PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 SUKARAJA

ABSTRAK
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA
SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 SUKARAJA
Oleh
AMRI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui meningkatnya prestasi belajar matematika
pada bilangan pecahan dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas IV SD
Negeri 5 Sukaraja Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung
Tahun Pelajaran 2011/2012.
Metode yang digunakan dalam penelitian dalam proposal ini menggunakan
rancangan penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2
siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu (1) perencanaan, (2)
pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan
untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar yaitu test hasil belajar. Sasaran
penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 5 Sukaraja yang berjumlah 41
siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga dalam pembelajaran
Matematika dapat meningakatkan prestasi hasil belajar siswa. Peningkatan hasil
dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar Matematika siswa kelas IV pada
siklus I sebesar 67, pada siklus II meningkat sebesar 76. Presentase ketuntasan
belajar siswa juga meningkat pada siklus I sebesar 60,97 % (25 siswa tuntas) pada
siklus II sebesar 97,6 % (40 siswa tuntas),terjadi peningkatan 35,63%.

Kata kunci: prestasi belajar, hasil belajar Matematika, alat peraga.

BAB II.
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Belajar
Masalah belajar adalah masalah yang pelik dan komplek, sehingga tiada seorang
ahlipun yang dapat membahas secara tuntas dan sempurna. Oleh karena itu
kebanyakan dari pakar pendidikan menjadikan masalah belajar sebagai sentral
pembahasannya. Dan sewajarnya apabila antara pakar yang satu dengan yang lain
mempunyai perbedaan pendapat dalam mengemukakan definisi tentang belajar
meskipun bukan perbedaan yang mendasar.
Menurut Selameto (2003 : 2)
u proses usaha yang dilakukan individu untuk
memperoleh suatu perubahan tingkat laku yang baru secara keseluruhan
sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan
Slameto (2003: 3), belajar adalah perubahan tingkah laku yang menyertai
proses pertumbuhan yang semua itu disebabkan melalui penyesuaian
terhadap keadaan yang diawali lewat rangsangan panca indera .
Dalam hal ini seorang yang belajar akan mendapatkan perubahan tingkah laku
yang sesuai dengan proses pertumbuhan yang dimiliki anak tersebut akibat adanya
penyesuaian diri oleh anak terhadap apa yang telah dipelajarinya. Dari pengertian
Slameto ini jelas bahwa belajar merupakan upaya sadar dari seorang untuk
memperoleh pengetahuan yang baru sehingga seseorang itu akan mendapatkan
pengalaman hidup yang baru akibat dari adanya hubungan antara si anak dengan
lingkungan dimana anak menjalankan proses belajar.
Menurut Winkel (2005 : 59), belajar adalah aktivitas mental (psikis) yang
berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan,

perubahan pengetahuan, pemahaman ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan itu
bersifat konstan dan berkas.
Dari berbagai definisi yang dikemukakan para ahli tersebut dapat disimpulkan,
bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang menghasilkan perubahan tingkah laku
yang relatif permanen yang meliputi pengetahuan (kognitif), nilai dan sikap
(afektif), serta ketrampilan (psikomotor) sebagai hasil pengalaman, latihan dan
interaksi dengan lingkungannya.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa belajar adalah merupakan suatu
cerminan atau kesimpulan yang mantap pada penampilan atau tingkah laku
potensial dengan akibat dari praktek pengalaman situasi pada masa lalu.
2.1.1 Faktor-faktor Mempengaruhi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat digolongkan menjadi 3
(tiga) bagian yaitu : (Sutopo, 1997 : 41-42)
1. Faktor Intern, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa.
Yang termasuk dalam faktor ini antara lain :
a. Kematangan
b. Kecerdasan/Intelegensi
c. Latihan dan Ulangan
d. Motivasi
e. Sifat-sifat pribadi seseorang
2. Faktor Ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa atau yang sering
dikenal dengan faktor sosial.
Faktor ekstern ini meliputi sebagai berikut :
a. Keadaan keluarga.
b. Guru dan cara mengajar
c. Alat-alat pelajaran
d. Motivasi sosial
e. Lingkungan dan kesempatan.
3. Faktor Situasional.

Faktor-faktor situasional ini meliputi :
a. Keadaan politik ekonomis
b. Keadaan waktu yang mencakup jumlah hari dan jumlah jam setiap hari
yang tersedia bagi kegiatan belajar mengajar
c. Keadaan musim iklim kerap menciptakan kondisi psikis dan kondisi fisik
pada siswa dan guru yang kurang menguntungkan.

2.2 Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran

adalah

menyampaikan

atau

menularkan

pengetahuan dan

pandangan. (Rooijakkers, 1982:1). Sedangkan menurut Sulistriyo (1997:1)
Pembelajaran adalah suatu kegiatan mengorganisasi (mengatur) lingkungan
sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
Apabila definisi tersebut dijadikan pegangan maka kita akan mengetahui bahwa:
a. Dalam kegiatan mengajar ada dua pihak yang terkait yaitu pengajar dan yang
diajar. Dalam hal ini guru dan siswa.
b. Dalam kegiatan mengajar harus ada bahan yang diajarkan yaitu pengetahuan.
c. Dalam kegiatan mengajar harus terjadi suatu proses, yaitu proses belajar.
2.2.1 Jenis-jenis Metode Pembelajaran
Banyak jenis metode pengajar yang ada dalam dunia pendidikan, yaitu antara lain:
(Syaiful Sagala, 2005: 261)
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Metode Ceramah.
Metode Diskusi dan Musyawarah.
Metode Tanya Jawab.
Metode pemberian tugas dan resitasi.
Metode Karwa Wisata.
Metode Demonstrasi dan Alat Peraga.
Metode Problem Solving.
Metode Discovery-Inquiiry.
Metode Role Playing.
Metode belajar atau paket berdasar kompetensi.

