Analisis pengaruh rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan telekomunikasi: studi empiris di Bursa Efek indonesia

ANALISIS PENGARUH RASIO AKTIVITAS,
PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN RASIO PENILAIAN
PASAR TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN
TELEKOMUNIKASI
(Studi Empiris di Bursa Efek Indonesia)

Oleh:
Aris Kurniawan
NIM:103081029182

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1430 H/2009 M

ANALISIS PENGARUH RASIO AKTIVITAS,
PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN RASIO PENILAIAN
PASAR TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN
TELEKOMUNIKASI
(Studi Empiris di Bursa Efek Indonesia)
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Untuk memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:
Aris Kurniawan
NIM:103081029182

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I

Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM
NIP. 150317955

Pembimbing II

Indo Yama Nasarudin, SE, MAB
NIP. 150317593

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
14230 H/2009 M

ANALISIS PENGARUH RASIO AKTIVITAS,
PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN RASIO PENILAIAN
PASAR TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN
TELEKOMUNIKASI
(Studi Empiris di Bursa Efek Indonesia)
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Untuk memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:
Aris Kurniawan
NIM:103081029182

Di Bawah Bimbingan
Pembimbing I

Pembimbing II

Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM
NIP. 150317955

Indo Yama Nasarudin, SE, MAB
NIP. 150317593

Penguji Ahli

Prof. Dr. Abdul Hamid, MS
NIP. 131474891

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1430 H/2009 M

Hari ini Rabu Tanggal 8 Bulan Agustus Tahun Dua Ribu Tujuh telah dilakukan
Ujian Komprehensif atas nama Aris Kurniawan NIM: 103081029182 dengan
judul Skripsi “ANALISIS PENGARUH RASIO AKTIVITAS,

PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN RASIO PENILAIAN
PASAR TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN
TELEKOMUNIKASI” (Studi Empiris di Bursa Efek Indonesia).
Memperhatikan kemampuan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka
skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 8 Agustus 2007

Tim Penguji Komprehensif

Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM
Ketua

Heryanto, SE, MSi
Sekretaris

Prof. Dr. Abdul Hamid, MS
Penguji Ahli

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

Nama

: Aris Kurniawan

Tempat Tanggal Lahir

: Bandung, 11 November 1984

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Kewarganegaraan

: Indonesia

Alamat

: Kp. Baribis Rt 04/01 Ds. Ciburial Kec.
Cimenyan Kab. Bandung Jawa Barat 40198

Telepon

: 0852 94 777 557

E-mail

: arisbdg84@yahoo.co.id

PENDIDIKAN FORMAL

SDN Sukaakur Bandung

: 1990-1996

SLTPN 35 Bandung

: 1996-1999

SMU Plus Babussalam Bandung

: 2000-2003

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

: 2003-2009

Jakarta, 10 Februari 2009

Aris Kurniawan

ABSTRACT

This research was aimed to analys the influence of activity ratio,
profitability, leverage and appraisal ratio of market toward stock return of the
telecommunications company in Indonesia Stock Exchange. The data that used
was from the financial report quarterly of the telecomunication company from
2003 up to year 2007. This research was free from the classic assumption so that
the regression linear method can be used to test the independent variable influence
toward dependent variable. The result of the regression test revealed an influence
at the some time between independent variable toward dependent variable with
indicated Fcount > F tabel. Based on the result of the regression test according to
the partial in this analysis showed the significance influence between independent
variable debt to equity ratio toward variable dependent stock return of the
telecomunication companies as the object of the research and registered in
Indonesia Stock Exchange.
Keyword: Activity Ratio, Profitability, Leverage, Appraisal ratio, Return Stock

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio aktivitas,
profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan
telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan bersumber dari
laporan keuangan triwulanan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang
telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 sampai dengan tahun
2007. Penelitian ini terbebas dari asumsi klasik sehingga metode regresi linier
berganda layak digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara
bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan indikasi
Fhitung > Ftabel. Berdasarkan hasil uji regresi secara parsial dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel
independent debt to equity ratio terhadap variabel dependent return saham
perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang menjadi objek penelitian dan
terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kata kunci: Rasio Aktivitas, Profitabilitas, Leverage, Rasio Penilaian, Return
Saham

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah
SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang memberikan nikmat sehat dan iman-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan lancar.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
yang telah memberikan tauladan kepada seluruh umat manusia menuju jalan
kebenaran.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak
terdapat kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan penulis baik dalam
pengetahuan maupun dalam teknik penulisannya, oleh karena itu dengan
kerendahan hati dan lapang dada penulis mengharapkan saran dan kritik yang
bersifat membangun dari semua pihak. Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari
kontribusi berbagai pihak yang telah membantu selesainya skripsi ini. Dengan
sepenuh hati penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu baik secara langsung maupun tidak secara langsung, mendorong serta
memberikan inspirasi sehingga skripsi ini bisa selesai. Secara khusus penulis
ucapkan terima kasih kepada:
1. Ayah, Ibu serta adik-adik tercinta yang senantiasa memberikan doa,
bimbingan, kesabaran, keikhlasannya dan bantuan baik secara moril maupun
materil. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah serta rahmat-Nya
pada Ayah dan Ibu tercinta.
2. Bapak Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM selaku dosen pembimbing I, yang telah
meluangkan waktu dan fikirannya dalam membimbing saya, dari proses
review hingga selesai skripsi ini beliau banyak membantu meskipun ditengah
kesibukannya tetapi beliau tidak pernah lelah untuk memberikan solusi
kepada penulis.
3. Bapak Indo Yama Nasarudin, SE, MAB selaku dosen pembimbing II, yang
telah membantu dan meluangkan waktu serta fikirannya dalam membimbing
penulisan skripsi ini, hingga skripsi ini selesai.

4. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu
Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Terima kasih pada seluruh Dosen, Karyawan dan Petugas perpustakaan
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial atas semua curahan ilmu, bantuan,
perhatian dan pelayanannya.
6. Teman-teman seperjuangan di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
angkatan 2003 khususnya manajemen A yang telah banyak membantu penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini dan tak akan pernah terbalaskan semua
kebaikanmu kawan. Semoga semuanya selalu dalam lindungan Allah SWT.
7. Yayasan Babussalam Bandung yang telah memberikan kesempatan dan
membantu baik moril maupun materil kepada penulis untuk melanjutkan
kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, karena
keterbatasan ruang dan waktu. Penulis ucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya dan hanya iringan do’a yang dapat penulis berikan untuk setiap kebaikan
yang telah di berikan. Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat memberikan
manfaat bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Amiin

Jakarta, 10 Februari 2009

Penulis

DAFTAR ISI

Daftar Riwayat Hidup ................................................................................. i
Abstract ....................................................................................................... ii
Abstrak ........................................................................................................ iii
Kata Pengantar ............................................................................................ iv
Daftar Isi...................................................................................................... vi
Daftar Tabel ................................................................................................ ix
Daftar Gambar............................................................................................. x
BAB

I.

PENDAHULUAN.............................................................. 1
A. Latar Belakang Penelitian ............................................. 1
B. Perumusan Masalah ...................................................... 11
C. Tujuan dan Manfaat ...................................................... 11
1. Tujuan Penelitian .................................................... 11
2. Manfaat Penelitian .................................................. 12

BAB

II.

TINJAUAN PUSTAKA ................................................... 13
A. Laporan Keuangan ........................................................ 13
1. Pengertian Laporan Keuangan ................................ 13
2. Bentuk-bentuk Laporan Keuangan ......................... 17
3. Analisis Laporan Keuangan .................................... 19
B. Rasio Keuangan ............................................................ 21
1. Pengertian Rasio Keuangan .................................... 21
C. Analisis Rasio Keuangan .............................................. 22
1. Rasio Likuiditas ...................................................... 24
2. Rasio Aktivitas ........................................................ 25
3. Rasio Profitabilitas ................................................. 29
4. Financial Leverage Ratio ........................................ 30
5. Rasio Penilaian........................................................ 33
D. Return Sahan ................................................................. 34
1. Pengertian Pendapatan Saham ............................... 34
2. Rumus Return Saham…………………………….. 34

E. Pengaruh Rasio Keuangan Bagi Pemegang Saham ...... 35
F. Penelitian Terdahulu ..................................................... 36
G. Kerangka Pemikiran...................................................... 37
H. Hipotesis........................................................................ 40
BAB

III.

METODE PENELITIAN ................................................. 41
A. Ruang Lingkup Penelitian............................................. 41
B. Metode Pengumpulan Data ........................................... 41
1. Riset Kepustakaan................................................... 41
2. Dokumentasi ........................................................... 42
C. Metode Analisis ............................................................ 42
1. Metode Analisis Regresi Berganda......................... 42
2. Uji Asumsi Klasik ................................................... 44
a. Uji Autokorelasi ................................................ 44
b. Uji Normalitas................................................... 44
c. Uji Multikolineritas........................................... 45
d. Uji Heterokedastisitas ....................................... 46
3. Uji Regresi Berganda .............................................. 47
a. Uji Simultan dengan F-Test .............................. 47
b. Uji Parsial dengan T-Test ................................. 47
c. Koefesien Determinasi (R2) .............................. 48
D. Operasional Variabel Penelitian.................................... 48

BAB

IV.

PENEMUAN DAN PEMBAHASAN............................... 52
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian.................. 52
1. Sejarah Singkat Perusahaan .................................... 52
a. Bursa Efek Indonesia ........................................ 52
b. PT Indosat Tbk.................................................. 56
c. PT Telekomunikasi Indonesia........................... 58
B. Penemuan dan Pembahasan .......................................... 59
1. Uji Model Regresi ................................................... 60
2. Uji Asumsi Klasik ................................................... 63
a. Autokorelasi ...................................................... 63

b. Uji Normalitas................................................... 64
c. Uji Multikolinearitas ......................................... 64
d. Uji Heterokedastisitas ....................................... 65
3. Pengujian Hipotesis................................................. 66
a. Uji Simultan dengan F-Test .............................. 66
b. Uji Parsial dengan T-Test ................................. 67
c. Koefisien Determinasi (R2)............................... 72
BAB

V.

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI ................................. 74
A.. Kesimpulan ................................................................... 74
B. . Implikasi........................................................................ 75

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 76

LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Keterangan

Hal

2.1

Kerangka Pemikiran

39

4.1

Normalitas Data

64

4.2

Heteroskedastisitas

66

DAFTAR TABEL

Nomor

Keterangan

Hal

4.1

Hasil Analisi RegresiLinier Berganda

60

4.2

Uji Mulikolinearitas

65

4.3

Hasil Uji-F Simultan

72

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Rasio keuangan merupakan salah satu alat ukur untuk mengetahui
kondisi keuangan sebuah perusahaan, sehingga menjadi sangat relevan apabila
rasio keuangan di analisis pengaruhnya terhadap pendapatan saham
perusahaan. Dalam penelitian ini penulis akan menganalisisa pengaruh rasio
aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return
saham perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan–perusahaan

telekomunikasi menjadi pilihan karena selain

mempunyai kapitalisasi pasar besar juga merupakan perusahaan yang
memiliki pangsa pasar yang luas. Perusahan-perusahaan telekomunikasi di
Indonesia mempunyai sejarah perjalan yang panjang.
Sejarah telekomunikasi Indonesia berawal dari tahun 1884, pemerintah
kolonial Belanda mendirikan perusahaan swasta yang menyediakan jasa pos
domestik dan jasa telegram internasional. Jasa telepon tersedia pertama
kalinya di Indonesia pada tahun 1882 dan sampai dengan tahun 1906,
disediakan oleh perusahaan swasta dengan lisensi pemerintah selama 25
tahun. Tahun 1906, pemerintah kolonial Belanda membentuk departemen
yang mengendalikan semua jasa pos dan telekomunikasi di Indonesia. Tahun
1961, beberapa dari jasa ini dipindahkan ke perusahaan milik negara. Tahun
1965, pemerintah memisahkan jasa pos dan telekomunikasi ke dua perusahaan

