The Process of Decision Making of Migration and Adaptation of Circular Migrants Working As Moving Vendors in Pamulang Sub-district, Tangerang Selatan

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN MIGRASI
DAN ADAPTASI MIGRAN SIRKULER PEDAGANG KAKI LIMA
DI KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN

Sumartono

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

PERNYATAAN MENGENAI TESIS
DAN SUMBER INFORMASI
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul Proses Pengambilan
Keputusan Migrasi dan Adaptasi Migran Sirkuler Pedagang Kaki Lima di
Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan adalah merupakan karya saya
dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun ke
perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya
yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam
teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Nopember 2012

Sumartono
NRP. I353090041

ii

ABSTRACT
. The Process of Decision Making of Migration and Adaptation of
Circular Migrants Working As Moving Vendors in Pamulang Sub-district,
Tangerang Selatan. Advised by EKAWATI SRI WAHYUNI and SAID RUSLI.
The research is intended to study (1) the process of decision making of circular
migrants; (2) the process of adaptation of the circular migrants; and (3) the change of
social-economic and cultural aspects of circular migrant households. The research
shows some factors that significantly influence the process of decision making to
migrate in accord with the theory developed by Lee, i.e. (1) the factor originate from
the migrants homeland as the pushing ones; (2) the factor of the migration
destination as the pulling ones; (3) the aspect of obstruction; and (4) the personal
factor. In addition to the four factors, this study shows a new aspect accelerates the
migration process, i.e. the power of social network among migrants comprising of the
earlier migrants who have succeeded in their migration. However, the economic
motive and personal decision are two factors which could not be abandoned. The
accomplishment of the adaptation is generally induced by personal characters: strong
personality, durability, persistence and gallantry to live a difficult life. The external
factor strengthening the process of adaptation of the migrants in their new milieu is
the availability of the people originally from the same homeland. The success of the
circular migrants is also influenced by their ability to maintain and develop certain
institutions. They are comprising of (1) entrepreneurial institutions with their
networks; (2) the system of remittent transfer; (3) saving and loaning institutions; and
(4) social security system. The circular migrants working as moving vendors (PKL)
are generally getting additional values as the better change of their social, economic
and cultural household aspects. The change is known through several indicators: (1)
the improved quality or quantity of their dwellings in their homeland; (2) the increase
of their properties or jewelries; (3) the trend of self-ownership among the moving
vendors businesses; (4) the trend of business income of the moving vendors; (5) the
trend of the average of remittent nominal; (6) the trend of marital status of the moving
vendors; and (7) the change of the behavioral aspects of the circular migrants from
traditional pattern into the more modern one.

Keywords: process and decision to migrate; adaptation, the change of social,
economic and cultural status; circular migrants; moving vendors (PKL)

iii


G


. Proses Pengambilan Keputusan Migrasi dan Adaptasi Migran
Sirkuler Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang
Selatan. Dibimbing oleh EKAWATI SRI WAHYUNI dan SAID RUSLI
Gerakan atau perpindahan penduduk dari desa ke kota sesungguhnya sudah
terjadi sejak lama. Perpindahan penduduk tersebut ada yang bersifat permanen dan
ada yang bersifat sementara atau non permanen disebut migrasi sirkuler. Dijelaskan
oleh Hugo (1986), bahwa perbedaan antara permanen dan non permanen terletak pada
tujuan pergerakannya. Apabila seorang migran bertujuan untuk pindah tempat tinggal
secara tetap, maka dapat dikategorikan sebagai migran permanen. Jika tidak ada niat
untuk tinggal menetap di daerah tujuan, maka disebut sebagai migran non permanen
atau migran sirkuler. Migran sirkuler yang meskipun bekerja di daerah tujuan tetapi
umumnya keluarga masih tetap tinggal di daerah asal. Mereka meninggalkan daerah
asal hanya untuk mencari nafkah. Mereka menganggap dan merasa tempat tinggal
permanen mereka di daerah asal dimana terdapat keluarganya (Jellinek, 1986).
Migrasi sirkuler banyak dilakukan dari desa ke kota. Menurut Ram (1989),
migrasi sirkuler sesungguhnya merupakan salah satu reaksi spontan rasional
penduduk miskin di daerah perdesaan terhadap kesenjangan peluang bekerja dan
berusaha serta penghasilan di desa dan di kota. Kota dianggap sebagai daerah tujuan
yang menyimpan berbagai kelebihan termasuk besarnya kesempatan kerja di sektor
informal. Migran sirkuler umumnya meyakini bahwa salah satu cara untuk
meningkatkan kesejahteraannya, orang harus pergi meninggalkan desa untuk
sementara waktu bekerja di kota. Hal ini dikuatkan oleh Hugo (1986), yang
melakukan penelitian di beberapa desa yang terletak di Propinsi Jawa Barat (14 desa)
pada tahun 1973. Selain itu, juga melakukan penelitian terhadap kegiatan kerja para
migran di kota tujuan, yaitu Bandung dan Jakarta. Sebagian besar migran sirkuler
pada waktu mereka berada di kota bekerja di sektor informal. Ada dua alasan
mengapa para migran sirkuler bekerja di sektor informal, yaitu: (1) Sektor informal
mempunyai daya serap yang tinggi terhadap tenaga kerja, sehingga tenaga kerja
menganggap lebih mudah untuk masuk sektor ini dan (2) Migran sirkuler yang
bekerja di sektor informal bebas menentukan hari dan jam kerja. Kebebasan waktu
inilah yang dibutuhkan para migran untuk melakukan sirkulasi secara pulang pergi
dari/ke desa-kota. Fleksibilitas waktu dan sarana lalu lintas dan angkutan yang relatif
murah dan mudah memungkinkan migran sirkuler melakukan perjalanan pergi dan
pulang ke/dari kota dengan mudah dan sewaktu-waktu. Pada saat pulang ke desa
iv

