Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan

DAMPAK PROGRAM BANK SAMPAH TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN BINJAI, KECAMATAN
MEDAN DENAI, KOTA MEDAN
Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S-1)
di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
Diajukan Oleh: MITA NOVIANTY
090902041
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013
Universitas Sumatera Utara

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi disetujui untuk dipertahankan oleh :

Nama

: Mita Novianty

NIM

: 090902041

Departemen : Ilmu Kesejahteraan Sosial

Judul

: Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi

Masyarakat Di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai,

Kota Medan

Medan, Desember 2013

PEMBIMBING

KETUA DEPARTEMEN

Agus Suriadi, S.Sos, M.Si NIP. 196708081994031004

Hairani Siregar. S.Sos. M.SP NIP. 197109271998012001

DEKAN FISIP USU
Prof. Dr. Badaruddin, M.Si NIP. 196805251992031002

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

NAMA NIM

: MITA NOVIANTY : 090902041

Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan
ABSTRAK Salah satu terobosan besar dalam pengeloaan sampah di Indonesia adalah program bank sampah. Melalui program ini, paradigma yang terbentuk dalam pikiran masyarakat bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan dibuang begitu saja, diubah menjadi sesuatu yang juga memiliki nilai dan harga. Melalui bank sampah, masyarakat bisa menabung sampah, yang kemudian dalam kurun waktu tertentu bisa menghasilkan uang. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisa kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak program bank sampah terhadap sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Dampak diartikan pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. Dalam hal ini dampak ditujukan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Berdasarkan hasil analisis data disimpulakn bahwa adanya dampak yang positif terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Binjai setelah adanya pembangunan Bank Sampah. Ini ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan masyarakat walaupun sedikt tetapi memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat. Tidak hanya pendapatan saja yang mengalami peningkatan, tetapi kesehatan, dan interkasi sosial yang lebih baik diantara masyarakat juga yang paling penting adalah lingkungan yang lebih bersih juga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Kata kunci : Dampak, Sosial Ekonomi, Bank Sampah

ABSTRACT
One of the major breakthroughs in the management of waste in Indonesia is a waste bank program . Through this program , the paradigm established in the public mind that garbage is something that is useless and thrown away , changed into something that also has value and price . Bank through the garbage , people can save rubbish , which was then in a period of time can make money .
Research studies using quantitative descriptive analysis . This study aims to determine how the programs socio-economic impact on the waste bank in the Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai . Impact is defined as a result of the influence that brings both positive and negative . In this case the intended impact

Universitas Sumatera Utara

on the socio-economic life of the people in the Kelurahan Binjai , Kecamatan Medan Denai.
Based on the results of data analysis concluded that the existence of a positive impact on the socio-economic life of the people in the village after the construction of Binjai Garbage Bank . This is shown by the increase in people's income even though in few but provide significant benefits for society . Not only are revenues have increased , but health , and better social interaction among people are also the most important is a cleaner environment also increased over time .
Keywords : Impact , Social Economy , Bank Garbage
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya lah saya dapat menyelesaikan skripsi ini hingga akhir. Shalawat beriring salam juga tak henti-hentinya saya haturkan kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa pengetahuan di dunia yang fana ini sehingga sedikitnya saya bisa merasakan dan mengamalkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan guna menggapai kesempurnaan baik di dunia maupun akhirat kelak. Amin.
Skripsi ini merupakan karya ilmiah yang disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul “Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan”.
Dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang luar biasa dan paling istimewa buat orangtua saya. Skripsi ini saya persembahkan buat mama tersayang Dian Hariaty Siregar yang yang sudah mendidik dan membesarkan saya sampai saat ini dan telah memberikan segenap cinta dan kasih sayangnya sehingga saya bisa meyelesaikan skripsi ini dengan baik. Terima kasih juga kepada abang Muhammad Novri, S.I.Kom dan juga adek tersayang Fauziah Noor yang paling saya sayangi yang telah memberikan doa dan motivasi semangat untuk saya.
Universitas Sumatera Utara

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini, dan secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Hairani Siregar, S.Sos M.SP selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
3. Bang Agus Suriadi S.Sos,M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia menyediakan waktu dan tenaga yang secara ikhlas untuk membimbing dan memberi dukungan kepada saya dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Seluruh Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial yang telah memberikan ilmu yang sangat berharga bagi penulis selama masa perkuliahan.
5. Seluruh Staff pendidikan dan administrasi FISIP USU, yang membantu segala hal yang dibutuhkan penulis dalam hal administrasi, yaitu Bu Zuraida , Bang Ria Lesmana, dan Kak Deby.
6. Seluruh Staff dan Pegawai di Bank Sampah Mutiara Kelurahan Binjai yang telah membantu penulis dalam mendapatkan data - data yang dibutuhkan dalam penyelesaian skripsi ini.
7. Seluruh masyarakat penabung di Bank Sampah Kelurahan Binjai yang telah bersedia membantu dan bekerjasama dengan menjadi responden dalam penelitian penulis.
Universitas Sumatera Utara

