57
kebutuhan, pendapatan tamatan yang memadai; dan efisiensi berupa: kegairahan motivasi belajar yang tinggi, semangat kerja besar, kepercayaan
berbagai pihak, pembiayaan sekecil mungkin tetapi hasil yang besar Engkoswara 1987 dalam Buchari Alma, 2005: 64.
E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah dan asumsi dasar yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditetapkan hipotesis penelitian yang merupakan
kesimpulan sementara terhadap masalah yang diteliti. Adapun hipotesis penelitian yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Hipotesis Minor 1 Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi organisasi
dengan efektivitas sekolah di SMA Negeri di kota Demak. 2 Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komitmen
organisasional dengan efektivitas seko lah di SMA Negeri di kota Demak. 2. Hipotesis Mayor
Komunikasi organisasi dan komitmen organisasional berhubungan positif dan berkontribusi signifikan secara bersama-sama terhadap efektivitas sekolah di
SMA Negeri di kota Demak.
F. Kerangka Pikir
Kerangka berpikir penelitian akan memberikan arah yang dapat dijadikan pedoman bagi para peneliti dalam melaksanakan penelitiannya. Kerangka berpikir
dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai paradigma pemikiran yang didasarkan
58
pada posisi masalah untuk mengarahkan penelitian. Dalam penelitian ini, kerangka berpikir penelitian diawali dengan munculnya suatu fenomena yaitu
rendahnya efektivitas sekolah yang merupakan usaha utama dalam pencapaian tujuan pendidikan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini disebut
teor i motivasi higiene
yang dikemukakan oleh Frederick Herzberg dalam Ridwan, 2009: 377 yang meyakini bahwa hubungan individu dengan pekerjaannya merupakan
hubungan dasar, dan bahwa sikap seseorang terhadap pekerjaan dapat sangat menentukan kesuksesan atau kegagalan individu itu.
Pemahaman budaya orang yang diajak berkomunikasi menduduki posisi yang penting namun sering tidak diperhatikan. Kekeliruan dalam memahami
budaya orang yang kita ajak berkomunikasi akan membuat upaya untuk mencapai sasaran akhir menjadi tidak efektif. Efektivitas komunikasi di sini maksudnya
pesan yang disampaikan pada mitra komunikasi dalam posisi sebagai penerima pesan
receiver
dapat diterima dengan baik seperti yang dimaksud pemberi pesan Taufik Bahaudin, 2001:359. Interaksi seseorang dalam bekerja sangat penting, ia
tidak akan lepas dari proses penerimaan dan penyampaian informasi serta ide yang ada dalam dirinya untuk diungkapkan secara positif melalui ko munikasi
yang berkembang dalam organisasi sebagaimana yang disampaikan oleh Gregg Catlinas Said, 1988:173 bahwa komunikasi adalah suatu proses pemindahan
petunjuk-petunjuk, informasi, ide-ide, keterangan-keterangan, dan pertanyaan- pertanyaan dari satu orang ke lain orang atau dari satu kelompok ke kelompok
lain.
59
Selain komunikasi, komitmen pada organisasi merupakan salah satu aspek perilaku penting yang dapat dipakai untuk mengevaluasi kekuatan ikatan
attachmenti
para pegawai terhadap organisasi tempat ia bekerja terutama sejauh mana individu merasa bahwa organisasi dapat diandalkan. Sebuah masalah bisa
timbul ketika komitmen yang terbatas dan pembagian nilai-nilai dalam organisasi menyebabkan tipisnya keberhasilan pencapaian tujua n.
Di dalam setiap organisasi, administrasi memegang peranan penting. Melalui kegiatan administrasi, sumber daya yang tersedia dapat diukur dan
dikembangkan untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang telah direncanakan. Sebagai sebuah proses atau kegiatan, administrasi pendidikan dapat dipandang
sebagai keseluruhan kegiatan penyediaan dan pemberdayaan sumber-sumber untuk pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien melalui
pemberdayaan sumber daya yang tersedia. Bambang Wahyudi 2002:8 mengungkapkan bahwa sumber daya
manusia
human resource
secara makro merupakan keseluruhan potensi tenaga kerja yang terdapat di dalam suatu negara, menggambarkan jumlah angkatan kerja
dari suatu negara, sedangkan sumber daya manusia secara mikro merupakan segolongan masyarakat yang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja pada
suatu unit kerja atau organsisasi tertentu baik pemerintah maupun swasta. Dengan kata lain, semua potensi yang dimiliki manusia, yang melekat pada diri seorang
manusia merupakan aset organisasi yang harus diberdayakan secara optimal. Untuk mengoptimalkan semua potensi yang terdapat pada diri manusia ini
memerlukan suatu manajemen agar lebih terarah sehingga tingkat efektivitas akan
60
lebih baik dan mencapai hasil yang maksimal. Dalam peningkatan kualitas sumber daya insani menuju kualitas
pendidikan terbaik diperlukan komunikasi dalam organisasi dimana indikator keberhasilannya terlihat dalam a menerima dan menyampaikan pesan,
kebijakan, peraturan, b bertukar informasi, c menyampaikan ide- ide, dan d memahami isi pesan. Selain faktor komunikasi, guru juga harus memiliki
komitmen organisasional baik komitmen afektif, ko ntinyu maupun komitmen normatif terhadap sekolah tempat ia bekerja. Kedua faktor tersebut sangat
berpengaruh terhadap efektivitas sekolah. Komunikasi organisasi mempunyai peran dan pengaruh yang besar
terhadap pengembangan komitmen organisasional bagi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian membangun komunikasi yang
baik dan komitmen organisasional yang tinggi mempunyai arti penting dan merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam upaya meningkatkan
efektivitas sekolah. Jika komunikasi dalam organisasi berkembang dengan efektif, maka segala informasi dapat disampaikan dan tersalurkan sebagaimana
yang diharapkan, sehingga kepuasan tersebut dapat menumbuhkan komitmen dalam diri guru untuk bekerja lebih baik lagi. Ketika kedua faktor tersebut
terpenuhi maka akan mendorong guru untuk memberikan kinerja yang optimal demi peningkatan efektivitas sekolah dan tujuan peningkatan kualitas sumber
daya manusia dalam peningkatan kualitas pendidikan tercapai. Kerangka pikir yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah bahwa
komunikasi organisasi
berhubungan dengan
komitmen organisasional.