seperti itulah, para migran membawa sebagian dari penghasilannya baik berupa uang
atau barang sebagai bentuk dari tanggung jawab dan ikatan kekeluargaan yang kuat
dengan daerah asal. Menurut Hidayat (1991), salah satu dampak positif yang
ditimbulkan dari kebiasaan mengirimkan uang atau barang-barang berharga (remiten)
kepada keluarga di desa adalah meningkatnya status sosial ekonomi keluarga tersebut.
Tingginya penduduk desa yang melakukan migrasi sirkuler dan memiliki hubungan
yang kuat dengan daerah asal, terbukti mereka dapat berperan sebagai agen
pembaharuan di daerah asal mereka (Ram, 1989).
Meskipun berbagai penelitian tentang migrasi sudah banyak dilakukan, namun
hal itu masih merupakan isu yang menarik karena menyangkut dinamika kehidupan
masyarakat. Oleh karena itu, penelitian yang dilaksanakan di kecamatan Pamulang,
Kota Tangerang Selatan ini bertujuan mengkaji tentang berbagai masalah berkaitan
dengan migrasi sirkuler. (1) proses pengambilan keputusan migrasi, (2) proses
adaptasi migran sirkuler, dan (3) perubahan status sosial ekonomi migran sirkuler.
Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan yaitu pendekatan survai
kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh
tambahan

informasi

kualitatif

pada

data

kuantitatif

(Singarimbun,

1989).

Informasi/data kuantitatif dikumpulkan menggunakan kuesioner dari hasil wawancara
terhadap 60 responden. Untuk memperoleh informasi bersifat kualitatif, peneliti
melakukan wawancara secara bebas dan mendalam pada informan yang sudah
ditentukan. Responden adalah individu yang mempunyai karakteristik sebagai migran
sirkuler yang merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai kegiatan usaha
sektor informal perkotaan sebagai pedagang kaki lima (PKL) yang melakukan
usahanya di wilayah kecamatan Pamulang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan migrasi, sesuai teori yang dikembangkan oleh
Lee, yaitu (1) Faktor yang terdapat di daerah asal migran sebagai faktor pendorong,
(2) Faktor yang terdapat di daerah tujuan migran sebagai faktor penarik, (3) Faktor
penghalang/rintangan dan (4) Faktor Pribadi. Selain empat faktor tersebut, kajian ini
menunjukkan bahwa ada temuan baru yang berperan sebagai akselerator proses
migrasi yaitu kekuatan jejaring sosial migran yang terdiri dari para migran yang sudah
terlebih dahulu berhasil. Migran yang sudah lebih dahulu berhasil terbukti merupakan
faktor yang paling berpengaruh untuk dapat mengajak saudara atau teman se daerah
asal menjadi migran. Meskipun demikian, sesungguhnya pengambilan keputusan

