penggunaan atau pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan dan pembelajaran”.

Bimbingan dan konseling sebagai salah satu bagian integral dari kesuluruhan kegiatan pendidikan dapat menggunakan teknologi sebagai alternatif pilihan alat bantu atau media yang dapat menunjang tujuan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan teknologi dapat menjadi suatu peluang untuk mengembangkan kegiatan layanan yang bersifat konvensional dan tradisional serta masih terbatas, menjadi sebuah konsep perkembangan yang tidak lagi dibatasi oleh tempat, jarak, ruang dan waktu.


(17)

2

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Melalui layanan bimbingan dan konseling, guru bimbingan dan konseling membantu peserta didik mencapai tugas perkembangannya dalam rangka proses kemandirian, hal tersebut akan menjadi lebih optimal jika didukung oleh pelaksana yang memiliki standar profesionalisme di bidangnya serta dukungan sistem manajemen yang berlaku serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga kegiatan pendidikan menjadi lebih efektif.

Guru bimbingan dan konseling wajib menguasai serta menerapkan standar kompetensi konselor yang telah ditentukan sebagai landasan dalam melaksanakan kegiatan layanan. Sebagaimana tercantum pada Permendiknas yang disusun oleh Mendiknas (2008, hlm. 5), yang merumuskan standar kompetensi konselor ke dalam empat kompetensi pendidik, yaitu (1) Kompetensi Pedagogik, (2) Kompetensi Kepribadian, (3) Kompetensi Sosial, serta (4) Kompetensi Profesional. Guru bimbingan dan konseling sebagai sosok utuh konselor sekolah mencakup dua komponen penting, yakni kompetensi akademik dan kompetensi profesional. Termasuk di dalamnya rincian kompetensi akademik konselor untuk mengenal secara mendalam konseli yang hendak dilayani serta menguasai khasanah teoretik dan prosedural termasuk teknologi dalam bimbingan dan konseling (Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 137).

Guru bimbingan dan konseling sebagai salah satu personil pelaksana layanan, memiliki tanggung jawab yang besar terhadap profesinya atas keberhasilan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Guru bimbingan dan konseling profesional adalah seseorang yang memiliki peran penting untuk merencanakan dan mengaplikasikan program bimbingan dan konseling sekolah yang komprehensif (Mursalin, 2013, hlm. 108). Penelitian oleh Hakim (2011, hlm. 67) menunjukan hasil sebesar 42,74% guru bimbingan dan SMA Negeri tahun ajaran 2011/2012 telah mencapai hasil yang baik. Penjelasan hasil secara terperinci yaitu 57 dari 74 orang guru bimbingan dan konseling di kota Bandung termasuk pada kategori baik. Sebanyak sembilan orang lainnya masuk pada kategori cukup dan delapan orang pada kategori kurang. Artinya,


(18)

3

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kinerja sebagian besar guru bimbingan dan konseling sekolah di Kabupaten Bandung belum optimal dilihat dari kepribadian konselor, pengetahuan serta keterampilan memberikan layanan bimbingan.

Sejauh ini diduga belum semua guru bimbingan dan konseling yang berada di sekolah telah mencapai kualifikasi sesuai standar profesinya sebagai guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian Ilfiandra (dalam Mursalin, 2013, hlm. 3) terhadap guru bimbingan dan konseling, siswa, guru, dan kepala sekolah. Umumnya kinerja guru bimbingan dan konseling belum memuaskan, di Kabupaten Bandung (64,28%) kinerja guru bimbingan dan konseling masuk pada kategori tidak memuaskan, sebagian kecil (35,71%) masuk pada kategori memuaskan, dan tidak ada guru bimbingan dan konseling yang menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan. Urutan aspek kinerja yang tidak memuaskan yang ditampilkan oleh guru bimbingan dan konseling menyangkut pengetahuan tentang keterampilan memberikan layanan bimbingan dan konseling (36,74%), kepribadian guru bimbingan dan konseling (29,85%), dan pengetahuan tentang layanan bimbingan dan konseling (21,28%).

Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, masih belum mencapai tujuan yang diharapkan. Karena masih banyaknya guru bimbingan dan konseling yang belum dapat mengaktualisasikan keterampilannya di dunia kerja secara optimal. Penelitian Asror (dalam Sudrajat, 2008, hlm. 2) melaporkan, keterampilan konseling konselor belum memenuhi harapan siswa. Dedi Supriadi (dalam Sudrajat, 2008, hlm. 2) memberikan isyarat, jika sebanyak 38% orang tua siswa belum menerima keberadaan program bimbingan dengan alasan kurang profesionalnya guru pembimbing dalam menjalankan tugas. Furqon (dalam Sudrajat, 2008, hlm. 2), menyatakan bahwa kinerja konselor lulusan BK dengan nonBK yang tidak jauh berbeda dalam memberikan dan menampilkan aktivitas pelayanan BK secara menyeluruh serta belum menampilkan kompetensinya secara aktual. Pada hasil penelitian yang dilakukan Ilfiandra, dkk. (dalam Sudrajat, 2008, hlm. 2) melaporkan implementasi pelayanan BK masih belum


(19)

4

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

memuaskan. Kelemahan kinerja konselor merata pada aspek keterampilan dan pengetahuan tentang pelayanan BK serta kepribadian.

Fenomena tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan tidak tepat sasaran dan tidak berlangsung dengan baik, ataupun kualitas guru bimbingan dan konseling secara profesionalisme yang tidak mencapai standar kompetensi konselor seutuhnya. Karena tidak sedikit guru bimbingan dan konseling di sekolah yang belum menguasai konsep dasar dan teori keilmuan tentang bimbingan dan konseling. Kompetensi yang dimiliki seorang guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan sangat memengaruhi hasil kinerja serta pandangan guru lain di sekolah. Guru bimbingan dan konseling dituntut memiliki kemampuan yang memadai dan memiliki mutu yang terjamin, seperti kepiawaian, kemampuan dan kinerja yang kreatif dalam melaksanakan layanan, seperti yang diungkap Yusuf (2009):

Agar peserta didik memiliki (1) pemahaman, wawasan, dan kesadaran akan identitas dirinya; (2) kemampuan mengembangkan potensi dirinya (3) keterampilan mengatasi masalah yang dihadapinya; (4) wawasan tentang perkembangan IPTEK dan sosial budaya masyarakat, dan (5) kemampuan menyesuaikan diri seara konstruktif dengan lingkungan dalam upaya menciptakan kesejahteraan hidup bersama.

Guru bimbingan dan konseling perlu memperhatikan faktor lain yang dapat menunjang optimalnya layanan yang diberikan. Kondisi objektif seperti kebudayaan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) perlu ikut dipertimbangkan dalam merancang layanan bimbingan. Guru bimbingan dan konseling perlu sadar dengan adanya perkembangan era globalisasi, karena hal tersebut tidak dapat ditepis lagi dari kenyataan bahwa semua individu telah dan tengah mengalami pergeseran era.

Guru bimbingan dan konseling sebaiknya untuk lebih mempelajari dan memahami secara konseptual dan teknis terkait produk-produk hasil perkembangan IPTEKS, seperti radio, televisi, proyektor, kamera, PC,


(20)

5

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

seperti program aplikasi, file, dan internet yang dapat digunakan untuk menunjang dan mengoptimalisasikan kegiatan layanan. Karena sudah tidak asing istilah

Cybercounseling/E-counseling di telinga guru bimbingan dan konseling sebagai

pemberdayaan hasil perkembangan IPTEKS dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Dimana proses layanan bimbingan dan konseling tidak lagi terhambat oleh ruang, jarak dan waktu.

