Keberdayaan Keluarga di Perkotaan dan Pedesaan: Kasus Keluarga di Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan Jasinga

KEBERDAYAAN KELUARGA DI PERKOTAAN DAN
PEDESAAN: KASUS KELUARGA DI KECAMATAN
DUREN SAWIT DAN KECAMATAN JASINGA

ASTRIANA BAITI SINAGA

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007

PERNYATAAN MENGENAI DISERTASI DAN SUMBER
INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi yang berjudul :

KEBERDAYAAN KELUARGA DI PERKOTAAN DAN
PEDESAAN: KASUS KECAMATAN DUREN SAWIT
DAN KECAMATAN JASINGA
Adalah benar merupakan hasil karya sendiri dengan bimbingan komisi
pembimbing dan belum pernah dipublikasikan. Sumber informasi yang berasal
atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain
telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka pada bagian
akhir disertasi ini

Bogor, Agustus 2007

Astriana Baiti Sinaga
NRP P016010121

ABSTRACT

Astriana Baiti Sinaga. 2007. Family Empowerment in Rural and Urban Area
: Case at Duren Sawit in East Jakarta and Jasinga in Bogor District. (Under
a Team of Advisors with Sumardjo as Chairman; Margono Slamet, Prabowo
Tjitropranoto as Members of the Advisory Commitee).
Family has important functions in human development, and all functions
must work properly. The effectiveness of functions determine family’s strength.
In fact, some families failed to implement the functions, due to the influence of
some factors. The objectives of this research are to analyze: (1) factors affecting
family’s functions, and family empowerment, (2) to formulized of family
empowerment strategy. Data were collected in period of August - December 2006,
involving Duren Sawit in East Jakarta representing urban area and Jasinga in
Bogor District representing rural area.
The four functions of family are adaptation, goal attainment, integration,
and latency (AGIL). Research results indicate that: (1)The factors that influence
the four functions are wife’s education attainment, family income, the husband’s
age of marriage, motivation of marriage, lifestyle, number of dependents, parent
perceptions, intensity of family issues discussed in the working area,, family
social living condition and information accessibility, (2) In the urban area the
factors that influence the family empowerment are wife’s education attainment,
information accessibility, the integration function and adaptation function. In the
rural area the factors that influence the family empowerment are family income,
the family social living condition, and integration function, (3) In the urban area,
the family empowerment strategy is increasing quality of family resource,
reflected in increasing wife’s education attainment, information accessibility,
integration function and adaptation function. In the rural, the family
empowerment strategy is increasing on income of family, the family’s living
condition, and integration function.
.
Key words : Family, Family Function, Family Empowerment

RINGKASAN
Astriana Baiti Sinaga. 2007. Keberdayaan Keluarga di Perkotaan dan
Pedesaan: Kasus di Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan Jasinga. Komisi
Pembimbing: Sumardjo (Ketua), Margono Slamet, dan Prabowo
Tjitropranoto (Anggota).
Keluarga memiliki fungsi yang strategis dalam pembentukan sumberdaya
manusia dan ditentukan oleh berperannya semua fungsi dengan efektif dalam
keluarga. Keefektifan berfungsinya sebuah keluarga akan sangat menentukan
kekuatan keluarga. Dalam kenyataannya banyak keluarga yang gagal dalam
melaksanakan fungsi-fungsi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengungkapkan faktor-faktor yang
mempengaruhi fungsi AGIL dalam keluarga, (2) mengungkapkan faktor-faktor
yang mempengaruhi Keberdayaan Keluarga, (3) Mengungkapkan strategi
penyuluhan untuk keluarga Perkotaan dan Pedesaan.
Data dikumpulkan dari bulan Agustus-Desember 2006 di Kecamatan Duren
Sawit, untuk Perkotaaan, dan Kecamatan Jasinga untuk Pedesaan. Hasil Penelitian
menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi Fungsi AGIL adalah
tingkat pendidikan istri, tingkat pendapatan, usia suami menikah, motivasi
pernikahan, gaya hidup, jumlah tanggungan, persepsi peran orangtua, intensitas
isu keluarga di tempat kerja, kondisi tempat tinggal, dan akses informasi; (2)
Faktor-faktor yang paling mempengaruhi keberdayaan keluarga di perkotaan
adalah tingkat pendidikan istri, akses informasi dan fungsi integrasi dan juga
fungsi latensi, sedangkan di pedesaan adalah tingkat pendapatan, kondisi
lingkungan tempat tinggal, dan juga fungsi integrasi; dan (3) Strategi yang paling
efektif untuk peningkatan keberdayaan keluarga di perkotaaan adalah dengan
peningkatan kualitas sumberdaya keluarga melalui peningkatan tingkat
pendidikan istri, dukungan dari lingkungan melaui peningkatan akses informasi
dan peningkatan fungsi integrasi dan adaptasi. Untuk pedesaaan adalah
peningkatan tingkat pendapatan keluarga dan dukungan kondisi lingkungan
tempat tinggal, dan peningkatan fungsi integrasi.
Kata Kunci: Keluarga, Fungsi Keluarga, Keberdayaan Keluarga.

