Rekayasa sistem manajemen ahli dalam perencanaan produksi rantai pasok agroindustri karet spesifikasi teknis

REKAYASA SISTEM MANAJEMEN AHLI
DALAM PERENCANAAN PRODUKSI
RANTAI PASOK AGROINDUSTRI
KARET SPESIFIKASI TEKNIS

NOFI ERNI

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR

2012

PERNYATAAN MENGENAI DISERTASI DAN
SUMBER INFORMASI
Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi yang berjudul :

Rekayasa Sistem Manajemen Ahli Dalam Perencanaan Produksi Rantai
Pasok Agroindustri Karet Spesifikasi Teknis

adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan
dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang
berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari
penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di
bagian akhir disertasi ini.

Bogor, Januari 2012

Nofi Erni
NRP: F 361020011/TIP

ABSTRACT
NOFI ERNI.
A Design of Expert Management System in Production
Planning of Agroindustry Technically Specified Rubber. Under the direction
of M. SYAMSUL MA’ARIF, NASTITI S. INDRASTI, MACHFUD, and
SOEHARTO HONGGOKUSUMO.
Technically Specified Rubber (TSR) is the most important of natural
rubber type which has a higher demand growth of production and exported by
Indonesia. TSR is mostly used as raw material for tire industries, as the world’s
automotive industries grow up the demand for TSR is also rise up. The type of
TSR which Indonesia export the most is type SIR 20. This research driven by the
main problem in Indonesia’s TSR agroindustry which is the need of production
planning model for making decision on production plan that reduce ineficiency.
This model is needed to develop a balance between dynamic of demand and raw
material supplies and production capacity available. Research related to
production planning are commonly focused on production plan which is based on
company’s accepted demand instead of using an integrated approach as supply
chain management. This research is aimed to develop a production planning
model for supply chain TSR which is able to integrate the dynamic of market
demand, supply of raw material and production capacity available.This research
is an improvement of production planning model which the ability to adapt with
the dynamic of price and volume of demand forecasting and capacity available.
Model was designed in an expert management system (EMS), which was
integrated a decision making support system using analytic method, artificial
intelligence with an expert system through acquitision of expert knowledge. The
EMS on production planning as a result from modeling design was named as
Proplan-TSR20. The decision support system consist price and demand volume
forecasting model, raw material availability forecasting model, production
planning model, capacity availability model and supply chain performance
measurement model. The expert system was developed from knowledge is
acquired from expert of agroindustry practitioners and researchers using focus
group discussion. Data and information are related with supply chain TSR 20 on
agroindustry TSR are used to verify and validate the model. The advantages of
this EMS are this model is more dynamic and more adaptive in preparing
production planning on the changes in supplier and demand side. The limitation of
this model is that it has not been viewed as an aggregate plan of TSR and it does
not cover the material need planning which consider the inventory yet. The
forecasting model is not includes other factors yet such as climate effect,
competitor’s product price, and industry growth.
Keywords :Technically specified rubber, production planning, forecasting, expert
management system

RINGKASAN
NOFI ERNI.
Rekayasa Sistem Manajemen Ahli Dalam Perencanaan
Produksi Rantai Pasok Agroindustri Karet Spesifikasi Teknis. Dibawah
bimbingan M. SYAMSUL MA’ARIF, NASTITI S. INDRASTI, MACHFUD,
dan SOEHARTO HONGGOKUSUMO.

Agroindustri karet alam Indonesia merupakan penyumbang devisa kedua
terbesar setelah kelapa sawit dengan nilai ekspor mencapai 7, 32 miliar USD pada
tahun 2010 dengan volume ekspor 2.351.915 ton. Karet spesifikasi teknis
(Technically Specified Rubber, TSR) dalam perdagangan karet Indonesia dikenal
dengan skema Standar Indonesia Rubber (SIR), merupakan jenis karet alam
penyumbang ekspor terbesar dibanding jenis karet alam lainnya. Diantara total
ekspor SIR, karet alam jenis SIR 20 atau dalam perdagangan Internasional dikenal
dengan TSR 20 mencapai 2.165.148 ton atau 92% dari total ekspor karet alam.
Jenis karet SIR 20 adalah karet yang dihasilkan dari koagulum (bekuan) yang
berasal dari perkebunan karet yang banyak dibutuhkan sebagai bahan baku
industri hilir terutama industri ban.
Pertumbuhan industri otomotif dunia, menyebabkan peningkatan
kebutuhan industri ban terhadap TSR 20. Kondisi ini mendorong tingginya
permintaan terhadap TSR 20, sehingga harganya mendekati harga jenis karet high
grade seperti Ribbed Smoke Sheet jenis RSS 3. Tingginya permintaan dan harga
karet jenis TSR merupakan peluang untuk meningkatkan produktivitas
agroindustri karet spesifikasi teknis dalam mengelola rantai pasokan sehingga
mampu mengikuti perkembangan permintaan konsumen. Agroindustri karet
spesifikasi teknis sebagai pelaku utama yang memiliki sarana produksi untuk
mengolah koagulum menjadi TSR memiliki peran penting dalam mengelola
rantai pasok. Peningkatan produktivitas dalam memenuhi kapasitas terpasang
fasilitas produksi dengan mempertimbangkan kebutuhan bahan baku merupakan
faktor pendorong untuk mengembangkan suatu model pengambil keputusan.
Perencanan produksi sebagai salah satu aktivitas penting dalam
perencanaan level operasional, membutuhkan suatu pendekatan yang
memperhatikan berbagai unsur ketidakpastian dan kompleksitas di sepanjang
rantai pasok. Berbagai unsur ketidakpastian baik di sisi permintaan maupun
pasokan penting dipertimbangkan untuk menghasilkan rencana produksi yang
lebih tepat. Perencanaan produksi yang mengintegrasikan dinamika permintaan,
dinamika pasokan serta kapasitas produksi memiliki peluang untuk dikembangkan
dalam bentuk sistem pendukung keputusan yang adaptif dalam kegiatan
perencanaan dan pengendalian produksi.
Penelitian ini bertujuan untuk merekayasa model sistem pendukung
keputusan dengan memanfaatkan berbagai metode analitik dan metode kecerdasan
buatan serta akuisisi pengetahuan pakar menjadi sistem manajemen ahli
perencanaan produksi yang berguna untuk mengoptimalkan kinerja rantai pasok
agroindutri karet spesifikasi teknis. Model konseptual yang dibangun dengan
mengintegrasikan berbagai model dan sejumlah data serta pengetahuan pakar
selanjutnya dikembangkan menjadi program komputasi yang diberi nama
Proplan-TSR.

