PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA NEGERI 2 GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TP 2012/2013

PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA
DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA
NEGERI 2 GADINGREJO KABUPATEN
PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN
2012/2013

(Skripsi)

Oleh:
RENI SETIAWATI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

ABSTRAK

PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA
DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA
NEGERI 2 GADINGREJO KABUPATEN
PRINGSEWU TP 2012/2013

Oleh
Reni Setiawati

Penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh karakteristik guru pendidikan
kewarganegaraan terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran pendidikan
kewarganegaraan di kelas XI SMA Negeri 2 Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
korelasional. Populasi daalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2
Gadingrejo Kabupaten Pringsewu TP 2012/2013.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara karakteristik guru
pendidikan kewarganegaraan terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran
pendidikan kewarganegaraan secara signifikan. Karena x2 hitung lebih besar dari
x2 tabel, yaitu 16,38% ≥ 9,49. Hal ini berarti semakin baik karakteristik guru
pendidikan kewarganegaraan makasemakin tinggi sikap siswa dalam proses
pembelajaraan pendidikaan kewarganegaraan.
Kata Kunci: Karakteristik guru pendidikan kewarganegaraan dan sikap siswa

PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA
DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA
NEGERI 2 GADINGREJO KABUPATEN
PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN
2012/2013

Oleh:
RENI SETIAWATI
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi PPKN
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

Judul Skripsi

: PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA
DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA NEGERI 2
GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN
PELAJARAN 2012/2013

Nama Mahasiswa

: Reni Setiawati

No. Pokok Mahasiswa

: 0913032015

Jurusan

: Pendidikan IPS

Program Studi

: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI
1. Komisi Pembimbing

Pembimbing I,

Pembimbing II,

Drs. Holilulloh, M.Si.
NIP 19610711 198703 1 003

Yunisca Nurmalisa, S.Pd, M.Pd.
NIP 19870602 200812 2 001
2. Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan IPS,

Ketua Program Studi PPKn,

Drs. Buchori Asyik, M.Si.
NIP 19560108 198503 1 002

Drs. Holilulloh, M.Si.
NIP 19610711 198703 1 003

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua

: Drs. Holilulloh, M.Si.

.…………..……

Sekretaris

: Yunisca Nurmalisa, S.Pd, M.Pd.

…..…………......

Penguji
Bukan Pembimbing : Dr. Irawan Suntoro, M.S.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si.
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 19 Februari 2013

……………….…

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, adalah:

Nama
NPM
Prodi/ Jurusan
Fakultas
Alamat

: Reni Setiawati
: 0913032015
: PPKn/ Pendidikan IPS
: Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung
: Mujidadi Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran

Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis
naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Bandar Lampung,

Reni Setiawati
NPM 0913032015

yang pernah
tinggi, dan
yang pernah
diacu dalam

Februari 2013

RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Desa Mujidadi Timur Kecamatan
Gedongtataan Kabupaten Pesawaran pada tanggal 2 Apil
1991 yang merupakan anak ketujuh dari tujuh bersaudara
pasangan Alm. Bapak Sukir dan Ibu Samsi.

Pendidikan formal yang pernah ditempuh, Sekolah Dasar di SD Negeri 2 Cipadang
Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran yang diselesaikan pada tahun 2003
berijazah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Gedongtataan
Kabupaten Pesawaran diselesaikan pada tahun 2006 berijazah, Sekolah Menengah
Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Gadingrejo Kabupaten Pringsewu yang di selesaikan
pada tahun 2009 berijazah.

Pada tahun 2009, diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung pada Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi
Pendidikan Kewarganegaraan melalui jalur PKAB. Dan melalui skripsi ini peneliti
akan segera menamatkan pendidikannya pada jenjang S1.

Persembahan
Dengan mengucap Syukur kepada Allah SWT
dan dengan segala kutulusan serta kerendahan hati,
kupersembahkan karya sederhana ini sebagai
Ungkapan bakti dan setiaku kepada:
Alm. Ayahanda dan Ibunda tercinta dengan seluas kesabaran
hati dan kasih sayangnya yang selalu menerangi hidupku dan
senantiasa mendoakanku dalam setiap sujudnya.
Ayunda tersayang: Suparti, Marinah, Yati Liana, Rita S,
Endang Asiati, Sri Lestari yang selalu memberi semangat
dengan dukungan dan Doa-nya.
Seluruh Keluarga besarku yang telah menantikan dan
mendoakan keberhasilanku.
Serta Almamater yang ku banggakan Universitas Lampung.

Motto
Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka
gagal untuk merancang
(karo cyber)
Seseorang yang tdak pernah membuat kesalahan
adalah dia yang tidak penah mencoba sesuatu
yang baru
( Albert Einstein)
Keberhasilan adalah milik mereka yang berusaha
dan bisa mengatasi masalah-masalah yang
terjadi
(Penulis)

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayahnya-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh
Karakteristik Guru Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Sikap Siswa
Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas XI SMA
Negeri 2 Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana
Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Di dalam penulisan ini, penulis banyak menghadapi kesulitan hingga menuju
tahap penyelesaian. Berkat bimbingan, saran serta bantuan baik moral maupun
spiritual serta arahan dan motivasi dari berbagai pihak, segala kesulitan dapat
terlewati dengan baik. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada
Bapak Drs. Holilulloh, M.Si selaku Ketua Program Studi PPKn sekaligus
Pembimbing I, Ibu Yunisca Nurmalisa, S.Pd, M.Pd selaku Pembimbing II, Bapak
Dr. Irawan Suntoro, M.S. selaku Pembahas I, bapak M. Mona Adha, M.Pd. selaku
Pembahas II,

terima kasih atas pengarahan dan bimbingan kepada penulis.

Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada :
1. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

2. Bapak Dr. M. Thoha B.S. Jaya, M.S. selaku Pembantu Dekan I Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
3. Bapak Drs. Arwin Achmad, M.Si. selaku Pembantu Dekan II Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
4. Bapak Drs. Hi. Iskandar Syah, M.H. selaku Pembantu Dekan III Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
5. Bapak Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung.
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung, khususnya Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.
7. Bapak kepala sekolah SMA Negeri 2 GadingrejoKabupaten Pringsewu
yang telah memberi izin penelitian dan atas segala bantuan yang diberikan
kepada penulis.
8. Teristimewa untuk kedua orang tuaku tercinta, Ibu Samsi dan Alm.Bapak
Sukir yang selalu bekerja keras untuk keberhasilanku dan senantiasa
memberikan doa dan semangat, serta selalu menanti keberhasilanku.
9. Kakak-kakaku, Suparti, Marinah, Yati Liana, Rita S, Endang Asiati, dan
Sri Lestari yang kusayangi.
10. Keluarga besarku yang selalu menantikan keberhasilanku
11. Kak Sus yang selalu membantuku dalam menyelesaikan skripsi
12. Sahabatku: Ranti Febriani, Evi Ari Widiawati, Meirindi, Azkia Maysari
yang selalu memberikan dukungan dan dorongan untuk meyelesaikan
skripsi ini .

13. Rekan-rekan seperjuangan: Deri Ciciria, Mulyati, Citra Abdi Negari, Evi
Novia yang selalu memberikan doa serta motivasi kepada peneliti dalam
menyelesaikan skripsi ini.
14. Teman-teman kostn Pondok Ratu, Mutmainah, Siti Rohana, Eva Susanti
yang selalu memberikan semangat serta canda tawa dalam kebersamaan
selama ini untuk meraih kesuksesan.
15. Teman-teman PKn angkatan 2009 yang tidak dapat peneliti sebutkan satu
persatu, terimakasih untuk kebersamaan kita selama ini, yang menjadikan
hari-hari lebih berwarna.
16. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah
banyak membantu sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi
penulis berharap semoga skripsi yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat
bagi kita semua. Amin.
Bandar Lampung,
Penulis

Reni Setiawati

Februari 2013

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ...................................................................................................
HALAMAN JUDUL ..................................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................
HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................
SURAT PERNYATAAN ............................................................................
RIWAYAT HIDUP .....................................................................................
PERSEMBAHAN........................................................................................
MOTO ..........................................................................................................
SANWACANA ............................................................................................
DAFTAR ISI ...............................................................................................
DAFTAR TABEL .....................................................................................
DAFTAR BAGAN .....................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................
I.

i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
ix
x
xi
xii
xiii

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..................................................................
B. Identifikasi Masalah ........................................................................
C. Pembatasan Masalah........................................................................
D. Perumusan Masalah.........................................................................
E. Tujuan Penelitian.............................................................................
F.
Kegunaan Penelitian ........................................................................
a. Kegunaan Teoritis.......................................................................
b. Kegunaan Praktis ........................................................................
G. Ruang Lingkup ................................................................................
a. Ruang Lingkup Ilmu.................................................................
b. Ruang Lingkup Subjek .............................................................
c. Ruang Lingkup Objek ..............................................................
d. Ruang Lingkup Tempat............................................................
e. Ruang Lingkup Waktu .............................................................

1
8
9
9
10
10
10
10
11
11
11
11
12
12

II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Deskripsi Teoritis .............................................................................
1.Pengertian Karakteristik Guru .......................................................
a. Pengertian karakter...................................................................
b. Pengertian Guru .......................................................................
c. Krakteristik Guru .....................................................................
d. Tanggung Jawab Guru .............................................................
e. Tugas Guru ..............................................................................
f. Kompetensi Guru .....................................................................
g. Peranan Guru............................................................................
2.Pendidikan Kewarganegaraan ........................................................
a. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan................................
b. Ruang Lingkup Pendidikan Kewarganegaraan........................
c. Objek Pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan ..................
d. Rumpun Keilmuan ...................................................................
3.Sikap siswa.....................................................................................
a. Pengertian Sikap Siswa ............................................................
B. Kerangka Pikir ..................................................................................
C. Hipotesis............................................................................................

13
13
13
16
18
19
22
23
27
29
29
32
33
34
34
34
38
41

III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian ..............................................................................
B. Langkah-langkah Penelitian………………………………………...
C. Populasi dan Sampel ..........................................................................
1. Populasi ..........................................................................................
2. Sampel............................................................................................
D. Variabel Penelitian .............................................................................
E. Definisi Konseptual dan Definisi Operasional ...................................
a. Definisi Konseptual........................................................................
b. Definisi Operasional ......................................................................
F. Pengukuran Variabel ..........................................................................
G. Teknik Pengumpulan Data .................................................................
1. Teknik Pokok .................................................................................
2. Teknik Penunjang...........................................................................
H. Uji Persyaratan Instrumen ..................................................................
1. Uji Validitas Angket ......................................................................
2. Uji Reliabilitas Angket...................................................................
I. Pelaksanaan Uji Coba Angket ............................................................
J. Teknik Analisis Data………………………………………………..

42
43
46
46
46
47
48
48
49
49
50
50
51
51
51
51
53
58

CI. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian...................................................
1. Sejarah Singkat SMA Negeri 2 Gadingrejo ..............................
2. Gambaran Umum SMA Negeri 2 Gadingrejo...........................
B. Deskripsi Data ....................................................................................
1. Pengumpulan Data.....................................................................
2. Penyajian Data...........................................................................

62
62
63
66
66
66

a. Penyajian Data Tentang Karakteristik Guru Pendidikan
Kewarganegaraan ................................................................
b. Penyajian Data Tentang Sikap Siswa dalam Proses
Pembelajaran PKn ...............................................................
C. Pengujian ............................................................................................
a. Pengujian Pengaruh ........................................................................
b. Pengujian Tingkat Keeratan Pengaruh ...........................................
D. Pembahasan ........................................................................................
CII.KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan………………………………………………………. ...
B. Saran ..................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

66
78
92
92
94
97
100
101

DAFTAR LAMPIRAN

1.