negara, yaitu: PN Pos dan Giro, dan PN Telekomunikasi. Tahun 1974, PN
Telekomunikasi dipecah lagi menjadi dua yaitu: Perusahaan Umum
Telekomunikasi dan PT Inti. Tahun 1980, bisnis telekomunikasi internasional
dipindahkan dari Perumtel ke Indosat.
Pada tahun 1991 pemerintah merubah Perumtel dari "Perusahaan
Umum" menjadi "Persero" yaitu PT TELKOM. Tahun 1993, berdiri PT
Satelindo

yang merupakan joint venture dari beberapa perusahaan

telekomunikasi yaitu: TELKOM, Indosat, PT Bimagraha Telekomindo, dan
DeTeMobil. Pada tahun ini juga berdiri PT Ratelindo yang merupakan joint
venture antara TELKOM dan PT Bakrie Electronics. Tahun 1995 dan tahun
berikutnya berdiri beberapa perusahaan telekomunikasi lainnya, yang di
dalamnya PT TELKOM mempunyai bagian saham, yaitu: Telkomsel,
Komselindo, Mobisel, Metrosel, Pasifik Satelit. Selain itu masih ada
perusahaan telekomunikasi yang masih dalam tahap proposal, yang bergerak
dalam bidang multimedia.
Jumlah pelanggan telekomunikasi dari tahun ke tahun mengalami
peningkatan. Sebagai contoh, proyeksi P.T. Telkom untuk tahun 1997
permintaan telepon diperkirakan mencapai 1,3 juta, namun ternyata baru bisa
dipasok sekitar 1,2 juta dengan pembangunan sebanyak 184.000 SST. Artinya
dengan penduduk sebanyak 33,5 juta jiwa, maka diproyeksikan pada akhir
tahun nanti densitas telepon akan mencapai 2,45 SST per 100 penduduk.
Target pemerintah sampai akhir pelita VII (2005) akan memasang 14 juta
saluran telepon, berarti rasio telepon akan mencapai 6,3 untuk 100 orang.

Sedangkan untuk akhir pelita VIII (2009) akan memiliki 21 juta saluran
telepon dengan ratio sembilan per seratus orang. Jika dibandingkan misalnya
pada tahun 1996 Swedia (tertinggi dunia) sudah mencapai 68 per seratus orang
dan hongkong 54 per seratus orang, maka peluang pasar di Indonesia sangat
terbuka luas.
Bulan Desember 2006 jumlah pelanggan TELKOM sebanyak 48,5 juta
pelanggan yang terdiri dari pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah
8,7 juta, pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel sejumlah 4,2 juta
pelanggan dan 35,6 juta pelanggan jasa telepon bergerak. Pertumbuhan jumlah
pelanggan TELKOM di tahun 2006 sebanyak 30,73% telah mendorong
kenaikan Pendapatan Usaha TELKOM dalam tahun 2006 sebesar 23%
dibanding tahun 2005. Sejalan dengan visi TELKOM untuk menjadi
perusahaan InfoComm terkemuka di kawasan regional serta mewujudkan
TELKOM Goal 3010 maka berbagai upaya telah dilakukan TELKOM untuk
tetap unggul dan leading pada seluruh produk dan layanan.
Selama tahun 2006 TELKOM telah menerima beberapa penghargaan
baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya The Best Value Creator, The
Best of Performance Excellence Achievement, Asia’s Best Companies 2006
Award dari Majalah Finance Asia. Saham TELKOM per 31 Desember 2006
dimiliki oleh pemerintah Indonesia (51,19%) dan pemegang saham publik
(48,81%), yang terdiri dari investor asing (45,54%) dan investor lokal
(3,27%). Sementara itu harga saham TELKOM di Bursa Efek Jakarta selama
tahun 2006 telah meningkat sebesar 71,2% dari Rp 5.900,- menjadi Rp

10.100,-. Kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir 2006 sebesar USD
22,6 miliar.
Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh oleh TELKOM,
penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan,
serta potensi pertumbuhannya di masa mendatang, menjadikan TELKOM
sebagai model korporasi terbaik Indonesia. Seiring dengan semakin derasnya
arus globalisasi, yang didalamnya dituntut adanya pertukaran informasi yang
semakin cepat antar daerah dan negara, membuat peranan telekomunikasi
menjadi sangat penting. Telekomunikasi sebagai wahana bagi pertukaran
informasi akan semakin memperhatikan aspek kualitas jasa. Selain itu
perkembangan di bidang dunia informasi saat ini begitu cepat, baik dilihat dari
isi maupun teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi.
Masyarakat dunia informasi menyadari hal tersebut sehingga mereka berupaya
keras menciptakan infrastruktur yang mampu menyalurkan informasi secara
cepat, artinya mereka sangat membutuhkan jaringan telekomunikasi yang
memiliki kualifikasi sebagai information superhighway.
PT Telekomunikasi Indonesia merupakan pemegang hak monopoli
telekomunikasi domestik di Indonesia, untuk sambungan lokal sampai dengan
tahun 2001 dan sambungan jarak jauh sampai dengan tahun 2006. Sedangkan
untuk jasa sambungan internasional saat ini dilayani oleh dua perusahaan yaitu
PT Indosat dengan kode akses 001 dan PT Satelindo dengan kode akses 008.
Sesuai dengan UU N0.3/1989, Kepres No.8/1993, serta Kepmen N0.39/1993
yang mengatur bentuk kerjasama antara perusahaan swasta dan BUMN (dalam