Rekayasa sistem manajemen ahli pada penelitian ini menggunakan basis
model yang mengintegrasikan secara simultan lima model yaitu model prakiraan
harga dan permintaan, model prakiraan ketersediaan bahan baku, model
perencanaan produksi, model ketersediaan kapasitas dan model pengukuran
kinerja rantai pasok. Metode kecerdasan buatan yang dipergunakan adalah
metode jaringan syaraf tiruan (JST) dan metode Fuzzy Inference System (FIS).
Penelitian dilakukan di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara, PT.
Perkebunan Nusantara VIII dan PT. Bakrie Sumatera Plantation Tbk.
Berdasarkan model prakiraan harga dan permintaan dengan menggunakan
data transaksi harian pada perdagangan TSR 20 di pasar komoditas Singapore
Commodity Exchange (SICOM) tahun 2010 dihasilkan nilai prakiraan harga dan
volume permintaan. Model ini menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST)
backpropagation dengan lima neuron input berbeda yaitu parameter harga
tertinggi, harga terendah, harga penutupan, volume pembukaan dan volume
penutupan. Keluaran dari model ini adalah prakiraan harga dan prakiraan volume
permintaan. Arsitektur JST terbaik diperoleh melalui simulasi, hasil rancangan
terbaik terdiri atas 5 neuron pada input layer¸ 15 neuron pada hidden layer, dan 2
neuron pada output layer dengan fungsi aktivasi sigmoid. Berdasarkan target yang
ditetapkan dalam pencapaian tingkat kesalahan Mean Square Error (1x 10-5 ) dan
jumlah epoch (5000) kali arsitektur ini digunakan untuk melakukan prakiraan
harga dan jumah permintaan untuk periode 16 minggu yang akan datang. Selisih
antara nilai tertinggi dan nilai terendah dari hasil prakiraan digunakan untuk
menyusun kategori tinggi, normal dan rendah dalam menentukan himpunan nilai
fuzzy pada model perencanaan produksi.
Model prakiraan ketersediaan bahan baku berguna untuk meprediksi
tingkat pasokan bahan baku dari kebun dan diolah dengan metode (JST)
backpropagation. Data historis pasokan bahan baku digunakan sebagai neuron
pada input layer. Hasil simulasi untuk mencapai target MSE sebesar 1x 10-5 dan
jumlah epoch (10.000 kali) menunjukkan arsitektur jaringan terbaik adalah
dengan12 neuron pada input layer, 60 neuron pada hidden layer serta 1 neuron
pada output layer menggunakan fungsi aktivasi sigmoid. Hasil prakiraan
ketersediaan bahan baku untuk 12 minggu berikutnya dikategorikan ke dalam
nilai tinggi, sedang dan rendah yang digunakan sebagai nilai input fuzzy pada
model perencanaan produksi.
Model perencanaan produksi dirancang menggunakan metode Fuzzy
Inference System (FIS), untuk memperoleh sejumlah aturan guna menyusun
rencana produksi bulan berikutnya. Hasil prakiraan harga, volume permintaan,
pasokan bahan baku merupakan input himpunnan fuzzy, sedang jumlah realisasi
produksi tahun sebelumnya digunakan untuk menentukan himpunan output fuzzy.
Himpunan output fuzzy jumlah produksi dikategorikan atas nilai tinggi, normal
dan rendah.
Berdasarkan 27 aturan yang disusun sebagai hasil wawancara
mendalam dengan pakar praktisi dan akademisi, menggunakan metode inferensi
Mamdani diperoleh keputusan jumlah produksi untuk periode bulan yang akan
datang pada rentang nilai tinggi sebesar 161 ton kering SIR 20. Keputusan
rencana produksi selanjutnya divalidasi untuk menentukan kebutuhan kapasitas
dengan model ketersediaan kapasitas.
Model untuk menentukan ketersediaan kapasitas diolah menggunakan
metode perencanaan kapasitas RCCP (Roughcut Capacity Planning) dengan

pendekatan CPOF (Capacity Planning Using Overall Factors). Validasi
kapasitas dilakukan untuk memastikan apakah rencana produksi dapat
direalisasikan oleh unit produksi berdasarkan ketersediaan kapasitas produksi
yang ada. Melalui hasil perbandingan kapasitas yang tersedia dan kapasitas yang
dibutuhkan dapat dijadikan dasar untuk melakukan penyesuaian pada rencana
produksi. Pada obyek kajian penelitian ini dengan berproduksi 1 shift/hari atau
setara dengan 7 jam/hari, menunjukkan bahwa kapasitas tersedia lebih besar
dibanding kapasitas dibutuhkan. Kapasitas tersedia lebih besar 21,54% dari yang
dibutuhkan artinya utilisasi penggunaan fasilitas produksi belum optimal. Jika
dibandingkan antara kapasitas mesin terpasang dan kapasitas terpakai, tingkat
utilisasi mesin sebesar 25% sehingga perlu upaya peningkatan jumlah produksi.
Untuk mengukur kinerja dari hasil perencanaan produksi diperlukan suatu
model pengukuran kinerja. Salah satu ukuran kinerja rantai pasok dalam model
SCOR, berkaitan dengan fleksibilitas sebagai ukuran kemampuan beradaptasi
dengan perubahan. Pada model ini metode penghitungan Bullwhip Effect (BE)
digunakan untuk mengukur kemampuan
pengambilan keputusan dalam
mengakomodir perubahan pada sisi permintaan, sisi produksi dan sisi pasokan ke
dalam rencana produksi. Nilai variansi antara rencana produksi dan realisasi
produksi menunjukkan kemampuan model untuk mengakomodasi dinamika
sebagai akibat perubahan pada sisi pasokan, sisi permintaan dan kemampuan
produksi. Nilai BE untuk pasokan bahan baku juga dihitung untuk mengukur
kinerja pasokan dari kebun ke pabrik.
Berdasarkan hasil validasi di lapangan menunjukkan, prakiraan
permintaan dan harga TSR 20 meningkat pada beberap periode prakiraan, namun
cenderung memiliki pola yang sama dengan periode yang lalu. Penggunaan
metode JST yang mengacu pada data time series belum memasukkan pengaruh
dari faktor lainnya. Hasil penyusunan rencana produksi berdasarkan basis aturan
yang diperoleh dari pakar menunjukkan, pasokan bahan baku merupakan faktor
penting dalam penyusunan rencana produksi. Hasil pemodelan menunjukkan
jumlah produksi SIR 20 berada pada level rendah untuk periode pertama yaitu
sebesar 101 ton kering. Berdasarkan jumlah produksi sebesar 101 ton kering
pabrik sebagai pengolah memiliki kapasitas tak terpakai mencapai 60% karena
kurangnya pasokan bahan baku. Kekurangan pasokan bahan baku dapat
diupayakan dengan melakukan pembelian dari perkebunan rakyat yang tidak
memiliki pabrik melalui suatu mekanisme contract supply yang saling
menguntungkan. Hasil pengukuran kinerja menunjukkan nilai amplifikasi yang
tidak jauh menyimpang (mendekati satu), yang berarti kinerja perusahaan dalam
perencanaan produksi dan perencanaan kebutuhan bahan baku cukup baik.
Implikasi teoritis yang berkaitan dengan teori maupun penelitian terdahulu
adalah 1) konfirmasi terhadap penelitian Tang (2006) dan Nakano (2009) untuk
melakukan integrasi dan kolaborasi dalam perencanaan produksi agroindustri, 2)
konfirmasi pernyataan Siler (2005) penerapan konsep fuzzy inference system dapat
digunakan dalam pengambilan keputusan pada kondisi yang dinamis, 3)
konfirmasi pendekatan MRP II yang banyak diterapkan di lingkungan manufaktur
dapat diterapkan pada agroindustri karet spesifikasi teknis, serta 4) konfirmasi
pengukuran kinerja teknis sebgai salah satu ukuran dalam pendekatan SCOR
dapat menggunakan penghitungan bullwhip effect.

