STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR

STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL MEDIA TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI DITINJAU
DARI KETERAMPILAN PROSES
SAINS DAN HASIL BELAJAR

(Skripsi)

Oleh
SELLY MONALISA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012

STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL MEDIA TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI DITINJAU
DARI KETERAMPILAN PROSES
SAINS DAN HASIL BELAJAR

Oleh
SELLY MONALISA

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Jurusan Pendidikan MIPA
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012

Selly Monalisa

ABSTRAK
STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL MEDIA TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI DITINJAU
DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS
DAN HASIL BELAJAR

Oleh
SELLY MONALISA
Selama ini proses pembelajaran fisika yang dilakukan sering tidak mengajarkan
aplikasi fisika serta menggunakan strategi belajar yang monoton hingga
menyebabkan hasil belajar rendah dan katerampilan proses sains (KPS). Hasil
belajar siswa dapat ditingkatkan dan lebih tinggi menggunakan model media
teknologi informasi dan komunikasi melalui metode eksperimen. Hasil belajar
siswa diukur dari nilai hasil belajar, sedangkan KPS diukur melalui observasi dari
pencapaian indikator penilaian KPS yang meliputi: mengamati, merumuskan
hipotesis, menginterpretasi data, menerapkan konsep, dan berkomunikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui adanya perbedaan efektivitas model
media teknologi informasi dan komunikasi yang ditinjau dari keterampilan proses
sains. 2) Mengetahui ada perbedaan hasil belajar siswa pada model media teknologi
informasi dan komunikasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 20 Bandar
Lampung, menggunakan tiga kelas eksperimen sebagai sampel yaitu kelas VIIB,
VIIc, dan VIID. Desain eksperimen pada penelitian ini menggunakan One-shot- case
study. Teknik analisis data hasil belajar menggunakan skor rerata hasil belajar dan
pengujian hipotesis menggunakan uji One Way Anova, sedangkan analisis data KPS
menggunakan data rata-rata skor observasi pada proses pembelajaran dan pengujian
hipotesis menggunakan uji One Way Anova.
Berdasarkan hasil perhitungan diketahui rerata KPS siswa pada kelas eksperimen
sebesar 75,00, kelas simulasi sebesar 75,41 dan kelas video 75,78. Berdasarkan

Selly Monalisa
hasil perhitungan diketahui rerata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 72,12,
kelas simulasi sebesar 72,77 dan kelas video 73,05. Dari perolehan hasil tersebut
diketahui bahwa rerata KPS dan hasil belajar dengan model video lebih tinggi
dibandingkan dengan model eksperimen dan simulasi. Hasil tersebut
mengindikasikan bahwa model video lebih efektif digunakan sebagai upaya untuk
meningkatkan KPS dan hasil belajar dalam pembelajaran fisika.
Kata kunci : Model media teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan proses
sains dan hasil belajar.

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini adalah:
Nama

: Selly Monalisa

NPM

: 0853022048

Fakultas / Jurusan

: KIP / Pendidikan MIPA

Program Studi

: Pendidikan Fisika

Alamat

: Jl. Teratai Gg. Mawar II No. 30 Bandar Lampung.

Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam
naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.
Bandar Lampung, November 2012

Selly Monalisa
NPM. 0853022048

Judul Skripsi

: STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS
MODEL MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI DITINJAU DARI
KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN
HASIL BELAJAR

Nama Mahasiswa

: Selly Monalisa

Nomor Pokok Mahasiswa

: 0853022048

Program Studi

: Pendidikan Fisika

Jurusan

: Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI
1. Komisi Pembimbing

Drs. Nengah Maharta, M.Si.
NIP. 19551213 198303 1 022

Viyanti, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19800330 200501 2 001

2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA

Dr. Caswita, M.Si.
NIP. 19671004 199303 1 004

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji
Ketua

: Drs. Nengah Maharta, M.Si.

Sekretaris

: Viyanti, S.Pd., M.Pd.

Penguji
Bukan Pembimbing

: Dr. Undang Rosidin, M.Pd.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Bujang Rahman, M.Si.
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 12 November 2012

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Gumawang, pada tanggal 12 September 1989 putri pertama
dari pasangan Bapak Usman dan Ibu Zaita.
Penulis mengawali pendidikan formal di SD Negeri 1 Sp. Sender Oku Selatan,
diselesaikan tahun 2002. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SLTP
Negeri 2 Sp. Sender Oku Selatan hingga tahun 2005, kemudian penulis
melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Ranau Tengah Oku Selatan,
diselesaikan pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, penulis diterima dan
terdaftar sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan
MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Lampung.
Pada tahun 2011, penulis melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di
SMA Negeri 1 Sekincau. Dan pada tahun 2012 penulis melaksanakan penelitian
di SMP Negeri 20 Bandar Lampung.

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah swt yang telah menciptakan akal
bagi manusia sehingga manusia dapat meneliti dan mentafakuri ciptaan-Nya yang
menghantarkan pada keimanan yang sempurna. Dengan segala kerendahan hati
penulis persembahkan lembaran-lembaran sederhana ini kepada:
1.

Bapak Usman dan Ibu Zaita tercinta, yang selalu memperjuangkan masa
depan, yang telah lama menantikan keberhasilan penulis, yang tak pernah
lupa menyebut nama penulis dalam setiap doa, yang tak pernah lelah
memperhatikan, dan yang selalu mendukung penulis. Semoga Allah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk bisa selalu membahagiakan
kalian.

2.

Keluarga besar penulis : Syahardin Sani dan Muhamad Ali Terima kasih
lalu dihadirkan.

3.

Almamater tercinta Universitas Lampung.

