PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IVB SD NEGERI 1 NUNGGALREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE
SHARING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL
BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK
KELAS IVB SD NEGERI 1 NUNGGALREJO
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

(Skripsi)

Oleh
DIAH NURAINI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014

i

ABSTRAK

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE
SHARING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL
BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK
KELAS IVB SD NEGERI 1 NUNGGALREJO
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh
DIAH NURAINI

Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas IVB SD Negeri 1 Nunggalrejo,
menunjukkan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Siswa yang mencapai
standar nilai minimal pada semester ganjil baru mencapai 43,48% dengan kategori
rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar
siswa melalui penerapan strategi pembelajaran active knowledge sharing.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dan
dilaksanakan sebanyak 2 siklus yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Pengumpulan data
menggunakan lembar observasi motivasi belajar, sikap, dan psikomotor siswa,
serta Instrumen Penilaian Kinerja Guru (IPKG), dan test hasil belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran active
knowledge sharing pada pembelajaran tematik kelas IVB SD Negeri 1
Nunggalrejo dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat
dilihat dari rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I (51,19) dengan kategori
cukup, dan siklus II (68,26) dengan kategori baik. Selain itu, persentase
ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada aspek sikap pada siklus I
(52,17%) dan siklus II (78,26%), aspek psikomotor pada siklus I (52,17%) dan
siklus II (82,61%), serta aspek kognitif pada siklus I (65,21%) dan pada siklus II
(82,61%) dengan nilai rata-rata pada siklus I (63,48) dengan kategori cukup dan
siklus II (69,78) dengan kategori baik.

Kata Kunci

: active knowledge sharing, motivasi belajar, hasil belajar.

\

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Metro, pada tanggal 13 Januari 1992, merupakan
putri tunggal dari Bapak Dwin Zahriadi dan Ibu Sopiah.

Riwayat pendidikan penulis dimulai dari Taman Kanak-kanak (TK)
Pertiwi Totokaton, kemudian dilanjutkan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Totokaton.yang
diselesaikan tahun 2004. Selanjutnya penulis menempuh pendidikan di Sekolah Menengah
Pertama (SMP) Negeri 1 Punggur yang diselesaikan pada tahun 2007, dan Sekolah Menengah
Atas (SMA) Negeri 1 Punggur pada tahun 2010.

Tahun 2010, penulis terdaftar sebagai mahasiswi Universitas Lampung pada Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
SNMPTN.

melalui jalur

MOTO

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang
kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk
(Q.S Al Qashash : 56)

Pekerjaan hebat tidak dilakukan dengan kekuatan, tapi dengan ketekunan dan
kegigihan
(Samuel Jhonson)

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbilalamiin, dengan penuh rasa syukur atas nikmat dan
karunia Allah SWT yang telah memberi kemudahan jalanku untuk
menyelesaikan skripsi ini. Aku persembahkan karyaku ini kepada:
1. Kedua orang tuaku, Bapak Dwin Zahriadi dan Ibu Sopiah yang selalu
memberikan kasih sayang, dukungan, serta doa yang tak pernah
berhenti untuk kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesanku.
2. Keluarga besar yang selalu memberikan doa dan dukungan demi
terwujudnya cita-citaku.
3. Feri Kusnun Cahyo, yang selalu memberikan motivasi, kekuatan dan
menyirami semangatku untuk terus berusaha.
4. Sahabat-sahabatku yang selalu menjadi inspirasi di setiap langkahku.
5. Almamater tercinta.

SANWACANA

Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Penerapan Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing untuk
Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik
Kelas IVB SD Negeri 1 Nunggalrejo Tahun Pelajaran 2013/2014” sebagai salah
satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Lampung.

Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan, arahan serta bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Hariyanto, M. S, selaku Rektor Universitas
Lampung yang telah banyak berjasa dan membawa nama Universitas
Lampung menjadi yang terbaik;
2. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M. Si. selaku Dekan FKIP Unila yang telah
memberikan semangat serta dorongan untuk memajukan program studi PGSD
dan membantu peneliti dalam menyelesaikan surat-surat sebagai syarat
skripsi;
3. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M. Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung yang telah memberikan sumbangsih untuk kemajuan

program studi PGSD dan juga membantu peneliti dalam menyelesaikan suratsurat sebagai syarat skripsi;
4. Bapak Dr. Darsono, M. Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD, sekaligus
sebagai Pembimbing Akademik dan Pembimbing Kedua yang telah bersedia
memberikan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan skripsi
ini;
5. Ibu Dra. Asmaul Khair, M. Pd. selaku Ketua UPP PGSD Metro yang telah
memberikan banyak ilmu kepada peneliti selama masa kuliah dan memberikan
bantuan untuk kelancaran penyusunan skripsi ini;
6. Bapak Drs. Muncarno, M. Pd. selaku Dosen Pembimbing Pertama yang telah
bersedia memberikan bimbingan, saran, kritik dalam proses penyelesaian
skripsi ini;
7. Bapak Drs. Sarengat, M. Pd. selaku Dosen Penguji yang telah memberikan
masukan dan saran-saran yang membangun untuk kesempurnaan skripsi ini;
8. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf PS PGSD UPP Metro yang telah memberikan
banyak ilmu pengetahuan kepada peneliti selama melaksanakan perkuliahan;
9. Ibu Rumyati S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri 1 Nunggalrejo yang telah
memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di SD
Negeri 1 Nunggalrejo;
10. Ibu Nuraini, S.Pd, SD. selaku Guru Kelas IVB SD Negeri 1 Nunggalrejo dan
teman sejawat yang telah berkenan untuk bekerja sama dan memberikan
bimbingan sehingga penelitian ini berjalan dengan lancar;
11. Siswa-siswi kelas IVB SD Negeri 1 Nunggalrejo yang telah berpartisipasi
aktif sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik;