Produk hasil perkembangan IPTEKS dapat dimanfaatkan dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Yusof (dalam Yudha, 2009, hlm. 2) menyatakan sebagian besar penelitian yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam konseling dapat dikelompokkan menjadi 3 bidang utama yang digunakan dalam teknologi: (1) pencatatan, (2) analisis data, (3) cybercounseling dan cyberlearning. Sebagai media pembelajaran, pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan layanan bimbingan dan konseling dalam membantu peserta didik menyelesaikan tugas perkembangannya. Sebagaimana diungkap oleh Goss & Anthony (2003, hlm. 14):

Technology has increasingly impacted on the way that mental health practitioners conduct their day-to-day business. Communication on a professional level between two parties can be faster, more efficient and more convenient from and administrative point of view (including the use of general office equipment such as answerphones, fax machines and pagers as well as e-mail).

Teknologi semakin berdampak terhadap praktisi kesehatan mental di dalam melakukan kegiatan mereka sehari-hari. Komunikasi pada tingkat profesional antara dua pihak akan dapat lebih cepat, efisien dan nyaman ditinjau dari sisi administrasinya. Internet sebagai salah satu produk hasil perkembangan IPTEKS dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Namun dalam penggunaannya, internet memiliki dampak positif atau negatif tergantung pada cara dan siapa yang menggunakannya. Internet yang digunakan secara positif dapat berguna bagi banyak pihak, termasuk salah satunya di bidang pendidikan. Ada banyak manfaat yang dapat dipetik oleh lembaga pendidikan, peserta didik, maupun masyarakat pada umumnya. Lembaga pendidikan dapat memperoleh


(21)

6

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kontribusi dari sistem e-education berupa: perluasan jaringan mitra kerja, baik dengan lembaga atau instansi di dalam mau pun diluar negeri, serta pengendalian biaya khususnya pengurangan biaya pembangunan sarana fisik. E-education mengefektifkan hubungan antara peserta didik dan pendidik karena peserta didik dapat berkonsultasi atau belajar bersama pendidik tanpa terikat tempat dan waktu (Oetomo dkk., 2007, hlm. 6).

Khususnya pada bimbingan dan konseling, dengan adanya perkembangan teknologi, dapat mengubah sistem dan mekanisme yang berlangsung pada pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Seperti yang diungkap oleh Goss & Anthony (2003, hlm. 13),

The use of technology in counseling and psychotherapy is changing the face of the profession, with practitioners either being challenged and excited by the new opportunities it presents or feeling skeptical, overwhelmed or even frightened by an unwelcome intrusion into traditional methods of providing mental health services.

Salah satu implikasi hasil IPTEKS pada dunia bimbingan dan konseling secara nyata dapat diterapkan pada konsep e-counseling, yakni kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang memanfaatkan internet agar dapat tercapainya hasil yang lebih optimal dan efektif. Lebih dijelaskan oleh pemaparan yang diungkapkan www.ilenehart.com (dalam Latipah, 2011), e-counseling dapat menjawab berbagai isu kehidupan, yaitu suatu metode baru yang menarik dalam membantu individu untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. Sangat berbeda dengan metode tradisional dalam terapi, karena e-counseling dapat membantu individu mengenali banyak isu yang bermacam-macam dengan fokus di bawah suatu lembaga yang profesional.

Peluang untuk menciptakan suatu pengembangan layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan melalui e-counseling atau layanan bimbingan dan konseling berbasis internet. Merujuk pada hasil survey yang dilakukan oleh riset pemasaran Markplus Insight, menyatakan bahwa pada tahun 2013 terdapat 74,6 juta pengguna internet di Indonesia dengan hampir setengah jumlah keseluruhan


(22)

7

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

masyarakat berusia di bawah 30 tahun (Lukman, 2013). UNICEF, bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, The Berkman Center for Internet and Society, dan Harvard University, melakukan survey nasional mengenai penggunaan dan tingkah laku internet para remaja Indonesia. Studi ini memperlihatkan bahwa setidaknya 30 juta orang remaja di Indonesia yang mengakses internet secara reguler. Survey tersebut dilakukan kepada 400 peserta didik dengan kisaran umur 10 sampai 19 tahun, hal tersebut menunjukan remaja pada zaman sekarang telah terbiasa berinteraksi dengan menggunakan layanan internet (Lukman, 2014). Hampir setengah jumlah penduduk di Indonesia yang menggunakan internet adalah remaja, dan sebagian besar di antaranya termasuk ke dalam kategori peserta didik.

Aktivitas peserta didik dalam menggunakan internet, dapat dijadikan sebuah peluang dimana bimbingan dan konseling bisa mengembangkan pelaksanaan layanan berbasis internet atau E-counseling. Ragam E-counseling seperti penggunaan telepon, radio, e-mail, weblog, sms, atau chat dapat digunakan sebagai media untuk melakukan layanan bimbingan dan konseling. Keller & Goodman (dalam Latipah, 2011), menyatakan sebuah fakta pada tahun 2004,

e-mail saat ini masih merupakan media yang paling banyak digunakan dalam electronic therapy atau webcounseling.

Weblog sebagai salah satu media yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan dan konseling sebagai media alternatif atau alat bantu yang dapat menunjang hasil kemandirian peserta didik. Layanan yang dilaksanakan melalui media weblog ini adalah layanan dasar yang bersifat informatif, sehingga weblog berisikan materi-materi atau informasi yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam membantu pencapaian tugas perkembangannya berdasarkan standar kompetensi kemandirian peserta didik.

B.Rumusan Masalah Penelitian

Eksistensi bimbingan dan konseling pada kurikulum 2013 yaitu memegang tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan lingkungan perkembangan,


(23)

8

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungannya, membelajarkan individu untuk mengembangkan, memperbaiki, dan memperhalus perilaku (Kemendikbud, 2013). Sejalan dengan rincian kompetensi konselor yang dipaparkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (2008, hlm. 143), menyebutkan bahwa: konselor harus mampu (1) memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani, (2) menguasai landasan teoretik bimbingan dan konseling, (3) menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan, serta (4) mengembangkan pribadi dan profesionaltias secara berkelanjutan, maka guru bimbingan dan konseling harus memiliki kompetensi yang dapat diimplementasikan ke dalam pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan yang dapat membantu peserta didik dalam mencapai tugas perkembangannya. Saat ini kegiatan layanan bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan kepada peserta didik, telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat. Pelaksanaan kegiatan layanan bantuan dapat terbantu dengan adanya pemberdayaan hasi ilmu teknologi, namun pada kenyataannya belum semua guru bimbingan dan konseling di sekolah mampu memanfaatkannya secara optimal. Masih ada pelaksanaan layanan bantuan yang bersifat tradisional, yang mengedepankan penyembuhan dan pemecahan masalah, sehingga belum dapat menyentuh ke arah bimbingan dan konseling perkembangan yang bersifat komprehensif. Pengembangan konsep bimbingan dan konseling komprehensif diharapkan dapat melihat kegiatan layanan dari sudut pandang positif terhadap peserta didik. Dimana kegiatan layanan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik, tidak hanya terpaku pada masalah atau kondisi negatif yang dialami oleh peserta didik.

Secara umum kegiatan layanan bimbingan dan konseling terbagi menjadi tiga bagian, yakni perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi kegiatan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mursalin (2013) terhadap guru bimbingan dan konseling di Kota Cimahi, menunjukan hasil kinerja berdasarkan aspek perencanaan layanan bimbingan dan konseling masih kurang dapat menerapkan


(24)

9

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

landasan keilmuan pendidikan (yuridis, filosofis, psikologis, sosial budaya, religius), sedangkan berdasarkan aspek pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling masih kurang dapat mengimplementasikan prinsip pendidikan dan sub-indikator pembelajaran. Kegiatan konseling yang dilakukan bersifat insidental, serta penggunaan sarana dan prasaran kurang dapat dimanfaatkan secara efektif oleh guru bimbingan dan konseling. Evaluasi terhadap kinerja guru bimbingan dan konseling di Kota Cimahi menunjukan bahwa guru bimbingan dan konseling belum bisa merancang, melaksanakan, memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling.

