SIKAP BERTAHAN VENEZUELA DALAM MERESPON KERJASAMA MILITER AMERIKA SERIKAT – KOLOMBIA

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara di Kawasan Amerika Latin telah terbangun semenjak sebelum perang dingin pecah. Bahkan jauh sebelum era Perang Dingin digelar, Amerika Serikat telah hadir dan menancapkan pengaruh baik politik, ekonomi maupun militer di Kawasan tersebut sebagai kekuatan yang hadir dari luar batas wilayah Kawasan tersebut.1 Meskipun pada masa Perang Dingin disebut sebagai era khusus bagi hubungan yang signifikan, namun baik sebelum dan sesudahnya tetap terlihat sama bagi Amerika Serikat untuk berupaya menancapkan pengaruhnya di kawasan tersebut.

Dalam upaya menancapkan pengaruhnya, penggunaan kekuatan militer ataupun melalui instrument bantuan luar negeri merupakan beberapa jalan yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk melancarkan ekspansinya.2 Perlu diakui, seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa negara-negara di Amerika Selatan memiliki sejarah panjang terhadap dominasi dan represi baik itu secara politik, ekonomi maupun militer dari Amerika Serikat. Beberapa peristiwa penting yang terjadi, layaknya pergulatan politik domestik yang diwarnai dengan intervensi

1

Baca Jorge I. Dominingues. 1999. The United State and Latin America: US-Latin Americans Relations During The Cold-War And Its Aftermath. Institute Of Latin American StudiesUniversity Of London and David Rockefeller Center Of Latin American Studies, Harvard University. London. Chapter II. Baca dalam http://www.wcfia.harvard.edu/sites/default/files/jd_us_latin.pdf (Diakses pada tanggal 07 Januari 2013)

2 Ibid.


(2)

militer, kudeta dan beberapa kebijakan restrukturisasi ekonomi (neo-liberal), tidak dapat dilepaskan dari intervensi Amerika Serikat.

Hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara di Amerika Selatan ditegaskan kembali melalui pembaharuan perjanjian dan pengembangan kerjasama militer (Defense Cooperation Agreement) dalam kerangka Colombian Plan yang ditandatangani kembali pada tahun 2009 dengan Kolombia, dengan tetap dalam agenda war on narcotics.3 Agenda memerangi persebaran narkotika yang melatar belakangi lahirnya hubungan bilateral antara AS dan Kolombia memang telah terjalin sejak 1980-an. Hal tersebut dapat dipahami karena kedua negara memiliki pandangan yang sama terhadap persebaran narkotika ilegal sebagai sebuah ancaman.

Bagi Kolombia, agenda memerangi persebaran narkotika dan perlawanan kelompok paramiliter merupakan fokus utama dari kebijakan pemerintah. Hal yang menjadikan masalah besar adalah status sebagai negara produsen narkotika terbesar di dunia dengan menyumbang 80% persebaran narkotika ilegal ke berbagai penjuru dunia4. Selain daripada itu, eksistensi dari kelompok paramiliter FARC (Fuerzas Armadas Revolusionarias de Colombia) yang represif terhadap pemerintah dan juga turut menjalankan transaksi narkotika ilegal secara besar-besaran menjadi masalah yang harus dihadapi5. Keadaan tersebut menjadikan Kolombia berada dalam masa krisis, baik secara politik maupun keamanan. Dengan alasan itu, AS menaruh perhatian khusus bagi Kolombia setelah

3

Lihat dalam http://www.antaranews.com/print/1250646467/as-akan-gunakan-pangkalan-kolombia (Diakses pada tanggal 09 Mei 2012)

4

Lihat dalam http://whoisinfo.web.id/2012/02/18/6-negara-penyalur-narkoba-terbesar-di-dunia/ (Diakses pada tanggal 03 April 2012)

5 Ibid.


(3)

pemerintah Kolombia secara resmi menyatakan membuka pintu bantuan luar negeri yang dikenal dengan Plan Kolombia guna mendapatkan asistensi dalam mengatasi krisis yang terjadi.

Melalui kerjasama tersebut, pemerintah Kolombia berhak mendapatkan bantuan baik secara finansial maupun militer dari pemerintah AS. sebagai salah satu hasilnya, dalam kurun waktu delapan tahun terakhir semenjak kesepakatan tersebut dijalankan pada tahun 2000 melalui Plan Kolombia, pemerintah AS telah memberikan bantuan militer sebanyak 5,5 juta US dolar bagi Kolombia.6 Bantuan tersebut secara rutin dialirkan kepada pemerintah Kolombia sekitar 600 juta US dolar per tahunnya.7 Bagi AS, melalui kerjasama militer yang lahir dalam kerangka Plan Kolombia, pemerintah Kolombia membuka akses bagi militer AS untuk menggunakan tujuh akses pangkalan militer dan dua pangkalan udara untuk dijadikan pusat operasi yang masing-masing pangkalan mampu menampung sekitar 1.000 tentara.8

Akan tetapi, dengan diijinkannya penggunaan pangkalan militer Kolombia oleh Amerika Serikat, muncul reaksi dari negara-negara di kawasan Amerika Selatan. Dalam hal ini negara-negara di kawasan tersebut merasa bahwa hadirnya AS di kawasan akan mempengaruhi stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan. Dalam KTT negara Amerika Latin tahun 2009, kepala negara-negara di

6

Lihat dalam http://indonesia.handsoffvenezuela.org/?p=601 (Diakses pada tanggal 03 April 2012) 7

Baca dalam http://www.metrotvnews.com/metromain/newsvideo/2006/10/25/26780/-AS-Akan-Tetap-Mendukung-Kolombia-Memberantas-Narkoba-/82 (Diakses pada tanggal 25 Maret 2012) 8

Lihat dalam http://www.nusantaraku.org/forum/news-current-issues-rumours/37166-kolombia-bangun-pangkalan-militer-di-dekat-perbatasan-venezuela.html (Diakses pada tanggal 25 Maret 2012)


(4)

kawasan mengungkapkan bahwa perjanjian militer antara AS dan Kolombia tidak lain adalah strategi AS untuk bertindak secara bebas di kawasan Amerika Latin.9

Venezuela merupakan negara yang paling bereaksi atas kerjasama militer AS dengan Kolombia. Hugo Chaves secara keras menyikapi hal ini sebagai bentuk ancaman bagi keamanan negaranya akibat perluasan pangkalan militer yang digunakan oleh militer AS di Kolombia.10 Secara geografis Venezuela dan Kolombia berbagi perbatasan sepanjang 2000 km dan secara jelas Venezuela menyatakan bahwa perjanjian tersebut menimbulkan ancaman militer bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin.11 Lebih jauh, melalui menteri pertahanannya, Venezuela memperlihatkan bagaimana kesiapannya di dalam menghadapi ancaman militer asing.12

Kebebasan militer AS di dalam menggunakan tujuh pangkalan militer di semenanjung Kolombia yang mana masing-masing ditempati 800 hingga 1000 personil tentara militer, melahirkan ketakutan bagi Venezuela. Bagi Venezuela keadaan semacam itu merupakan sebuah rambu-rambu, di mana perjanjian tersebut merupakan langkah awal dari AS untuk menginvasi Venezuela.13 Respon yang ditunjukkan oleh Venezuela merupakan sebuah bentuk ketakutan yang logis.

9

Baca dalam http://otomotif.kompas.com/read/2009/08/29/18161261/direktori.html (Diakses pada tanggal 04 April 2012)

10

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=43872:chavez-desak-kolombia-jelaskan-soal-pangkalan-militer-as&catid=16&Itemid=29 (Diakses pada tanggal 23 Maret 2012)

11

Lihat juga dalam http://www.nusantaraku.org/forum/news-current-issues-rumours/37166-kolombia-bangun-pangkalan-militer-di-dekat-perbatasan-venezuela.html (Diakses pada tanggal 25 Maret 2012)

12 Ibid.

13

http://koran.republika.co.id/berita/70296/Hillary_Kesepakatan_AS_Kolombia_Bukan_Ancaman (Diakses pada tanggal 23 Maret 2012)


(5)

Hal tersebut didasarkan pada alasan bahwa jumlah personil yang ada di setiap pangkalan cukup besar dan berpotensi dan efektif digunakan untuk menyerang wilayahnya. Di samping itu, mengingat bahwa Venezuela adalah negara dengan penghasil minyak terbesar di dunia menjadikan posisi Venezuela menjadi sangat penting bagi Amerika Serikat.

Kerjasama militer AS dengan Kolombia, di satu sisi meningkatkan postur dan kapabilitas militer Kolombia di Kawasan akibat bantuan dalam jumlah besar yang diperoleh dari AS, di sisi lain menghadirkan kekuatan militer baru yang hadir di Kawasan yakni Amerika Serikat. Keadaan tersebut melahirkan sebuah ancaman bagi keamanan dan kedaulatan negara-negara di Kawasan khususnya Venezuela sebagai negara yang berbatasan dengan Kolombia. Dalam hal ini Venezuela merasa terkepung oleh hadirnya militer AS di pangkalan-pangkalan yang disediakan oleh Kolombia.14 Sehingga, dalam hal ini Venezuela berupaya merespon kerjasama militer yang dibangun oleh AS dan kolombia melalui modernisasi dan peningkatan kapabilitas militernya.

Beberapa aliansi pertahanan juga coba dibangun oleh Venezuela dengan berbagai negara, salah satunya adalah Rusia guna mereduksi ancaman AS. Bahkan Venezuela telah menghabiskan 4 dolar AS untuk terus melengkapi dan meningkatkan kapabilitas militer seiring terus dilanjutkannya kerjasama militer

14

Baca dalam http://www.vhrmedia.com/Amerika-Selatan-Tolak-Pangkalan-Militer-AS-di-Kolombia-berita1988.html (Diakses pada tanggal 04 April 2012)


(6)

AS dan Kolombia.15 Beberapa diantaranya adalah alat-alat tempur udara seperti helikopter, pesawat Sukhoi dan sistem rudal anti pesawat S300.16

I.2 Rumusan Masalah

Penulisan karya ilmiah pada dasarnya akan selalu membutuhkan sebuah titik penekanan sebagai bentuk barometer dan landasan penulisan. Sehingga perlu adanya sebuah perumusan masalah sebagai bentuk penentuan masalah utama yang akan dijelaskan dan menunjukkan sejauh mana permasalahan tersebut menjadi penting untuk diangkat. Oleh karena itu, rumusan masalah yang diangkat dalam karya ilmiah ini adalah :

Mengapa Venezuela Merespon Kerjasama Militer AS-Kolombia Dengan Sikap Bertahan?

