Aplikasi penentu hukum halal haram makanan dari jenis hewan berbasis WEB

APLIKASI PENENTU HUKUM HALAL HARAM MAKANAN DARI
JENIS HEWAN BERBASIS WEB
Skripsi

WILDAN SYARIF
105091002929

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011

APLIKASI PENENTU HUKUM HALAL HARAM MAKANAN
DARI JENIS HEWAN BERBASIS WEB

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Komputer

Pada Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh :
Wildan Syarif
105091002929

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011 M / 1432 H

ii

iii

iv

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENARBENAR HASIL KARYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN
SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA

ILMIAH PADA PERGURUAN

TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta,11 Nopember 2011

Wildan Syarif
105091002929

v

PERSEMBAHAN

“(1)Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, (2)dan Kami telah
menghilangkan daripadamu bebanmu, (3) yang memberatkan punggungmu,
(4)dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, (5)karena sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (6)sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan, (7)maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (8)dan hanya kepada
Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. 94 : 8)

Penelitian ini penulis persembahkan kepada yang tercinta Ibunda
Hj.Anisah Muchtar, dan Ayahanda H. M. Soleh Musa, serta kakak-kakakku : H.
Anis Syarifudin S.Ag, Gozliah S.PdI, Hurairoh S.Pd, Akhmad Luthfi S.Kom,
Nurul Hijrawati, dan Samiyah Amd.Kes. Juga takkan terlupakan teman-teman
seperjuangan di TI-D 2005, tidak akan terlupakan kebersamaan kita selama duduk
di bangku perkuliahan. Semoga dengan penelitian ini menyadarkan kita bahwa
perjuangan tidak akan pernah berakhir.

vi

ABSTRAK

WILDAN SYARIF, Aplikasi Penentu Hukum Halal Haram Makanan Dari Jenis
Hewan Berbasis Web dibawah bimbingan VICTOR AMRIZAL M.KOM dan VIVA
ARIFIN MMSI
Bagi umat Islam, mengkonsumsi yang halal dan baik merupakan manivestasi dari
ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah. Memakan yang halal merupakan perintah dari
Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia yang beriman.Program aplikasi
adalah suatu program komputer yang dibuat untuk mengerjakan program. Decision tree
merupakan sebuah tampilan grafis proses keputusan yang mengindikasikan alternatif
keputusan yang ada, kondisi alamiah dan peluangnya dan juga imbalannya bagi setiap
kombinasi alternatif kondisi dan keputusan alamiah. Aplikasi yang dikembangkan ini
merupakan aplikasi berbasis web yang menggunakan metode terstruktur dengan model
pendekatan System Development Life Cycle Waterfall. Serta PHP dan MySQL sebagai
alat pengkodean komputer. Hasil dari aplikasi ini adalah memudahkan pencarian hukum
suatu hewan secara cepat dan tepat.
Kata kunci : Halal, Program Aplikasi, Decision Tree, SDLC(System Development Life
Cycle),Waterfall, PHP dan MySQL
V Bab + xvii Halaman +72 Halaman + 29 Gambar + 15 Tabel + Pustaka + Lampiran
Pustaka : (17, 2001-2009)

vii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat,
hidayah serta inayah-Nya yang tidak terhingga kepada kita semua. Shalawat
seiring salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad SAW.
Penulisan skripsi yang berjudul “Aplikasi Penentu Hukum Halal Haram
Makanan Dari Jenis Hewan Berbasis Web” ini dimaksudkan untuk melengkapi
dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan untuk menyelesaikan program
Strata Satu (S1) Program Studi Teknik Informatika UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis merasakan telah banyak menerima
bantuan, bimbingan, dorongan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu
penulis menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada :
1. Bapak Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis selaku Dekan Fakultas Sains
dan Teknologi, serta kepada Pembantu Dekan bidang akademik, bidang
administrasi umum, dan bidang kemahasiswaan.
2. Bapak Yusuf Durrachman MSc, MTI, selaku Ketua Program Studi Teknik
Informatika, beserta Ibu Viva Arifin MMSI, selaku Sekretaris Program
Studi Teknik Informatika yang juga sebagai pembimbing II dalam skripsi
ini yang telah banyak memberikan masukan-masukan berharga buat
penulis.

viii

3. Bapak Victor Amrizal M.Kom, selaku pembimbing I dalam penulisan
skripsi ini yang telah banyak memberikan masukan, nasehat, dan
pengetahuan berharga bagi penulis.
4. Terima kasih atas koreksi dan masukan terhadap penelitian maupun
penulisan skripsi ini.
5. Seluruh Dosen Fakultas Sains dan Teknologi khususnya dosen Program
Studi Teknik Informatika, yang telah memberikan ilmu pengetahuan
kepada penulis.
6. Ibunda tercinta Hj. Anisah Muchtar dan Ayahanda tercinta H. M. Soleh
Musa

yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dan doa serta

semangat cinta kasih sayang kepada penulis.
7. Kepada kakak-kakak penulis tersayang, Anis, Lia, Yayan, Uur, Nurdin,
Lutfi, Desi, Nurul, Ade, dan Mia yang selalu memberikan dukungan
kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
8. Keponakan-keponakan penulis tersayang, Dira, Eqi, Arul, Alvin, dan
Danish yang selalu menghibur penulis disaat penulis jenuh dalam
menyelesaikan skripsi ini.
9. Teman-teman seperjuangan di kelas TI-D/2005 Hary, Mirza, Adit, Deni,
Zaki, Imam, Didi, Novan, Randy, Ucup, Ipul, Lia, Ale, Rindi, Toar dan
lainnya yang tidak dapat disebutkan namanya. Terima kasih atas bantuan,
dukungan moril dan informasi berharga yang disampaikan kepada penulis.
Teruskan perjuangan kalian.

ix

10. Frenda, Achi, Akmal, Picol, Faisal Conkci, Qbau, Amar, yang telah
memberikan support buat penulis dalam penyusunan skripsi.
11. Ust. H.Syahrullah, Ust. H.A Fikri Amin, Melisa Iknawati yang telah
membantu penulis dalam masalah data hewan.
12. Dan seluruh pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah
memberikan bantuan dan dukungan baik moril maupun teknis dalam
penyusunan skripsi ini dan tidak dapat penulis sebutkan satu per satu
dalam kesempatan ini.
Harapan penulis semoga dengan kebaikan-kebaikan yang penulis dapatkan
ini, akan membukakan pintu rahmat bagi kita semua, Amin.
Demikian yang dapat disampaikan, penulis sangat menyadari bahwa
kemampuan dan pengetahuan penulis miliki dalam penulisan skripsi ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat menghargai dan menerima
kritik dan saran dari para pembaca. Semoga hasil penelitian dan penulisan ini
dapat bermanfaat bagi semua yang membutuhkan.
Jakarta, Nopember 2011

Penulis

x

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL.....................................................................

i

HALAMAN JUDUL...........................................................................

ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................

iii

LEMBAR PENGESAHAN .............................................................

iv

ABSTRAKSI ....................................................................................

vii

KATA PENGANTAR ......................................................................

viii

DAFTAR ISI ....................................................................................

xi

DAFTAR TABEL .............................................................................

xiv

DAFTAR GAMBAR ........................................................................

xv

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................

xvi

DAFTAR ISTILAH ..........................................................................

xvii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................. 2
1.3 Batasan Masalah................................................................. 3
1.4 Tujuan Dan Manfaat Penelitian........................................... 3
1.5 Metodologi Penelitian......................................................... 5
1.6 SistematikaPenelitian.......................................................... 5

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1 Program Aplikasi................................................................ 7
2.2 Software (Perangkat Lunak)................................................ 7
2.2.1 Pengertian Software ............................................... 7
2.2.2 Klasifikasi Software ..................................................8
2.2.3 Proses Software dan Model Software .......................8
2.2.4 Perancangan Perangkat Lunak .................................9
2.3 Decision Tree ................................................................... 11

xi

2.3.1 Pengertian Decision Tree ......................................... 11
2.3.2 Jenis Decision Tree ............................................... 12
2.4 Konsep Hukum Dalam Islam ........................................... 16
2.4.1

Pengertian Hukum ................................................ 16

2.4.2 Pembagian Hukum Dalam Islam ........................... 17
2.5 Database ......................................................................... 19
2.5.1

Konsep Database .................................................. 20

2.6 Internet ............................................................................ 21
2.6.1 Pengertian Internet................................................ 21
2.6.2 Sejarah Internet..................................................... 22
2.6.3 Layanan Internet ................................................... 25
2.7 Konsep Dasar Waterfall..................................................... 27
2.8Alat Perancang Sistem........................................................ 29
2.8.1

Data Flow Diagram............................................. 29

2.8.2

Entity Relational Diagram ................................... 30

2.8.3

Kamus Data ....................................................... 32

2.9 Alat Implementasi Yang Digunakan ................................. 36
2.9.1

PHP ..................................................................... 36

2.9.2

MySQL................................................................ 40

2.10 Risalatul Hayawan............................................................ 41
2.10 Studi Sejenis..................................................................... 42

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
3.1 MetodePengumpulan Data................................................ 44
3.1.1

Studi Pustaka ...................................................... 44

3.1.2

Wawancara ......................................................... 44

3.2 Metode Pengembangan Sistem ......................................... 45

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Communication ............................................................... 49
4.1.1 Analisis kebutuhan................................................... 48

xii

4.2 Planning........................................................................... 48
4.3 Modelling ......................................................................... 49
4.3.1 Context Diagram ..................................................... 49
4.3.2 Data Flow Diagram................................................. 50
4.3.3 Entity Relational Diagram ....................................... 52
4.3.4 Normalisasi.............................................................. 53
4.3.5 Kamus Data ............................................................. 54
4.3.6 Perancangan Antar Muka ......................................... 57
4.4 Construction..................................................................... 64
4.5 Deployment ...................................................................... 69

BAB V

PENUTUP
5.1 Kesimpulan ...................................................................... 73
5.2 Saran ................................................................................ 73

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 74
LAMPIRAN

xiii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Peta Jaringan ARPANET ...................................................... 23
Gambar 2.2 Contoh Gambar Atribut ......................................................... 30
Gambar 2.3 Contoh Gambar Hubungan .................................................... 31
Gambar 2.4 Contoh Gambar Hubungan Satu ke Satu................................ 31
Gambar 2.5 Contoh Gambar Hubungan Satu ke Banyak ........................... 32
Gambar 3.1 Model Sekuensial Linier........................................................ 45
Gambar 3.2 Tahapan dan Rician Pengembangan Sistem ........................... 47
Gambar 4.1 Context Diagram ................................................................... 50
Gambar 4.2 Data Flow Diagram . ............................................................... 51
Gambar 4.3 Entity Relational Diagram (ERD) .............................................. 52
Gambar 4.4 AntarMukaHalamanAwal ......................................................... 58
Gambar 4.5 Antar Muka Menu Tree ............................................................ 58
Gambar 4.6 Antar Muka Hasil Pencarian ..................................................... 59
Gambar 4.7 Antar Muka Menu Pencarian ..................................................... 60
Gambar 4.8 Antar Muka Menu Database……………..............................….61
Gambar 4.9 Antar Muka Menu Admin Login..................... …………………...61
Gambar 4.10 Antar Muka Menu Edit Data............................................………..62
Gambar 4.11 Antar Muka Menu Hapus Data ................................................ 63
Gambar 4.12 Antar Muka Menu Tambah Data ......................................... 63
Gambar 4.13 Tampilan Halaman Awal ........................................................ 64
Gambar 4.14 Tampilan Halaman Tree.................................................................. 65
Gambar 4.15 Tampilan Halaman Hasil Pencarian Melalui Menu Tree ............. 65
Gambar 4.16 Tampilan Halaman Pencarian .............. ………………………...66
Gambar 4.17 Tampilan Halaman Database............................................... 66
Gambar 4.18 Tampilan Halaman Admin ...................................................... 67
Gambar 4.19 Tampilan Halaman List........................................................... 67
Gambar 4.20 Tampilan Halaman Edit Data Hewan................................... 68
Gambar 4.21 Tampilan Halaman Hapus Data Hewan..................................... 68
Gambar 4.22 Tampilan Halaman Tambah Data Hewan............................. 69