@Hak Cipta milik Institut Pertanian Bogor, Tahun 2007
Hak Cipta dilindungi Undang-undang
1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa
mencantumkan atau menyebutkan sumber
a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian,
penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau
tinjauan suatu masalah
b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar bagi IPB
2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh
karya tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB

KEBERDAYAAN KELUARGA DI PERKOTAAN DAN
PEDESAAN: KASUS KELUARGA DI KECAMATAN
DUREN SAWIT DAN KECAMATAN JASINGA

ASTRIANA BAITI SINAGA

Disertasi
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Doktor
pada
Program Studi Ilmu Penyuluhan Pembangunan

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2007

Penguji pada Ujian Tertutup : 1. Dr. Ir. Suprihatin Guhardja, MS
Penguji pada Ujian Terbuka : 1. Prof. Dr. Meutia F . Hatta Swasono, M.A
2. Prof. Dr. Pang S. Asngari, M. Ed

Judul

: Keberdayaan Keluarga di Perkotaan dan Pedesaan : Kasus
Keluarga di Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan
Jasinga

Nama Mahasiswa : Astriana Baiti
NRP

: P016010121

Program Mayor

: Ilmu Penyuluhan Pembangunan

Disetujui:
Komisi Pembimbing

Dr. Ir. Sumardjo, M.S.
Ketua

Prof. Dr. H.R. Margono Slamet, MSc
Anggota

Dr. H. Prabowo Tjitropranoto, MSc
Anggota

Diketahui:
Ketua Departemen
Komunikasi dan Pengembangan
Masyarakat,

Dekan Sekolah Pascasarjana
Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Lala M. Kolopaking, MS

Prof. Dr. Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS

Tanggal Ujian : 21 Agustus 2007

Tanggal Lulus :

RIWAYAT HIDUP

Penulis adalah putri terakhir dari empat bersaudara, yang dilahirkan di
Pematang Siantar, 23 Maret 1969 dari pasangan Bapak Alang Sinaga dan Ibu
Ramlah Damanik. Pendidikan SD-SMA ditempuh di Pematang Siantar. Tahun
1992, lulus sebagai sarjana Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,
Universitas Sumatera Utara, Medan. Tahun 1996 penulis melanjutkan studi pada
Program Pascasarjana, Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah,
Daerah, di USU, Medan sampai semester III, namun tidak selesai. Kemudian
pada Bulan September Tahun 2000, penulis melanjutkan studi pada Program
Studi Ilmu Penyuluhan Pembangunan Sekolah Pascasarjana IPB, untuk program
S2 dan setelah 2 semester jumping langsung pada Program S3 pada program studi
yang sama.
Selama menjadi mahasiswa penulis aktif mengikuti kegiatan di
kampus, mulai dari ikatan jurusan, HMI, IMM, Mahasiswa kreatif, dll. Penulis
juga aktif dalam organisasi masyarakat, mulai dari Yayasan Muslimah, Gema
Khadijah, Perempuan Peduli, dll. Saat ini penulis adalah dosen IAIN Medan.
Selain itu penulis juga menulis buku, tentang Pergerakan Muslimah di Era
Kontemporer, penerbit GIP, 2000 dan editor.
Bogor, Agustus 2007

vii

KATA PENGANTAR

Syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada penulis,
sehingga dapat menyusun disertasi ini, yang berjudul “ Keberdayaan Keluarga di
Perkotaan dan Pedesaan : Kasus di Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan
Jasinga.
Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Prof. Dr.
H.R. Margono Slamet, Dr. H. Prabowo Tjitropranoto, M.Sc dan Dr. Ir. Sumardjo,
MS yang telah memberikan dorongan, semangat dan keluasan waktu untuk
berdiskusi. Mudah-mudahan segala kontribusi yang diberikan dalam penyusunan
disertasi ini, menjadi amal kebaikan dan hanya Allah sajalah yang menjadi saksi
atas segalanya dan membalas kebaikan Bapak-Bapak.
Penyelesaian disertasi ini juga tidak lepas atas dukungan suami dan anakanak. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua yang telah
membesarkan penulis dengan penuh kasih sayang dan banyak mengajarkan nilainilai kehidupan. Ucapan terima kasih juga kepada berbagai pihak yang membantu
penulis baik berbentuk materi maupun dukungan moral.
Harapan penulis, mudah-mudahan disertasi ini memberikan manfaat dan
menjadikan penulis menjadi hamba yang semakin bersyukur kepada Allah, dan
ilmu yang diperoleh membawa keberkahan. Amin.

Bogor, Agustus 2007

viii

DAFTAR ISI
Halaman

PERNYATAAN ....................................................................................................................

i

RINGKASAN ........................................................................................................................

ii

ABSTRACT ..........................................................................................................................

iii

RIWAYAT HIDUP................................................................................................................

vii

KATA PENGANTAR..........................................................................................................

viii

DAFTAR TABEL ..................................................................................................................

xii

DAFTAR GAMBAR .............................................................................................................

xiv

DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................................

xiv

PENDAHULUAN ...............................................................................................................

1

Latar Belakang ......................................................................................................................

1

Masalah Penelitian .................................................................................................................

5

Tujuan Penelitian ...................................................................................................................

6

Manfaat Penelitian ................................................................................................................

6

Definisi Istilah ........................................................................................................................

6

TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................................

9

Karakteristik Keluarga.....................................................................................................

9

Fungsi Keluarga..............................................................................................................

11

Pemberdayaan Keluarga ....................................................................................... .........

13

Peran Pemyuluhan dalam Memberdayaan Keluarga ............................................ .........

22

Strategi Penyuluhan Partisipatif untuk Keberdayaan Keluarga ....................................

24

Tingkat Pendapatan dan Tingkat Pendidikan...................................................................

26

Tingkat Keberagamaan Keluarga.....................................................................................

27

Pola Hubungan Orangtua-Anak.....................................................................................