1.3Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian

1. Mampu mengetahu kerjasama militer yang dibangun antara Amerika Serikat dan Kolombia.

2. Memahami dan mengerti respon Venezuela di dalam merespon kerjasama militer AS-Kolombia.

3. Mampu menunjukkan bagaimana kerjasama militer AS dan Kolombia dapat menimbulkan ancaman bagi Venezuela.

15

Lihat dalam http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/19795-perjanjian-nuklir-a-militer-perkuat-pijakan-rusia-di-venezuela.html (Diakses pada tanggal 09 Mei 2012)

16 Ibid.,


(7)

1.3.2 Manfaat Penelitian A. Manfaat Akademis

Adapun manfaat secara akademis dari penelitian ini adalah mampu menambah kekayaan khasanah keilmuan dalam bidang hubungan internasional khususnya pada kajian Kawasan di Amerika Latin.

B. Manfaat Praktis

Adapun manfaat secara teoritis dari penelitian ini adalah mampu menjadi sebuah rujukan bagi pengambil kebijakan suatu negara dan rekomendasi bagi para pihak yang bersangkutan.

1.4 Kajian Pustaka (Literatur Terdahulu)

Ada beberapa penelitian yang sebelumnya telah berusaha untuk menjelaskan bagaimana Venezuela menyikapi kerjasama militer antara AS dan Kolombia. Salah satunya adalah dari Dyah Ayu Pratiwi17 dalam judul Tesisnya

Strategi Offensive Militer Venezuela Dalam Merespon Kehadiran Militer Amerika Serikat Di Venezuela. Dalam tulisan tersebut dinyatakan bahwasanya upaya pemberantasan narkotika di Kolombia merupakan alasan yang melatar belakangi kerjasama yang dibangun oleh Amerika Serikat dan Kolombia melalui Defense Cooperation Agreement (DCA).

Akan tetapi dengan kesepakatan kerjasama tersebut, efek yang ditimbulkan adalah munculnya ancaman bagi negara-negara di kawasan Amerika Selatan. Terutama bagi negara-negara yang anti terhadap kebijakan Amerika

17

Dyah Ayu Pratiwi dalam Tesisnya yang berjudul : Strategi Offensive Militer Venezuela Dalam Merespon Kehadiran Militer Amerika Serikat Di Kolombia. Diajukan sebagai salah satu syarat mengajukan gelar Magister Sains Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tahun 2010.


(8)

Serikat. Namun, reaksi yang ditunjukkan negara-negara di kawasan cukup bervariatif, diantaranya Brasil, Ekuador, Argentina, Paraguay, Chile, Bolivia dan beberapa lainnya di kawasan tidak meningkatkan kapasitas militernya dan hanya sekedar mengecam. Akan tetapi, dalam hal ini Venezuela bereaksi lebih keras dan berbeda.

Reaksi yang ditunjukkan oleh Venezuela diwujudkan dalam bentuk peningkatan kapasitas militer dan modernisasi alat-alat perang. Dalam hal ini presiden Hugo Chaves merasa bahwa kehadiran Amerika di kawasan merupakan ancaman bagi kedaulatan dan keamanan Venezuela dan negara-negara di kawasan.

Dalam penelitian di atas, strategi offensivitas Venezuela merupakan bentuk dari situasi dunia yang masuk dalam matrix doubly dangerious dalam keadanan dilemma keamanan sejalan dengan operasionalisasi konsep security dilemma yang digunakan untuk mengkerangkai analisisnya. Faktor lain yang memperngaruhi adalah perubahan doktrin keamanan nasionalnya yang mirip dengan Kuba yang memiliki istilah The New Organic Law of The National Armed Forces (LAOFAN), begitupula dengan semangat Bolivarian yang melekat dalam diri Chaves.

Maria Vicente Kijong dalam skripsinya ynah berjudul Dampak Dibangun Pangkalan MIliter Amerika Serikat Di Kolombia Terhadap Hubungan Politik Kolombia Dan Negara-negara Amerika Latin18, juga berusaha menjelaskan dinamika yang terjadi di kawasan Amerika Latin dengan datangnya militer Amerika Serikat di Kolombia. Kehadiran AS di Kolombia berawal dari perjanjian

18

Maria Vicente Kijong dalam skripsinya yang diajukan sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar S-1 studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Tahun 2012.


(9)

kerjasama militer yang ditandatangani oleh kedua negara diakhir tahun 2009, dengan tujuan memberantas dan mengendalikan penggunaan narkotika (War on Narcotic) secara besar-besaran dan ilegal di Kolombia.

Selain suntikan bantuan baik secara finansil maupun militer dari AS untuk Kolombia, kesepakatan perjanjian tersebut juga mengijinkan dipakainya beberapa pangkalan militer Kolombia oleh militer Amerika Serikat. Akan tetapi, penggunaan pangkalan militer diberbagai titik strategis dan berbatasan dengan negara tetangga menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat dielakkan, yakni berupa ancaman yang dirasakan oleh negara-negara di kawasan layaknya Venezuela yang berbatasan langsung secara geografis dengan Kolombia.

Meningkatnya kekuatan militer Kolombia, meningkatkan pula intensitas ancaman bagi negara-negara di kawasan. Oleh karena itu, upaya perimbangan secara natural lahir sebagai respon terhadap instabilitas yang terjadi. Hal inilah yang berusaha dijelaskan oleh peneliti melalui pendekatan Neo-Realis ala Kennetz Waltz. Dengan asumsi dasar bahwa sistem internasional bersifat anarkis, dimana tidak ada kekuatan superior yang mampu mencegah negara-negara dalam sistem internasional untuk selalu berupaya mencari kekuasaan penuh melalui politik internasional sebagai instrumennya. Oleh karena itu, upaya perimbangan kekuasaan akan terjadi sebagai upaya dari setiap negara didalam menjaga stabilitas keamanan dan kepentingan nasionalnya.


(10)

Dalam pembahasan yang lain, Luz Estalla Nagle19 dalam Plan Colombia: Reality Of The Colombian Crisis And Implicationts For Hemispheric Security

menjelaskan bahwa kerjasama antara Amerika Serikat dan Kolombia dalam kerangka Colombian Plan, disamping merupakan tujuan dari Kolombia untuk memperbaiki situasi nasional yang mengalami banyak masalah, terutama terkait pengendalian persebaran narkotika, perlawanan para gerilyawan dan ancaman terroris, Plan Kolombia juga menimbulkan implikasi keamanan bagi negara-negara tetangga di kawasan.20

Negara negara tetangga sepertihalnya Brazil, Venezuela dan Peru merasa keamanan nasionalnya terganggu akibat dari para penyelundup dan gerilyawan yang lari menuju perbatasan negara mereka akibat dijalankannya kebijakan-kebijakan yang termuat dalam kerjasama tersebut. Sepertihalnya yang dijelaskan oleh Nagle bahwa “Border state quickly rumped up security along their frontiers to discourage refugees and combatants from leaving Colombia.”21

Sehingga, sepertihalnya yang dilakukan oleh Brazil melalui operasi Cobra di sepanjang 1.000-mil perbatasan Amazon dengan menyebarkan sekitar 6.000 pasukan, atau Venezuela dengan operasi ORINOCO yang berhasil menyita beberapa ton kokain yang akan diselundupkan ke dalam negaranya merupakan

19

Luz E. Nagle merupakan asistan professor hukum di Stetson University College of Law di St. Petesburg, Florida. Seorang pengajar dalam kajian hukum kriminal internasional, hukum bisnis Amerika Latin dan perbandingan hukum bisnis internasional. baca dalam http://www.strategicstudiesinstitute.army.mil/pdffiles/pub13.pdf (Diakses pada tanggal 06 Januari 2013)

20

Baca, Implications For Hemispheric Security (ISBN 1-58487-109-1),December 2002dalam Ibid, Hal 34

21


(11)

bentuk respon terhadap ancaman yang ditimbulkan akibat penerapan dari kerjasama antara AS dan Kolombia melalui Colombian Plan.22

Plan Kolombia memang sejak akhir 1999, dikenal sebagai proposal pemerintah Kolombia yang bertujuan untuk membuka pintu bantuan secara politik dan finansial guna mengatasi berbagai permasalahan dalam negeri sepertihalnya kekerasan, perlawanan dari gerakan revolusioner, perdagangan narkotika dan kriminalitas. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam tulisan Mauricio Solaun dalam U.S Intervention In Latin America: “Plan Colombia”.23 Dalam tulisan tersebut Solaun menggambarkan keadaan Kolombia yang mengalami krisis baik politik, ekonomi maupun keamanan. Bahkan proses demokratisasi yang buruk turut menjadi faktor pentingnya intervensi, dalam hal ini Amerika Serikat untuk membantu memulihkan keadaan di Kolombia.

Melalui Plan Kolombia, yang dikatakan menjadi sebuah kebijakan luar negeri berjangka panjang, diharapkan memberikan perubahan yang progresif bagi keamanan di Kolombia, bebas dari narkoba, modern, demokratis dan tampil gemilang di kancang komunitas internasional dapat diwujudkan.24 Upaya tersebut oleh Solaun, digambarkan melalui beberapa strategi, diantaranya perbaikan ekonomi, penciptaan situasi damai dengan para pemberontak revolusioner, program anti-Narkotika, dan peningkatan kekuatan negara.