2.2.2 Faktor-faktor dalam Memilih Metode Pembelajaran
Agar dalam memilih jenis metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan tujuan
pengajaran maka guru haruslah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Tujuan yang hendak dicapai.
Siswa.
Bahan Pelajaran.
Fasilitas yang tersedia.
Guru.
Kebaikan dan kelemahan metode tertentu.

2.3 Pembelajaran Matematika di SD
2.3.1 Bilangan Pecahan
Dalam pelaksanaan penelitian ini materi bilangan pecahan dikutip dari buku
Matematika Kelas VI SD. Sub pokok bahasan bilangan pecahan terdiri dari: (1)
arti bilangan pecahan (2) pecahan senilai (3) menyederhanakan pecahan (4)
membandingkan dua pecahan (5) mengubah bentuk pecahan ke bentuk decimal
dan sebaliknya (6) operasi pecahan.
2.3.2 Arti Bilangan Pecahan
a. Suatu bilangan Pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk
b a dengan b =0, a disebut pembilang dan b disebut penyebut
b. Suatu bilangan Pecahan dapat dipandang sebagai hasil bagi dari dua bilangan
bulat a dan b dengan b bukan faktor dari a, b =0
c.

Suatu Pecahan dapat dipandang sebagai bagian dari keseluruhan, bagian dari
suatu daerah atau bagian dari suatu himpunan.

Contoh:

gambar: a

gambar: b

Gambar 2.1 Arti Pecahan
Keterangan:
Gambar a, sebuah kue dibagi menjadi 4 bagian untuk setiap bagian memperoleh ¼
bagian dari seluruhnya.
Gambar b, sebuah kue dibagi menjadi 2 bagian untuk setiap bagian memperoleh
½ bagian dari seluruhnya.
Bilangan ¼ dan ½ disebut bilangan pecahan. Pada pecahan ¼ angka 1 disebut
pembilang dan angka 4 disebut penyebut.
2.3.3 Pecahan Senilai
Suatu Pecahan nilainya tetap sama jika pembilang atau penyebutnya dikalikan
atau dibagi dengan bilangan yang sama, tetapi bilangan yang sama itu bukan nol.

Contoh:

(i)

(ii)

Gambar 2.2 Pecahan Senilai
Keterangan:

(iii)

gambar (i) = ½
gambar (ii) = 2/4
gambar (iii) = 4/8
Pecahan: 1/2 = 2/4 = 4/8
2.3.4 Menyederhanakan Pecahan
Untuk menyederhanakan suatu pecahan bagilah pembilang dan penyebutnya
dengan FPB terbesar dari pembilang dan penyebut. Pecahan itu jika FPB tidak
segera ditemukan maka untuk menyederhanakan pecahan secara bertahap. Suatu
pecahan dikatakan paling sederhana jika pembilang dan penyebutnya tidak
memiliki faktor persekutuan lagi selain satu (1) .
Contoh:
1) 30/

/45 : 15/15 = 2/3

2) 20/36 = 20/36 : 2/2 = 10/8
10/18 = 10/18 : 2/2 = 5/9
3) 825/1000 = 825/1000 : 25/25 = 33/40.
2.4 Pengertian Prestasi Belajar
Winkel (2005: 532) prestasi belajar adalah suatu hasil usaha yang telah dicapai
oleh siswa yang mengadakan suatu kegiatan belajar di sekolah dan usaha yang
dapat menghasilkan perubahan pengetahuan, sikap dan tingkah laku. Hasil
perubahan tersebut diwujudkan dengan nilai atau skor. Menurut Muhibbin Syah
(2004: 141), prestasi belajar adalah setiap macam kegiatan belajar menghasilkan
sesuatu perubahan yang khas yaitu hasil belajar. Sedangkan menurut Lukman Ali

dkk (1995: 768), bahwa Prestasi belajar adalah hasil usaha yang telah dicapai atau
yang telah dikerjakan untuk mendapatkan suatu kecakapan dan kepandaian.
Dari pengertian tentang prestasi belajar tersebut maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa prestasi belajar adalah hasil dari kegiatan belajar yang dicapai. Adapun
tinggi rendahnya prestasi belajar seseorang tidaklah sama. Ada siswa yang
memiliki prestasi belajar yang baik adapula yang memiliki prestasi belajar yang
buruk, tergantung bagaimanakah siswa itu dalam belajarnya. Siswa yang
sungguh-sungguh dalam belajarnya akan mendapat prestasi yang baik dan
memuaskan, dan siswa tersebut akan lebih baik dan giat dalam belajarnya.
Berbeda dengan siswa yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajarnya akan
mendapatkan prestasi belajar yang buruk sehingga tidak memuaskan hatinya.
Prestasi belajar dapat diukur dan dievaluasi langsung dengan tes dan hasil inilah
yang disebut dengan prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan hasil belajar
yang meliputi perubaha tingkah laku, perubahan sikap, perubahan kebiasaan,
perubahan kualitas penguasaannya. Prestasi belajar dapat juga digunakan untuk
mengetahui kualitas materi pelajaran yang diberikan sampai di mana pemahaman
siswa terhadap materi yang telah diberikan. Selain itu prestasi belajar siswa
merupakan hasil belajar yang bisa menentukan perubahan sikap.
2.4.1 Pengertian Evaluasi
Masalah evaluasi bukan merupakan hal yang asing bagi dunia kependidikan,
lebih-lebih bagi seorang guru yang tugas utamanya mengajar. Guru setelah selesai
menyampaikan sejumlah materi pelajaran kepada siswa kemudian melaksanakan
evaluasi untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai bahan yang

diajarkannya. Definisi pengukuran dan evaluasi, pengukuran dapat dirumuskan
sebagai kegiatan untuk menetapkan dengan pasti tentang luas, dimensi, atau
kualitas seuatu, dengan membandingkan dengan ukuran tertentu. Sedangkan
evaluasi adalah sebagai usaha untuk memberikan nilai terhadap hasil pengukuran
tersebut (Hartoyo, 1989 :4).
Apabila kedua definisi tersebut diterapkan dalam pengukuran hasil belajar maka
diperoleh pengertian sebagai berikut : Mengukur akan diperoleh skore tertentu,
dan dengan mengevaluasi akan diintepretasikan apakah seorang siswa yang
memperoleh skore tertentu tersebut tergolong anak yang pandai atau bodoh
menurut norma tertentu.
Dari pengertian tersebut di atas jelaslah bahwa dalam pengukuran akan
berhubungan dengan kuantitatif / angka, sedangkan dalam evaluasi berhubungan
dengan kualitatif / kualitas tertentu.