61
Selanjutnya komunikasi organisasi dan komitmen organisasional masing- masing dan secara bersama-sama berpengaruh terhadap efektivitas sekolah. Untuk lebih
jelasnya, kerangka pemikiran tersebut diringkaskan dalam gambar berikut:
Gambar 2.6 Kerangka Pe mikiran
ADMINISTRASI PENDIDIKAN He nry
Fayol, John Pfiffner, Langefiel d, Ote ng
Sutisna Pe mberdayaan sumber-
sumber untuk pencapaian tujuan
pendidikan yg efekt if efisien
KOM UNIKA SI ORG X
1
Chester I Bar nar d, Ral ph Davis, Gareth Morgan, Keith
Davis 1.
Menerima menyampaikan pesan.
2. Bertukar informasi.
3. Menyampaikan ide.
4. Memahami isi pesan.
5. Menyelesaikan mslh.
6. Membina kerjasama dengan
sekolah lain. Manajemen Su mber daya
Manusia semua proses yang dimiliki manusia yang
me le kat pada diri seorang manusia Marr y Parker,
Follet, B ambang Wahyudi
KOMITMEN ORGANISASIONAL X
2
Mathis Jackson, Mowday, Blau Boal,
Steers, Griffin Batterman, Minner
1. Bahagia dlm organis
2. Loyal thdp orgnss
3. Memperhitungkan
keuntungan tuk ttp bekerja.
4. Memperhitungkan
kerugian jk kluar kerja 5.
Kemauan kerja. 6.
Tanggungjwb memajukan organisasi
EFEKTIFITAS
SEKOLAH Y Prince Ge ogrge Countr y PS,
Gar mstone Wellman, Tayl or J oice, Aan
Komariyah, Harris Bernar d
1. Suasana kerja tim
2. Penempatan guru yg
tepat. 3.
Ketersediaan fasilitas kerja.
4. Keluasaan guru
berkreasi
Kebijakan pemerintah
menangani pendidikan
Umpan balik
62
Dilandasi oleh kerangka pikir tersebut, dapat digambarkan lingkup kajian penelitian tentang kontribusi komunikasi organisasi dan komitmen organisasiona l
terhadap efektivitas sekolah. Supaya lebih jelasnya keterkaitan variabel- variabel penelitian dapat dilihat pada gambar paradigma penelitian berikut.
Gambar 2.7 Paradigma Penelitian
Keterangan: X1 = Komunikasi Organisasi variabel beba s
X2 = Komitmen Organisasional variabel bebas Y = Efektivitas Sekolah variabel terikat
Komitmen Organisasi X
2
Chester I Bar nar d, Ral ph Davis, Gareth Morgan,
Keith Davis
Komunikasi Organisasi X
1
Mathis Jackson, Mowday, Blau Boal, S teers, Griffin
Batterman, Minner
Efektifitas Sekolah Y
Prince Geogrge Country PS, Garmstone Wellman,
Taylor Joice, Aan Komariyah, Harris
Bernard
63
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Untuk dapat melakukan penelitian, peneliti harus menentukan metode yang akan dipakai sehingga akan mempermudah langkah- langkah penelitian.
Langkah- langkah dalam penelitian meliputi pengumpulan, penyusunan dan penganalisisan serta penginterpretasian data sehingga peneliti dapat memecahkan
masalah penelitian tersebut secara sistematis. Sugiyono 2006: 1 mengemukakan bahwa: Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Penelitian memerlukan metode sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan
untuk menemukan, membuktikan, dan mengembangkan suatu pengetahuan tertentu. Metode penelitian digunakan untuk memahami, memecahkan, dan
mengantisipasi masalah dalam bidang yang diteliti. Metode Penelitian menurut Surakhmad 1998:131 merupakan cara utama
yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi deskriptif yang ditujukan untuk memecahkan
masalah aktual dengan cara memaparkan apa adanya hasil penelitian. Ketepatan penentuan metode ini didasarkan pada pendapat Winarno Surachmad 1982: 139,
bahwa aplikasi metode ini dimaksudkan untuk penyelidikan yang tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang.
Pendapat sama dikemukakan oleh Nasution 2006: 41 yang menjelaskan bahwa penelitian deskriptif dimaksudkan untuk memberi gambaran yang lebih