22

Ibid. 23

baca Mauricio Solaun. 2002.U.S Intervention In Latin America: “Plan Colombia”. University

of Illinois. Lihat dalam

https://www.ideals.illinois.edu/bitstream/handle/2142/30/SolaunOP.pdf?sequence=1 (Akses pada tanggal 07 Januari 2013)

24 Ibid.


(12)

Terkait dengan beberapa penelitian terdahulu, seperti yang telah dipaparkan di atas, posisi penelitian penulis yang membedakan dengan penelitian sebelumnya adalah, pertama, penekanan fokus penjelasan pada sikap bertahan yang diambil oleh Venezuela melalui peningkatan kapabilitas militernya melalui sikap bertahan merupakan pilihan yang paling memungkinkan bagi Venezuela merespon ancaman yang ditimbulkan dari kerjasama militer antara AS dan Kolombia.

Kedua, secara metodologis dilihat dari level analisis, penelitian ini lebih memandang ancaman yang dihadapi Venezuela secara utuh sebagai sebuah negara dan bukan ancaman secara parsial dalam konteks kelompok militer saja. Berikutnya, penelitian ini berangkat dari skeptisisme penulis terhadap hasil analisa dalam penelitian sebelumnya yakni penelitian yang dilakukan oleh Dyah Ayu Pratiwi. Seperti yang telah direview sebelumnya, penelitian Dyah Ayu Pratiwi menghasilkan analisis bahwa Venezuela berada pada posisi ofensif terkait keberadaan kerjasama militer AS dan Kolombia. Sehingga dalam keadaan keamanan yang dilematis Venezuela merespon melalui strategi militer ofensif guna meredam ancaman atas kehadiran AS di Kolombia yang dapat berpotensi mengancam pengaruh revolusi Bolivarian.

Skeptisisme penulis terhadap hasil penelitian tersebut terdiri dari beberapa alasan seperti, rasionalitas pengambilan kebijakan ofensif oleh Venezuela yang menurut penulis apabila dilihat dalam perspektif realis, dalam posisi dilema keamanan, posisi offensif bagi Venezuela adalah keputusan yang irrasional. Hal ini didasarkan pada kapabilitas secara postur militer antara Venezuela dan


(13)

akumulasi postur militer yang tergabung dalam kerjasama militer AS dan Kolombia secara holistik yang sangat jauh berbeda. Secara kuantitatif maupun secara kualitatif kapasitas maupun kapabilitas aliansi AS dan Kolombia lebih tinggi dari Venezuela. Dilihat dari tingkat kesiapan apabila sewaktu-waktu terjadi konflik terbuka, disparitas millitary power antara Venezuela dengan AS dan Kolombia juga terpaut sangat tinggi. Menurut penulis, posibilitas hipotetik yang muncul ditengah dilema yang dihadapi, secara rasional Venezuela berada pada posisi defensif dengan tetap mengambil sikap waspada (preventif) terhadap eksistensi ancaman dari aliansi AS dan Kolombia.

Oleh karena itu, melalui pendekatan metodologis yang berbeda namun tetap dengan kerangka teoritis dan konseptual yang sama, penelitian ini berupaya menunjukkan hasil analisis yang berbeda dari penelitian sebelumnya. Di mana peneliti sebelumnya menggunakan pendekatan induktif, namun dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah deduktif. Melalui uji teoritis secara penuh dan ketat sesuai dengan variabel-variabel kunci dalam teori yang digunakan, maka penelitian ini menghasilkan analisis baru yakni sikap bertahan Venezuela sebagai pilihan rasional di dalam merespon ancaman kerjasama militer antara AS dan Kolombia.

Dalam hal ini istilah yang muncul adalah Offense-Defense Theory dan

Security Dilemma, dimana ancaman yang dihadapi oleh Venezuela akibat kerjasama militer antara AS-Kolombia mengharuskan Venezuela mengambil upaya ofensif atau defensive guna meredam ancaman yang dihadapi. Sikap bertahan yang diambil oleh Venezuela memposisikannya pada keadaan yang


(14)

dilematis. Namun, bagi Venezuela sikap bertahan sebagai pilihan yang paling menguntungkan daripada memilih sikap layaknya aggressor yang diharuskan menyerang.

Tabel 1.1 kajian pustaka (Literatur Terdahulu) sebagai berikut : No. Nama/Judul/Jenis Metodologi dan

Pendekatan

Hasil Analisa 1.

2.

3.

Dyah Ayu Pratiwi: Strategi Militer Offensive

Venezuela Dalam Merespon

Kehadiran Militer Amerika Serikat Di Kolombia (Tesis)

Mariani Vicente Kijong: Dampak Dibangun

Pangkalan Militer Amerika Serikat Di Kolombia Terhadap Hubungan Politik Kolombia Dan Negara-negara Di Amerika Latin (Skripsi)

Luz Estalla Nagle: Plan Colombia: Reality Of The Colombian Crisis

-Kualitatif/Deskriptif/ Konsep dan Teori : Model Aksi-reaksi/ Offense-Defence Theory/Security Dilemma

-Eksplanatif/Induksionis Konsep dan Teori: Neo-Realisme

- Venezuela

menggunakan strategi militer ofensif dalam merespon kehadiran militer Amerika Serikat yang menimbulkan ancaman militer terhadap pengaruh Revolusi Bolivarian di kawasan Amerika Selatan. -Kerjasama militer AS-Kolombia sebagai bentuk kepentingan nasional bagi

keduanya. Akan tetapi, kerjasama tersebut menimbulkan ancaman bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin yang melakukan upaya perimbangan. Oleh karena itu instabilitas hubungan antara Kolombia dan negara-negara di kawasan terbentuk melalui proses perimbangan keamanan. -Colombian Plan sebagai bentuk kerjasama yang


(15)

4. And Implications For The Hemispheric Security (Buku) Mauricio Solaun: U.S Intervention In Latin

America:”Plan Colombia” (Buku)

Serikat dan Kolombia untuk mengatasi persebaran narkotika, pemberontak,

gerilyawan, dan ketidakstabilan sosial di Kolombia di sisi lain juga menimbulkan implikasi keamanan bagi negara-negara tetangga di Kawasan berupa ancaman terhadap keamanan nasional. Ancaman tersebut berupa masuknya para penyelundup,

pemberontak dan para produsen kokain menuju negara-negara yang berbatasan langsung dengan Kolombia.

-Krisis yang dihadapi oleh Kolombia secara Politik, Ekonomi dan Keamanan

memerlukan solusi yang dibutuhkan pemerintah. Plan Kolombia sebagai sebuah kebijakan luar negeri Kolombia sebagai bentuk upaya untuk membuka bantuan dari luar guna membangun stabilitas domestik. Amerika Serikat sebagai mitra kerjasama menjadi kekuatan yang mengintervensi baik secara politik dan ekonomi diharapkan mampu


(16)

5. Khoirul Amin: Sikap Bertahan Venezuela Dalam Merespon Kerjasama Militer AS-Kolombia -Eksplanatis/Induksionis Konsep dan Teori : Security Dilemma/Offense-Defence Theory mengembalikan stabilitas politik, keamanan dan ekonomi yang dihadapi Kolombia. -Kerjasama militer yang dibangun oleh As-Kolombia melalui kerangka Colombian Plan melahirkan dilemma keamanan bagi Venezuela. Di mana penempatan pasukan militer AS di beberapa pangkalan militer Kolombia menimbulkan ancaman bagi Venezuela. Oleh karena itu, Venezuela melakukan upaya mobilisasi kekuatan militer sebagai upaya dan sikap bertahannya di dalam hadirnya militer AS di Kolombia melalui kerjasama yang dibangun.

1.5. Landasan Teori dan Konseptual 1.5.1 Teori Offense-Defense

Tujuan dari strategi bertahan adalah untuk memungkinkan setiap negara untuk mengatasi masalah pertahanan wilayah negara. Namun, bukan bertujuan untuk melakukan ekspansi ataupun menghancurkan negara lain sebagai rivalnya. Di sisi lain, strategi ofensif lebih menggunakan penaklukan secara militer untuk mengekspansi sumber dan potensi kekuatan militer negara lain, guna memperoleh


(17)

posisi yang lebih aman atau bertujuan untuk melakukan tekanan terhadap negara yang dianggap sebagai ancaman.

Robert Jervis dalam Cooperation Under Security Dilemma menempatkan ofensif-defensif sebagai dua variabel yang penting dalam keadaan dilemma keamanan. Jervis merumuskan apakah senjata dan kebijakan bertahan dapat dibedakan dengan senjata atau kebijakan menyerang, dan apakah menyerang atau bertahan yang lebih menguntungkan.25 Asumsi dari variabel pertama menyatakan, apabila strategi menyerang lebih menguntungkan, maka akan lebih mudah untuk menghancurkan dan mengambil wilayah negara lain daripada menerapkan strategi bertahan bagi dirinya sendiri. Di sisi lain, apabila strategi bertahan lebih menguntungkan, artinya akan lebih mudah untuk melindungi, bertahan daripada tampil ke depan, menghancurkan atau mengambil alih.26

“when we say that offense has the advantage, we simply mean that it is easier to destroy the other’s army and take it’s territory than it is to defend one’s own. When the defense has the advantage, it is easier to protect and to hold than it is to move forward, destroy, and take”.27

Selanjutnya, pertimbangan mengenai ofensif-defensif dapat dibedakan melalui beberapa pertanyaan yang muncul. Pertama, apakah negara akan menghabiskan kurang atau lebih dari satu dolar untuk kekuatan bertahan untuk mengimbangi sekian dolar yang diupayakan negara lain yang dapat digunakan untuk menyerang?, jika suatu negara memiliki satu dolar yang digunakan untuk menaikkan keamanannya, seharusnya negara tersebut menyerang ataukah

25

Robert Jervis. Cooperation Under Security Dilemma. World Politics, Vol. 30, No. 2. (Jan., 1987). Hal 186-187

26

Ibid. Hal 187 27

Robert Jervis. Offense,Defense, and the Security Dilemma. Dalam Robert J. Art, Robert Jervis. 2007. International Politics:Enduring Concepts and Contemporary Issues. Pearson Education. Hal 177


(18)

bertahan?. Kedua, dengan inventarisasi untuk menyerang yang dimiliki, apakah lebih baik untuk menyerang ataukah bertahan? Apakah ada dorongan untuk melakukan serangan pertama atau menahan serangan?28