2.5 Pengertian Alat Peraga
Alat peraga matematika dapat diartikan sebagai suatu perangkat benda konkrit
yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan
untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsipprinsip dalam matematika. Dengan alat peraga hal-hal yang abstrak itu dapat
disajikan dalam bentuk model.model berupa benda konkrit yang dapat dilihat,
dipegang diputarbalikkan sehingga mudah dipahami.

Tugas utama seorang guru adalah mengajar, yaitu menyampaikan atau
menularkan pengetahuan dan pandangan (Rooijakkers, 1982 :1). Lebih lanjut
dijelaskan bahwa mengajar adalah suatu kegiatan mengorganisasikan (mengatur)
lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi
proses belajar.
Dari uraian di atas berarti dalam mengajar guru dituntut agar mampu
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa dengan baik. Selain itu guru
diharapkan mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran dengan
tepat. Banyak cara yang dapat dipergunakan oleh guru dalam menyampaikan
materi kepada siswa. Salah satu cara yang dapat dipergunakan adalah
pembelajaran dengan menggunakan alat peraga.
Pembelajaran dengan alat peraga, maksudnya adalah cara yang digunakan oleh
guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan alat bantu yang
sesuai dengan materi yang diajarkan. Salah satu manfaat yang dapat diperoleh dari
pembelajaran dengan alat bantu adalah memudahkan guru dan siswa dalam
mempelajari dan memahami materi pelajaran yang akan diajarkan.
Alat peraga akan sangat mudah sekali penggunaanya apabila dipersiapkan,
dirancang dan dipergunakan sebagai alat bantu sendiri. Dalam pembuatan alat
peraga membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, untuk memilih,
mempersiapkan bahan, pengayaan atau penjelasan. Pergunakan kesempatan yang
baik dalam menggunakan alat peraga sehingga ada respon yang positif dari siswa,
sehingga dapat melatih daya pikir dan perkembangan siswa. Namun demikian
manfaat lain dari alat peraga bisa dipergunakan dilain waktu atau apabila materi
pembahasan sama.

2.5.1. Jenis- jenis Alat Peraga yang Dipakai
Pada dasarnya anak belajar melalui benda kongkrit. Untuk memahami konsep
matematika yang bersifat abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit sebagai
perantara atau media. Benda-benda tersebut biasanya disebut dengan alat peraga..
Penggunaan alat peraga tidak hanya pembentukan konsep anak, tetapi dapat pula
digunakan utuk pemahaman konsep, latihan dan penguatan, pelayanan terhadap
perbedaan individu, pemecahan masalah, dan lain sebagainya. Beberapa macam
alat peraga pembelajaran matematika antara lain:
a.

Alat peraga Kekekalan Luas
Luas daerah persegi panjang, luas daerah persegi, luas daerah segitiga, luas
daerah lingkaran, dalil Pythagoras, luas permukaan kubus, luas permukaan
balok, luas permukaan limas, tangram.
b. Alat Peraga Kekekalan Panjang
Tangga garis bilangan, pita garis bilangan, neraca bilangan, mistar hitung dan
batang Cuisenaire.
c. Alat Peraga Kekekalan Volume
Blok Dienes, volume kubus, volum balok, volum prisma, volum tabung,
volum kerucut, volum bola.
d. Alat Peraga Kekekalan Banyak
Abakus biji, lidi, dan kartu nilai tempat.
e. Alat Peraga untuk Percobaan dalam Teori Kemungkinan
Uang logam, dadu, gasingan, paku payung, kartu, distribusi Galton (sesatan
hexagon).
f. Alat Peraga untuk Pengukuran

Meteran, busur derajat, roda meteran, kapak tomahowk, jepit bola,
spereometer.
g. Bangun-Bangun Geometri
Macam-macam model bangun geometri.
h. Alat Peraga Untuk Permainan Dalam Matematika
Mobius, aritmetika jam, kartu domino, kartu penebak hati.
2.5.2 Langkah-langkah Penggunaan Alat Peraga
1. Papan Flanel
Fungsi/Kegunaan : Sebagai sarana atau alat bantu guru untuk memperagakan
topik-topik yang menggunakan peraga yang dibuat dari kain
flanel atau berlapiskan busa tipis.
Petunjuk kerja :
a. Sebelum digunakan, sikatlah papan flanel terlebih dahulu dengan sikat yang
lembut agar bulu-bulu papan flanel tidak menggumpal.
b. Guru mendemonstrasikan peraga-peraga yang terbuat dari kain flanel atau
kartu-kartu yang berlapiskan busa dengan menempelkan ke papan flanel
sesuai dengan topik yang dibawakan.
2. Pengenalan Lambang Bilangan
Peraga pengenalan lambang bilangan terdiri dari bermacam-macam kartu
bergambar dan kartu angka yang pada bagian belakangnya dilapisi dengan busa
tipis. Digunakan bersama-sama dengan papan flanel.