Guru bimbingan dan konseling di sekolah belum dapat menggunakan media layanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu pendukung kegiatan layanan secara optimal. Penelitian Anisa dan Nursalim (2011) di Surabaya, diungkapkan oleh rekan-rekan guru BK di salah satu sekolah menengah di Surabaya, terdapat kendala di dalam melaksanakan atau memenuhi salah satu kompetensi konselor yaitu kompetensi ke-lima, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, khususnya subkompetensi ke-empat yaitu mampu menggunakan dan mengembangkan media bimbingan dan konseling.

Penting bagi guru bimbingan dan konseling untuk memiliki kompetensi untuk memberdayakan hasil IPTEKS dalam pelaksanaan layanan, sehingga bimbingan dan konseling di sekolah dapat mengikuti perkembangan zaman. Tidak selalu berpaku pada layanan bimbingan dan konseling yang bersifat tradisional, namun bisa berkembang menjadi layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif, yakni layanan bantuan langsung kepada seluruh peserta didik. Salah satunya adalah layanan dasar, yang bertujuan membantu semua peserta didik agar mencapai tugas-tugas perkembangannya (Suherman, 2009, hlm. 24). Melalui kegiatan layanan dasar, diharapkan peserta didik dapat terbantu untuk mencapai pemahaman tentang diri dan lingkungannya, mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab, mampu menangani kebutuhan dan masalahnya, serta mampu mengembangkan dirinya dalam


(25)

10

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mencapai tujuan hidupnya. Layanan dasar yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa layanan pemberian informasi dan diskusi (Brainstorming). Pemberian informasi tersebut mengacu pada panduan yang berhubungan erat dengan kebutuhan peserta didik, salah satunya dengan menggunakan standar kompetensi kemandirian peserta didik yang dirancang oleh ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia).

Layanan dasar yang diberikan kepada peserta didik, dapat dirancang melalui pemanfaatan media pembelajaran seperti internet dan weblog. Penggunaan weblog mulai dilaksanakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling pada tahun 1990-an. Adapun penelitian-penelitian terdahulu yang telah diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling pada tahun 2009 oleh Latipah dan Sakti pada tahun 2010 di Kota Bandung. Penelitian tersebut menunjukan bahwa weblog dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling guna mengefektifkan kegiatan layanan yang tidak terbatas oleh ruang, jarak dan waktu. Respon dari peserta didik sebagai subjek layanan pun menunjukan hasil yang cukup baik.

Pada penelitian Latipah (2009), menggambarkan sebesar 40% peserta didik memerasa puas, 40% belum merasa puas, dan 20% lainnya tidak merasa puas. Dengan harapan weblog konseling dapat lebih interaktif serta dibuat lebih personal, memiliki aplikasi offline, memberikan kemudahan dalam penggunaan, lebih variatif, menyajikan kuis-kuis bernuansa psikologis dan mengembangkan

human interface. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Sakti (2010),

menunjukan bahwa data hasil peserta didik menunjukan tingkat pengoperasian blog layanan informasi dan konsultasi bimbingan dan konseling masih dianggap sulit. Hampir 60% dari empat kelompok peserta didik menyatakan aplikasi yang terdapat pada blog bimbingan dan konseling sudah sesuai untuk menunjang layanan informasi dan konsultasi bimbingan dan konseling. Data hasil peserta didik terhadap materi yang dibutuhkan oleh peserta didik pada layanan informasi blog bimbingan dan konseling menyatakan sekitar 90% menjawab “ya”,


(26)

11

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menandakan bahwa peserta didik membutuhkan materi-materi yang guru bimbingan dan konseling tawarkan. Serta hampir 50% siswa kelas X menyatakan kurang sesuai dan tidak sesuai terhadap layanan informasi yang disajikan pada blog, dikarenakan peserta didik belum mencoba membuka blog bimbingan dan konseling yang disediakan.

Kegiatan layanan dasar melaui weblog, diharapkan dapat menjadi salah satu peluang dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang dapat membantu kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam memberikan materi layanan kepada peserta didik. Hal tersebut dapat memberikan jaminan masa depan yang baik bagi dunia bimbingan dan konseling. Karena kegiatan layanan bimbingan dan konseling tidak lagi monoton dan bersifat tradisional yang dapat membuat peserta didik jenuh dan merasa tidak memerlukan lagi layanan bantuan. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah dipaparkan, maka penelitian difokuskan kepada pemberdayaan internet sebagai media layanan dengan menggunakan weblog yang dapat menunjang dan meningkatkan kegiatan layanan bimbingan dan konseling.

Untuk mengetahui rancangan weblog lebih rinci dijabarkan dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana rancangan weblog sebagai media layanan bimbingan dan konseling ?

2. Bagaimana kebergunaan weblog dilihat dari kesesuaian materi informasi dengan kebutuhan peserta didik?

3. Bagaimana kebergunaan weblog dilihat dari teknis penggunaannya?

C.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah agar dapat terumuskannya rancangan layanan bimbingan dan konseling melalui weblog. Adapun tujuan khusus dari penelitian yang dapat dicapai, yakni:

1. Mengetahui rancangan weblog sebagai media layanan bimbingan dan konseling.


(27)

12

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Mengetahui kebergunaan weblog dilihat dari kesesuaian materi informasi dengan kebutuhan peserta didik.

3. Mengetahui hasil kebergunaan weblog dilihat dari teknis penggunaannya.

D.Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian yang dapat diambil dari hasil penelitian dapat ditujukan kepada beberapa elemen yang ada di sekolah, yaitu:

1. Bagi Peserta Didik

Penelitian dimaksudkan agar peserta didik mendapatkan layanan dasar yang bersifat informatif secara cyber (di dalam dunia maya). Sehingga peserta didik tidak lagi terhambat oleh ruang, jarak dan waktu yang mengharuskan untuk bertemu langsung dengan guru bimbingan dan konseling sebagai pusat layanan informasi. Layanan informasi tersebut berdasarkan standar kompetensi yang harus diselesaikan atau dicapai oleh peserta didik, yang diharapkan dapat memberikan informasi yang efektif dan sesuai kebutuhan.

2. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling

Pengembangan media layanan dasar berbasi online, diharapkan dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh guru bimbingan dan konseling sebagai wadah untuk mengasah keterampilan di dalam mengembangkan media layanan bimbingan dan konseling yang menarik dan berguna bagi peserta didik. Setiap guru bimbingan dan konseling dapat menambah dan memperdalam wawasan mengenai pengembangan media dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. Salah satunya dengan menggunakan blog sebagai media layanannya. Guru bimbingan dan konseling dapat lebih mengoptimalkan kegiatan layanan tanpa harus bertatap muka langsung dengan peserta didik, sehingga dapat melayani peserta didik kapan dan dimana saja. Juga diharapkan dapat membantu di dalam menunjukan citra yang positif bagi personel sekolah lainnya selain guru bimbingan dan konseling. Serta memberikan gambaran terhadap perubahan paradigma layanan bimbingan dan konseling tradisional menjadi bimbingan dan konseling perkembangan.


(28)

13

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Bagi Peneliti

Mengembangkan potensi dan minat terhadap pengembangan media. Serta dapat menemukan produk-produk layanan bimbingan dan konseling yang inovatif dan kreatif, secara produktif. Peneliti juga menjadikan blog sebagai media layanan informasi dan diskusi bagi guru bimbingan dan konseling maupun konseli di dalam tahap pengembangannya.