MOTTO

Sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan maka apabila kamu sudah
selesai dalam suatu urusan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang
lain. Dan hanya kepada Tuhanmu
(Q.S. Al-Insyiroh: 6-8)

Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat daripada selalu
benar karena tidak melakukan apa-apa
(Goerge Bernard Shaw)

Hidup adalah pilihan, pilihan ada di tangan Anda jangan pernah sia-siakan hidup
yang sudah anda pilih sendiri
(Selly Monalisa)

SANWACANA

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, karena kasih sayang dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini sebagai salah
satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika di Universitas
Lampung.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan FKIP Universitas Lampung.
2. Bapak Dr. Caswita, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA.
3. Bapak Dr. Undang Rosidin, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Fisika sekaligus pembahas yang banyak memberikan kritik serta masukan
yang bersifat positif dan konstruktif.
4. Bapak Drs. Nengah Maharta, M.Si., selaku Pembimbing Akademik dan
Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.
5. Ibu Viyanti, S.Pd., M.Pd., selaku Pembimbing II atas keikhlasannya memberikan bimbingan, saran dan motivasi.
6. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Jurusan Pendidikan MIPA.
7. Ibu Listadora, S.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 20 Bandar Lampung beserta
jajaran yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian.
8. Ibu Sri Jumiati, S.Pd selaku Guru Mitra dan murid-murid kelas VIIB, VIIC
dan VIID SMP Negeri 20 Bandar Lampung atas bantuan dan kerjasamanya.

9. Teman seperjuangan penulis di P. Fisika 08: Nurul, Intan, Leni, Rofa, Andre,
Larno, Khusnul, Putu, Arif, Via, Hamidah, Destiana, Ngah wina, Indah, Ayu
Noviana dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu atas bantuan
dan kebersamaannya.
10. Sahabat penulis tercinta: Eva, Meita, Liyan, Rika, Eka, dan Yuni atas
kebersamaan dan canda tawa kita selama ini serta dukungan di saat penulis
galau dengan segala bentuk masalah yang penulis alami selama ini. Semoga
tali persaudaraan ini tetap terjaga selamanya.
11. Kakak-kakak dan adik-adik tingkat di P. Fisika yang tidak bisa disebutkan
satu per satu, semoga selalu menjadi keluarga besar pendidikan fisika bersatu.
12. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
Semoga Allah SWT. Melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita
semua, serta berkenan membalas semua budi yang diberikan kepada penulis
dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Bandar Lampung, November 2012
Penulis
Selly Monalisa

i

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI ..................................................................................................
i
DAFTAR TABEL ..........................................................................................

iv

DAFTAR GAMBAR......................................................................................

v

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................

1

B. Rumusan Masalah ..................................................................................

4

C. Tujuan Penelitian ....................................................................................

4

D. Manfaat Penelitian ................................................................................

4

E. Ruang Lingkup Penelitian ....................................................................

5

II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis ....................................................................................

7

1. Pengertian Media ..............................................................................

7

2. Media Pembelajaran Berbasis TIK dan Penggunaannya ....................

8

3. Keterampilan Proses Sains.................................................................. 13
4. Hasil Belajar ....................................................................................... 23
B. Kerangka Pemikiran .............................................................................. 24
C. Hipotesis ................................................................................................. 29

III.

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian...........................................................

ii
30

B. Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian ......................................

30

C.. Desain Penelitian .............................................................................

31

D. Variabel Penelitian...........................................................................

32

E. Insrtumen Penelitian .........................................................................

32

F. Analisis Instrumen ..........................................................................

32

1. Uji Normalitas...........................................................................

33

2. Uji Reliabilitas ..........................................................................

34

G. Teknik Pengumpulan Data ..............................................................

35

H. Teknik Analisis Data dan Penguji Hipotesis

............................

36

1. Analisis Data.............................................................................

36

2. Pengujian Hipotesis ..................................................................

37

a. Uji Normalitas ........................................................................ 37
b. Uji Hipotesis .......................................................................... 38
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ..................................................................................... 40
B. Hasil Uji penelitian................................................................................ 41
a. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ................................................. 41
1. Uji validitas soal....................................................................... .. 41
2. Uji reliabilitas soal ................................................................... .. 42
b. Pengujian Hipotesis ........................................................................ 43
1. Hasil Uji Normalitas Skor KPS Siswa....................................... 43
2. Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar ........................................... 44
C. Data Kuantitatif...................................................................................

45

a. Data Penilaian KPS............................. ............................................ 46
1. Uji One Way Anova Pada KPS................................................. .. 46
2. Uji One Way Anova Pada Hasil Belajar ................................... .. 48

b. Data Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif............................. ........... 50
D. Pembahasan .......................................................................................... 51

iii
1. Keterampilan Proses Sains............................................................... 51
2. Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif ................................................. 53
V. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ............................................................................................. .

58

B. Saran ...................................................................................................... 58
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1

Silabus .............................................................................................

62

2

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Eksperimen .................

64

3

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Simulasi.......................

71

4

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Video...........................

78

5

Kisi-Kisi Tes Produk : Pilihan Jamak..............................................

85

6

Kisi-Kisi Tes Produk : Uraian .........................................................

91

7

Rublikasi Penilaian Hasil Belajar Siswa Pilihan Jamak..................

95

8

Rublikasi Penilaian Hasil Belajar Siswa : Uraian ........................... 101

9

Lembar penilaian (LP) 1:

10 K

105
112

11 Lembar Kerja Kelompok (LKK) : Eksperimen............................... 116
12 Lembar Kerja Kelompok (LKK) : Simulasi .................................... 124
13 Lembar Kerja Kelompok (LKK) : Video ........................................ 132
14 Kunci Lembar Kerja Kelompok (LKK) : ........................................ 140
15 Buku Siswa...................................................................................... 148
16 Lembar Tes hasil Belajar................................................................. 156

iv

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

2.1

KPS dan Indikatornya .......................................................................