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Gambar 2.3.Pengenalan konsep bilangan
Fungsi/kegunaan : Pengenalan konsep bilangan
a. Tempelkan sejumlah kartu bergambar buah atau binatang yang sejenis pada
papan flanel.
b. Jodohkan dengan lambang bilangan yang senilai dengan banyaknya buah atau
binatang dalam kartu tersebut.
3. Kartu Bilangan
Fungsi/kegunaan : Untuk menambah ketrampilan siswa dalam memahami atau
mendalami suatu materi.
Petunjuk kerja :
1. Permainan ini dimainkan oleh 2, 3 atau 4 pemain.
2. Aturan permainan sama dengan permainan kartu domino
3. Kartu dikocok dan dibagi rata kepada peserta
4. Satu kartu diletakkan terbuka ditengah
5. Secara bergiliran pemain menyambung susunan kartu dengan syarat sisi
kartu yang menyambung memiliki pengertian yang sama.
Contoh:

1
2

1
3

1
4


6





8




7




1
4

1
2

50%

75%

3
4

25%

Gambar 2.4.Contoh kartu bilangan
6. Pemain yang tidak memiliki kartu yang sesuai kehilangan gilirannya.
Pemenang adalah yang menghabiskan kartu terlebih dahulu.
7. Jika tidak ada pemain yang dapat melangkah, maka pemenangnya adalah
pemaian yang memegang kartu paling sedikit.
4. Pembuatan Kartu Permainan (Domino)
Kegunaannya

:

Untuk

menambah

ketrampilan

siswa

setelah

mendalami/memahami suatu topik tertentu.
Cara pembuatannya : Satu set kartu jumlahnya harus 28 lembar untuk itu kita
perlu membuat daftar yang terdiri dari 8 baris dan 7 kolom berarti ada 56
kotak ( nilai )
0 0
A

1 0

2 0

B

C

1 1

2 1

3 1

A
2 2

H
3 2

4 2

B
3 3

H
4 3

C
4 4
D

3 0

4 0

D

F

6 0
G

5 1

6 1

7 1

J
5 2

K
6 2

L
7 2

M
8 2

N
5 3

O
6 3

P
7 3

Q
8 3

R
9 3

I

N
6 4

S
7 4

T
8 4

U
9 4

V
10 4

J

O

S

W

X

Y

5 4

4 1

E

5 0

I

5 5

6 5

7 5

8 5

9 5

10 5

11 5

E
6 6

K
7 6

P
8 6

T
9 6

W
10 6

Z
11 6

A
12 6

F
7 7

L
8 7

Q
9 7

U
10 7

X
11 7

Z
12 7

B
13 7

G

M

R

V

Y

a

B

Gambar 2.5. Permainan Kartu Domino
Sehingga terlihat bahwa pada kolom 1 ada 8 nilai yang bervariasi di mana
nilainya sama (misal kolom 1 nilainya 0, kolom 2 nilainya 1 dan seterusnya).
Setelah 56 kotak (nilai) terisi semua baru kita beri tanda huruf-huruf dengan
aturan seperti diatas. Kemudian baru kita masukkan kedalam kartu-kartu kosong
sesuai dengan huruf dalam kotak.
Perhatikan contoh berikut :
Kartu A

Kartu B

Kartu C

0

0

1

0

2

0

1

1

2

1

3

1

Sehingga setiap set kartu terdapat 28 lembar.
1. Satu set kartu jumlahnya tidak harus 28 lembar. Jumlah kartu bisa 21 lembar,
25 lembar, 36 lembar, atau sejumlah fungsi yang akan dibedakan.
Contoh :
Topik : Mengubah persen kedalam pecahan biasa
Kita tulis bentuk persen pada bagian kiri dan bentuk pecahan yang senilai
dengan bentuk persen pada kolom sebelah kanan,
I

100%

1

A

II

75%

3
4

B

III

50%

IV

25%

V

20%

VI

10%

1
2
1
4
1
5
1
10

C
D
E
F

Selanjutnya dipasangkan :

Sehingga jumlah kartu seluruhnya ada 6

6 = 36 kartu

Cara Penggunaannya :
- Permainan ini dimainkan oleh 2, 3, 4 atau 6 orang pemain.
- Bagikan kartu domimo yang khusus dibuat untuk permainan ini, sampai habis
terbagi untuk masing-masing pemain
- Pemain pertama meletakkan sebuah kartu di meja ( undilah siapa yang jadi
pemain pertama )
- Dengan urutan sesuai arah jarum jam para pemain mejatuhkan satu kartu pada
setiap gilirannya
- Nilai kartu yang dipasangkan ( dijatuhkan ) diseuaikan dengan nilai kartu
yang ada ( yang dijatuhkan ) sampai pemain tidak memiliki kartu lagi.
- Pemenangnya ialah yang pertama-tama dapat menghabiskan kartunya.
Contoh :
a) Pengurangan

2 2

1 0
4 3

3 1
6 4

5 2
3 0

1 0

b) Persen

75%
20%
25%
c) Pecahan

Contoh : Permainan Kartu Pecahan Senilai
Tabel 2.1 Permainan kartu untuk pecahan Senilai
1
2
3
4
5
6
7
8

1

2

3

4

5

6

7

1
2
2
4
3
6
4
8
5
10
6
12
7
14
8
16

1
3
2
6
3
9
4
12
5
15
6
18
7
21
8
24

1
4
2
6
3
12
4
16
5
20
6
24
7
28
8
32

1
5
2
6
3
15
4
20
5
25
6
30
7
35
8
40

1
6
2
8
3
18
4
24
5
30
6
36
7
42
8
48

1
7
2
10
3
21
4
24
5
35
6
42
7
49
8
56

1
8
2
12
3
24
4
32
5
40
6
48
7
56
8
64

5. Blok Pecahan
A. Bentuk dasar lingkaran.
I. Fungsi / Kegunaan : Menanamkan konsep :
1. Pecahan adalah hal yang tidak utuh

2. menyatakan pecahan ke bentuk lain yang ekuivalen
3. menyederhanakan pecahan
4. membandingkan dua pecahan
II. Cara kerja :
Dalam membarikan penanaman konsep guru melakukannya dengan tahapantahapan sebagai berikut :
1. Konsep pecahan sebagai hal yang tidak utuh
-

peragakan konsep bilangan bulat 1 dengan menempelkan lingkaran satuan
ke papan flanel.

tengahan yang dirangkai membentuk lingkaran satuan ( ditempelkan di
papan flanel). Kemudian kedua tengahan itu kita pisahkan dengan cara
menggeser. Katakanlah bahwa masing-