Sistem manajemen ahli yang diberi nama Proplan-TSR20 ini dapat
dimanfaatkan oleh agroindustri karet spesifikasi untuk menyusun rencana
produksi dan melakukan penyesuaian terhadap rencana produksi sehingga lebih
adaptif terhadap dinamika permintaan, pasokan dan kemampuan produksi. Hasil
perancangan masih perlu dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor lain
yang menimbulkan unsur ketidakpastian dan dinamika dalam permintaan karet
spesifikasi teknis dan pasokan bahan baku dari perkebunan.
Kata kunci: karet spesifikasi teknis, sistem manajemen ahli, perencanaan
produksi, jaringan syaraf tiruan,fuzzy inference system, roughcut
capacity planning, bullwhip effect

© Hak Cipta milik IPB, tahun 2012
Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau
menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan,
penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau
tinjuan suatu masalah; dan pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar
IPB
Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis
dalam bentuk apapun tanpa izin IPB

REKAYASA SISTEM MANAJEMEN AHLI
DALAM PERENCANAAN PRODUKSI
RANTAI PASOK AGROINDUSTRI
KARET SPESIFIKASI TEKNIS

NOFI ERNI

Disertasi
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Doktor pada
Program Studi Teknologi Industri Pertanian

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012

Penguji luar komisi
Ujian Tertutup:
1. Dr. Ary Achyar Alfa, MSi
Pusat Penelitian Karet, Bogor
2. Dr. Eng. Taufik Djatna, STP, MSi
Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB,
Bogor.

Ujian Terbuka:
1. Dr. Ir. Uhendi Haris, MSi
Pusat Penelitian Karet, Bogor
2. Dr. Ir. Yandra Arkeman, MEng.
Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB,
Bogor.

Judul Disertasi :

REKAYASA SISTEM MANAJEMEN AHLI DALAM
PERENCANAAN PRODUKSI RANTAI PASOK
AGROINDUSTRI KARET SPESIFIKASI TEKNIS

Nama

:

Nofi Erni

NRP

:

F 361020011

Disetujui,
Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. M. Syamsul Ma’arif, MEng.
Ketua

Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti
Anggota

Dr. Ir. Machfud, MS.
Anggota

Dr. Soeharto Honggokusumo
Anggota

Diketahui,
Ketua Program Studi
Teknologi Industri Pertanian

Dr. Ir. Machfud, MS.

Tanggal Ujian :

Dekan Sekolah Pascasarjana

Dr. Ir. Dahrul Syah, MSc.Agr.

Tanggal Lulus :

KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat,
hidayah, karunia dan petunjukNya, sehingga disertasi ini dapat penulis selesaikan.
Keberhasilan penelitian ini tidak terlepas dari peran aktif komisi pembimbing
penulis. Oleh karena itu, ucapan terima kasih yang tidak terhingga penulis
persembahkan kepada Bapak Prof. Dr. Ir. M. Syamsul Ma’arif, MEng. sebagai
ketua komisi pembimbing dan kepada Ibu Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti, Dr.
Ir. Machfud, MS., Dr. Soeharto Honggokusumo masing-masing sebagai anggota
komisi pembimbing yang tulus dan ikhlas membimbing penulis mulai dari
penulisan proposal, penelitian dan penulisan hingga disertasi ini terwujud.
Penghargaan dan ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada
Rektor Institut Pertanian Bogor atas kesediaannya menerima penulis menjadi
mahasiswa pada program studi Teknologi Industri Pertanian Sekolah Pascasarjana
Institut Pertanian Bogor. Penghargaan dan ucapan terima kasih juga penulis
sampaikan kepada Dekan Sekolah Pascasarjana, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas
Teknologi Pertanian, Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian, dan
seluruh staf pengajar Sekolah Pascasarjana IPB khususnya Program Studi
Teknologi Industri Pertanian yang telah tulus dan ikhlas memberi ilmu
pengetahuan dan bimbingan serta berbagi pengalaman kepada penulis dengan
penuh tanggung jawab dan pengabdian.
Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang
telah memberikan bantuan pendidikan melalui proyek BPPS kepada penulis guna
kelancaran proses pendidikan. Kepada Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Arief
Kusuma AP. dan seluruh jajaran manajemen yang telah mengizinkan dan
memberikan dukungan kepada penulis untuk melanjutkan studi sembari
menyelesaikan tugas dan aktifitas di Universitas Esa Unggul.
Kepada Bapak M.I. Sobandi Argadipraja, Ibu Ully di PT Kharisma
Pemasaran Bersama Nusantara serta manajemen PT Perkebunan Nusantara VIII,
Bapak Bambang Aria Wisena, Bapak Masgar di PT Bakrie Sumatera Plantation
Tbk. yang telah banyak memberikan bantuan data dan sumbangan pengetahuan
untuk penyelesaian model penelitian, penulis ucapkan terima kasih dan
penghargaan atas bantuan yang telah diberikan kepada penulis selama
melaksanakan penelitian.
Terima kasih yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada Dr. Ary
Achyar Alfa dan Dr. Uhendi Haris di Pusat Penelitian Tanaman Karet yang telah
memberikan banyak pengetahuan tentang agroindustri karet. Kepada Ibu Rani dan
staf di Gapkindo penulis ucapkan terima kasih untuk dukungan dan bantuan data
untuk penulisan.
Kepada yang mulia Ayahanda H. Ahmad dan Ibunda Hj. Rosni serta Ibu
mertua Hj. Muthmainah, ananda persembahkan terima kasih atas segala bantuan
baik materiil maupun do’a restu, bimbingan, nasehat dan arahan yang tidak hentihentinya diberikan kepada penulis dalam menjalani ujian dan cobaan dalam
kehidupan.
Terima kasih dan penghargaan yang tidak terhingga, penulis
persembahkan kepada suami tercinta H. A. Khairul Umam SE dan anak-anakku