xv

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tabel simbol-simbol Data Flow Diagram ................................. 29
Tabel 2.2 Tabel studi sejenis..................................................................... 49
Tabel 4.1 Tabel planning pembuatan aplikasi ........................................... 49
Tabel 4.2 Tabel sebelum normalisasi............................................................ 52
Tabel 4.3 Tabel normalisasi bentuk pertama .............................................. 53
Tabel 4.4 Tabel normalisasi bentuk kedua ................................................ 54
Tabel 4.5 Tabel Admin ............................................................................... 54
Tabel 4.6 Tabel Hewan .............................................................................. 55
Tabel 4.7 Tabel Ciri1 ................................................................................. 56
Tabel 4.8 Tabel Ciri2 ................................................................................. 56
Tabel 4.9 Tabel Ciri3 ................................................................................. 56
Tabel 4.10 Tabel Hukum ............................................................................ 57
Tabel 4.11 Tabel Alasan ............................................................................. 57
Tabel 4.12 Tabel Pengujian Level User..................................................... 69
Tabel 4.13 Tabel Pengujian Level Admin ................................................. 70

xiv

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A. Listing Script Aplikasi
Lampiran B. Pohon Keputusan
Lampiran C. Rule

xvii

DAFTAR ISTILAH



Aliran Data



Arus data



Atribut



Communication



Construction



Database



Data Flow Diagram (DFD)



Data Store



Decision tree



Deployment



Entity Relation Diagram (ERD)



Halal



Haram



Hukum



Internet (Interconnected network)



Kamus data



Modelling



MySQL



Periode



PHP (Personal Home Page)



Planning



Program aplikasi



Relationship (hubungan)



SDLC (System Deployment Life Cyclye)



Software



Struktur data



Volume



Waterfall

xvii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Bagi umat Islam, mengkonsumsi yang halal dan baik merupakan manivestasi
dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah. Hal ini terkait dengan perintah Allah kepada
manusia, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an, Surat Al Maidah :88 yang
artinya:
“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan
kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”
Memakan yang halal merupakan perintah dari Allah yang harus dilaksanakan
oleh setiap manusia yang beriman. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa
kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga
ditegaskan dalam ayat yang lain, seperti yang terdapat pada Surat Al Baqarah : 168
yang artinya:
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di
bumi,

dan

janganlah

kamu

mengikuti

langkah-langkah

syetan;

karena

sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu"
Memakan yang halal akan berbenturan dengan keinginan syetan yang
menghendaki agar manusia terjerumus kepada yang haram. Oleh karena itu
menghindari yang haram merupakan sebuah upaya yang harus mengalahkan godaan
syetan tersebut. Mengkonsumsi makanan halal dengan dilandasi iman dan taqwa
karena semata-mata mengikuti perintah Allah merupakan ibadah yang mendatangkan
pahala dan memberikan kebaikan dunia dan akhirat. Sebaliknya memakan yang

1

haram, apalagi diikuti dengan sikap membangkang terhadap ketentuan Allah adalah
perbuatan maksiat yang mendatangkan dosa dan keburukan. Sebenarnya yang
diharamkan atau dilarang memakan (tidak halal) jumlahnya sedikit. Selebihnya, pada
dasarnya apa yang ada di muka bumi ini adalah halal, kecuali yang dilarang secara
tegas dalam Al Qur’an dan Hadits.
Jumlah umat Islam di Indonesia saat ini sekitar 180 juta jiwa atau sekitar 70%
dari jumlah penduduk Indonesia (berdasarkan pidato Menteri Agama Suryadharma
Ali tanggal 21 November 2011), akan tetapi masih sangat sulit bagi umat Islam
Indonesia untuk mendapatkan informasi tentang hukum makanan dari jenis hewan,
sekalipun sudah ada aplikasi yang berbentuk mobile, tetapi aplikasi tersebut belum
mendukung untuk wilayah Indonesia, sehingga apabila membutuhkan informasi
tentang hukum makanan dari jenis hewan, umat Islam Indonesia harus menanyakan
kepada orang yang ahli dalam ilmu Fiqih.
Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan user dalam mencari infomasi mengenai
hukum suatu hewan secara tepat dan cepat. Berdasarkan latar belakang yang ada,
maka penulis mengangkat suatu penelitian yang berjudul “ Aplikasi Penentu Hukum
Halal Haram Makanan Dari Jenis Hewan Berbasis Web”.

1.2

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat dirumuskan adalah bagaimana merancang dan
mengimplementasikan suatu datababase untuk mengetahui hukum suatu makanan
dari jenis hewan berdasarkan ciri-ciri khusus yang dimiliki suatu hewan.

2

1.3

Batasan Masalah
Batasan masalah dari aplikasi penentu hukum halal haram makanan dari suatu
jenis hewan adalah sebagai berikut:
1. Data yang digunakan untuk membuat aplikasi penentu hukum makanan halalharam dari jenis hewan adalah berdasarkan buku Risalatul Hayawan, dalam hal ini
penulis hanya memasukkan 50% nama hewan dari data yang ada dalam buku
Risalatul Hayawan.
2. Aplikasi penentu halal-haram suatu hewan berdasarkan habitat (tempat hidup)
suatu hewan, jenis hewan, serta makanan dan morfologi suatu hewan.
3. Aplikasi penentu makanan halal-haram dari jenis hewan ini membahas mengenai
hukum dasar suatu hewan.
4. Tools-tools yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah menggunakan
XAMPP 1.7.4 (Apache 2.2.17, MySQL 5.5.8, PHP 5.3.5). Adapun editor yang
penulis gunakan adalah Notepad++ v5.9.3, sedangkan browser yang penulis
gunakan dalam percobaan aplikasi ini adalah Google Chrome 1.3.21.69 & IE8.

1.4

Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan Penelitian
Penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk :
1. Merancang dan membangun suatu aplikasi untuk mengetahui hukum suatu
makanan dari jenis hewan berdasarkan ciri-ciri fisik yang dimiliki suatu
hewan.
2. Agar dapat digunakan sebagai wadah informasi bagi pengguna khususnya
orang awam yang masih bingung untuk menentukan apakah makanan

3

tersebut halal atau haram. Selain itu juga dapat digunakan sebagai media
informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

1.4.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
a. Bagi Penulis adalah:
1. Menerapkan pengetahuan mengenai database pada suatu kasus dalam
kehidupan
2. Mendapatkan pengetahuan tentang hukum suatu makanan dari jenis
hewan.
b. Bagi Universitas adalah :
1. Menambah referensi literatur kepustakaan Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bahan masukan bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta dalam mengembangkan penulisan atau penelitian
lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini.
c. Bagi Pengguna adalah :
1. Memberikan informasi mengenai hukum suatu hewan.
2. Mempercepat pengguna dalam mengetahui hukum suatu makanan dari
berbagai jenis hewan.

