PENGGUNAAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNARUNGU KELAS III DI SLB B-C FADHILAH.

No. Daftar: 013/Skripsi/PKH/FIP-S1/Oktober-2013

PENGGUNAAN MEDIA KARTU KATA DALAM MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNARUNGU
KELAS III DI SLB B-C FADHILAH

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Khusus

Oleh
LIA AFRILIA N
0707695

JURUSAN PENDIDIKAN KHUSUS
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

No. Daftar: 013/Skripsi/PKH/FIP-S1/Oktober-2013

Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan
Membaca Permulaan Anak Tunarungu
Kelas III di SLB B-C Fadhilah

Oleh
Lia Afrilia N

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan Program Pendidikan Khusus

© Lia Afrilia N 2013
Universitas Pendidikan Indonesia
oktober 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

No. Daftar: 013/Skripsi/PKH/FIP-S1/Oktober-2013

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK
PENGGUNAAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNARUNGU
KELAS III DI SLB B-C FADHILAH
(Lia Afrilia N. 0707695)

Katunarunguan mengakibatkan terhambatnya perkembangan bahasa dan
bicara anak tunarungu. Kemampuan bicara dan bahasa anak tunarungu berbeda
dengan anak pada umumnya, hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa
dan bicara berkaitan erat dengan kemampuan mendengar.
Permasalahan anak tunarungu yang mengalami kesulitan atau keterlambatan
dalam membaca permulaan, perlu mendapat penanganan yang tepat agar
kesulitan tersebut dapat teratasi sedini mungkin. Hambatan membaca permulaan
dapat diatasi dengan menggunakan media yang menarik dan menyenangkan
dalam proses pembelajarannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan membaca permulaan adalah dengan menggunakan
media kartu kata karena media ini memiliki beberapa keunggulan yaitu mudah
dibawa, mengembangkan daya ingat otak kanan, melatih kemampuan
konsentrasi, meningkatkan pembendaharaan kata dengan cepat, materi
pembelajaran yang menarik, suasana yang menyenangkan, waktu pembelajaran
yang cepat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
dengan menggunakan desain single subject research (SSR). Desain penelitian
yang digunakan dalam penelitian SSR adalah desain A-B-A yang terdiri dari tiga
tahapan kondisi, yaitu A-1 (baseline 1), B (intervensi), dan A-2 (baseline 2).
Hasil penelitian ini menjawab pertanyaan peneliti yang diajukan, secara nyata
subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan yang dapat
dilihat dari peningkatan mean level. Persentase mean level membaca suku kata
mengalami peningkatan dari 57,5 menjadi 80 pada fase intervensi. Persentase
mean level membaca kata dari 60 menjadi 86,6 pada fase intervensi. Persentase
mean level membaca kalimat sederhana dari 37,5 menjadi 71,6 pada fase
intervensi.
Penelitian ini sekiranya dapat dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan
bagi para pendidik untuk menggunakan media kartu kata dalam proses
pembelajran membaca di sekolah dan bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat
mengadakan penelitian dengan menggunakan media kartu kata kembali dengan
target behavior yang berbeda.

Kata kunci: Tunarungu, Membaca Permulaan, Media Kartu Kata.

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRACT
THE USE OF THE WORD CARD MEDIA TO IMPROVE THE READING
SKILLS OF DEAF CHILDREN IN CLASS III SLB B-C FADHILAH
(Lia Afrilia N. 0707695)
Hearing loss resulting in it seems that the language development of deaf
children and talk. Ability to speak different languages and deaf children and
children in General, this is because the development of language and speech is
closely related to the ability to hear.
Problems of deaf children who experience difficulties or delays in reading the
beginning, need to get a proper handling in order that the difficulties can be
resolved as early as possible. Read the beginning of the barriers can be overcome
by using media that is interesting and fun lesson in the process. One effort that can
be done to improve reading skills early is by using the media because the media
says this card has some advantages that easy to carry, develop the right-brain
memory, concentration, increasing the ability to train pembendaharaan said
quickly, learning material, pleasant atmosphere, fast learning time.
The methods used in this research is a method of experimentation with the
use of single subject design research (SSR). The research design used in the
research of SSR is design A-B-A, which consists of three stages of the condition,
namely a-1 (baseline 1), B (intervention), and A-2 (baseline 2).
The results of this research to answer the question researchers posed a real
subject, generally have an increased ability to read the beginning which can be
seen from the increase in the mean level. A percentage of the mean level reading
syllables has increased from 63.2 to 80 on phases of the intervention. A
percentage of the mean level reading words from 60 be 86,6 on phases of the
intervention. A percentage of the mean level read a simple sentence from 37.5 to
71,6 on phase of the intervention.
This research could be made if as input and consideration for educators to use
media cards in the process pembelajran words read in school and for subsequent
researchers, expected to hold research using media card said back with a target
behavior.