12. Sahabat-sahabatku (Ida, Risty, Ami, Saras, Joni, Devy, Andel, Lady, Ana,
Meylisa, Melda, Rita, Habibie), terima kasih untuk bantuan dan dukungannya;
13. Rekan-rekan senasib dan seperjuangan, mahasiswa Program S-1 PGSD
angkatan 2010 khususnya untuk kelas A, terimakasih atas kebersamaan dan
dukungan yang telah diberikan selama ini; dan
14. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan namanya satu per satu yang
telah banyak membantu peneliti.
Peneliti menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
dengan segala kerendahan hati peneliti mengharap kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak guna perbaikan dan penyempurnaan pada penelitian
berikutnya.
Akhirnya Peneliti berharap semoga skripsi ini bermanfaat, khususnya bagi peneliti,
Amin Ya Rabbal‘Alamin.

Metro, September 2014
Peneliti

Diah Nuraini
NPM 1013053047

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL............................................................................................. xv
DAFTAR GAMBAR. ...................................................................................... xvii
I.

II

PENDAHULUAN. .....................................................................................

1

A.
B.
C.
D.
E.

Latar Belakang. ....................................................................................
Identifikasi Masalah. ............................................................................
Rumusan Masalah ................................................................................
Tujuan Penelitian..................................................................................
Manfaat Penelitian................................................................................

1
5
6
6
7

KAJIAN PUSTAKA. ..................................................................................

8

A. Strategi Pembelajaran........................................................................... 8
1. Pengertian Strategi Pembelajaran .................................................... 8
2. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif ............................................. 9
3. Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing........................... 12
B. Belajar ................................................................................................. 15
1. Pengertian Belajar ........................................................................... 15
2. Motivasi Belajar .............................................................................. 17
3. Hasil Belajar.................................................................................... 19
C. Pembelajaran Tematik......................................................................... 20
1. Pengertian Pembelajaran Tematik .................................................. 20
2. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Tematik. ..................... 22
3. Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) dalam Pembelajaran
Tematik. ........................................................................................... 22
4. Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Tematik. .......................... 24
D. Hipotesis Tindakan.............................................................................. 26
III

METODE PENELITIAN .......................................................................... 27
A. Jenis Penelitian. ...................................................................................
B. Setting Penelitian.................................................................................
1. Subjek Penelitian.............................................................................
2. Tempat Penelitian............................................................................
3.Waktu Penelitian. .............................................................................
C. Teknik Pengumpulan Data. .................................................................

27
28
28
28
29
29

D.

E.

F.
G.

1. Teknik Tes.......................................................................................
2. Teknik Non Tes...............................................................................
Alat Pengumpul Data. .........................................................................
1. Lembar Panduan Observasi.............................................................
2. Tes Hasil Belajar. ............................................................................
Teknik Analisis Data. ..........................................................................
1. Analisis Kualitatif. ..........................................................................
2. Analisis Kuantitatif. ........................................................................
Indikator Keberhasilan. .......................................................................
Prosedur Penelitian..............................................................................

29
29
30
30
30
30
30
36
37
38

IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ........................................ 44

V.

A. Hasil Penelitian....................................................................................
1. Profil SD Negeri 1 Nunggalrejo......................................................
2. Pelaksanaan Kegiatan dan Hasil Penelitian Siklus I .......................
3. Pelaksanaan Kegiatan dan Hasil Penelitian Siklus II......................
B. Pembahasan. ........................................................................................
1. Motivasi Belajar Siswa ...................................................................
2. Kinerja Guru....................................................................................
3. Sikap Siswa .....................................................................................
4. Psikomotor Siswa............................................................................
5. Hasil Belajar pada Aspek Kognitif .................................................

44
44
44
66
84
84
86
87
89
92

KESIMPULAN. ........................................................................................

95

A. Kesimpulan.........................................................................................
B. Saran ...................................................................................................

95
96

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

3.1 Aspek Motivasi Belajar ............................................................................ 31
3.2 Kategori Motivasi ..................................................................................... 31
3.3 Aspek Kinerja Guru ................................................................................. 32
3.4 Kategori Kinerja Guru .............................................................................. 33
3.5 Aspek Sikap Siswa.................................................................................... 33
3.6 Rubrik Penilaian pada Aspek Sikap Siswa .............................................. 34
3.7 Kategori Sikap Siswa ............................................................................... 34
3.8 Aspek Psikomotor Siswa ......................................................................... 35
3.9 Kategori Hasil Belajar Psikomotor .......................................................... 35
3.10 Kriteria Ketuntasan Belajar ...................................................................... 36
3.11 Kriteria Tingkat Ketuntasan Belajar Siswa dalam Persen (%) ................ 37
4.1 Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I. ............................ 55
4.2 Nilai Kinerja Guru pada Siklus I............................................................... 56
4.3 Nilai Sikap Siswa pada Siklus I ................................................................ 60
4.4 Nilai Psikomotor Siswa pada Siklus I....................................................... 62
4.5 Nilai Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif Siklus I .......................... 63
4.6 Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa pada Siklus II............................ 75
4.7 Nilai Kinerja Guru pada Siklus II ............................................................. 76
4.8 Nilai Sikap Siswa pada Siklus II............................................................... 80