Surat Izin Pendahuluan .............................................................................. 104

2.

Surat Izin Penelitian ....................................................................................105

3.

Surat Keterangan Dari Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Gadingrejo............106

4.

Kisi-Kisi Angket ......................................................................................... 107

5.

Angket ........................................................................................................ 108

6.

Kunci Jawaban Angket .............................................................................. 113

7.

Tabel Distribusi Hasil Angket Pengaruh Karakteristik Guru Pendidikan
Kewarganegaraan Terhadap Sikap Siswa Dalam Proses Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas XI SMA Negeri 2 Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2012/2013.................................... 114

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

1. Diagram Kerangka Pikir .................................................... 40
2. Struktur Organisasi Sekolah................................................. 65

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

1. Sikap Siswa Pada Saat Proses Belajar Mengajar PKn di Kelas........... 5
2. Daftar Jumlah Sikap Siswa Yang Cenderung Menolak Pada Saat
Proses Pembelajaran Pkn ................................................................ .

6

3. Jumlah Populasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Gadingrejo ........

46

4. Jumlah Penyajian Sampel dalam Bentuk Tabel Pada Masing-masing Kelas
XI SMA N 2 Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran
2012/2013………………………………………………………………47
5. Distribusi Hasil Uji Coba Angket Dari 10 Orang Responden Di Luar
Sampel Untuk Item Soal Kelompok Ganjil (X).............................. .... 54
6. Distribusi Hasil Uji Coba Angket Dari 10 Orang Responden
Di Luar Sampel Untuk Item Soal Kelompok Genap (Y) ...............

55

7. Distribusi Antara Item Soal Kelompok Ganjil (X) dan Item Soal
Kelompok Genap (Y)......................................................................

56

8. Hasil Sebaran Angket Penelitian Guru yang Memiliki
Keahlian .........................................................................................

67

9. Distribusi Frekuensi tentang Guru yang Memiliki Keahlian ..........
10. Hasil Sebaran Angket Penelitian Guru yang Memiliki
Sifat Kesejawatan............................................................................
11. Distribusi Frekuensi tentang Guru yang Memiliki Sifat
Kesejawatan ....................................................................................

68

71

12. Hasil Sebaran Angket Penelitian Guru yang Dapat Menjadi
Model Warga Negara yang Baik dan Cerdas ..................................

73

13. Distribusi Frekuensi tentang peran Guru yang Dapat Menjadi
Model Warga Negara yang Baik dan Cerdas ..................................

74

70

14. Hasil Sebaran Angket Penelitian Karakteristik Guru
Pendidikan Kewarganegaraan……………………………………... 76
15. Distribusi Frekuensi tentang Karakteristik Guru PKn ...................

77

16. Hasil Sebaran Angket Sikap Siswa dalam Menerima.....................

79

17. Distribusi Frekuensi Tentang Sikap Siswa dalam Menerima .........

80

18. Hasil Sebaran Angket Penelitian Angket Sikap Siswa dalam
Merespon.........................................................................................
19. Distribusi Frekuensi Tentang Sikap Siswa dalam Merespon..........

81
83

20. Hasil Sebaran Angket Sikap Siswa Dalam Menghargai .................

84

21. Distribusi Frekuensi Tentang Sikap Siswa Dalam Menghargai .....

86

22. Hasil Sebaran Angket Sikap Siswa Dalam Bertanggung Jawab.....

87

23. Distribusi Frekuensi Tentang Sikap Siswa Dalam
Bertanggung Jawab .........................................................................

88

24. Hasil Sebaran Angket Penelitian Sikap Siswa Dalam Proses
Pembelajaran………………………………………………………

89

25. Distribusi Frekuensi Tentang Sikap Siswa dalam Proses Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan .........................................................

91

26. Daftar jumlah responden mengenai karakteristik guru pendidikan
kewarganegaraan terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran
pendidikan kewarganegaraan di kelas XI SMA Negeri 2 Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu tahun pelajaran 2012/2013..........................

92

27. Daftar kontungensi jumlah responden mengenai pengaruh
karakteristik guru pendidikan kewarganegaraan terhadap sikap siswa
dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di kelas
XI SMA Negeri 2 Gadingrejo Kabupaten Pringsewu tahun pelajaran
2012/2013........................................................................................

93

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan di Indonesia merupakan inti utama dalam menunjang
pengembangan sumber daya manusia dan keberhasilan bangsa. Karena
pendidikan memiliki peran penting dalam pembentukan generasi muda
yang berkemampuan, cerdas, dan handal dalam pelaksanaan pembangunan
kehidupan bangsa. Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, Bab II Pasal 3 yakni :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi
warga negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan
bertanggung jawab.

Berdasarkan isi UU No. 20 Tahun 2002 di atas, dapat dipastikan bahwa
kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh keberhasilan pendidikan suatu
bangsa itu sendiri, baik dari pendidikan formal maupun pendidikan non
formal. Salah satunya adalah pendidikan formal atau sekolah. Sebagai
lembaga pendidikan formal, sekolah memberikan harapan kepada
masyarakat ditengah kegamangan terhadap lembaga pendidikan pada
umumnya, serta keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan

2

yang layak bagi anak-anaknya. Untuk mewujudkan keinginan masyarakat
agar memperoleh suatu pendidikan yang layak tersebut, pasti dibutuhkan
tenaga pendidik atau guru untuk menyampaikan atau memberikan
pendidikan tersebut.

Guru adalah orang yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan
siswa-siswinya. Pribadi susila yang cakap adalah yang diharapkan ada
pada diri setiap siswa. Tidak ada seorang gurupun yang mengharapkan
siswa siswinya menjadi sampah masyarakat. Untuk itulah guru dengan
penuh dedikasi dan loyalitas berusaha membimbing dan membina siswa
agar di masa mendatang menjadi orang yang berguna bagi nusa dan
bangsa.