19

2.2

Klasifikasi Keterampilan Proses Sains..............................................

22

3.1

Indeks Reliabilitas .............................................................................

35

3.2

Data KPS Siswa (non-test) ................................................................

36

3.3

Data Hasil Belajar .............................................................................

36

4.1

Hasil Uji Validitas Soal Pilihan Jamak .............................................

41

4.2

Hasil Uji Validitas Soal Uraian .........................................................

42

4.3

Hasil Uji Reliabilitas Soal Pilihan Jamak .........................................

42

4.4

Hasil Uji Reliabilitas Soal Uraian .....................................................

43

4.5

Hasil Uji Normalitas KPS .................................................................

43

4.6

Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar....................................................

44

4.7

Descriptives Hasil Uji One Way Anova KPS ...................................

46

4.8. Test Homogeneity of Variances KPS................................................

47

4.9

Anova KPS ........................................................................................

47

4.10 Descriptives Hasil Uji One Way Anova Hasil Belajar .....................

48

4.11 Test Homogeneity of Variances Hasil Belajar..................................

48

4.12 Anova Hasil Belajar ..........................................................................

48

4.13 Multiple Comparisons Games-Howell Hasil Belajar........................

49

v

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

2.1 Diagram Kerangka Pemikiran ...............................................................

29

3.1 Desain Eksperimen One-Shot-Study .....................................................

31

4.1 Grafik Rata-Rata KPS Siswa Perkelas Eksperimen..............................

46

4.2 Grafik Rata-Rata Hasil Belajar Siswa

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Proses belajar formal yang diselenggarakan di sekolah bertujuan untuk
menguasai sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik, baik
kognitif, afektif, maupun psikomotor sesuai dengan tingkatan pendidikannya.
Untuk itu, peserta didik diarahkan pada kegiatan pembelajaran yang bisa
membawa perubahan pada diri peserta didik secara terencana. Interaksi yang
terjadi selama proses belajar tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan,
antara lain: Pendidik bukanlah satu-satunya sumber belajar peserta didik biasa
belajar melalui media. Oleh karena itu, peserta didik dapat berinteraksi dengan
media atau sumber belajar lain.

Para pendidik dituntut untuk mampu memilih, membuat sendiri atau
menggunakan media yang ada secara tepat, dan efisien. Semua yang ada di
sekeliling kita adalah media, pertanyaannya sejauh mana kita bisa memanfaatkan
benda yang ada di sekitar kita menjadi media yang tepat, sehingga pembelajaran
berlangsung secara efektif dan mampu memberikan hasil yang maksimal.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong pendidik
untuk mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Misalnya
memanfaatkan komputer, serta mengakses informasi melalui jaringan internet.

2
Pembelajaran fisika yang kurang menyenangkan bagi siswa juga berpengaruh
pada anggapan dasar yang menyebutkan bahwa fisika itu sulit dan susah untuk
dipelajari, anggapan-anggapan seperti ini yang terkadang membuat siswa
bosan dan kurang kreatif untuk berpikir karena dari awal siswa sudah tidak
menyukai pelajaran fisika, bagaimana mungkin siswa akan berpikir kreatif dan
akhirnya akan berdampak pada hasil belajar siswa. Oleh karena diperlukan
membelajarkan fisika dengan bermain, tidak membosankan dan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.

Pemilihan model yang sesuai dan potensi siswa merupakan kemampuan dan
keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Ketepatan guru dalam
memilih model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat berpengaruh
terhadap kualitas proses pembelajaran yang dilakukannya. Kondisi proses belajar
mengajar, dewasa ini masih diwarnai oleh penekanan pada aspek pengetahuan dan
masih sedikit mengacu pada pelibatan siswa pada proses pembelajaran itu sendiri.

Berdasarkan observasi awal di SMP Negeri 20 Bandar Lampung, ditemukan
beberapa masalah dalam kegiatan pembelajaran fisika, yaitu guru masih
menggunakan metode konvensional (ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas)
dan masih terbatasnya fasilitas di sekolah sehingga Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) yang ditentukan belum tercapai. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa
dan KKM yang telah ditetapkan tercapai maka ada beberapa model media TIK
yang akan diterapkan pada siswa yaitu model eksperimen merupakan model
pembelajaran yang melibat siswa langsung dalam proses pembelajaran sehingga

3
siswa tidak hanya mendengarkan dari guru saja melainkan siswa lebih aktif dalam
proses pembelajaran.

Selain model eksperimen ada model simulasi yaitu model media pembelajaran
yang menampilkan objek tiruan yang mendekati objek sebenarnya sehingga siswa
mudah mememahi suatu materi dengan adanya objek yang ditampilkan.

Lalu model video pembelajaran yaitu siswa dapat melihat dan mendengarkan
langsung pembelajaran yang disampaikan langsung oleh guru, jika tidak mengerti
materi yang di jelaskan dapat diulang-ulang, membuat siswa tertarik dalam proses
pembelajaran karena dapat menampilkan gambar.

Keterampilan proses sains yang mencakup ranah kognitif dan psikomotor juga
akan sangat mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa dari hal itu
keterampilan proses sains harus senantiasa dilatihkan berulang kepada siswa,
keterampilan proses ini juga sangat penting dilatihkan karena akan membuat
siswa dengan sendirinya menemukan informasi-informasi yang dibutuhkan
memiliki keterampilan ini pula siswa akan lebih memahami pembelajaran
yang akan dilakukan karena tidak hanya pengetahuan yang didapat siswa tetapi
bagaimana proses itu terjadi serta ditemukan sendiri oleh siswa.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis telah melakukan penelitian
dengan judul Studi Perbandingan Efektivitas Model Media Teknologi Informasi
dan Komunikasi Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar.
B. Rumusan Masalah

4
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan
masalah pada penelitian ini adalah:
1.