Guna menjawab beberapa pertimbangan yang ada, oleh Jervis strategi menyerang atau bertahan akan ditentukan oleh keadaan yang memungkinkan setiap negara untuk memposisikan strateginya, menyerang atau bertahan. Jika bertahan lebih menguntungkan, maka upaya untuk menyebarkan kekuatan (force deployed) yang tercipta oleh status quo akan lebih meningkatkan keamanan daripada upaya untuk mengurangi jumlah musuh.29 Dimana, setiap negara akan secara penuh dapat mengatasi masalah keamanannya dari pola aksi reaksi yang terbentuk, dan perlombaan senjata dapat direda.30

“If the defense has the advantage, and if the status-quo power have reasonable subjective security requirements, they can probably avoid an arms race.”31

Di sisi lain, apabila menyerang lebih menguntungkan, maka akan menjadi sangat mustahil bagi negara-negara untuk berada dalam kondisi keamanan yang sederajat dan dihadapi secara bersama, intensitas perlombaan senjata semakin tidak dapat dihindari dikarenakan apabila salah satu negara menambah kekutan (security maximize), maka negara lain yang dianggap musuh juga akan menambah jumlah kekuatan menjadi semakin besar untuk bertahan.32

“… when the offense has the advantage, it’s impossible for state of equal size to enjoy high levels of security simultaneously; arms race will be

28

Op.cit. Hal 188 29

Charles L. Glaser. The Security Dilemma Revisited. Op. Cit. Hal 185 30

Ibid. Hal 186 31

Robert Jervis. Op. Cit. Hal 188 32

Malcom W. Hoag. On Stability in Deterrent Races. World Politics 13 (July1961). Dalam Ibid. Hal 186


(19)

intense because when one country add forces, its adversary will have to make a larger addition to restore its ability to defend”33

Variabel kunci selanjutnya dalam memperngaruhi dilemma keamanan adalah pembedaan antara strategi menyerang dan bertahan. Apabila pembedaan antara menyerang dan bertahan dapat secara keseluruhan dipenuhi, maka negara hanya akan menggunakan kekuatannya untuk mengamankan wilayahnya, tanpa mengurangi kekuatan negara lain untuk mempertahankan keamanannya.34 Oleh karena itu, apabila pembedaan antara meyerang dan bertahan dapat dipenuhi, keadaan dilemma keamanan dapat dihindari.

Robert Jervis juga memberikan pandangan mengenai faktor geografi dan teknologi di dalam menentukan strategi menyerang atau bertahan sebagai pilihan yang menguntungkan. Wilayah yang tidak dapat dijangkau, yang merupakan bagian dari keadaan geografis (samudra, sungai, gunung) yang memisahkan antar negara-negara dapat menjadi penghalang terjadinya perang. Keadaan yang demikian, akan memberikan banyak pilihan bagi negara (defender) untuk lebih bersiap, mengatasi berbagai persoalan logistik, hingga mengurangi jumlah tentara sebagai hasil dari perhitungan yang telah dapat diketahui sebagai hasil akhir.35Selanjutnya, apabila senjata yang dimiliki mudah dihancurkan, maka senjata tersebut harus digunakan sebelum diserang. Meskipun ada beberapa senjata yang tidak mudah dihancurkan yang dimiliki.36

Beberapa variabel yang sangat menentukan di dalam pemilihan postur bertahan atau menyerang sebagai pilihan yang menguntungkan melahirkan sebuah keadaan yang dinamakan sebagai empat matrix dunia oleh Robert jervis. Dimana

33

Ibid 34

Charles L. Glaser. Op. Cit. Hal 186 35

Robert Jervis. Op. Cit. Hal 194. 36


(20)

setiap matrix telah mengkondisikan dan memiliki setiap pemenuhan bagi negara untuk mengambil postur menyerang atau bertahan sebagai pilihan yang paling menguntungkan.

1.5.2 Security Dilemma

Untuk menggambarkan perdebatan yang terjadi antara pemilihan strategi secara offensif yang lebih menguntungkan ataukah strategi defensif yang menguntungkan bagi suatu negara yang mengalami dilemma keamanan, Jervis memberikan penjelasan terhadap dua variabel tersebut ke dalam empat bagian ilustrasi dari sebuah situasi yang terjadi di dunia.37 Berikut adalah gambar tabel pembagian situasi dunia kedalam empat bagian bagian menurut R. Jervis38:

Offense has the advantage Defence has the advantage

World I World II

Offensive posture not distinguishable from defensive

one

- Highly unstable. - Advantage to the 1st strike.

- Double dangerious

- Security dilemma, but security requairments may be compatible

World III World IV

37

Ibid,. Hal 327 38

Lihat dalam Robert Jervis, “Cooperation Under The Security Dilemma”, World Politics 30, 4 (January 1978), Hal 167-214.


(21)

Offensive posture distinguishable from defensive

one

- No security dilemma - Aggression Possible, but

warning given.

- Eminently stable

- Agressors are seen as is. - No advantage for status

quo state to pursue offensive policy. - Double stable

Pembagian situasi dunia ke dalam empat bagian oleh Robert Jervis merupakan bentuk identifikasi untuk membaca dua variabel (offensif dan defensif) yang akan diambil oleh suatu negara sebagai sebuah strategi, baik offensif maupun defensif sesuai dengan situasi yang ada dan juga sebagai perbedaan daripada prioritas strategi secara offensif maupun defensif. Situasi dunia pertama

menggambarkan keadaan yang paling buruk dalam status quo. Tidak ada jalan lain untuk mencapai sebuah keamanan selain melakukan ancaman terhadap negara lain, karena pada dasarnya untuk memperoleh sebuah keamanan menjadi sangat sulit dan pilihan strategi defensif lebih tidak menguntungkan jika dibandingkan dengan strategi offensif. Sehingga, melakukan upaya penyerangan adalah jalan terbaik untuk melindungi apa yang dimiliki, dalam arti mendapatkan sebuah keamanan. Status-quo menjadikan negara-negara berperilaku layaknya

aggressor, perlombaan senjata dan serangan pertama yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara lain memiliki porsi paling besar. Hubungan antara kekuatan-kekuatan dalam status-quo juga menjadi sangat sulit, layaknya kerjasama.39

39


(22)

Situasi dunia yang kedua adalah terjadinya dilemma keamanan. Dimana hal ini disebabkan oleh postur offensif dan defensif tidak dapat dibedakan. Akan tetapi, keadaan ini tidak berjalan sekuat dari apa yang terjadi pada dunia pertama dikarenakan defensif lebih menghasilkan keuntungan. Lebih lanjut, apabila terdapat kenaikan intensitas keamanan di suatu negara maka di satu sisi akan terjadi penurunan drajat keamanan suatu negara yang lain. Sehingga, apabila kedua postur tersebut memiliki kesadaran terhadap persyaratan keamanan secara subjektif, kesadaran terhadap keseimbangan kekuatan, dan variabel-variabel tersebut memiliki keuntungan, maka negara-negara dalam status-quo dapat mengambil kebijakan keamanan yang sesuai.40

Meskipun demikian, suatu negara tidak dapat menjustifikasi intensitas daripada jenis senjata yang didapatkan oleh negara lain, karena drajat dari senjata yang dihabiskan atau didapatkan akan memberikan satu bukti yang penting. Karena upaya untuk meningkatkan derajat keamanan melalui peningkatan level persenjataan mungkin tidak dapat diartikan sebagai bentuk dari agresifitas layaknya sebagai aggressor, hal itu dapat dipahami sebagai upaya untuk mengamankan negaranya saja.

Pada situasi dunia ketiga, tidak ada kemungkinan terjadinya Security Dilemma, akan tetapi terdapat beberapa permasalahan terkait keamanan. Karena pada dasarnya negara tidak memperoleh sistem defensif, yang mana tidak dapat melakukan ancaman terhadap negara lain, di sini dilema diposisikan untuk tidak berjalan. Selanjutnya, penyerangan dapat dilakukan karena dalam situasi ini

40


(23)

postur offensif lebih menguntungkan. Sehingga, apabila postur offensif lebih menguntungkan, maka negara-negara dalam staus-quo mungkin lebih akan mengambil inisiatif lebih daripada menerima resiko diserang atau bahkan ditaklukkan.41

Namun, apabila postur offensif tidak cukup memberikan keuntungan, stabilitas dan kerjasama yang mungkin dibangun hanya merupakan upaya dari negara-negara dalam status-quo dalam memperoleh kekuatan defensif. Negara-negara tersebut tidak perlu beraksi atas Negara-negara lain yang sama-sama melakukan upaya memperoleh kekuatan defensif, akan tetapi cukup menunggu peringatan dan melihat apabila negara lain mulai menyebarkan senjata secara offensif. Tentunya, negara-negara dalam status-quo harus melihat secara hati-hati dan secara tepat mengantisipasi musuh-musuh palsu.42

Selanjutnya adalah situasi dunia keempat, di mana pada situasi ini dunia berada pada keamanan ganda. Perbedaan antara sistem offensif dan defensif telah keluar dari Security Dilemma.43 Keuntungan yang datang dari postur defensif telah dicapai, begituhalnya tidak ada alasan lagi bagi kekuasaan dalam status-quo untuk memperoleh kekuatan secara offensif, dan aggressor memberikan catatan dari tujuan mereka melalui postur yang mereka adopsi.

1.5.3 Pre-Analisa

Implementasi dari teori dan konsep dalam penelitian ini akan menjabarkan proses berpikir yang akan digunakan untuk menganalisa dalam menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan dua pemikiran

41

Ibid,. Hal 329 42

Ibid,. 43


(24)

utama yakni Security Dilemma dan Offense-Defense Theory. Penjabaran konsep

Security Dilemma dan Offense-Defense Theory akan dijelaskan dalam diagram di bawah ini:

Skema 1.1 Alur Pemikiran

Robert Jervis menempatkan dua variabel kunci dalam dilemma keamanan. Apakah senjata dan kebijakan bertahan dapat dibedakan dari menyerang, dan apakah bertahan atau menyerang yang menguntungkan.