4.9 Nilai Psikomotor Siswa pada Siklus II ..................................................... 81
4.10 Nilai Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif Siklus I .......................... 83
4.11 Rekapitulasi Nilai Motivasi Belajar Siswa ............................................... 85
4.12 Rekapitulasi Nilai Kinerja Guru ............................................................... 86
4.13 Rekapitulasi Nilai Rata-rata Sikap Siswa ................................................. 87
4.14 Rekapitulasi Persentase Ketuntasan Hasil Belajar pada Aspek Sikap ...... 88
4.15 Rekapitulasi Nilai Rata-rata Psikomotor Siswa ........................................ 90
4.16 Rekapitulasi Persentase Ketuntasan Hasil Belajar pada Aspek
Psikomotor Siswa...................................................................................... 91
4.17 Rekapitulasi Nilai Rata-rata Hasil Belajar Kognitif Siswa ....................... 92
4.18 Rekapitulasi Persentase Ketuntasan Hasil Belajar pada Aspek
Kognitif ..................................................................................................... 93

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

3.1 Alur Siklus Penelitian Tindakan Kelas ..................................................... 28
4.1 Grafik Peningkatan Motivasi Belajar Siswa. ............................................ 85
4.2 Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Kinerja Guru..................................... 86
4.3 Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Sikap Siswa ...................................... 88
4.4 Grafik Persentase Ketuntasan Klasikal Sikap Siswa ................................ 89
4.5 Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Psikomotor Siswa............................. 90
4.6 Grafik Persentase Ketuntasan Klasikal Psikomotor Siswa ....................... 91
4.7 Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Kognitif Siswa.................................. 93
4.8 Grafik Peningkatan Ketuntasan Klasikal Kognitif Siswa ......................... 94

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

Surat-surat
1. Penelitian Pendahuluan ...........................................................................
2. Izin Penelitian..........................................................................................
3. Keterangan Penelitian. ............................................................................
4. Izin Penelitian SD ...................................................................................
5. Keterangan Penelitian SD .......................................................................
6. Surat Pernyataan......................................................................................

101
102
103
104
105
106

Perangkat Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa
1. Silabus Pembelajaran Siklus I Pertemuan 1............................................
2. Silabus Pembelajaran Siklus I Pertemuan 2............................................
3. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I Pertemuan 1.........................
4.
Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuan 1 .............................................
5. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I Pertemuan 2.........................
6. Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuan 1 .............................................
7. Tes Formatif Siklus I...............................................................................
8. Nilai Hasil Belajar Siklus I .....................................................................
9. Silabus Pembelajaran Siklus II Pertemuan 1 ..........................................
10. Silabus Pembelajaran Siklus II Pertemuan 2 ..........................................
11. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II Pertemuan 1 .......................
12. Lembar Kerja Siswa Siklus II Pertemuan 1 ............................................
13. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II Pertemuan 2 .......................
14. Lembar Kerja Siswa Siklus II Pertemuan 1 ............................................
15. Tes Formatif Siklus II .............................................................................
16. Nilai Hasil Belajar Siklus II ....................................................................

108
113
118
126
127
134
135
139
140
144
150
156
157
163
164
168

Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa
1. Penilaian Observasi Motivasi Siswa Siklus I Pertemuan 1.....................
2. Penilaian Observasi Motivasi Siswa Siklus I Pertemuan 2.....................
3. Penilaian Observasi Motivasi Siswa Siklus II Pertemuan 1 ...................
4. Penilaian Observasi Motivasi Siswa Siklus II Pertemuan 2. ..................

170
172
174
176

Hasil Observasi Sikap Siswa
1. Lembar Observasi Sikap Siswa Siklus I Pertemuan 1 ............................
2. Lembar Observasi Sikap Siswa Siklus I Pertemuan 2. ...........................
3. Lembar Observasi Sikap Siswa Siklus II Pertemuan 1...........................
4. Lembar Observasi Sikap Siswa Siklus II Pertemuan 2...........................

179
182
185
188

Hasil Observasi Psikomotor Siswa
1. Lembar Observasi Psikomotor Siklus I Pertemuan 1 .............................
2. Lembar Observasi Psikomotor Siklus I Pertemuan 2. ............................
3. Lembar Observasi Psikomotor Siklus II Pertemuan 1 ............................
4. Lembar Observasi Psikomotor Siklus II Pertemuan 2. ...........................

192
194
196
198

Hasil Observasi Kinerja Guru
1. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I Pertemuan 1...........................
2. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I Pertemuan 2...........................
3. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II Pertemuan 1 .........................
4. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II Pertemuan 2. ........................

201
204
207
210

Dokumentasi
1. Foto Kegiatan Pembelajaran ................................................................... 214

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu usaha yang mencetak seseorang menjadi
generasi yang berkualitas dan memiliki daya saing. Upaya untuk
meningkatkan mutu pendidikan antara lain dengan perbaikan mutu belajarmengajar yang tak sekedar menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga
mentransfer nilai-nilai moral. Hal ini tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003
yang menyatakan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar atau terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kemampuan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Keberhasilan pendidikan akan sangat ditentukan oleh kerja sama antara
komponen yang terkait didalamnya, yakni antara guru dan siswa. Dimana guru
memiliki peranan yang paling besar dalam pelaksanaan pendidikan, yang
mana upaya perbaikan proses pembelajaran menjadi tanggung jawab
sepenuhnya oleh guru. Ki Gunawan (Suparlan, 2011: 17) mengungkapkan
konsepsi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, yaitu:
Anak sebagai figure sentral dalam pendidikan dengan memberikan
kemerdekaan sepenuh-penuhnya untuk berkembang. Semetara itu, Guru

2

hanya membimbing dari belakang dan baru mengingatkan kalau anak
sekiranya mengarah kepada sesuatu tindakan yang membahayakan (tut
wuri handayani) sambil terus membangkitkan semangat dan memberikan
motivasi (ing madyo mangun karso) dan selalu menjadi contoh dalam
perilaku dan ucapannya (ing ngarso sung tulodho).
Dengan diberlakukannya kurikulum 2013, diharapkan dapat membenahi
kualitas dalam penyelenggaraan pendidikan. Permendikbud No. 67 Tahun
2013 menyatakan bahwa kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan
manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan
warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta
mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara,
dan peradaban dunia. Yang akhirnya keberhasilan implementasi kurikulum
2013 dalam pembentukan kompetensi dan karakter siswa dapat dilihat dari
segi proses dan dari segi hasil (Mulyasa, 2013: 131).