8. Terima kasih untuk seluruh keluarga penulis yang selalu mendukung, memberi semangat dan tidak pernah berhenti mendoakan penulis. Semoga harapan dan doa kalian akan terus memacu penulis untuk dapat menjadi yang terbaik bagi kalian.
9. Terima kasih untuk sahabat-sahabatku tersayang Sri Fusanti, Dewi Lestari, Yudieth Sry Lestari, Veronica Andini yang telah memberikan segenap perhatian dan waktunya buat penulias dan bersedia membantu penulis selama pengerjaan skripsi ini. (Cepat kelen kerjakan skripsi itu, semangat!!!)
10. Buat kawan-kawan seperjuangan Frenky Tanni Wijaya, Hamzah Rambe, Eka Hermawan, Farid Iskandar, Teguh Setyawan, Adoel Gembel, M. “Oco” Johan, Joni Rahman, Heri Prasuhanda, Rachmadan Chaniago, Asrul Fahmi yang sudah memberikan dukungan kepada penulis, yang selalu setia menemani dan memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.
11. Terima kasih untuk kawan-kawan seperjuangan satu stambuk 2009, terutama sekali buat Citra Gustianda, S.Sos yang telah duluan tamat menyelesaikan studi S1-nya. Dan juga untuk Ezwin Fahmi Daulay, Eren Harikasenda, Raihana, Okto Praeka, Intan Dirja, Iren Simanjuntak, Windy Safutri, Melvira Novia Sari dan teman-teman yang lain, terimakasih buat persahabatan kita selama ini, semoga kita selalu sukses kedepannya, dan teman-teman yang tak tersebutkan satu persatu, terimakasih atas dukungannya.
Universitas Sumatera Utara

12. Buat junior (adek-adek kelas) Ilmu Kesejahteraan Sosial stambuk 2010, 2011, 2012 yang tak tersebutkan satu persatu, terimakasih atas dukungan dan doa kalian kepada penulis.
13. Buat kawan-kawan jurusan yang lain di FISIP USU yang tak tersebutkan satu persatu, makasih banyak atas dukungan dan persahabatan kita selama ini.
14. Untuk seluruh keluarga besar HMI KOMISARIAT FISIP USU yang tak tersebutkan satu persatu, terima kasih untuk dukungan dan doa kalian yang sangat berarti untuk penulis. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih banyak terdapat
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang benar-benar konstruktif dari semua pihak, agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang membutuhkannya.
Medan, Desember 2013 Hormat Saya,
Mita Novianty
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI JUDUL ………………………………………………………………. .................. HALAMAN PERSETUJUAN …………………………..................... ............... ABSTRAK ………………………………………………………………. ............ KATA PENGANTAR ………………………………………………. ................. DAFTAR ISI ………………………………………………………………. ....... LAMPIRAN …........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 13 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................. 13 1.2 Perumusan Masalah......................................................................... 20 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian........................................................ 20 1. 3.1 Tujuan Penelitian ..................................................................... 20 1.3.2 Manfaat Penelitian .................................................................... 20 1.4 Sistematika Penulisan ...................................................................... 21
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................ 23 2.1 Pengertian Dampak......................................................................... 23 2.2 Pengertian Program ........................................................................ 23 2.3 Bank................................................................................................ 25 2.4 Pengelolaan Sampah....................................................................... 28 2.5 Bank Sampah.................................................................................. 29 2.5.1. Lokasi Bank Sampah ............................................................. 30 2.5.2 Nasabah Bank Sampah ........................................................... 30
Universitas Sumatera Utara

2.5.3 Manajemen Bank Sampah ...................................................... 30 2.5.4 Kebijakan Penanganan Program 3R ....................................... 31 2.6 Peranan Bank Sampah .................................................................... 33 2.7 Sosial Ekonomi............................................................................... 33 2.7.1 Pengertian Sosial Ekonomi ...................................................... 33 2.7.2 Perekonomian Keluarga.......................................................... 35 2.7.3 Pendapatan .............................................................................. 36 2.7.4 Pendidikan .............................................................................. 37 2.7.5 Kesehatan................................................................................ 39 2.8 Mayarakat .................................................................................... 41 2.9 Kesejahteraan .............................................................................. 42 2.10 Kerangka Pemikiran .................................................................... 44 2.11 Definisi Konsep dan Definisi Operasional .................................. 46 2.11.1 Definisi Konsep .................................................................... 46 2.11.2 Definisi oprasional ................................................................ 47 BAB III METODE PENELITIAN ...................................................... 49 3.1 Tipe Penelitian................................................................................. 49 3.2 Lokasi Penelitian ............................................................................. 49 3.3 Populasi dan Sampel........................................................................ 50 3.3.1 Populasi..................................................................................... 50
Universitas Sumatera Utara