v

seseorang untuk menjadi migran sirkuler lebih karena motif ekonomi dan mayoritas
ditentukan oleh keputusan pribadi/individu.
Proses adaptasi migran sirkuler dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Keberhasilan proses adaptasi migran sirkuler ditentukan oleh sifat-sifat internal yaitu
kepribadian yang kuat, tahan uji, ulet dan berani menghadapi tantangan hidup prihatin
sekalipun. Faktor eksternal yang menguatkan proses adaptasi migran terhadap tempat
tinggal adalah bahwa di lingkungan tempat tinggalnya cukup banyak warga migran
yang berasal dari satu daerah asal. Adaptasi di lingkungan pekerjaan cenderung lebih
mudah. Pengalaman berganti-ganti lokasi dan jenis pekerjaan serta lamanya menekuni
pekerjaan, merupakan faktor yang menunjang keberhasilan proses adaptasi terhadap
pekerjaan. Untuk menjaga keharmonisan kehidupan rumah tangga migran, remiten
menjadi salah satu yang amat penting, selain frekuensi pulang kampung migran itu
sendiri. Maraknya penggunaan handphone dapat memperlancar komunikasi dengan
keluarganya dan hal ini mampu mengurangi frekuensi migran untuk pulang ke
kampungnya.
Keberhasilan migran sirkuler dalam mempertahankan dan mengembangkan
eksistensinya dilakukan dengan membangun kelembagaan yang berfungsi untuk
mengamankannya. Kelembagaan tersebut antara lain (1) Lembaga Bisnis, salah
satunya dengan mengembangkan jaringan usahanya, (2) Sistem Pengiriman Dana
Remiten, (3) Lembaga simpan pinjam, dan (4) Sistem Keamanan Sosial, misalnya
membangun kemitraan dengan preman. Migran sirkuler sektor pedagang kaki lima
(PKL), umumnya mendapatkan nilai tambah berupa perubahan status sosial ekonomi
dan budaya dalam rumah tangga migran yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan
itu ditandai dengan berbagai hal: (1) semakin baiknya kondisi bangunan rumah
tinggal mereka di daerah asal, (2) peningkatan kepemilikan barang berharga, (3) trend
perubahan kepemilikan modal usaha PKL pada kepemilikan usaha mandiri, (4) trend
peningkatan pendapatan PKL, (5) trend peningkatan rata-rata dana remiten, (6) trend
perubahan status perkawinan dan (7) perubahan perilaku/kebiasaan PKL dari yang
tradisional ke yang lebih modern. Selain itu, indikasi adanya peningkatan ekonomi
rumah tangga migran, diperlihatkan oleh selisih skor Indeks Peningkatan Ekonomi
(IPE) antara sebelum dan sesudah migrasi.

vi

@ Hak Cipta milik IPB, tahun 2012
Hak Cipta dilindungi Undang-undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan
atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan,
penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau
tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan
yang wajar IPB.
Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruhnya Karya
Tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB.

vii


  !"#$%&" '()(" #%!"%
*" "*")"% #%!" %'(& *"!" ! '"'% &%#"
*% '+"#")" "#(&" ! ')" )" !" ! &")"

,-./
012rto
34

56787
96:; 9;?@ 9A;B;? CD?@E F6GH6BI=6> J6=;B F;7?6B 9;8D7 K;L;
KBI )% @& % #%'% 4&%.%=

y

y

) ) +% B(&$% %- 2&%* ) '$2* (* 2 ! % ' #+(%* 3%!%&

ireg

irg
e

ireg

? C%'" #7 ? 8 D%'!" #7@ ? 8 D%'!= )

-

# 8

) 2&(*

)%&

C&!%

,2))+%

(#3)

) +% ' -+%' !%&E%%

)%

,

3$(-&%B

F%+'%!

G(-&%B

,

H I&! '%! G%)E%* 7%)% 2%)% '%* 89;6= %)% '%* JKK9" 2 ! $%E'+%
2) ) +% 2%)% 2&(-&%$ $%!'& )
&'% % L(-(&

&(-&%$ #')

(#3),

4!' ''

!'%B 0%-% O%& % P2%!

(0OP)

#(! ((-

.
-

0%* 89;M 89;N" 2 ! 1+&E% $E%)

,

2%)% ,%'(& 3 &+'(&%' 0%'% G% 0%%* 3 'E= @-&%& %
0%*

-

%.%

89;Q 89;9

$%!%&% &1 '%

,

2 !

,

7%E%*

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

The Process of Decision Making of Migration and Adaptation of Circular Migrants Working As Moving Vendors in Pamulang Sub-district, Tangerang Selatan