Gambar 2.6 Blok bilangan pecahan 1/2
-

Lakukan hal yang sama untuk memperagakan bilangan-bilangan lain
seperti 1/3 , ¼ , dan 1/5

Gambar 27 Blok bilangan pecahan 1/3
2. Menyatakan pecahan ke bentuk lain
yang ekuivalen (pecahan yang senilai)
Contoh :
½ dapat dinyatakan sebagai 2/4 dengan
cara :
- letakkan pecahan ½ kemudian di atasnya letakkan pecahan 2/4.
- Setelah dihimpitkan terlihat bahwa kedua pecahan tersebut sama.
- Gambar pecahan yang dihimpitkan.
½ dapat dinyatakan sebagai 3/6 dengan cara :
- letakkan pecahan ½ kemudian di
atasnya letakkan pecahan 3/6
- Setelah dihimpitkan terlihat bahwa
kedua pecahan tersebut sama.
2/3 dapat dinyatakan sebagai 4/6
- letakkan pecahan 2/3 kemudian di
atasnya letakkan pecahan 4/6
- setelah dihimpitkan terlihat bahwa
kedua pecahan tersebut sama
- Diperoleh 2/3 = 4/6.
Setelah diberikan beberapa contoh lain, diperoleh kesimpulan bahwa :
- suatu pecahan tidak berubah nilainya jika pembilang dan penyebutnya
dikalikan dengan bilangan yang sama.

- Suatu pecahan bisa disederhanakan dengan cara membagi pembilang
dan penyebutnya dengan bilangan yang sama, dengan syarat pembaginya

3. Membandingkan dua pecahan

Contoh :
½ ...... 1/3
gambar pecahan ½, gambar pecahan 1/3,
dihimpitkan, diperoleh ½ > 1/3
4/5 ...... 5/6

gambar pecahan 4/5, gambar pecahan 5/6, dihimpitkan, diperoleh 4/5 < 5/6.
Untuk menjawab tanpa menggunakan alat peraga (diberikan setelah penanaman
konsep dengan alat peraga diperagakan) dilakukan dengan cara menyamakan
penyebut kedua pecahan.
4

5
.....

5

6

4

6

5

6

6

x
5

5
X
5
Kedua ruas disamakan penyebutnya

24

25

30

30

24

25

30

<

30

a. Bentuk Persegi Panjang

Gambar 2.6. Pecahan dalam bentuk persegi panjang
Kegunaan :
1. Dapat digunakan juga untuk penanaman konsep membandingkan dua
pecahan, menyatakan pecahan ke bentuk lain yang senilai dan
menyederhanakan pecahan, hanya saja agak sulit untuk memberikan
konsep bahwa pecahan adalah sesuatu yang tidak utuh.
2. Cara kerja : Sejalan dengan bentuk dasar lingkaran.
2.6 Kerangka berfikir
Dengan menggunakan alat peraga diharapkan siswa dengan mudah menerima dan
memahami materi pelajaran. Siswa akan memperoleh prestasi belajar yang baik
dan maksimal.
2.7 Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian di atas dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas adalah
sebagai berikut:

pembelajaran Matematika menggunakan alat

peraga maka prestasi belajar matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 5
Sukaraja dapat meningkat

BAB III
METODE PENELITIAN

1.1

Lokasi dan Waktu Penelitian.

Tempat yang penulis jadikan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah di
SD Negeri 5 sukaraja Kecamatan telukbetung selatan Kota bandar lampung.,
dimana tempat ini sekaligus tempat penulis melaksanakan tugas mengajar. Alasan
penulis memilih tempat tersebut adalah : 1) Penulis saat ini menjadi salah satu
guru yang mengajar di sekolah tersebut sehingga memudahkan penulis untuk
melaksanakan penelitian tindakan kelas ini.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam waktu yang cukup singkat yaitu
dalam waktu + Selama 4 bulan yaitu bulan Februari sampai dengan Juni 2012,
dengan perincian sebagai berikut :
1. Pengambilan Sampel : Awal Februari 2012 Minggu ke 3.
2. Pembelajaran Siklus I : Maret 2012 Minggu ke 1dan 2.
3. Pembelajaran Siklus II : April 2012 Minggu ke 2.
4. Evaluasi dan pembuatan PTK : Februari 2012 s/d Juni 2012.
1.2 Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 5 sukaraja
Kecamatan telukbetung selatan Kota bandar lampung sebanyak 41 siswa.
3.3 Sumber Data

Data penelitian ini berupa data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil
observasi kinerja guru. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes tertulis
yang dievaluasi dengan skor (angka).
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan:
1.

Lembar Observasi
Digunakan untuk mengamati aktivitas kinerja guru pada saat pembelajaran
berlangsung. Observasi bertujuan untuk (1) mengetahui kesesuaian
pelaksanaan tindakan dengan perencanaan tindakan, (2) mengetahui seberapa
jauh pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung dapat menghasilkan
perubahan yang dikehendaki. Dalam pelaksanaan observasi digunakan
lembar observasi. Observasi dilakukan oleh observer termasuk guru pada saat
pembelajaran berlangsung.

2.

Instrumen Tes Tertulis
Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menghitung dan mengukur
keterampilan, pengetahuan, intelegensi yang dimiliki oleh individu. Dalam
penelitian ini tes ini digunakan untuk mengumpulkan data hasil tes yang
berupa data kuantitatif (angka) pada setiap akhir tindakan, untuk memperoleh
data tentang pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran Matematika
yang telah dipelajari. Hasil tes tersebut dipakai sebagai acuan untuk (1)
melihat kemajuan siswa dalam mengikuti program pembelajaran, (2) analisis
dan refleksi untuk tindakan berikutnya. Hasil pekerjaan siswa diperiksa dan

dianalisis untuk menentukan letak kesalahan atau kekurangan siswa dalam
menyelesaikan tugas dalam mendeskripsi secara tertulis.
3.

Dokumentasi
Digunakan

untuk

mendokumentasikan

kinerja

guru

selama

proses

pembelajaran dengan menggunakan kamera.
3.5 Teknik Analisis Data
Data penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan:
1.