Proses pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar pada kurikulum 2013
adalah

menggunakan

pembelajaran

tematik,

yaitu

suatu

pendekatan

pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata
pelajaran ke dalam berbagai tema (Kunandar, 2013: 46). Beberapa mata
pelajaran tersebut dilibatkan dan dikemas dalam beberapa tema untuk
memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Sekaligus, didalam
proses

pembelajarannya

menggunakan

pendekatan

saintis

yang

membelajarkan siswa untuk aktif dan kreatif terlibat dalam mengenal masalah,
melakukan penyelidikan untuk menemukan fakta dan mencari solusi dalam
pemecahan masalah. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan ilmiah
(scientific approach).

3

Bukan hanya dalam proses pembelajarannya saja, penilaian yang dilakukan
pada kurikulum 2013 pun berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Penilaian
dilakukan secara komprehensif untuk menilai dari masukan (input), proses,
dan keluaran (output) pembelajaran, meliputi: ranah sikap, pengetahuan dan
keterampilan. Penilaian yang dimaksud adalah penilaian autentik. Dalam
penilaian ini, guru dapat mengetahui perkembangan siswa baik dalam proses
maupun hasil belajar secara utuh.

Sebagai pengajar yang bertanggung jawab dan profesional, guru dituntut
untuk selalu menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan program
pembelajaran yang akan berlangsung. Tujuannya agar pembelajaran dapat
berjalan efektif dan efesien, sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran
tersebut. Oleh karena itu agar siswa dapat belajar secara aktif guru perlu
menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa sehingga siswa
mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar (Mulyasa dalam Hartono dkk,
2012: 44).

Motivasi merupakan aspek penting dalam kegiatan belajar. Karena pada
prinsipnya, motivasi mempunyai korelasi positif dengan hasil belajar siswa.
Siswa yang sangat termotivasi untuk belajar tentu akan mendapatkan hasil
yang berbeda dengan siswa yang tidak mempunyai motivasi kuat untuk belajar.
Oleh karena itu, Dalyono (Amri, 2013: 169) menyatakan bahwa motivasi
dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan, sehingga semakin
besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan belajarnya.

4

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan guru kelas IVB
SD Negeri 1 Nunggalrejo pada tanggal 23 sampai 25 Januari 2014, diperoleh
permasalahan dalam proses pembelajaran, diantaranya proses pembelajaran
yang masih bersifat teacher centered. Selanjutnya, guru belum maksimal
dalam menerapkan strategi pembelajaran yang menarik minat dan perhatian
siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar, hal ini menyebabkan
motivasi belajar siswa rendah. Siswa cenderung pasif, dan ketika guru
mengajukan pertanyaan, banyak siswa yang masih takut dalam menjawab atau
mengemukakan pendapatnya. Ditemukan pula hasil belajar pada semester
ganjil yang masih rendah, yakni diperoleh 43,48%, atau hanya 10 dari 23
siswa yang mencapai standar nilai minimal yaitu ≥66 atau dengan kriteria baik.

Sehubungan dengan permasalahan di atas, diperlukan sebuah strategi
pembelajaran yang mampu menjadikan siswa termotivasi dan lebih aktif
bukan hanya sekedar memahami materi, tetapi juga melibatkan siswa didalam
pembelajaran sehingga menjadi bersemangat dan aktif dalam pembelajaran.
Karena keterlibatan siswa baik secara fisik maupun mental akan menimbulkan
keaktifan yang optimal, sehingga dapat mempengaruhi kualitas belajar siswa.

Strategi pembelajaran aktif tipe active knowledge sharing merupakan salah
satu cara untuk meningkatkan dan membangun keaktifan siswa dalam proses
belajarnya (Aprilianti, 2013). Penggunaan strategi ini dapat memotivasi siswa
sehingga tertarik untuk mengikuti pembelajaran, karena pada awal
pembelajaran siswa telah diberi motivasi berupa pertanyaan yang akan
menarik perhatian siswa untuk mengikuti pembelajaran. Sehingga strategi ini

5

mampu menciptakan interaksi antara siswa dengan siswa, dan juga antara guru
dengan siswa, karena siswa akan saling bertukar pengetahuan, dan guru akan
membahas pendapat-pendapat yang disampaikan siswa, hal ini akan membuat
suasana belajar menjadi lebih menarik.

Berdasarkan uraian di atas, perlu kiranya dilakukan perbaikan kualitas
pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan
Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing untuk Meningkatkan
Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik Kelas IVB SD
Negeri 1 Nunggalrejo Tahun Pelajaran 2013/2014”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan
yang ada, yaitu sebagai berikut:
1. Pembelajaran masih bersifat teacher centered.
2. Guru belum maksimal dalam menerapkan strategi pembelajaran yang
melibatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, hal ini menyebabkan
motivasi belajar siswa di dalam mengikuti pembelajaran rendah.
3. Siswa cenderung pasif dan belum berani dalam menjawab atau
mengemukakan pendapatnya.
4. Rendahnya hasil belajar siswa, yakni hanya 43,48% yang mampu
mencapai standar minimal.