29

Pola Hubungan Antar Anak Dalam Keluarga ....................................................... ..........

34

Usia Suami Istri Saat Menikah ............................................................................. ..........

35

Gaya Hidup Keluarga......................................................................................................

36

Motivasi Keluarga...........................................................................................................

37

ix

Lingkungan......................................................................................................................

38

Media Informasi..............................................................................................................

40

KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS ......................................................................... 42
Kerangka Berpikir............................................................................................................

42

Hipotesis Penelitian......................................................................................................... 51
METODE PENELITIAN ........................................................................................................ 52
Populasi dan Sampel........................................................................................................

52

Populasi......................................................................................................................

52

Sampel.........................................................................................................................

53

Rancangan Penelitian.......................................................................................................

53

Data dan Instrumentasi...............................................................................................

53

Data Penelitian..............................................................................................................

53

Instrumentasi Penelitian.....................................................................................

58

Validitas Instrumen.....................................................................................

58

Reliabilitas Instrumen.................................................................................. 59
Pengumpulan Data.......................................................................................................

61

Analisis Data................................................................................................................

61

HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................................................
Kondisi Umum Lokasi Penelitian ................................................................................
Keadaan Umum Sampel ..............................................................................................
Karakteristik Keluarga .................................................................................................

63
63
63
64

Tingkat Pendidikan Suami Responden ....................................................................
Tingkat Pendidikan Responden ...............................................................................
Usia Suami Responden Ketika Menikah ................................................................
Usia Responden Ketika Menikah ............................................................................

64
66
67
68

Jumlah Anak ...........................................................................................................
Jumlah Tanggungan ................................................................................................
Motivasi Pernikahan menurut Responden ...............................................................
Persepsi Peran Orang Tua menurut Responden.......................................................

69
70
72
73

Gaya Hidup menurut Responden .............................................................................
Tingkat Pendapatan Keluarga .................................................................................
Lingkungan ..................................................................................................................
Isu Keluarga di Tempat Kerja ................................................................................

75
76
78
78

x

Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal menurut Responden .................................... 79
Akses terhadap Informasi ........................................................................................ 81
Fungsi Keluarga ...........................................................................................................
Fungsi Adaptasi .......................................................................................................
Fungsi Pencapaian Tujuan ......................................................................................
Fungsi Integrasi .......................................................................................................

85
85
88
89

Fungsi Latensi ......................................................................................................... 91
Keberdayaan Keluarga ................................................................................................. 93
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Adaptasi Keluarga .................................. 96
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Pencapaian Tujuan Keluarga .................. 106
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Integrasi Keluarga ................................... 111
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Latensi Keluarga ..................................... 115
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberdayaan Keluarga ....................................... 120
Perbedaan antara Karakteristik Keluarga, Lingkungan,
Fungsi AGIL, dan Keberdayaan Keluarga di Perkotaan dan Pedesaan ....................... 127
Pembahasan Umum ...................................................................................................... 128
Strategi Pemberdayaan Keluarga ................................................................................. 141
Pola penyelenggaraan Penyuluhan Partisipatif untuk Keberdayaan ............................ 147
Peran Pihak yang Berperan ......................................................................................... 149

SIMPULAN DAN SARAN .......................................................................................... ......... 152
Simpulan .................................................................................................................................. 152
Saran ........................................................................................................................................ 154
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 156
LAMPIRAN............................................................................................................................. 164

xi

DAFTAR TABEL
1. Pokok Pokok Pikiran Strategi Penyuluhan Partisipatif untuk Keberdayaan
Keluarga....................................................................................................................... 25
2. Motivasi Pernikahan yang Baik................................................................................... 38
3. Keluarga yang Berfungsi dan Tidak Berfungsi............................................................ 44
4. Komponen Ketahanan Keluarga menurut Krysan&Zill, Nick Stinnet&Jhon, Judson
Swihart, dan Dalam Kajian Penelitian.......................................................................... 46
5. Keluarga yang Berdaya dan Tidak Berdaya...................................................................47
6. Indikator dan Pengukuran Karakteristik Keluarga.........................................................54
7. Indikator dan Pengukuran Aspek Lingkungan.............................................................. 55
8. Indikator dan Pengukuran Fungsi Adaptasi, Pencapaian Tujuan, Integrasi,
dan Latensi (AGIL)..................................................................................................... 56
9. Indikator dan Pengukuran Keberdayaan Keluarga....................................................... 57
10. Nilai Cronbach Alpha pada Instrumen Kuesioner........................................................ 60
11. Keadaan Gambaran Umum Lokasi Penelitian ............................................................. 63
12. Tingkat Pendidikan Suami Responden ........................................................................ 64
13. Tingkat Pendidikan Responden ................................................................................... 66
14. Usia Suami Responden Ketika Menikah...................................................................... 68
15. Usia Responden Ketika Menikah.................................................................................. 69
16. Jumlah Anak...................................................................................................................69
17. Jumlah Tanggungan...................................................................................................... 71
18. Motivasi Pernikahan Menurut Responden ................................................................... 73
19. Persepsi Peran Orang Tua Menurut Responden ......................................................... 74
20. Gaya Hidup Keluarga Menurut Responden .............................................................. 75
21. Tingkat Pendapatan Keluarga di Perkotaan................................................................. 77
22. Tingkat Pendapatan Keluarga di Pedesaan ................................................................. 77
23. Banyaknya Isu Keluarga Dibicarakan di Tempat Kerja Menurut Responden .......... 78
24. Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal Menurut Responden ....................................... 79
25. Pengaruh Nilai Lingkungan yang Lebih Dominan terhadap Keluarga........................ 79
26. Sifat Interaksi di Lingkungan Tempat Tinggal Responden......................................... 80
27. Banyaknya Wadah Interaksi Sosial di Perkotaan dan Pedesaan................................. 81
28. Keikutsertaan Responden pada Wadah Interaksi Sosial............................................ 81
29. Akses terhadap Informasi........................................................................................... 81
30. Ketersediaan Media Informasi yang Dijadikan Sumber Informasi Responden........ 82
31. Jenis Informasi yang Diminati Responden..............................................................
83
32. Jenis Informasi yang Dianggap Relevan dengan Kebutuhan Keluarga..................
83
33. Sumber Informasi yang Dinilai Akurat dengan Kebutuhan Keluarga.....................
84
34. Kelengkapan Isi Informasi dari Media Informasi yang Berkaitan dengan Keluarga.. 85
35. Fungsi Adaptasi Keluarga............................................................................................ 85
36. Kepemilikan Aset Keluarga......................................................................................... 87
37. Fungsi Pencapaian Tujuan Keluarga.......................................................................... 88
38. Fungsi Integrasi Keluarga.......................................................................................... 91
39. Fungsi Latensi Keluarga............................................................................................ 91
40. Kebiasaan yang Dilakukan Untuk Membangun Komitmen Kebersamaan dalam
Keluarga.................................................................................................................... 91

