31
Komunikasi merupakan kegiatan yang sering dilakukan manusia dalam aktivitasnya mengarungi hidup dan kehidupan sehingga menjadi suatu keharusan
bagi individu untuk ikut serta menjalani komunikasi dalam pergaulannya baik di rumah tangga, kelompok, organisasi dan bergaul dengan masyarakat. Proses
komunikasi yang dilakukan disesuaikan dengan tempat, waktu, suasana, bentuk serta tujuan komunikasi yang tak ka lah pentingnya komunikasi yang
dilakukan harus dapat mengikuti perkembangan yang terjadi karena komunikasi yang dilakukan akan menunjukkan hasil bila sesuai dengan harapan komunikasi.
Komunikasi yang dilakukan dalam organisasi berlangsung antara manusia yang berbeda dan mempunyai sifat yang unik dan dinamis. Dengan kata lain
komunikasi harus dapat dirasakan oleh anggota orga nisasi sebagai suatu kebutuhan yang dapat mempengaruhi tingkah lakunya dalam bekerja serta
disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.
3. Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Organisasi sebagai suatu sistem yang terbuka serta bersifat dinamis terdiri dari berbagai unit kerja atau bagian yang saling berhubungan dengan yang
lainnya. Tiap-tiap unit kerja atau bagian terdiri dari beberapa orang yang masing- masing mempunyai tugas dan tanggung jawab, guna menjalankan tugas dan
fungsi pada unit kerja sesuai dengan bidangnya. Agar diantara unit kerja dan orang-orang yang ada di dalamnya terdapat suatu hubungan dan kerja sama yang
baik, maka dibutuhkan koordinasi yang baik pula. Pengkoordinasian kegiatan organisasi merupakan tugas dari pimpinan, yang hanya akan terlaksana dengan
32
baik apabila komunikasi dalam organisasi dapat terpelihara dengan baik. Dalam beberapa hal, organisasi sebenarnya merasa beruntung apabila
terdapat tujuan yang sama antara orang-orang atau kelompok orang dalam suatu organisasi, sehingga semua aktivitas organisasi dapat dikoordinasikan dengan
mudah dan tujuan organisasi dapat tercapai. Tetapi tidak mustahil dalam suatu organisasi akan terdapat perbedaan tujuan diantara orang-orang dan bagian
atau unit kerja. Apabila hal ini dibiarkan berlanjut terus, maka pada akhirnya organisasi akan menghadapi kesulitan-kesulitan yang akan membawa kehancuran
bagi suatu organisasi. Untuk menjaga agar organisasi tidak menghadapi kemungkinan yang tidak baik tersebut, maka diperlukan komunikas yang baik dan
lancar sehingga tindakan pengkoordinasian akan dapat dilakukan dengan baik. Kerjasama juga menjadi suatu yang mustahil karena orang-orang tidak
dapat mengkomunikasikan kebutuhan dan perasaan mereka kepada yang lain. Dengan yakin kita dapat mengatakan bahwa setiap tindakan komunikasi
mempengaruhi organisasi dengan cara tertentu. Untuk lebih jelas tentang fungsi komunikasi dalam organisasi, berikut ini dikemukakan pendapat Hunt
dikutip oleh Arni Muhammad, 2007:27 tentang 6 fungsi komunikasi dalam organisasi yaitu:
1. Menyelami kelompok-kelompok dalam organisasi 2. Mengarahkan dan memberikan latihan-latihan
3. Menggerakkan anggota 4. Menciptakan iklim kerja yang baik
5. Melaksanakan fungsi supervisi dan tuntunan
33
6. Mengurangi gejala- gejala ketidakpuasan Disamping fungsi di atas, Keith Davis dan John W Newstrom Ridawati,
2008: 28 memberikan pendapat bahwa Tinjauan dari sudut pandang manajemen semua tindakan harus melewati leher botol komunikasi seperti gambar di bawah
ini:
Gambar II.1 Leher Botol Komunikasi
Sumber Keith Davis dan John W. Newstrom P erilaku dalam Organisasi Ridawati, 2008;28
Semua gagasan besar manajemen hanya merupakan pikiran di belakang meja sampai kepala sekolah dapat menerapkannya melalui komunikasi. Rencana
seorang kepala sekolah boleh jadi merupakan rencana yang terbaik, tetapi apabila tidak dapat dikomunikasikan rencana itu menjadi tidak berharga, dan apabila
komunikasi efektif, ia dapat mendorong timbulnya prestasi lebih baik dan kepuasan kerja. Orang-orang yang memahami pekerjaan mereka lebih baik
dan merasa lebih puas dalam pekerjaannya, hal ini merupakan bagian yang dapat mewujudkan efektivitas sekolah yang diharapkan.
4. Komunikasi Yang Efektif