6

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian
sebagai berikut:
1. Bagaimanakah penerapan strategi pembelajaran active knowledge
sharing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IVB SD
Negeri 1 Nunggalrejo tahun pelajaran 2013/2014?
2. Bagaimanakah penerapan strategi pembelajaran active knowledge
sharing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVB SD Negeri 1
Nunggalrejo tahun pelajaran 2013/2014?

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IVB SD Negeri 1
Nunggalrejo tahun pelajaran 2013/2014 dengan menerapkan strategi
pembelajaran active knowledge sharing.
2. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVB SD Negeri 1 Nunggalrejo
tahun pelajaran 2013/2014 dengan menerapkan strategi pembelajaran
active knowledge sharing.

7

E. Manfaat Penelitian

Adapun hasil dari penelitian yang dilaksanakan di kelas IVB SD Negeri 1
Nunggalrejo memiliki manfaat:
1. Bagi siswa dapat meningkatkan motivasi belajar siswa agar siswa menjadi
lebih aktif di dalam pembelajarannya, sehingga dapat meningkatkan
pencapaian hasil belajar siswa dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotor
melalui strategi pembelajaran active knowledge sharing.
2. Bagi guru dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam
memilih strategi pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan pada siswa
sekaligus bahan masukan bagi guru untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran sehingga dapat menjadi guru yang profesional.
3. Bagi sekolah dapat memberikan saran atau masukan dalam rangka
mengembangkan dan meningkatkan mutu serta kualitas pembelajaran di
SD Negeri 1 Nunggalrejo sehingga menghasilkan output yang berkualitas
pula.
4.

Bagi peneliti dapat menambah pengetahuan dan pengalaman tentang
penelitian tindakan kelas dan pembelajaran tematik menggunakan strategi
pembelajaran active knowledge sharing, sehingga kelak dapat menjadi
guru yang profesional.

8

II. KAJIAN PUSTAKA

A. Strategi Pembelajaran

1. Pengertian Strategi Pembelajaran

Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan diamanatkan bahwa proses pembelajaran pada satuan
pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, dan memotivasi siswa untuk berperan secara aktif. Usahausaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat
penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah
direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi,
pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama.

Menurut Sanjaya (2007: 126), strategi diartikan sebagai perencanaan yang
berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan
tertentu. Hartono (2013: 43-44) menyatakan bahwa strategi dalam dunia
pendidikan diartikan sebagai sebuah proses perencanaan yang memuat
serangkaian kegiatan yang telah didesain dengan baik untuk mencapai
tujuan pendidikan. Sedangkan di dalam pembelajaran, strategi dilakukan
guna mencapai tujuan dari pembelajaran yang diharapkan.

9

Selanjutnya Prastowo (2013: 70) mengemukakan bahwa strategi
pembelajaran dapat juga diartikan sebagai ilmu atau seni dalam
menggunakan sumber daya pembelajaran, sehingga kompetensi dan tujuan
pembelajaran dapat tercapai dan terlaksana sesuai dengan perencanaan
pembelajaran.

Berdasarkan beberapa pengertian yang telah dikemukakan di atas, maka
peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah sebuah
rencana kegiatan yang siapkan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar
agar terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif untuk tercapainya
tujuan pembelajaran.

2. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif

Strategi pembelajaran aktif (active learning strategy) merupakan sebuah
rencana yang berisi tentang prosedur dan langkah-langkah yang didesain
sedemikian rupa oleh guru untuk menyampaikan materi sehingga akan
memudahkan siswa menerima dan memahami materi pembelajaran yang
hasil akhir dari penggunaan strategi yang dipakai oleh guru ini adalah
tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Hartono dkk. (2012: 39) mengungkapkan pembelajaran aktif (active
learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua
potensi yang dimiliki oleh siswa, sehingga semua siswa dapat mencapai
hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang
mereka miliki.

10

Silbermen (2009: 116) menjelaskan bahwa pembelajaran aktif atas
informasi keterampilan, dan sikap berlangsung melalui proses
penyelidikan atau proses bertanya. Siswa dikondisikan dalam sikap
mencari (aktif) bukan sekedar menerima (reaktif). Dengan kata lain,
mereka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
kepada mereka atau pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan sendiri.
mereka mengupayakan pemecahan atas permasalahan yang diajukan
oleh guru. Mereka tertarik untuk mendapatkan informasi atau
menguasai keterampilan guna menyelesaikan tugas yang diberikan
kepada mereka. Dan mereka dihadapkan pada persolan yang membuat
mereka tergerak untuk mengkaji apa yang mereka nilai dan yakini.

Para pemerhati dan praktisi pendidikan telah banyak melakukan terobosan
inovatif untuk mencari strategi dan ragam model pembelajaran yang baik
dan menyenangkan sehingga siswa terlibat lebih aktif di dalam
pembelajaran. Karena menurut Hartono dkk. (2012: 37) pembelajaran
pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam
proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar.
Sehingga dengan strategi pembelajaran yang aktif ini diharapkan akan
tumbuh dan berkembang segala potensi yang mereka miliki sehingga pada
akhirnya dapat mengoptimalkan hasil belajar mereka (Uno dan Mohamad,
2013: 10).