E.Sturktur Organisasi Skripsi

Skripsi terdiri atas lima bab. Sistematika yang digunakan dalam penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:

1. Bab I

Pada Bab I dijelaskan mengenai perihal yang melatarbelakangi penelitian, identifikasi serta perumusan masalah yang akan diungkap pada penelitian yang akan dilakukan, tujuan yang diharapkan dan dicapai dari hasil penelitian, serta manfaat penelitian bagi subjek maupun objek penelitian.

2. Bab II

Pada Bab II berisi pemaparan teori-teori yang melandasi penyusunan penelitian mengenai konsep dasar bimbingan dan konseling, media dalam bimbingan dan konseling, implikasi media weblog sebagai media bimbingan dan konseling, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan.

3. Bab III

Pada Bab III dibahas mengenai metode penelitian yang dilakukan. Memuat di dalamnya, desain penelitian, penentuan populasi dan sampel, perumusan serta pengembangan instrumen, prosedur penelitian yang ditempuh, serta analisis terhadap data yang diperoleh.

4. Bab IV

Pada Bab IV dijelaskan mengenai temuan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Terdapat hasil rancangan weblog sebagai layanan dasar, beserta deskripsi umum hasil penelitian berdasarkan masing-masing aspek, asal sekolah peserta didik, serta tingkatan kelas peserta didik.


(29)

14

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5. Bab V

Pada Bab V dijelaskan mengenai penafsiran dan pemaknaan terhadap hasil analisis temuan penelitian serta saran penelitian bagi guru bimbingan dan konseling, pihak sekolah dan peneliti selanjutnya.


(30)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN A.Desain Penelitian

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini akan mengungkapkan data-data obyektif, terukur, dan sistematis mengenai kebutuhan peserta didik Sekolah Menengah Atas terhadap informasi. Selain itu juga pengumpulan data penelitian berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sukmadinata (2009, hlm. 72) bahwa penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, dan pengolahan statistik.

Peneliti menggunakan metode penelitian survai yang akan mendeskripsikan karakteristik kebutuhan dan minat peserta didik terhadap weblog dan layanan bimbingan dan konseling sebagai dasar untuk pengembangan program layanan bimbingan dan konseling berbasis weblog. Menurut Sukmadinata (2009, hlm. 72) penelitian survai (survey) “digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu-isu tertentu”. Hasil penelitian akan mendeskripsikan karakteristik kebutuhan dan minat peserta didik terhadap informasi berbasis weblog di jenjang Sekolah Menengah Atas.

Enam tahapan kegiatan program bimbingan yang dapat dilaksanakan meliputi sebagai berikut:

1. Tahap pengidentifikasian, pengidentifikasian dilakukan melalui pengkajian terhadap standar kompetensi peserta didik yang dapat dilaksanakan melalui layanan berbasis weblog.

2. Tahap pengembangan program layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Atas berdasarkan kajian terhadap data hasil pengidentifikasian. 3. Tahap diskusi program hipotetik. Sebagai pertimbangan dalam


(31)

64

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

berikutnya adalah melakukan pertimbangan (judgement) kepada dosen dan guru bimbingan dan konseling.

4. Tahap penyempurnaan program. Setelah melaksanakan pertimbangan program disempurnakan dan dinyatakan sebagai program yang layak untuk dilaksanakan.

5. Tahap pelaksanaan program. Program yang telah dirancang selanjutnya diujicobaakan kepada peserta didik sebagai layanan bimbingan dan konseling.

6. Tahap evaluasi program. Sebagai bahan penilaian program, dilakukan evaluasi melalui komentar peserta didik sebagai pengguna media web untuk mendapatkan gambaran umum mengenai hasil web yang telah dirancang.

B.Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik yang berada pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK) Tahun Ajaran 2013-2014, dengan perbedaan: peringkat sekolah; jenjang kelas; jurusan; dan lokasi menjadi populasi penelitian. Populasi penelitian diambil dari kelas X, XI, serta XII karena beberapa faktor pertimbangan sebagai berikut:

1. Secara psikologis, peserta didik pada jenjang SMA berada pada masa remaja yang sedang mencari jati diri dan memiliki semangat untuk mencari pembelajaran dalam hidupnya.

2. Peserta didik pada jenjang SMA telah memiliki pengalaman akademik pada tingkat Sekolah Menengah Pertama sebagai hasil dari adaptasi yang akan memberikan dasar dalam pengetahuan dan pemahaman terhadap urgensi layanan bimbingan dan konseling.

3. Peserta didik pada jenjang SMA berada pada masa remaja, yang merupakan usia pengguna aktif internet. Aktivitas peserta didik dalam menggunakan internet diharapakan dapat dijadikan salah satu peluang guna meningkatkan layanan bimbingan dan konseling melalui media weblog.


(32)

65

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Peserta didik dengan tiga tingkatan kelas X, XI, serta XII diharapkan dapat mewujudkan layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif, yakni bimbingan yang menyeluruh serta untuk semua.

Sampel penelitian pada penelitian ini merupakan peserta didik yang berada pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK) tahun ajaran 2013-2014 yang mengakses serta mengisi kuesioner evaluasi weblog “Media Bimbingan dan Konseling”. Sampel kemudian dikategorikan menjadi dua bagian, yakni peserta didik yang mengisi kuesioner secara online dan offline. Pengisian kuesioner secara online dilakukan dengan cara ansynchronous (tidak bertemu langsung), yakni peserta didik mengisi pertanyaan-pertanyaan yang ada pada halaman weblog “Media Bimbingan dan Konseling” melalui layanan internet. Peneliti bekerjasama dengan guru bimbingan dan konseling di sekolah untuk melakukan pengambilan data dari peserta didik. Peneliti menginformasikan layanan dasar melalui weblog kepada guru bimbingan dan konseling, dengan cara memberikan panduan informasi serta tata cara mengisi kuesioner online yang akan diisi oleh peserta didik, yakni peserta didik di masing-masing sekolah. Hal tersebut bertujuan agar peserta didik sebagai pengguna dapat mengakses serta mengisi kuesioner secara online, yang memiliki arti bahwa keberfungsian weblog secara

online dapat dibergunakan dan dimanfaatkan oleh konseli.

Sedangkan pengisian kuesioner secara offline dilakukan dengan cara

synchronous (bertemu langsung), yakni peserta didik mengisi angket yang

disebarkan oleh peneliti tanpa melalui layanan internet. Peneliti dalam hal ini datang menemui langsung peserta didik di sekolahnya melalui prosedur penelitian. Pengisian kuesioner dilakukan di dalam kelas secara klasikal setelah peneliti menjelaskan informasi seputar weblog “Media Bimbingan dan Konseling” serta tata cara mengisi kuesioner.

Pada tahap pengisian kuesioner evaluasi weblog, sampel (peserta didik) kemudian dikelompokan berdasarkan asal sekolah yang bertujuan untuk mengetahui asal daerah sampel yang ikut berpartisipasi pada penelitian ini,


(33)

66

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

tingkatan kelas di sekolah yang bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi berdasarkan tingkatan kelas, kategori SMA dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna mengetahui hasil evaluasi berdasarkan jenis sekolah, serta kategori

synchronous dan asynchronous agar mengetahui hasil evaluasi berdasarkan


(34)

67

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Anggota sampel yang ikut berpartisipasi pada penelitian ini kemudian dijelaskan melalui tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3. 1. Anggota Sample No. Kelas Asal Sekolah Teknik

Pengambilan Data

Jumlah Peserta Didik (Peserta didik) 1 Kelas X

MA Al-Inayah Synchronous 25 Orang

63 Orang SMAN 1 Bandung Ansynchronous 31 Orang

SMAN 14 Bandung Ansynchronous 7 Orang

2 Kelas XI MA Al-Inayah Synchronous 22 Orang 22 Orang

3 Kelas XII

MA Al-Inayah Synchronous 31 Orang

45 Orang SMK Chemica Ansynchronous 1 Orang

SMKN 1 Cimahi Ansynchronous 12 Orang SMK PGRI Subang Ansynchronous 1 Orang Jumlah Sampel

berdasarkan Kategori

Synchronous 78 Orang

Ansynchronous 52 Orang

SMA 116 Orang

SMK 14 Orang

Jumlah Sampel Keseluruhan 130 Orang

C.Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran instrumen untuk mendapatkan gambaran evaluasi weblog Media Bimbingan dan Konseling ditinjau dari kebergunaan weblog berdasarkan kesesuaian materi informasi serta teknis penggunaannya.