hal ini PT TELKOM dan PT Indosat), bahwa perusahaan swasta dapat
menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar melalui kerjasama patungan
(joint venture), kerjasama operasi (KSO), dan kontrak manajemen. Sehingga
atas perusahaan-perusahaan swasta telekomunikasi di Indonesia, PT
TELKOM mempunyai bagian saham di dalamnya.
Pelanggan di Indonesia pada umumnya tidak mempunyai daya tawar
yang cukup kuat terhadap jasa telekomunikasi dasar ataupun jasa sambungan
langsung internasional, karena tidak punya pilihan sarana telekomunikasi dan
untuk jasa sambungan bergerak, pelanggan memang cukup banyak
mempunyai pilihan, tetapi hanya terbatas pada pilihan-pilihan tertentu serta
kurang bisa memuaskan pelayanan atas jasanya. Jika melihat dari data-data di
atas maka akan terlihat jelas potensi pasar jasa telekomunikasi yang cukup
besar dan meningkat dari tahun ke tahun , apalagi di Indonesia banyak potensi
pelanggan yang belum digarap.
PT Telkom dan PT Indosat sebagai penyelenggara jasa saluran
langsung internasional (SLI) memakai kabel serat optik, tidak saja untuk
jaringan darat, tapi juga di laut. Dengan kemajuan teknologi yang sudah
sedemikian pesat, jaringan kabel lama (tembaga) sudah tidak memadai lagi
baik untuk mengakomodasi data maupun informasi.Kebutuhan dalam negeri
pada tahun 1997 mencapai kurang lebih 500.000 single core kilometer,
sebenarnya produsen kabel serat optik dalam negeri telah mampu memasok
kebutuhan nasional. Namun demikian kenyataannya lain, karena hampir
sekitar 90% kebutuhan kabel serat optik dalam negeri masih diimpor dari luar

negeri sehingga pasokan untuk memenuhi kebutuhan kabel serat optik masih
tergantung pada produsen luar negeri. Kondisi daya tawar PT TELKOM tidak
terlalu lemah, karena pemasoknya terdiri dari banyak perusahaan, akan tetapi
jika fluktuasi nilai tukar mata uang dalam negeri tidak stabil hal ini yang
menjadi bumerang terhadap perusahaan telekomunikasi di Indonesia
seandainya nilai tukar rupiah melemah.
Bisnis pertelekomunikasian merupakan bisnis yang dinamik, menarik,
multi aspek dan pelopor dalam ekspansi global. Di sisi lain berbagai bukti
empirik secara tak langsung telah membuktikan bahwa sektor telekomunikasi
merupakan sektor bisnis yang paling diminati oleh perusahaan multi nasional
dalam kerangka ekspansi dan globalisasinya Ini terjadi baik dalam rangka
swastanisasi maupun dalam konteks aliansi strategis antar pelaku di negara
maju maupun dalam ekspansi ke negara berkembang. Berdasarkan kebijakan
pemerintah struktur pasar jasa telekomunikasi sudah diatur sedemikian rupa
sehingga perusahaan-perusahaan yang akan masuk dalam industri ini akan
mengalami kesulitan. Di samping itu perusahaan-perusahaan yang ada sudah
memiliki identitas merek yang biasanya merupakan nama dari perusahaan itu
sendiri ataupun jasa yang ditawarkan sebagai unggulan. Misalnya: 001
Indosat, 008 Satelindo, Satelindo GSM, Telkomsel GSM, Pasopati, dan lainlainnya.
Modal yang dibutuhkan untuk memasuki industri ini sangat besar,
mengingat mahalnya teknologi yang digunakan dan biaya pembangunan
jaringan yang luas. Sehingga yang dapat masuk ke industri ini adalah

pengusaha-pengusaha bermodal besar ataupun perusahaan-perusahaan raksasa
yang telah mapan. Jadi dengan kondisi tersebut di atas, maka kecil
kemungkinannya pendatang baru untuk dapat memasuki industri ini, karena
banyaknya barrier to entry, yang sengaja dibuat agar tidak meruntuhkan
pemain yang sudah ada.
Pada tahun 1999, dengan desakan yang sangat kuat dari IMF,
disahkanlah Undang-undang nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli
penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan
munculnya perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi
yang coba meraih pasar Indonesia yang besar. Pada 2002 jumlah pelanggan
sebanyak 5 juta pelanggan, Telkomsel merupakan market leader di bisnis
telekomunikasi mobile di Indonesia. Bahkan sampai saat ini Telkomsel masih
merupakan market leader untuk bisnis telekomunikasi padahal jumlah
penduduk Indonesia hampir sekitar 200 juta jiwa lebih sehingga peluang di
bisnis ini masih terbuka lebar. Ini menjadi sebuah landasan untuk melakukan
penelitian tentang pengaruh rasio keuangan terhadap pendapatan saham
perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
hingga mengakibatkan ketertarikan bangsa asing untuk berinvestasi di bidang
ini. Kita bisa lihat pada kepemilikan perusahaan besar seperti Indosat yang
mayoritas sahamnya dimiliki oleh pihak asing STT, yaitu sebanyak 39,96%
dan saham SingTel singapura di Telkomsel bertambah menjadi 35%.
Perusahaan didirikan dengan tujuan mendapatkan laba, meningkatkan
penjualan serta maksimisasi nilai perusahaan. Dengan nilai perusahaan yang

tinggi, maka perusahaan akan dapat meningkatkan jumlah kekayaan para
pemilik modal. Oleh karena itu dalam teori manajemen keuangan modern
disebutkan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan
para pemegang saham (to maxsimize the wealth of it stockholder) dalam arti
bertujuan untuk memaksimalkan harga saham. Sementara itu tujuan investasi
adalah untuk mendapatkan pengembalian tingkat pendapatan yang akan
diterima dimasa yang akan datang. Pemilihan investasi yang tepat akan
mencerminkan perusahaan sebagai tempat penanaman modal yang baik bagi
investor, sehingga hal ini akan membantu mempertinggi nilai perusahaan.
Disamping itu, bila

perusahaan berkembang baik, maka nilai perusahaan

meningkat sehingga nilai investasi pada perusahaan itu juga meningkat dan
akibatnya harga saham akan meningkat serta pendapatan saham juga
meningkat. “Kalau para pemodal membeli saham, berarti mereka membeli
prospek perusahaan. Kalau prospek perusahaan membaik harga saham
tersebut meningkat” (Husnan, 1994:29).
Sebagai upaya dalam mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar dan
efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat sebagaimana
diamanatkan dalam undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal,
yaitu dengan memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat
pemodal. Salah satu bentuk perlindungan tersebut diantaranya adalah dengan
berusaha memastikan bahwa seluruh investor (publik) selaku pihak eksternal
dapat memperoleh informasi dan fakta-fakta material yang sama dengan yang
diperoleh oleh pihak internal perusahaan, seperti informasi kinerja perusahaan