Siswa lebih banyak menilai apa yang guru tampilkan dalam pergaulan di
sekolah dan di masyarakat dari pada apa yang guru katakan, tetapi baik
perkataan maupun apa yang guru tampilkan, keduanya menjadi penilaian
siswa. Jadi, apa yang guru katakan harus guru praktekkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Menurut Wens Tanlain dalam Syaiful Sagala (2009:13) sesungguhnya
guru yang bertanggung jawab memiliki beberapa sikap, yaitu:
1. Menerima dan mematuhi norma, nilai-nilai kemanusiaan
2. Memikul tugas mendidik dengan bebas, berani, gembira (tugas
bukan menjadi beban baginya)
3. Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatannya serta
akibat-akibat yang timbul (kata hati)
4. Menghargai oaring lain, termasuk anak didik
5. Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat, tidak sembrono, tidak singkat
akal)
6. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa

3

Berdasarkan pendapat Wens Tanlain dan kawan-kawan di atas, dapat
diketahui bahwa seorang guru harus bertanggung jawab atas segala sikap,
tingkah laku, dan perbuatannya dalam rangka membina jiwa dan watak
siswa. Dengan demikian, tanggung jawab guru adalah untuk membentuk
siswa agar menjadi orang bersusila yang cakap, berguna bagi agama, nusa,
dan bangsa di masa yang akan datang.
Setiap guru mempunyai pribadi atau karakter masing-masing sesuai ciriciri pribadi yang mereka miliki. Ciri-ciri inilah yang membedakan seorang
guru dengan guru yang lainnya. Kepribadian sebenarnya adalah suatu
masalah yang abstrak, hanya dapat dilihat lewat penampilan, tindakan,
ucapan, cara berpakaian, dan dalam menghadapi setiap persoalan. Zakiah
Daradjat (1980:43) “mengatakan bahwa kepribadian yang sesungguhnya
adalah abstrak (ma’nawi), sukar dilihat atau diketahui secara nyata, yang
dapat diketahui adalah penampilan atau bekasnya dalam segala segi dan
aspek kehidupan”.
Karakteristik ataupun kepribadian merupakan keseluruhan dari individu
yang terdiri dari unsur psikis dan fisik. Dalam makna demikian, seluruh
sikap dan perbuatan seseorang merupakan suatu gambaran dari
kepribadian orang itu, asal dilakukan secara sadar. Dan perbuatan yang
baik sering dikatakan seseorang itu mempunyai kepribadian yang baik atau
berakhlak mulia. Sebaliknya, bila seorang melakukan perbuatan yang tidak
baik menurut pandangan masyarakat, maka dikatakan bahwa orang itu
tidak mempunyai kepibadian yang baik dalam dirinya. Oleh sebab itu,
masalah kepribadian ataupun karakteristik adalah suatu hal yang sangat

4

menentukan tinggi rendahnya kewibawaan seorang guru dalam pandangan
anak didik atau masyarakat. Dengan kata lain, baik tidaknya citra sesorang
ditentukan oleh karakteristik ataupun kepribadian yang dimilikinya. Lebih
lagi bagi seorang guru, masalah karakteristik merupakan faktor yang
menentukan terhadap keberhasilan melaksanakan tugas sebagai pendidik.
Kepribadian dapat menentukan apakah guru menjadi pendidik dan
pembina yang baik atau sebaliknya.
Seseorang yang berstatus guru tidak selamanya dapat menjaga wibawa dan
citra sebagai guru dimata siswanya dan masyarakat. Dalam kenyataannya
masih ada sebagian guru yang mencemarkan wibawa dan citra guru. Di
media massa (cetak maupun elektronik) sering diberitakan tentang oknumoknum guru yang melakukan suatu tindakan asusila, asocial, dan amoral.
Perbuatan itu tidak sepatutnya dilakukan oleh guru. Lebih fatal lagi
perbuatan yang tergolong tindak kriminal itu dilakukan terhadap siswanya
sendiri. Tidak ada seorangpun yang bisa menjadi guru yang baik dan
sejati, kecuali guru itu sendiri yang ingin menjadi bagian dari siswanya
dan mau memahami serta mendengarkan kata-katanya. Guru yang mau
memahami dan mendengarkan kesulitan belajar atau masalah lain yang
dihadapi siswanya, maka akan disenangi oleh siswanya karena sikapnya
tersebut. Sebaliknya, guru yang yang tidak mau mengerti atau memahami
kesulitan yang dihadapi oleh siswanya maka akan menghambat sikap
siswa dalam belajar.

5

Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari, dan sikap menetukan bagaimana
individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari dalam
kehidupan. Menurut Sunaryo (2004:200) Sikap terdiri dari berbagai
tingkatan yakni: menerima, merespon, menghargai dan bertanggungjawab.

Berdasarkan tingkatan sikap menurut Sunaryo di atas. Terdapat bukti
masih ada kecenderungan sikap siswa yang menolak pada saat proses
pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berlangsung di kelas. Bukti ini
didapat saat melakukan survey di SMA Negeri 2 Gadingrejo Kabupaten
Pringsewu. Berikut adalah tabel

sikap siswa pada saat proses belajar

mengajar dikelas, berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 2
Gadingrejo Pringsewu.
Tabel. 1

Sikap Siswa Pada Saat Proses Belajar Mengajar Pkn Di
Kelas

No.
Sikap
Menerima
1
2

Merespon

Sikap Siswa
• Tidak
memperhatikan
guru
saat
menjelaskan pelajaran di kelas
• Tidak memberikan jawaban saat guru
bertanya
• Tidak pernah berkomentar terhadap apa
yang didengarnya

• Tidak mengajak teman-teman yang lain
dalam forum diskusi
• Jika ada masalah dalam kelas, siswa yang
dianggap tidak tahu tidak diikutsertakan
Bertanggung jawab • Tidak mau bertanggung jawab atas tugas
4
yang diberikan guru
• Tidak mengerjakan pekerjaan rumah
Sumber: Hasil observasi atau pengamatan di kelas XI SMA N 2 Gadingrejo
3