Keywords: Deaf, Read Beginning, the Word Cards Media.

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

ABSTRAK...............................................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................ii
UCAPAN TERIMA KASIH................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................v
DAFTAR TABEL...............................................................................................viii
DAFTAR GRAFIK................................................................................................x
DAFTAR BAGAN...............................................................................................xii
DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................xiii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah...............................................................................1
B. Identifikasi Masalah.....................................................................................3
C. Batasan Masalah..........................................................................................4
D. Rumusan Masalah........................................................................................4
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian.................................................................4
BAB

II

PENGGUNAAN

MEDIA

KARTU

KATA

UNTUK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK
TUNARUNGU
A. Deskripsi Teori
1. Konsep Dasar Media Kartu Kata.........................................................6
2. Konsep Dasar Membaca Permulaan.....................................................7
3. Konsep Dasar Anak Tunarungu.........................................................11
B. Penelitian yang Relevan...........................................................................16
C. Kerangka Berpikir....................................................................................17
D. Pertanyaan Penelitian...............................................................................19

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III METODE PENELITIAN
A. Variabel Penelitian...................................................................................20
1. Variabel Bebas...................................................................................20
2. Variabel Terikat.................................................................................20
B. Metode Penelitian....................................................................................20
C. Subjek dan Lokasi Penelitian...................................................................22
1. Subjek Penelitian...............................................................................22
2. Lokasi Penelitian...............................................................................23
D. Instrumen dan Teknik pengumpulan data...............................................23
1. Instrumen Penelitian..........................................................................23
2. Teknik Pengumpulan Data................................................................24
E. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data............................................25
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian........................................................................................26
B. Analisis Data...........................................................................................29
1. Analisis Data dalam Kondisi.............................................................29
2. Analisis Data antar Kondisi..............................................................50
C. Pembahasan.............................................................................................63
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan.............................................................................................67
B. Rekomendasi..........................................................................................67
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................68
LAMPIRAN
Lampiran I


Surat- Surat Penelitian

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Lampiran II




Kisi- Kisi Instrumen



Instrumen Penelitian



Expert Judgement



Program Pembelajaran Membaca Permulaan
Validitas

Lampiran III


Hasil Penelitian

Lampiran IV


Dokumentasi

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Hambatan anak tunarungu dalam membaca permulaan terjadi pada YC.
Subjek YC mengalami katunarunguan yang mengakibatkan terhambatnya
perkembangan bahasa dan bicara. Perkembangan kemampuan membaca YC
menurut guru kelasnya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Subjek YC sudah mengenal semua huruf vokal dan beberapa huruf konsonan.
Berdasarkan hasil asesmen pendahuluan, huruf yang belum dikenal d, j, k, m, n,
s, t, dan y. Kemampuan membaca huruf YC sudah terbilang cukup baik, namun
untuk membaca suku kata, kata atau bahkan kalimat masih terbilang kurang.
Pemahaman YC terhadap huruf yang kurang baik menyebabkan subjek
mengalami kesulitan saat membaca suku kata, kata dan kalimat yang diberikan
peneliti saat asesmen.
Permasalahan anak tunarungu yang mengalami kesulitan atau keterlambatan
dalam membaca permulaan, perlu mendapat penanganan yang tepat agar
kesulitan tersebut dapat teratasi sedini mungkin.
Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan membaca.
Apabila anak mengalami hambatan pada salah satu atau lebih dari faktor tersebut,
maka akan mengalami hambatan dalam membaca. Pendapat ini sejalan dengan
pendapat Kirk et all. (Abdurrahman, 2003:201) sebagai berikut:
Ada delapan faktor yang memberikan sumbangan bagi keberhasilan
belajar membaca yaitu (1) kematangan mental, (2) kemampuan visul, (3)
kemampuan mendengar, (4) perkembangan wicara dan bahasa, (5)
keterampilan berpikir dan memperhatikan, (6) perkembangan motorik, (7)
kematangan sosial dan emosional, (8) motivasi dan minat.
Perkembangan berbahasa setiap fase umur masing- masing memiliki
karakteristik yang berbeda. Umumnya perkembangan berbahasa setiap orang
berkembang dengan baik dan sesuai dengan fase perkembangannya, namun ada