Apakah ada perbedaan efektivitas model media teknologi informasi dan
komunikasi yang di tinjau dari keterampilan proses sains?

2.

Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa pada model media teknologi
informasi dan komunikasi?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka
tujuan penelitan ini adalah:
1.

Mengetahui adanya perbedaan efektivitas model media teknologi
informasi dan komunikasi yang di tinjau dari keterampilan proses sains.

2. Mengetahui ada perbedaan hasil belajar siswa pada model media
teknologi informasi dan komunikasi.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat dalam rangka
meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini memiliki beberapa manfaat,
diantaranya adalah sebagai berikut:
1.

Dapat menjadi alternatif baru bagi guru dalam menyajikan materi
pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas untuk meningkatkan hasil
belajar fisika siswa.

2.

Sebagai penambahan wawasan ilmu pengetahuan bagi peneliti dengan terjun
langsung ke lapangan dan memberikan pengalaman belajar yang

5
menumbuhkan kemampuan dan keterampilan meneliti serta pengetahuan
lebih mendalam terutama pada bidang yang dikaji.

E. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah:
1.

Perbandingan efektivitas yang dimaksud adalah perbandingan rata-rata hasil
belajar dan KPS Fisika siswa yang timbul akibat penerapan tiga perlakuan,
yaitu eksperimen, simulasi, dan video.

2.

Eksperimen merupakan pembelajaran yang langsung melibatkan siswa
dalam proses pembelajaran.

3.

Simulasi merupakan strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman
nyata kepada siswa melalui peniruan suasana.

4.

Video pembelajaran merupakan alat bantu atau media yang menyajikan
audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi
konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu
pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran .

5.

Keterampilan proses sains yaitu keterampilan fisik dan mental terkait
dengan kemampuan-kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai
dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuan
berhasil menemukan sesuatu yang baru.

6.

Hasil belajar yang dimaksud adalah kemampuan kognitif siswa setelah
mempelajari fisika yang ditunjuk dengan nilai tes hasil belajar.

7.

Materi pokok dalam penelitian ini adalah kalor. Penelitian ini dilakukan pada
siswa kelas VII SMP N 20 Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran
2012/2013.

6

7

II . TINJAUAN PUSTAKA

A. Kerangka Teoritis
1.

Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah ber
. Dengan demikian, media merupakan wahana
penyalur informasi belajar ataupenyalur pesan. Telah banyak pakar dan juga
organisasi (lembaga) yang mendefinisikan media pembelajaran ini, beberapa
definisi tentang media pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
media pembelajaran atau media pendidikan adalah seluruh alat dan bahan yang
dapat dipakai untuk media pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah
dan sebagainya. (Rossi dan Breidle, 1997: 3), menyampaikan bahwa media adalah
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran.

Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Arsyad,2002: 3)

Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan
guna mencapai tujuan pengajaran. (Djamarah, 2002: 137). Sedangkan

8
pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan yang menjadikan orang atau makhluk
hidup belajar (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1995: 17) Jadi media pembelajaran
adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan
antara guru dan siswa agar tujuan pengajaran tercapai.
2.

Media Pembelajaran Berbasis TIK

Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak
mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa
teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal
dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang
digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor.

Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media Komputer
dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana didalam
penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian
rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras ( hard ware ) yang difungsikan
dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit komputer
lengkap yang sudah terkoneksikan dengan LCD Proyektor. Dengan demikian
media ini hendaknya menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran
khususnya fisika.

Pada penelitian beberapa model pembelajaran berbasis komputer yang digunakan
yaitu sebagai berikut:
1) Model eksperimen

9
Model eksperimen yang umum digunakan pada ilmu eksak seperti fisika atau
ilmu-ilmu alam lainnya yang melibatkan langsung siswa dalam pembelajaranya.
2) Model simulasi

Model simulasi dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu strategi
pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret
melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana
yang sebenarnya. Model simulasi terbagi ke dalam empat kategori yaitu: Fisik,
Situasi, Prosedur, dan Proses dimana masing-masing kategori tersebut digunakan
sesuai dengan kepentingan tertentu.
Secara umum tahapan materi program CBI simulasi adalah sebagai berikut:
Pengenalan
Penyajian Informasi:
Simulasi 1
Simulasi 2, dan seterusnya
Penutup
Tujuan dari pembelajaran melalui CBI model simulasi berorientasi pada upaya
dalam memberikan pengalaman nyata kepada siswa melalui peniruan suasana.

3) Model video

Peter Salim dalam The Contemporary English-Indonesian Dictionary (1996:
2230) memaknainya dengan sesuatu yang berkenaan dengan penerimaan dan
pemancaran gambar. Tidak jauh berbeda dengan definisi tersebut, Smaldino

10
(2008: 374) menga

the storage of visuals and their display on

television-type screen
pada layar televisi).

Pada ranah afektif, video dapat memperkuat siswa dalam merasakan unsur emosi
dan penyikapan dari pembelajaran yang efektif. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari
potensi emosional impact yang dimiliki oleh video, di mana ia mampu secara
langsung sampai kepada sisi penyikapan personal dan sosial siswa. Membuat
mereka tertawa terbahak-bahak (atau hanya tersenyum) karena gembira, atau
sebaliknya menangis berurai air mata karena sedih. Dan lebih dari itu, menggiring
mereka pada penyikapan seperti menolak ketidakadilan, atau sebaliknya
pemihakan kepada yang tertindak.

Pada ranah psikomotorik, video memiliki keunggulan dalam memperlihatkan
bagaimana sesuatu bekerja. Video pembelajaran yang merekam kegiatan motorik
siswa juga memberikan kesempatan pada mereka untuk mengamati dan
mengevaluasi kerja praktikum mereka, baik secara pribadi maupun feedback dari
teman-temannya.