tersayang Fadli Aunurrofiq dan Dzaki Muhammad Roqieb atas kesabaran,
kesetiaan, pengorbanan dan iringan do’a yang tulus dan ikhlas dalam menyertai
setiap langkah penulis selama menempuh pendidikan.
Tidak lupa ucapan terima kasih kepada kakak-kakak dan adik-adik
penulis yang tanpa henti mendoakan dan memberikan dukungan untuk
menyelesaikan studi. Teman- teman seperjuangan dalam menyelesaikan studi
pada program S3 - TIP, Institut Pertanian Bogor atas bantuan dan dukungan
semangat untuk menyelesaikan studi di penghujung masa studi. Teman-teman di
Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul atas pengertian serta dukungannya yang
telah banyak membantu dalam penyelesaiaan disertasi ini.
Akhir kata, kepada semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat
disebutkan satu persatu dalam disertasi ini penulis ucapkan terima kasih, semoga
Allah SWT. memberi pahala berlimpah. Penulis berharap semoga disertasi ini
memberi manfaat bagi pihak yang memerlukan. Amin.
Bogor, Januari 2012
Nofi Erni

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 15 Nopember 1967, sebagai
anak keempat dari sembilan orang bersaudara dari pasangan H. Ahmad dan Hj.
Rosni. Penulis memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian pada Jurusan
Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Petanian
Bogor pada tahun 1991. Pendidikan Magister Manajemen pada Program
Pascasarjana Universitas Esa Unggul diperoleh pada tahun 2000. Pada tahun 2002
penulis melanjutkan pendidikan program Doktoral pada program studi Teknologi
Industri Pertanian sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dengan sponsor
biaya pendidikan proyek BPPS Dirjen Dikti Diknas RI Jakarta selama tiga tahun
dan tahun berikutnya dilanjutkan dengan biaya sendiri.
Penulis pernah bekerja di Bank Muamalat Indonesia dari tahun 1991
sampai 1994. Saat ini penulis bekerja sebagai staf pengajar pada jurusan Teknik
Industri Universitas Esa Unggul sejak tahun 1994 dengan jabatan fungsional
terakhir adalah Lektor. Selama mengikuti studi pada program S3 penulis
memangku jabatan sebagai Ketua Jurusan Teknik Industri hingga tahun 2006,
dan sejak tahun 2008 hingga sekarang memangku jabatan sebagai Kepala Pusat
Studi Teknik Industri, Universitas Esa Unggul. Penulis juga aktif pada organisasi
BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri)
Korwil Jakarta (2009-sekarang)
Penulis menghasilkan beberapa karya ilmiah, yang merupakan bagian dari
program S3, antara lain; 1) Rancangan Model Sistem Manajemen Ahli untuk
Perencanaan Produksi Karet Spesifikasi Teknis yang diterbitkan pada Jurnal
Inovisi , Teknik Industri Universitas Esa Unggul Volume 10, No.2 Edisi Oktober
2011, dan 2) Model Prakiraaan Harga dan Permintaan pada Rantai Pasok Karet
Spesifikasi Teknis yang akan diterbitkan pada Jurnal Teknik Industri –
Universitas Al Azhar Indonesia, Volume I No. 3 Edisi Maret 2012.

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ........................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................
1. PENDAHULUAN ................................................................................
1.1 Latar Belakang ................................................................................
1.2 Tujuan Penelitian ............................................................................
1.3 Ruang lingkup .................................................................................
1.4 Manfaat Penelitian ..........................................................................
2. TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................
2.1 Manajemen Rantai Pasok ................................................................
2.2 Pengukuran Kinerja Rantai Pasok ...................................................
2.3 Bullwhip Effect ...............................................................................
2.4 Perencanaan Produksi .....................................................................
2.5 Kapasitas Produksi ..........................................................................
2.6 Prakiraan (Forecasting) dan Pengelolaan Permintaan ....................
2.7 Pendekatan Sistem ..........................................................................
2.8 Sistem Manajemen Ahli ..................................................................
2.9 Sistem Kecerdasan Buatan ..............................................................
2.9.1 Sistem Fuzzy Logic ...............................................................
2.9.2 Jaringan Syaraf Tiruan ..........................................................
2.10 Posisi Penelitian .....................................................................
3. METODE PENELITIAN ......................................................................
3.1 Kerangka Pemikiran ........................................................................
3.2 Tahapan Penelitian ..........................................................................
3.3 Pengumpulan dan Teknik Pengolahan Data ...................................
3.4 Lokasi Penelitian ..............................................................................
4. ANALISIS SISTEM ..............................................................................
4.1 Kondisi Situasional .........................................................................
4.1.1 Agroindustri Karet Alam .......................................................
4.1.2 Karet Spesifikasi Teknis .......................................................
4.1.3 Bahan Baku dan Proses Produksi Karet Spesifikasi Teknis .
4.1.4 Sistem Rantai Pasokan Karet Spesifikasi Teknis ..................
4.2 Pendekatan Sistem ..........................................................................
4.2.1 Analisis Kebutuhan ...............................................................