Menghargai

6

Tabel. 2

Daftar Jumlah Sikap Siswa Yang Cenderung Menolak
Pada Saat Proses Pembelajaran Pkn
No Kelas
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Jumlah
Menerima Merespon Menghargai Bertanggung
jawab
XI
2
3
1
2
8
1
IPA 1
XI
2
3
2
2
9
2
IPA 2
XI
3
5
2
4
14
3
IPS 1
XI
2
4
2
3
11
4
IPA 2
Jumlah
9
15
7
11
42

Sumber: Hasil observasi data sikap siswa kelas XI SMA N 2 Gadingrejo
Berdasarkan tabel 1 dan 2 di atas menunjukkan adanya kecenderungan sikap
siswa yang menolak pada saat proses pembelajaran berlangsung dikelas.
Sikap siswa yang cenderung menolak dapat dilihat dari beberapa tingkatan
sikap syaitu; tidak menerima, tidak merespon, tidak menghargai dan tidak
bertanggung jawab. Sikap siswa yang cenderung menolak pada saat proses
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang paling banyakadalah
tingkatan sikap yang tidak merespon. Yakni berjumlah 15 siswa yang terdiri
dari 3 siswa kelas XI IPA I, 3 siswa kelas XI IPA 2, 5 siswa kelas XI IPS 1,
dan 4 siswa kelas XI IPS 2. Sedangkan sikap siswa yang cenderung
menolak yang paling sedikit adalah tingkatan sikap tidak menghargai yakni
berjumlah 7 orang siswa. Yang terdiri dari 1 siswa kelas XI IPA 1, 2 siswa
kelas XI IPA 2, 2 siswa kelas XI IPS 1, dan 2 siswa kelas XI IPS 2. Adapun
tingkatan

sikap

yang

tidak

menerima

dikarenakan

siswa

tidak

memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran dikelas. Sedangkan
sikap siswa yang tidak merespon dikarenakan siswa tidak mampu

7

memberikan jawaban saat guru bertanya dan siswa tidak pernah
berkomentar terhadap apa yang didengarnya.
Selanjutnya, untuk tingkatan sikap siswa yang tidak menghargai
dikarenakan siswa tidak mengajak teman-teman yang lain dalam forum
diskusi dan apabila ada masalah di dalam kelas, siswa yang dianggap tidak
tahu tidak diikutsertakan. Begitu pun halnya dengan tingkatan sikap siswa
yang

tidak

bertanggungjawab

dikarenakan

siswa

tidak

mau

bertanggungjawab atas tugas yang diberikan guru dan siswa tidak
mengerjakan pekerjaan rumah (PR)nya.
Sikap siswa yang cenderung menolak pada saat proses pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan diduga berkaitan dengan faktor karakteristik
guru atau pun kepribadian guru pendidikan kewaeganegaraan pada saat
mengajar dikelas, faktor dari siswa dan sekolah yang menyebabkan sikap
siswa cenderung menolak. Faktor dari guru seperti pembuatan materi
pembelajaran dan proses belajar mengajar kurang bervariasi sehingga
kesannya membosankan akan berpengaruh pada sikap siswa, penggunaan
media pembelajaran yang kurang tepat membuat siswa tidak fokus pada
media tersebut dan apa yang sedang diberikan guru, pemilihan metode
mengajar yang kurang tepat akan menyebabkan sikap siswa tidak
memperhatikan pembelajaran. Kemudian faktor dari siswa seperti tidak ada
semangat dari dalam diri siswa itu sendiri untk menjadi yang terbaik,
kurangnya motivasi atau dorongan bagi siswa baik dari guru, orang tua
maupun teman-temannya, kurangnya komunikasi yang terjalin akrab antara
siswa dan guru. Selanjutnya faktor dari sekolah, sekolah harus memberikan

8

sarana dan prasarana yang lengkap agar proses belajar mengajar dapat
berjalan dengan baik sehingga maksimalisasi tujuan pembelajaran dapat
tercapai. Tetapi jika sarana dan prasarana yang diberikan sekolah tidak
lengkap maka akan menggagu proses belajar mengajar dan tujuan
pembelajaran tidak akan tercapai secara maksimal.
Berdasarkan bukti uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis
mengambil

judul

yaitu

Pengaruh

Karakteristik

Guru

Pendidikan

Kewarganegaraan Terhadap Sikap Siswa Dalam Proses Pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas XI di SMA Negeri 2 Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2012/2013.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan, maka identifikasi
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Faktor pembuatan materi pembelajaran berpengaruh pada sikap siswa.
2. Pengalaman guru yang baik berpengaruh pada sikap siswa di dalam
pembelajaran.
3. Keteladanan guru menjadi contoh yang baik bagi siswa.
4. Kecenderungan sikap siswa yang menolak pada saat proses
pembelajaran berlangsung di kelas berpengaruh pada maksimalisasi
tujuan pembelajaran.
5. Banyaknya siswa yang tidak fokus terhadap penjelasan guru pada saat
pembelajaran PKn di kelas.

9

6. Karakteristik yang dimiliki oleh guru PKn akan berpengaruh terhadap
sikap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
7. Karakteristik guru PKn yang baik akan memberikan pengaruh terhadap
tercapainya tujuan pembelajaran.
8. Setiap guru PKn harus memiliki karakteristik yang khas sehingga
berbeda dengan guru yang lain.
9. Sikap siswa masih rendah dalam mengikuti pelajaran pendidikan
kewarganegaraan

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi di atas agar penelitian ini tidak meluas
jangkauannya, maka penelitian ini permasalahannya akan dibatasi pada
masalah karakteristik guru pendidikan kewarganegaraan dan sikap siswa
dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah, maka yang menjadi rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah:
Apakah ada pengaruh karakteristik guru pendidikan kewarganegaraan
terhadap

sikap

siswa

dalam

proses

pembelajaran

pendidikan

kewarganegaraan di kelas XI SMA Negeri 2 Gadingrejo Kabupaten
Pringsewu tahun pelajaran 2012/2013?