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sebagian yang mengalami hambatan dalam berbahasa, diantaranya yaitu anak
tunarungu.
Tunarungu adalah mereka yang kehilangan pendengaran baik sebagian
(hard of hearing) maupun keseluruhan (deaf) yang menyebabkan
pendengarannya tidak memiliki nilai fungsional di dalam kehidupan seharihari. Akibat dari kehilangan pendengaran ini anak tunarungu mengalami
hambatan dalam perkembangan bicara dan bahasanya. Sedangkan
kemampuan berbicara dan berbahasa merupakan salah satu landasan untuk
dapat melakukan pendidikan baik formal maupun informal. (Somantri,
2007:94)
Keterampilan membaca tidak hanya memungkinkan seseorang untuk
meningkatkan penguasaan dalam bidang studi dan keterampilan, tetapi membaca
juga bermamfaat untuk memperoleh kesenangan yang berhubungan dengan hobi.
Terdapat banyak mamfaat yang dapat diperoleh dari membaca, maka anak harus
diajarkan membaca pada usia dini. Apabila anak belum dapat membaca pada usia
yang tidak lagi muda, maka ada kemungkinan yang cukup besar terdapat faktor
yang menghambat anak dalam proses belajar membaca.
Kemampuan membaca sangat berkaitan dengan kemampuan berbahasa. Pada
anak tunarungu perkembangan bahasanya tidak berkembang secara optimal dan
mempengaruhi perkembangan anak tunarungu. Salah satunya

terhadap

kemampuan membaca, oleh karenanya memerlukan penanganan yang tepat.
Berdasarkan

permasalahan

yang

dialami

anak

tunarungu,

peneliti

berkeinginan untuk mencari solusi baru yang bagaimana mengatasi permasalahan
kemampuan membaca permulaan anak tunarungu. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan ialah dengan
menggunakan media kartu kata. Melalui media ini anak akan diajarkan membaca
melalui kartu berisi kata- kata yang telah dikenal anak dengan cara yang
menyenangkan.
Kartu kata adalah kartu berisi/ bertuliskan huruf- huruf, suku kata, dan kata,
bahkan kalimat. Media kartu kata adalah untuk latihan menyusun huruf menjadi
suku kata, kemudian menjadi kata dan menyusun kata menjadi sebuah kalimat
sederhana. Media kartu kata tersebut memuat kata yang telah dikenal oleh anak,

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

misalnya nama anggota tubuh, nama anggota keluarga, nama buah- buahan, nama
binatang atau nama benda yang ada dilingkungan anak tersebut.
Pembelajaran membaca permulaan akan diajarkan melalui empat tahap. Pada
setiap tahap, anak diajarkan membaca kata benda. Tahap pertama adalah persepsi
bentuk huruf. Anak diminta membaca beberapa kata benda yang terdiri dari
anggota keluarga dan makanan. Tahap kedua anak diajarkan membaca beberapa
kata benda yang berhubungan dengan anggota tubuh. Pada tahap ketiga, anak
diajarkan tentang kata benda yang terdiri dari benda yang dipakai oleh anak dan
benda yang terdapat di rumah. Tahap keempat, anak sudah mulai belajar
membaca kalimat sederhana.
Media kartu kata dalam penelitian ini didasari oleh penggunaan indera
penglihatan yang sangat berperan penting dalam memperoleh informasi bagi anak
tunarungu, karena anak tunarungu seringkali disebut sebagai insan visual.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya
menangani dan meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak tunarungu
dalam kehidupan sehari-hari agar dapat meningkatkan pula fungsi-fungsi
perkembangan lainnya, salah satunya adalah kemampuan berbicara.

B. Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini diantaranya adalah sebagai
berikut.
1. Ketunarunguan menyebabkan seseorang mengalami hambatan dalam
perkembangan bicara dan bahasanya;
2. Ketunarunguan berpengaruh terhadap kemampuan membacanya;
3. Tidak digunakannya metode pengajaran khusus yang ditujukan untuk
meningkatkan kemampuan membaca menyebabkan kemampuan anak
menjadi tidak berkembang;
4. Pembelajaran yang kurang memungkinkan, lemahnya motivasi dan
pemahaman anak terhadap membaca, sehingga proses pembalajaran
membaca cenderung membosankan.
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5. Perlunya suatu media pembelajaran khusus sebagai alat bantu mengajar
yang sesuai dengan materi

yang akan diberikan atau diajarkan dalam

meningkatkan motivasi dan minat belajar anak.
Penggunaan media kartu kata dalam penelitian ini diharapkan mampu
meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak tunarungu.
C. Batasan Masalah
Begitu banyak media yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran
untuk meningkatkan keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan
keterbatasan penulis, penelitian ini dibatasi pada penggunaan media kartu kata
terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan anak tunarungu.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka permasalahan
dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Apakah penggunaan media
kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak
tunarungu?”
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ialah mengungkapkan apakah penggunaan media kartu
kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak tunarungu.
2. Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini ialah sebagai berikut:
a. Pada tataran teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
sumbangan dan informasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan
khususnya dalam penanganan permasalahan membaca permulaan anak
tunarungu.

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Pada tataran praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
mamfaat yang besar bagi Guru di sekolah penelitian ini dapat digunakan
sebagai masukan dalam upaya menangani permasalahan membaca
permulaan anak tunarungu dengan penggunaan media kartu kata.

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III
METODE PENELITIAN

Pada bab ini, akan dijelaskan tentang metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian. Bahasan mengenai metode penelitian memuat beberapa
komponen yaitu variabel penelitian, metode penelitian, subjek dan lokasi
penelitian, instrumen, validitas, dan teknik pengumpulan data serta teknik
pengolahan data yang akan dijabarkan dalam pembahasan berikut.

A. Variabel Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu sebagai berikut.
1. Variabel bebas adalah yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan
ataupun

timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini yang menjadi

variabel bebas adalah penggunaan kartu kata. Dalam pembelajaran
membaca dengan menggunakan kartu kata diterapkan berdasarkan prinsip
permainan menyenangkan. Dalam pengajarannya menggunakan kartu kata
berisi kata- kata yang dikenal oleh anak.
2. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat
karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel
terikat adalah meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Membaca
permulaan yaitu menyuarakan tulisan, tetapi yang di baca haruslah
bermakna. Dengan demikian, target behavior dalam penelitian ini ialah
membaca suku kata, kata dan kalimat sederhana. Kata yang dikenalkan
adalah kata benda yang terdiri dari anggota keluarga (ibu, ayah), anggota
tubuh (gigi, mata), benda yang dipakai oleh anak (baju, topi), makanan
(nasi, roti ) dan benda yang terdapat di rumah (meja, kursi).

B. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalm penelitian ini adalah metode eksperimen yang
bertujuan mencari tahu pengaruh penggunaan media kartu kata terhadap
peningkatan kemampuan membaca permulaan anak tunarungu. Hal ini dapat
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

diketahui dengan melihat ada atau tidaknya perbedaan kemampuan membaca
subjek sebelum diberikan intervensi, saat diberikan intervensi dan setelah
diberikan intervensi.
Metode eksperimen dalam penelitian ini menggunakan desain Single Subjek
Research (SSR). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian SSR adalah
desain A-B-A yang terdiri dari tiga tahapan kondisi, yaitu A-1 (baseline 1), B
(intervensi), dan A-2 (baseline 2).
Prosedur dalam pelaksanaan disain A-B-A adalah target behavior diukur
secara kontinyu pada kondisi baseline kesatu (A-1) dengan periode 30 menit
persesi. Pengumpulan data pada kondisi intervensi dilakukan secara kontinyu
sampai data mencapai level yang jelas atau stabil. Setelah pengukuran pada
kondisi intervensi, dilakukan pengukuran pada kondisi baseline kedua (A-2) ini
dilakukan sebagai kontrol kondisi intervensi sehingga memungkinkan peneliti
menarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang fungsional antara variabel
terikat (media kartu kata) dan variabel bebas (kemampuan membaca permulaan).