sebagai salah satu dasar pertimbangan pengambilan keputusan. Informasi
seputar kinerja suatu perusahaan bisa dilihat dari berbagai media, diantaranya
adalah melalui laporan keuangan secara periodik dari perusahaan yang
bersangkutan. Laporan keuangan pada dasarnya adalah merupakan sebuah
hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk
berkomunikasi antara data keuangan dan aktivitas suatu perusahaan dengan
pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan
tersebut.
Untuk menentukan tingkat kinerja keuangan perusahaan, diperlukan
suatu metode analisis rasio yang bertujuan menganalisa posisi keuangan suatu
perusahaan. Oleh sebab itulah rasio keuangan perusahaan menjadi faktor
penting untuk diketahui pengaruhnya terhadap pendapatan saham perusahaan
telekomunikasi yang saat ini menjadi bisnis yang menjanjikan dengan jumlah
pangsa pasar Indonesia yang begitu besar dan masih terbukanya peluang untuk
mengembangkan perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Apabila memang
pengaruh dari analisis rasio keuangan ini signifikan terhadap pendapatan
saham perusahaan, maka sudah bisa dipastikan bahwa dengan menganalisa
rasio keuangan perusahaan kita sudah bisa menentukan di perusahaan mana
kita harus berinvestasi. Rasio yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini
adalah rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar.
Rasio aktivitas terdiri dari perputaran persediaan yang merupakan rasio
antara harga pokok penjualan dengan rata-rata persediaan dan perputaran yang
merupakan rasio antara penjualan dengan total aktiva, rasio profitabilitas

terdiri atas return on asset yang merupakan rasio antara laba bersih setelah
pajak dengan total aktiva, selanjutnya adalah rasio leverage yang terdiri dari
debt to equity ratio yang merupakan rasio antara total kewajiban dengan
modal sendiri dan debt to total asset yang merupakan rasio antara total
kewajiban dengan total aktiva dan terakhir adalah rasio penilaian pasar yang
terdiri dari price earning ratio yang merupakan rasio antara harga saham
dengan laba per lembar saham serta price to book value yang merupakan rasio
total ekuitas saham biasa dengan jumlah saham biasa yang beredar.
Berdasarkan pada latar belakang tersebut penulis berpikir bahwa
ternyata begitu pentingnya meneliti pengaruh rasio keuangan terhadap return
saham perusahaan yang berdasarkan pada laporan keuangan perusahaan
sebagai dasar penentuan penghitungan rasio keuangan, apalagi sampel
perusahaan yang diambil adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak
dibidang pertelekomunikasian di Indonesia yang sekarang telah menjadi bisnis
yang cukup menggiurkan serta mempunyai pasar yang cukup luas sehingga
pada akhirnya penulis menjadikan judul penelitian “ANALISIS PENGARUH
RASIO AKTIVITAS, PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN RASIO
PENILAIAN PASAR TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN
TELEKOMUNIKASI” (Study Empiris Di Bursa Efek Indonesia) sebagai
judul penelitian yang akan diteliti.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah diatas, penulis dapat
mengajukan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah variable Perputaran Persediaan (X1), Perputaran Total Aktiva
(X2), Return on Asset (X3), Debt to Total Assets (X4), Debt to Equity Ratio
(X5), Price Earnig Ratio (X6) dan Price to Book Ratio (X7) berpengaruh
terhadap return saham perusahaan Telekomunikasi?
2. Variable independent manakah yang paling berpengaruh terhadap return
saham perusahaan Telekomunikasi?

C. Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah, maka dapat dikemukakan bahwa tujuan
dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk menganalisa pengaruh variable Perputaran Persediaan (X1),
Perputaran Total Aktiva (X2), Return on Asset (X3), Debt to Total
Assets (X4), Debt to Equity Ratio (X5), Price Earnig Ratio (X6) dan
Price to Book Ratio (X7) terhadap return saham perusahaan
Telekomunikasi.
b. Untuk menganalisa pengaruh variable independen secara parsial
terhadap return saham perusahaan Telekomunikasi.

2. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat atau kegunaan
penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan
untuk dapat lebih memperhatikan dan meningkatkan performa
keuangan perusahaan supaya dapat memberikan referensi tepat bagi
para investor untuk investasi.
b. Bagi Penulis
Kegiatan penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis
untuk menambah pengetahuan teoritis serta memperluas wawasan
untuk mempelajari secara langsung dan menganalissa pengaruh rasio
keuangan terhadap return saham perusahaan telekomunikasi.
c. Bagi Akademisi
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan
bagi

penulis

yang

lainnya,

dan

memberikan

masukan

bagi

pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang keuangan.
d. Bagi Pemerintah
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan
bagi pemerintah untuk menentukan arah kebijakan pemerintah di
bidang telekomunikasi di Indonesia.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Laporan Keuangan
1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dihasilkan oleh pihak manajemen suatu
perusahaan merupakan hasil akhir dari proses atau kegiatan-kegiatan
akuntansi

yang

dilakukan

perusahaan.

Laporan

dibuat

untuk

mempertanggungjawabkan kegiatan perusahaan terhadap pemilik dan
memberi informasi mengenai posisi keuangan yang telah dicapai
perusahaan. Laporan keuangan adalah suatu laporan tertulis yang
merupakan bentuk pandangan secara wajar mengenai posisi keuangan,
kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar
kalangan pengguna laporan keuangan menggunakannya dalam rangka
membuat

keputusan-keputusan

ekonomi

serta

menunjukkan

pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya
yang dipercayakan kepada mereka (IAI, 2002).
Laporan keuangan adalah laporan yang menyajikan angka
akuntansi dari operasi dan posisi keuangan (Dewi Astuti, 2004). Adapun
jenis laporan keuangan yang pokok adalah neraca dan laporan rugi laba.
Neraca adalah laporan yang memberikan informasi mengenai jumlah
harta, hutang dan modal perusahaan pada saat tertentu. Informasi tersebut
dapat bersifat operasional atau strategis, baik kebijaksanaan modal kerja,