10

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menjelaskan pengaruh karakteristik guru pendidikan
kewarganegaraan terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran
pendidikan kewarganegaraan di kelas XI SMA Negeri 2 Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu.

F. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teoritis
Penelitian ini berguna untuk menerapkan teori, konsep, prinsip dan
prosedur

dalam

ilmu

pendidikan

khususnya

pendidikan

kewarganegaraan pada kajian Pendidikan Nilai Moral Pancasila. Baik
di sekolah maupun di masyarakat dalam aspek prilku atau sikap yang
berkaitan dengan budi pekerti yang luhur, adat, budaya, dan nilai sosial
yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

2. Kegunaan Praktis
a. Bagi Guru
Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran untuk membentuk
sikap siswa menjadi warga negara yang baik.
b. Bagi Siswa
Untuk mengoptimalkan cara belajar siswa dan memahami
pentingnya sikap siswa pada saat proses belajar mengajar di kelas
dalam rangka menjadi generasi penerus bangsa yang berahklak

11

mulia, cerdas, cakap, kreatif serta menjadi warga Negara yang
baik.
c. Bagi Sekolah
Untuk memberikan dukungan kepada guru-guru bidang studi di
sekolah tentang pentingnya karakteristik guru guna membentuk
siakp siswa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

G. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini mencakup:

1. Ruang Lingkup Ilmu
Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan
khususnya pendidikan kewarganegaraan dalam kajian Pendidikan Nilai
Moral Pancasila.

2. Ruang Lingkup Subjek
Ruang lingkup subjek dalam penelitian ini adalah guru pendidikan
kewarganegaraan dan siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2012/2013.

3. Ruang Lingkup Objek
Ruang lingkup objek penelitian ini adalah karakteristik guru
pendidikan kewarganegaraan (x) dan sikap siswa dalam proses
pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (y).

12

4. Ruang Lingkup Tempat
Ruang lingkup tempat dalam penelitian ini adalah di SMA Negeri 2
Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

5. Ruang Lingkup Waktu
Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan surat izin penelitian yang
telah dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Kegeruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung sampai dengan selesai penelitian ini.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teoritis
1. Pengertian Karakteristik Guru
a. Pengertian Karakter
Istilah “karakter” sering kali diucapkan oleh banyak orang. Sering
terdengar orang mengatakan kata karakter untuk membedakan antara
orang yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dikarenakan karakter
setiap orang pasti berbeda-beda atau ciri-ciri yang dimiliki setiap orang
itu tidak sama.

Lebih jelasnya menurut Dani Setiawan dalam Agus dan Hamrin
(2012:41) kata “karakter” berasal dari kata dalam bahasa latin, yaitu
“kharakter”. Kata ini mulai banyak digunakan dalam bahasa Prancis
sebagai “charactere” pada abad ke-14. Ketika masuk ke dalam bahasa
Inggris, kata “caractere” ini berubah menjadi “character.” Selanjutnya
dalam bahasa Indonesia menjadi “karakter”.

Istilah karakter dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia mempunyai arti
sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan
seseorang dari yang lain, tabiat, watak.

14

Pengertian karakter diungkapkan oleh Thomas Lickona (1992:22),
“karakter merupakan sifat alami seseorang dalam merespon situasi secara
bermoral. Sifat alami itu dimanifestasikan dalam tindakan nyata melalui
tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati dan
menghargai orang lain”. Sedangkan KI Hadjar Dewantara (2011:25),
“memandang karakter sebagai watak atau budi pekerti”.

Penadapat lain dikemukakan oleh Suyanto dalam Agus dan Hamrin
(2012:43) “karakter adalah cara berpikir dan berprilaku yang menjadi ciri
khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkungan
keluarga, masyarakat, bangsa dan negara”. Kemudian menurut
Tadkiroatun Musfiroh dalam Agus dan Hamrin (2012:43) “karakter itu
mengacu pada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors),
motivasi (motivations), dan keterampilan (skills)”. Sedangkan menurut
Kemendiknas dalam Agus dan Hamrin (2012:44) “karakter adalah watak,
tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil
internalisasi berbagai kebajikan , yang diyakini dan digunakan sebagai
landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak”.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas mengenai karakter, dapat
disimpulkan bahwa karakter adalah sifat alami seseorang untuk merespon
situasi secara bermoral sesuai dengan sikap, ciri khas, tabiat, watak,
akhlak ataupun kepribadian yang terbentuk melalui internalisasi untuk
bekerjasama dan digunakan sebagai landasan untuk berfikir, bersikap dan
bertindak.

15

Ketika istilah karakter digunakan dalam lingkungan pekerjaan di sekolah,
dan ditujukan kepada seorang guru maka guru tersebut harus
menjalankan perannya atau tugasnya sebagai guru sesuai dengan karakter
yang baik. Dengan demikian siswa dapat menerima dan memahami apa
yang diberikan ataupun yang disampaikan oleh guru dengan baik pula.
Dimana dalam penelitian ini yang menjadi aktor utama dalam pendidikan
adalah seorang guru. Guru sebagai aktor utama dalam pendidikan harus
mempunyai karakter ataupun karaktersistik yang baik dalam dirinya.
Sehingga dalam melakukan suatu tindakan

guru harus melakukan

pertimbangan-pertimbangan terhadap apa yang telah menjadi tanggung
jawabnya sebagai seorang yang telah dipercaya untuk dapat mendidik
siswa

melalui

pendidikan

yang

berkualitas,

didukung

dengan

karakteristik yang dimilikinya. Sehingga pembelajaran tersebut dapat
tersampaikan dan diterima siswa dengan mudah. Karena proses
penyampaian

yang dilakukan guru mempunyai

ciri khas atau

karakteristik tersendiri akibatnya siswa mudah untuk memahami dan
menerima.