3.3.2 Sampel....................................................................................... 50 3.4 Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 51 3.5 Teknik Analisis Data ....................................................................... 52 BAB IV LOKASI PENELITIAN.......................................................... 54 4.1 Gambaran Umum Kecamatan Medan Denai............................... 54 4.2 Kependudukan ................................................................................ 57 4.3 Pendidikan ....................................................................................... 62 4.4 Mata Pencaharian ........................................................................... 63 4.5 Kesehatan Masyarakat .................................................................... 64 4.6 Sarana Sosial Budaya ..................................................................... 65
4.6.1 Kehidupan keagamaan ............................................................. 65 4.6.2 Kemasyarakatan....................................................................... 66 4.7 Gambaran Umum Kelurahan Binjai ............................................... 67 BAB V ANALISIS DATA..................................................................... 72 5.1 Karakteristik Umum Responden ..................................................... 73 5.2. Variabel Bebas (Program Bank Sampah) ....................................... 81 5.3 Variabel Terikat (Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat)............ 88 5.4 Uji Hipotesa..................................................................................... 99 5.4.1 Koefisien Determinasi ............................................................ 100 5.4.2 Uji t ........................................................................................ 100
Universitas Sumatera Utara

5.4.3 Uji Keseluruhan ( Uji F-Statistik).......................................... 102 BAB VI PENUTUP .............................................................................. 103
6.1 Kesimpulan................................................................................... 103 6.2 Saran ............................................................................................. 105
Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

NAMA NIM

: MITA NOVIANTY : 090902041

Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan
ABSTRAK Salah satu terobosan besar dalam pengeloaan sampah di Indonesia adalah program bank sampah. Melalui program ini, paradigma yang terbentuk dalam pikiran masyarakat bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan dibuang begitu saja, diubah menjadi sesuatu yang juga memiliki nilai dan harga. Melalui bank sampah, masyarakat bisa menabung sampah, yang kemudian dalam kurun waktu tertentu bisa menghasilkan uang. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisa kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak program bank sampah terhadap sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Dampak diartikan pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. Dalam hal ini dampak ditujukan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Berdasarkan hasil analisis data disimpulakn bahwa adanya dampak yang positif terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Binjai setelah adanya pembangunan Bank Sampah. Ini ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan masyarakat walaupun sedikt tetapi memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat. Tidak hanya pendapatan saja yang mengalami peningkatan, tetapi kesehatan, dan interkasi sosial yang lebih baik diantara masyarakat juga yang paling penting adalah lingkungan yang lebih bersih juga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Kata kunci : Dampak, Sosial Ekonomi, Bank Sampah

ABSTRACT
One of the major breakthroughs in the management of waste in Indonesia is a waste bank program . Through this program , the paradigm established in the public mind that garbage is something that is useless and thrown away , changed into something that also has value and price . Bank through the garbage , people can save rubbish , which was then in a period of time can make money .
Research studies using quantitative descriptive analysis . This study aims to determine how the programs socio-economic impact on the waste bank in the Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai . Impact is defined as a result of the influence that brings both positive and negative . In this case the intended impact

Universitas Sumatera Utara

on the socio-economic life of the people in the Kelurahan Binjai , Kecamatan Medan Denai.
Based on the results of data analysis concluded that the existence of a positive impact on the socio-economic life of the people in the village after the construction of Binjai Garbage Bank . This is shown by the increase in people's income even though in few but provide significant benefits for society . Not only are revenues have increased , but health , and better social interaction among people are also the most important is a cleaner environment also increased over time .
Keywords : Impact , Social Economy , Bank Garbage
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Lingkungan yang sehat dan sejahtera hanya dapat dicapai dengan lingkungan pemukiman yang sehat. Terwujudnya suatu kondisi lingkungan yang baik dan sehat salah satunya dapat dilihat dari pengelolaan sampah yang baik. Menurut Peraturan Menteri PU Nomor 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP), daerah yang mendapatkan pelayanan persampahan yang baik memiliki kondisi sebagai berikut, pertama seluruh masyarakat memiliki akses untuk penanganan sampah yang dihasilkan dari aktifitas sehari-hari, baik di lingkungan perumahan, perdagangan, perkantoran, maupun tempat-tempat umum lainnya. Kedua masyarakat memiliki lingkungan permukiman yang bersih karena sampah yang dihasilkan dapat ditangani secara benar. Ketiga masyarakat mampu memelihara kesehatannya karena tidak terdapat sampah yang berpotensi menjadi bahan penularan penyakit seperti diare, tipus, disentri, dan lain-lain, serta gangguan lingkungan baik berupa pencemaran udara, air atau tanah. Keempat masyarakat dan dunia usaha atau swasta memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan persampahan sehingga memperoleh manfaat bagi kesejahteraannya. Pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak negatif sampah bagi manusia dan lingkungannya diantaranya dampak bagi kesehatan. Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa
Universitas Sumatera Utara

organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat, tikus, anjing yang dapat menimbulkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan yaitu penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita. Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan atau sampah. Sampah beracun, contoh raksa (Hg) berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
Dampak sampah terhadap lingkungan yaitu cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.
Dampak sampah terhadap keadaan sosial dan ekonomi yaitu dengan pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, misalnya: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.Oleh karena itu sampah menjadi salah satu masalah yang memerlukan penanganan yang tepat,
Universitas Sumatera Utara

