PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA : Penelitian Tindakan Kelas IV SD Negeri Rancabolang 03 Kecamatan Rancasari Kotamadya Bandung.

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA
PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL
BELAJAR SISWA
(Penelitian Tindakan Kelas IV SD Negeri Rancabolang 03 Kecamatan
Rancasari Kotamadya Bandung)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh
Erna Nurhasanah
1008187

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN PEDAGOGIK
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2014
Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Lembar Hak Cipta

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Oleh
Erna Nurhasanah

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Erna Nurhasanah 2014
Universitas Pendidikan Indonesia
Februari 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN
IPA UNTUK MENINGKTAKAN HASIL BELAJAR SISWA (PENELITIAN
TINDAKAN KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI RANCABOLANG 03
KECAMATAN RANCASARI KOTAMADYA BANDUNG)
Erna Nurhasanah
1008187
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil kegiatan dan pengamatan
langsung di kelas IV SDN Rancabolang yang menunjukkan bahwa pembelajaran
IPA umumnya disajikan secara verbal melalui kegiatan ceramah, pembelajaran
lebih berpusat kepada guru, akibatnya pemahaman konsep menjadi lemah, siswa
kurang bersemangat, malas dan jenuh dalam mempelajarinya. Berdasarkan
permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui
bagaimanakah penerapan pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPA pokok
bahasan mendeskripsikan struktur bunga dan fungsinya?. 2. Apakah pendekatan
kontekstual bisa meningkatkan hasil belajar siswa ? metode penelitian ini adalah
Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 4
kegiatan yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
Dengan menggunakan tujuh tahap pendekatan CTL yaitu kontruktivisme
(contructivism), bertanya (quitioning), pemodelan (modelling), menemukan
(inquiry) , masyarakat belajar (learning community), refleksi (reflection), dan
penilaian sebenarnya (authentic assessment). Subjek penelitian diambil sebanyak
34 siswa, instrument yang digunakan adalah berupa tes, lembar observasi, catatan
lapangan dan wawancara. Hasil pembelajaran dengan pendekatan kontekstual
ternyata selain meningkatkan hasil belajar juga menunjukkan perkembangan sikap
siswa yaitu terbuka, objektif, disiplin, kerja sama dan bertanggung jawab yang
merupakan ciri-ciri ilmiah yang memang harus ditumbuhkan ketika pembelajaran
IPA, juga siswa mempunyai kebebasan untuk menggali, mengkontruksi, dan
mengembangkan pengetahuannya sebagai ciri pendekatan kontekstual, sehingga
harapan kita sebagai pendidik memiliki siswa yang dapat berfikir logis, kritis dan
kreatif dapat terwujud. Kesimpulannya penerapan pendekatan kontekstual dalam
pembelajaran IPA pokok bahasan mendeskripsikan struktur bunga dan fungsinya
di kelas IV dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini terlihat pada proses
pembelajaran dan nilai siswa mengalami peningkatan yang cukup baik dalam
setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata siswa mecapai 61,76 dengan ketuntantasan
belajar 62% dan pada siklus II mencapai 81,17 dengan ketuntasan belajar
mencapai 100%.Saran penulis, mengingat penerapan pendekatan kontekstual
banyak kelebihannya maka hendaknya dapat digunakan untuk meningkatkan hasil
belajar dan kreativitas siswa di kelas/di sekolah.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRACT
APPLICATION CONTEXTUAL APPROACH TO LEARNING IPA TO
IMPROVE STUDENTS LEARNING OUTCOMES (ACTION RESEARCH
GRADE 4 PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL RANCABOLANG 03
DISTRICT RANCASARI BANDUNG CITY)

Erna Nurhasanah
1008187
This research in the background by result action and direct observation in
class IV SDN Rancabolang 03 which shows that the learning IPA generally
presented verbally through lectures, learning more centered to teacher,
consequently understanding the concept faint, students are less excited, lazy and
bored in the study. Based on the above problems, then this research aims to , 1.
Know how the application of contextual approach to learning IPA subject
describe flower structure and function ? 2. Whether the contextual approach can
improve students learning outcomes? This research method is “Penelitian
Tindakan Kelas (Research Action in the Class), performed in 2 cycles, each cycle
consisting of four events that is : Planning, Implementation of the action,
Observation, and Reflection. Using a stage approach CTL that is Contructivism,
Quitioning, Modelling, Inquiry, Learning Communication, Reflection, and
Authentic Assesment. Research subject taken as many as 34 students, intrument
used is a test, observation, sheet, field notes and interviews. Learning result with
contextual approach turns out in addition to improve learning outcomes also
shows the development of students attitudes that is open, objective, discipline,
cooperative, and be responsible which is a characteristic feature of science that
had to be show when learning IPA, students also have the freedom dig, construct,
and develop knowledge of the characteristic of a contextual approach, so the
expetations we as educators have students who can think logically, and creative
can be realized. Conclusio application IPA contextual approach in teaching the
subject of interest structure and function describe in grade 4 can anchance student
learning, this is seen in the process of learning and in creased students scores well
enough in each cycles. In cycle 1 avarage 61.76 students achieve mastery learning
by 25% and reached 81.17 on 2 cycle to reach 100% mastery learning. Authors
suggestion considering application of many advantage the contextual approach
should be used to improve learning outcomes and students creativity in the
classroom or in the school.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK…………………………………………………………………………i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………….ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..iv
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….vii
DAFTAR TABEL……………………………………………………………….viii
DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………...ix

