KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK KETERAMPIL (1)

KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK
KETERAMPILAN GERAK
09/12/2010
tags: olahraga pendidikan, Pendidikan

3 Votes
Klasifikasi dan karakteristik keterampilan gerak menurut Anne Shumway – Cook & Marjorie H.
Woollacott, dalam buku “Motor Control” Teori & Practical Applications”, dibedakan, antara
lain:
1. Penguasaan Gerak
Penguasaan gerak adalah kemampuan untuk mengatur atau langsung kepada pokok mekanik
dalam pergerakan. Jasmani dan pekerja terapi harus dapat menunjukkan penguasaan gerak
psikologi. Terapi merupakan cara yang biasanya diharuskan untuk merubah pergerakan/
kapasitas untuk bergerak.
2. Gerakan Dasar
Merupakan pergerakan yang muncul dari interaksi antara tiga factor, yaitu:
a)

Individual

Dengan individual pergerakan muncul setelah terjadi hubungan kerjasama antara struktur otak

dan proses. Syarat dalam penguasaan gerak ini sendiri adalah agak meragukan, hal ini terjadi
sejak pergerakan timbul dari interaksi proses persilangan yang meliputi persepsi, kognitif dan
aksi.
b) Tugas
Dalam kehidupan kita sehari- hari penampilan mempunyai fungsi tugas yang beraneka macam
dan memaksa kita untuk bergerak.
c)

Lingkungan

Penambahan dalam perlengkapan tugas bergerak mempunyai hubungan yang istimewa dengan
lingkungan. Kemungkinan kejadian yang sama atau mendukung penampilan atau yang berada
dibelakang penampilan.[1]
3. Ada Tiga Tingkatan Dalam Menganalisis Gerakan, yaitu:
a) Analisis Tingkat Aksi,
yaitu menganalisis pada ujian tingkat aksi dan merupakan hasil dari tingkah laku atau dengan
kata lain hasil dari interaksi individu, tugas dan lingkungan.
b) Analisis Tingkat Gerakan,
Yaitu, memberi masukan bahwa tingkat kedua yaitu analisis focus dalam menganalisis
pergerakan yang digunakan dalam fungsi penampilan.

c) Analisis Tingkat Persyarafan,
Merupakan tujuan langsung tingkah laku dapat dianalisis dari dalam proses bahwa menambah
dalam gerakan pengamatan menjadi penampilan.[2]
Klasifikasi dan karakteristik keterampilan menurut Cheryl A. Coker dalam buku “Motor
Learning and Control for Practitioners”
1. Klasifikasi Keterampilan Gerak
Untuk membantu dalam memahami keahlian gerak dasar dan melakukan suatu kewajiban
beberapa system klasifikasi/ taksonomi harus membuat organisasi keahlian gerak berdasarkan
keadaan mereka. Keterampilan gerak kasar dan halus digunakan dalam penyesuaian pendidikan
jasmani dan perkembangan gerak, dimana di dalam system klasifikasi ini terdapat perbedaan
antara keduanya, yaitu:
a) Keterampilan Gerak Halus, yaitu keterampilan gerak yang meliputi gerakan normal dan
kemudian dsempurnakan dengan menggunakan kekuatan otot yang kecil.
b) Keterampilan Gerak Kasar, yaitu keterampilan gerak yang menekankan pada ketelitian dan
tipe gerakan dengan memanfaatkan keluasan anggota badan.
Taksonomi kedua tentang klasifikasi keterampilan di bagi dalam 3 kategori di samping struktur
dasar, yaitu:
a)

Keluasan Keterampilan, yaitu keterampilan memulai dan mengakhiri suatu nilai.


b) Keterampilan Bersambung, suatu keterampilan gerak yang menyusun angka dalam gerak
yang luas di mana penampilan yang utuh sangat penting untuk mencapai hasil.

c) Keterampilan Lanjutan, Suatu keterampilan yang memulai dan mengakhiri seiap nilai atau
menentukan beberapa factor lingkungan dan menyelesaikannya sendiri.
Taksonomi ketiga yaitu dalam memperkirakan lingkungan suatu keterampilan yang
berkelanjutan dan dapat merubah tinggi dan rendahnya suatu perkiraan, diantaranya:
a) Keterampilan Tertutup, keterampilan untuk memilih objek untuk melakukan suatu tindakan
di dalamnya.
b) Keterampilan Terbuka, Keterampilan gerak di mana penampilan tidak dapat di prediksi
selama masih ada perubahan lingkungan. [3]
Sedangka menurut David l Gallahue & John C Ozmun, dalalam buku “Understanding Motor
Development” dibedakan antara lain:
2. Klasifikasi Usia Perkembangan
Usia biologi setiap individu merupakan catatan yang tersedia bagi laki-laki atau wanita untuk
meningkatkan kedewasaan. Faktor usia cocok dan dapat menentukan suatu ukuran, diantaranya:
a)