4

1.5

Metodologi Penelitian
Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah:
1.5.1

Metode Pengumpulan Data
1. Studi Pustaka
Studi pustaka yang bertujuan untuk mendapatkan informasi-informasi
yang bisa dijadikan knowledge base dalam pembuatan aplikasi untuk
menentukan halal atau haramnya suau makanan dari jenis hewan.
2. Wawancara
Pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara ke berbagai pihak
terkait mengenai hal yang berkaitan dengan penelitian dan perancangan
sistem ini.

1.5.2 Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan dalam penulisan
skripsi ini adalah dengan model proses Waterfall dan memiliki lima tahapan
yang penulis kutip dari buku Roger S. Pressman, yaitu: Communication,
Planning, Modelling, Construction, dan Deployment.

1.6.

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penulisan skripsi ini disusun dalam lima bab, yang
secara singkat akan diuraikan sebagai berikut:
BAB I

PENDAHULUAN
Bab ini mengemukakan latar belakang, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian,
dan sistematika penulisan.

5

BAB II

LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan teori-teori yang menjadi landasan dan penopang
dalam proses penulisan, yaitu Aplikasi, Software, Decision Tree,
Konsep Hukum Dalam Islam, Database, Internet, DFD, ERD, STD,
PHP serta MySQL.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berusaha mengemukakan metodologi penelitian yang
digunakan, baik metode pengumpulan data maupun metodologi
pengembangan sistem.

BAB IV

PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan pembahasan proses perancangan, dan program
yang dilakukan.

BAB V

PENTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan
serta saran-saran untuk pengembangan sistem yang lebih baik.

6

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1

Program Aplikasi
Program aplikasi adalah suatu program komputer yang dibuat untuk
mengerjakan program. Application interface merupakan sekumpulan software yang
mengizinkan seorang programmer untuk memasuki suatu sistem dan memakai layanan
yang disediakan didalam suatu jaringan. (Widodo, 2005)

2.2

Software (Perangkat lunak)
2.2.1

Pengertian Software
Software (perangkat lunak) adalah instruksi (program komputer) yang
ketika dijalankan menyediakan fungsi dan tampilan yang diinginkan, struktur
data yang memberi kesempatan program untuk memanipulasi informasi dan
dokumen

yang

mendeskripsikan

operasi

dan

pengguna

program.(Kristanto,2004:1)
Software tidak sama dengan program (komputer), karena software
terdiri dari program, dokumen, dan data. Software adalah elemen yang logik,
sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan elemen fisik, yaitu:
1. Software dibangun dan dikembangkan, tidak dihasilkan dari
pengertian klasik.
2. Software tidak akan kadaluarsa (wear-out).
3. Sebagian software dibangun berdasarkan kebutuhan, tidak hanya
dibuat dari komponen yang sudah ada.

7

2.2.2 Klasifikasi Software
klasifikasi perangkat lunak (Travada,2008:) :
1. Perangkat lunak sistem (Operating System) antara lain:
a. Sistem operasi contoh Windows XP, DOS, LINUX, UNIX, Sun
Solaris, mach.
b. Bahasa pemrogaman contoh Turbo Pascal, C++, Visual Basic,
Oracle.
c. Utilty contoh anti virus Norton.
2. Perangkat lunak aplikasi (application program) antara lain:
a. Aplikasi office : Microsoft Office.
b. Apikasi khusus : Autocad, Protel.
c. Aplikasi multimedia : media player, MIDI.
d. Aplikasi Internet : email, HTTP, Massanger.
Dalam hal ini, aplikasi yang dibuat oleh penulis adalah perangkat
lunak aplikasi (application program).
2.2.3 Proses Software dan Model Software
Proses

software

merupakan

serangkaian

kegiatan

hasil

yang

berhubungan dengan proses tersebut, yang menuju pada dihasilkannya produk
perangkat lunak. Walaupun ada banyak proses perangkat lunak, ada kegiatankegiatan yang mendasar yang umum bagi semua proses perangkat lunak.
Walaupun ada banyak proses perangkat lunak, ada kegiatan-kegiatan
mendasar yang umum bagi semua proses perangkat lunak. Kegiatan-kegiatan
tersebut antara lain (Sommerville,2003:41):
1. Penspesifikasian perangkat lunak. Fungsionalitas perangkat lunak
dan batasan operasinya harus didefinisikan.
8

2. Perancangan dan implementasi perangkat lunak. Perangkat lunak
yang memenuhi persyaratan harus dibuat.
3. Pemvalidasian perangkat lunak. Perangkat lunak harus divalidasi
untuk menjamin bahwa perangkat lunak bekerja sesuai dengan apa
yang diinginkan pelanggan.
4. Pengevolusian perangkat lunak. Perangkat lunak harus dapat
berkembang untuk menghadapi kebutuhan pelanggan yang
berubah.
Menurut Ian Sommerville (2003:42) model proses perangkat lunak
merupakan representasi abstrak dari proses perangkat lunak, diantaranya:
model air terjun (waterfall), pengembangan berdasarkan pemakaian ulang,
pengembangan sistem formal. Dalam skripsi ini model perangkat yang
digunakan adalah model air terjun (waterfall).

2.2.4 Perancangan Perangkat Lunak
Menurut Roger S. Pressman (2002:399), perancangan adalah sebuah
proses aplikasi berbagai teknik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu
perangkat, suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk
memungkinkan realisasi fisiknya. Adapun metode perancangan, diantaranya:
1. Perancangan Data
Perancangan data adalah aktivitas yang terpenting dari
empat aktivitas perancangan yang dilakukan selama reyakasa
perangkat lunak. Tujuan dari dilakukannya perancangan data ialah
untuk mendapatkan struktur data yang baik sehingga diperoleh