Gibs (Amri, 2013: 119-120) menyatakan hal-hal yang perlu dilakukan
agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya, yaitu:
a. Dikembangkannya rasa percaya diri para siswa dan mengurangi
rasa takut,
b. Memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk
berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah,
c. Melibatkan siswa dalam menentukan tujuan belajar dan
evaluasinya,
d. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak
otoriter,
e. Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses
pembelajaran secara keseluruhan.

11

Uno dan Mohamad (2013: 77) mengungkapkan strategi pembelajaran yang
aktif dalam proses pembelajaran adalah siswa diharapkan aktif terlibat
dalam kegiatan pembelajaran untuk berpikir, berinteraksi, berbuat untuk
mencoba, menemukan konsep baru atau menghasilkan suatu karya.
Keterlibatan siswa dapat mendorong aktivitas mereka untuk berpikir,
menganalisa, dan mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dan bukan
hanya sekedar pendengar yang pasif.

Selanjutnya, Hamruni (2011: 160) mengemukakan bahwa dalam strategi
pembelajaran aktif terdapat berbagai macam tipe strategi yang dapat
diterapkan pada pembelajaran di kelas diantaranya the power of two,
reading guide, info search, index card match, everyone is a teacher here,
giving questions getting answers, active knowledge sharing, dan student
questions have.

Berdasarkan beberapa pengertian yang telah dikemukakan di atas, peneliti
dapat menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran aktif merupakan
seperangkat rencana yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan
materi pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif di dalam
pembelajaran agar tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam hal ini peneliti
memilih salah satu strategi, yaitu active knowledge sharing yang
diharapkan dapat digunakan dengan tepat dalam proses belajar di kelas.

12

3. Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing

3.1 Pengertian Strategi Active Knowledge Sharing

Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulusstimulus kepada siswa. Menurut Hartono, dkk (2012: 33) dalam
pandangan psikologi modern, belajar bukan hanya sekadar menghafal
sejumlah fakta atau informasi, akan tetapi peristiwa mental dan proses
berpengalaman. Keterlibatan siswa secara fisik maupun mental dalam
proses pembelajaran akan menimbulkan keaktifan yang optimal dan
akhirnya dapat mempengaruhi hasil belajarnya.

Strategi pembelajaran active knowledge sharing atau berbagi
pengetahuan secara aktif merupakan salah satu strategi yang dapat
membawa siswa untuk siap belajar materi pelajaran dengan cepat.
Strategi ini dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan
siswa dan membentuk kerjasama tim. Strategi ini dapat dilakukan
pada hampir semua mata pelajaran (Zaini, 2007: 22).

Strategi active knowledge sharing yang dilakukan antar siswa
merupakan suatu strategi yang dapat diterapkan dalam membahas
materi yang diberikan oleh guru pada proses pembelajaran sehingga
membuat siswa memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai
materi yang mereka terima, selain itu sikap sosial mereka dapat terlatih
dengan baik dikarenakan adanya sikap saling menghargai pendapat
antar siswa dalam diskusi kelompok dan dalam mengemukakan
pendapat sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan bermakna
bagi siswa.

13

Sedangkan Sutaryo (2008: 21) menjelaskan bahwa strategi active
knowledge sharing merupakan sebuah strategi pembelajaran
dengan memberikan penekanan kepada siswa untuk saling
membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui teman
lainnya. Artinya bahwa siswa yang tidak dapat menjawab
pertanyaan disilahkan untuk mencari jawaban dari teman yang
mengetahui jawaban tersebut dan siswa yang mengetahui
jawabannya ditekankan untuk membantu teman yang kesulitan.
Penggunaan strategi active knowledge sharing membuat siswa semakin
aktif dan lebih mengoptimalkan potensi yang ada di dalam dirinya.
Siswa dapat menggunakan gaya belajar yang dimiliki dalam proses
pembelajaran. Karena pada strategi ini siswa yang akan menentukan
bagaimana cara siswa belajar.

Dari penjelasan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi
pembelajaran

active knowledge sharing

adalah

strategi

yang

menjadikan siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Karena
dalam strategi ini siswa di ajak untuk saling berbagi pengetahuan dan
membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui oleh temannya.

3.2 Langkah-Langkah Strategi Active Knowledge Sharing

Adapun secara umum langkah-langkah dalam menerapkan active
knowledge sharing menurut Zaini (2007: 22), yaitu:
a. Guru membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan
materi pelajaran yang akan diajarkan. Pertanyaan berupa soal
uraian.

14

b. Guru meminta siswa untuk menjawab berbagai pertanyaan
dengan sebaik-baiknya yang mereka bisa.
c. Guru meminta semua siswa untuk berkeliling mencari teman
yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak
diketahui atau diragukan jawabannya. Guru menekankan pada
siswa untuk saling membantu.
d. Guru meminta siswa untuk kembali ke tempat duduk masingmasing.

Kemudian

guru

memeriksa

jawaban

mereka.

Pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh siswa,
diulas dan dijawab oleh guru bersama siswa.
e. Kemudian jawaban-jawaban yang muncul digunakan sebagai
jembatan untuk mengenalkan topik-topik yang penting di kelas.

3.3 Kelebihan dan Kelemahan Strategi Active Knowlegde Sharing

Strategi pembelajaran active knowledge sharing memiliki kelebihan
dan kelemahan ketika diimplementasikan pada proses pembelajaran.
Adapun kelebihan penggunaan strategi active knowledge sharing
menurut Daris (http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/6/jhptump-a-daris285-2-babii.pdf) antara lain:
a). Adanya kolaborasi melibatkan siswa bukan hanya mental tetapi
juga melibatkan fisik.
b). Memberikan tekanan dan efek sosial dari belajar aktif dengan
strategi active knowledge sharing.