DISAIN
A-B-A
Target Behavior

100%
80%
60%
40%
20%
0%
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Sesi (hari)

Grafik 3.1 Tampilan Desian A-B-A
Keterangan:
A-1 (baseline 1)= kondisi kemampuan dasar, dimana pengukuran target behavior
dilakukan pada keadaan natural sebelum diberikan perlakuan atau treatmen
apapun. Dalam penelitian ini, kemampuan yang akan diukur adalah kemampuan
membaca permulaan. Subjek diberikan tes tindakan berupa perintah untuk
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

16

membaca beberapa kata sederhana. Hal ini dilakukan untuk melihat kelancaran
dan pemahaman kata pada saat subjek membaca. Subjek diamati dan diambil
datanya secara alami sehingga terlihat kemampuan awal yang dimiliki oleh subjek
dimana pengamatan atau pengambilan data tersebut dilakukan secara berulang.

B (intervensi)= kondisi subjek penelitian selama diberikan perlakuan, dalam hal
ini adalah pemberian latihan membaca permulaan dengan menggunakan media
kartu kata secara berulang-ulang, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
membaca permulaan subjek dengan menilai aspek kelancaran dan pemahaman
kata pada saat subjek membaca. Intervensi dilakukan setelah menemukan angkaangka stabil atau konsisten pada tahap baseline (A-1).

A-2 (baseline 2)= pengamatan tanpa intervensi yang dilakukan setelah subjek
diberikan intervensi atau perlakuan. Disamping sebagai kontrol dari kegiatan
intervensi, baseline ini juga berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan dan sebagai
evaluasi untuk melihat sejauh mana intervensi yang diberikan berpengaruh pada
subjek.

C. Subjek dan Lokasi Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini ialah YC dengan identitas sebagai berikut.
Nama

: YCSN

Jenil kelamin

: Laki-laki

Kelas

: III

Tempat tanggal lahir

: Sumedang, 3 Juli 2003

Agama

: Islam

Alamat

: Asrama Brimob blok N 26 Sayang

Keadaan

: berdasarkan hasil asesmen pendahuluan, anak

sudah menenal huruf vokal dan konsonan. Huruf konsonan yang belum
dikenal yaitu d, j, k, m, n, s, t, dan y. Kemampuan membaca YC cukup baik

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

namun dalam pengucapannya kurang begitu jelas seperti ibu terdengar idu,
meja terdengar meca dan gigi terdengar hihi.

2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SLB B-C FADHILAH yang
beralamatkan di Jalan Lurah Abdul Hamid Kp. Mandalangu Ds. Cipacing km.
20 Bandung Garut.

D. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
1. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk memperoleh atau mengumpulkan
data dalam suatu penelitian. Instrumen yang digunakan dalm penelitian ini
menggunakan instrumen berupa tes.
Arikunto (2003:150) menjelaskan bahwa tes yaitu pertanyaan atau latihan
serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan,
intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok.
Penggunaan instrumen dalam peneitian ini bertujuan untuk mengetahui
kemampuan subjek dalam membaca permulaan. Instrumen yang digunakan
ialah intrumen membaca permulaan. Penyusunan instrumen ini disusun
berdasarkan analisis kata- kata yang dianggap telah dikenal oleh anak, seperti
yang berhubungan dengan anggota keluarga, anggota tubuh, makanan, benda
yang dipakai oleh anak, benda yang ada di rumah anak,
Berikut adalah langkah- langkah yang dilakukan selama menyusun
instrumen penelitian.
a. Membuat Kisi- Kisi
Kisi- kisi dalam penelitian ini merupakan dasar pengembangan instrumen
dan disesuaikan dengan kemampuan anak.
b. Penyusunan Instrumen
Penyusunan instrumen ini menjadi pegangan peneliti untuk terjun ke
lapangan. Penyusunan instrumen disesuaikan dengan kisi- kisi yaitu
berdasarkan kemampuan anak. Adapun yang instrumen tes yang diberikan
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

adalah tes membaca permulaan yaitu membaca suku kata, kata dan kaimat
sederhana.

c. Penyusunan Program Pembelajaran Membaca Permulaan
Penyusunan program pembelajaran membaca permulaan ini bertujuan untuk
panduan dalam pembelajaran membaca suku kata, kata dan kalimat sederhana
sebagai bentuk intervensi pada siswa tunarungu.
d. Uji validitas
Validitas merupakan ketetapan alat ukur yang digunakan untuk memperoleh
data. Uji validitas ini menggunakan validitas isi berupa expert-judgment dalam
hal ini adalah pakar dan guru. Penilaian dilakukan oleh tiga orang dan data yang
diperoleh melalui expert-judgment akan dihitung dengan rumus:

x 100%
Keterangan Penilai :
-

Bapak Drs. Endang Rusyani, M.Pd

-

Ibu Tini K., S.Pd

-

Ibu Nunung K., S.Pd
Dari Hasil judgment (terlampir ) diperoleh tiga penilai menyatakan semua

aspek cocok sehingga diperoleh hasil sebagai berikut.