BAB I PENDAHULUAN
A. ......................................................................................................... L
atar belakang masalah……………………………………………………1
B. ........................................................................................................... R
umusan masalah………………………………………………………….4
C. Tujuan penelitian…………………………………………………………..4
D. Manfaat hasil penelitian…………………………………………………...5
E. Hipotensi Tindakan………………………………………………………..6
F. Definisi operasional………………………………………………………..6
BAB II PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA
PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA
A. Landasan teori……………………………………………………………..7
1. Hakikat Belajar………………………………………………………...7
2. Hakikat Hasil Belajar………………………………………………….8
3. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar…………………………………10
4. Ruang Lingkup IPA………………………………………………….12
B. Pendekatan Kontekstual………………………………………………….12
1. Pengertian Pendekatan Kontekstual………………………………….12
Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Komponen-komponen Pendekatan Kontekstual……………………..15
3. Langkah-langkah Pembelajaran Kontekstual………………………...21
4. Karakterisitik Pendekatan Kontekstual………………………………22
5. Keunggulan dan kelemahan Pendekatan Kontekstual di Sekolah Dasar
………………………………………………………………………..23
6. Implementasi Pendekatan Kontekstual di Sekolah Dasar……………25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian………………………………………………………...36
B. Setting Penelitian…………………………………………………………41
C. Subjek Penelitian…………………………………………………………42
D. Waktu Penelitian…………………………………………………………42
E. Desain Penelitian…………………………………………………………43
F. Prosedur Penelitian……………………………………………………….44
G. Instrument penelitian……………………………………………………..50
H. Teknik Pengumpulan Data……………………………………………… 51
I. Analisis Data……………………………………………………………..52
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian tentang Kondisi Sekolah………………………………..55
B. Hasil Penelitian Tentang Tindakan Kelas………………………………..60
Siklus I…………………………………………………………………...60
1. Perencanaan Pembelajaran…………………………………………...60
2. Pelaksanaan Pembelajaran…………………………………………...63
3. Observer Pembelajaran………………………………………………65
4. Hasil Belajar………………………………………………………….66
5. Refleksi……………………………………………………………….68
Siklus II…………………………………………………………………..69
1. Perencanaan Pembelajaran…………………………………………...69
2. Pelaksanaan Tindakan………………………………………………..73
3. Observer Pembelajaran………………………………………………74
4. Hail Belajar…………………………………………………………..75
Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5. Refleksi……………………………………………………………….77
C. Pembahasan Penelitian…………………………………………………...77
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan……………………………………………………………….85
B. Saran……………………………………………………………………...87
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………88
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR GAMBAR
2.1 Bagian-bagian bunga…………………………………………..……………..28
2.2 Contoh-contoh bunga sempurna……………………………………………...32
2.3 Contoh-contoh bunga tidak sempurna………………………………………..34
3.1 Diagram Alur PTK……………………………………………………...........41
3.2 Peta SDN Rancabolang 03…………………………………………………...42
3.3 Desain Penelitian……………………………………………………………..43
4.1 Peningkatan Hasil Belajar siswa siklus I dan siklus II……………………….80

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL
3.1 Waktu Penelitian…………………………………………………………......42
3.2 Rumus Menghitung nilai Siswa……………………………………………...52
3.3 Rumus menghitung rata-rata nilai siswa……………………………………..52
3.4 Penetapan KKM setiap Indikator pada materi hubungan antar bunga dengan
Fungsinya……………………………………………………………………..53
3.5 Rumus menghitung Indeks Presentasi Kelompok(IPK)……………………...53
4.1 Kedudukan SDN Rancabolang……………………………………………….57
4.2 Keadaan Personal Sekolah SDN Racabolang 03…………………………….57
4.3 Jumlah Data siswa dan Rombel……………………………………………...59
4.4 Rencana Tindakan Pembelajaran Siklus I……………………………………61
4.5 Hasil Postest siklus I…………………………………………………………66
4.6 Hasil Perolehan skor Kinerja Kelompok Siswa……………………………..68
4.7 Rencana Tindakan Pembelajaran Siklus I……………………………………70
4.8 Hasil Postest siklus I…………………………………………………………75
4.9 Hasil Perolehan skor Kinerja Kelompok Siswa……………………………..75
4.10 Hasil Belajar siswa setelah Tindakan Pembelajaran………………………..79
4.12. Pencapaian Aspek Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam
Pembelajaran……………………………………………………………….80
4.13 Presentase jumlah Siswa Berdasarkan KKM……………………………….82

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A. Instrumen Penelitian
A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis CTL Siklus I
A.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis CTL Siklus II
A.3 Lembar Kerja Siswa Siklus I
A.4 Lembar Kerja Siswa Siklus II
A.5 Lembar Evaluasi Siklus I
A.6 Lembar Evaluasi Siklus II
A.7 Lembar Observasi PTK Aktivitas Guru Siklus I
A.8 Lembar Observasi PTK Aktivitas Guru Siklus II
A.9 Pedoman Observasi RPP Siklus I
A.10 Pedoman Observasi RPP Siklus II
A.11 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Berbasis CTL Siklus I
A.12 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Berbasis CTL Siklus II
A.11 Pedoman Catatan Lapangan Siklus I
A.12 Pedoman Catatan Lapangan Siklus II
A.13 Lembar Wawancara Dengan Observer Siklus I
A.14 Lembar Wawancara Dengan Observer Siklus II
A.15 Pedoman Wawancara Dengan Siswa Siklus I
A.16 Pedoman Wawancara Dengan Siswa Siklus II
A.17 Quisioner