15

c). Adanya motivasi siswa untuk berinteraksi sesama siswa secara
langsung yang dapat membantu meningkatkan prestasi.
Sedangkan kelemahan strategi active knowledge sharing antara lain:
a). Aktivitas siswa menjadikan di kelas ramai
b). Jumlah siswa yang besar dalam satu kelas menjadikan guru
kurang maksimal untuk mengamati kegiatan belajar.
c). Guru

dituntut

bekerja

keras

untuk

menyiapkan

alat

pembelajaran antara lain soal dan lembar jawab.
d). Memerlukan

waktu

dan

biaya

yang

banyak

dalam

mempersiapkan maupun melaksanakan pembelajaran.

B. Belajar

1. Pengertian Belajar

Kegiatan pokok yang terdapat dalam proses pendidikan di sekolah adalah
belajar. Ada beberapa pandangan tentang belajar diantaranya menurut
Sudjana (2009 : 28) bahwa:
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan
pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat
ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya,
pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilannya,
kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya
dan lain-lain aspek yang ada pada individu.
Pengertian belajar menurut Winkel (Susanto, 2013: 4) adalah suatu
aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seseorang
dengan lingkungan, dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam

16

pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat
relatif konstan dan berbekas.

Belajar merupakan proses aktif dari pembelajar dalam membangun
pengetahuannya. Proses belajar terjadi ketika kita memperoleh sesuatu dari
yang ada di lingkungan sekitar. Sementara itu, Sanjaya (2008: 229)
mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses aktivitas mental
seseorang

dalam

berinteraksi

dengan

lingkungannya,

sehingga

menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat positif, baik perubahan
dalam aspek pengetahuan, afeksi, maupun psikomotorik.

Amri (2013: 36) menyatakan bahwa dalam teori belajar konstruktivisme
guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi
juga memberikan kesempatan siswa untuk menemukan dan menerapkan
ide-ide mereka sendiri. Para ahli konstruktivisme memandang belajar
sebagai hasil dari konstruksi mental. Para siswa belajar dengan
mencocokkan informasi baru yang mereka peroleh bersama-sama dengan
apa yang telah mereka ketahui. Siswa akan dapat belajar dengan baik jika
mereka mampu mengaktifkan konstruk pemahaman mereka sendiri (Asrori,
2009: 28).

Kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok dalam proses
pendidikan di sekolah. Siswa yang akan menjadi penentu terjadi atau
tidaknya proses belajar. Interaksi yang terjadi merupakan proses transfer
ilmu pengetahuan dan sebagainya sebagai kegiatan belajar di sekolah.

17

Berdasarkan pengertian belajar yang telah dikemukakan di atas, peneliti
menyimpulkan bahwa belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan siswa
untuk memperoleh dan membangun pengetahuan sehingga menghasilkan
perubahan

dalam

baik

dalam

aspek

pengetahuan,

afeksi,

serta

psikomotorik.

2. Pengertian Motivasi Belajar

Dalam melakukan setiap kegiatan untuk mencapai hasil yang baik
dibutuhkan dorongan baik dalam diri maupun dari luar. Dorongan inilah
yang disebut dengan motivasi. Asrori (2009: 183) mendefinisikan motivasi
sebagai: (1) dorongan yang timbul pada diri seseorang, secara disadari atau
tidak disadari, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu;
(2) usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang
tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang
ingin dicapai. Demikian halnya di dalam pembelajaran. Motivasi memiliki
peranan penting, baik dalam proses maupun pencapaian hasil dari
pembelajaran.

Sardiman (2011: 75) menjelaskan bahwa dalam kegiatan belajar, motivasi
dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang
menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan
belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan
yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Hal ini berarti
dorongan atau motivasi untuk belajar bukan hanya keinginan dari dalam

18

diri siswa tersebut (intrinsik) tetapi motivasi yang berasal dari luar
(ekstrinsik) juga berperan dalam memotivasi siswa untuk belajar.

Uno dan Mohamad (2013: 38) mengemukakan bahwa tugas utama guru
adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa agar terjadi interaksi
belajar-mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik
dan sungguh-sungguh. Menurut Nashar (2004: 38) melalui proses
pembelajaran akan berkembang secara sempurna atau tercapai hasil yang
optimal bila guru maupun siswa terlibat aktif dan memiliki motivasi tinggi.
Karena menurut Dalyono (Amri, 2013: 169) motivasi dapat menentukan
baik tidaknya dalam mencapai tujuan. Sehingga semakin besar
motivasinya akan semakin besar kesuksesan belajarnya.

Motivasi sangat diperlukan bagi terciptanya proses pembelajaran di kelas
secara efektif. Siswa yang termotivasi untuk belajar, akan berusaha
mempelajarinya dengan tekun, dengan harapan akan mendapatkan hasil
yang baik. Keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar dapat dilihat
dari motivasi yang ditunjukkan siswa saat pembelajaran berlangsung.
Indikator motivasi menurut Sudjana (2010: 61) yaitu: (1) minat dan
perhatian siswa terhadap pelajaran, (2) semangat siswa untuk melakukan
tugas-tugas belajarnya, (3) tanggung jawab siswa dalam mengerjakan
tugas-tugas belajarnya, (4) reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap
stimulus yang diberikan guru, dan (5) rasa senang dan puas dalam
mengerjakan tugas yang diberikan.