xii

41. Masalah yang Sering Dibicarakan dalam Sosialisasi Nilai di Keluarga.................... 92
42. Cara Sosialisasi Nilai yang Dilakukan dalam Membangun Kekuatan Nilai Dalam
Keluarga .................................................................................................................. 92
43. Keberdayaan Keluarga di Perkotaan dan Pedesaan ................................................ 93
44. Nilai Korelasi Karakteristik Keluarga dan Lingkungan Terhadap Fungsi Adaptasi
Keluarga di Perkotaan dan Pedesaan........................................................................ 97
45. Nilai Koefiesien Regresi Antara Karakteristik Keluarga dan Lingkungan
Terhadap Fungsi Adaptas Keluarga.......................................................................... 100
46. Nilai Korelasi Karakteristik Keluarga dan Lingkungan Terhadap Fungsi
Pencapaian Tujuan Keluarga.... .............................................................................. 106
47. Nilai Koefiesien Regresi Antara Karakteristik Keluarga dan Lingkungan
Terhadap Fungsi Pencapaian Tujua Keluarga............................................................ 108
48. Nilai Korelasi Karakteristik Keluarga dan Lingkungan Terhadap Fungsi Integrasi
Keluarga .................................................................................................................
111
49. Nilai Koefiesien Regresi Antara Karakteristik Keluarga dan Lingkungan
Terhadap Fungsi Integrasi Keluarga......................................................................... 113
50. Nilai Korelasi Karakteristik Keluarga dan Lingkungan Terhadap Fungsi Latensi
Keluarga ..................................................................................................................... 116
51. Nilai Koefiesien Regresi Antara Karakteristik Keluarga dan Lingkungan
Terhadap Fungsi Latensi Keluarga.............................................................................. 117
52. Nilai Korelasi Karakteristik Keluarga dan Lingkungan Terhadap Keberdayaan
Keluarga di Perkotaan dan Pedesaan......................................................................... 121
53. Nilai Koefiesien Regresi Ganda Antara Karakteristik Keluarga dan Lingkungan
Terhadap Keberdayaan Keluarga................................................................................ 122
54. Nilai Koefiesien Jalur Antara Karakteristik Keluarga dan Lingkungan Terhadap
Keberdayaan Keluarga............................................................................................ 123
55. Nilai Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Peubah Bebas Terhadap
Keberdayaan Keluarga di Perkotaan Berdasarkan Analisi Jalur.............................. 125
56. Nilai Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Peubah Bebas Terhadap
Keberdayaan Psikologis Keluarga di Pedesaan Berdasarkan Analisi Jalur.............. 126
57. Ringkasan Hasil Uji Beda Rata-Rata Anova............................................................. 127
58. Strategi Penyuluhan Partisipatif dalam peningkatan kualitas karakteristik
Keluarga di Perkotaaan dan Pedesaan....................................................................... 146
59. Strategi Penyuluhan untuk keberdayaan Keluarga melalui Peningkatan
Fungsi AGIL keluarga .............................................................................................. 146
60. Strategi Penyuluhan Partisipatif peningkatan Keberdayaan Keluarga..................... 147
61. Strategi Penyuluhan Partisipatif perbaikan Lingkungan untuk Peningkatan
Fungsi AGIL dan Keberdayaan Keluarga................................................................. 147
62. Strategi dan Peran yang diharapkan dari pihak yang berperan................................ 150

xiii

DAFTAR GAMBAR
1. Tujuan Penyuluhan Pembangunan...........................................................................
2. Alur Berpikir dan Proses Penelitian Keberdayaan Keluarga .................................
3. Kerangka berfikir sebagai Model Hipotetik Penelitian Keberdayaan Keluarga
di Perkotaan dan Pedesaan.....................................................................................
4. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Fungsi Adaptasi Keluarga
Berdasarkan Analisis Regresi...................................................................................
5. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Fungsi Pencapaian Tujuan Keluarga di
Berdasarkan Analisis Regresi .................................................................................
6. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Fungsi Integrasi Keluarga Berdasarkan
Analisis Regresi........................................................................................................
7. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Fungsi Latensi Keluarga Berdasarkan
Analisis Regresi.........................................................................................................
8. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberdayaan Keluarga di Perkotaan................
9. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberdayaan Keluarga di Pedesaan.................
10. Strategi Penyuluhan Partisipatif Untuk Keberdayaan Keluarga
di Perkotaan dan Pedesaan ........................................................................................
11. Keterkaitan Antar Aktor yang Terlibat ....................................................................