xviii
xix
xxi
1
1
5
5
6
7
7
8
10
13
14
19
22
22
26
27
30
35
39
39
43
44
46
47
47
47
51
57
60
64
64

Halaman
4.2.2 Formulasi Permasalahan .......................................................
66
4.2.3 Identifikasi Sistem .................................................................
66
5. PEMODELAN SISTEM ........................................................................
69
5.1 Konfigurasi Model ..........................................................................
69
5.2 Kerangka Sistem .............................................................................
72
5.2.1 Sistem Manajemen Dialog ....................................................
72
5.2.2 Sistem Pengolahan Pusat ......................................................
72
5.2.3 Sistem Manajemen Basis Data ..............................................
72
5.2.4 Sistem Manajemen Basis Pengetahuan .................................
74
5.2.5 Mekanisme Inferensi .............................................................
75
5.2.6 Sistem Manajemen Basis Model ...........................................
75
5.3 Rekayasa Model ..............................................................................
76
5.3.1 Model Prakiraan Harga dan Permintaan ...............................
76
5.3.2 Model Prakiraan Ketersediaan Bahan Baku .........................
80
5.3.3 Model Perencanaan Produksi ................................................
82
5.3.4 Model Ketersediaan Kapasitas Produksi ...............................
86
5.3.5 Model Pengukuran Kinerja Rantai Pasok .............................
88
6. IMPLEMENTASI MODEL ..................................................................
91
6.1 Verifikasi Model .............................................................................
91
6.1.1 Prakiraan Harga dan Permintaan .........................................
92
6.1.2 Ketersediaan Bahan Baku ....................................................
100
6.1.3 Penyusunan Rencana Produksi ............................................
104
6.1.4 Ketersediaan Kapasitas Produksi .........................................
111
6.1.5 Pengukuran Kinerja Rantai Pasok .........................................
115
6.2 Validasi Model ................................................................................
119
6.3 Implikasi Model ..............................................................................
121
6.3.1 Implikasi Teoritis ..................................................................
122
6.3.2 Implikasi Manajerial .............................................................
123
6.4 Kelebihan dan Keterbatasan Model ................................................
125
7. KESIMPULAN DAN SARAN ..............................................................
127
7.1 Kesimpulan .....................................................................................
127
7.2 Saran ................................................................................................
128
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
129
LAMPIRAN .................................................................................................
141

DAFTAR TABEL

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Halaman
Model dan Teknik Pengolahan Data ....................................................
45
Ekspor Karet Alam Indonesia Tahun 2005 – 2010 ..............................
48
Skema Standard Indonesian Rubber (SIR) (SNI 06-1903-1990) .........
52
Ekspor TSR dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand ...........................
53
Harga Beberapa Jenis Karet Bulan Desember 2011 ............................
55
Jumlah Impor Karet Alam oleh Negara Pengimpor Utama .................
57
Analisis Kebutuhan Pelaku Utama Pengelolaan Rantai Pasok Karet
Spesifikasi Teknis ................................................................................
65
Himpunan Nilai Fuzzy untuk Data Input dan Data Output .................
83
Alternatif aturan Jika – Maka untuk FIS ..............................................
85
Pemilihan Arsitektur JST untuk Karet Spesifikasi Teknis ...................
93
Bobot dari Lapisan Input ke Lapisan Tersembunyi .............................
96
Bobot dari Lapisan Tersembunyi ke Lapisan Output ..........................
97
Hasil Pengujian Harga dan Volume Permintaan TSR 20 ....................
97
Hasil Prakiraan Harga dan Volume Permintaan TSR 20 .....................
98
Hasil Perhitungan Tingkat Akurasi Prakiraan Pasokan Bahan Baku ...
101
Hasil Prakiraan Pasokan Bahan Baku ..................................................
102
Representasi Kurva untuk Variabel Input dan Variabel Output ..........
105
Tahapan dan Waktu Proses Pembuatan SIR 20 ...................................
112
Perhitungan Kapasitas yang Dibutuhkan dengan Metode CPOF dari
bulan ke-1 sampai ke-12 ......................................................................
114
Perhitungan Nilai Bullwhip Effect Kinerja Produksi ..........................
117
Perhitungan Nilai Bullwhip Effect Kinerja Pasokan Bahan Baku .......
118

DAFTAR GAMBAR

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Halaman
Komponen Utama Proses Manajemen dalam SCOR Model ...............
9
Distorsi Informasi dari Hilir ke Hulu dalam Rantai Pasok 11 .............
11
Manufacturing Resources Planning, MRP II .......................................
14
Hubungan Aktifitas Perencanaan dan Pengendalian Produksi ............
15
Evolusi Manajemen Persediaan ...........................................................
21
Demand Management Process Model ..................................................
21
Konfigurasi Model Dasar Sistem Manajemen Ahli .............................
23
Tahap Pembentukan Sistem Pakar .......................................................
25
Fungsi Keanggotaan Linier Fuzzy Berbetuk Segitiga dan Trapesium..
28
Sistem Inferensi Logika Fuzzy .............................................................
29
Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation ............................
33
Kerangka Pemikiran Penelitian ............................................................
41
Keterkaitan Model Perencanaan Produksi Karet Spesifikasi Teknis ...
42
Diagram Alir Tahapan Penelitian .........................................................
44
Pohon Industri Karet ............................................................................
49
Ekspor Karet Alam Indonesia ..............................................................
50
Perkembangan Harga Karet, Minyak Mentah, dan Nilai Tukar
JPY/USD ..............................................................................................
51
Grafik Perbandingan Ekspor Karet Spesifikasi Teknis ........................
53
Ekspor Karet Alam Jenis SIR ..............................................................
54
Perkembangan Harga TSR 20 dan RSS3 di pasar Fisik dan Bursa
SICOM pada bulan Desember 2011 ....................................................
56
Perkembangan Jumlah Impor Negara Pengimpor Utama ....................
57
Proses Pengolahan Karet Spesifikasi Teknis .......................................
60
Rantai Pasok Karet Alam Pada PTPN VIII ..........................................
61
Grafik Jumlah Ekspor Karet Alam Produksi PTPN VIII .....................
63
Diagram Input-Output Karet Spesifikasi Teknis ..................................
67
Konfigurasi Sistem Manajemen Ahli Perencanaan Produksi ..............
70
Diagram Alir Model Sistem Manajemen Ahli Perencanaan Produksi
Rantai Pasok Karet Spesifikasi Teknis ................................................
71
Tahapan Perancangan JST Prakiraan Harga dan Volume Permintaan .
78
Perancangan Arsitektur JST untuk Prakiraan Ketersediaan Bahan
Baku .....................................................................................................
81
Tahapan Penentuan Rencana Produksi ................................................
82
Diagram Alir Penghitungan Kapasitas Tersedia ..................................
88