1. Pengembangan Instrumen

Instrumen yang digunakan berupa angket berstruktur dengan bentuk jawaban tertutup dan terbuka. Perumusan kisi-kisi instrumen didasarkan kepada konsep kriteria evaluasi web yang dijelaskan oleh Indrajit (2012, hlm. 1-5). Kisi-kisi instrumen evaluasi weblog dikembangkan dari definisi operasional variabel penelitian yang di dalamnya terkandung aspek-aspek penilaian dalam mengevaluasi sebuah web, yakni aspek site design (desain situs), aspek site

functionaly (fungsi situs), serta customer value (nilai pengguna).

Untuk mengungkap nilai dari evaluasi weblog, aspek-aspek tersebut kemudian dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang mewakili


(35)

68

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pencapaian indikator masing-masing tiap aspeknya. Setiap butir pertanyaan diberikan nominal skor sebagai tolak ukur nilai setiap aspeknya.


(36)

69

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dirumuskan ke dalam kisi-kisi instrumen evaluasi weblog, berdasarkan aspek-aspek serta indikator penilaian evaluasi web, yang dikembangkan. Berikut adalah penjelasan mengenai kisi-kisi instrumen evaluasi weblog.

Tabel 3. 2.

Kisi-kisi Instrumen Evaluasi Weblog

No Aspek Indikator Sub-Indikator Butir

Pertanyaan ∑

1 Site Design (Desain Weblog)

Navigation

Kemudahan

penggunaan web 1, 2, 3

6 Manajemen

Hyperlink 5, 6

User Interface 4

Aesthetics Tampilan Warna 10 2

Tampilan Huruf 11

2

Site Functionality

(Keberfungsian Weblog)

Search Kolom Informasi 18 2

Kolom Percarian 20

Personality

Kesesuaian tampilan dengan kebutuhan pengguna

8 1

Security Kerahasiaan serta

Keamanan Informasi 21 1

3 Customer Value (Nilai Pengguna)

Content

Kualitas 12, 15, 17 5

Kekinian 14

Relevansi 16

Product Service Information Ketepatan dan Keakuratan Informasi

13 1

Tampilan Informasi

yang disajikan 9 1

Customer Service and Support

Kepuasan dan

Loyalitas 7, 22 2

Contact and Investor Information

Layanan Informasi

Kontak 19 1

Kisi- kisi tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi pertanyaan dalam kuesioner untuk mengevaluasi weblog. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada instrumen evaluasi weblog.

Tabel 3. 3.

Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Evaluasi Weblog


(37)

70

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

No. Aspek Indikator Pertanyaan

1 Site Design (Desain Weblog)

Navigation

a. Apakah daftar menu pada weblog

BKmedia.blogspot.com tersusun dengan rapi dan baik?

b. Apakah widget/fitur yang tersedia pada weblog BKmedia.blogspot.com mudah untuk digunakan?

c. Apakah daftar widget/fitur pada weblog BKmedia.blogspot.com tersusun dengan rapi dan baik?

d. Apakah tautan-tautan (link) yang terdapat pada weblog BKmedia.blogspot.com sesuai dengan judul dan isi materi yang disajikan? e. Apakah tautan-tautan (link) yang terdapat

pada weblog BKmedia.blogspot.com membantu Anda mendapatkan informasi yang lebih lengkap?

f. Apakah widget/fitur yang tersedia pada weblog BKmedia.blogspot.com membantu memudahkan Anda dalam mengakses weblog?

Aesthetics

a. Apakah perpaduan warna yang ditampilkan pada weblog BKmedia.blogspot.com harmonis/selaras?

b. Apakah kombinasi tipe huruf yang digunakan pada weblog BKmedia.blogspot.com

harmonis/selaras? 2 Site Functionality (Keberfungsian Weblog) Search

a. Apakah kolom menu “Tentang Web” telah mendeskripsikan isi muatan dan profil weblog BKmedia.blogspot.com? b. Apakah fitur pencarian berdasarkan kata

kunci (Searching Key) membantu memudahkan informasi yang Anda cari dengan cepat dan tepat?

Personality

a. Apakah tampilan Home pada weblog BKmedia.blogspot.com proposional untuk dibaca dan dilihat?

Security

a. Apakah Anda keberatan jika kiriman (posting-an) komentar yang Anda tulis pada weblog BKmedia.blogspot.com dapat dilihat oleh orang banyak?

3 Customer Value

(Nilai Pengguna) Content

a. Apakah informasi materi yang disajikan pada weblog BKmedia.blogspot.com menarik? b. Apakah bahasa yang digunakan pada weblog

BKmedia.blogspot.com mudah dipahami? c. Apakah informasi materi yang disajikan pada

weblog BKmedia.blogspot.com berguna untuk Anda?

d. Apakah informasi materi yang disajikan pada weblog BKmedia.blogspot.com merupakan informasi yang update?


(38)

71

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

No. Aspek Indikator Pertanyaan

weblog BKmedia.blogspot.com sesuai dengan informasi yang Anda butuhkan?

Product Service Information

a. Apakah informasi materi yang disajikan pada weblog BKmedia.blogspot.com tepat dan dapat dipercaya?

b. Apakah tampilan susunan judul materi informasi yang disajikan pada weblog BKmedia.blogspot.com menarik?

Customer Service and Support

a. Apakah tampilan atau gaya desain pada weblog BKmedia.blogspot.com menarik? b. Apakah Anda puas terhadap layanan

informasi yang disajikan pada weblog BKmedia.blogspot.com?

Contact and Investor Information

a. Apakah informasi Contact Person yang tersedia pada kolom Kontak dapat membantu Anda untuk menghubungi Konselor

(pengembang web)?

2. Uji Kelayakan Instrumen

Uji kelayakan instrument bertujuan untuk mengetahui kelayakan alat ukur dari segi konstruk, isi dan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan. Apabila terdapat butir pernyataan yang tidak sesuai, maka butir pernyataan tersebut akan dibuang atau direvisi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. Uji kelayakan dilakukan oleh dua dosen Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yaitu Dr. Nurhudaya, M.Pd., dan Dadang Sudrajat, M.Pd.. Kisi-kisi pertanyaan evaluasi weblog berjumlah 12 butir pertanyaan berdasarkan masing-masing sub-indikator penilaian. Setelah melakukan uji kelayakan, kisi-kisi pertanyaan evaluasi weblog dikembangkan serta mengalami perubahan konstruk aspek dan indikator, serta penambahan indikator menjadi 22 butir pertanyaan. Penjelasan mengenai kisi-kisi pertanyaan evaluasi weblog sebelum dan setelah uji kelayakan ada pada lampiran halaman .

a. Uji Keterbacaan

Uji keterbacaan bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana instrumen yang dikembangkan dapat dipahami oleh peserta didik. Uji keterbacaan instrumen dilakukan kepada enam peserta didik MA Al-Inayah Bandung yang tidak termasuk dalam sampel penelitian. Peserta didik untuk uji keterbacaan diambil dari masing-masing tingkatannya di sekolah, yakni dua orang berasal dari kelas X,


(39)

72

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dua orang berasal dari kelas XI, serta dua orang berasal dari kelas XII. Berdasarkan hasil uji keterbacaan, peserta didik dapat memahami dengan baik seluruh pernyataan yang baik dari segi bahasa maupun makna yang terdapat dalam pernyataan, dengan demikian dapat disimpulkan seluruh item pernyataan dapat digunakan dan mudah dimengerti.

b. Uji Aksesibilitas

Uji aksesibiltas dilakukan dengan maksud untuk mengetahui sampai sejauh mana weblog dalam penelitian dapat diakses oleh pengguna (peserta didik). Uji Aksesibilitas dilakukan dengan menghitung kecepatan akses weblog melalui media smartphone, PC tablet, serta Laptop atau PC dengan berbagai macam dukungan internet yang berbeda-beda.