23
49
50
104
111
115
120
124
125
145
151

DAFTAR LAMPIRAN
1.
2.
3.
4.
5.

Hasil Uji Validitas.......................................................................................................
Kuesioner Penelitian....................................................................................................
Variabel dan Indikator dalam Kuesioner ....................................................................
Hasil Korelasi dan Analisis Jalur ...............................................................................
Ringkasan Sistematika Penulisan ...............................................................................

xiv

164
172
181
183
189

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian
Kualitas sumberdaya manusia adalah syarat mutlak bagi kelangsungan
kehidupan bangsa. Pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas akan sangat
efektif ditentukan oleh lembaga terkecil dalam masyarakat yaitu lembaga keluarga.
Keluarga merupakan kelompok kecil yang paling penting sebagai subsistem dari
masyarakat luas (Khaerudin, 1997:106).
Keluarga adalah lembaga pertama, terdekat dan utama bagi setiap anggotanya,
dimana seseorang belajar mengenal nilai, norma serta bagaimana berhubungan
dengan orang lain. Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak adalah dasar
satuan sosial dan biologis dalam masyarakat. Keluarga dalam hubungannya dengan
anak diidentikkan sebagai tempat atau lembaga pengasuhan yang paling dapat
memberi kasih sayang, kegiatan menyusui, efektif dan ekonomis. Di dalam
keluargalah anak-anak pertama kali mendapat pengalaman dini langsung yang akan
digunakan sebagai bekal hidupnya dikemudian hari melalui latihan fisik, sosial,
mental, emosional dan spritual.
Zanden (1986) mengatakan bahwa ketika anak baru lahir, mereka tidak
memiliki tata cara dan kebiasaan (budaya) yang begitu saja terjadi sendiri secara turun
temurun dari satu generasi ke generasi lain. Oleh karena itu harus dikondisikan ke
dalam suatu hubungan kebergantungan antara anak dengan agen lain (orang tua dan
anggota keluarga lain) dan lingkungan yang mendukungnya baik dalam keluarga atau
lingkungan yang lebih luas (masyarakat).
Malinowski (Megawangi, 1998) mengatakan tentang principle of legitimacy
sebagai basis keluarga, bahwa struktur sosial (masyarakat) harus diinternalisasikan
sejak individu dilahirkan agar seorang anak mengetahui dan memahami posisi dan
kedudukannya, dengan harapan agar mampu menyesuaikannya dalam masyarakat
kelak setelah ia dewasa. Dengan kata lain, keluarga merupakan sumber agen
terpenting yang berfungsi meneruskan budaya melalui proses sosialisasi antara
individu dengan lingkungan.
Fitzsimmons (1950:25) menguraikan keluarga sebagai lembaga untuk
memenuhi fungsi biologis, ekonomis, dan sosial. Nichols, Muwauw, Panther, Plonk

2
dan Price (1971:43) menyatakan bahwa keluarga sebagai agen sosial yang efektif
harus mampu memenuhi kebutuhan sosiogenik dan biogenik anggota keluarga.
Ketidakmampuan keluarga dalam peme nuhan kebutuhan dasar keluarga,
seperti masalah pendidikan, kesehatan, perumahan, kebutuhan konsumsi, kenyamanan
fisik, psikologis, dll, merupakan masalah-masalah yang secara umum terjadi dalam
keluarga baik di perkotaan maupun pedesaan. Masalah pendidikan misalnya, Data
dari BPS tahun 2004, menujukkkan tingginya angka putus sekolah SD sebanyak
650.000, tidak melanjutkan ke jenjang SMP sebesar 500.000, dan angka buta huruf
sebesar 15,5 juta. Pada sisi lain juga terkait dengan masalah kesehatan keluarga,
menggambarkan rendahnya kualitas kesehatan yang ditandai Angka Kematian Ibu
(AKI) yaitu 307 / 100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 35 /
1000 kelahiran. Rendahnya tingkat pendapatan, kualitas kesehatan, dan pendidikan
memberikan dampak yang sangat besar terhadap kualitas sumberdaya manusia bangsa
Indonesia.
Human Development Index (HDI) negara Indonesia dari tahun ke tahun
belum menunjukkan peningkatan yang berarti, pada tahun 1999 berada pada peringkat
102 dari 162 negara, pada tahun 2004 peringkat ke 111 pada tahun 2004 dan pada
tahun 2005 berada pada peringkat ke 117 dari 175 negara, dan pada tahun 2006 di
urutan ke 108 dari 117 negara. Masalah keluarga ternyata terus melebar, tidak hanya
berhenti kepada masalah ekonomi tetapi juga tidak terpenuhinya kebutuhan sosial
dan kebutuhan psikologis anggota keluarga, yang menyebabkan ketidaknyaman dalam
keluarga. Ketidaknyamanan ini adalah akibat konflik yang muncul dalam keluarga.
Menurut Saxton (1990), pemicu konflik dalam keluarga adalah masalah
pekerjaan dan pendapatan. Begitupun menurut Stinnet (1984) dalam Silaban (1992),
yang mempengaruhi perkawinan adalah tingkat pendidikan, pendapatan, rendahnya
tingkat sosial ekonomi, adanya kehamilan di luar pernikahan, dan ketidakmatangan
emosional pasangan. Menurut Bonham dan Bolswick (Teviningrum, 1997) uang
memang masalah nomor satu yang sering dipertentangkan para pasangan suami istri.
Khususnya pada keluarga tingkat ekonomi menengah bawah, masalah tersebut bisa
mengakibatkan keretakan rumah tangga. Menurut Sutrisno (Teveningrum, 1997),
perselisihan karena uang dapat dibagi menjadi dua golongan berdasarkan
penyebabnya, yaitu karena kurangnya jumlah dana dan tiadanya keterbukaan diantara
pasutri. Masalah kekurangan uang banyak terjadi di kalangan ekonomi menengah ke
bawah, sedangkan masalah ketidak terbukaan atau komunikasi yang tidak efektif