Skema 1.2Operasionalisasi Teori Sikap Bertahan Venezuela Dalam

Merespon Kerjasama Militer AS-Kolombia

Pertimbangan Menyerang atau Bertahan (offense/Defense)?

Bertahan Lebih Menguntungkan

Offense Posture-Defense

Posture

Variabel: offense-defense

balance and differentiation

Offense or defense has the advantage

Security Dilemma applied Indicator :

- Ancaman Kerjasama militer AS-Kolombia

- Kapabilitas militer Kolombia-Venezuela

- Belanja militer Venezuela

- Sistem persenjataan dan kebijakan bertahan Venezuela


(25)

1.6 Metodologi

1.6.1 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian eksplanasi.

Menurut Mohtar Mas’oed yang dimaksud dengan eksplanasi adalah penelitian

yang berusaha menjawab pertanyaan “mengapa”. 44

Berbeda dengan jenis penelitian deskriptif yang lebih menekankan pada penjabaran mengenai deretan fakta berdasarkan alur, Jenis penelitian eksplanasi bertujuan menjelaskan keadaan atau tingkah laku, menjelaskan dan meramalkan berbagai fenomena hubungan internasional melalui sebab-sebab “sesuatu” dapat terjadi dan diprediksikan.45 Sehingga, jenis penelitian ini akan digunakan untuk menjawab permasalahan yakni : “Mengapa Venezuela Merespon Kerjasama Militer AS-Kolombia Dengan

Sikap Bertahan?”

1.6.2 Level Analisa

Pada dasarnya penelitian ini menelusuri mengapa mengapa Venezuela merespon kerjasama militer yang dibangun antara Amerika Serikat dan Kolombia. Oleh karena itu, dibutuhkan penyederhanaan variabel unruk mempermudah analisis. Dimana penyederhanaan tersebut meliputi variabel dependen sebagai

“unit analisa” yang perilakunya akan dijelaskan dan diramalkan, sedangkan variabel independen sebagai “unit eksplanasi” sebagai dampak dari unit analisa

yang menjadi penelitian pada kali ini.

Adapun variabel dependen dan juga sebagai level analisa dalam penelitian ini adalah sikap bertahan Venezuela terhadap kerjasama militer AS-Kolombia.

44

Mohtar Mas’oed. 1990. Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi. Jakarta. LP3ES.

Hal 262 45


(26)

Sedangkan variabel independen atau level eksplanasinya adalah kerjasama militer

Amerika Serikat dan Kolombia. Menurut Mohtar Mas’oed, apabila sebuah penelitian mempunyai unit analisa negara (state), dan unit eksplanasinya pengelompokan negara, maka model penelitian tersebut adalah induksionis.46

Selanjutnya penggunaan teori maupun konsep sebagai langkah di dalam menjelaskan keterkaitan fenomena-fenomena yang diteliti, kemudian menghasilkan hipotesa sebagai kesimpulan sementara dari hasil penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti lebih fokus didalam melihat respon yang ditunjukkan oleh Venezuela sebagai reaksi atas kerjasama militer yang dibangun oleh Amerika Serikat dan Kolombia. Sehingga tingkat analisa yang digunakan didalam penelitian ini adalah negara.

1.6.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, data yang digunakan penulis adalah data kualitatif, dimana data tersebut diperoleh dari berbagai sumber di antaranya buku, jurnal, laporan penelitian yang di peroleh di perpustakaan UMM, Laboraturium Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, koleksi pribadi, maupun internet. Setelah itu, data dikategorikan sesuai dengan sistematika dan kebutuhan dalam penulisan. Data kualitatif disini merupakan data yang berbentuk non angka yang dikumpulkan melalui berbagai sumber terkait. Setelah itu data yang telah diperoleh dikategorikan dalam beberapa variabel, kemudian mengidentifikasi hubungan variabel-variabel yang terdiri dari „unit analisa’ dan „unit eksplanasi yang mana

46


(27)

akan menentukan model penelitiaan seperti induksionis, korelasionis, atau reduksionis.47

1.6.4 Ruang Lingkup Penelitian

Penulis akan memberikan ruang lingkup dari pembahasan ataupun penjelasan dari permasalahan yang diangkat oleh penulis yakni Respon Venezuela terhadap kerjasama militer Amerika Serikat dan Kolombia. Oleh karena itu, penulis dalam hal ini akan membagi ruang lingkup penelitian dalam 2 bagian yakni:

1.6.4.1 Batasan Materi

Batasan materi menunjukkan ruang sebuah peristiwa yakni cakupan kawasan dan gejala atau daerah studi. Adapun batasan materi dalam penulisan ini adalah penulis akan mengulas mengenai respon bertahan Venezuela di dalam menanggapi kerjasama militer AS dan Kolombia. Dimana respon Venezuela dijelaskan melalui reaksi yang ditunjukkan oleh Venezuela terhadap kerjasama militer AS dan Kolombia.

1.6.4.2 Batasan Waktu

Berdasarkan pemaparan dan data yang ada, batasan waktu yang menjadi titik fokus dalam penulisan ini adalah mulai tahun 2000-2009. Dimana pada kurun waktu tersebut dinamika yang ditimbulkan dan respon yang diberikan oleh Venezuela berada pada frekwensi yang tinggi.

47


(28)

1.7 Hipotesa

Terkait kerjasama militer yang terjalin antara Amerika Serikat dan Kolombia, Venezuela merasa bahwa kehadiran AS di Kolombia merupakan bentuk ancaman terhadap keamanan nasionalnya. Kehadiran militer AS yang menempati beberapa titik strategis pangkalan militer di Kolombia, begituhalnya peningkatan postur militer Kolombia yang terbangun atas bantuan yang diberikan AS melalui kerjasama tersebut merupakan alasan bagi Venezuela untuk menyadari potensi ancaman yang hadir. Oleh karena itu, berdasarkan perhitungan untung rugi dalam offense-defense theory, dalam situasi keamanan yang dilematis sikap bertahan bagi Venezuela merupakan keadaan yang lebih menguntungkan daripada mengambil sikap menyerang dalam merespon kerjasama militer AS-Kolombia.

1.8 Struktur Penulisan

Dalam sebuah penelitian diperlukan sebuah penjabaran dari suatu permasalahan yang diangkat. Oleh karena itu diperlukan sebuah susunan yang sistematis guna mempermudah di dalam menemukan inti dari permasalahan dan menyimpulkan permasalahan.

Untuk memenuhi hal tersebut penulis akan memberikan sistematika penulisan dari bagian dan bab yang akan dibahas. Adapun sistematika penulisan sebagai berikut :

Bab I : Pada bab ini dipaparkan antara lain latar belakang permasalahan, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, literature terdahulu, teori dan


(29)

konsep yang digunakan sebagai alat analisa, metode penelitian dan hipotesis. Pada bab ini juga dipaparkan model analisa dan alur pemikiran penulis sebagai bentuk penyederhanaan bangunan analisis.

Bab II : Pada bab ini dipaparkan latar belakang lahirnya kerjasama militer antara Kolombia-AS (Defense Cooperation Agreement) beserta mekanisme, implementasi kerjasama dan implikasi terhadap masalah keamanan bagi negara-negara di Kawasan Amerika Selatan khususnya bagi Venezuela sebagai negara-negara yang memiliki batas wilayang langsung dengan Kolombia.

Bab III : Pada bagian ini dijelaskan perbandingan antara kekuatan militer Kolombia yang terakumulasi dengan AS dan kekuatan militer Kolombia. Selanjutnya dijelaskan pula sikap bertahan Venezuela sebagai upaya preventif dalam merespon ancaman kerjasama militer antara AS-Kolombia melalui peningkatan anggaran belanja militer dan peningkatan perlengkapan persenjataan.

Bab IV : Pada bagian ini peneliti melakukan analisa melalui pemenuhan variabel-variebel kunci dalam teori dan konsep yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara kerjasama militer AS-Kolombia dan sikap bertahan Venezuela terhadap kerjasama tersebut.

Bab V : Bagian ini berisi kesimpulan penelitian yang diperoleh melalui proses analisa pada bagiab-bagian yang juga menjadi bukti kebenaran hipotesis dalam penelitian ini.


(30)

SKRIPSI

Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana ilmu politik (S.IP) strata-1

Oleh :

Khoirul Amin

09260097

JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2013


(31)

Jurusan : Hubungan Internasional Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : SIKAP BERTAHAN VENEZUELA DALAM MERESPON KERJASAMA MILITER AMERIKA SERIKAT-KOLOMBIA

Disetujui,

DOSEN PEMBIMBING

Pembimbing I Pembimbing II

Ruly Inayah Ramadhoan, S.Sos., M.Si Tonny Dian Effendi, S.Sos.,M.Si.

Mengetahui,

Dekan FISIP UMM Ketua Jurusan Hubungan Internasional


(32)

Jurusan : Hubungan Internasional Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : SIKAP BERTAHAN VENEZUELA DALAM MERESPON KERJASAMA MILITER AMERIKA SERIKAT-KOLOMBIA

Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan Hubungan Internasional Dan dinyatakan LULUS Pada hari: Selasa, 18 Juni 2013

Tempat: Laboratorium Hubungan Internasional UMM

Mengesahkan, Dekan FISIP- UMM

DR. Wahyudi, M.Si.

Dewan Penguji:

1. Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc ( )

2. Drs. Asep Nurjaman, M.Si. ( )

3. Ruli Inayah Ramadhoan, S.Sos., M.Si ( )


(33)

kita semua tetap dapat berpijak dan menjalani kehidupan ini. Shalawat serta salam kepada junjungan baginda Rasulullah Muhammad SAW, sang pembawa cahaya bagi kehidupan, yang menunjukkan antara benar dan salah.

