Pengukuran Komitmen Organisasional Dampak Komitme n Organisasional

51 2. Faktor organisasional 3. Faktor yang bukan dari dalam organisasi.

5. Pengukuran Komitmen Organisasional

Mowday et.al dalam Supriyanto, 2000:47 mengembangkan suatu skala yang disebut self report scales untuk mengukur komitmen karyawan terhadap organisasi, yang merupakan penjabaran dari tiga aspek komitmen, yaitu a. Penerimaan terhadap tujuan organisasi b. Keinginan untuk bekerja keras c. Hasrat untuk bertahan menjadi bagian dari organisasi 52

6. Dampak Komitme n Organisasional

Komitmen karyawan terhadap organisasi adalah bertingkat, dari tingkatan yang sangat rendah hingga tingkatan yang sangat tinggi. Seorang manajer atau kepala sekolah akan memilih karyawan atau guru yang bisa dipercaya dan mengabaikan karyawan atau guru yang kurang memiliki komitmen organisasional. Tanpa menunjukkan komitmen yang meyakinkan maka promosi seorang karyawan ke jabatan yang lebih tinggi tidak akan dilakukan. Ditinjau dari segi organisasi, karyawan yang berkomitmen rendah akan berdampak pada turn over , tingginya absensi, meningkatnya kelambanan kerja dan kurangnya intensitas untuk bertahan sebagai karyawan di organisasi tersebut, 53 rendahnya kualitas kerja dan kurangnya lotalitas pada perusahaan. Bila komitmen karyawan rendah maka ia bisa memicu perilaku karyawan yang kurang baik, misalnya tindakan kerusuhan yang dampak lebih lanjutnya adalah reputasi organisasi menurun, kehilangan kepercayaan dari klien dan dampak yang labih jauh lagi adalah menurunnya laba perusahaan. Ditinjau dari sudut karyawan, komitmen karyawan yang tinggi akan berdampak pada peningkatan karir karyawan itu sendiri. Dengan bersikap loyal pada perusahaan maka perusahaan akan loyal pada kita. Pada umumnya organisasi akan memberikan imbalan kepada karyawan atas pengorbanan yang telah diberikan kepada organisasi. Sebaliknya, ditinjau dari segi perusahaan, karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi pada organisasi akan memberikan sumbangan terhadap organisasi dalam hal stabilitas tenaga kerja. Komitmen karyawan, baik yang tinggi maupun yang rendah, akan berdampak pada: 1. Karyawan itu sendiri, misalnya terhadap perkembangan karier karyawan itu di organisasiperusahaan 2. Organisasi. Karyawan yang berkomitmen tinggi pada organisasi akan menimbulkan kinerja organisasi yang tinggi, tingkat absensi berkurang, dan loyalitas karyawan. Karyawan yang memiliki komitmen organisasional yang tinggi akan berdampak pada karyawan tersebut, yaitu dia lebih puas dengan pekerjaannya dan tingkat absensinya menurun. Dampak yang timbul adalah karyawan tersebut akan tetap tinggal dalam organisasi. Organ Konovsky 1989:166 menyebutnya 54 sebagai more likely to display organization citizenship behavior . Bila komitmen karyawan tinggi maka dampak yang ditimbulkan mereka akan lebih puas dalam kehidupan mereka secara keseluruhan. Dampak yang ditimbulkan adalah karyawan akan tetap bertahan dalam organisasi. Netemeyer, Burton Johnson 1995: 67 menyebutnya sebagai actually leave . Bila komitmen organisasional karyawan tinggi maka dampak yang ditimbulkan adalah karyawan tersebut akan lebih pandai bersosialisasi. Secara internasional dampak komitmen organisasional yang tinggi telah diuji. Misalnya di India, Agarwal dalam Sopiah, 2008:167 menyimpulkan dampak dari komitmen organisasional yang tinggi adalah rendahnya niat untuk meninggalkan organisasi. Dampak yang timbul dari adanya komitmen organisasional adalah perilaku sebagai anggota organisasi yang lebih tinggi higher organization citizenship behavior .

D. Asumsi-asumsi