investasi maupun kebijaksanaan struktur permodalan secara garis besar,
neraca memberikan informasi mengenai sumber dan penggunaan dana
perusahaan (Sawir, 2001:3).
Laporan keuangan melaporkan prestasi historis dari suatu
perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis
ekonomi untuk membuat proyeksi dan peramalan masa depan (Weston dan
Copeland, 1995:24). Financial statement (laporan keuangan) merupakan
suatu bentuk laporan bagi pemakai yang berisi segala informasi pencatatan
dan pengikhtisaran transaksi (Warren, 2005:19). Menurut Myer dalam
bukunya ”Financial Statement Analysis” yang diterjemahkan oleh
Munawir (1995:5) dalam Andree Boy (2008:17) laporan keuangan adalah
“dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir periode untuk suatu
perusahaan, kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi
keuangan dan daftar rugi-laba. Pada akhir-akhir ini sudah menjadi suatu
kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga
yaitu daftar laba yang tak dibagikan (laba ditahan)”. Malalui laporan
keuangan itu, secara periodik dilaporkan informasi penting mengenai suatu
perusahaan yang berupa :
a. Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi, kewajiban dan modal
perusahaan.
b. Informasi mengenai perubahan-perubahan dalam sumber daya
ekonomi netto atau kekayaan bersih yang muncul dari aktivitas usaha
perusahaan dalam rangka memperoleh laba.

c. Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai sebagai
dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang kemampuan
perusahaan dalam memnghasilkan laba.
d. Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan
kewajiban, yang disebabkan oleh aktivita pembelanjaan dan investasi.
e. Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan laporan
keuangan,

seperti

kebijkasanaan

akuntansi

yang

dianut

oleh

perusahaan.
Ikatan

Akuntansi

Indonesia

dalam

Standar

Akuntansi

Keuangan tentang kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan
keuangan paragraph 7 mengemukakan pengertian sebagai berikut :
1) Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan.
2) Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan
laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan atau laporan arus kas,
catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan
bagian integral dari laporan keuangan.
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa yang diamaksud
dengan laporan keuangan adalah suatu media untuk menyajikan informasi
yang telah dikumpulkan dan diolah dengan akuntansi keuangan yang
kemudian disusun dalam bentuk laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan
posisi keuangan serta laporan laba ditahan yang nantinya akan
dikomunikasikan secara periodik kepada pemakainya.

Laporan laba rugi merupakan laporan mengenai pendapatan, biayabiaya dan laba perusahaan selama periode tertentu. Biasanya laporan ini
disusun dengan dua pendekatan, yakni pendekatan kontribusi dan
pendekatan fungsional. Pendekatan kontribusi membagi biaya-biaya
kedalam dua sifat pokok, yakni biaya variable dan biaya tetap. Pendekatan
ini biasanya dipergunakan dalam pengambilan keputusan manajemen
berkenaan dengan perencanaan biaya, dan laba.
Laporan laba rugi yang disusun dengan pendekatan fungsional
memberikan informasi mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan oleh setiap
fungsi utama dalam perusahaan (fungsi produksi, pemasaran, sumber daya
manusia dan umum, serta fungsi keuangan) (Sawir, 2001:4). Menurut
standar Akuntansi Keuangan (buku satu:5) tujuan laporan keuangan adalah
sebagai berikut :
a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja
serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
b. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh
sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan
pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.
c. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen
atau

pertanggungjawaban

dipercayakan kepadanya.

manajemen

atas

sumberdaya

yang

2. Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan
Ada tiga laporan keuangan dasar yang biasa digunakan untuk
menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan: neraca, laporan
laba-rugi dan laporan arus kas (Keown dkk., 2001:17). Neraca
menggambarkan mengenai aktiva, utang dan ekuitas para pemilik
perusahaan

untuk

tanggal

tertentu,

sedangkan

laporan

laba-rugi

mengambarkan pendapatan bersih dari kegiatan operasi perusahaan selama
periode tertentu. Laporan arus kas menggabungkan informasi dari neraca
dan laporan laba-rugi untuk menggambarkan sumber dan penggunaan kas
selama periode tertentu dalam sejarah hidup perusahaan.
a. Neraca
Menurut Graham Mott (1996:32) dalam Andree Boy (2008:22)
neraca merupakan suatu gambaran keuangan perusahaan pada satu
saat, biasanya pada hari terakhir bulan atau tahun. Satu sisi neraca
menunjukkan nilai semua aktiva yang dimiliki perusahaan, dan sisi
yang lain menunjukkan sumber-sumber dana untuk memperoleh aktiva
tersebut. Amin Widjaja Tunggal (1997:17) dalam bukunya “Akuntansi
Untuk Perusahaan Kecil dan Menengah” menyatakan neraca sebagai
suatu gambaran posisi keuangan suatu badan usaha pada saat tertentu
yang lazimnya disajikan dalam bentuk, aktiva, hutang dan modal.
Menurut definisi akuntansi, neraca dalam keadaan “seimbang” karena
adanya sifat: Aktiva = Kewajiban + Ekuitas.

Posisi keuangan disusun berdasarkan saldo perkiraan buku
besar sebagai hasil atas berlangsungnya transaksi-transaksi yang
berkaitan dengan kegiatan usaha sepanjang masa tertentu yang diolah
sedemikian rupa, sehingga pengolahan data transaksi kegiatan usaha
tersebut tidak saja dicatat secara historis, tetapi juga harus memenuhi
prinsip-prinsip akuntansi.
b. Laporan Laba (Rugi)
Laporan laba atau rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar
dari pendapatan dan biaya-biaya suatu kesatuan usaha untuk satu
periode tertentu. Laporan laba/rugi digunakan pada perusahaan utuk
mengukur kinerja perusahaan dalam periode tertentu dan meramal
kondisi perusahaan yang akan datang, oleh karena itu arti laba menjadi
sangat penting didalam laporan keuangan (Amin Widjadja Tunggal,
1997:21).
c. Laporan Arus Kas
Arus Kas adalah kas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dan
digunakan untuk membayar kepada kreditur dan pemegang saham
(Rosss dan Westerfield dalam Andree Boy, 2008:26). Laporan arus kas
adalah alat perencanaan yang akan membantu kita pada masa yang
akan datang, menentukan kapan uang tunai diperlukan untuk
membayar tagihan-tagihan, membantu manajer membuat keputusan
usaha dan membantu kita dalam mengatur segala sesuatu aktivitas kas
sebelum kas benar diperlukan (Gill dan Chatton, 2003:22).