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran B. Data dan Sample Hasil Penelitian
B.1 Lembar Kerja Siswa Siklus I
B.2 Lembar Kerja Siswa Siklus II
B.3 Lembar Evaluasi Siklus I
B.4 Lembar Evaluasi Siklus II
B.5 Lembar Observasi PTK Aktivitas Guru Siklus I
B.6 Lembar Observasi PTK Aktivitas Guru Siklus II
B.7 Pedoman Observasi RPP Siklus I
B.8 Pedoman Observasi RPP Siklus II
B.9 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Berbasis CTL Siklus I
B.10 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Berbasis CTL Siklus II
B.11 Pedoman Catatan Lapangan Siklus I
B.12 Pedoman Catatan Lapangan Siklus II
B.13 Lembar Wawancara Dengan Observer Siklus I
B.14 Lembar Wawancara Dengan Observer Siklus II
B.15 Pedoman Wawancara Dengan Siswa Siklus I
B.16 Pedoman Wawancara Dengan Siswa Siklus II
B.17 Quisioner

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran C. Hasil Penelitian
C.1 Nilai Ketuntasan Siswa setelah mengikuti Postest I
C.2 Nilai Ketuntasan Siswa setelah mengikuti Postest I
Lampiran D. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I dan Siklus II

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam Undang-undang pendidikan Nasional NO. 20 tahun 2003
dijelaskan bahwa:
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab (2005 : 65-66).
Upaya pembaharuan pendidikan sebagaimana yang tertuang di
dalam Undang-undang sistem Pendidikan kearah pendidikan berbasis
kompetensi. Di dalam pembelajaran berbasis kompetensi tersebut tersirat
nilai-nilai pembentukkan manusia Indonesia seutuhnya, sebagai pribadi
yang integral, produktif, kreatif, dan memiliki sikap kepemimpinan yang
berwawasan keilmuan sebagai warga Negara yang bertanggung jawab.
Indikator ini akan terwujud apablia diiringi dengan upaya peningkatan
mutu dan relefansi sumber daya manusia(SDM) melalui proses pada
berbagai jenjang pendidikan.
Semua guru atau siswa selalu mengharapkan agar setiap proses
belajar mengajar dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Guru
mengharapkan agar siswa dapat memahami setiap materi yang diajarkan,
siswa pun mengharapkan agar

guru dapat

menyampaikan atau

menjelaskan pelajaran yang baik, sehingga memperoleh hasil belajar yang
memuaskan. Akan tetapi harapan-harapan itu tidak selalu dapat terwujud.
Masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan guru. Ada siswa
yang nilainya selalu rendah, bahkan ada siswa yang tidak bisa
mengerjakan soal atau jika mengerjakan soal pun jawabannya asal-asalan.
Semua itu menunjukkan bahwa guru harus selalu mengadakan perbaikan
secara terus menerus dalam pembelajarannya, agar masalah-masalah

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kesulitan belajar siswa dapat diatasi, sehingga hasil belajar siswa mencapai
tujuan yang diharapkan.
Tujuan setiap proses pembelajaran adalah diperolehnya hasil yang
optimal. Hal ini akan dicapai apabila semua terlibat secara aktif baik fisik,
mental, maupun emosional. Tujuan pembelajaran menyatakan suatu hasil
yang diharapkan dari pembelajaran itu dan bukan sekedar suatu proses dari
pembelajaran itu sendiri. Tujuan pembelajaran diharapkan mampu
membentuk manusia yang berkualitas hanya dapat dipenuhi oleh dunia
pendidikan. Upaya pemenuhan tersebut merupakan suatu proses yang
panjang yang dimulai sejaka anak belajar di SD. Salah satu unsur yang
turut mennentukan kualitas sumber daya manusia yaitu penguasaan IPA.
Salah satu mata pelajaran yang ada di SD yang perlu ditingkatkan
kualitasnya adalah IPA. Sekolah Dasar merupakan tempat pertama siswa
mengenal konsep-konsep dasar IPA, karena itu pengetahuan yang diterima
siswa hendaknya menjadi dasar yang dapat dikembangkan di tingkat
sekolah yang lebih tinggi disamping mempunyai kegiatan praktis dalam
kehidupan sehari-hari.
Menurut Abdullah (1998:18) IPA merupakan “pengetahuan teoritis
yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu
dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan
teori, observasi, dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang
satu dengan cara lain”.
Kenyataan yang terjadi, mata pelajaran IPA tidak begitu diminati
dan kurang disukai siswa. Bahkan siswa beranggapan pelajaran IPA sulit
untuk dipelajari. Akibar rata-rata hasil belajar siswa cenderung lebih
rendah dibanding mata pelajarannya lainnya.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di
kelas IV SDN Rancabolang 03 Kecamatan Rancasari Kotamadya Bandung
data hasil ulangan materi bagian-bagian bunga dan fungsinya, prestasi
belajar siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan
dan hasil tes belajar siswa kelas IV SDN Rancabolang 03 Kecamatan
Rancasari Kotamadya Bandung yang menunjukkan bahawa hasil
pembelajaran IPA mengenai materi bagian-bagian bunga mencapai rataErna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