32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Halaman
Diagram Alir Penghitungan Kinerja Rantai asok ..................................
90
Tampilan Menu Prakiraan Harga dan Permintaan Karet Spesifikasi
Teknis (TSR 20) .....................................................................................
99
Pola Data Aktual, Data Pengujian, dan Prakiraan .................................. 103
Tampilan Menu untuk Prakiraan Pasokan Bahan Baku ......................... 103
Tampilan Parameter Input pada Fuzzy Inference System ...................... 108
Fungsi Keanggotaan dan Nilai Input untuk Prakiraan Harga ................ 108
Tampilan Hasil Input Output FIS untuk Jumlah Produksi ..................... 109
Dekomposisi Fungsi Implikasi ............................................................... 110
Perbandingan Antara Rencana dan Realisasi Produksi .......................... 117
Perbandingan Permintaan Bahan Baku dan Realisasi Pasokan Bahan
Baku ....................................................................................................... 119
Tampilan Depan Sistem Manajemen Ahli Proplan-TSR 90 .................. 121

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Realisasi Penjualan Ekspor Karet Alam Produksi PTPN Semester I
tahun 2009 ............................................................................................
Realisasi Penjualan Ekspor Karet Alam Produksi PTPN Semester II
tahun 2009 ............................................................................................
Ekspor Karet Alam Produksi PTPN VIII tahun 2009 ..........................
Ekspor Berbagai Jenis Karet Alam Produksi PTPN VIII Semester I
Tahun 2009 ..........................................................................................
Data Trasaksi Harian TSR 20 di Bursa SICOM tahun 2010 ................
Pola Training JST untuk Data SICOM tahun 2010 .............................
Pola Testing JST untuk Data SICOM tahun 2010 ...............................
Pengolahan Data JST untuk Prakiraan Harga dan Permintaan TSR 20
Data Kapasitas Pabrik PT. BSP Tahun 2011 .......................................
Data Kapasitas Pabrik PT. BSP Tahun 2011 .......................................
Data Kapasitas Pabrik PT. BSP Tahun 2011 .......................................
Data Pasokan Bahan Baku Tahun 2009-2011 ......................................
Data Pola untuk Pelatihan dan Pengujian JST Bahan Baku ................
Pengolahan Data FIS Perencanaan Produksi .......................................
Data Rencana dan Realisasi Produksi 2009-2011 ................................
Data Permintaan Bahan Baku dan Realisasi Pasokan Bahan Baku
2009-2011 ............................................................................................
Petunjuk Penggunaan Aplikasi Proplan-TSR20 ..................................

141
142
143
144
145
151
155
165
165
166
167
168
169
172
179
180
181

1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendekatan manajemen rantai pasok telah banyak digunakan sebagai salah
satu

model

untuk

meningkatkan

keunggulan

bersaing

dalam

industri.

Manajemen rantai pasok merupakan pendekatan penggunaan sumber daya secara
efisien yang mengintegrasikan fungsi bisnis dari hulu ke hilir sehingga barang
dapat diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, pada lokasi dan
waktu yang tepat untuk meminimumkan biaya sistem secara keseluruhan dan
memenuhi tingkat pelayanan yang diinginkan (Levi et al. 2003; Vokurka et al.,
2002 ; Blanchard, 2004).
Beberapa model penerapan manajemen rantai pasok telah dikembangkan,
salah satu kerangka untuk implementasi adalah model SCOR (Supply Chains
Operational Reference).

Model ini memberikan acuan untuk merencanakan,

menganalisis dan mendesain guna meningkatkan kinerja rantai pasokan. Aktifitas
bisnis antar komponen rantai pasokan dari hulu ke hilir dikelompokan ke dalam
lima

proses yaitu : perencanaan (plan), pengadaan sumber daya (source),

produksi (make), pengiriman (delivery) dan pengembalian (return). Setiap proses
didekomposisi dari proses yang bersifat umum ke dalam sub proses yang lebih
detil sesuai dengan jenis kegiatan bisnis (SCOR, 2005; Bolstorff , 2003)
Perencanaan sebagai langkah awal kegiatan merupakan faktor penting
untuk melaksanakan proses bisnis lainnya yang terkait dengan mata rantai di sisi
hulu

(downstream channel) dan di sisi hilir (upstream channel) pada rantai

pasokan. Perencanaan produksi sebagai aktifitas perencanaan operasional
membutuhkan suatu sistem pengambilan keputusan terstruktur untuk menyusun
rencana produksi yang mengintegrasikan dinamika pemasok dan dinamika
perkembangan permintaan. Perencanaan produksi berkaitan dengan bagaimana
mengelola unsur ketidakpastian dan kompleksitas di sepanjang rantai pasok.
Berbagai unsur ketidakpastian dari sisi permintaan, maupun pasokan penting
dipertimbangkan, sehingga dihasilkan rencana produksi yang lebih tepat dan tidak
bersifat konstan (Croxton et al., 2001; Galasso, 2009)

2

Akurasi perencanaan produksi merupakan salah satu faktor penentu untuk
pencapaian kinerja rantai pasok berupa penurunan biaya atau peningkatan
pelayanan terhadap konsumen. Perencanaan produksi yang tidak tepat dapat
menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah persediaan atau di sisi lain juga
berakibat adanya kekurangan bahan baku sehingga menimbulkan biaya akibat
rendahnya utilisasi sarana dan prasarana produksi.
Penelitian yang berkaitan dengan pentingnya kolaborasi dan integrasi
dalam pengelolaan rencana produksi telah dilakukan

oleh peneliti terdahulu.