2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut.
a. Tes
Pemberian tes yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan subjek
dalam membaca suku kata, kata dan kalimat sederhana. Tes yang pertama
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang dilakukan adalah asesmen membaca beberapa kata benda dan suku kata
serta kalimat sederhana dengan menggunakan kartu kata.
Adapun yang dilakukan dalam pemberian tes adalah sebagai berikut.
1) Melakukan pengumpulan data pada fase baseline-1. Pengumpulan data
pada fase baseline dilakukan untuk mngetahui kelancaran subjek dapat
membaca suku kata, kata dan kalimat sederhana sehingga mampu
menyusun kata menjadi kalimat sederhana yang telah disediakan. Fase
baseline ini dilakukan selama lima sesi dan setiap sesi dilakukan selama 30
menit.
2) Setelah mendapatkan angka- angka stabil pada fase baseline, peneliti
melakukan intervensi. Intervensi ini dilakukan agar dapat meningkatkan
kemampuan membaca subjek dari tahap membaca suku kata, kata sampai
pada tahap membaca kalimat sederhaa dan mampu menyusun kata menjadi
kalimat sederhana dengan menggunakan media kartu kata. Fase intervensi
ini silakukan selama delapan sesi dan setiap sesi dilakukan 30 menit.
3) Fase baseline-2 dilakukan setelah fase intervens. Fase baseline-2 dilakukan
agar dapat mengetahui apakan intervensi yang telah diberikan memberikan
pengaruh positif pada kemampuan membaca permulaan subjek. Fase
baseline-2 dilakukan selam lima sesi da setiap sesi dilakukan selama 30
menit.

3. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data
Setelah data terkumpul, data diolah dan dianalisis ke dalam statistik
deskriptif dengan tujuan memperoleh gambaran secara jelas tentag hasil
intervensi dalam jangka waktu tertentu

dengan menggunakan grafik pada

penelitian SSR. Statistik deskriptif ini digunakan untuk menganalisis data
dengan cara mendeskripsikannya.
Pengolahan data merupakan tahapan yang dilakukan dengan penelitian
untuk mengolah data yang didapat dari lapangan. Kegiatan ini merupakan upaya
yang dilakukan oleh peneliti agar data yang telah terkumpul mempunyai arti

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dan dapat ditarik suatu kesimpulan atau jawaban dari suatu permasalahan yang
diteliti.
Setelah data diolah kemudian dianalisis. Analisis data bertujuan untuk
melihat sejauh mana pengaruh intervensi terhadap perilaku yang ingin diubah
atau target behavior. Metode analisis visual yang digunakan adalah dengan
menggunakan pengamatan lapangan terhadapa data yang ditampilkan dalam
grafik. Dalam proses analisis data pada penelitian subjek tunggal banyak
mempresentasikan data ke dalam grafik, tujuannya yaitu agar peneliti lebih
mudah untuk menjelaskan perubahan perilaku atau target behavior subjek
secara efisien dan detail.
Bentuk grafik yang digunakan yaitu grafik garis. Penggunaan grafik ini
diharapkan dapat memperjelas gambaran dari pelaksanaan eksperimen sebelum
diberi perlakuan atau intervensi maupun pada saat setelah diberi perlakuan, dan
perubahan- perubahan yang terjadi setelah intervensi diberikan.
Adapun langkah- langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah
sebagai berikut.
a. Menskor hasil penilaian kondisi baseline 1;
b. Menskor hasil penilaian kondisi intervensi;
c. Menskor hasil penilaian kondisi baseline 2;
d. Membuat tabel penilaian untuk skor yang telah diperoleh pada kondisi
baseline 1, kondisi intervensi dan baseline 2;
e. Membandingkan hasil skor pada kondisi baseline 1, skor intervensi, dan
baseline 2;
f. Membuat analisis data dalam bentuk grafik garis sehingga dapat dilihat
secara langsung perubahan yang terjadi dari ketiga fase tersebut; dan
g. Membuat analisis dalam kondisi dan antar kondisi.

