Permainan Tradisional Pemain dalam Permainan Tradisional Sondahengklek Lapangan untuk Permainan Tradisional Sondahengklek

6 Saat ini, sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan, olah raga, drama, seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. Bermain merupakan aktivitas anak yang dilakukan dengan gerakan atau perbuatan tertentu untuk mendatangkan rasa puas, senang, dan gembira. Dimanapun ada anak, di situ ada permainan, sedang dunia anak tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bermain. Permainan merupakan kesibukan yang dipilih sendiri tanpa adanya unsur paksaan, tanpa didesak oleh rasa tanggungjawab. Permainan tidak mempunyai tujuan tertentu. Tujuan permainan terletak pada permainan itu sendiri dan dapat dicapai pada waktu bermain. Muslimah, 2004.

II.2. Permainan Tradisional

Permainan tradisional dapat diartikan sebagai satu kegiatan yang menyenangkan yang dilakukan menurut tradisi, sehingga menimbulkan rasa puas pada pelakunya Muhammad Zaini, 1988. Permainan tradisional adalah suatu jenis permainan yang ada pada satu daerah tertentu yang berdasarkan kepada kultur atau budaya daerah tersebut. Permainan tradisional biasanya dimainkan oleh orang-orang pada daerahnya tertentu dengan aturan dan konsep yang tradisional pada jaman dulu. Permainan tradisional kurang begitu dikenal oleh anak-anak pada jaman sekarang kebanyakan orang tua jaman dulu yang masih sangat tahu bagaimana memainkan permainan ini khususnya mengenang masa kecil mereka bermain permainan tradisional ini.

II.3. Permainan Tradisional Sondahengklek

Sondahengklek merupakan sebuah permainan yang biasa kita sebut Engklek oleh suku Jawa, cak engklek di Palembang, enge-enge di Manado adalah nama permainan yang umumnya dimainkan oleh anak perempuan dengan pola gambar berbentuk kotak-kotak berpalang dibuat di tanah. Setiap pemain memegang sepotong pecahan genteng atau batu 7 pipih, yang kemudian dilemparkan ke dalam kotak permainan. Pemain melompat-lompat dari kotak ke kotak berikutnya. Kotak yang berisi pecahan genting tidak boleh diinjak. Pemain dikatakan kalah jika menginjak garis kotak atau bagian luar kotak.

II.3.1. Sejarah Permainan Sondahengklek

Mungkin kita merasa bahwa permainan sondahengklek adalah permainan asli tradisional Indonesia, tapi faktanya bukan. Permainan ini berasal dari Roma, Itali. Permainan ini disebut permainan Hopscotch yang mempunyai arti Hop melompat atau lompat dan scotch garis-garis yang berada di dalam permainan tersebut. Awalnya di Roma permainan Sondahengklek Hopscotch ini digunakan untuk latihan perang para tentara Roma di daerah Great North Road Perjalanan untuk penjajah daerah dari glosgow, Skotlandia ke Inggris. Arena permainan dibuat lebih luas yaitu lebih dari 100 kaki 31 meter panjangnya. Permainan ini digunakan intuk melatih kecepatan, kekuatan dan stamina tentara Roma sambil membawa perlengkapan perang.

a. Penyebaran Permainan Sondahengklek

Penjajahan Roma bermula dari Negara Inggris dan Skotlandia. Mereka mengajarkan gaya hidup dan permainan Hopscotch kepada anak-anak Inggris dan Skotlandia. Hopschotch menyebar cepat ke segala penjuru ketika orang-orang Inggris dan Skotlandia pindah ke Amerika dan menetap di sana. Terlebih lagi tentara Roma memperluas Negara jajahannya hingga sampai ke Eropa. Hopscotch akhirnya menjadi permainan favorit di seluruh dunia termasuk Asia dan Alaska. Hingga anak-anak dari negara Belanda pun menggemari permainan Hopscotch yang dikarenakan berasal dari daerah Barat mulanya, menjadi dugaan sementara bahwa permainan Hopscotch diperkenalkan dan dibawa pertama kali ke negara Indonesia pada zaman kolonial Belanda Anonim, 2013. 8 Permainan tradisional sondahengklek yang dikenal di Indonesia ini diyakini mempunyai nama asli „Zondag Maandag’ yang merupakan bahasa Belanda. Sehingga berdasarkan sejarahnya, permainan tradisional sondahengklek ini masuk ke Indonesia melalui Belanda yang pada masa lalu menjajah Indonesia. Diyakini pada masa penjajahan inilah permainan tradisional sondahengklek dibawa masuk ke Indonesia oleh Belanda. Memang sampai dengan saat ini tidak ada bukti sejarah yang otentik yang dapat menyimpulkan mengenai sejarah permainan tradisional sondahengklek. Namun permainan tradisional sondahengklek ini sudah sangat populer di kalangan anak perempuan di Eropa pada masa perang dunia. Sedangkan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda banyak dijumpai anak-anak perempuan Belanda bermain permainan tradisional sondahengklek ini. Memang permainan ini lebih banyak dimainkan oleh anak perempuan, walaupun ternyata kemudian anak-anak lelaki pun banyak yang turut bermain permainan tradisional sondahengklek. Setelah Indonesia merdeka dari penjajahan, permainan tradisional sondahengklek tetap bertahan di Indonesia dan dikenal oleh anak-anak kecil di Indonesia. Begitupun dalam hal penyebarannya, semakin lama permainan tradisional sondahengklek semakin populer dan menyebar ke seluruh pelosok negeri ini.

II.3.2. Cara Bermain Permainan Tradisional Sondahengklek

a. Pemain dalam Permainan Tradisional Sondahengklek

Permainan tradisional sondah ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, dan jarang sekali permainan ini dimainkan oleh anak laki- laki ataupun anak remaja. Mungkin karena permainan tradisional ini lebih identik dengan perempuan. Permainan sonda bisa dimainkan hanya oleh 1 orang saja, bisa lebih dari 1 anak, tetapi bisa juga dimainkan secara beregu. Biasanya untuk permainan beregu akan dimainkan oleh 2 regu yang masing-masing terdiri dari beberapa anak. 9

b. Lapangan untuk Permainan Tradisional Sondahengklek

Untuk dapat memainkan permainan tradisional ini, para pemain harus memainkan sondahengklek di lapangan halaman. Permainan ini memang sebuah permainan outdoor atau permainan yang harus dilakukan di luar rumah. Permainan ini memerlukan sebuah pekarangan kecil yang datar dengan ukuran kurang lebih 3 - 4 m 2 , dapat dilakukan di atas tanah, ataupun di ubin. Lapangan atau arena sondahengklek biasanya berupa kotak- kotak atau persegi panjang dengan ukuran sekitar 30 - 60 m 2 . Untuk membuat lapangan, anak-anak biasanya menggunakan kapur tulis, pecahan genteng, arang atau apapun untuk menggambar lapangan sondahengklek Anonim, 2013. Gambar II.1 Macam-macam jenis arena sondahengklek sumber: http:sarwoono.blogspot.com201211engklekingkling-permainan- tradisional.html

c. Cara Bermain Permainan Tradisional Sondahengklek

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

111 3547 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 906 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 824 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 536 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 690 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1189 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

61 1092 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 697 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 970 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1184 23