ISBD P 5 WARGA NEGARA DAN NEGARA.docx

TUGAS ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
MAKALAH
WARGA NEGARA DAN NEGARA
Dosen Pengampu : Hadi Utomo, Drs., MM.

Disusun oleh:
Kelompok 4
1.

Ulfah Rahmawati

142160053

2.

Indah Umestiana

142160054

3.

Fadilla Yunike Yasmine

142160055

4.

Hafidz Habibillah Fauzi

142160057

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap individu mempunyai kebebasan penuh untuk melaksanakan
keinginannya. Dalam keadaan ketika manusia di dunia jumlahnya masih
sedikit, hal ini dapat berlangsung. Tetapi dengan makin banyaknya jumlah
manusia di dunia, maka akan semakin sering terjadi persinggungan dan
bentrokan antara individu satu dengan lainnya.
Akibatnya manusia seperti serigala terhadap manusia lainnya yang
melakukan penindasan oleh kaum kuat terhadap kaum yang lemah, sehingga
masing-masing merasa ketakutan dan merasa tidak aman di dalam
kehidupannya. Pada saat itulah manusia merasakan perlu adanya suatu
kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.
Masalah warga Negara dan Negara perlu dikaji lebih jauh, mengingat
demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi Pancasila. Aspek yang
terkandung dalam demokrasi Pancasila antara lain adalah adanya kaidah yang
mengikat Negara dan warga Negara dalam bertindak dan menyelenggarakan
hak dan kewajiban serta wewenangnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan warga Negara?
2. Apa yang dimaksud dengan Warga Negara Indonesia (WNI)?
3. Siapa saja warga yang termasuk dalam WNI?
4. Seperti apa sifat warga Negara?
5. Apa yang dimaksud dengan Negara?
6. Seperti apa pengertian Negara menurut para ahli?
7. Bagaimanakah hakikat suatu Negara?
8. Apa saja bentuk, fungsi, dan unsur Negara?
9. Seperti apakah hak dan kewajiban warga Negara dan Negara?
10. Bagaimana hubungan warga Negara dan Negara?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan warga Negara.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Warga Negara Indonesia
(WNI).
3. Untuk mengetahui siapa saja warga yang termasuk dalam WNI.
4. Untuk mengetahui seperti apa sifat warga Negara.
5. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Negara.
6. Untuk mengetahui seperti apa pengertian Negara menurut para ahli.
7. Untuk mengetahui bagaimanakah hakikat suatu Negara.
8. Untuk mengetahui apa saja bentuk, fungsi, dan unsur Negara.
9. Untuk mengetahui seperti apakah hak dan kewajiban warga Negara dan
Negara.
10. Untuk mengetahui bagaimana hubungan warga Negara dan Negara.
D. Metodologi Penulisan
Metodologi penulisan yang digunakan dalam makalah ini adalah metode
deskriptif.

BAB II
PEMBAHASAN
A. WARGA NEGARA
1. Pengertian Warga Negara
Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bahasa Inggris)
yang mempunyai arti warga negara, petunjuk dari sebuah kota, sesama warga
negara , sesama penduduk, orang setanah air, bawahan atau kaula.
Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu
organisasi atau perkumpulan. Warga negara artinya warga atau anggota dari
organisasi yg bernama negara. Sehingga, Warga negara adalah orang yangg
tinggal di dalam sebuah negara dan mengakui semua peraturan yg terkandung
di dalam negara dan terjadi hubungan timbale balik dengan negaranya.
2. Warga Negara Indonesia (WNI)
Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah
“Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undangundang sebagai warga Negara”.
Pada pasal 8, disebutkan “Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat
juga

diperoleh

melalui

pewarganegaraan.”

Sedangkan

pengertian

pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh
Kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.
3. Syarat WNI
Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun
2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang
yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah :
1. Setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi
WNI.
2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI.
3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan
ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya.

4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan
ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal
sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
5. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya
meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang
WNI.
6. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI.
7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang
diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu
dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin.
8. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada
waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik
Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
10. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah
dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui
keberadaannya.
11. Anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah
dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut
dilahirkan

memberikan

kewarganegaraan

kepada

anak

yang

bersangkutan.
12. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan
kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia
sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi
1. Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18
tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang
berkewarganegaraan asing.
2. Anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah
sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan.

3. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan
bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh
kewarganegaraan Indonesia.
4. Anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara
sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.
Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang
termasuk dalam situasi sebagai berikut:
1. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan
bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau
ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
2. Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang
diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak
oleh warga negara Indonesia.
4. Sifat Warga Negara
Sebagai warga negara yang menjadi bagian dari suatu penduduk bisa menjadi
unsur negara. warga negara lebih sesuai dengan kedudukannya sebagai orang merdeka
dibandingkan dengan kawula negara karena warga negara mengandung arti peserta,
anggota, atau warga dari suatu negara, yakni peserta dari suatu persekutuan yang didirikan
dengan kekuatan bersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di
hadapan hukum. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.
B. NEGARA
1. Pengertian Negara
Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi
yang didalamnya terdapat suatu pemerintahan yang mengatur ekonomi,
politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam
suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah,
pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.

2. Negara Menurut Para Ahli

Adapun pengertian-pengertia negara bedasarkan pendapat beberapa
ahli, diantaranya adalah :
a. Roger F. Soltau: Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur
atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
b. Georg

Jellinek: Negara

merupakan

organisasi

kekuasaan

dari

kelompok manusia yang telah berdiam di suatu wilayah tertentu.
c. Prof. R. Djokosoetono: Negara adalah suatu organisasi manusia atau
kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang
sama.
d. Prof. Mr. Soenarko: Negara ialah organisasi manyarakat yang
mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku
sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.
e. Aristoteles: Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi
beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya,
dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.
3. Hakikat Negara
Pada dasarnya berdirinya suatu Negara yaitu karena keinginan manusia
yang membentuk suatu bangsa karena adanya berbagai kesamaan ras, bahasa,
adat dan sebagainya.
Sifat hakikat Negara mencakup hal-hal sebagai berikut:

a. Sifat memaksa: Negara memiliki sifat memaksa, dalam arti
mempunyai kekuatan fisik secara legal.

b. Sifat monopoli: Negara memiliki monopoli dalam menetapkan tujuan
bersama masyarakat.

c. Sifat mencakup semua: Semua peraturan perundang-undangan yang
berlaku adalah untuk semua orang tanpa terkecuali.

d.

Sifat totalitas: Segala hal tanpa terkecuali menjadi kewenangan negara.

4. Fungsi Negara

a. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat
b. Melaksanakan ketertiban
c. Pertahanan dan keamanan
d. Menegakkan keadilan
5. Bentuk Negara
a. Negara kesatuan
1) Negara Kesatuan dengan sistem sentralisasi
2) Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi
b. Negara serikat
Di dalam negara ada negara yaitu negara bagian.
6. Unsur Negara
a. Konstitutif
Negara meliputi wilayah udara, darat, dan perairan (unsur perairan
tidak mutlak), rakyat atau masyarakat, dan pemerintahan yang
berdaulat.
b. Deklaratif
Negara mempunyai tujuan, undang–undang dasar, pengakuan dari
negara lain baik secara de jure dan de facto dan ikut dalam
perhimpunan bangsa–bangsa, misalnya PBB.
7. Bentuk Kenegaraan
a. Negara Dominion : Bentuk ini hanya terdapat di lingkungan kerajaan
Inggris. Negara Dominion adalah semua Negara jajahan Inggris, dan
tetap mengakui Raja Inggris sebagai rajanya walaupun Negara tersebut
sudah merdeka. Negara-negara tersebut tergabung dalam “The British
Commonwealth of Nations”.
b. Negara Uni : Gabungan dua negara dengan satu kepala Negara.
Uni Riil : Terjadi karena adanya perjanjian
Uni Personil : Terjadi karena kebetulan
c. Negara Protektorat : Negara yang berada di bawah perlindungan
Negara lain.

