Penyakit infeksi yang menyertai pasien

Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 14, No. 2 Juni 2011 z 101 Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan dewasa terjadi melalui dua mekanisme yaitu yang pertama terhirupnya basil TB yang kemudian berkembang biak dalam paru dan merusaknya dan yang kedua penyakit TB paru timbul akibat aktifnya kembali basil TB ketika masih anak-anak. 7

2. Penyakit infeksi yang menyertai pasien

Adapun beberapa penyakit infeksi yang menyertai pasien TB dengan infeksi HIVAIDS dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Persentase menyertai pasien penyakit infeksi yang menyertai pasien TB dengan infeksi HIVAIDS Penyakit infeksi penyerta Jumlah Persentase Kandidiasis 18 43,9 Pneumonia 8 19,5 Sepsis 6 14,6 Hepatitis B 1 6,7 Hepatitis C 1 2,4 Varicela 1 2,4 Lymphadenitis 1 2,4 Kriptosporidbsis 1 2,4 Kolisitis akut 1 2,4 Hopes 1 2,4 Toksoptosma 1 2,4 Meningitis 1 2,4 Total 41 100 Dari Tabel 1 tersebut dapat diamati bahwa penyakit infeksi ataupun kondisi awal yang paling banyak menyertai pasien TB dengan infeksi HIV AIDS adalah kandidiasis sebanyak 18 kasus 43,9. Pada pasien dengan infeksi AIDS terjadi kerusakan imunitas yang menetap sehingga mekanisme imunitas pada penderita AIDS tidak dapat melawan infeksi yang terjadi. Dengan demikian, penderita AIDS akan mudah terkena infeksi termasuk infeksi kuman yang dalam keadaan normal sebenarnya tidak berbahaya yang disebut IO. 8 Kandidiasis merupakan mikosis dengan insidens tertinggi pada IO. Hal tersebut disebabkan karena jamur tersebut merupakan bagian dari mikroba flora normal yang beradaptasi dengan baik untuk hidup pada inang manusia terutama pada saluran cerna, saluran urogenital, dan kulit. 9 Adapun penyakit infeksi kedua yang banyak menyertai pasien TB dengan infeksi HIVAIDS adalah pneumonia sebanyak 8 kasus 19,5. Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. 9 Data ini menunjukkan bahwa berbagai IO yang ditemukan pada infeksi HIVAIDS bahwa HTV ini dapat melumpuhkan mekanisme pertahanan paru secara signifikan. Alasan terpenting mengapa sering terjadi komplikasi pulmonologis pada infeksi HIV adalah konsekuensi anatomis paru sehingga terpapar secara kronis terhadap bahan-bahan infeksius maupun noninfeksius dari luar eksogen. Di sisi lain juga terjadi paparan secara hematogen terhadap virus HIV endogen yang melemahkan sistem imun. Hampir 65 penderita AIDS mengalami komplikasi pulmonoiogis dimana pneumonia karena P carinii merupakan IO tersering, diikuti oleh infeksi M.tuberkulosis, pneumonia bakterial dan jamur, sedangkan pneumonia viral lebih jarang terjadi. 10 Infeksi sepsis yang terjadi pada pasien TB dengan infeksi HIVAIDS menduduki peringkat ketiga terbesar. Sepsis merupakan suatu respons inflamasi sistemik terhadap infeksi, dimana patogen atau toksin dilepaskan ke dalam sirkulasi darah sehingga terjadi aktivasi proses inflamasi. 11 Adapun faktor risiko utama terjadinya sepsis mencakup pemasangan kateter, infus, alat-alat mekanis yang dibiarkan di ternpatnya indwelling, luka bakar, penyuntikan obat intravena, pemasangan alat-alat prostese misalnya pada katup jantung, pemberian obat kemoterapi atau yang bersifat imunosupresif, usia lanjut, penyakit metabolik, keganasan dan defek imun. 12

3. Penggunaan terapi farmakologis suportif