rata 55 sementara Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah
ditentukan sebesar 65.
Rendahnya hasil belajar IPA siswa dibanding mata pelajaran lain
karena, Guru lebih banyak berfungsi sebagai instruktur yang sangat aktif
dan siswa sebagai penerima pengetahuan yang pasif. Siswa yang belajar
tinggal datang ke sekolah duduk mendengarkan, mencatat , dan mengulang
kembali di rumah serta menghafal untuk menghadapi ulangan.
Pembelajaran seperti ini membuat siswa pasif karena siswa berada pada
rutinitas yang membosankan sehingga pembelajaran kurang menarik. Pada
umumnya pembelajaran lebih banyak memaparkan fakta, pengetahuan,
kemudian biasa dihafalkan bukan berlatih berpikir memecahkan masalah
dan mengaitkannya dengan pengalaman empiris dalam kehidupan nyata
sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa
diantaranya ada yang dating dari diri siswa itu sendiri maupun yang
berasal dari luar siswa. Faktor dari siswa misalnya motivasi belajar, minat
belajar, dan menganggap bahwa IPA sulit dipelajari. Sedangkan faktor
berasal dari luar misalnya penampilan gurunya dalam mengajarkannya
pembelajaran IPA cenderung pada ketercapaian target materi menurut
kurikulum atau buku ajar yang dipakai sebagai buku wajib, bukan pada
pemahaman materi yang dipelajari, kurangnya pengetahuan guru dalam
memilih dan memilah serta menggunakan pendekatan pembelajaran dan
sumber belajar yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa. Hal
ini didasarkan pada teori perkembangan Piaget (Windayana et al. 2006:16)
yang menyatakan bahwa:
Perkembangan struktur kognitif anak meliputi tahap (1) sensori
motoric usia 0-2 tahun, (2) propesional usia 2-6 tahun, (3) operasional
konkret 6-12 tahun, (4) tahap formal usia 12 tahun keatas. Pada tahap
operasional konkret, pada tahap ini anak sudah mulai berfikir logis,
berfikir logis ini terjadi sebagai akibat adanya kegiatan anak memanipulasi
benda-benda konkret.
Terkait belum optimalnya hasil belajar siswa kelas IV SDN
Rancabolang 03 Kecamatan Rancasari Kotamadya Bandung, maka penulis
berupaya menerapkan model pembelajaran Kontekstual sebagai salah satu
Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

alternative

pembelajaran

yang

bermakna

yang

bermuara

pada

pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Menurut Blanchard (2001) dalam Triyanto (2007) menyatakan
bahwa pengajaran dan pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching
and Learning (CTL) merupakan suatu konsepsi yang membantu guru
mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan
memotifasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan
penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga
Negara, dan tenaga.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti sangat tertarik untuk
melakukan penelitian, yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar siswa pada materi pembelajaran bagian-bagian tumbuhan.
Oleh karena itu berddasarkan latar belakang di atas maka peneliti
mengambil judul “Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran
IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumusan suatu
masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana

perencanaan

pembelajaran

siswa

kelas

IV

SDN

Rancabolang 03 Kecamatan Rancasari Kotamadya Bandung dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada penerapan pendekatan
Kontekstual ?
b. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA pada siswa kelas IV dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada penerapan pendekatan
Kontekstual?
c. Seberapa

peningkatan

hasil

belajar

siswa

kelas

IV

dalam

meningkatkan hasil belajar siswa pada penerapan pendekatan
Kontekstual?
C. Tujuan Penelitan
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini
adalah :
a. Memperoleh gambaran perencanaan siswa kelas IV SDN Rancabolang
03 Kecamatan Rancasari Kotamadya Bandung dalam meningkatka
hasil belajar siswa pada penerapan pendekatan Kontekstual.
Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Untuk mengungkap pelaksanaan belajar siswa kelas IV SDN
Rancabolang 03 Kecamatan Rancasari Kotamadya Bandung dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada penerapan pendekatan
Kontekstual.
c. Untuk mengungkap besaran peningkatan hasil belajar siswa kelas IV
dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada penerapan pendekatan
Kontekstual.
D. Manfaat Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi semua pihak, terutama bagi Siswa, Guru, peneliti dan Sekolah.
Adapun manfaat yang dapat diambil sebagai berikut:
a. Manfaat bagi siswa
1) Dapat meningkatkan pemahaman dalam menyerap materi yang
dipelajari sehingga proses dan hasil belajar pun akan lebih
meningkat pula.
2) Meningkatkan kemampuan siswa dalam menemukan pengetahuan
sendiri.
b. Manfaat bagi guru
1) Dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta
membangkitan rasa percaya diri sehingga akan selalu bergairah dan
bersemangat untuk memperbaiki pembelajarannya secara terus
menerus.
2) Memperbaiki kualitas kegiatan pembelajaran.
3) Menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman bagi guru.
c. Manfaat bagi sekolah
1) Memberi masukkan kepada penyelenggara sekolah dalam upaya
memperbaiki dan merumuskan program setekah ke depan.
2) Meningkatkan kualitas belajar secara umum.
d. Manfaat bagi peneliti
Berguna untuk memperoleh pengetahuan baru tentang strategi
pembelajaran menggunakan penggunaan kontekstual (CTL).