Tulisan ini merupakan karya pertama dari penulis yang mengupas mengenai perilaku Venezuela berkaitan dengan dinamika keamanan di Kawasan Amerika Selatan yang diakibatkan hadirnya intrusive system yakni AS. Venezuela merupakan negara yang paling representatif di Kawasan, hal ini bagi kebanyakan analis tidak akan dapat dilepaskan dari pengaruh yang sangat besar presiden Hugo Chaves dengan semangat Bolivariannya. Terlebih di dalam menghadapi kebijakan-kebijakan Amerika Serikat di Kawasan Amerika Selatan. Meski demikian, perilaku Venezuela tidak dapat selalu disandarkan pada representasi aktor tunggal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis mencoba memberikan sudut pandang baru berkaitan dengan perilaku Venezuela di dalam menghadapi dinamika keamanan di Kawasan yang diakibatkan oleh hadirnya Amerika Serikat di Amerika Selatan. Dengan menempatkan ruang analisis pada level negara, penulis mencoba menunjukkan perilaku yang berbeda dari Venezuela di dalam menghadapi masalah keamanan nasionalnya dan di Kawasan.

Namun, penulis menyadari tentu masih banyak kekurangan dalam tulisan ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat kontstruktif sehingga pada akhirnya tulisan ini dapat menjadi bahan literatur yang bermanfaat dan memiliki kontribusi dalam memperkaya khasanah pengetahuan khususnya dalam kajian kawasan Amerika Selatan dan Ilmu Hubungan Internasional.

Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat

Malang, 17 Juli 2012 Penulis, Khoirul Amin


(34)

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

LEMBAR PENGASAHAN ... iii

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ... iv

PERNYATAAN ORISINALITAS ... v

KATA PENGANTAR ... vi

LEMBAR PERSEMBAHAN ... vii

ABSTRAC ... x

ABSTRAKSI ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GRAFIK ... xvi

DAFTAR SKEMA ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6

1.3.1 Tujuan Penelitian ... 6

1.3.2 Manfaat Penelitian ... 6

1.4 Kajian Pustaka (Literatur Terdahulu)... 7

1.5 Landasan Teori dan Konseptual ... 16

1.5.1 Offense-Deffense Theory ... 16

1.5.2 Security Delemma ... 20

1.5.3 Pre-Analisa ... 24

1.6 Metodologi ... 25

1.6.1 Metode Penelitian ... 25

1.6.2 Level Analisa ... 25


(35)

1.8 Struktur Penulisan ... 28

BAB II KERJASAMA MILITER AMERIKA SERIKAT–KOLOMBIA DALAM COLOMBIAN PLAN DAN UPAYA AS MENGHADIRKAN KEKUATAN MILITER DI AMERIKA SELATAN 2.1 U.S Colombian Defence Cooperation Agreement (DCA): Langkah Baru dalam Kerangka Colombian Plan ... 30

2.2 Desain Kerjasama: War On Narcotics dan Bantuan Militer Sebagai Upaya Penyesuaian strategi AS dalam Menghadirkan Kekuatan Militer di Kolombia ... 36

2.2.1 Implementasi Kerjasama: Pelatihan Militer dan Bantuan Pendanaan ... 41

2.2.2 Transfer Persenjataan (Altusista) ... 42

2.2.3 Upaya Penyesuaian Strategi ... 44

2.3 Colombian Plan: Implikasi Terhadap Keamanan Kawasan ... 48

2.3.1Sikap Negara-negara di Kawasan Terhadap Kerjasama Militer AS-Kolombia ... 48

2.3.2 Respon Secara Militer: Peluang Menyulut Perlombaan Senjata di Kawasan ... 48

BAB III PERTIMBANGAN MENYERANG YANG TIDAK MENGUNTUNGKAN VENEZUELA DAN SIKAP BERTAHAN VENEZUELA 3.1 Ambiguitas Kebijakan War On Narcotics ... 57

3.2 Kapabilitas Militer Kolombia-AS Terhadap Venezuela ... 61


(36)

4.3 Sikap Bertahan: Pertimbangan Strategi Yang Menguntungkan ... 81

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ... 86 5.2 Saran ... 88


(37)

Program Military Sales Dari AS ... 42 Tabel 2.2 Postur Persenjataan Negara-negara Di Amerika Selatan Periode

2002-2009 ... 53 Tabel 3.1 Belanja Militer Kolombia dan Venezuela ... 62 Tabel 3.2 Perbandingan Kapabilitas Militer AS-Kolombia Terhadap Venezuela ... 64 Tabel 3.3 Pembelian Persenjataan Venezuela Skala Internasional Tahun


(38)

Grafik 2.2 Pengolahan Ladang Koka Nasional Kolombia (ha) Periode

1997-2007 ... 39 Grafik 2.3 Sumber Dana dan Jumlah Pelatihan Militer Kolombia Tahun

1999-2007 ... 42 Grafik 2.4 Belanja Militer Di Kawasan Amerika Selatan (SIPRI) 1991-2008 ... 49 Grafik 3.1 Perbandingan Jumlah dan Peningkatan Belanja Militer Antara


(39)

(40)

and Contemporary Issues. Pearson Education

Azzelini, Dario dan Boriz Kanzleiter (ed.). 2005. La Empresa Guera: Bisnis Perang dan kapitalisme Global. Insist Prees

Beittel, June S.. 2012. Colombia: Background, U.S Relations, and Congressional Interest. Congressional Report Service.

Burchill, Scott dan Andrew Linklater (Penerjemah: M. Sobirin). 2005. Teori-Teori Hubungan Internasional. Nusa Media. Bandung.

Mas’oed, Mohtar. 1990. Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi. Jakarta. LP3ES.

Olson, McLellan dan Sonderman. 1974. The Theory And Practice Of International Relations: Fourth Edition. Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs, N.J., USA.

Petras, James dan Henry Veltmeyer. 2002. Imperealisme Abad 21. Kreasi Wacana. Yogyakarta.

Shoelhi, Mohammad. 2007. Di Ambang Keruntuhan Amerika Serikat. Grafindo Khazanah Ilmu. Jakarta.

Jurnal, Artikel, Dokumen Resmi, Laporan Penelitian dan e-Book:

Acevedo, Beatriz. 2008. “Ten Years of Plan Colombia: An Analytics Assessment”. The Beckley Foundation Drug Policy Programme.

Colgan, Jeff. 2001. Venezuela and Military Expenditure Data. American University

Crandall, Russel. 2008. Driven By Drugs: US Policy Toward Colombia. Lynne Rienner Publisher. ISBNs: 978-1-58826-423-4

Department of The Air Force. Military Construction Program. Fiscal Year (FY) 2010 Budget Estimate.

E. Nagle, Luis. 2002. Plan Colombia: Reality Of The Colombian Crisis And Implications For Hemispheric Security. ISBN 1-58487-109-1


(41)

American Studies, Harvard University. London. Chapter II.

Jervis, Robert. Cooperation Under Security Dilemma. World Politics, Vol. 30, No. 2. (Jan., 1987)

Kasas-Zamora, Kevin. 2010. “An Arm Race in South America?”. Center For Hemispheric Policy. University of Miami

Moreno-Sanchez, Racio, David S. Kraybill dan Stanley R. Thompson. 2002. An Economic Analysis of Coca Eradication Policy In Colombia. Department Of Agricultural, Enviromental, and Development Economics. The Ohaio University.

Military Assistence and Human Rights: Colombia, U.S Accountability, and Global Implications. 2010. Fellowship For Reconciliation. U.S Office on Colombia

O’connor, Dermot. The Political Economy of Colombia’s Cocain Industry :

http://www.scielo.org.co/pdf/papel/v14n1/v14n1a05.pdf (Diakses pada tanggal 07 Maret 2013)

Office of National Drugs Policy. 2012. What America’s Users Spend on Illegal

Drugs. Washington DC

UNODC “Coca Cultivation In The Andean Region: A Survey of Bolivia, Colombia and Peru.

Van Evera, Stephen. Offense, Defense, and The Cause of War. International Security, Vol.22, No.4 (Spring-1998), pp. 5-43

Skripsi dan Tesis :

Dyah Ayu Pratiwi. 2010. Strategi Offensive Militer Venezuela Dalam Merespon Kehadiran Militer Amerika Serikat Di Kolombia. Magister Sains Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tahun.

Maria Vicente Kijong. 2012. Dampak Dibangun Pangkalan Militer Amerika Serikat Di Kolombia Terhadap Hubungan Politik Kolombia Dan Negara-negara Di Amerika Latin. Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.


(42)

Ady Thea. Venezuela Semakin Waspada Terhadap Ancaman Militer AS:

http://indonesia.handsoffvenezuela.org/?p=601 (Diakses pada tanggal 03 April 2012)

AFP. South American Defense Spending Double in 5 Years: Report:

http://www.defensenews.com/article/20120511/DEFREG02/305110006/S outh-American-Defense-Spending-Doubles-5-Years-Report (Di akses pada tanggal 22 Februari 2013)

Alex Sancez. South American Arm races Advance War Agenda’s:

http://www.thecuttingedgenews.com/index.php?article=11717 (Diakses pada tanggal 25 Februari 2013)

AlJazeera. Chaves: U.S, Colombia “threaten war”:

http://www.aljazeera.com/news/americas/2009/08/20098101779454907.ht ml (Diakses pada tanggal 26 Februari 2013)

Antaranews.com. AS Akan Gunakan Pangkalan Kolombia:

http://www.antaranews.com/print/1250646467/as-akan-gunakan-pangkalan-kolombia (Diakses pada tanggal 09 Mei 2012)

Annex To The General Agreement For Economic ,Technical And Related Assistance Between The Government Of United States Of America And The Government Of

Republic Colombia:

http://www.state.gov/documents/organization/96079.pdf (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

Benjamin Dangl. U.S Bases in Colombia Rattle the Region:

http://progressive.org/danglmarch10.html (Diakses pada tanggal 1 Maret 2013)

Connie Watson. South America’s growing arme race:

http://www.cbc.ca/news/world/story/2009/10/02/f-rfa-watson.html (Di akses pada tanggal 24 februari 2013)

Eva Golinger. Military Coverup: Washington Alters US Air Force Document To Hide Intentions Behind Military Accord With Colombia:

http://www.globalresearch.ca/military-coverup-washington-alters-us-air-


(43)

http://soaw.org/about-us/partnership-america-latina/212-delegations/3471-the-us-air-force-and-the-palanquero-base (Diakses pada tanggal 21 Februari 2013)