karena jika tidak di tangani dengan baik masalah sampah ini akan menjadi masalah yang serius dan merugikan manusia.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk sangat besar dan memiliki kecenderungan meningkat dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, selama 30 tahun terakhir, jumlah penduduk Indonesia meningkat hampir dua kali lipat, yaitu 147,49 juta jiwa pada tahun 1980 menjadi 179,37 juta jiwa pada tahun 1990 dan pada tahun 2000 bertambah mencapai 206,26 juta jiwa. Angka tersebut terus mengalami peningkatan dan mencapai 218,86 juta jiwa pada tahun 2005 hingga peningkatan itu terus meningkat hingga pada tahun 2011 mencapai 259.940.857 jiwa. Hal tersebut akan mengakibatkan semakin besarnya volume sampah yang dihasilkan oleh manusia setiap.
Jumlah penduduk yang terus meningkat akan mengakibatkan kemampuan sumber daya alam dapat pulih (misalnya air dan udara) untuk menyerap limbah yang diakibatkan oleh aktivitas manusia menjadi menurun (Fauzi, 2006). Kenaikan jumlah penduduk tersebut juga akan meningkatkan volume sampah yang dihasilkan, terutama di kota-kota besar yang ada di Indonesia.
Selain itu dengan kepadatan penduduk yang tinggi maka akan menimbulkan masalah ketenagakerjaan. Ketenagakerjaan berhubungan dengan tingkat angkatan kerja pada suatu wilayah tertentu. Untuk tahun 2010, jumlah angka pengangguran di Provinsi Sumatera Utara mencapai angka sekitar 400 ribu orang. Dan tercatat sekitar 143.366 orang jumlah pengangguran di Kota Medan dengan tingkat kemiskinan 8,58 %. Hanya ada satu cara untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, yaitu menciptakan lapangan kerja. Sedangkan untuk dapat membuka lapangan kerja sendiri tanpa harus memiliki ijazah
Universitas Sumatera Utara

diperlukan tenaga kerja terlatih dan modal usaha serta mental pengusaha, bukan yang bermental pekerja.
Untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidupnya seseorang harus berusaha untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan keluarga. Tinggi rendahnya ekonomi masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain besarnya pendapatan, pengeluaran, dan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.
Dari segi pendapatan atau penghasilan, kemiskinan digambarkan sebagai kurangnya pandapatan atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Menurut BPS salah satu kriteria keluarga miskin adalah pendapatan keluarga rendah. Garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin tidaknya seseorang. BPS telah menggunakan batas garis kemiskinan yang baru. Sejak Maret 2011,batas garis kemiskinan BPS adalah pengeluaran Rp 233.740 per bulan atau naik 10,39 persen dibandingkan dengan batas garis kemiskinan Maret 2010 sebesar Rp 211.726. Bank Dunia (2001) untuk standar internasional memberikan batas garis kemiskinan yang lebih tinggi dari standar-standar lainnya yaitu dengan pendapatan perkapita sebesar US$275 per.tahun atau 2 dollar per hari (http://www.wikipedia.org/kemiskinan, diakses 20 Juni 2013 pukul 13:23 WIB).
Kota Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, dengan luas wilayah 265.10 km2, memiliki jumlah penduduk sekitar 2.949. 830 jiwa dengan kepadatan mencapai 11.127,2/km2. Dengan jumlah tersebut, tak heran jika pola produksi dan konsumsi di Tanah Deli ini juga tinggi. Fakta ini pula yang
Universitas Sumatera Utara

menyebabkan produksi sampah di Kota Medan terus mengalami kenaikan setiap tahun.
Penanggulangan yang serius sangat dibutuhkan untuk mengatasi produksi sampah yang cukup besar tersebut. Hal ini dikarenakan, sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Pengelolaan sampah yang tampak selama ini hanya dilakukan secara konvensional yaitu pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Keterbatasan lahan menjadi permasalahan bagi pembukaan TPA baru, sehingga saat ini kondisi TPA yang sudah ada telah mengalami daya tampung yang berlebih. Diperkirakan paling banyak hanya sekitar 65 persen sampah yang dapat terangkut ke TPA oleh institusi yang bertanggung jawab atas masalah sampah dan kebersihan.
Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah beserta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu paradigma kumpul-angkut-buang menjadi pengeloaan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah. Kegiatan pengurangan sampah bermakna agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat luas melaksanakan kegiatan timbunan sampah, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah atau yang dikenal dengan sebutan Reduce, Reuse dan Recycle (3R) melalui upaya-upaya cerdas, efisien dan terprogram (Profil Bank Sampah: 2012).
Namun kegiatan 3R masih menghadapi kendala utama, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Salah satu solusi untuk mengatasi
Universitas Sumatera Utara

masalah tersebut yaitu melalui pengembangan Bank Sampah yag merupakan kegiatan bersifat social engineering yang mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bijak dan pada gilirannya akan mengurangi sampah yang diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Pembangunan Bank Sampah ini harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk memulai memilah, mendaur-ulang, dan memanfaatkan sampah, karena sampah mempunyai nilai jual yang cukup baik, sehingga pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru Indonesia.
Bank Sampah dapat berperan sebagai dropping point bagi produsen untuk produk dan kemasan produk yang masa pakainya telah usai. Sehingga sebagian tanggungjawab pemerintah dalam pengelolaan sampah juga menjadi tanggungjawab masyarakat. Dengan menerapkan pola ini diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip 3R sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan meyeluruh sehingga tujuan akhir kebijakan Pengeleloaan Sampah Indonesia dapat dilaksankan dengan baik.
Statistik perkembangan pembangunan Bank Sampah di Indonesai pada bulan Februari 2012 adalah 471 buah jumlah Bank Sampah yang sudah berjalan dengan jumlah penabung sebanyak 47.125 orang dan jumlah sampah yang terkelola adalah 755.600 kg/bulan dengan nilai perputaran uang sebesar Rp. 1.648.320.000 perbulan. Angka statistik ini meningkat menjadi 886 buah Bank Sampah berjalan sesuai data bulan Mei 2012, dengan penabung sebanyak 84.623 orang dan jumlah sampah yang terkelola sebesar 2.001.788 kg/bulan serta
Universitas Sumatera Utara