Karakteristik berasal dari kata karakter, yang berkaitan dengan keadaan
diri seseorang. Jadi karakteristik yang sebenarnya adalah ciri khas yang
dimiliki oleh setiap individu atau seseorang atau dengan kata lain
keseluruhan dari individu yang terdiri dari unsure psikis dan fisik.
Karakteristik harus dimiliki oleh sitiap guru. Karena guru mempunyai
tugas yang sangat penting dalam mendidik dan melatih siswanya dalam

16

mengembangkan sikap sesuai dengan nilai-nilai moral pancasila serta
mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah
maupun di lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

b. Pengertian Guru
Pengertian guru menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 pasal 1
ayat (1) menyebutkan bahwa: “Guru adalah pendidik profesional dengan
tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi, peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah”.
Syaiful Bahri Djamarah (2005:31) mengatakan bahwa: “guru adalah
orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik.”
Sedangkan menurut Thoifuri (2007:1) menyatakan: “guru atau pendidik
adalah orang yang mempunyai banyak ilmu, ingin mengamalkan dengan
sungguh-sungguh, toleran dan menjadikan peserta didiknya lebih baik
dalam segala hal”.
Pendapat lain mengenai guru menurut Muhammad AR dalam Agus
Wibowo (2012:62)” mengatakan bahwa guru adalah bukan orang yang
sembarangan, ia adalah manusia yang memiliki kualitas dalam hal ilmu
pengetahuan, moral, cinta, serta ketaatan kepada agama”.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa guru adalah
setiap orang yang berwenang dan bertanggung jawab yang memiliki
kualitas dalam hal ilmu pengetahuan tertentu yang mempunyai tugas

17

mengajar, mendidik, membimbing, membina dan ingin mengamalkan
ilmunya dengan sungguh-sungguh kepada anak didik baik di sekolah
maupun di luar sekolah. Gurulah yang berada di grada terdepan dalam
menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung
dengan para peserta didik di kelas melalui proses belajar mengajar. Di
tangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik
secara akademis, skill, kematangan emosional, dan moral spiritual.
Dengan demikian, akan dihasilkan generasi masa depan yang siap hidup
dengan tantangan zamannya. Oleh karena itu, diperlukan sosok guru
yang mempunyai kualifikasi, kopetensi, dan dedikasi yang tinggi dalam
menjalankan tugas profesionalnya.
Berdasarkan uraian mengenai karakteristik, guru di atas dapat
disimpulkan bahwa karakteristik guru adalah ciri-ciri khas yang dimilki
oleh seorang guru yang terdiri dari unsur psikis dan fisik dalam dirinya.
Yang dapat digunakan sebagai cara untuk menyampaikan pelajaran
kepada siswa dengan cara yang berbeda sesuai dengan krakteristik guru
yang dimilikinya. Sehingga mudah diterima dan dipahami oleh siswa.
Setiap guru harus menetapkan pada dirinya syarat-syarat apakah yang
harus dimiliki oleh guru yang baik, agar jelas baginya kearah manakah ia
harus membentuk dirinya. Kedudukan guru sebagai pendidik dan
pembimbing tidak bisa dilepaskan dari guru sebagai pribadi. Kepribdian
guru

sangat

mempengaruhi

peranannya

sebagai

pendidik

dan

pembimbing. Dia mendidik dan membimbing para siswa tidak hanya
dengan bahan yang ia sampaikan atau dengan metode-metode yang

18

digunakannya, tetapi dengan seluruh kepribadiaannya. Mendidik dan
membimbing tidak hanya terjadi dalam interaksi formal, tetapi juga
interaksi informal, tidak hanya diajarkan tetapi juga ditularkan. Pribadi
guru merupakan satu kesatuan antara sifat-sifat pribadinya, dan
peranannya sebagai pendidik, pengajar dan pembimbing.
c. Karakteristik guru
Sehubungan dengan prinsip peningkatan professional guru PKn, maka
dapat disebutkan karakteristik guru PKn menurut Depdiknas (2004:4)
sebagai berikut:
1. Guru, memiliki keahlian (expertise) yakni guru yang :
a. Menguasai pembelajaran materi PKn di sekolah.
b. Menguasai konsep keilmuan yang relevan dengan materi
pembelajaran PKn di sekolah.
c. Menguasai strategi pembelajaran PKn di sekolah.
d. Kontribusi (mampu berperan) terhadap tercapainya tujuan PKn
dan tujuan pendidikan nasional.
2. Guru yang memiliki sifat kolegialisme (kesejawatan) yaitu guru PKn
yang:
a. Mampu membagi ide (gagasan) yang baik untuk pengembangan
maupun untuk kepentingan praktek.
b. Berbagi pengalaman baik yang diperoleh dari pembelajaran di
sekolah maupun dari pengalaman mengikuti berbagai kegiatan di
luar sekolah

19

c. Bekerjasama dalam pengembangan ilmunya dan peningkatan
proses belajar mengajar.
d. Bersifat energi, yakni guru yang mampu membangun kekuatan
pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan, sumber daya
manusia dan masyarakat.
e. dapat membangun prakarsa dalam berbagai kegiatan di sekolah.
5. Guru yang dapat menjadi model warga negara yang baik dan cerdas,
yakni guru yang:

a. Mentaati seluruh peraturan yang berlaku baik tertulis maupun tidak
tertulis.

b. Bersifat taat asas, mematuhi peraturan yang berbuat sesuai dengan
ketentuan yang disepakati dalam setiap situasi/keadaan.

c. Dapat menjadi contoh sebagai warga negara bertanggung jawab.
d. Memiliki kesetia kawanan sebagai guru.
d, Tanggung Jawab Guru
Guru adalah orang yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan
anak didik. Menurut Wens Tanlain dalam Djamarah (2005:36) guru yang
bertanggungjawab memiliki beberapa sifat antara lain:
Menerima dan mematuhi norma, nilai-nilai kemanusiaan, memiliki
tugas mendidik dengan bebas, berani, gembira, sadar akan nilainilai yang berkaitan dengan perbuatannya, menghargai anak didik,
bijaksana dan hati-hati serta takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Jadi guru harus bertanggung jawab atas segala sikap, tingkah laku
dan perbuatannya dalam kerangka membina jiwa dan watak anak
didik.