Penelitian Nakano (2009), menunjukkan kolaborasi dalam menyusun rencana
produksi memiliki hubungan yang positif dalam peningkatan kinerja produksi
dan logistik. Penelitian Attaran et al. (2007), dan Donk (2008) menunjukkan
pentingnya suatu sistem perencanaan produksi terintegrasi yang disusun dalam
suatu paket program dalam memudahkan pengelolaan rantai pasok. Hasil
penelitian

menunjukkan

perangkat

lunak

perencanaan

produksi

yang

dikembangkan dengan konsep Enterprise Resources Planning memiliki
kompleksitas dan biaya yang relatif tinggi sehingga sulit diterapkan pada beberapa
jenis industri.
Beberapa pendekatan berkaitan dengan perencanaan produksi telah
dikembangkan, diantaranya teknik Material Requirement Planning (MRP I).
Teknik MRP I merupakan metode perencanaan produksi khususnya menentukan
kebutuhan bahan baku yang didasarkan kepada hasil prakiraan permintaan. Dalam
perkembangan perencanaan produksi
menjadi

dengan pendekatan MRP I diperluas

Manufacturing Resources Planning (MRP II) yang menggambarkan

kerangka hubungan antara perencanaan strategi bisnis dengan mekanisme
pengendalian produksi (Fogarty et al. 1991; Gupta, 2003; Sheikh, 2002)
Pada MRP II, hasil prakiraan permintaan menjadi dasar dalam menyusun
Master Production Scheduling (jadwal induk produksi). Teknik MRP II hanya
mempertimbangkan prakiraan permintaan dalam menyusun jadwal induk
produksi, belum mempertimbangkan kemampuan pasokan bahan baku dari
pemasok. Untuk menunjang penerapan MRP II dalam perencanaan produksi
rantai pasok, perlu dipertimbangkan dinamika antara mata rantai pemasok,
prosesor sehingga dihasilkan rencana produksi

yang lebih adaptif terhadap

3

perubahan permintaan konsumen. Menurut Tang (2006), agroindustri merupakan
industri

yang

bersifat

consumer-produser

driven

sehingga

perencanaan

permintaan perlu mempertimbangkan kedua sisi secara bersama-sama dalam
perencanaan produksi.
Agroindustri karet alam memiliki peran strategis sebagai sumber devisa
negara, sumber lapangan kerja, pemasok bahan baku industri barang jadi karet.
Indonesia merupakan negara dengan areal perkebunan terluas dan penghasil karet
alam terbesar kedua di dunia. Kebutuhan industri pengguna karet alam di dunia
ditunjukkan besarnya penggunaan karet alam untuk keperluan industri. Konsumsi
karet alam dunia meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri dan
perekonomian dunia.
Peran strategis agroindustri karet alam sebagai pemasok bahan baku untuk
berbagai industri menjadikan agroindustri karet termasuk industri yang mendapat
prioritas penguatan dan pertumbuhan dalam

Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional (Peraturan Presiden No. 7/2005). Kementrian Perindustrian
menetapkan tiga wilayah klaster industri karet di Indonesia adalah propinsi
Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Pengembangan klaster ini
untuk memperkuat industri hilir karet sehingga mampu meningkatkan penggunaan
konsumsi karet dalam negeri. Peningkatan konsumsi dalam negeri semakin
membuka peluang bagi agroindustri karet alam untuk meningkatkan produksi.
Indonesia sebagai negara dengan perkebunan terluas di dunia memiliki
potensi sebagai penghasil karet terbesar di dunia. Pada tahun 2009 total luas
perkebunan karet Indonesia sebesar 3.435.270 hektar dengan produksi total karet
alam sebanyak 2.440.347 ton.

Total luas kebun dan produksi karet alam

meningkat pada tahun 2010 menjadi 3.445.121 hektar dengan total produksi karet
alam sebesar 2.591.935 ton (Ditjenbun, 2012).
Ekspor karet alam merupakan penghasil devisa kedua setelah kelapa sawit.
Nilai ekspor karet alam pada tahun 2010 berdasarkan data Gapkindo (2011)
mencapai US$ 7. 326. 605. 391. Porsi ekspor terbesar adalah karet spesifikasi
teknis (Technically Spesified Rubber,TSR). Ekspor TSR dengan kodifikasi
Standar Indonesian Rubber (SIR) jenis SIR 20 mencapai 2.165.148 ton atau
sekitar 92 % dari total ekspor karet alam. Pertumbuhan permintaan karet alam

4

sejalan dengan pertumbuhan industri hilir khususnya industri otomotif. Tingkat
konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sebesar 18%, sedangkan laju
pertumbuhan produksi Indonesia hanya sebesar 8,7%. Tahun 2010 terjadi
peningkatan produksi kendaraan bermotor sebesar 21% yang mendorong
meningkatnya permintaan karet spesifikasi teknis (Honggokusumo

2011).

Besarnya pertumbuhan industri hilir pengguna karet alam merupakan peluang
untuk meningkatkan produksi karet untuk memenuhi kebutuhan industri hilir
seperti industri ban.
Perkebunan karet berskala besar pada umumnya memiliki unit pengolah
dengan fasilitas produksi yang mampu menghasilkan berbagai jenis karet, yang
dikelompokkan menjadi lateks pekat, Ribbed Smoke Sheet (RSS) dan karet
spesifikasi teknis. Permasalahan dalam agroindustri karet alam berskala besar
adalah diperlukan suatu sistem pengambilan keputusan untuk menentukan jenis
karet alam yang akan diproduksi dengan mempertimbangkan dinamika harga dan
permintaan dunia serta kemampuan kebun dalam memasok bahan baku.
Berdasarkan masalah yang dihadapi agroindustri karet alam dan dalam
rangka mengembangkan metode perencanaan produksi menggunakan kerangka
manajemen rantai pasok maka diperlukan suatu pengkajian yang mendalam dan
menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan stakeholder menggunakan
pendekatan sistem. Salah satu metode pendekatan sistem yang dapat digunakan
dalam pengambilan keputusan adalah sistem manajemen ahli (SMA). Sistem
manajemen ahli merupakan integrasi antara sistem pendukung keputusan (SPK)
dan sistem pakar (Eriyatno, 2003; Buede, 2009; Stairs et.al, 2010). Penerapan
SMA dalam penelitian diantaranya telah dilakukan dalam pengembangan
agroindustri minyak atsiri (Machfud, 2001). Penelitian penggabungan SPK dan
sistem pakar dalam bentuk SPK intelejen telah dikembangkan untuk agroindustri
tapioka (Astuti, 2010) dan untuk sistem rantai pasokan beras (Surjasa, 2011).
Belum ditemukan suatu penelitian yang mengembangkan SMA untuk
perencanaan produksi dalam rantai pasok agroindustri karet spesifikasi teknis.
Rekayasa SMA perencanaan produksi dibatasi pada agroindustri karet
spesifikasi teknis, mengingat potensi permintaan dunia yang cukup besar,
kapasitas pabrik relatif besar serta memungkinkan penyerapan bahan baku dari