menghasilkan uang sebesar Rp. 3.182.281.000 perbulan (Profil Bank Sampah: 2012).
Proses dalam bank sampah ini hampir sama dengan bank konvensional pada umumnya. Bedanya, jika bisanya masyarakat menabung uang dapatnya uang, maka melalui bank sampah masayarakat menabung sampah dapatnya uang. Inilah yang dilakukan pertama kali oleh Bank Sampah Gemah Ripah di Desa Badegan, Bantul, Yogyakarta, digagas oleh dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta Bambang Suwerda pada tahun 2008.
Dalam 4 tahun, keberadaan bank sampah yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup ini bertambah secara drastis menjadi sebanyak 477 unit dengan penghasilan Rp 1,7 miliar. Salah satunya ada di Kota Medan, yaitu Bank Sampah Mutiara yang berada di Jalan Pelajar Timur, Gang Kelapa, Lorong Gabe, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, yang diresmikan pada 12 Mei 2012 lalu. Selain memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat yang menabungkan sampahnya melalui bank sampah, keberadaan bank sampah ini juga diharapkan mampu mengurangi sekitar 10 persen sampah yang masuk ke TPA.
Beranjak dari pemamparan di atas penulis merasa perlu melakukan kajian secara akademis dalam hal kajian kesejahteraan. Untuk itu, penulis merasa tertarik untuk meneliti dampak dari pelaksanaan program ini terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang di tuangkan dalam tulisan yang berbentuk Skripsi dengan judul: “Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai Kota Medan”.
Universitas Sumatera Utara

1.2 Perumusan Masalah Menurut M. Nazir (1983 : 111) perumusan masalah merupakan langkah yang penting karena langkah ini akan menentukan kemana suatu penelitian diarahkan. Perumusan masalah perlu jelas dan tegas sehingga proses penelitian benar-benar tearah dan terfokus pada permasalahan yang jelas Berdasarkan dari uraian latar belakang, maka yang menjadi permasalahan adalah sebagai berikut: “Bagaimana Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan?”
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. 3.1 Tujuan Penelitian Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
1.3.2 Manfaat Penelitian Adapun yang menjadi manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Penelitian ini diharapakan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan khususnya terhadap studi masyarakat dan lingkungan yang membahas masalah keadaan sosial ekonomi masyarakat yang terjadi akbiat adanya program Bank Sampah dimana berkaitan erat dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dalam
Universitas Sumatera Utara

kaitannya dengan ilmu kesejahteraan sosial. Selain itu dapat memperluas wawasan serta mengembangkan ilmu pengetahuan terkhusus ilmu kesejahteraan sosial. 2. Penelitian ini di harapkan dapat menambah pengetahuhan bagi penulis sendiri. 3. Penelitan ini juga sebagai salah satu mata kuliah wajib guna memenuhi syarat menjadi sarjana sosial.

1.4 Sistematika Penulisan

Penulisan penelitian ini disajikan dalam enam bab dengan sistematika

sebagai berikut :

BAB I

: PENDAHULUAN

Berisi latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan

dan manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan uraian dan teori-teori yang berkaitan dengan masalah dan objek yang akan diteliti, kerangka pemikiran, definisi konsep dan definisi operasional.

BAB III

: METODE PENELITIAN Berisikan tentang tipe penelitian, lokasi penelitian, sumber informasi data (informan), teknik pengumpulan data serta teknik analisis data.

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini berisi tentang gambaran umum mengenai lokasi penelitian.

BAB V

: ANALISIS DATA Bab ini berisi tentang uraian data yang diperoleh dalam penelitian serta analisisnya.

BAB VI

: PENUTUP Berisikan kesimpulan dan saran atas penelitian yang telah dilakukan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Dampak Pengertian dampak menurut KBBI adalah benturan, pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Pengaruh adalah suatu keadaan dimana ada hubungan timbal balik atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi. (KBBI Online, 2013).
2.2 Pengertian Program Program adalah unsur pertama yang harus ada demi terciptanya suatu kegiatan. Di dalam program dibuat beberapa aspek, disebutkan bahwa di dalam setiap program dijelaskan mengenai: 1. Tujuan kegiatan yang akan dicapai. 2. Kegiatan yang diambil dalam mencapai tujuan. 3. Aturan yang harus dipegang dan prosedur yang harus dilalui. 4. Perkiraan anggaran yang dibutuhkan. 5. Strategi pelaksanaan.
Universitas Sumatera Utara