Index Mundi. Colombia-Military Expenditure:

http://www.indexmundi.com/facts/venezuela/military-expenditure dan

http://www.indexmundi.com/facts/colombia/military-expenditure (Diakses pada tanggal 22 Februari 2013)

InSight Crime. FARC: http://www.insightcrime.org/groups-colombia/farc

(Diakses pada tanggal 22 April 2013)

Its two recent major war commitment have done well keep the United States at the forefront of all things military: http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=United-States-of-America

(Diakses pada tanggal 30 Maret 2013)

James Suggett. Venezuela Prepare Defense Againts Potensial U.S Agreession From Colombia. http://venezuelanalysis.com/news/4657 (Diakses pada tanggal 09 Maret 2013)

Jeremy Wolland. Venezuela, Russian Sign Weapons Deal. Lihat

http://www.armscontrol.org/act/2006_09/VenRussia (Diakses pada tanggal 09 Maret 2013)

John Signoriello. South American arms races underway:

http://www.examiner.com/article/south-american-arms-race-underway (Di akses pada tanggal 24 Februari 2013)

John LinsayPoland. Pentagon Using Drug Wars as Excuse to Build Bases in Latin

America:

http://truth- out.org/index.php?option=com_k2&view=item&id=1463:pentagon-using-drug-wars-as-excuse-to-build-bases-in-latin-america (Di akses pada tanggal 21 Februari 2013)

Kompas Otomotif. Amerika Latin Kecam Rencana Pangkalan AS di Kolombia:

http://otomotif.kompas.com/read/2009/08/29/18161261/direktori.html


(44)

with Venezuela?: http://workerscompass.org/?p=890 (Di akses pada tanggal 19 Februari 2013)

Mauricio Solaun. 2002. U.S Intervention In Latin America: “Plan Colombia”.

University of Illinois:

https://www.ideals.illinois.edu/bitstream/handle/2142/30/SolaunOP.pdf?se quence=1 (Akses pada tanggal 07 Januari 2013)

Metronews.com. AS Akan Tetap Mendukung Kolombia Memberantas Narkoba:

http://www.metrotvnews.com/metromain/newsvideo/2006/10/25/26780/-AS-Akan-Tetap-Mendukung-Kolombia-Memberantas-Narkoba-/82

(Diakses pada tanggal 25 Maret 2012)

Military Stats: United States vs Venezuela:

http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=United-States-of-America dan http://www.nationmaster.com/compare/United-States/Venezuela/Military (Diakses pada tanggal 30 Maret 2013)

Military bases delegation Colombia:

http://forusa.org/sites/default/files/images/blogs/20100525-military-bases-delegation-colombia.jpg (Diakses pada tanggal 06 Maret 2013)

Military Stats: Colombia vs Venezuela:

http://www.nationmaster.com/compare/Colombia/Venezuela/Military

(Diakses pada tanggal 26 Maret 2013)

Naomi Mapstone. The Andean Arm Race:

http://www.americasquarterly.org/node/1287 (Diakses pada tanggal 25 Februari 2013)

Nazih Richani. Cuardenos Colombianos. Colombia Military Expenditure and Its Impact: https://nacla.org/blog/2011/10/3/colombias-military-expenditure-and-its-impact (Di akses pada tanggal 22 Februari 2013)

Nusantaraku Community. Kolombia bangun pangkalan militer di dekat perbatasan Venezuela: http://www.nusantaraku.org/forum/news-current- issues-rumours/37166-kolombia-bangun-pangkalan-militer-di-dekat-perbatasan-venezuela.html (Diakses pada tanggal 25 Maret 2012)


(45)

irg.org/node/13154 (Diakses pada tanggal 22 Februari 2013)

Raul Zibechi. Military Crisis in South America: The Result of Plan Colombia:

http://upsidedownworld.org/main/colombia-archives-61/1206-military-crisis-in-south-america-the-results-of-plan-colombia (Diakses pada tanggal 19 Februari 2013)

Republika Newsroom. Hillary: Kesepakatan AS-Kolombia Bukan Ancaman:

http://koran.republika.co.id/berita/70296/Hillary_Kesepakatan_AS_Kolom bia_Bukan_Ancaman (Diakses pada tanggal 23 Maret 2012)

RIA Navosty. In case of provocation: Hugo Chavez says Venezuela ready for war with Colombia. http://www.globalresearch.ca/in-case-of-a-provocation-hugo-chavez-says-venezuela-ready-for-war-with-colombia/12639 (Diakses pada tanggal 09 Maret 2013)

Rosmi Julitasari. Amerika Selatan Tolak Pangkalan Militer AS di Kolombia:

http://www.vhrmedia.com/Amerika-Selatan-Tolak-Pangkalan-Militer-AS-di-Kolombia-berita1988.html (Diakses pada tanggal 04 April 2012)

SIPRI. Is South America on the brink of an arm race?:

http://www.sipri.org/media/newsletter/essay/jan10 (Di akses pada tanggal 24 Februari 2013)

Steven Hyland. The Shifting Terrain of Latin American Drug Trafficking:

http://origins.osu.edu/article/shifting-terrain-latin-american-drug-trafficking (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

Suara Media. Perjanjian Nuklir & Militer Perkuat Pijakan Rusia Di Venezuela:

http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/19795-perjanjian-nuklir-a-militer-perkuat-pijakan-rusia-di-venezuela.html (Diakses pada tanggal 09 Mei 2012)

Suara Media. Chaves Siapkan Perang Melawan Perjanjian Setan AS-Kolombia:

http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/12749-chavez-siapkan-perang-hadapi-perjanjian-setan-as-kolombia-.html (Diakses pada tanggal 14 Maret 2012)

Supplemental Agreement for Cooperation and Technical Assistance in Defense and Security Between the Government of The United States of America and The Republic of Colombia:


(46)

http://justf.org/content/supplemental-agreement-up-2010-but-insignificant-in-global-terms (Di akses pada tanggal 22 Februari 2013)

The Venezuelan military showcases six major branches of service and is favorably

aligned with several regional powers:

http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=Colombia :

http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=Venezuela (Di akses pada tanggal 24 februari 2013) The Establishment of United States Military Ties:

http://www.country-data.com/cgi-bin/query/r-3103.html (Diakses pada tanggal 13 April 2013)

Transfer of Military Equipment to Colombia Exposes Loopholes in Export Controls: http://ploughshares.ca/pl_publications/transfer-of-military-equipment-to-colombia-exposes-loopholes-in-export-controls/ (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

U.S-Colombian Defense Cooperation Agreement:

http://www.state.gov/r/pa/prs/ps/2009/aug/128021.htm (Diakses pada tanggal 4 Maret 2013)

U.S-Colombia Defense Agreement: http://justf.org/node/663 (Diakses pada tanggal 4 Maret 2013)

U.S Southern Commad. U.S Military Support to Colombia:

http://www.southcom.mil/ourmissions/Pages/US-Military-Support-to-Colombia.aspx (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

Venezuela, wary of U.S-Colombia military deal, plans to buy Russian tanks:

http://english.people.com.cn/90001/90777/90852/6720768.html (Diakses pada tanggal 26 Februari 2013)

Waspada Online. Chaves desak Kolombia jelaskan soal pangkalan militer AS:

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&

id=43872:chavez-desak-kolombia-jelaskan-soal-pangkalan-militer-as&catid=16&Itemid=29 (Diakses pada tanggal 23 Maret 2012)

6 Negara Penyalur Narkoba Terbesar Di Dunia:

http://whoisinfo.web.id/2012/02/18/6-negara-penyalur-narkoba-terbesar-di-dunia/ (Diakses pada tanggal 03 April 2012)


(1)

I. Dominingues, Jorge. 1999. The United State and Latin America: US-Latin Americans Relations During The Cold-War And Its Aftermath. Institute Of Latin

American StudiesUniversity Of London and David Rockefeller Center Of Latin American Studies, Harvard University. London. Chapter II.

Jervis, Robert. Cooperation Under Security Dilemma. World Politics, Vol. 30, No. 2. (Jan., 1987)

Kasas-Zamora, Kevin. 2010. “An Arm Race in South America?”. Center For Hemispheric Policy. University of Miami

Moreno-Sanchez, Racio, David S. Kraybill dan Stanley R. Thompson. 2002. An Economic Analysis of Coca Eradication Policy In Colombia. Department Of Agricultural, Enviromental, and Development Economics. The Ohaio University.

Military Assistence and Human Rights: Colombia, U.S Accountability, and Global Implications. 2010. Fellowship For Reconciliation. U.S Office on Colombia

O’connor, Dermot. The Political Economy of Colombia’s Cocain Industry : http://www.scielo.org.co/pdf/papel/v14n1/v14n1a05.pdf (Diakses pada tanggal 07 Maret 2013)

Office of National Drugs Policy. 2012. What America’s Users Spend on Illegal Drugs. Washington DC

UNODC “Coca Cultivation In The Andean Region: A Survey of Bolivia, Colombia and Peru.

Van Evera, Stephen. Offense, Defense, and The Cause of War. International Security, Vol.22, No.4 (Spring-1998), pp. 5-43

Skripsi dan Tesis :

Dyah Ayu Pratiwi. 2010. Strategi Offensive Militer Venezuela Dalam Merespon Kehadiran Militer Amerika Serikat Di Kolombia. Magister Sains Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tahun.

Maria Vicente Kijong. 2012. Dampak Dibangun Pangkalan Militer Amerika Serikat Di Kolombia Terhadap Hubungan Politik Kolombia Dan Negara-negara Di Amerika Latin. Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.