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

E. Hipotensi Tindakan
Berdasarkan rumusan dan tujuan penelitian yang diungkapkan di atas,
maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
“Dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and
Learning (CTL) hasil belajar siswa kelas IV SDN Rancabolang 03
meningkat”.
F. Definisi Operasional
a. Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata
siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka seharihari. Dengan menggunakan tahapan-tahapan CTL antara lain : 1)
Kontruktivisme (Contructivism), 2) Bertanya (Questioning), 3)
Menemukan (Inquiry), 4) Masyarakat Belajar (Learning Community),
5) Pemodelan (Modelling), 6) Refleksi (Reflecting), 7) Penilaian yang
sebenarnya (Authentic Assesment).
b. Pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
c. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari alam
dengan segala isinya, atau secara sederhana merupakan sesuatu
kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis tentang gejala
alam.
d. Hasil Belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan
yang telah dilakukan berulang-ulang yang akan tersimpan dalam
jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya
karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang
selali ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah
cara berfikir serta menghasilkan perilaku yang lebih baik.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipakai adalah PTK menurut Kemmis dan
Mc.Taggat Yang merupakan pengembangan diri konsep dasar yang
diperkenalkan oleh Kurt Lewin Penelitian ini dilaksanakan dengan
menggunakan metode deskriptif analitik dengan model

penelitian

Tindakan Kelas menurut Kemmis Mc. Taggart (1998-1999 : 13 ) yang
berusaha mengkaji dan merefleksikan suatu pendekatan pembelajaran
dengan tujuan untuk meningkatkan proses dan prosedur pengajaran di
kelas. Penelitian tindakan kelas adalah bentuk penelitian yang bersifat
reflektif

dengan

melakukan

tindakan

agar

dapat

memperbaiki

pembelajaran di dalam kelas (Kasbolah, 1999:14).
Penelitian ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan proses
pembelajaran sesungguhnya. Dalam penelitian ini peneliti berperan
sebagai guru yang melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan keterampilan proses. Penelitian tindakan kelas merupakan
suatu bentuk penelitian yang bersifak reflektif yang dilakukan oleh guru
atau penelitian di dalam kelas bertujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian tindakan kelas dilakukan
berupa siklus, tiap siklus dilakukan sesuai dengan perubahan yang akan
dicapai serta untuk melihat sejauh mana hasil belajar siswa terhadap
hubungan antara bunga dengan fungsinya sebagai bahan tindakan
berikutnya.

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Clasroom Action Research)
memiliki Peranan yang penting dan strategis dalam memperbaiki dan
meningkatkan mutu pendidikan apabila pengimplementasiannya dilakukan
dengan baik dan benar. Penelitian tindakan kelas merupakan bagian dari

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

penelitian tindakan (action research) sedangkan penelitian tindakan
merupakan bagian dari tindakan seluruhnya.
Penelitian adalah suatu kegiatan penyelidiki yang dilakukan
menurut metode Ilmiah sistematis untuk menemukan informasi ilmiah dan
teknologi baru, membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran hipotesis
sehingga dapat dirumuskan dan/atau proses gejala baru.
Di bawah ini beberapa pendapat para ahli tentang PTK yaitu :
a. Kurt Lewin “suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap yakni
perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi”
b. Kemmis dan Mc Taggart

“Suatu bentuk selt-inguiry kolektif yang

dilakukan Oleh parapartisipan dalam situasi sosial untuk meningkatkan
rasionalitas dan keadilan dari praktek sosial atau pendidikan yang mereka
lakukan serta mempertinggi pemahaman mereka terhadap praktek dan
situasi dimana praktek tersebut dilaksanakan”
c. Ebbut (1985) dalam Hopkins (1993)” Kajian sistemik dari upaya
perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan
melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan refleksi
mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut.
d. Elliott (1991): peneliti tindakan sebagai kajian dari sebuah situasi sosial
dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki kualitas sosial tersebut.
e. Carr & Kemmis, 1986 dalam Burns, (1999) penelitian tindakan adalah
suatu bentuk penelitian refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta
“pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan
keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka serta pemahaman
mereka terhadap paraktik-praktik mereka dan terhadap situasi tempat
praktik-praktik tersebut dilakukan.
f. Hasley, 1972 dalam Cohen & Manion, (1994): penelitian adalah intervensi
skala kecil dalam memfungsikan dunia nyata dan pemeriksaan cermat
terhadap efek dari intearvensi tersebut.
g. Bodgan dan Biklen, (1982) dan Burn, (1999): penelitian merupakan
Pengumpulan

informasi

yang

sistematis

yang

dirancang

untuk

menghasilkan perubahan sosial.
Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Ciri-ciri PTK
Pada perubahan ini ciri-ciri PTK dibagi menjadi dua yaitu ciri umum
dan ciri Khusus Adapun ciri umum seperti yang diungkapkan oleah Cahen
dan Manoin, 1980 (Kunandar, 2008 : 56) sebagai berikut :
a. Situasional, kontektual, berskala kecil, praktis, terlokalisasi, dan secara
langsung relevan dengan situasi nyata dalam dunia kerja.
b. Memberikan kerangka kerja yang teratur kepada pemecahan masalah
praktis.
c. Fleksibel dan adaptif sehingga memungkinkan adanya perubahan
selama masa percobaan dan pengabaian control karena lebih
menekankan sikap tanggap dan pengujicobaan serta pembaharuan di
tempat kejadian atau pelaksanaan PTK
d. Self-evaluation yaitu memodifikasi secara kontinu yang dievaluasi
dalam situasi yang ada, yang tujuan akhirnya adalah untuk
meningkatkan mutu pembelajaran dengan cara tetentu.
e. Partisipatori karena penelitian dan anggota lain merupakan bagian
secara langsung atau tidak langsung dalam melakukan PTK.
f. Perubahan dalam