Tabel 3. 4. Uji Aksesibilitas Weblog

No. Media Sub-indikator Penilaian Internet Wireless Modem

1 Smartphone Akses Awal 9 detik 13 detik -

Akses Halaman 10 detik 10 detik -

2 PC Tablet Akses Awal 10 detik 11 detik -

Akses Halaman 3 detik 3 detik - 3 PC/Laptop Akses Awal 11 detik 30 detik 19 detik

Akses Halaman 9 detik 7 detik 9 detik

D.Prosedur Penelitian

1. Tahapan penelitian

Tahapan peneliatan yang dilakukan meliputi tiga tahapan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Adapun pemaparan langkah-langkah tersebut, sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan

1) Membuat proposal penelitian dan mengkonsultasikannya dengan dosen mata kuliah Metode Riset Bimbingan dan Konseling.

2) Proposal penelitian yang telah disahkan oleh dosen mata kuliah Metode Riset kemudian diserahkan kepada calon dosen pembimbing skripsi setelah melalui persetujuan dari dewan skripsi serta ketua departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PBB).


(40)

73

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3) Mengajukan permohonan pengangkatan dosen pembimbing skripsi pada tingkat fakultas.

4) Mengajukan permohonan izin penelitian dari departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang memberikan rekomendasi untuk melanjutkan ke tingkat fakultas dan selanjutnya ke tingkat Universitas.

b. Tahap Pelaksanaan

1) Mengumpulkan data awal penelitian, berupa penelitian terdahulu serta studi pustaka terhadap kebutuhan penelitian.

2) Membuat program layanan bimbingan dan konseling melalui media weblog.

3) Membuat instrumen evaluasi program layanan berikut penimbangannya kepada pakar atau dosen ahli dari departemen PPB. 4) Mengumpulkan data dengan menyebarkan angket kepada peserta

didik pada jenjang SMA/MA/SMK sebagai peserta didik.

5) Mengolah dan menganalisis data tentang evaluasi program layanan bimbingan dan konseling.

c. Tahap Pelaporan

1) Penyusunan laporan akhir berdasarkan hasil analisis data deskripsi evaluasi program layanan bimbingan dan konseling.

2) Hasil penelitian dilaporkan serta diujikan pada saat ujian sarjana, kemudian hasil ujian sarjana dijadikan rekomendasi bagi penyempurnaan penelitian selanjutnya.

2. Perumusan Definisi Operasional Variabel

Definisi Operasional Variabel (DOV) pada penelitian ini adalah “Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling” dan “Weblog”. Kedua DOV tersebut kemudian dijelaskan lebih rinci melalui pemaparan sebagai berikut.


(41)

74

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Layanan dasar bimbingan merupakan proses pemberian bantuan kepada peserta didik secara sistematis melalui kegiatan-kegiatan klasikal atau kelompok. Memiliki tujuan agar individu atau peserta didik: (a) memiliki kesadaran tentang diri dan lingkungannya, (b) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (c) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (d) mampu mengembangkan dirinya dalam mencapai tujuan hidupnya (Suherman, 2009, hlm. 24).

Layanan dasar merupakan layanan bimbingan dan konseling yang ditujukan kepada seluruh peserta didik, baik yang memiliki hambatan dalam menyelesaikan tugas perkembangan maupun tidak memiliki hambatan. Berdasarkan konsep bimbingan dan konseling komprehensif menurut Suherman (2009, hlm. 51), ada tiga hal yang mendasar dalam penyusunan program bimbingan dan konseling, yakni (a) ruang lingkup yang menyeluruh, (b) dirancang lebih berorientasi pencegahan, dan (c) tujuannya pengembangan potensi peserta didik. Tujuan layanan ini adalah agar individu memiliki pengetahuan yang memadai, baik tentang dirinya maupun tentang lingkungannya, lingkungan perguruan tinggi, masyarakat. Serta sumber-sumber belajar termasuk internet. Informasi yang diperoleh inidividu sangat diperlukan agar individu lebih mudah dalam membuat perencanaan dan mengambil keputusan (Nurihsan, 2011, hlm. 19). Merujuk pada pernyataan di atas, layanan dasar dapat diartikan sebagai proses bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan-kegiatan klasikal atau kelompok yang sistematis guna membantu mencapai tugas perkembangan dirinya serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupannya. Layanan dasar dapat dilaksanakan dengan beberapa strategi layanan, yakni melalui : (a) bimbingan klasikal, (b) pelayanan orientasi, (c) pelayanan informasi, (d) bimbingan kelompok, serta (d) pelayanan pengumpulan data. Layanan informasi sebagai salah satu ragam layananan bimbingan merupakan pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik, melalui komunikasi


(42)

75

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). Pada program layanan bimbingan dan konseling yang dirancang oleh peneliti, peneliti menggunakan strategi layanan informasi dengan tujuan agar peserta didik mendapatkan wawasan lebih, sehingga dapat membantu dalam proses menyelesaikan tahapan tugas perkembangannya. Strategi layanan informasi yang dirancang pada penelitian ini, dilasanakan melalui media komunikasi tidak langsung, yaitu weblog yang berfungsi sebagai media layanan informasi. Diharapkan melalui inovasi penyelenggarakan layanan dasar, khususnya layanan informasi, dapat memberikan dampak positif kepada peserta didik agar lebih optimal dan efektif dalam menyelesaikan tugas perkembangannya dan menyesuaikan diri dengan kehidupan lingkungannya.

b. Weblog

Weblog sebagai salah satu situs web yang menyediakan layanan dimana penggunanya dapat menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan atau gambar agar dapat dinikmati oleh pembaca atau pengguna lainnya, dapat menjadi salah satu alternatif media pemberian layanan informasi yang bersifat khusus. Adapun definisi weblog seperti yang dikutip dari Harvard University (dalam Kusparman, 2013) yakni, sebuah weblog adalah hirarki teks, gambar, objek media dan data, yang tersusun secara kronologis, dan dapat dilihat dalam browser HTML. Melalui weblog, layanan bimbingan dan konseling disampaikan melalui media komunikasi tidak langsung dengan harapan dapat memberikan dampak positif dalam membantu peserta didik dalam pencapaian tugas perkembangannya. Weblog yang dirancang dapat diakses dimanapun dan kapanpun, sehingga memungkinkan peserta didik untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa harus mengandalkan waktu bimbingan di kelas atau di sekolah. Layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan pada media weblog adalah strategi layanan informasi, disampaikan dalam bentuk hasil tulisan atau gambar yang dapat menjadi daya tarik bagi pembacanya, sehingga materi yang ingin


(43)