Sedangkan pada ranah meningkatkan kompetensi interpersonal, video
memberikan kesempatan pada mereka untuk mendiskusikan apa yang telah

hubungan antar sesama, mereka bisa saling mengobservasi dan menganalisis
sebelum menyaksikan tayangan video.

11
Menurut Munadi (2008: 127) dan Smaldino (2008: 311-312) manfaat dan
karakteristik lain dari media video atau film dalam meningkatkan efektivitas dan
efesiensi proses pembelajaran diantaranya adalah:
1) Mengatasi jarak dan waktu 2) Dapat diulang-ulang bila perlu untuk
menambah kejelasan 3) Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah
diingat 4) Megembangkan pikiran dan pendapat para siswa
5) Mengembangkan imajinasi 6) Memperjelas hal-hal yang abstrak dan
memberikan penjelasan yang lebihrealistik 7) Mampu berperan sebagai
media utama untuk mendokumentasikan realitas sosial yang akan dibedah
di dalam kelas 8) Mampu berperan sebagai storyteller yang dapat
memancing kreativitas peserta didik dalam mengekspresikan gagasannya.
Menurut Setyosari dan Sihkabuden (2005: 117) menyatakan:
Video dilihat sebagai media penyampai pesan, termasuk media audiovisual atau media pandang-

Video dalam pengajaran dan pembelajaran menunjukkan dampak yang positif.
Video dapat membantu para guru mengetahui satu pendekatan baru yang bisa
digunakan untuk menarik minat belajar. Oleh karena itu, video merupakan salah
satu alternatif dalam mengatasi kemerosotan pelajaran dan pembelajaran. Guruguru bisa melakukan penyesuaian dan peningkatan daya kreativitas dalam proses
penyampaian isi-isi pengajaran supaya menjadi lebih berkesan dan lebih mudah
seiring dengan citarasa dan karakteristik pelajar. Selain itu juga video bersifat
interaktif tutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui
visualisasi. Siswa dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktik sesuai dengan
yang diajarkan dalam video.

Menurut Muhammad Hasan (2000),mengakui kelebihan video/film,

12
-unsur gerak, bunyi, warna, dan cahaya menjadi
video/film dapat secara langsung menarik minat siswa dan seterusnya

Ada banyak kelebihan video ketika digunakan sebagai media pembelajaran. Video
merupakan media yang cocok untuk berbagai media pembelajaran, seperti kelas,
kelompok kecil, bahkan satu siswa seorang diri sekalipun. Hal itu, tidak dapat
dilepaskan dari kondisi para siswa. Video dengan durasi yang hanya beberapa
menit mampu memberikan keluwesan lebih bagi guru dan dapat mengarahkan
pembelajaran secara langsung pada kebutuhan siswa.

Selain kelebihan, video/film juga memiliki kekurangan, sebagaimana media
audio-visual yang lain, video juga terlalu menekankan pentingnya materi
ketimbang proses pengembangan materi tersebut, pemanfaatan media ini juga
terkesan memakan biaya tidak murah, terutama bagi guru, dan penayangannya
juga terkait peralatan lainnya seperti video player, layar bagi kelas besar beserta
LCDnya, dan lain-lain.

Abdul malik (2000) berpendapat :
alui penggunaan video film, pelajar bisa memperoleh berbagai
pengalaman serta menarik minat mereka dan menjadikan pembelajaran

Sehingga penggunaan video tertentu dapat diulang tayang dan dilihat berkali-kali
untuk membantu meningkatkan daya ingat dan kemahiran. Video/film tertentu
dapat merangsang umpan balik/ respon, interaksi dan penyertaan siawa terhadap

13
apa yang dipaparkan secara psikomotor atau afektif. Dari berbagai jenis sumber
bahan pelajaran, umumnya video mempunyai kesan yang lebih tinggi untuk
pembelajaran yang berkaitan dengan fakta.

3. Keterampilan Proses Sains
Keterampilan proses sains merupakan sejumlah keterampilan yang dibentuk oleh
komponen-komponen model sains/scientific methods. Keterampilan proses
(prosess-skill) sebagai proses kognitif termasuk di dalamnya juga interaksi dengan
isinya (content).
Indrawati dalam Nuh (2010: 1) mengemukakan bahwa:
Keterampilan Proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang
terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk
menemukan suatu konsep atau prinsip atau teori, untuk mengembangkan
konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan
penyangkalan terhadap suatu penemuan (falsifikasi).
Semiawan dalam Nuh (2010: 1) berpendapat bahwa terdapat empat alasan
mengapa keterampilan proses sains diperlukan dalam proses belajar mengajar
sehari-hari yaitu :
1)Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung semakin
cepat sehingga tidak mungkin lagi guru mengajarkan semua konsep dan
fakta pada siswa 2) Adanya kecenderungan bahwa siswa lebih memahami
konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh yang
konkret 3) Penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
tidak bersifat mutlak 100%, tapi bersifat relative 4) Dalam proses belajar
mengajar, pengembangan konsep tidak terlepas dari pengembangan sikap
dan nilai dalam diri anak didik.