praktek didasari oleh pengumpulan data dan

informasi dengan tujuan memberikan dorongan untuk terjadinya
perubahan
g. Secara ilmiah kurang ketat karena kesalahan internal dan eksternal
lemah meskipun diupayakan untuk dilakukan secara sistematis dan
ilmiah.
Sedangkan ciri khusus menurut Whitehed, 2003 (Kunandar, 2008 :57)
Adalah sebagai berikut :
a. Adanya komitmen pada peningkatan pendidikan
b. Adanya maksud yang jelas untuk melakukan intervensi ke dalam dan
peningkatan pemahaman dan praktek seseorang serta untuk menerima
tanggung jawab dirinya sendiri.
c. Melekatnya tindakan yang berpengatahuan, berkomitmen, dan
bermaksud

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

d. Adanya pemantauan sistemik untuk menghasilkan data atau informasi
yang valid.
e. Melibatkan deskrifsi autentik tentang tindakan
f. Perlunya validasi
3. Perlunya PTK
Adapun karakter dari PTK di antaranya :
a. On-the job problem oriented ( masalah yang diteliti adalah masalah riil
atau nyata yang muncul dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam
kewenangan atau tanggung jawab peneliti )
b. Problem-solving oriented ( berorientasi pada pemecahan masalah )
c. Improvemen-oriented ( berorientasi pada peningkatan umum )
d. Cyclic ( siklus ) konsep tindakan (action) dalam PTK diterapkan
melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap berdaur ulang ( cyclical
)
e. Action-oriented ; dalam PTK adanya tindakan tertentu untuk
memperbaiki mutu pendidikan
f. Pengkajian terhadap dampak tindakan
g. Specifics Contextual, permasalahan yang timbul dari kelas dicari jalan
pemecahannya
h. Participatory ( collaborative ), PTK dilakukan kerja sama

dengan

rekan-rekan dan pihak lain seperti teman sejawat
i. Peneliti sekaligus praktisi yang melakukan refleksi
j. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus yang
terdiri dari perencanaan (Panning), tindakan ( action ), pengamatan (
observation ) dan refleksi ( reflecation )
4. Tujuan PTK
a. Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas
yang di alami langsung oleh guru dan siswa dalam KBM
b. Meningkatkan kualitas praktis

pembelajaran secara terus menerus

mengingat masyarakat berkembang secara cepat
c. Meningkatkan relevansi pendidikan

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

d. Sebagai alat taing in – service yang melengkapi guru dengan skill dan
metode yang baru
e. Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan
f. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah
g. Peningkatan mutu pendidikan melalui perbaikan praktik pembelajaran
5. Prinsip – prinsip PTK
a. Tidak boleh mengganggu KBM dan tugas mengajar
b. Tidak boleh terlalu menyita waktu
c. Metodologi yang digunakan harus tepat dan terpercaya
d. Masalah yang dikaji benar-benar ada dan dihadapi oleh guru
e. Memegang etika kerja
f. Menjadi media guru guna berfikir kritis dan sistematis
g. Menjadikan guru terbiasa melakukan aktivitas yang bernilai akademik
dan ilmiah
h. Di mulai dari permasalahan pembelajaran yang sederhana, konkrit,
jelas dan ilmiah

6. Model PTK yang dikembangkan
Penelitian tindakan kelas PTK merupakan suatu bentuk kajian yang
bercirikan pada kegiatan partisipasif dan kolaboratif yang dilakukan oleh
praktisi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang
dilaksanakan di dalam kelas. Dalam penelitian tindakan kelas seorang guru
dapat melakukan penelitiannya sendiri pada praktek pembelajaran melalui
tindakan kelas yang telah direncanakan secara matang, selanjutnya guru
ditantang untuk memiliki keterbukaan terhadap pengalaman dan prosesproses pembelajaran. Dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan model
spiral : Kemmis dan Taggart (Kasbolah, 1998:113) yang dimulai
perencanaan, tindakan, pelaksanaan tindakan, elaborasi dan refleksi,
perencanaan kembali merupakan dasar suatu ancang-ancang pemecahan
permasalahan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada model penelitian di
bawah ini:
Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar. 3.1

Diambil dari http://e-jurnalpendidikan.blogspot.com/2012/04/ tanggal 21
November 2013 pukul 20:45

B. Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri
Rancabolang 03, yang berlokasi di Jl. Rancabolang Indah No 1 Kecamatan
Rancasari Kota Bandung.
Adapun yang menjadi latar belakang pemilihan sekolah yang ditetapkan
oleh peneliti didasarkan pada pertimbangan berikut :




Lokasi sekolah yang digunakan merupakan tempat peneliti
melaksanakan tugas sehari-hari.



Memperoleh kemudahan dalam perizinan.



teman-teman seprofesi.

Mendapat dorongan dari pihak sekolah, baik dari sekolah maupun

Lokasi tersebut belum pernah dijadikan tempat penelitian.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.2
PETA SDN RANCABOLANG 03

C. Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Rancabolang 03
Kecamatan Rancasari Kodya Bandung. Yang dijadikan subjek penelitian
adalah siswa kelas IV Tahun Pelajaran 2013 – 2014. Dengan jumlah siswa
34 orang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 23 orang perempuan.

D. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada pertengahan semeter ganjil yaitu bulan
November Sampai bulan Desmber 2013, disesuaikan dengan kalender
akademik sekolah dengan alasan PTK memerlukan beberapa siklus yang
membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas.
Tab 3.1
No
1.

Hari/Tanggal
Selasa, 26 November 2013

Kegiatan
Menemui kepala sekolah untuk
meminta

izin

melakukan

penelitian dengan menunjukkan
surat penelitian dari Fakultas.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2.

Rabu, 27 November 2013

Persiapan pelaksanaan tindakan
observasi

3.

Senin, 2 Desember 2013

Pertemuan Siklus I

4.

Senin, 9 Desember 2013

Pertemuan Siklus II

5.

Kamis, 12 Desember 2013

Refleksi

6.

Jumat, 13 Desember 2013

Analisis Data

7.

Sabtu, 14 Desember 2013

Penyusunan Laporan

E. Desain Penelitian
Menurut S.Nasution (2006:23), desain penelitian merupakan rencana
tentang cara mengumpulkan

dan menganalisis data agar dapat

dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian ini,
model penelitian pada penelitian ini merujuk pada proses pelaksanaan
penelitian

yang dikemukakan oleh Kemmis & Taggart,

Suharsimi

Arikunto (2007:16-9), setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok
yaitu,

perencanaan tindakan,

pelaksanaan,

observasi,

dan refleksi.

Kegiatannya divisualisasikan pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.3
Permasalahan

Perencanaan
tindakan I

Pelaksanaan tindakan I

Refleksi I

Pengamatan/
pengumpulan data

Siklus I
Permasalahan baru
hasil refleksi

Siklus II
Apabila
permasalahan belum
terselesaikan

Perencanaan
tindakan II

Pelaksanaan Tindakan II

Refleksi II
Dilanjutkan ke siklus
berikutnya.

Pengamatan/
Pengumpulan data

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

F. Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri dari beberapa
tahap pelaksanaan yang dinamakan siklus. Tiap siklus dilakukan sesuai
dengan perubahan yang ingin dicapai untuk melihat sejauh mana hasil
belajar siswa.
Prosedur tindakan pertama sebelum peneliti melakukan tindakan
pertama, langkah awal melakukan tindakan adalah membuat perencanaan
pelaksaan pembelajaran. Setelah rencana disusun sebuah tindakan itu
dilakukan.

Bersamaan

dengan

dilaksanakannya

tindakan,

peneliti

mengamati proses pelaksanaan melalui lembar observasi dan catatan
lapangan. Setelah mengobservasi langkah selanjutnya adalah melakukan
refleksi dari semua kegiatan.
a. Perencanaan
Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan
tahapan sebagai berikut :
1. Tahap perencanaan meliputi :
a. Permintaan izin dari Kepala SDN Rancabolang 03 Kecamatan
Rancasari Kotamadya Bandung.
b. Observasi untuk memperoleh gambaran keadaan proses belajar
mengajar, mengenai kemampuan siswa, cara guru mengajar, aktivitas
siswa dan hasil yang diperoleh.
c. Identifikasi masalah dengan cara menelaah terlebih dahulu KTSP
khususnya mata pelajaran IPA mulai dari standar kompetensi,
kompetensi dasar, hasil belajar, indicator, dan materi pokok.
d. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
e. Merumuskan metode dan pendekatan yang akan digunakan dalam
pembelajaran.
f. Menyiapkan alat peraga yang akan dipakai pada saat pembelajaran.
g. Menyusun dan menyiapkan alat evaluasi yaitu berupa lembar
observer dan lembar kerja siswa.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan proses penelitian disesuaikan dengan rencana yang telah
dibuat sebelumnya. Pelaksaan penelitian terdiri dari proses
pembelajaran, evaluasi, dan refleksi pada setiap siklus.
3. Tahap Observasi atau Pengamatan
Pada tahp ini peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua
hal yang digunakan dan terjadi selama proses tindakan berlangsung.
Pada tahap observasi ini, tindakan yang dilakukan peneliti adalah
mengumpulkan data-data yang dibutuhkan melalui instumeninstrumen pengumpul data yang direncanakan dan disiapkan berupa
lembar observasi. Dalam lembar observasi berisi tahapan kegiatan
pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan pendekatan
kontekstual, dan juga pada lembar observasi siswa berisi tentang
aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran, alat evaluasi berupa
soal-soal dan pendokumentasiannya. Dari hasil observasi ini,
nantinya

akan

terlihat

apakah

tindakan

penelitian

sudah

menunjukkan hasil yang diharapkan atau belum, dan dari hasil
observasi ini pula akan terlihat sejauh mana pelaksanaan pendekatan
kontekstual dapat dilaksanakan dengan baik oleh guru maupun siswa
sehingga dapat dijadikan rujukan untuk melangkah pada tahap
tindakan selanjutnya.
4. Tahap Refleksi
Berdasarkan data-data yang telah terkumpul, maka peneliti
melakukan refleksi. Tahap analisis dan refleksi dalam penelitian
tindakan kelas yang dilakukan peneliti merupakan bagian penting
karena dengan melalui refleksi ini peneliti dapat memahami dan
memperoleh gambaran yang jelas tentang proses dan hasil tyang
terjadi sebagai akibat adanya tindakan yang telah dilakukan pada
pokok bahasan bagian-bagian bunga dan fungsinya melalui
penerapan pendekatan kontekstual. Hasil dari kegiatan refleksi
merupakan

sumber

untuk

pelaksanaan

tindakan

berikutnya.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Penelitian terdiri dari 2 siklus. Adapun penjabaran rencana setiap
siklusnya adalah sebagai berikut :
a. Siklus I
1) Tahap Perencanaan Tindakan