9

program yang lebih modular dan mengurangi kompleksitas
pengembangan software.
2. Perancangan Arsitektur
Tujuan dari dilakukannya perancangan arsitektur ialah
untuk mengembangakan suatu struktur program yang modular dan
memperjelas kontrol proses yang terjadi antar tiap modul.
Perancangan arsitektur akan menggabungkan antara struktur
program dan struktur data, sehingga didapatkan suatu antar muka
yang mengatur aliran informasi dalam program. Hasil dari desain
arsitektur ialah berupa suatu data flow diagram (DFD) yang
merupakan diagram yang menunjukkan aliran data dalam program.
3. Perancangan antar muka
Desain antar muka difokuskan pada beberapa hal. Antara lain:
a. Desain antar muka antara tiap modul dalam software
b. Desain antar muka antara software dengan entiti eksternal
c. Desain antar muka antara user (manusia) dengan software
Desain

antar

muka

internal

dalam

suatu

program

bergantung pada bentuk data yang mengalir antar tiap modul dan
karakteristik

bahasa

pemrograman

yang

digunakan

untuk

mengimplementasikan software.
4. Perancangan Prosedural
Perancangan prosedural dilakukan setelah diselesaikannya
perancangan data, arsitektur dan antar muka software. Perancangan
ini akan berupaya mendefinisikan spesifikasi prosedural yang akan

10

memberikan detail algoritma yang digunakan dalam implementasi
program.
5. Pengkodean (coding)
Tahap pengkodean merupakan tahap penerjemahan data
atau

pemecahan

yang

telah

dirancang

kedalam

bahasa

pemrograman yang telah ditentukan.
2.3

Decision Tree
2.3.1

Pengertian Decison Tree
Decision tree merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk
melakukan klasifikasi terhadap sekumpulan objek atau record. Teknik ini
terdiri dari kumpulan decison node, dihubungkan oleh cabang, bergerak ke
bawah dari root node sampai berakhir di leaf node. Pengembangan decision
tree dimulai dari root node, berdasarkan konvensi ditempatkan di bagian atas
diagram decision tree, semua atribut dievaluasi pada decision node, dengan
tiap outcome yang mungkin menghasilkan cabang. Tiap cabang dapat masuk
baik ke decision node yang lain ataupun ke leaf node. (Yusuf,2007)
Decision tree adalah metode diskrimasi nonlinear yang menggunakan
sekumpulan variabel independen untuk membagi sampel ke dalam kelompok–
kelompok yang lebih kecil secara bertahap. Prosedur tersebut dilakukan secara
iterative di setiap cabang pohon, yakni memilih variabel independen yang
memiliki asosiasi terkuat dengan variabel dependen menurut kriteria tertentu.
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam penerapan algoritma decision
tree (Yusuf,2007):
1. Algoritma decision tree merepresentasikan supervised learning
sehingga membutuhkan target preclassified.

11

2. Training data set harus kaya dan bervariasi.
3. Kelas atribut target harus diskrit.
2.3.2 Jenis-Jenis Decision Tree
Algoritma yang bisa digunakan untuk membangun tree antara lain
CART, ID3 dan C4.5. (Budi:2007,95)
1. CART (CLASSIFICATION AND REGRESSION TREES)
CART merupakan metode partisi rekursif yang digunakan
baik untuk regresi maupun klasifikasi. CART dibangun dengan
melakukan pemecahan subset-subset dari dataset menggunakan
variabel prediktor untuk membuat dua child node secara berulang,
dimulai dari keseluruhan dataset. Tujuannya adalah menghasilkan
subset data yang sehomogen mungkin untuk mengklasifikasikan
variabel target. (Budi:2007,95)
Pada permulaan proses, training set yang terdiri record yang
sudah diklasifikasi harus tersedia. Training set digunakan untuk
membangun tree yang memungkinkan penempatan suatu kelas ke
dalam variabel target dari record baru yang didasarkan pada nilainilai variable yang lain atau variable independen.
CART membangun binary tree dengan memecah record
pada tiap node berdasarkan fungsi variable input tunggal. Tugas
pertama yang dijalankan adalah menentukan variable independen
yang menjadi splitter terbaik. Splitter terbaik adalah splitter yang
menurunkan keanekaragaman node. Node yang tidak dipecah lagi
disebut leaf node.

12

Pemecahan record pada tiap node menyebabkan jumlah
record yang semakin kecil dari root node ke child node sampai ke
leaf node. Semakin sedikit jumlah record, semakin kurang
representative node tersebut. Akibatnya adalah model tree hanya
dapat memprediksi secara akurat untuk record yang berada pada
training set, tetapi tidak dapat memprediksi record baru yang
berasal dari luar training set secara akurat atauovertraining. Untuk
mengurangi overtraining, pemangkasan pohon atau pruning dapat
dilakukan. Pruning menghasilkan beberapa kandidat subtree.
Beberapa

kandidat

subtree

dipilih

berdasarkan

kemampuannya dalam memprediksi record baru. Pemilihan
tersebut membutuhkan set data bari yaitu set test set yang berisi
record baru yang berbeda dengan record yang ada pada training
set. Tiap kandidat subtree digunakan untuk memprediksi record
yang ada dalam test set. Subtree yang memberikan error terkecil
terpilih sebagai model tree.
Langkah terakhir adalah mengevaluasi subtree terpilih
dengan menerapkannya pada set data baru yaitu validation set.
Nilai error yang diperoleh dari validation set digunakan untuk
memprediksi expected performance model prediksi.

2. ID3 dan C4.5
Algoritma ID3 atau Iterative Dichotomiser 3 (ID3)
merupakan sebuah metode yang digunakan untuk membuat pohon
keputusan. ID3 dikembangkan oleh J. Ross Quinlan. Algoritma

13

pada metode ini menggunakan konsep dari entropi informasi.
Algoritma C4.5 merupakan pengembangan dari ID3. Oleh karena
pengembangan tersebut algoritma C4.5mempunyai prinsip dasar
kerja yang sama dengan algoritma ID3.(Budi,2007:103)
Pohon dibangun dengan cara membagi data secara rekursif
hingga tiap bagian terdiri dari data yang berasal dari kelas yang
sama. Bentuk pemecahan (split) yang digunakan untuk membagi
data tergantung dari jenis atribut yang digunakan dalam split.
Algoritma C4.5 dapat menangani data numerik (kontinyu) dan
diskret. Split untuk atribut numerik yaitu mengurutkan contoh
berdasarkan atribut kontiyu A, kemudian membentuk minimum
permulaan (threshold) M dari contoh-contoh yang ada dari kelas
mayoritas

pada

setiap

partisi

yang

bersebelahan,

lalu

menggabungkan partisi-partisi yang bersebelahan tersebut dengan
kelas mayoritas yang sama. Split untuk atribut diskret A
mempunyai bentuk value (A) ε X dimana X ⊂domain(A).
Jika suatu set data mempunyai beberapa pengamatan dengan
missing value yaitu record dengan beberapa nilai variabel tidak
ada, Jika jumlah pengamatan terbatas maka atribut dengan missing
value dapat diganti dengan nilai rata-rata dari variabel yang
bersangkutan.
Untuk melakukan pemisahan obyek (split) dilakukan tes
terhadap atribut dengan mengukur tingkat ketidakmurnian pada
sebuah simpul (node). Pada algoritma C.45 menggunakan rasio
perolehan (gain ratio). Sebelum menghitung rasio perolehan, perlu

14

menghitung dulu nilai informasi dalam satuan bits dari suatu
kumpulan

objek.