3
sering muncul di keluarga kelompok ekonomi atas. Pada akhirnya sering terjadi
untuk mengakhiri

konflik, tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis tadi adalah

dengan perceraian dan kekerasan dalam rumahtangga (KDRT).
Perceraian di Indonesia terjadi karena berbagai sebab, diantaranya 13.779
kasus perceraian karena selingkuh, 9.071 kasus perceraian karena orang ketiga, 4.708
kasus perceraian karena cemburu (2005). Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)
pada tahun 2001 terjadi 3.169 kasus, meningkat 61 persen pada tahun 2002 menjadi
5.163 kasus. Pada 2003 kasus kekerasan melonjak lagi 66 persen menjadi 7.787
kasus. Pada 2004 terjadi 14.020 kasus, dan pada 2005 terdapat 20.391 kasus yang
dilaporkan, atau naik 69 persen. Kekerasan dalam komunitas mencapai 15 persen atau
3.129 kasus, sisanya masuk ke dalam kategori kekerasan negara 0,3 persen, dan 2,7
persennya termasuk kategori lain-lain. Dari jumlah kasus KDRT pada 2005 itu,
kekerasan terhadap istri (KTI) sejumlah 4.886 kasus (29,41 persen), kekerasan dalam
pacaran (KDP) 635 kasus (3,82 persen), kekerasan terhadap anak (perempuan)-KTA
sebanyak 421 kasus (2,53 persen) pada tahun 2005.
Lippitt yang dikutip Merril dan Elliot (Khaeruddin, 1997:5) menyatakan
bahwa perkembangnya kebudayaan materi, tingkat penemuan dan inovasi teknologi
telah membawa perubahan nilai-nilai kehidupan sehingga ini juga mendorong
perubahan dalam keluarga. Pendapat ini dikuatkan oleh Shorter (1975:276-277)
dengan istilah pengrusakan sarang (destruction of nest) dengan mengatakan keluarga
semakin kehilangan kemampuannnya untuk melindungi keluarga terhadap tekanan
persaingan yang ekstrim dalam peradaban kapitalis maju, yang pada akhirnya para
orang tua semakin tidak relevan sebagai pendidik dan guru bagi anak-anak, dan bagi
anak-anak memandang para orangtua sedikit saja mewariskan nilai kepada mereka.
Keluarga dipandang sebagai institusi yang mudah pecah, sehingga perlu
dilindungi. Perubahan sosial yang berlangsung cepat, industrialisasi, dan urbanisasi
dipandang sebagai faktor yang dapat menyebabkan disorganisasi keluarga (Thomas
dan Wilcox (Sussman dan Steinmetz, 1987:29). Keluarga tentunya tidak dapat
menghambat pengaruh lingkungan lainnya terhadap lingkungan keluarga, untuk itulah
dibutuhkan kemampuan mengelola segala sumber daya yang ada di dalam maupun di
luar keluarga untuk mengatasi persoalan-persoalan keluarga

yang pada akhirnya

mampu melindungi keluarga dari upaya-upaya yang membuat keluarga bisa hancur,
krisis dan pecah yaitu dengan efektivitas pelaksanaan fungsi keluarga. Parsons
(1960:20) dengan konsep functional imperative, menunjukkkan bahwa fungsi-fungsi

4
keluarga yang sering disingkat AGIL melekat untuk dilaksanakan. Fungsi-fungsi
tersebut adalah: fungsi adaptasi (adaptation),

fungsi pencapaian tujuan (goal

attainment), fungsi integrasi (integration), dan fungsi latensi (latency).
Fungsi adaptasi ini menyangkut bagaimana mengelola sumberdaya yang ada
di dalam dan luar keluarga dan kemudian mendistribusikannya di dalam keluarga.
Fungsi pencapaian tujuan menunjukkan bagaimana keluarga menetapkan tujuan,
mengelola tindakan, memotivasi dan memobilisasi usaha serta energi dalam keluarga
untuk mencapai

tujuan keluarga. Fungsi integrasi mencakup bagaimana keluarga

memelihara ikatan, komitmen, kebersamaan, solidaritas, melakukan

kontrol,

pemeliharan nilai dan untuk mencegah kerusakan di dalam keluarga. Fungsi latensi
berkaitan dengan