 Membuat RPP, Lembar Observasi, dan Evaluasi

 Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan
untuk pengamatan mengenai bagian-bagian bunga dan
fungsinya.
2) Tahap Pelaksanaan Tindakan
a. Kegiatan Pendahuluan


Berdoa



Guru mengecek kehadiran siswa



Apersepsi, guru mengajak siswa menyanyikan lagu
kebunku



Guru menyampaikan tujuan pembelajaran



Mempersiapkan gambar bagian-bagian bunga

b. Kegiatan Inti
1. Bertanya (Quitioning)
Guru memotivasi siswa dengan memberikan beberapa
pertanyaan diantaranya:
a. Pernahkah kamu mengamti tumbuhan yang ada di
sekitar rumahmu ?
b. Apa saja bagian tumbuh-tumbuhan itu?
c. Apakah setiap tumbuhan mempunyai bunga?
2. Kontruktivisme (Contructivism)


Guru

memberikan

siswa

kesempatan

untuk

mengemukakan pengetahuannya tentang bagian

bagian bunga.
Guru meminta bebrapa siswa menuliskan namanama bunga.

3. Model (Modelling)


Guru memperlihatkan gambar bagian-bagian bunga

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Masyarakat Belajar (Learning Community)


Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dan



masing-masing kelompok terdiri dari 7 siswa.



bunga dalam kelompoknya.



kelompok masing-masing.

Tiap kelompok melakukan pengamatan pada setiap

Siswa bekerja sama dan saling membantu dengan

Pemberian LKS selama pembelajaran berlangsung

5. Menemukan (Inquiry)




Siswa bersama kelompoknya mengamati bagianbagian bunga yang dibawa dari rumah.
Siswa menemukan sendiri bagian-bagian bunga dan
kegunaannya.

c. Kegiatan Penutup
1. Refleksi (Reflection)


Guru

bersama



pembelajaran



bunga

siswa

menyimpulkan

materi

Siswa dapat menjelaskan tentang bagian-bagian



Siswa dapat menyebutkan kegunaan bunga



materi/kegiatan yang telah dipelajari

Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang

Guru memberikan penjelasan dan meluruskan
pendapat siswa yang masih belum tepat

2. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assesment)




Guru memberikan tes formatif sebagai latihan untuk
bahan evaluasi
Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari
selanjutnya

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Siklus II
1) Tahap Perencanaan dan Tindakan

 Membuat RPP, lembar observasi, dan evaluasi berdasarkan
hasil refleksi pada siklus I.

 Memeprsiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan
berupa bunga sepatu.
2) Tahap Pelaksanaan Tindakan
a. Kegiatan Pendahuluan


Berdoa



Guru mengecek kehadiran siswa



Apersepsi, guru mengingatkan kembali pada siswa
tentan pelajaran yang lalu



Guru menyampaikan tujuan pembelajaran



Guru menyiapkan gambar bunga sempurna dan tidak
sempurna

b. Kegiatan Inti
1. Bertanya (Quitioning)




Guru

menunjukkan

gambar-gambar

bunga

sempurna dan tidak sempurna.
Guru memberikan pertanyaan mengenai bunga
sempurna dan tidak sempurna juga bunga sepatu

a. Pernahkah kamu melihat bunga sepatu?
b. Apa saja yang ada pada bunga sepatu?
c. Apa perbedaan bunga sempurna dan tidak sempurna?
2. Kontruktivisme (Contructivism)


Guru

memberikan

siswa

kesempatan

untuk

mengemukakan pengetahuannya tentang bagian

bagian bunga sepatu.



bagian bunga sepatu.

Guru meminta beberapa siswa menuliskan bagian-

Guru meminta siswa untuk memberikan contoh
bunga sempurna dan tidak sempurna.

Erna Nurhasanah, 2014
Penerapan Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Model (Modelli

Dokumen yang terkait

Penerapan pendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV pada konsep struktur tumbuhan dan fungsinya : penelitian tindakan kelas di MI Miftahul Huda Tebet Jakarta Selatan

0 5 126

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Brajan Prambanan Klaten Tahun Ajaran 20

0 0 14

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV Penerapan Pendekatan Kontekstual Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV Di SD Negeri 2 Barukan Manisrenggo K

0 1 17

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV Penerapan Pendekatan Kontekstual Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV Di SD Negeri 2 Barukan Manisrenggo K

0 2 16

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas V SD Negeri 03 Pulokul

0 1 19

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA KONSEP SUMBER ENERGI GERAK DIKELAS IV: Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IV SD Negeri Sumampir Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon.

0 0 26

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV TENTANG PENGGOLONGAN HEWAN BERDASARKAN JENIS MAKANANNYA.

0 7 33

Penerapan pendekatan kontekstual Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran ipa materi tumbuhan dan bagiannya.

0 2 39

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI KARANGJATI KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL.

0 0 222

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD N 3 GLAGAH KUDUS TAHUN 20132014

0 0 21

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23