3. Analisis Laporan Keuangan
Untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan, bisa
dilakukan dengan analisa laporan keuangan. Analisa yang dilakukan
mempunyai tekanan yang berbeda antara kreditor jangka pendek, kreditor
jangka panjang dan pemilik perusahaan. Ada yang lebih tertarik pada
posisi likuiditas dan ada yang tertarik pada profitabilitaas. Alat analisa
yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan
perusahaan adalah analisa rasio dan proporsional. Pada umumnya rasio
keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :
a. Rasio Likuiditas
Rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Rasio likuiditas
yang sering digunakan adalah current ratio, quick ratio (acid test
ratio) dan cash ratio.
b. Rasio Leverage
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana
yang disupply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan
dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan. Rasio ini mempunyai
beberapa implikasi, pertama, para pemberi kredit akan melihat kepada
modal sendiri untuk melihat batas keamanan pemberian kredit. Kedua,
dengan menggunakan hutang, memberi dampak yang positif bagi
pemilik, karena perusahaan memperoleh dana tetapi pemilik tidak
kehilangan kendali atas perusahaan. Ketiga, apabila perusahaan

mendapat keuntungan yang lebih besar dari beban bunga, maka
keuntungan bagi pemilik modal sendiri akan menjadi lebih besar. Di
dalam praktek rasio ini dihitung dengan dua cara. Pertama, dengan
memperhatikan data yang ada dineraca. Kedua, mengukur resiko
hutang dari laporan laba rugi, yaitu seberapa banyak beban tetap
hutang bisa ditutup oleh laba operasi. umumnya para analis
menggunakan keduanya. Analisa ini terdiri dari Debt Ratio, Times
Interest Karned, Fixed Charger Coverage dan Debt Service Coverage.
c. Rasio Aktivitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen
dalam

menggunakan

sumber

dayanya.

Semua

rasio

aktifitas

melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada
berbagai jenis harta. Rasio ini terdiri dari inventory turn over, periode
pengumpulan piutang, fixed asset turn over, dan total asset turn over.
d. Rasio Profitabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen
yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi
perusahaan. Rasio ini terdiri dari profit margin on sales, return on total
asset, return on net worth.
e. Rasio Pertumbuhan
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan
industri.

f. Rasio Penilaian
Rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling
lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh
dari rasio resiko dengan rasio hasil pengembalian.

B. Rasio Keuangan
1. Pengertian Rasio Keuangan
Rasio keuangan adalah alat utama untuk menganalisis keuangan,
rasio dapat menstandarisasi informasi keuangan yang dapat dipakai
sebagai alat pembanding antar perusahaan dengan ukuran yang berbeda
(Keown dkk., 2001:108). Rasio keuangan adalah suatu cara untuk
melakukan perbandingan data keuangan perusahaan agar menjadi lebih
berarti. Rasio keuangan menjadi dasar untuk menjawab beberapa
pertanyaan penting mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan.
Pertanyaan

tersebut

meliputi

likuiditas

perusahaan,

kemampuan

manajemen memperoleh laba dari penggunaan aktiva perusahaan dan
kemampuan manajemen mendanai investasinya serta hasil yang dapat
diperoleh pemegang saham dari investasi yang dilakukannya kedalam
perusahaan. Pengggunaan rasio keuangan dapat dikriteriakan sebagai
berikut :
a. Bagi manajemen perusahaan
Rasio

keuangan

dipergunakan

untuk

perencanaan

dan

mengevaluasi performance (prestasi) manajemen dikaitkan dengan
rata-rata prestasi industri.

b. Bagi manajer kredit
Rasio keuangan dipergunkan untun memperkirakan resiko
potensial yang dihadapi oleh para peminjam (debitur) dikaitkan dengan
adanya jaminan kelangsungan pembayaran tingkat keuntungan yang
diminta.
c. Bagi para investor
Rasio keuangan ini digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi
nilai saham dan obligasi berbagai perusahaan.
d. Bagi manajer perusahaan
Rasio

keuangan

dipergunakan

untuk

mengidentifikasi

kemungkinan melakukan merger (penggabungan) dengan perusahaan
lain (Sartono, 1997:21).
Sejumlah rasio yang tidak terbatas banyaknya dapat dihitung, akan
tetapi pada prakteknya cukup digunakan beberapa jenis rasio saja.
Walaupun rasio-rasio merupakan alat ukur yang sangat berguna, tetapi
tidak terlepas dari beberapa kelemahan dan harus digunakan dengan hatihati (J. Fred Weston dan Eugene F. Brigham, 1997). Oleh sebab itulah
dalam penelitian ini dipergunakan beberapa rasio saja yang berguna bagi
penelitian ini.

C. Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan yang menghubungkan unsur-unsur neraca dan
perhitungan laba/rugi satu dengan yang lainnya, dapat memberikan gambaran
tentang sejarah perusahaan dan penilaian posisinya pada saat ini. Analisis

rasio juga memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi para
kreditor dan investor serta memberikan pandangan kedalam tentang
bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh. Rasio analisis keuangan meliputi
dua jenis perbandingan. Pertama, analisis dapat memperbandingkan rasio
sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang
sama. Jika rasio keuangan disajikan dalam bentuk suatu daftar untuk periode
beberapa tahun, analisis dapat mempelajari komposisi perubahan-perubahan
dan menetapkan apakah telah terdapat suatu perbaikan atau bahkan sebaliknya
didalam kondisi keuangan dan prestasi perusahaan selama jangka waktu
tertentu.
Kedua, perbandingan meliputi perbandingan rasio perusahaan dengan
perusahaan lainnya yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada satu titik
yang sama. Perbandingan tersebut dapat memberikan gambaran relatif tentang
kondisi keuangan dan prestasi perusahaan. Rasio keuangan adalah hal penting
yang harus ada, karena hanya dengan cara membandingkan rasio keuangan
satu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis seorang analis dapat
memberikan pertimbangan yang realistis (Sawir, 2001:6-7).
Pada dasarnya rasio keuangan dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu:
1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Aktivitas
3. Rasio Profitabilitas
4. Rasio Leverage
5. Rasio Penilaian (Rasio Pasar)