proses ketika mengelola sumberdaya keluarga baik fisik maupun

nonfisik yang melibatkan

pola pemeliharaan dan pengelolaan masalah atau

ketegangan (Hamilton, 1983; Winton, 1995).
Keluarga akan hancur atau pecah jika tidak mengelola keempat masalah
fungsional tersebut (Winton, 1995). Keefektifan pelaksanan fungsi keluarga diduga
akan sangat menentukan keberdayaan keluarga. Mengacu kepada konsep keberdayaan
pangan, Frankenberger (1998) mengartikan keberdayaan keluarga sebagai kecukupan
dan kesinambungan akses terhadap tingkat pendapatan dan sumber daya untuk
memenuhi kebutuhan dasar (termasuk di dalamnya kecukupan pendidikan,
perumahan, waktu untuk berpartisipasi di masyarakat, dan integrasi sosial)
Peningkatan keberdayaan keluarga menjadi penting sehubungan dengan
fakta adanya variasi kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan, pelaksanaan
fungsi, melalui pengelolaan sumber daya yang dimiliki, serta kemampuan keluarga
dalam pengelolaan masalah dan stres (Krysan, Kristin A Moore, & Zill, 1990:2-3). Ini
tentunya terjadi dalam setiap keluarga, baik di perkotaan maupun di pedesaaan.
Variasi kemampuan keluarga menjalankan fungsi-fungsi keluarga yang
menyangkut pemenuhan kebutuhan keluarga, menangani masalah-masalah keluarga,
kemampuan menghindari krisis keluarga, serta faktor-faktor yang menyebabkan suatu
keluarga tidak dapat menanggulangi masalahnya, tentunya perlu digali termasuk juga
bagaimana perbedaan keberdayaan keluarga pada setiap keluarga sehingga pada
akhirnya menemukan strategi

pemberdayaan yang tepat sesuai dengan kondisi

pelaksanaan fungsi dan keberdayaan masing-masing keluarga. Inilah yang menjadi
latar belakang penelitian ini dilakukan.

5
Masalah Penelitian
Formulasi Parsons (1960:20) yakni konsep functional imperatives terutama
dalam kaitannya dengan masalah kelangsungan hidup sistem sosial, termasuk
keluarga,

menjelaskan bahwa perkembangan keluarga juga berarti berkaitan erat

dengan perkembangan keempat unsur fungsi yakni adaptasi, pencapaian tujuan,
integrasi, dan fungsi latensi. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
(1) Fungsi adaptasi : fungsi adaptasi mengacu pada perolehan sumberdaya
fasilitas

yang

cukup

dari

lingkungan

luar

sistem,

kemudian

mendistribusikannya di dalam sistem
(2) Fungsi pencapaian tujuan : fungsi pencapaian tujuan mengacu pada gambaran
sistem aksi dalam menetapkan tujuan
(3) Fungsi integrasi : fungsi integrasi mengacu kepada pemeliharaan ikatan dan
solidaritas, dan melibatkan elemen tersebut dalam mengontrol, memelihara
subsistem, dan mencegah gangguan utama dalam sistem.
(4) Fungsi latensi : fungsi latensi mengacu kepada proses dimana energi dorongan
disimpan dan didistribusikan di dalam sistem, melibatkan dua masalah saling
berkaitan yaitu pola pemeliharaan dan pengelolaan masalah atau ketegangan
(Hamilton, 1983; Winton, 1995). Sistem sosial akan hancur atau pecah jika
tidak me ngelola keempat fungsi tersebut (Winton, 1995).

Kelangsungan sebuah keluarga akan sangat tergantung efektivitas pelaksanaan
fungsi-fungsi keluarga. Perbedaan kemampuan keluarga dalam mengelola sumber
daya keluarga, mengatasi masalah yang disebabkan berbagai faktor tentunya
melahirkan variasi keberdayaan keluarga dalam setiap keluarga. Namun tentunya
setiap keluarga harus tetap bertahan dalam kondisi apapun.
Berdasarkan latar belakang dan masalah penelitian yang dikemukakan, muncul
pertanyaan sebagai berikut:
(1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan fungsi AGIL
(adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan latensi) di dalam keluarga
keluarga?
(2) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberdayaan keluarga keluarga?
(3) Bagaimanakah strategi pemberdayaan keluarga di perkotaan dan pedesaaan
untuk peningkatan pelaksanaan fungsi AGIL dan keberdayaan keluarga?

6
Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
(1) Mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan fungsi AGIL
(adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan latensi) dalam keluarga.
(2) Mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan keluarga.
(3) Mengungkapkan strategi pemberdayaan keluarga di perkotaan dan pedesaan
untuk peningkatan pelaksanaan fungsi AGIL dan keberdayaan keluarga.
Manfaat Penelitian
(1) Menjadi masukan bagi pemerintah (Kementerian Pemberdayaan Perempuan,
BKKBN, Depsos, Kementerian UKM, dll) terkait starategi pemberdayaan
keluarga dengan tingkat perbedaan pelaksanan fungsi AGIL dalam keluarga
dan perbedaaan keberdayaan keluarga.
(2) Pengembangan ilmu penyuluhan yang berkaitan dengan peran penyuluhan
dalam upaya pemecahan masalah sosial, yakni masalah pengembangan SDM
melalui perubahan perilaku keluarga dalam pelaksanaan fungsi AGIl dalam
keluarga dan keberdayaan keluarga.
(3) Memperbanyak khazanah ilmiah

dalam pemberdayaan keluarga

dengan

Formulasi Parsons (1960:20) yakni konsep functional imperatives,( Fungsi
AGIL).
(4) Bagi keluarga, penelitian memberikan ma nfaat pemahaman bagaimana
pelaksanaan fungsi AGIL dalam keluarga yang baik untuk mendapatkan
keberdayaan keluarga.
Definisi Istilah
(1)

Keluarga adalah kelompok sosial terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan
anak, serta mampu memenuhi kebutuhan fisik, sosial, dan psikologis
anggotanya.