76

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

disampaikan dapat mudah dipahami dan dimengerti. Materi pada weblog layanan informasi ini bersifat khusus atau spesifik, serta operasional dan informatif sehingga pembaca, khususnya peserta didik diharapkan dapat secara langsung memahami dan menerapkan ilmu atau informasi yang disampaikan melalui weblog tersebut. Weblog layanan bimbingan dan konseling pada penelitian ini, diberi nama Bkmedia.blogspot.com, yang memiliki arti weblog sebagai media penyampaian informasi atau materi layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Konten yang disampaikan melalui weblog Bkmedia.blogspot.com adalah materi yang berhubungan dengan ilmu bimbingan dan konseling terapan. Fitur yang disediakan pada weblog tersebut, berisikan kolom-kolom: (1) layanan informasi, yakni; informasi pribadi dan sosial, informasi karir, serta informasi akademik, (2) profil konselor, (3) tentang web, dan (4) kontak. Berikut fitur lainnya yang dapat membantu peserta didik dalam mengakses weblog tersebut, yaitu fitur: index labels, daftar tulisan populer (sering diakses), statistik penayangan halaman weblog, tombol share, serta instrumen evaluasi pertanyaan mengenai penggunaan weblog. Materi yang ditayangkan pada weblog merupakan materi yang berhubungan dengan layanan bimbingan dan konseling, mengacu pada program bimbingan dan konseling di sekolah. Materi informasi yang ditampilkan pada weblog mengacu pada kebutuhan peserta didik di tingkat SMA, yang dijelaskan melalui standar kemandirian kompetensi peserta didik. Berdasarkan kebutuhan peserta didik pada standar kemandirian kompetensi, materi informasi untuk weblog kemudian dirancang serta disesuaikan dengan masing-masing internalisasi tujuan yang ada pada setiap butir kompetensi.

c. Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Melalui Weblog

Judul skripsi yang digunakan dalam penelitian adalah “Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Melalui Weblog”, merupakan pelaksanaan kegiatan bantuan kepada peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur guna membantu peserta didik menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya dengan menggunakan media weblog sebagai media penyampaian materi. Layanan


(44)

77

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dasar yang dilakukan, menitikberatkan pada kegiatan layanan informasi baik secara klasikal, kelompok, maupun individual. Materi informasi layanan dasar dikemas dalam bentuk tulisan atau artikel yang dapat dibaca atau diakses oleh peserta didik melalui media weblog. Materi yang tersedia pada weblog berdasarkan kepada tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian).Masing-masing judul materi informasi, merupakan hasil kajian tugas perkembangan peserta didik sebagai dasar penilaian kebutuhan peserta didik secara umum, kemudian diimplementasikan menjadi empat bidang layanan bimbingan dan konseling, yakni: (1) bidang layanan pribadi, (2) bidang layanan sosial, (3) bidang layanan akademik, serta (4) bidang layanan karir.

E.Analisis Data

1. Penyeleksian data

Proses penyeleksian data dilakukan setelah hasil penyebaran instrumen evaluasi selesai. Pada tahapan ini, data yang masuk kemudian diverifikasi berdasarkan kategori data yang dapat diolah serta data yang tidak dapat diolah. Data yang masuk pada kategori tidak dapat diolah, dikarenakan data tersebut tidak memenuhi kriteria pengolahan data, seperti tidak mencantumkan atau mengisi kolom pertanyaan yang disediakan secara utuh. Untuk data yang diambil dari kuesioner online atau pengambilan data secara asynchronous, proses penyeleksian data dilakukan setelah waktu untuk pengumpulan data atau pengisian kuesioner telah mencapai jangka waktu yang telah ditentukan, yakni pada tanggal 19 November 2014 hingga 3 Desember 2014 atau sama dengan 14 hari. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik, yaitu dengan memberikan nominal skor pada tiap item pernyataan instrumen penelitian, kemudian dijumlahkan untuk menentukan kategori layanan yang sudah memadai serta layanan yang masih harus dikembangkan kembali.

2. Penyekoran

Pengukuran instrumen dalam yang digunakan dibuat dalam bentuk penyekoran nominal tiap butir pertanyaan. Penyekoran dilakukan guna mengukur


(45)

78

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kebergunaan media weblog sebagai layanan bimbingan dan konseling. Penyekoran data hasil penelitian dilakukan dengan cara pemberian skor pada masing-masing item dengan kriteria skor tiap item sebagai berikut.

Tabel 3. 5.

Kategori Pemberian Skor Alternatif Respon

Butir Pertanyaan

Pilihan Alternatif Respon Ya Tidak

1 0

3. Pengelompokan Skor

Penentuan pengelompokkan skor digunakan sebagai standardisasi dalam menafsirkan skor yang ditujukan untuk mengetahui makna skor yang dicapai peserta didik dalam pendistribusian respons terhadap instrumen. Pengelompokkan skor disusun berdasarkan skor yang diperoleh subjek uji coba pada setiap aspek maupun skor total instrumen. Untuk mengetahui kategori hasil evaluasi, dicapai melalui langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menghitung persentase total skor masing-masing butir pertanyaan.

b. Menghitung persentase total skor masing-masing aspek dan indikator dan aspek.

c. Menentukan kategori hasil evaluasi weblog secara umum.

d. Menentukan kategori hasil evaluasi weblog berdasarkan tingkatan kelas. e. Menentukan kategori hasil evaluasi weblog berdasarkan asal sekolah. Hasil penelitian diklasifikasikan ke dalam dua kategori sebagai berikut.

Tabel 3. 6.

Kategori Hasil Evaluasi Weblog

Rentang Kategori 76 – 100% Memadai (M)


(46)

79

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penentuan kriteria kategori hasil evaluasi weblog secara keseluruhan adalah sebegai berikut.

a. Menghitung persentase total skor masing-masing butir pertanyaan.

1) Total skor masing-masing butir pertanyaan: Skor (masing-masing butir pertanyaan) diakumulasikan sesuai jumlah peserta didik.

2) Persentase total skor masing-masing butir pertanyaan.

3) Persentase total skor masing-masing butir pertanyaan: Total skor (masing-masing butir pertanyaan) dibagi jumlah peserta didik dikali 100%.

b. Menghitung persentase total skor masing-masing aspek dan indikator. 1) Persentase total skor masing-masing indikator: Persentase total skor

(masing-masing butir pertanyaan) diakumulasikan berdasarkan indikator.

2) Persentase total skor masing-masing aspek: Persentase total skor (masing-masing indikator) diakumulasikan berdasarkan aspek.

c. Menentukan kategori hasil evaluasi weblog.

Secara lebih rinci penentuan kategori serta perhitungan skor hasil evaluasi weblog dijelaskan pada tabel 3.7.

Tabel 3. 7.

Hasil Evaluasi Weblog berdasarkan Aspek dan Indikator

No. Aspek Indikator Rentang Kategori 1 Site Design

(Desain Weblog)

Navigation 91,03 % M

Aesthetics 60,77% BM

2 Site Functionality (Keberfungsian Weblog)

Search 86,92% M

Personality 85,38% M

Security 52,31% BM

3 Customer Value (Nilai Pengguna)

Content 84,77% M

Product Service

Information 78,08% M

Customer Service and

Support 63,46% BM

Contact and Investor

Information 86,15% M

Persentase Rata-rata Keseluruhan


(1)

149

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sebuah jaringan atau kerjasama yang sinergis guna dapat menunjang dan mengoptimalkan kegiatan layanan dasar. Guru bimbingan dan konseling dapat membantu menciptakan tulisan-tulisan yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui weblog tersebut, materi-materi tersebut tentunya memiliki relevansi dan kualitas yang dapat diuji serta dievaluasi oleh tenaga ahli. Lebih jauhnya lagi, guru bimbingan dan konseling dapat memanfaatkan materi-materi yang tersedia pada weblog sebagai materi layanan bimbingan dan konseling di kelas.


(2)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Pengembangan weblog dapat dilakukan dari aspek estetikanya, agar dapat lebih menarik perhatian peserta didik untuk mengakses weblog. Perumusan materi informasi dapat dikembangkan melalui data sekunder atau inventori yang dapat mengukur kebutuhan peserta didik secara khusus di lapangan. Weblog sebagai media layanan bimbingan dan konseling, dapat dikembangkan lebih jauh lagi dengan ruang lingkup yang lebih luas. Melalui kajian terhadap penelitian yang telah dilakukan, peneliti sebelumnya dapat mengisi kekurangan-kekurangan yang belum mampu dicapai oleh peneliti pada saat ini. Serta diharapkan dapat mengembangkan kelebihan-kelebihan yang memiliki dampak positif bagi peserta didik sebagai pengguna. Pengembangan weblog dapat dilihat berdasarkan aspek maupun komponen layanan bimbingan dan konseling. Melalui fokus pada salah satu aspek atau komponen, pengembangan weblog diharapkan dapat dijadikan sebagai suatu layanan yang bermanfaat dan menjawab hambatan-hambatan dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling.

