41
1. Memiliki kepercayaan dan menerima tujuan dan nilai organisasi 2. Berkeinginan untuk berusaha ke arah pencapaian tujuan organisasi,
3. Memiliki keinginan yang kuat untuk bertahan sebagai anggota organisasi. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa komitmen
organisasional adalah suatu ikatan psikologis karyawan pada organisasi yang ditandai dengan adanya:
1. Kepercayaan dan penerimaan yang kuat atas tujuan dan nilai- nilai organisasi
2. Kemauan untuk mengusahakan tercapainya kepentingan organisasi 3. Keinginan yang kuat untuk mempertahankan kedudukan sebagai anggota
organisasi
2. Bentuk Komitme n Organisasional
Meyer, Allen dan Smith Sopiah, 2008: 157 mengemukakan bahwa ada tiga komponen komitmen organisasiona l yaitu:
1.
Affective commitment
, terjadi apabila karyawan ingin menjadi bagian dari organisasi karena adanya ikatan emosional.
2.
Continuance commitment
, muncul apabila karyawan tetap bertahan pada suatu organisasi karena membutuhkan gaji dan keuntungan-keuntungan
lain, atau karena karyawan tersebut tidak menemukan pekerjaan lain 3.
Normative commintment
, timbul dari nilai-nilai dalam diri karyawan. Karyawan bertahan menjadi anggota organisasi karena adanya kesadaran
bahwa komitmen terhadap organisasi merupakan hal yang seharusnya dilakukan. Ia menggambarkan bentuk-bentuk komitmen organisasional serta faktor-
42
faktor yang membentuknya sebagai berikut:
Keterangan : bermakna sebagai faktor yang membentuk
Gambar 2. 3 Faktor-faktor Pembentuk Komitmen Organisasional
Kanter Agus Hermawan, 2007:57 mengemukakan adanya tiga bentuk komitmen organisasional, yaitu:
1. Komitmen berkesinambungan
continuance commitment
, yaitu komitmen yang berhubungan dengan dedikasi anggota dalam melangsungkan
kehidupan organisasi dan menghasilkan orang yang mau berkorban dan berinvestasi pada organisasi.
2. Komitmen terpadu
cohesion commitment
, yaitu komitmen anggota terhadap organisasi sebagai akibat adanya hubungan sosial dengan anggota
lain di dalam organisasi. Ini terjadi karena karyawan percaya bahwa
43
norma-norma yang dianut organisasi merupakan norma-norma yang bermanfaat.
3. Komitmen terkontrol
control commitment
, yaitu komitmen anggota pada norma organisasi yang memberikan perilaku ke arah yang diinginkannya.
Norma- norma yang dimiliki organisasi sesuai dan mampu memberikan sumbangan terhadap perilaku yang diinginkannya.
Dari dua pendapat diatas, baik Spector maupun Kanter memiliki pendapat yang sama, yaitu bahwa komitmen organisasional dikelompokkan menjadi tiga,
hanya istilahnya saja yang berbeda. Spector memberi nama tiga kelompok itu sebagai:
1. Affectife commitment 2. Continuance commitment
3.
Normative commitment
Sedangkan Kanter mengelompokkan komitmen organisasional menjadi:
1. Continuance commitment 2. Cohesion commitment
3. Control commitment
3. Proses Terjadinya Komitmen Organisasional