(2)

Internet :

A Brief History of the Drug War. http://www.drugpolicy.org/new-solutions-drug-policy/brief-history-drug-war (Diakses pada tanggal 08 April 2013)

Ady Thea. Venezuela Semakin Waspada Terhadap Ancaman Militer AS: http://indonesia.handsoffvenezuela.org/?p=601 (Diakses pada tanggal 03 April 2012)

AFP. South American Defense Spending Double in 5 Years: Report: http://www.defensenews.com/article/20120511/DEFREG02/305110006/S outh-American-Defense-Spending-Doubles-5-Years-Report (Di akses pada tanggal 22 Februari 2013)

Alex Sancez. South American Arm races Advance War Agenda’s: http://www.thecuttingedgenews.com/index.php?article=11717 (Diakses pada tanggal 25 Februari 2013)

AlJazeera. Chaves: U.S, Colombia “threaten war”: http://www.aljazeera.com/news/americas/2009/08/20098101779454907.ht ml (Diakses pada tanggal 26 Februari 2013)

Antaranews.com. AS Akan Gunakan Pangkalan Kolombia:

http://www.antaranews.com/print/1250646467/as-akan-gunakan-pangkalan-kolombia (Diakses pada tanggal 09 Mei 2012)

Annex To The General Agreement For Economic ,Technical And Related Assistance Between The Government Of United States Of America And The Government Of

Republic Colombia:

http://www.state.gov/documents/organization/96079.pdf (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

Benjamin Dangl. U.S Bases in Colombia Rattle the Region: http://progressive.org/danglmarch10.html (Diakses pada tanggal 1 Maret 2013)

Connie Watson. South America’s growing arme race: http://www.cbc.ca/news/world/story/2009/10/02/f-rfa-watson.html (Di akses pada tanggal 24 februari 2013)

Eva Golinger. Military Coverup: Washington Alters US Air Force Document To Hide Intentions Behind Military Accord With Colombia: http://www.globalresearch.ca/military-coverup-washington-alters-us-air-


(3)

Foreign Military Sales in 2010: http://justf.org/taxonomy/term/31 (Diakses pada tanggal 30 Maret 2012)

Hendrik Voss. The U.S Air Force And The Palanquero Bases: http://soaw.org/about-us/partnership-america-latina/212-delegations/3471-the-us-air-force-and-the-palanquero-base (Diakses pada tanggal 21 Februari 2013)

Index Mundi. Colombia-Military Expenditure:

http://www.indexmundi.com/facts/venezuela/military-expenditure dan http://www.indexmundi.com/facts/colombia/military-expenditure (Diakses pada tanggal 22 Februari 2013)

InSight Crime. FARC: http://www.insightcrime.org/groups-colombia/farc (Diakses pada tanggal 22 April 2013)

Its two recent major war commitment have done well keep the United States at the forefront of all things military: http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=United-States-of-America

(Diakses pada tanggal 30 Maret 2013)

James Suggett. Venezuela Prepare Defense Againts Potensial U.S Agreession From Colombia. http://venezuelanalysis.com/news/4657 (Diakses pada tanggal 09 Maret 2013)

Jeremy Wolland. Venezuela, Russian Sign Weapons Deal. Lihat http://www.armscontrol.org/act/2006_09/VenRussia (Diakses pada tanggal 09 Maret 2013)

John Signoriello. South American arms races underway: http://www.examiner.com/article/south-american-arms-race-underway (Di akses pada tanggal 24 Februari 2013)

John LinsayPoland. Pentagon Using Drug Wars as Excuse to Build Bases in Latin

America:

http://truth- out.org/index.php?option=com_k2&view=item&id=1463:pentagon-using-drug-wars-as-excuse-to-build-bases-in-latin-america (Di akses pada tanggal 21 Februari 2013)

Kompas Otomotif. Amerika Latin Kecam Rencana Pangkalan AS di Kolombia: http://otomotif.kompas.com/read/2009/08/29/18161261/direktori.html (Diakses pada tanggal 04 April 2012)


(4)

Kompas. Venezuela Beli Rudal Rusia: http://internasional.kompas.com/read/2009/09/12/13104112/Venezuela.Be li.Rudal.Rusia (Diakses pada tanggal 14 Maret 2013)

Mark Vopahl. U.S Military Builup in Colombia: Is the U.S Preparing for War with Venezuela?: http://workerscompass.org/?p=890 (Di akses pada tanggal 19 Februari 2013)

Mauricio Solaun. 2002. U.S Intervention In Latin America: “Plan Colombia”.

University of Illinois:

https://www.ideals.illinois.edu/bitstream/handle/2142/30/SolaunOP.pdf?se quence=1 (Akses pada tanggal 07 Januari 2013)

Metronews.com. AS Akan Tetap Mendukung Kolombia Memberantas Narkoba: http://www.metrotvnews.com/metromain/newsvideo/2006/10/25/26780/-AS-Akan-Tetap-Mendukung-Kolombia-Memberantas-Narkoba-/82 (Diakses pada tanggal 25 Maret 2012)

Military Stats: United States vs Venezuela:

http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=United-States-of-America dan http://www.nationmaster.com/compare/United-States/Venezuela/Military (Diakses pada tanggal 30 Maret 2013)

Military bases delegation Colombia:

http://forusa.org/sites/default/files/images/blogs/20100525-military-bases-delegation-colombia.jpg (Diakses pada tanggal 06 Maret 2013)

Military Stats: Colombia vs Venezuela:

http://www.nationmaster.com/compare/Colombia/Venezuela/Military (Diakses pada tanggal 26 Maret 2013)

Naomi Mapstone. The Andean Arm Race:

http://www.americasquarterly.org/node/1287 (Diakses pada tanggal 25 Februari 2013)

Nazih Richani. Cuardenos Colombianos. Colombia Military Expenditure and Its Impact: https://nacla.org/blog/2011/10/3/colombias-military-expenditure-and-its-impact (Di akses pada tanggal 22 Februari 2013)

Nusantaraku Community. Kolombia bangun pangkalan militer di dekat perbatasan Venezuela: http://www.nusantaraku.org/forum/news-current- issues-rumours/37166-kolombia-bangun-pangkalan-militer-di-dekat-perbatasan-venezuela.html (Diakses pada tanggal 25 Maret 2012)


(5)

Pentagon Building Bases In Central America And Colombia:

http://forusa.org/blogs/john-lindsay-poland/pentagon-building-bases-central-america-colombia/8445 (Di akses pada tanggal 1 Maret 2013) Rafael Uzcategui. Military Spending in Venezuela.

http://www.wri-irg.org/node/13154 (Diakses pada tanggal 22 Februari 2013)

Raul Zibechi. Military Crisis in South America: The Result of Plan Colombia: http://upsidedownworld.org/main/colombia-archives-61/1206-military-crisis-in-south-america-the-results-of-plan-colombia (Diakses pada tanggal 19 Februari 2013)

Republika Newsroom. Hillary: Kesepakatan AS-Kolombia Bukan Ancaman: http://koran.republika.co.id/berita/70296/Hillary_Kesepakatan_AS_Kolom bia_Bukan_Ancaman (Diakses pada tanggal 23 Maret 2012)

RIA Navosty. In case of provocation: Hugo Chavez says Venezuela ready for war with Colombia. http://www.globalresearch.ca/in-case-of-a-provocation-hugo-chavez-says-venezuela-ready-for-war-with-colombia/12639 (Diakses pada tanggal 09 Maret 2013)

Rosmi Julitasari. Amerika Selatan Tolak Pangkalan Militer AS di Kolombia: http://www.vhrmedia.com/Amerika-Selatan-Tolak-Pangkalan-Militer-AS-di-Kolombia-berita1988.html (Diakses pada tanggal 04 April 2012)

SIPRI. Is South America on the brink of an arm race?: http://www.sipri.org/media/newsletter/essay/jan10 (Di akses pada tanggal 24 Februari 2013)

Steven Hyland. The Shifting Terrain of Latin American Drug Trafficking:

http://origins.osu.edu/article/shifting-terrain-latin-american-drug-trafficking (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

Suara Media. Perjanjian Nuklir & Militer Perkuat Pijakan Rusia Di Venezuela:

http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/19795-perjanjian-nuklir-a-militer-perkuat-pijakan-rusia-di-venezuela.html (Diakses pada tanggal 09 Mei 2012)

Suara Media. Chaves Siapkan Perang Melawan Perjanjian Setan AS-Kolombia: http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/12749-chavez-siapkan-perang-hadapi-perjanjian-setan-as-kolombia-.html (Diakses pada tanggal 14 Maret 2012)

Supplemental Agreement for Cooperation and Technical Assistance in Defense and Security Between the Government of The United States of America and The Republic of Colombia:


(6)

http://justf.org/content/supplemental-agreement-cooperation-and-technical-assistance-defense-and-security-between-gov (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013

South America military expenditure up 2010, but insignificant in global terms: http://en.mercopress.com/2011/04/11/south-america-military-expenditure-up-2010-but-insignificant-in-global-terms (Di akses pada tanggal 22 Februari 2013)

The Venezuelan military showcases six major branches of service and is favorably

aligned with several regional powers:

http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=Colombia :

http://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=Venezuela (Di akses pada tanggal 24 februari 2013) The Establishment of United States Military Ties:

http://www.country-data.com/cgi-bin/query/r-3103.html (Diakses pada tanggal 13 April 2013)

Transfer of Military Equipment to Colombia Exposes Loopholes in Export Controls: http://ploughshares.ca/pl_publications/transfer-of-military-equipment-to-colombia-exposes-loopholes-in-export-controls/ (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

U.S-Colombian Defense Cooperation Agreement:

http://www.state.gov/r/pa/prs/ps/2009/aug/128021.htm (Diakses pada tanggal 4 Maret 2013)

U.S-Colombia Defense Agreement: http://justf.org/node/663 (Diakses pada tanggal 4 Maret 2013)

U.S Southern Commad. U.S Military Support to Colombia: http://www.southcom.mil/ourmissions/Pages/US-Military-Support-to-Colombia.aspx (Diakses pada tanggal 25 Maret 2013)

Venezuela, wary of U.S-Colombia military deal, plans to buy Russian tanks: http://english.people.com.cn/90001/90777/90852/6720768.html (Diakses pada tanggal 26 Februari 2013)

Waspada Online. Chaves desak Kolombia jelaskan soal pangkalan militer AS: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&

id=43872:chavez-desak-kolombia-jelaskan-soal-pangkalan-militer-as&catid=16&Itemid=29 (Diakses pada tanggal 23 Maret 2012)

6 Negara Penyalur Narkoba Terbesar Di Dunia:

http://whoisinfo.web.id/2012/02/18/6-negara-penyalur-narkoba-terbesar-di-dunia/ (Diakses pada tanggal 03 April 2012)