Analisis Kualitatif
Teknik ini digunakan untuk menganalisis kinerja guru selama proses
pembelajaran berlangsung.
a. Rumus Analisis Kinerja Guru selama Proses Pembelajaran

=

× 100 %

Keterangan:
86% - 100%

= Baik Sekali

71% - 85%

= Baik

56% - 70%

= Cukup

41% - 55%

= Kurang

00% - 40%

= Sangat Kurang

(Adaptasi dari Departemen Pendidikan Nasional)
2

Analisis Kuantitatif

Digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam hubungannya dengan
penguasaan materi yang diajarkan guru, yaitu kemampuan siswa memahami
materi pembelajaran. Analisis data yang digunakan untuk membuktikan
adanya peningkatan hasil belajar pada siswa kelas IV dalam pelajaran
Matematika di dalam penelitian ini dengan melihat hasil nilai siswa selama
pelaksanaan siklus. Untuk lebih jelas analisis data ini sebagai berikut:
1. Menjumlah skor nilai secara utuh.
2. Menghitung rata-rata perolehan nilai pada setiap siswa.
3. Menentukan tingkat kemampuan siswa berdasarkan hasil kerja kelompok
dan penugasan.
Hasil tes dihitung menggunakan cara sebagai berikut:
2. Nilai rata-rata kelas dihitung dengan rumus:

× 100

=

=

2. Nilai Ketuntasan Belajar

Nilai Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Matematika kelas IV di SD
Negeri 5 Sukaraja adalah 65. Persentase ketuntasan belajar dianalisis dengan
rumus:

=

× 100%

Keterangan:
KK

= Ketuntasan Klasikal

STB

= Siswa Tuntas Belajar

SS

= Seluruh Siswa

(Mulyasa, 2002: 56).
3.6 Prosedur Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan model yang didasarkan atas konsep pokok
bahwa penelitian tindakan terdiri dari empat komponen pokok yang juga
menunjukkan langkah pelaksanaan penelitian, yaitu : 1. Perencanaan atau
Planning 2. Tindakan atau Acting 3. Pengamatan atau Observasing danRefleksi
atau Reflekting (Arikunto, 2002: 83). Adapun alur tahapan pada setiap siklus
sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1 sebagai berikut:

Perencanaan I

Refleksi

Siklus I

Pelaksanaan

Pengamatan I

Perencanaan II

Refleksi II

Siklus II

Pelaksanaan II

Pengamatan II
Dst
Gambar. 3.1 Siklus PTK Menurut Arikunto 2002

1. Siklus I
a. Persiapan
Persiapan yang dilakukan untuk proses penelitian tindakan kelas ini adalah
mendata seberapa banyak anak yang kesulitas belajar matematika.
b. Pelaksanaan Siklus I
1) Tahap Perencanaan Tindakan
Anak

anak yang akan ditingkatkan prestasi belajar matematika dengan

menggunakan alat peraga.
Adapun langkah yang dilakukan pada tahapan ini antara lain :
a) Pengumpulan data diri anak yang prestasi belajar matematikanya rendah.
b) Mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dan memecahkannya.

c) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tepat yakni
Pembelajaran dengan alat peraga.
2) Tahapan Pelaksanaan Tindakan
a) Guru menerapkan metode pembelajaran dengan alat peraga.
b) Siswa belajar dalam situasi pembelajaran matematika dengan alat peraga.
c) Memantau perkembangan prestasi belajar yang terjadi pada anak.
3) Tahapan Observasi
Tindakan guru memonitor dan membantu siswa jika menemui kesulitan
selama pengajaran matematika dengan alat peraga.
4) Tahapan Refleksi Tahapan Rekomendasi
Mengadakan refleksi dan evaluasi dari kegiatan. Berdasarkan hasil refleksi
dan evaluasi siklus I dibuat siklus II yang meliputi :
a) Tahap Perencanaan Tindakan
b) Tahap Pelaksanaan Tindakan
c) Tahap Observasi
d) Tahap Refleksi

5) Tahapan Rekomendasi
Tahap ini dilakukan dengan merumuskan tindakan pembelajaran dengan alat
peraga yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pada
siswa kelas IV SD Negeri 5 sukaraja Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota
bandar lampung.

2. Siklus II
a. Persiapan
Persiapan yang dilakukan untuk proses penelitian tindakan kelas ini adalah
mendata seberapa banyak anak yang kesulitas belajar matematika.
b. Pelaksanaan Siklus II
1) Tahap Perencanaan Tindakan
Anak

anak yang akan ditingkatkan prestasi belajar matematika dengan

menggunakan alat peraga.
Adapun langkah yang dilakukan pada tahapan ini antara lain :
a) Pengumpulan data diri anak yang prestasi belajar matematikanya rendah.
b) Mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dan memecahkannya.
c) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tepat yakni
Pembelajaran dengan alat peraga.
2) Tahapan Pelaksanaan Tindakan
a) Guru menerapkan metode pembelajaran dengan alat peraga.
b) Siswa belajar dalam situasi pembelajaran matematika dengan alat
peraga.
c) Memantau perkembangan prestasi belajar yang terjadi pada anak.
3) Tahapan Observasi
Tindakan guru memonitor dan membantu siswa jika menemui kesulitan
selama pengajaran matematika dengan alat peraga.
4) Tahapan RefleksiTahapan Rekomendasi

Mengadakan refleksi dan evaluasi dari kegiatan 1), 2), 3). Berdasarkan hasil
refleksi dan evaluasi siklus I dibuat siklus II yang meliputi :
a) Tahap Perencanaan Tindakan
b) Tahap Pelaksanaan Tindakan
c) Tahap Observasi
d) Tahap Refleksi
5) Tahapan Rekomendasi
Tahap ini dilakukan dengan merumuskan tindakan pembelajaran dengan alat
peraga yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pada
siswa kelas IV SD Negeri 5 Sukaraja Kecamatan Telukbetung Selatan Kota
Bandar Lampung.
3.7 Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil
apabila Siswa secara individual telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan
Minimal) yang ditetapkan yaitu 65,00 dan secara klasikal dikatakan tuntas dalam
kegiatan belajarnya jika terdapat