Cara

menghitungnya

dilakukan

dengan

menggunakan konsep entropi.
E (S) = -p_log2p+ - p_log2 p_
S adalah ruang (data) sampel yang digunakan untuk pelatihan, p+
adalah jumlah yang bersolusi positif atau mendukung pada data
sampel untuk kriteria tertentu dan p- adalah jumlah yang bersolusi
negatif atau tidak mendukung pada data sampel untuk kriteria
tertentu. Entropi(S) sama dengan 0, jika semua contoh pada S
berada dalam kelas yang sama. Entropi(S) sama dengan 1, jika
jumlah contoh positif dan negatif dalam S adalah sama. Entropi(S)
lebih dari 0 tetapi kurang dari 1, jika jumlah contoh positif dan
negatif dalam S tidak sama. Entropi split yang membagi S dengan
n record menjadi himpunan-himpunan S1 dengan n1 baris dan S2
dengan n2 baris adalah :

( 1, 2) =

( 1) +

( 2)

Kemudian menghitung perolehan informasi dari output data atau
variabel dependent y yang dikelompokkan berdasarkan atribut A,
dinotasikan dengan gain (y,A). Perolehan informasi, gain (y,A),
dari atribut A relatif terhadap output data y adalah:
Gain (y,A) = entropy (y) – ∑

( )

entropy (yc)

nilai (A) adalah semua nilai yang mungkin dari atribut A, dan yc
adalah subset dari y dimana A mempunyai nilai c. Term pertama
dalam persamaan diatas adalah entropy total y dan term kedua

15

adalah entropy sesudah dilakukan pemisahan data berdasarkan
atribut A.
Untuk menghitung rasio perolehan perlu diketahui suatu term baru
yang disebut pemisahan informasi (SplitInfo). Pemisahan informasi
dihitung dengan cara :

bahwa S1 sampai Sc adalah c subset yang dihasilkan dari
pemecahan S dengan menggunakan atribut A yang mempunyai
sebanyak c nilai. Selanjutnya rasio perolehan (gain ratio) dihitung
dengan cara :
( , )

GainRatio(S,A) =

2.4

( , )

Konsep Hukum Dalam Islam
2.4.1 Pengertian Hukum
Hukum adalah ketetapan Allah dan Rasul-Nya yang berhubungan
dengan perbuatan mukallaf dengan perintah, pilihan atau ketetapan. Atau
perintah Allah dan Rasul-Nya, baik perintah mengerjakan sesuatu, melarang
sesuatu pekerjaan, membolehkan sesuatu pekerjaan maupun pekerjaan yang
bila

dikerjakan

tidak

disukai

(Qardhawi:2005:1)

16

oleh

Allah

maupun

Rasul-Nya.

2.4.2 Pembagian Hukum Dalam Islam
Menurut mazhab Syafi’i, hukum terbagi menjadi lima:
1. Halal / Wajib
Asal arti : mesti, tidak boleh tidak.
Dalam ilmu fiqih : sesuatu yang tidak menimbulkan kerugian dan Allah
memberikan kewenangan untuk melakukannya.
2. Sunnah / Mandub
Asal arti : jalan, sesuatu yang bisa dipakai atau dikerjakan.
Dalam ilmu fiqih : permintaan syar’i untuk melakukan sesuatu perbuatan
dengan permintaan yang tidak tegas, atau sesuatu perbuatan dimana
pelakunya mendapat pahala dan yang meninggalkannya tidak disiksa,
atau perbuatan dimana pelakunya terpuji sedang yang meninggalkannya
tidak tercela menurut syara’, atau yang lebih baik melakukannya dan
boleh meninggalkannya.
Sunnah apabila dihubungkan dengan perbuatan Rasulullah ada tiga
macam:
1. Sunnah mu’akkadah ialah sunnah-sunnah yang selalu dilakukan oleh
Rasulullah tetapi bukan wajib, seperti salat sunnah dua rakaat sebelum
fajar, ba’da Magrib, dan ba’da Isya’, membaca surat atau ayat-ayat
Al-Qur’an sesudah Fatihah.
2. Sunnah yang bukan mu’akkadah yaitu sunnah-sunnah yang tidak
selalu dilaksanakan oleh Rasulullah, seperti salat sunnah empat rakaat
sebelum Ashar dan sebelum Isya’.
3. Yang dianggap sunnah, yaitu mencontoh Nabi dalam adat
istiadat/kebiasaan yang tidak berhubungan dengan tugasnya sebagai

17

Rasul dan tidak dimasukkan menjelaskan hukum. Seperti cara
berpakaian, makannya, minumnya, berjenggot, mencukur kumis,
apabila kita maksudkan untuk memuliakan dan menunjukkan
kecintaan kepada Rasulullah SAW.
3. Haram
Asal arti : sakti, angker, larangan atau pantangan.
Dalam ilmu fiqih : sesuatu yang dilarang Allah untuk dikerjakan dengan
larangan tegas. Dan melaksanakannya akan diancam dengan siksa dan
hukumnya secara permanen diakhirat, bahkan terkadang ditambah dengan
sangsi dunia.
Pembagian haram dari segi kualitasnya:
1. Haram karena zatnya.
Haram karena zatnya adalah sesuatu yang diharamkan karena
adanya madharat pada zatnya, seperti makan bangkai, minum khamr,
zina, pencurian, dan sebagainya yang menyangkut kepada maqhashid
al-syari’ah, yaitu: memelihara agama, memelihara diri, memelihara
akal, memelihara keturunan, memelihara harta.
2. Haram karena yang lainnya (Haram lighayrihi).
Haram lighayrihi ialah sesuatu yang dilarang bukan karena
zatnya akan tetapi bisa mengakibatkan jatuh kepada haram lidzatihi
seperti haramnya melihat aurat wanita atau memadu wanita dengan
bibinya. Kadang-kadang haram lighayrihi dimaksudkan dengan
keharaman karena adanya unsur luar yang haram. Seperti salat di atas
tanah hasil ghasb atau jual beli waktu adzan Jumat. Karena jual beli,