14
Berdasarkan pendapat tersebut, keterampilan proses sains adalah kemampuan
siswa untuk menerapkan model ilmiah dalam memahami, mengembangkan dan
menemukan ilmu pengetahuan. Keterampilan proses sains sangat penting bagi
setiap siswa sebagai bekal untuk menggunakan model ilmiah dalam
mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan baru atau
mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki. Keterampilan proses mencakup
keterampilan berpikir/ keterampilan intelektual yang dapat dipelajari dan
dikembangkan oleh siswa melalui proses belajar mengajar dikelas, yang dapat
digunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang produk IPA. Keterampilan
proses perlu dikembangkan untuk menanamkan sikap ilmiah pada siswa.
Dimyati dan Mudjiono (2002: 140) mengutarakan bahwa:
Berbagai keterampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu
keterampilan proses dasar (basic skill) dan keterampilan terintegrasi
(integrated skill). Keterampilan proses dasar meliputi kegiatan yang
berhubungan dengan observasi, klasifikasi, pengukuran, komunikasi,
prediksi, inferensi. Keterampilan terintegrasi terdiri atas: mengidentifikasi
variabel, tabulasi, grafik, diskripsi hubungan variabel, perolehan dan
proses data, analisis penyelidikan, hipotesis ekperimen.
Keterampilan proses dasar diuraikan oleh Rezba dan Wetzel dalam Mahmuddin
(2010: 3), yaitu:
a) Observasi atau mengamati, menggunakan lima indera untuk mencari
tahu informasi tentang obyek seperti karakteristik obyek, sifat, persamaan,
dan fitur identifikasi lain b) Klasifikasi, proses pengelompokan dan
penataan objek c) Mengukur, membandingkan kuantitas yang tidak
diketahui dengan jumlah yang diketahui, seperti: standar dan non-standar
satuan pengukuran d) Komunikasi, menggunakan multimedia, tulisan,
grafik, gambar, atau cara lain untuk berbagai temuan e) Menyimpulkan,
membentuk ide-ide untuk menjelaskan pengamatan f) Prediksi,
mengembangkan sebuah asumsi tentang hasil yang diharapkan.

Perpaduan dua kemampuan keterampilan proses dasar atau lebih membentuk
keterampilan proses terpadu. Keterampilan proses terpadu meliputi:

15
a.

merumuskan hipotesis, membuat prediksi (tebakan) berdasarkan bukti dari
penelitian sebelumnya atau penyelidikan;

b.

mengidentifikasi variabel, penamaan dan pengendalian terhadap variabel
independen, dependen, dan variabel kontrol dalam penyelidikan;

c.

membuat defenisi operasional, mengembangkan istilah spesifik untuk
menggambarkan apa yang terjadi dalam penyelidikan berdasarkan
karakteristik diamati;

d.

percobaan, melakukan penyelidikan dan mengumpulkan data

e.

interpretasi data, menganalisis hasil penyelidikan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Padilla dalam Nurohman (2010: 3), bahwa
keterampilan proses sains dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu:

a) The basic (simpler) process skill dan b) integrated (more complex)
skills. The basic process skill, terdiri dari 1) Observing, 2) Inferring,

3) Measuring, 4) Communicating, 5) Classifying, dan 6) Predicting.
Sedangkan yang termasuk dalam Integrated Science process Skills adalah
1) Controlling variables, 2) Definin operationally, 3) Formulating hypotheses,
4) Interpreting data, 5) Experimenting dan, 6) Formulating models.

Menurut pendapat para ahli diatas bahwa keenam keterampilan proses dasar
di atas terintegrasi secara bersama sama ketika ilmuan merancang dan melakukan
penelitian, maupun dalam kehidupan sehari hari. Semua komponen keterampilan
proses dasar penting baik secara parsial maupun ketika terintegrasi secara
bersama-sama. Oleh karena itu, sangat penting dimiliki dan dilatihkan bagi siswa
sebelum melanjutkan ke keterampilan proses yang lebih rumit dan kompleks.
Keterampilan proses sebagaimana disebutkan di atas merupakan keterampilan
proses sains yang diaplikasikan pada proses pembelajaran. Pembentukan

16
keterampilan dalam memperoleh pengetahuan merupakan salah satu penekanan
dalam pembelajaran sains. Penilaian dalam pembelajaran sains dapat dimaknai
sebagai membawa konten, proses sains dan sikap ilmiah secara bersama. Penilaian
dilakukan terutama untuk menilai kemajuan siswa dalam pencapaian keterampilan
proses sains.

Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen
yang disesuaikan dengan materi dan tingkat perkembangan siswa atau tingkatan
kelas. Oleh karena itu, penyusunan instrumen penilaian harus direncanakan secara
cermat sebelum digunakan. Pengukuran terhadap keterampilan proses siswa,
dapat dilakukan menggunakan instrumen tertulis. Pelaksanaan pengukuran dapat
dilakukan secara tes (paper and pencil test) dan bukan tes. Penilaian melalui tes
dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis (paper and pencil test). Sedangkan
penilaian melalui bukan tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi atau
pengamatan. Penilaian dalam keterampilan proses agak sulit dilakukan melalui tes
tertulis dibandingkan dengan teknik observasi. Namun demikian, menggunakan
kombinasi kedua teknik penilaian tersebut dapat meningkatkan akurasi penilaian
terhadap keterampilan proses sains. Keterampilan proses melibatkan
keterampilan-keterampilan kognitif atau intelektual, manual, dan sosial.
Keterampilan kognitif atau intelektual terlibat karena dengan melakukan
keterampilan proses siswa menggunakan pikirannya. Keterampilan manual jelas
terlibat dalam keterampilan proses.

Menurut Agustia (2011) bahwa:

17
Keterampilan proses (prosess-skill) sebagai proses kognitif termasuk
didalamnya juga interaksi dengan isinya (content). Keterampilan proses
merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif
maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu
konsep atau prinsip atau teori, untuk mengembangkan konsep yang telah
ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu
penemuan (falsifikasi). Keterampilan proses sains sangat penting bagi
setiap siswa sebagai bekal untuk menggunakan model ilmiah dalam
mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan
baru/mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki. Terdapat empat
alasan mengapa pendekatan keterampilan proses sains diterapkan dalam
proses belajar mengajar sehari-hari, yaitu: a) Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi berlangsung semakin cepat sehingga tidak
mungkin lagi guru mengajarkan semua konsep dan fakta pada siswa b)
adanya kecenderungan bahwa siswa lebih memahami konsep-konsep yang
rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh yang konkret c) Penemuan
dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bersifat mutlak
100 %, tapi bersifat relative d) Dalam proses belajar mengajar,
pengembangan konsep tidak terlepas dari pengembangan sikap dan nilai
dalam diri anak didik.
Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen
yang disesuaikan dengan materi dan tingkat perkembangan siswa atau
tingkatan kelas. Oleh karena itu, penyusunan instrument penilaian harus
direncanakan secara cermat sebelum digunakan.