20

Berdasarkan peranan profesional guru modern, Oemar Hamalik
(2010:43-58) mengatakan bahwa hal itu menambah tanggung jawab guru
menjadi lebih besar. Tanggung jawab tersebut antara lain adalah:
1) Guru harus Menuntut Siswa untuk Belajar
Tanggung jawab guru yang terpenting adalah merencanakan dan
menuntut siswa melakukan kegiatan-kegiatan belajar guna mencapai
pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Guru harus
membimbing

siswa

agar

pemahaman,

perkembangan

mereka
berbagai

memperoleh

keterampilan,

kemampuan,

kebiasaan-

kebiasaan yang baik dan perkembangan sikap yang serasi.
2) Turut Serta Membina Kurikulum Sekolah
Sesungguhnya guru merupakan seorang key person yang paling
mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat
perkembangan siswa, oleh karena itu sewajarnya apabila guru turut
aktif dalam pembinaan kurikulum di sekolah. Untuk mengubah
kurikulum jelas tidak mungkin, tetapi dalam rangka membuat dan
memperbaiki

proyek-proyek

pelaksanaan

kurikulum

yang

berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab guru tentu sangat
diperlukan.
3) Melakukan pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian, watak dan
jasmaniah)
Mempompakan pengetahuan kepada siswa bukanlah pekerjaan sulit,
tetapi membina siswa agar menjadi manusia yang berwatak
(berkarakter) sudah dapat dipastikan bukan pekerjaan mudah.

21

Mengembangkan karakter dan kepribadian siswa, sehingga mereka
memiliki kebiasaan, sikap, cita-cita, berpikir dan berbuat, berani dan
bertanggung jawab, ramah dan mau bekerja sama, bertindak atas dasar
nilai-nilai moral yang tinggi, semuanya menjadi tanggung jawab guru.
4) Memberikan Bimbingan kepada Siswa
Siswa perlu dibimbing agar mereka mampu mengenal dirinya sendiri,
memecahkan masalahnya sendiri, mampu menghadapi kenyataan dan
memiliki stamina emosional yang baik. Oleh karena itu, guru harus
memahami

tentang

masalah

bimbingan

belajar,

bimbingan

pendidikan, bimbingan pribadi dan terampil dalam memberikan
penyuluhan dengan tepat.
5) Melakukan Diagnosis atas Kesulitan Belajar dan Mengadakan
Penilaian atas Kemajuan Belajar
Guru bertanggung jawab menyesuaikan situasi belajar dengan minat,
latar belakang dan kematangan siswa, juga bertanggung jawab
mengadakan evalusi terhadap hasil belajar dan kemajuan belajar serta
melakukan diagnosis terhadap kesulitan dan kebutuhan siswa, oleh
karena itu guru harus mampu menyusun tes yang obyektif,
mnggunakannya secara inteligen, melakukan observasi secara kritis
serta melakukan usaha-usaha perbaikan.
6) Menyelenggarakan Penelitian
Sebagai seorang yang bergerak dalam bidang keilmuan, maka seorang
guru harus senantiasa memperbaiki cara kerjanya, tidak cukup sekedar
melaksanakan pekerjaan rutin saja, melainkan harus juga berusaha

22

menghimpun banyak data melalui penelitian yang kontinu dan
intensif.
7) Mengenal Masyarakat dan Ikut Serta Aktif
Guru sebaiknya turut aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada dalam
masyarakat, apabila hal itu dikerjakan maka guru akan mendapat
peluang yang baik untuk menjelaskan tentang keadaan sekolah kepada
masyarakat, sehingga dapat mendorong masyarakat untuk turut
memikirkan kemajuan pendidikan anak-anak mereka.
8) Menghayati, Mengamalkan dan Mengamankan Pancasila
Guru tidak mungkin mendidik siswa menjadi manusia yang
pancasilais,

jika

guru

tidak

memiliki

kepribadian

pancasila.

Kepribadian guru menjadi contoh atau model bagi siswa, bila sang
model tidak mampu menunjukkan dirinya maka peranannya sebagai
model akan lenyap. Agar guru dapat benar-benar menjadi model,
maka guru harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

e. Tugas Guru
Guru adalah figur seorang pemimpin dan sosok arsitekur yang dapat
membentuk jiwa dan watak anak didik. Salah satu tugas guru adalah
menyampaikan pengetahuan yang telah diyakini kebenarannya itu
sebagai wahana social dan edukatif guna menjamin kelangsungan hidup
masyarakat dan mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat
diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara.

23

Menurut Roestiyah dalam Syaiful Bahri Djamarah (2005:38-39)
menyebutkan tugas seorang guru sebagai pendidik di sekolah

Dokumen yang terkait

PENGARUH SIKAP DAN PERILAKU GURU TERHADAP MINAT SISWA MENURUT PERSEPSI SISWA DALAM MENGIKUTI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA BUDAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 8 88

PENGARUH SIKAP DAN PERILAKU GURU TERHADAP MINAT SISWA MENURUT PERSEPSI SISWA DALAM MENGIKUTI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA BUDAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 28 104

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS IV SD NEGERI 2 WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

1 16 46

PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA NEGERI 2 GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TP 2012/2013

2 27 84

PENGARUH KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS X SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK LAMPUNG TENGAH TP 2012/2013

1 11 80

PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

23 227 82

PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN FUNGSI MEDIA MASSA TERHADAP WAWASAN KEBANGSAAN PADA SISWA KELAS XI DI SMA KEMALA BHAYANGKARI KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 5 81

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KEBANGSAAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

1 32 77

PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN OLEH GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TP 2012/2013

0 8 56

PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN KELAS XI DI SMA NEGERI 1 BELALAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT

1 15 105

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

103 3198 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 805 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 716 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 466 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 618 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

54 1065 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

55 972 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 586 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 853 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 1060 23