18

pada zatnya tidaklah haram, tetapi ada qarinah lain yang
menyebabkannya haram.
4. Makruh
Asal arti : hal yang tidak disukai.
Dalam ilmu fiqih : sesuatu yang apabila kita tinggalkan mendapat pahala,
bila dikerjakan tidak dipersalahkan. Dengan perkataan lain : sesuatu yang
lebih baik ditinggalkan, meskipun mengerjakan tidak dianggap salah atau
dosa.
Disamping itu ada pula yang member definisi makruh dengan
perbuatan-perbuatan dimana pelakunya tidak dicela dan diberi pahala
yang meninggalkanya.
5. Mubah
Asal arti : dibolehkan atau tidak ada larangan
Dalam ilmu fiqih : perbuatan dimana syari’ membolehkan untuk memilih
antara melakukan atau meninggalkan.

2.5

Database
Database adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait
sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi (Kadir, 2003:484).
Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan sistem basis data.
Basis data adalah salah satu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari
data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuat tersedia untuk
beberapa aplikasi yang bermacam-macam dalam suatu organisasi.

19

2.5.1 Konsep Database
Database merupakan kumpulan file yang saling terkait. Namun
database tidak hanya merupakan kumpulan file. Record pada setiap file harus
memperbolehkan hubungan–hubungan untuk menyimpan file lain (Whitten,
2004:518).
1.

Field
Merupakan implementasi fisik pada sebuah atribut data. Field merupakan
unit terkecil dari data yang telah disimpan pada sebuah file suatu database.

2.

Primary Key
Adalah sebuah field yang nilai–nilainya secara unik mengidentifikasikan
satu dan hanya satu record pada sebuah file.

3. Secondary Key
Adalah sebuah field yang berfungsi sebagai pengidentifikasi alternatif
record tunggal atau sebuah subset dari record yang terkait pada sebuah
database.
4.

Foreign Key
Merupakan pointer atau field yang menunjuk ke record dari sebuah file
lain pada sebuah database.

5. Record
Merupakan kumpulan field yang disusun dalam format yang telah
ditetapkan sebelumnya.
6.

File
Merupakan kumpulan semua kejadian dari sebuah struktur record yang
telah ditentukan.

20

7. Table
Adalah ekuivalen database relasional dari sebuah file.
8. Master File
Merupakan table yang terdiri dari record yang relatif permanen. Jadi,
sekali sebuah record ditambahkan pada sebuah master file maka record itu
tinggal di dalam sebuah sistem secara tak terbatas.
9.

Document File
Merupakan tabel yang berisi data historis.

10. Archival File
Merupakan tabel yang berisi record master file dan transaksi yang telah
dihapus dari penyimpanan online.
11.

Audit File
Merupakan tabel yang berisi record pembaruan untuk file lain.

2.6

Internet
2.6.1

Pengertian Internet
Menurut Y. Maryonoo dan B.Patmi Istiana, Internet (Interconnected
network) adalah kumpulan jaringan-jaringan komputer (networks) sedunia
yang saling berhubungan satu sama lain. Agar bisa terhubung, Internet
menggunakan bahasa yang sama yang disebut TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protokol). TCP/IP memberikan sebuah alamat (address) dan
identitas (identity, disingkat id) yang unik yang tidak boleh sama pada
komputer diseluruh dunia untuk menghindari adanya kesalahan pengiriman
data. Contoh dari alamat TCP/IP adalah 167.205.9.35.

21

Sebagai sebuah jaringan komputer dunia, Internet dapat dikatakan
sebagai jalur transportasi segala informasi yang berbentuk file atau data pada
komputer lain. Dengan demikian, Internet sendiri tidak mengandung
informasi. Sering ada salah sebut dengan mengatakan bahwa “informasi dapat
ditemukan di Internet”. Lebih tepat dikatakan, bahwa informasi dapat
ditemukan melalui atau menggunakan Internet. Informasi sendiri berada pada
komputer-komputer yang terhubung ke Internet karena komputerlah yang
menyimpan informasi, bukan internet.
Selain pengertian diatas, kata ‘internet’ (hurufkecil) dapat diartikan
sebagai kumpulan komputer yang berhubungan satu sama lain sehingga
membentuk sebuah jaringan. Akan tetapi, tidak menjadi bagian dari jaringan
global (‘Internet’).
Perlu dicatat dan diingat, bahwa Internet tidak sama dengan apa yang
disebut WWW (World Wide Web) atau disingkat Web. Web merupakan sebuah
sistem informasi (teks, gambar, suara, dan lain-lain) yang disimpan dalam
komputer-komputer. Informasi tersebut berbentuk hypertext dan diakses oleh
pengguna Internet diseluruh dunia menggunakan program aplikasi jelajah
(browser) seperti Internet Explorer. Dengan kata lain, ketika sedang
melakukan browsing atau penjelajahan Internet kita langsung berhadapan
dengan Web yang menampilkan aneka macam informasi. (Maryono dan
Istiana,2008:4)
2.6.2 Sejarah Internet
Sejarah Internet berawal dari percobaan yang dilakukan oleh
Departemen Pertahana Amerika Serikat. Mereka ingin menciptakan sebuah
jaringan komputer yang terus-menerus dapat berfungsi, walaupun dalam

22

bencana besar seperti perang nuklir. Jika salah satu bagian dari jaringan
hancur atau rusak, bagian lain dalam sistem jaringan tersebut dapat berfungsi.
Jaringan tersebut kemudian dikenal dengan ARPANET (Advanced Research
Project Agency Network) yang menghubungkan para peneliti bidang sains dan
pendidikan di Amerika Serikat. ( Maryono dan Istiana,2008:4)
Pada akhir tahun 1969, ARPANET berhasil membangun jaringan
komputer pertama antara University of California, Los Angeles, dan Stanford
Research Institute. Kemudian menyusul University of Utah dan University of
California, Santa Barbara dengan bandwith 50 kbps (kilo bit per second).
Sejak saat itu ARPANET berkembang sangat cepat dan pada tahun 1981,
jumlah host (komputer yang tersambung ke jaringan ARPANET) bertambah
menjadi 213 host. Setiap 20 hari terdapat penambahan satu host.