Funk dalam Dimyati dan Mudjiono (2002: 140) berpendapat bahwa:
Berbagai keterampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu
keterampilan proses dasar (basic skill) dan keterampilan terintegrasi
(integarted skill). Keterampilan proses dasar meliputi kegiatan yang
berhubungan dengan observasi, klasifikasi, pengukuran, komunikasi,
prediksi, inferensi. Keterampilan terintegrasi terdiri atas: mengidentifikasi
variabel, tabulasi, grafik, diskripsi hubungan variabel, perolehan dan proses
data, analisis penyelidikan, hipotesis ekperimen.

Hal-hal yang berpengaruh terhadap keterampilan proses sains, diantaranya yaitu
perbedaan kemampuan siswa secara genetik, kualitas guru serta perbedaan strategi

18
guru dalam mengajar. Adapun mengenai keterampilan proses sains dan
indikatornya menurut Indrawati dalam Agustia (2011) adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1. Keterampilan proses sains dan indikatornya
KPS
Melakukan
pengamatan
(observasi)
Menafsirkan
pengamatan
(interpretasi)
Mengelompokkan
(klasifikasi)
Meramalkan
(prediksi)
Berkomunikasi

Berhipotesis

Merencanakan
percobaan/
penyelidikan

Indikator
1. Mengidentifikasi ciri-ciri suatu benda
2. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang nyata
pada objek atau peristiwa
3. Membaca alat ukur
4. Mencocokan gambar dengan uraian tulisn/benda
Mengidentifikasi fakta-fakta berdasarkan hasil pengamatan
Menafsirkan fakta atau data menjadi suatu penjelasn yang
logis
Mencari perbedaan atau persamaan, mengontraskan ciriciri, membandingkan dan mencari dasar penggolongan.
Mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi
berdasarkan suatu kecendrungan/pola yang sudah ada.
1. Mengutarakan suatu gagasan
2. Menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan secara
akurat suatu objek atau kejadian
3. Mengubah data dalam bentuk tabel kedalam bentuk
lainnya misalnya grafik, peta secara akurat.
Hipotesis merupkan dugn sementara tentang pengaruh
variabel amnipulasi terhadp vriabel respon. Hipotesis
menyatakan penggambaran yang logis dari suatu hubungan
yang dapat diuji melalui eksperimen.
Menentukan alat dan bahan, menentukan variabel atau
peubah yang terlibat dalam suatu percobaan, menentukan
variabel terikat dan variabel bebas, menentukan apa yang
diamati, di ukur/ ditulis, serta menentukan cara dan langkah
kerja termasuk keterampilan merencanakan penelitian.

19
Menerapkan sub
konsep/ prinsip

Menggunakan subkonsep yang telah dipelajari dalam situasi
baru, menggunakan subkonsep pada pengalaman baru untuk
menjalaskan apa yang sedang terjadi.

Keterampilan proses dasar diuraikan oleh Mahmuddin (2010), sebagai berikut:
Observasi atau mengamati, menggunakan lima indera untuk mencari tahu
informasi tentang obyek seperti karakteristik obyek, sifat, persamaan, dan
fitur identifikasi lain b) Klasifikasi, proses pengelompokan dan penataan
objek c) Mengukur, membandingkan kuantitas yang tidak diketahui
dengan jumlah yang diketahui, seperti: standar dan non-standar satuan
pengukuran d) Komunikasi, menggunakan multimedia, tulisan, grafik,
gambar, atau cara lain untuk berbagi temuan e) Menyimpulkan,
membentuk ide-ide untuk menjelaskan pengamatanPrediksi,
mengembangkan sebuah asumsi tentang hasil yang diharapkan.
Adapun keterampilan proses terpadu (terintegrasi), yaitu: a) merumuskan
hipotesis, membuat prediksi (tebakan) berdasarkan bukti dari penelitian
sebelumnya atau penyelidikan b) mengidentifikasi variabel, penamaan
dan pengendalian terhadap variable independen, dependen, dan variable
control dalam penyelidikan c) membuat defenisi operasional,
mengembangkan istilah spesifik untuk menggambarkan apa yang terjadi
dalam penyelidikan berdasarkan karakteristik diamati dan percobaan d)
melakukan penyelidikan dan mengumpulkan data f) interpretasi data,
menganalisis hasil penyelidikan.

Pendekatan keterampilan proses dimaksudkan untuk mengembangkan
kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh individu siswa. Agustia (2011)
memuat ulasan pendekatan keterampilan proses yang diambil dari pendapat
Funk sebagai berikut:
a) Pendekatan keterampilan proses dapat mengembangkan hakikat ilmu
pengetahuan siswa. Siswa terdorong untuk memperoleh ilmu
pengetahuan dengan baik karena lebih memahami fakta dan konsep ilmu
pengetahuan b) Pembelajaran melalui keterampilan proses akan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dengan ilmu
pengetahuan, tidak hanya menceritakan, dan atau mendengarkan sejarah
ilmu pengetahuan c) Keterampilan proses dapat digunakan oleh siswa
untuk belajar proses dan sekaligus produk ilmu pengetahuan.