80% dari keseluruhan siswa.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam dalam Bab IV dapat diketahui bahwa:
1. Pembelajaran dengan menggunakan Alat peraga dapat meningkatan prestasi
belajar matematika pada siswa kelas IV SD negeri 5 Sukaraja. Hal ini dapat
dilihat dari rekapitulasi nilai rata-rata prestasi belajar Matematika siswa
sebelum siklus I sebesar 61, pada siklus II sebesar 76 naik dari siklus I ke
siklus II.
2. Alat peraga dapat meningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV
SD Negeri 5 Sukaraja. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa, (1). Persentase
nilai ketuntasan belajar Matematika siswa kelas IV pada siklus. siklus I
menunjukkan angka sebesar 60,97 % (25 siswa tuntas) pada siklus II sebesar
97,6 % (40 siswa tuntas) atau mencapai KKM. Dengan demikian terdapat
peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II.
5.2 Saran
Bertitik tolak dari simpulan hasil penelitian tersebut di atas, maka dapat diajukan
beberapa saran sebagai berikut :
1. Kepada Siswa

a. Untuk siswa kelas IV agar lebih giat lagi dalam belajar dan terus
berlatih untuk memahami materi yang diajarkan didalam kehidupan
sehari-hari.
2. Kepada Guru

a. Agar memilih dan menggunakan media pembelajaran yang lengkap
sesuai dengan topik yang dibahas dalam proses belajar-mengajar.
b. Memberikan dorongan/motivasi kepada siswa untuk memiliki cara
belajar yang baik.
3. Kepada Sekolah

a. Menyediakan media pembelajaran yang dirancang bagi siswa dan
guru

atau

memakai

yang

sesuai

dengan

materi/kurikulum

perkembangan zaman khususnya pada mata pelajaran matematika.
b. Ikut mendorong siswa untuk belajar dan berprestasi dengan baik,
khususnya dalam mata pelajaran Matematika.
c. Sekolah hendaknya mendukung guru dalam melaksanakan penelitian
tindakan kelas dengan memberikan pelatihan, izin maupun fasilitas
kepada guru yang akan mengadakan penelitian tindakan kelas yang
pada akhirnya akan meningkatkan kualitas sekolah terkait dengan
kemampuan para guru sebagai peneliti yang handal.

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA
SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 SUKARAJA
(Skripsi)

Oleh
AMRI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA
SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 SUKARAJA

Oleh

AMRI
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Jurusan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ......................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... vii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. vii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ................................................................................... 1
1.2 Identifikasi masalah .......................................................................... 4
1.3 Pembatasan masalah .......................................................................... 5
1.4 Rumusan masalah .............................................................................. 6
1.5 Tujuan Penelitian ............................................................................... 6
1.6 Manfaat Hasil Penelitian ................................................................... 6
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Belajar .............................................................................. 8
2.1.1 faktor-faktor mempengaruhi belajar ......................................... 9
2.2 Pengertian Pembelajaran ................................................................... 10
2.2.1 Jenis-jenis Metode Pembelajaran ............................................. 10
2.2.2 Faktor-faktor dalam Memilih Metode Pembelajaran ................ 11
2.3 Pembelajaran Matematika di SD ........................................................ 11
2.3.1 Bilangan Pecahan ...................................................................... 11
2.3.2 Arti bilangan Pecahan ............................................................... 11
2.3.3 Pecahan senilai .......................................................................... 12
2.3.4 Menyederhanakan Pecahan....................................................... 13
2.4 Pengertian Prestasi Belajar ................................................................. 14
2.4.1 Pengertian Evaluasi................................................................... 15
2.5 Pengertian Alat Peraga ....................................................................... 16
2.5.1 Jenis- jenis Alat Peraga yang Dipakai ...................................... 17

2.5.2 Langkah-Langkah penggunaan Alat Peraga ............................ 18
2.6 Kerangka Berpikir ............................................................................. 28
2.7 Hipotesis Tindakan ............................................................................ 28
BAB III. PELAKSANAAN PENELITIAN
3.1 Lokasi dan waktu penelitian .............................................................. 29
3.2 Subjek penelitian ............................................................................... 29
3.3 Sumber Data ...................................................................................... 30
3.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 30
3.5 Teknik Analisis Data ......................................................................... 31
3.6 Prosedur Penelitian ............................................................................ 33
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian................................................................................... 38
4.2 Pembahasan ........................................................................................ 51
4.2.1 pembahasan dari setiap siklus ................................................... 53
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ......................................................................................... 55
5.2 Saran .................................................................................................... 56
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 57
LAMPIRAN.................................................................................................... 58

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. PT. Bumi Aksara
Hartoyo, 1999. Evaluasi Hasil Belajar dan Pengajaran Remidial. Surakarta :
FKIP UNS.
Lukman. Ali, Kamus besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.
Muhibbin Syah, 2004. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung :
Remaja Rosda Karya.
Mulyasa. 2002. Kurikulum Yang Disempurnakan. Rosda. Bandung
Ngadino, 1989. Media Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Nurdin dkk, 1999. Matematika Untuk SD Kelas IV. Bandung : Rosda Katya.
Roijakkers, 1982. Mengajar Dengan Sukses. Jakarta : Gramedia.
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor Belajar yang Mempengaruhinya. Jakarta.
Raja Grafindo.
Sulistriyo, 1987. Strateri Belajar Mengajar. Surakarta : UNS Press.
Sutopo, 1997. Psikologi Belajar. Surakarta: Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa.
Syaiful Sagala. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. ALFABETA.

Winkel, 2005. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta : Media Abadi.

DAFTAR TABEL

Table

Halaman

Tabel 1.Rekapitulasi Hasil Belajar Sebelum Siklus I ......................................
Table 2 Nilai Belajar Sebelum Siklus I............................................................
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Belajar Pada Siklus I ............................................
Table 4 Nilai Hasil Belajar Pada Siklus I ........................................................
Tabel 5 Rekapitulasi Hasil Belajar Pada Siklus II ..........................................
Table 6 Nilai Hasil Belajar Pada Siklus II .......................................................
Tabel 7 Perbandingan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV ..............