5

perkebunan rakyat. Model SMA perencanaan produksi rantai pasok ini dirancang
untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan pengetahuan pakar,
guna menentukan rencana produksi yang mengakomodir perubahan pada sisi
pasokan dan sisi permintaan serta kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan.
Model ini dilengkapi dengan model pengukuran kinerja sebagai salah satu
komponen dalam pengelolaan rantai pasok. Model kinerja ini berfungsi untuk
mengukur tingkat keberhasilan dari rencana produksi yang telah disusun dalam
memodelkan dinamika pada rantai pasok sebagai salah satu metrik ukuran kinerja.
Operasionalisasi dan implementasi hasil penelitian rancangan sistem manajemen
ahli perencanaan produksi ini diharapkan dapat digunakan oleh agroindustri
untuk mengambil keputusan dalam menyusun rencana produksi sehingga mampu
mengoptimalkan kinerja rantai pasok

guna mencapai tingkat produksi lebih

optimal pada tingkat respon pasar yang diinginkan.

1.2 Tujuan Penelitian
Mengacu pada latar belakang pemikiran dan tantangan dalam mengelola
rantai pasok, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengembangkan model sistem manajemen ahli yang dapat membantu
pengambil keputusan untuk menyusun rencana produksi yang dinamis dengan
mengintegrasikan dinamika permintaan, dinamika pasokan bahan baku, dan
ketersediaan kapasitas produksi untuk optimalisasi rantai pasok agroindustri
karet spesifikasi teknis.
2. Menghasilkan model prakiraan permintaan dengan memperhatikan pola harga
dan pola permintaan pasar dunia serta interaksi keduanya yang akan digunakan
sebagai masukan untuk menyusun rencana produksi.
3. Merumuskan model pengukuran kinerja dari rencana produksi dan pasokan
bahan baku sebagai ukuran optimalisasi yang terintegrasi dengan model
perencanaan produksi.

1.3 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian adalah aktifitas perencanaan produksi dan
pengukuran kinerja dalam pengelolaan rantai pasok yang dirancang dalam satu

6

kesatuan sistem manajemen ahli. Rencana produksi merupakan integrasi model
prakiraan harga dan volume permintaan, model prakiraan pasokan bahan baku,
model perencanaan produksi, model ketersediaan kapasitas produksi dan kinerja
rantai pasok.
Kajian sistem rantai pasok agroindustri karet spesifikasi teknis yang diteliti
adalah untuk jenis SIR 20, yang dilakukan di PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
VIII dan perkebunan besar milik swasta di PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk.
Porsi produksi SIR 20 pada perkebunan negara relatif kecil jika dibanding dengan
RSS sehingga untuk kepentingan verifikasi dan validasi model digunakan data
dan informasi dari PT. BSP karena jumlah produksi SIR relatif berimbang. Sistem
rantai pasok yang menjadi fokus penelitian adalah pabrik sebagai pengolah dan
kebun sebagai pemasok bahan baku yang berada dalam satu entitas yang sama
(inbound supply chain). Pabrik dan kebun memiliki sistem manajemen yang
terpisah dengan tingkat otoritas keputusan pada lingkup kerja masing-masing.

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian

ini

diharapkan

bermanfaat

bagi

pengembangan

ilmu

pengetahuan, baik secara akademik maupun penerapannya sehingga berkontribusi
nyata dalam pengembangan agroindustri Beberapa kegunaan dari hasil penelitian
ini sebagai berikut :
1. Model perencanaan produksi hasil penelitian ini dapat digunakan oleh
pengambil keputusan untuk menyusun rencana produksi yang dinamis dan
terintegrasi,

sehingga mampu mengoptimalkan kinerja rantai pasok

agroindustri karet spesifikasi teknis.
2. Rancangan sistem manajemen ahli menjadi sarana kordinasi antara pengambil
keputusan pada pengelola pasokan bahan baku, pabrik karet spesifikasi teknis
dan distributor.
3. Memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan perencanaan produksi
dalam suatu tatanan rantai pasok agroindustri dan pengembangan sistem
pengambilan keputusan yang memanfaatkan pengetahuan pakar.

2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Manajemen Rantai Pasok
Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management)

merupakan

pendekatan untuk mengintegrasikan seluruh mata rantai pengadaan barang mulai
dari hulu ke hilir, yang terlibat secara langsung dan

bersama-sama bekerja

mengelola aliran barang, aliran uang dan aliran informasi untuk memproduksi dan
mendistribusikan barang ke pemakai akhir. Pendekatan manajemen rantai pasok
mengkordinasikan dan mengintegrasikan semua aktifitas proses dalam satu
kesatuan, sehingga keseluruhan rantai bekerja bersama agar menjadi lebih
kompetitif (Levi et al. 2003; Chopra dan Meindl, 2001; Vokura et al., 2002)
Tujuan penerapan pendekatan manajemen rantai pasok menurut Levi et al.
(2002) adalah pengelolaan sumber daya secara efisien yang mengintegrasikan
suppliers, manufacturers, warehouses and store, sehingga barang dapat
diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, pada lokasi dan waktu
yang tepat untuk meminimumkan biaya sistem secara keseluruhan (systemwide)
dan memenuhi tingkat pelayanan (service level) yang diinginkan.

Penurunan

biaya diantaranya berupa biaya transportasi, biaya penyimpanan dan biaya karena
terjadinya idle capacity.
Sistem rantai pasok adalah jaringan perusahaan-perusaha

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Rekayasa sistem manajemen ahli dalam perencanaan produksi rantai pasok agroindustri karet spesifikasi teknis