20
Pendekatan keterampilan proses sains memberikan kesempatan kepada siswa
untuk secara nyata bertindak sebagai seorang ilmuwan. Dari uraian di atas dapat
diutarakan bahwa dengan penerapan pendekatan keterampilan proses menuntut
adanya keterlibatan fisik dan mental-intelektual siswa. Hal ini dapat digunakan
untuk melatih dan mengembangkan keterampilan intelektual atau kemampuan
berfikir siswa. Selain itu juga mengembangkan sikap-sikap ilmiah dan
kemampuan siswa untuk menemukan dan mengembangkan fakta, konsep, dan
prinsip ilmu atau pengetahuan. Keenam keterampilan proses dasar di atas
terintegrasi secara bersama-sama ketika ilmuan merancang dan melakukan
penelitian, maupun dalam kehidupan sehari hari. Semua komponen keterampilan
proses dasar penting baik secara parsial maupun ketika terintegrasi secara
bersama-sama. Keterampilan proses dasar merupakan pondasi bagi terbentuknya
landasan berpikir logis. Oleh karena itu, sangat penting dimiliki dan dilatihkan
bagi siswa sebelum melanjutkan ke keterampilan proses yang lebih rumit dan
kompleks. Perpaduan dua kemampuan keterampilan proses dasar atau lebih
membentuk keterampilan proses terpadu.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Nurohman (2010: 25), bahwa keterampilan
proses sains dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu:
1) the basic (simpler) process skill dan 2) integrated (more complex) skills.
The basic process skill, terdiri dari 1) Observing 2) Inferring, 3) Measuring,
4) Communicating, dan 5) Classifying, 6)Predicting. Sedangkan yang
termasuk dalam Integrated Science Process Skills adalah 1) Controlling
variables, 2) Defining operationally, 3) Formulating hypotheses,
4) Interpreting data, 5) Experimenting dan, 6) Formulating models.

21

Tabel 2.2. Klasifikasi Keterampilan Proses Sains (diadaptasi dari Longfield)
Basic
Mengobservasi
Membandingkan
Mengklasifikasikan
Mengukur
Mengkomunikasikan
Membuat Model
Membuat Data

Menggunakan indera untuk mengumpulkan
informasi.
Menemukan persamaan dan perbedaan antara
dua objek/kejadian.
Mengelompokkan objek atau ide dalam
kelompok atau ketegori berdasarkan bagianbagiannya.
Menentukan ukuran objek atau kejadian dengan
menggunakan alat ukur yang sesuai
Menggunakan lisan, tulisan, atau grafik, untuk
menggambarkan kejadian, aksi atau objek.
Membuat grafik, tulisan, atau untuk
menjelaskan ide, kejadian, atau objek
Menulis hasil observasi dari objek atau kejadian
menggunakan gambar, kata-kata, maupun
angka.

Intermediate
nferring
Memprediksi

Membuat pernyataan mengenai hasil observasi
yang didukung dengan penjelasan yang msuk
akal.
Menerka hasil yang akan terjadi dari suatu
kejadian berdasarkan observasi dan biasanya
pengetahuan dasar dari kejadian serupa

Edvanced
Membuat hipotesis
Merancang Percobaan
Menginterpretasikan Data

Membuat pernyataan mengenai suatu
permasalahan dalam bentuk pertanyaan
Membuat prosedur yang dapat menguji
hipotesis
Membuat dan menggunakan tabel, grafik atau
diagram untuk mengorganisasikan dan
menjelaskan informasi.

22
(Sumber : Nurohman, 2010)

4.

Hasil Belajar

Menurut Gagne dalam Dimyati dan Mudjiono (2002), belajar merupakan
kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar
sesorang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai. Timbulnya
kapabilitas tersebut dari:
1. Simulasi yang berasal dari lingkungan
2. Proses kognitif yang dilakukan oleh pembelajar
Hasil belajar merupakan suatu gambaran kemampuan yang diperoleh anak setelah
melalui kegiatan belajar. Hasil inilah yang akan menjadi ukuran tingkat
keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pebelajaran yang telah ditetapkan.
Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan
kurikuler maupun tujuan instraksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar
dari Bloom dalam Sudjana (2002: 22) yang secara garis besar membaginya
menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor.
Ranah kognitif
Dalam ranah kognitif mencakup kegiatan mental (otak). Kemampuan ini meliputi
penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.

23
Ada beberapa jenjang dalam proses berfikir menurut Hamalik (2007:101) yaitu:
Pengetahuan (knowledge), yang merupakan aspek paling dasar
dan seringkali disebut dengan aspek ingatan (recall). Disini seseorang
dituntun untuk dapat lebih mengenali atau mengetahui adanya konsep,
fakta, istilah dan sebagainya tanpa harus mengerti atau dapat menggunakann
ya. Kata kerja operasional yang dipakai untuk merumuskannya adalah
mempertimbangkan, mengkritik, mengorganisasi, memecahkan masalah,
menyimpulkan dan menentukan. Pengetahuan atau kemampuan mengingat
ini dapat dirinci sebagai berikut: a) Terminologi; kemampuan yang paling
besar ialah mengetahui arti tiap kata. Anak selalu bertanya kepada
orangtuanya arti kata-kata yang ditemuinya dalam buku atau dalam
percakapan dengan teman-temannya. Misalnya: kebijakan, lincah dan
pengetahuan b) Fakta lepas (isolated facts); setelah memahami prinsipprinsip atau konsep-konsep bahasa, anak menanjak pada pengetahuan akan
fakta-fakta lepas. Fakta yang diketahuinya tetap berdiri sendiri tanpa
dihubungkan dengan fakta atau gejala lainnya. Fakta-fakta lepas itu harus
dipelajari c) Universal dan abstraksi; pengetahuan akan bagan-bagan atau
pola-pola utama yang dipakai untuk mengorganisasikan fenomenafenomena.
B. Kerangka Pemikiran
Efektivitas proses belajar mengaj

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3876 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1031 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1320 23