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data, diperoleh keterangan bahwa terdapat peningkatan
kemampuan membaca permulaan pada subjek, baik itu membaca suku kata, kata
maupun membaca kalimat sederhana, dengan menggunakan media kartu kata.
Peningkatan ini dapat dilihat dari perubahan mean level subjek. Mean level
subjek untuk membaca suku kata mengalami peningkatan dari 57,5 menjadi 80
saat fase intervensi. Mean level subjek untuk membaca kata mengalami
peningkatan dari 60 menjadi 86,6 saat fase intervensi. Mean level membaca
kalimat sederhana mengalami peningkatan dari 37,5 menjadi 71,6 saat fase
intervensi.
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa media kartu kata dapat
meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak tunarungu.

B. Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka peneliti memberikan
rekomendasi penelitian ini kepada pihak- pihak yang dipandang perlu untuk
menindak lanjutihasil penelitian ini. Seperti telah diketahui bahwa penggunaan
media kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak
tunarungu maka dari itu peneliti menyarankan beberapa hal diantaranya sebagai
berikut.
1. Rekomendasi bagi para pendidik
Penelitian ini sekiranya dapat menjadi masukan dan pertimbangan bagi para
pendidik untuk menggunakan media kartu kata dalam proses pembelajaran
membaca di sekolah.

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Rekomendasi bagi para peneliti selanjutnya
a. Peneliti

selanjutnya dapat mengadakan penelitian penggunaan media

kartu kata kembali dengan target behavior yang berbeda untuk
melanjutkan penelitian ini, misalnya untuk membaca lanjut.
b. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian kepada subjek yang
memiliki hambatan yang berbeda, seperti anak yang mengalami kesulitan
belajar

atau

menggunakan

anak
media

yang
kartu

berkebutuhan
katauntuk

khusus

lainnya

meningkatkan

dnegan

kemampuan

membaca permulaan maupun membaca lanjut.

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Tunarungu Kelas III Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M. (2003). Pembelajaran Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Sebagai Suatu Pendekatan. Jakarta: PT.
Asdy Mahasatya.
Arsyad, A. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Bandi, D. (2006). Pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Bandung: PT. Refika
Aditama.
Benson, S. (1995). Beberapa Aspek Psikologi Aak Tunarungu. Jakarta: Depdikbud.
Bunawan, L dan Yuwati, C. S. (2000). Penguasaan Bahasa Anak Tunarungu. Jakarta:
Yayasan Santi Rama.
Brata, M. (2012). Pengertian dan Definisi Membaca Permulaan . [online]. Tersedia:
http://www.vionetpalu.com/2012/10/pengertian-dan-definisi-membaca.html#
[24 Oktober 2012].
Doman, G. (1986). Mengajar Bayi Anda Membaca. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
Mulyadi, A. (2010). Pengembangan Multinesa Pembelajaran Interaktif CAI Model
Intructioan Games Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Skripsi UPI:
tidak diterbitkan.
Purwanto, M.N dan Alim, D. (1997). Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia di
Sekolah Dasar. Jakarta: PT Rosda Jayapura.
Sadiman, dkk. (2008). Media pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan
Pemamfaatannya. Jakarta: Rajawali Press.
Somad, P dan Hernawati, T. (1995). Ortopedagogok Anak Tunarungu. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sunanto, dkk. (2005). Pengantar Penelitian Dengan Subjek Tunggal. CRIED:
University of Tsukuba.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Tarigan, H. G. (1985). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Membaca. Bandung:
Angkasa.
Tarigan, H. G. (2008). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Membaca. Bandung:
Angkasa.
Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunarungu Kelas III
Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tim Dewan Skripsi PLB. (2011). Pedoman Penulisan Skripsi dan Makalah. Bandung:
tidak diterbitkan.
Tim UPI. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.
Faida, U. (2011). Penggunaan Metode Glenn Doman Untuk Meningkatkan
Kemampuan Membaca Permulaan Anak cerebral palsy di SLB D YPAC
Bandung. Skripsi UPI: tidak diterbitkan.
.... (2012). Penggunaan media kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca
anak
tunarungu.
[online].
Tersedia:
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_plb_0610333_chapter2.pdf
[14
februari 2013].

Lia Afrilia,2013
Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunarungu Kelas III
Di SLB B-C Fadhilah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2749 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 709 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 599 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 394 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 535 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 907 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 817 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 500 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 743 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 892 23