3. Bagi Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Media Weblog yang ada dapat dijadikan sebuah prototype dan acuan bahwasanya peserta didik memberikan respon yang positif kepada sebuah media dan teknik penyampaian pelayanan bimbingan dan konseling, hal tersebut menunjukan penyesuaian kegiatan layanan dasar terhadap fenomena serta aktivitas perkembangan era dapat dijadikan sebuah peluang dalam mengoptimalkan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Weblog pada pengembangannya dapat dijadikan sebuah situs web yang memiliki konten yang lebih kompleks lagi, yang dapat memuat informasi-informasi yang berkaitan dengan departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), baik pada pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, pengembangan program perkuliahan, maupun sebagai sarana aktualisasi bagi jurusan PPB yang dapat dijadikan pusat media informasi mengenai bimbingan dan konseling secara menyeluruh.


(3)

151

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog


(4)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Ahsan, F. (2012) Peningkatan kemandirian dan prestasi belajar bahasa jawa

melalui blog sebagai media pembelajaran pada siswa kelas XI SMA negeri 1 Candimulyo Magelang. (Skripsi) Universitas Negeri Yogyakarta.

Anisa, S. dan Nursalim, M. (2011). Efektivitas media “pizza karier” dalam

pemberian layanan informasi karier, Jurnal.

Aqyar, J. (2012). Macam-macam blog berdasarkan jenisnya. [Online]. Diakses dari http://jagadmaye.blogspot.be/2012/02/macam-macam-blog-menurut-jenisnya.html.

Azmi, (2012). Pengertian layanan bimbingan konseling. [Online]. Diakses dari

http://id.shvoong.com/sosial-sciences/education/2257796-pengertian-layanan-bimbingan-konseling/.

Creamer, M. (2001). Technology utilization in the field of counseling.

Darkusno, K. (2012) Tugas-tugas perkembangan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). UU nomor 20 tentang sistem

pendidikan nasional. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Penataan pendidikan profesional

konselor dan layanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Jakarta: Pengurus Besar ABKIN.

Effendi, E. dan Zhuang, H. (2005). E-learning, konsep dan aplikasi. Yogyakarta : Andi.

Fitriana, E. (2012) Pengembangan media gambar untuk meningkatkan kreativitas

mendesain pada mata pelajaran menggambar busana siswa kelas XI SMK negeri 3 pacitan. (Skripsi) Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Goss, S. & Anthony, K. (2003). Technology in counselling and psychotheraphy. New York : Palgrave Macmillan.

Hakim, I. A. (2011) Program supervisi untuk meningkatkan kinerja guru

bimbingan dan konseling di sekolah (Studi deskriptif ke arah pengembangan program supervisi pada beberapa sekolah di kota bandung).

(Skripsi) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Handoko, A. (2010) Karakteristik media, Universitas Negeri Yogyakarta.

Hector , F. (2012) Pengembangan media pembelajaran dalam bentuk buku digital

dengan menggunakan software adobe flash cs3 pada pembelajaran seni musik di smp negeri 1 tempel. (Skripsi) Universitas Negeri Yogyakarta.


(5)

150

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Indrajit, R. O. (2012). Kriteria Desain Web yang Efektif (Jurnal).

Ismaniati, C. (2011). Penggunaan teknologi informasi dan komunikasidalam

peningkatan kualitas pembelajaran: Jurnal.

Kusparman, N. (2013). Tentang seputar pengertian web / blog. [online]. Diakses dari http://bloggerblog67.blogspot.be/2013/01/tentang-seputar-pengertian-web-blog.html.

Latipah, I. (2011). Pengembangan weblog sebagai media layanan. (Skripsi) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Luhat, B. (2013). Jumlah pengguna blogger dan wordpress. [Online]. Diakses dari http://my-topsite.blogspot.sg/2013/07/jumlah-pengguna-blogger-dan-wordpress.html.

Lukman, E. (2013). Laporan: Inilah yang dilakukan 74,6 juta pengguna internet

indonesia ketika online. [Online]. Diakses dari

http://id.techinasia.com/tingkah-laku-pengguna-internet-indonesia/.

Lukman, E. (2014). Laporan: 30 juta pengguna internet di indonesia adalah

remaja. [Online]. Diakses dari

https://id.berita.yahoo.com/laporan-30-juta-pengguna-internet-di-indonesia-adalah-034053123.html.

Mendikbud. (2014). Permendikbud nomor 111 tentang bimbingan dan konseling

pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Jakarta: Menteri

Pendidikan Nasional.

Mendiknas. (2008). Permendiknas nomor 27 tentang standar kualifikasi akademik

dan kompetensi konselor. Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional.

Mursalin, I. (2013). Profil kinerja guru bimbingan dan konseling sekolah

menengah atas negeri (Studi deskriptif terhadap guru bimbingan dan konseling di sekolah menengah atas negeri di kota cimahi tahun ajaran 2012/2013) (Skripsi) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Nabilah, (2010). Pengembangan media layanan konseling melalui internet di

perguruan tinggi.

Nurihsan, A. J. (2009). Strategi layanan bimbingan dan konseling. Bandung : PT Refika Aditama.

Nurihsan, A. J. (2011). Bimbingan dan konseling dalam berbagai latar

kehidupan. Bandung : PT Refika Aditama.

Oetomo, B. S. D. dkk, (2007). Pengantar teknologi informasi internet: konsep

dan aplikasi. Yogyakarta : Andi.

Sakti, I. L. (2010). Pengembangan blog layanan informasi dna konsultasi untuk

meningkatkan kebermanfaatan layanan BK. (Skripsi) Universitas


(6)

Feby Irawan, 2015

Layanan dasar bimbingan dan konseling melalui weblog

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Santosa, A. (2007) Analisis dan perancangan. (Thesis) Universitas Negeri Yogyakarta.

Soekartono (2010). Unsur pengelolaan web site atau situs.

Sudrajat, D. (2008). Program pengembangan self-efficacy bagi konselor di SMA

negeri se-kota Bandung. (Thesis) Universitas Pendidikan Indonesia,

Bandung.

Suherman, U. (2009). Manajemen bimbingan dan konseling. Bandung : PT Rizqi Press.

Sukmadinata, N. S. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Supriatna, M. (2011). Bimbingan dan konseling berbasis kompetensi. Bandung : Rajawali Pres.

Syechbubakar, N. (2012). Pengembangan media layanan konseling melalui

internet di perguruan tinggi. [Online]. Diakses dari

http://www.academia.edu/1160145/Pengembangan_Media_Layanan_Konse ling_Melalui_Internet_di_Perguruan_Tinggi.

T.t. (2014). Situs web. [Online]. Diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web.

Triyanto, A (2011). Pemanfaatan/pengembangan media dan teknologi dalam

bimbingan dan konseling.

Undang-Undang Republik Indonesia No.11 Tahun. 2008. Informasi dan

transaksi elektronik.

Yudha, E. S. (2009) Sistem informasi manajemen bimbingan dan konseling

(SIM-BK) sekolah menengah atas di Bandung: Bandung.

Yustiana, Y. R. (2013). Dua system penyajian (delivery system) program

bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kompetensi hidup reiligius peserta didik. (Disertasi) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Yusuf, S. (2009). Program bimbingan & konseling di sekolah. Bandung : Rizqi Press.