Sejumlah rasio yang tidak terbatas banyaknya dapat dihitung, akan
tetapi dalam prakteknya cukup digunakan beberapa jenis rasio saja. Walaupun
rasio-rasio merupakan alat yang sangat berguna, tetapi tidak terlepas dari
beberapa kelemahan dan harus digunakan dengan hati-hati (J. Fred Weston
dan Eugene F. Brigham, 1997). Karena perbedaan tujuan dan harapan yang
ingin dicapai, maka analisis keuangan juga beragam. Bagi pemilik (pemegang
saham) dan calon investor akan melihat dari segi profitabilitas dan resiko,
karena kestabilan harga saham tergantung dengan tingkat keuntungan yang
diperoleh dan dividen dimasa datang.
Bagi manajemen akan lebih memperhatikan semua aspek analisis
keuangan apakah yang sifatnya jangka pendek ataupun jangka panjang, karena
tanggungjawabnya untuk mengelola operasi perusahaan setiap hari dan
memperoleh laba yang kompetitif. Maka agar kebijakan yang diambil manajer
tepat, maka rasio-rasio keuangan akan menjadi landasan para manajer dalam
pengambilan keputusannya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Lima kelompok rasio keuangan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas
Likuiditas perusahaan menunjukkan kemampuan untuk membayar
kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya. Likuiditas
perusahaan ditunjukkan oleh besar kecilnya aktiva lancar yaitu aktiva yang
mudah untuk diubah menjadi kas yang meliputi kas, surat berharga,
piutang, persediaan.

Dengan menggunakan laporan keuangan yang terdiri atas neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan modal maka rasio-rasio tersebut
adalah: Current Ratio =

Aktiva Lancar
Utang Lancar

Semakin tinggi current ratio berarti semakin besar kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek. Aktiva
lancar yang dimaksud adalah termasuk kas, piutang, surat berharga dan
persediaan. Dari aktiva lancar tersebut, persediaan merupakan aktiva
lancar yang kurang likuid dibandingkan dengan kas, piutang dan surat
berharga (Sartono, 1996:121).

Acid Test Rasio =
Rasio

ini

Aktiva Lancar  Persediaan
Utang Lancar

seperti

halnya

current

ratio,

tetapi

hanya

memperhitungkan aktiva lancar yang benar-benar likuid saja, yakni aktiva
lancar diluar persediaan. Pengertian likuiditas sebenarnya mengandung
dua dimensi yaitu waktu yang diperlukan untuk mengubah aktiva menjadi
kas serta kepastian harga yang akan terjadi.
Dengan demikian diantara ketiga elemen aktiva lancar tersebut
memang piutang lebih likuid dibandingkan dengan persediaan dan
memerlukan waktu lebih pendek untuk mengubahnya menjadi kas
(Sartono, 1996:122).
2. Rasio aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk
mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan investasi dan

sumber

daya

ekonomis

untuk

menghasilkan

penjualan

yang

menguntungkan .
Oleh karena itu penjualan yang menguntungkan memerlukan
pelaksanaan investasi yang sehat. Salah satu tujuan manajer keuangan
adalah menentukan seberapa besar efisiensi investasi pada berbagai aktiva.
Dengan kata lain rasio aktivitas menunjukkan berbagai sumber daya telah
dimanfaatkan secara optimal, kemudian dengan cara membandingkan
rasio aktivitas dengan standar industri maka dapat diketahui tingkat
efisiensiperusahaan dalam industri (Sartono, 1996:125).
Rasio aktivitas meliputi :
a. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Adalah rasio antara harga pokok penjualan atau penjualan
dengan rata-rata persediaan yang mengukur efisiensi pengguna
persediaan. Perputaran persediaan yang tinggi menunjukkkan bahwa
perusahaan tidak mempertahankan persediaan yang berlebihan. Pola
tersebut

perlu

disesuaikan

apabila

usaha

perusahaan

sangat

dipengaruhi oleh faktor musim (seasonal) atau sangat berfluktuasi dari
waktu ke waktu dalam satu periode tertentu.
Rumus Perputaran Persediaan adalah :

Perputaran Persediaan =

Penjualan Kredit
Rata  rata Persediaan

Atau

Perputaran Persediaan =

Harga Pokok Penjualan
Rata  rata Persediaan

Perusahaan yang perputaran persediaannya makin tinggi berarti
makin efisien, tetapi perputaran yang terlalu tinggi juga tidak baik,
untuk itu perlu ditentukan keseimbangan (Sartono, 1997:23).
b. Rata-rata periode pengumpulan piutang (Periode penagihan rata-rata
atau average collection period)
Adalah rasio antara piutang dengan penjualan per hari. Rasio
ini mengukur efisiensi dalam pengumpulan piutang perusahaan dengan
membandingkan persyaratan penjualan yang telah ditentukan. Periode
penagihan piutang rata-rata dihitung dalam dua langkah yaitu
penjualan tahunan di

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh rasio kinerja keuangan dan tingkat suku bunga terhadap volume penjualan saham perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Jakarta

0 20 87

Analisis pengaruh rasio profitabilitas dan financial leverage terhadap harga saham pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek jakarta

1 30 80

Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI

0 7 125

Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)

0 4 96

Analisis pengaruh rasio aktivitas, profitabilitas, leverage dan rasio penilaian pasar terhadap return saham perusahaan telekomunikasi: studi empiris di Bursa Efek indonesia

2 7 96

Analisis pengaruh rasio likuiditas, profitabiltas, aktivitas, leverage, dan frim size terhadap return saham: studi kasus pada perusahaan yang terdaftar di LQ 45

1 5 70

Pengaruh profitablitas dan rasio leverage terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

0 15 1

Pengaruh rasio profitabilitas (ROA) dan rasio solvabilitas (DER) terhadap harga saham pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

1 9 1

Pengaruh tingkat suku bunga dan rasio harga laba terhadap return saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

0 8 1

Pengaruh rugi laba rasio likuiditas dan rasio hutang terhadap harga saham pada perusahaan sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia

4 36 120

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2979 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 758 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 656 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 428 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 583 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 977 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 893 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 542 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 800 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 966 23