C. HAK DAN KEWAJIBAN NEGARA DAN WARGA NEGARA
Hak dan kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27,
28, dan 30, yaitu :
1. Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa
Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undangundang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai
kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.
2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya
di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan
pemerintahan itu. Pada ayat (2), tiap-tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran
dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
4. Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam
pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur
dengan undang-undang.
D. HUBUNGAN WARGA NEGARA DAN NEGARA
Hubungan antara negara dan warga negara identik dengan adanya hak
dan kewajiban antara warga Negara dengan negaranya ataupun sebaliknya.
Negara memiliki kewajiban untuk memberikan keamanan, kesejahteraan,
perlindungan terhadap warga negaranya serta memiliki hak untuk dipatuhi dan
dihormati. Sebaliknya warga negara wajib membela negara dan berhak
mendapatkan perlindungan dari negara.
Di Indonesia seringkali terjadi adanya kesenjangan antara peranan
negara dengan kehidupan warga negara. Masalah-masalah politik, sosial,
ekonomi, dan budaya misalnya, seringkali terjadi karena adanya kesenjangan
antara peranan negara serta kehidupan warga negaranya.
Dalam deretan pasal-pasal beserta ayat-ayatnya, UUD 1945 secara
jelas mencantumkan hak serta kewajiban negara atas rakyatnya yang secara
jelas juga harus dipenuhi melalaui tangan-tangan trias politica ala Monteqeiu.
Melalui tangan Legislatif suara rakyat tersampaikan, melalui tangan eksekutif

kewajiban negara, hak rakyat dipenuhi, dan di tangan yudikatif aturan-aturan
pelaksanaan hak dan kewajiban di jelaskan. Idealnya begitu, tapi apa daya
sampai sekarang boleh di hitung dengan sebelah tangan seberapa jauh negara
menjalankan kewajibannya. Boleh dihitung juga berapa banyak negara
menuntut haknya.
Bukan hal yang aneh ketika sebagian rakyat menuntut kembali haknya
yang selama ini telah di berikan kepada negara sebagai jaminan negara akan
menjaga serta menjalankan kewajibannya. Negara sebagai sebuah entitas
dimana meliputi sebuah kawasan yang diakui (kedaulatan), mempunyai
pemerintahan, serta mempunyai warga negara. Warga negara kemudian
memberikan sebagian hak-nya kepada negara sebagi ganti negara akan
melindunginya dari setiap mara bahaya, serta berkewajiban untuk mengatur
rakyatnya. Hak-hak warga negara adalah kewajiban bagi sebuah negara. Hak
untuk hidup, hak untuk mendapatkan kerja serta hak-hak untuk mendapatkan
pelayanan umum seperti kesehatan, rumah, dan tentunya hak untuk
mendapatkan pendidikan. Semuanya itu harus mampu dipenuhi oleh negara,
karena itulah tanggung jawab negara. Kalau hal itu tak bisa dipenuhi oleh
sebuah negara maka tidak dapat disebut sebuah negara.

BAB III
SIMPULAN
Sebelum terbentuknya suatu Negara, setiap individu mempunyai
kebebasan penuh untuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana
manusia di dunia masih sedikit hal ini bisa berlangsung, tetapi dengan makin
banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan
bentrokan antara individu satu dengan lainnya.
Akibatnya seperti kata Thomas Hobbes (1642) manusia seperti serigala
terhadap manusia lainnya (homo hominilopus) yaitu adanya penindasan yang kuat
terhadap yang lemah. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu
kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.
Pengendalian ini dilakukan berdasarkan hukum dan dengan peraturan pemerintah
beserta lembaga-lembaganya.
Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam
masyarakat disebut hukum positif. Istilah “hukum positif” dimaksudkan untuk
menandai diferensiasi dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat
agar lebih jelas, tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti
anggota masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
http://agungyogapratama.blogspot.co.id/2015/01/normal-0-false-false-false-en-usx-none.html diakses pada Senin, 23 Oktober 2017 pukul 17:39 WIB
https://id.wikipedia.org/wiki/Warga_Negara_Indonesia diakses pada Senin, 23
Oktober 2017 pukul 18:16 WIB
https://pandanwulan.wordpress.com/2011/11/06/tugas-ilmu-sosial-dasar-warganegara-dan-negara/ diakses pada Senin, 23 Oktober 2017 pukul 18:58
WIB
http://tam-sky.blogspot.co.id/2015/01/ilmu-sosial-dasar-warga-negara-dan.html
diakses pada Selasa, 24 Oktober 2017 pukul 13:00 WIB


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

61 1242 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 347 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 291 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 200 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 274 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 367 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 334 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

7 195 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 346 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 387 23