Melalui program maka segala bentuk rencana akan lebih terorganisir dan lebih mudah untuk diopersionalkan. Hal ini sesuai dengan pengertian program yang diuraikan.
“A programme is collection of interrelated project designed to harmonize and integrated various action an activities for achieving averral policy abjectives” (suatu program adalah kumpulan proyek-proyek yang berhubungan telah dirancang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang harmonis dan secara integraft untuk mencapai sasaran kebijaksanaan tersebut secara keseluruhan.
Menurut Charles O. Jones, pengertian program adalah cara yang disahkan untuk mencapai tujuan, beberapa karakteristik tertentu yang dapat membantu seseorang untuk mengindentifikasi suatu aktivitas sebagai program atau tidak yaitu:
1. Program cenderung membutuhkan staf, misalnya untuk melaksanakan atau sebagai pelaku program.
2. Program biasanya memiliki anggaran tersendiri, program kadang biasanya juga diidentifikasikan melalui anggaran.
3. Program memiliki identitas sendiri, yang bila berjalan secara efektif dapat diakui oleh publik. Program terbaik didunia adalah program yang didasarkan pada model teoritis yang jelas, yakni: sebelum menentukan masalah sosial yang ingin diatasi dan memulai melakukan intervensi, maka sebelumnya harus ada pemikiran yang serius terhadap bagaimana dan mengapa masalah itu terjadi dan apa yang menjadi solusi terbaik (Jones, 1996:295).
Universitas Sumatera Utara

2.3 Bank “Perbankan adalah segala sesuatu yang mencakup tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya” (Thomas Suyanto, 2001:152). Prof G.M. Verryn Stuart dalam bukunya Bank Politik, bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau uang yang diperoleh dari orang lain, maupun dengan jalan mengedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral (Thomas Suyanto, 2001:1). A.Abdurrachman dalam Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan menjelaskan bahwa, bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha-usaha perusahaan, dan lain-lain (Thomas Suyanto, 2001:1). Menurut Undang-Undang RI No.14/1967 Pasal 1 tentang pokok-pokok Perbankan, “bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang”. Bank berdasarkan pasal 1 Undang-Undang RI No.10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang–Undang RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, “ bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
Universitas Sumatera Utara

menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.”
Berdasarkan Undang-Undang No.14/1967 terdapat 3 jenis bank (Thomas Suyatno, 2001:17-20) yaitu:
a. Dilihat dari segi fungsinya terdiri dari: 1. Bank Sentral atau Bank Indonesia 2. Bank Umum ialah bank yang dalam pengumpulan dananya menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dalam usahanya memberikan kredit jangka pendek. 3. Bank Tabungan ialah bank yang dalam pengumpulan dananya menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan dalam usahanya terutama memperbungakan dananya dalam surat berharga. 4. Bank Pembangunan ialah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang, serta dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka menengah dan panjang. 5. Bank Desa ialah bank yang menerima simpanan dalam bentuk uang dan natura (padi, jagung dan sebagainya) dan dalam usaha memberikan kredit jangka pendek dalam bentuk uang maupun natura kepada sector pertanian dan pedesaan.
b. Dilihat dari segi kepemilikannya terdiri dari : 1. Bank-Bank Milik Negara terdiri dari:
Universitas Sumatera Utara

(a) Bank Sentral atau Bank Indonesia yang didirikan dengan Undang Undang No 13/1968.
(b) Bank Umum Milik Negara, seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia’46, Bank Ekspor Impor, Bank Dagang Negara.
(c) Bank Tabungan Negara (BTN) (d) Bank Pembangunan Indonesia 2. Bank Milik Pemerintah Daerah, adalah bank-bank pembangunan daerah yang terdapat pada daerah tingkat I atau propinsi, seperti Bank Pembangunan Daerah DIY (Bank BPD DIY). 3. Bank–Bank Milik Swasta terdiri dari: (a) Bank Milik Swasta Nasional berbentuk Bank Umum Swasta,
Bank Tabungan Swasta, Bank Pembangunan Swasta. Beberapa bank swasta nasional telah ditetapkan sebagai bank devisa yaitu bank yang dapat melakukan transaksi valuta asing, seperti Bank Niaga, Panin Bank, dll. (b) Bank Milik Swasta Asing, seperti City Bank. (c) Kerjasama bank swasta asing dengan swasta nasional, seperti Bank Perdagangan Indonesia (gabungan bank swasta Indonesia dan bank swasta Jepang). 4. Bank Koperasi, adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan-perkumpulan koperasi, seperti BUKOPIN. c. Dilihat dari segi penciptaan uang giral 1. Bank Sirkulasi atau Bank Sentral atau Bank Indonesia.
Universitas Sumatera Utara

2. Bank Umum yang dapat mencetak uang giral.
2.4 Pengelolaan Sampah Merujuk pada Undang-Undang RI No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang dimaksud dengan “sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat”. Menurut Agung Suprihatin (1999:6), penggolongkan sampah yaitu: a. Sampah Organik Sampah organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik.Termasuk sampah organik seperti sampah dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, daun. b. Sampah Anorganik Sampah anorganik berasal dari sumberdaya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi atau dari proses industri. Beberapa bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam jangka waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, kaleng.
Universitas Sumatera Utara