Morfologi Usia, merupakan perbedaan ukuran (tinggi dan berat) untuk penilaian standard.


b)

Usia rangka tubuh, suatu catatan bahwa usia biologi dapat mengembangkan rangka tubuh.

c) Usia senja, biasannya digunakan untuk menentukan usia biologi. Adanya usia dapat
ditentukan dengan menggambarkan pertumbuhan gigi yang meningkat.[4]
d) Usia seks, kedewasaan seksual dapat menentukan pencapaian factor dasar dan kedua yang
tidak tetap.
3. Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik adalah peningkatan ukuran tubuh atau sebagian selama mencapai usia dewasa.
Perkembangan dalam arti yang sebenarnya, menunjukkan perubahan tingkat individu.
Kedewasaan dan pengalaman merupakan kunci dalam proses perkembangan mental.
Kedewasaan menunjukkan perubahan kualitas yang mempunyai satu kemungkinan untuk
ketingkat yang lebih tinggi lagi. Pengalaman menunjukkan factor lingkungan yang mengubah
penampilan dengan karakteristik perkembangan mental yang bermacam- macam dan merupakan
proses pembelajaran.
4. Aspek-Aspek dalam Tingkah Laku
a) Aspek Psikomotor, meliputi proses perubahan , stabilisasi dan penurunan dalam struktur
fisik dan fungsi syaraf otot. Pergerakan yang terjadi merupakan aksi reaksi dalam system syaraf

pusat.

b) Aspek Kognitif, digunakan untuk mempelajari tingkah laku gerak yang meliputi hubungan
antara tubuh dan pikiran.
c) Aspek afektif, mempelajari hubungan gerak manusia meliputi perasaan dan emosi yang
dipakai untuk dirinya sendiri atau gerakan lain yang dialaminya.[5]
Menurut Richard A Magill dalam buku Motor Learning” Concepts and Application, dibedakan
antara lain:
1. Keterampilan
Merupakan syarat suatu keterampilan yang biasanya menggunakan kata/ gerak dan didalamnya
dimasukkan suatu tugas untuk mencapai hasil yang spesifik.
Pandangan karakteristik beberapa orang dalam pengertian ini biasanya berasal dari keterampilan
gerak, yaitu:
a)

Hasil untuk mencapai tujuan.

b)

Keterampilan gerak yang menarik


c)

Keterampilan gerak yang menggunakan anggota tubuh untuk menyempurnakan hasil.[6]

2. Gerakan
Dalam mempelajari gerak dan penguasaan orang yang terlatih, syarat gerakan menunjukkan
karakteristik tingkah laku dari tiap anggota tubuh yang spesifik / campuran tiap bagian tubuh.
3. Ukuran Persendian Otot
Merupakan suatu karakteristik yang membuat sebagian besar keahlian gerak adalah tipe/ jenis
kelompok otot untuk menampilkan suatu keahlian. Untuk mencapai tujuan keterampilan gerak
orang terlatih akan membutuhkan tenaga dan otot yang besar untuk menghasilkan aksi.
Contohnya keterampilan gerak fundamental seperti berjalan, melompat dan melempar.
Keterampilan gerak yang menyenangkan membutuhkan penguasaan yang besar terhadap otot
kecil, khususnya yang melibatkan koordinasi mata dan tangan, contohnya menggambar dan
mengetik.
4. Gerakan yang Terlihat
Jika suatu keterampilan memerlukan satu gerakan nyata yang menyenangkan memulai dan
mengakhiri dapat kita sebut dengan keterampilan gerak yang hati-hati, contohnya memainkan
piano. Seringkali individu menaruh beberapa gerakan yang sama dalam suau rangkaian dan

ketika itu terjadi dapat kita sebut dengan keterampilan gerak yang berkelanjutan. Contohnya
pada saat menyalakan mobil. Kemudian klasifikasi system yang terakhir adalah kelanjutan
keterampilan gerak yaitu gerakan yang selalu mengandung ulangan.

5. Kestabilan Lingkungan
Persetujuan untuk merencanakan klasifikasi adalah jika lingkungan itu stabil, dan menghasilkan
perubahan ketika orang mempertunjukkan keahliannya, klasifikasi ini di sebut dengan
keterampillan gerak tertutup. Sedangkan keterampilan gerak terbuka adalah keterampilan dimana
penampilan orang itu tidak dalam lingkungan yang stabil.

[1] Anne & Marjorie. “Motor Control” Teori & Practical Applications
[2] Ibid
[3] Cheryl A, Coker. “Motor Learning and Control for Practitioners”
[4] David l Gallahue& John C Ozmun. Understanding Motor Development
[5] Ibid
[6] Richard A Magill. Motor Learning” Concepts and Application

http://onopirododo.wordpress.com/2010/12/09/klasifikasi-dan-karakteristikketerampilan-gerak/