38
39
42
43
49
49
52

HALAMAN PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama Mahasiswa

: AMRI

NPM

: 1013069005

Program Studi

: S-1 PGSD SKGJ

Jurusan

: Ilmu Pendidikan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Skripsi yang berjudul:
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Dengan Menggunakan Alat Peraga
Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 5 Sukaraja adalah benar-benar hasil karya
sendiri, dan sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang telah
dipublikasikan atau ditulis orang lain atau dipergunakan sebagai persyaratan
penyelesaian studi pada universitas atau institut lain.
Demikian pernyataan ini saya buat untuk dapat digunakan seperlunya dan apabila
dikemudian hari ternyata pernyataan ini tidak benar, maka saya sanggup dituntut
berdasarkan Undang-undang dan Peraturan yang berlaku.
Bandar Lampung, Juni 2012
Yang membuat pernyataan,

AMRI
NPM 1013069005

Judul Skripsi

: PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR
MATEMATIKA DENGAN
MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA
SISWA KELAS IV SD NEGERI 5
SUKARAJA.

Nama mahasiswa

: Amri

Nomor Pokok Mahasiswa

: 1013069005

Program Studi

: S1 PGSD Dalam Jabatan

Jurusan

: Ilmu Pendidikan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan

Dosen Pembimbing

Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd.
NIP 195105071981031002

Drs. Syaifuddin Latif, M.Pd.
NIP 195408091981111001

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji
Penguji

: Drs. Syaifuddin Latif, M.Pd.

Penguji
Bukan Pembimbing

: Drs. Sugiman, M. Pd.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si.
NIP 196003151985031003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 6 Agustus 2012

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrohiim
Dengan mengucapkan rasa puji syukur kehadiran allah SWT, yang telah
menimpahkan nikmat hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Dengan Menggunakan

disanjungkan kepada nabi muhammad SAW, beserta keluarga dan para
sahabatnya.
Penulisan ini dimaksudkan sebagai salah satu tugas Penelitian Tindakan
Kelas (PTK). Selama penulisan skripsi ini berlangsung, penulis banyak menerima
bantuan dari berbagai pihak khususnya pembimbing dan keluarga. Oleh karena itu
melalui skripsi ini penulis ucapkan terimakasih kepada :\
1. Bapak Prof. Dr. Sugeng P Haryanto, M.S selaku Rektor Universitas Lampung.
2. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si, selaku dekan FKIP UNILA.
3. Bapak Drs. Syaifuddin Latif, M.Pd selaku penguji sekaligus Dosen
Pembimbing.
4. Bapak Drs. Sugiman, M.Pd. selaku pembahaas
5. Ibu Daharni MT. S.Pd Selaku Kepala Sekolah SD Negeri 5 Sukaraja.
6. Bapak, ibu Guru serta staf tata usaha SD 5 Sukaraja, dan
7. Keluarga, Istri, anak-anak ku dan semua pihak yang telah membantu penulis
dalam menyelesaikan penelitian ini.

Terimakasih atas bantuannya, semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca khususnya, atas kritik dan saran yang membangun dari semua pihak
untuk kesempurnaan penelitian ini.

Bandar Lampung, Juni 2012
Penulis

Amri

MOTTO

Artinya

,

jika

kamu

tidak

memotongnya (menggunakan dengan sebaik-baiknya)
maka ia akan memotongmu (membuat kamu menyesal di
kemudian hari) (Nasehat dari Sahabat Rasulullah SAW,
Ali bin Abi Thalib RA).

PERSEMBAHAN
Bismillahirrohmanirrohim,
Segala puji bagi Allah SWT atas segala kenikmatan dan kemudahan.
Kupersembahkan karyaku pada kedua orang tuaku untuk almarhum Ayah dan
untuk
Istriku tercinta, yang selalu membantuku selama menyelesaikan karya ini,
memberikan motivasi serta dorongan semangat untukku, juga anak-anakku yang
menjadi kekuatanku.
Serta untuk teman-teman yang selalu memberikan dorongan serta motivasi.
Semoga Allah SWT tiada hentinya memberikan kebahagiaan bagi kita semua.

RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Sukabumi Lampung Barat pada tanggal 28 Agustus 1957,
merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan bapak H. Muhammad
Hatta dan Hj. Siti Alma.
Riwayat Pendidikan Peneliti dimulai dari Sekolah Dasar Negeri Kembahang
tahun 1970, Sekolah Menengah Pertama di Kotabumi diselesaikan tahun 1973,
kemudian melanjutkan sekolah di SPG selesai tahun 1976.
Pada tahun 1978 peneliti tercatat sebagai Guru (PNS), sampai saat ini peneliti
mengabdikan diri menjadi guru di SD Negeri 5 Sukaraja Teluk Betung Selatan.

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 REJOSARI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

0 6 40

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 SUKARAJA

1 14 47

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PKn MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SUKARAJA KECAMATAN TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG

0 10 16

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENG-GUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 MARGAKAYA KECAMATAN PRINGSEWU KABUPATEN

0 2 22

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV (EMPAT) SD NEGERI 3 PAKUAN RATU TAHUN 2012

0 10 50

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA GAMBAR DI KELAS V SD NEGERI 2 SUKABUMI BANDAR LAMPUNG

0 12 34

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SDN 5 SUKARAJA BANDAR LAMPUNG

0 10 52

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PAIKEM PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SUKARAJA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014

0 10 48

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE DEMONTRASI PADA SISWA KELAS IV SDN SUKARAJA RAJABASA LAMPUNG SELATAN

0 14 51

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV SDN I PANJANG SELATAN BANDAR LAMPUNG

0 10 18

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

99 3013 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 767 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 662 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 432 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 587 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 983 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 901 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 548 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 802 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 970 23