Pengelolaan Sampah menurut UU No 18 Tahun 2008 yaitu kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan:
a. Pembatasan timbunan sampah b. Daur ulang sampah c. Pemanfaatan sampah Sedangkan penanganan sampah meliputi kegiatan: a. Pemilahan dalam bentuk pengelompokkan dan pemisahan sampah sesuai
jenis, jumlah dan atau sifatnya. b. Pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah ke
tempat penampungan sementara atau tepat pengolahan sampah terpadu. c. Pengangkutan dalam bentuk ebawa sampah dari sumber dan atau dari
tempat penampungan sementara atau dari tempat penampungan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir.
2.5 Bank Sampah Bank sampah adalah tempat menabung sampah yang telah terpilah menurut jenis sampah, sampah yang ditabung pada bank sampah adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis. Cara kerja bank sampah pada umumnya hampir sama dengan bank lainnya, ada nasabah, pencatatan pembukuan dan manajemen pengelolaannya, apabila dalam bank yang biasa kita kenal yang disetorkan nasabah adalah uang akan tetapi dalam bank sampah yang disetorkan adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis, sedangkan pengelola bank sampah harus orang yang kreatif dan inovatif serta memiliki jiwa kewirausahaan agar
Universitas Sumatera Utara

dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Sistem kerja bank sampah pengelolaan sampahnya berbasis rumah tangga, dengan memberikan reward kepada yang berhasil memilah dan menyetorkan sejumlah sampah. Konsep bank sampah mengadopsi menajemen bank pada umumnya. Selain bisa sebagai sarana untuk melakukan gerakan penghijauan, pengelolaan sampah juga bisa menjadi sarana pendidikan gemar menabung untuk masyarakat dan anak-anak. Metode bank sampah juga berfungsi untuk memberdayakan masyarakat agar peduli terhadap kebersihan.
2.5.1. Lokasi Bank Sampah Tempat atau lokasi bank sampah dapat berupa lahan terbuka, gudang dan lahan-lahan kosong yang dapat menampung sampah dalam jumlah yang banyak.
2.5.2 Nasabah Bank Sampah Nasabah bank sampah adalah individu, komunitas/ kelompok yang berminat menabungkan sampahnya pada bank sampah. Individu biasanya perwakilan dari kepala keluarga yang mengumpulkan sampah rumah-tangga. Komunitas/ kelompok, adalah kumpulan sampah dari satu rukun tetangga (RT), atau sampah dari sekolah-sekolah dan perkantoran.
2.5.3 Manajemen Bank Sampah Cara menabung pada bank sampah adalah setiap nasabah mendaftarkan pada pengelola, pengelola akan mencatat nama nasabah dan setiap anggota akan
Universitas Sumatera Utara

diberi buku tabungan secara resmi. Bagi nasabah yang ingin menabung sampah, caranya cukup mudah, tinggal datang ke kantor bank sampah dengan membawa sampah, sampah yang akan ditabung harus sudah dipilah-pilah sesuai dengan jenisnya seperti kertas, plastik, botol, kaleng, besi, alumunium dan lainnya dimasukkan kekantong-kantong yang terpisah. Sampah yang akan ditabung harus dalam kondisi bersih dan kering. Petugas teller akan melakukan penimbangan, pencatatan, pelabelan dan memasukkan sampah pada tempat yang telah disediakan. Nasabah yang sudah menabung dapat mencairkan uangnya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati misalnya 3 bulan atau 5 bulan sekali dapat mengambil uangnya. Sedangkan jadwal menabung ditentukan oleh pengelola. Pencatatan dibuku tabungan akan menjadi patokan berapa uang yang sudah terkumpul oleh masing-masing nasabah, sedang pihak bank sampah memberikan harga berdasarkan harga pasaran dari pengepul sampah. Berbeda dengan bank pada umumnya menabung pada bank sampah tidak mendapat bunga. Untuk keperluan administrasi dan upah pekerja pengelola akan memotong tabungan nasabah sesuai dengan harga kesepakatan. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh bendahara.
2.5.4 Kebijakan Penanganan Program 3R Strategi nasional kebijakan penanganan sampah melalui program 3 R adalah : - Pengurangan sampah - Penanganan sampah - Pemanfaatan sampah
Universitas Sumatera Utara

- Peningkatan kapasitas pengelolaan - Pengembangan kerja sama Sedangkan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengatakan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga, terdiri dari pengurangan sampah sampah dan penanganan sampah. Pengurangan sampah yang dimaksud meliputi : - Pembatasan timbulan sampah - Daur ulang sampah - Pemanfaatan kembali sampah Dalam kegiatan penanganan sampah berbasis 3R mulai dari sumber tak lepas dari peran serta masyarakat sebagai penghasil sampah. Sumber sampah yang berasal dari masyarakat, sebaiknya dikelola oleh masyarakat yang bersangkutan agar mereka bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri, karena jika dikelola oleh pihak lain biasanya mereka kurang bertanggung jawab. Dalam pelaksanaan kegiatan penanganan sampah berbasis 3R tidak lepas dari peranserta masyarakat, untuk itu perlu adanya perubahan kebiasaan dan pola pikir masyarakat dalam menangani sampah. Aktivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat berupa kegiatan pemilahan dan composting untuk sampah organik dan daur ulang anorganik dilakukan oleh warga sejak dari rumah, yang bertujuan mengurangi sampah yang akan diangkut ke TPS dan TPA. Hasil yang ingin dicapai dalam pengelolaan sampah berbasis 3R adalah meningkatnya kesehatan lingkungan dan masyarakat, melindungi sumberdaya alam, melindungi fasilitas umum dan mengurangi volume sampah dan biaya pengangkutan.
Universitas Sumatera Utara