19

Berdasarkan yang telah dikemukakan di atas, peneliti dapat menyimpulkan
bahwa motivasi belajar adalah dorongan baik dari dalam (intrinsik)
maupun dari luar (ekstrinsik) yang menyebabkan siswa belajar terhadap
sesuatu dengan baik dan sungguh-sungguh agar memperoleh hasil yang
baik.

3. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui
tingkat penguasaan suatu bahan atau materi yang sudah pelajari dan di
ajarkan. Adanya perubahan dari kegiatan belajar siswa di sekolah akan
tampak dalam prestasi belajar siswa, tes atau tugas yang diberikan oleh
guru.

Kunandar (2013: 62) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kompetensi
atau kemampuan tertentu, baik kognitif, afektif (sikap) maupun
psikomotorik yang dicapai atau dikuasai siswa setelah mengikuti proses
belajar mengajar. Hasil belajar pada aspek kognitif adalah pencapaian atau
penguasaan siswa dalam aspek pengetahuan yang meliputi ingatan atau
hafalan, pemahaman, penerapan atau aplikasi, analisis, sintesis, dan
evaluasi (Kunandar, 2013: 159). Sedangkan pada aspek sikap dapat dilihat
dan dinilai dari perilaku disiplin, santun, peduli, toleransi dan bekerja sama
setelah proses belajar. Selain itu, penilaian hasil belajar pada psikomotor
siswa menurut Sudjana (2010: 32) meliputi beberapa aspek, meliputi: (1)
menyampaikan ide atau pendapat, (2) melakukan interaksi dengan teman

20

saat berdiskusi, (3) mengangkat tangan dan bertanya pada guru, (4)
mencari tahu dalam menemukan jawaban atas soal yang diberikan, dan (5)
melakukan komunikasi antara siswa dengan guru. Secara sederhana, hasil
belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui
kegiatan belajar (Susanto, 2013: 5).

Sementara itu, Sudjana (dalam Susanto, 2013: 15), mengemukakan bahwa
hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama,
yakni faktor dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa
atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama
kemampuan

yang

dimilikinya.

Faktor

kemampuan

siswa

besar

pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, peneliti dapat menyimpulkan
bahwa hasil belajar adalah perubahan yang diperoleh siswa setelah
melakukan proses belajar. Perubahan tersebut meliputi pengetahuan, sikap ,
dan keterampilan.

C. Pembelajaran Tematik

1. Pengertian Pembelajaran Tematik

Pembelajaran merupakan upaya yang untuk menciptakan iklim dan
pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan
siswa agar terjadinya interaksi yang optimal baik antara guru dengan siswa
maupun antar siswa.

21

Dengan diberlakukannya kurikulum 2013, maka model pembelajaran di
kelas berbeda. Beberapa mata pelajaran dilibatkan dan disatukan dalam
suatu tema tertentu (tematik). Jika dalam kurikulum sebelumnya
pembelajaran tematik hanya diterapkan untuk kelas awal sekolah dasar,
maka dalam kurikulum 2013 ini pembelajaran tematik akan diterapkan di
setiap kelas.

Menurut Suryosubroto (2009: 133) pembelajaran tematik dapat diartikan
suatu kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi beberapa
mata pelajaran dalam satu tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam
3 (dua) hal, yaitu integrasi sikap, kemampuan/keterampilan dan
pengetahuan dalam proses pembelajaran serta pengintegrasian berbagai
konsep dasar yang berkaitan.

Selanjutnya Rusman (2012: 254) menyatakan bahwa pembelajaran tematik
merupakan salah satu model dalam pembelajaran terpadu yang merupakan
suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara
individual maupun kelompok, aktif menggali dan menemukan konsep
serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik.

Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti
dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran
melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan
pengalaman yang bermakna bagi siswa.

22

2. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Tematik

Menurut Suryosubroto (2009: 136-137) pelaksanaan pembelajaran tematik
memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
a. Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa.
b. Pengalaman

dan

kegiatan

belajar

relevan

dengan

tingkat

perkembangan dan kebutuhan siswa.
c. Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan
bermakna.
d. Menumbuhkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama, toleransi,
komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain

Sementara itu, Indrawati (dalam Trianto, 2009: 90) mengemukakan selain
kelebihan atau keunggulan yang dimiliki, pembelajaran tematik juga
memiliki keterbatasan, terutama dalam pelaksanaannya, yaitu pada
perencanaan dan pelaksanaan evaluasi yang lebih banyak menuntut guru
untuk melakukan evaluasi proses, dan tidak hanya evaluasi dampak
pembelajaran langsung saja.

3. Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) dalam Pembelajaran
Tematik

Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan
Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang pro

Dokumen yang terkait

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IVB SD NEGERI 1 NUNGGALREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 9 67

PENERAPAN STRATEGI PAIKEM PADA PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV C SD NEGERI 1 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 5 47

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE EXAMPLE NON-EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IVB SD NEGERI 01 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 8 142

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IV B SD NEGERI 1 NUNGGALREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

2 4 71

PENERAPAN TEAM GAME TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IVB SD NEGERI 01 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 6 70

PENGGUNAAN METODE INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KELOMPOK DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IVB SD NEGERI 1 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

1 8 63

PENERAPAN STRATEGI CONCEPT MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IVA SDN 05 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2013/2014

6 57 71

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE INDEX CARD MATCH (ICM) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IVB SD NEGERI 02 TULUNG BALAK TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 17 71

PENERAPAN METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IVA SD NEGERI 1 NUNGGALREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 4 75

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IIS 1 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2015 2016

0 0 15

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

99 3016 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 767 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 662 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 433 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 587 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

50 984 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 901 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 548 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 802 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 971 23