Gambar 2.1. Peta jaringan ARPANET pada tahun 1980 di Amerika Serikat
(Maryono dan Istiana,2008:6)
Pada tahun 1984 diperkenalkan Domain Name System (DNS) sebagai
sebuah sistem yang berguna untuk mengidentifikasi badan atau institusi yang
23

mengelola host (komputer server yang mengelola dokumen Web). Pada saat
itu terdapat enam domain utama, yaitu edu (education), mil (military), com
(commercial), org (organization), dan net (network resources).
Pada tahun 1988, Robert Meris menciptakan Internet Worm, yaitu
sejenis program virus Internet yang dapat menggandakan diri di Internet
sehingga membebani kerja komputer host. Pada tahun itu juga ditemukan
program Internet Relay Chat oleh Jarko Oikarinem, yaitu sebuah program
yang memungkinkan komunikasi dengan teks (sekarang dikenal dengan
chatting).
Pada tahun 1989, Tim Barners Lie dari Inggris berhasil menemukan
sistem yang memungkinkan para ilmuan saling berbagi dokumen (cikal bakal
Web) dengan menggunakan teknik hyperlink. Kemudian pada tahun 1991,
Paul Linder dan Mark P. McCabill menciptakan program Gopher yang
memungkinkan para pengguna Internet untuk melakukan pencarian dokumen
di Internet, meski masih terbatas pada pencarian dokumen bentuk teks saja.
Pada tahun itu juga WWW (World Wide Web) diluncurkan pertama kalinya
oleh CERN di Jeneva Swiss. Pada saat itu juga diciptakan bahasa HTML
(Hyper Text Markup Language).
Perkembangan internet dan layanan-layanan di dalamnya sangat luar
biasa. Setiap orang dapat memanfaatkan Internet untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan dengan segala kemudahannya. Tidak hanya
berhenti disini, pada masa mendatang diharapkan setiap orang dapat
melakukan akses informasi melalui Internet, di mana pun dan kapan pun. Hal
ini sudah mulai terjadi sekarang. Alat komunikasi seluler seperti handphone,
sudah menyediakan fasilitas layanan internet bagi orang-orang dengan

24

mobilitas tinggi. Dengan demikian, mereka tidak perlu pergi ke tempat khusus
untuk mengakses Internet karena fasilitas akses tersebut ada dalam
gengamannya. Pada masa mendatang istilah Evernet akan menggantikan
Internet seiring dengan meluasnya teknologi wireless, broadband, dan telepon
Internet. Hal ini berarti pengguna Internet dapat melakukan akses Inernet
secara bergerak (mobile), berkecepatan tinggi dan berbiaya murah. (Maryono
dan Istiana,2008:9).
2.6.3 Layanan Internet
Layanan yang terdapat dalam Internet dari hari ke hari mengalami
perkembangan baik dari jumlah, jenis dan manfaatnya. Berikut ini beberapa
fasilitas yang terdapat dalam Internet. (Maryono dan Istiana,2008:9)

1. World Wide Web (WWW)
Layanan WWW atau Web merupakan jenis fasilitas layanan yang
paling menarik bagi pengguna Internet. Akan tetapi, saat ini Web
juga digunakan oleh perusahaan sebagai sarana promosi ke seluruh
dunia.
Setiap dokumen dalam Web dibuat dengan format bahasa standar
yang disebut sebagai HTML (HyperTex Markup Language) dan
diakses melalui program browser. HTML memungkinkan teks,
gambar atau objek tertentu memiliki link yang dapat membawa kita
kepada file-file lain, antara lain halaman Web (web pages) lain,
gambar, file, bunyi, video dan dokumen-dokumen lain.

25

2. E-mail
E-mail adalah kependekan dari electronic mail yang berarti surat
elektronik. Fasilitas e-mail digunakan untuk mengirim dan
menerima pesan surat elektronik (electronic mail massage). Bagi
pengguna Internet, e-mail sering digunakan sebagai pengganti bagi
surat konvensional yang biasa dikirim lewat pos. Dengan fasilitas
ini, kita dapat mengirimkan surat daalm hitungan detik untuk
sampai ke penerimanya. Untuk memanfaatkannya kita harus
memiliki alamat e-mail.
3. Mailing List
Mailing List atau ‘milis’ adalah sebuah daftar alamat-alamat e-mail
sekelompok

pengguna

Internet

yang

memiliki

hobi

atau

kepentingan yang sama, antara lain dalam bidang komputer,
matematika, olahraga, otomotif dan sebagainya. Para pemilik email yang tergabung dalam milis berdikusi dengan menggunakan email. Setiap e-mail yang masuk dapat dibaca dan ditanggapi oleh
anggota kelompok tersebut. Jika ingin menjadi anggota kelompok
sebuah milis, seseorang harus mendaftarkan alamat e-mail-nya
pada alamat situs Web baik lokal maupun internasional yang
menyediakan fasilitas Mailing list.
4. File Transfer Protocol (FTP)
FTP atau File Transfer Protocol adalah sistem yang digunakan
untuk mentransfer (download/upload) data dari satu komputer ke
komputer lainnya melalui jaringan komputer (Intranet ataupun
Internet). Transfer file melalui FTP melibatkan dua komputer,

26

yaitu komputer server FTP (di Internet) dan komputer klien
(komputer yang kita gunakan). Komputer server menyediaka filefile yang dapat di-download oleh siapapun (komputer klien).
5. VoIP
Fasilitas yang dapat digunakan untuk berbicara lewat Inernet
dikenal dengan VoIP. Telepon lewat Internet mirip dengan telepon
kabel. Letak perbedaannya adalah pada jaringan komunikasi yang
digunakan. Telepon kabel menggunakan jalur telepon rumah
(PSTN), sedangkan telepon Internet melalui jaringan Internet.
Fasilitas ini menjadi alternatif yang menguntungkan karena biaya
yang lebih murah terutama untuk komunikasi jarak jauh (global).
Contoh program aplikasi yang dapa

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23