2.6 Peranan Bank Sampah Peranan Bank Sampah terdapat dalam teori pertukaran. “Teori pertukaran menekankan kepada sosiologi perilaku agar memusatkan perhatian pada hubungan antara pengaruh perilaku seorang aktor terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap aktor. Hubungan ini adalah dasar untuk pengkondisian operan atau proses belajar yang melalui perilaku disebabkan oleh konsekuensinya.”(Ritzer dan Douglas, 2007:356). Teori ini berkembang pada rewads and punishment. Bank sampah merupakan institusi lokal yang kekuasaannya tidak begitu besar. Bank Sampah tidak dapat melakukan punishment kepada masyarakat, sehingga Bank Sampah harus menggunakan sistem rewads. Proses penyadaran lingkungan melalui tabungan sampah yang dinilai dengan uang atau Rupiah merubah paradigma masyarakat tentang sampah. Sampah yang seharusnya dibuang menjadi bermanfaat.
2.7 Sosial Ekonomi
2.7.1 Pengertian Sosial Ekonomi Kondisi Sosial ekononomi adalah suatu keadaan atau kedudukan yang diatur secara sosial dan menetapkan seseorang dalam posisi tertentu dalam struktur masyarakat. Pemberian posisi ini disertai pula seperangkat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh si pembawa status. Tingkat sosial merupakan faktor non ekonomis seperti budaya, pendidikan, umur dan jenis kelamin, sedangkan tingklat ekonomi sepertik pendapatan, jenis pekerjaan, pendidikan dan investasi.
Universitas Sumatera Utara

Manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya baik moral maupun material. Kebutuhan pokok atau basic human needs dapat dijelaskan sebagai kebutuhan yang sangat penting guna kelangsungan hidup manusia. Abraham Maslow mengungkapkan kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan dasar fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan akan dihargai dan kebutuhan mengaktualisasikan diri.
Salah satu faktor yang penting untuk membangun masyarakat yang sejahtera adalah sebuah teori sosial ekonomi yang baik. Sepanjang sejarah, manusia terus mencari jawaban bagaimana sumberdaya di bumi ini yang dapat dipergunakan dan dibagikan dengan baik. Tambahan pula, masyarakat memerlukan suatu sistem pemerintahan yang dapat memenuhi semua kebutuhan anggotannya. Jawaban masyarakat atas keperluan itu menggambarkan nilai-nilai sosial ekonomi yang diikuti masyarakat pada saat itu.
Menurut Melly G. Tan bahwa kedudukan sosial ekonomi mencakup 3 (tiga) faktor yaitu pekerjaan, pendidikan, dan penghasilan. Pendapat diatas didukung oleh MaMahbud UI Hag dari Bank Dunia bersama dengan James Grant dari Overseas Development Council mengatakan bahwa kehidupan sosial ekonomi di titik beratkan pada pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan air yang sehatyang didukung oleh pekerjaan yang layak (Melly Dalam Susanto, 1984:120).
Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa status sosial ekonomi adalah kemampuan seseorang untuk mampu menempatkan diri dalam lingkungannya sehingga dapat menentukan sikap berdasarkan atas apa yang dimilikinya dan
Universitas Sumatera Utara

kemampuan mengenai keberhasilan menjalakan usaha dan berhasil mencukupinya.
2.7.2 Perekonomian Keluarga Untuk dapat mengetahui pengertian dari perekonomian keluarga, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu ekonomi dan apa itu keluarga. Kata “ekonomi” berasal dari bahasa latin oikonomia yang mengandung pengertian pengaturan rumah tangga. Rumah tangga disini mungkin kecil seperti sebuah keluarga, mungkin juga besar seperti negara. Pengaturan demikian bertujuan untuk mencapai kemakmuran. Pengertian Keluarga a) Menurut Departemen Kesehatan RI (1998) :
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. b) Menurut Salvicion dan Ara Celis (1989) :
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
Universitas Sumatera Utara

1. Unit terkecil dari masyarakat 2. Terdiri atas 2 orang atau lebih 3. Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah 4. Hidup dalam satu rumah tangga 5. Di bawah asuhan seseorang kepala rumah t

Dokumen yang terkait

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2013

8 123 143

Pengelolaan Bank Sampah Mutiara Dalam Menciptakan Kebersihan di Lingkungan Xviii Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2016

3 30 109

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2013

0 0 14

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2013

0 0 2

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2013

0 0 6

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2013

0 0 20

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2013

0 0 2

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah Di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2013

0 0 42

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan

0 1 26

DAMPAK PROGRAM BANK SAMPAH TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN BINJAI, KECAMATAN MEDAN DENAI, KOTA MEDAN

0 0 12

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3879 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1032 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 926 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 776 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1219 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 807 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1090 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1321 23