(2)

Fungsi keluarga adalah proses yang harus dilakukan di dalam keluarga yang
nilai-nilainya didalamnya ada nilai tanggung jawab dalam menjaga,
menumbuhkan, dan mengembangkan anggota-anggotanya. Dalam penelitian
ini fungsi keluarga dibatasi pada fungsi adaptasi, fungsi pencapaian tujuan,
fungsi integrasi, dan fungsi latensi). Keseluruhan fungsi-fungsi tersebut

7
sering disingkat menjadi AGIL.
(a) Fungsi

adaptasi

adalah

kemampuan

keluarga

memanfaatkan

sumberdaya yang ada di dalam dan luar keluarga agar mampu
mempertahankan diri terhadap lingkungannya.
(b) Fungsi pencapaian tujuan adalah kemampuan keluarga untuk
mengelola potensi keluarga yang ada secara optimal untuk mencapai
tujuan keluarga.
(c) Fungsi integrasi adalah kemampuan keluarga untuk menjaga komitmen
dan hubungan keluarga.
(d) Fungsi latensi adalah kemampuan keluarga untuk mempertahankan
pola-pola yang sesuai dengan nilai keluarga
(3)

Karakteristik keluarga adalah ciri-ciri melekat pada keluarga yang memiliki
pengaruh terhadap fungsi dan keberdayaan keluarga, yang dalam penelitian
ini dibatasi pada: tingkat pendidikan suami istri, tingkat pendapatan suami
istri, motivasi pernikahan, usia suami menikah, usia istri menikah, persepsi
peran orang tua, jumlah anak, jumlah tanggungan keluarga, gaya hidup
keluarga.

(4) Tingkat pendidikan suami responden adalah jenjang sekolah formal tertinggi
yang pernah diikuti oleh suami responden.
(5) Tingkat pendidikan responden adalah jenjang sekolah formal tertinggi yang
pernah diikuti oleh istri.
(6) Tingkat pendapatan keluarga adalah seluruh penerimaan yang diterima
keluarga yang didapatkan dari penghasilan perbulan
(7) Motivasi pernikahan keluarga adalah faktor yang terdapat di dalam diri suamiistri yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah laku
dalam menjalankan peran di dalam keluarga, yang dalam penelitian ini
motivasi dibatasi yakni kebutuhan, dorongan, dan imbalan.
(8) Persepsi peran orang tua adalah tingkat pengetahuan responden mengenai
praktek yang ideal menjadi ayah dan ibu dalam keluarga.
(9) Jumlah anak adalah banyaknya keturunan yang ada di dalam keluarga baik
kandung, angkat, atau tiri.
(10) Jumlah tanggungan keluarga adalah banyaknya jiwa yang harus dipenuhi
kebutuhannya oleh keluarga.
(11) Gaya hidup keluarga adalah kecenderungan keluarga dalam melaksanakan

8
pelaksanakan fungsi dan keberdayaan keluarga, yang dalam penelitian ini
dibatasi pada kecenderungan konsumsi dan kecenderungan pergaulan.
(12) Akses terhadap informasi adalah sifat-sifat informasi yang dapat dengan
mudah dicapai keluarga dalam upaya meningkatkan pelaksanaan fungsi dan
keberdayaan keluarga. Sifat-sifat tersebut meliputi ketersediaan media
informasi, relevansi jenis informasi dengan kebutuhan keluarga, akurasi isi
informasi dari media informasi yang berkaitan dengan kebutuhan keluarga,
dan kelengkapan isi informasi dari media informasi yang berkaitan dengan
kebutuhan keluarga.
(13) Isu keluarga di tempat terja adalah banyaknya pembicaraan masalah-masalah
keluarga di tempat anggota keluarga mencari nafkah.
(14) Kondisi lingkungan tempat tinggal adalah keadaan di sekitar domisili
keluarga yang diukur dari sifat interaksi, nilai dominan yang berpengaruh
terhadap keluarga, banyaknya wadah interaksi, dan keikutsertaan keluarga di
wadah interaksi sosial.
(15) Keberdayaan keluarga adalah suatu kondisi dinamis yang ditunjukkan pada
kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan fisik keluarga (sandang,
pangan, papan, kesehatan, pendidikan), mampu memenuhi kebutuhan sosial
keluarga yang ditandai dengan terbangunnya interaksi/ hubungan yang
harmonis di dalam keluarga (yang tercermin lewat komunikasi yang positif
dan saling bekerjasama dalam membangun komitmen keluarga) dan di luar
lingkungan keluarga didasari nilai-nilai agama yang dianut, memiliki
kemampuan untuk memenuhi kebutuhan psikologis keluarga yang ditandai
dengan memiliki motivasi untuk memperbaiki kondisi keluarga yang
ditandai dengan kemampuan mengelola emosi, dan dukungan kualitas
spritual keluarga

9
TINJAUAN PUSTAKA
Karakteristik Keluarga
Pengertian Keluarga
Keluarga, menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1992 dan Peraturan
Pemeritah Nomor 21 tahun 1994, merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang
terdiri dari suami-istri dan anak-anaknya. Menurut Morgan (Sitorus, 1998), keluarga
merupakan suatu grup sosial primer yang didasarkan pada ikatan perkawinan
(hubungan suami-istri) dan ikatan kekerabatan (hubungan antar generasi, orang tuaanak). Menurut Iver dan Page (Khairuddin, 1997:3):
“Family is a group defined by sex relationship sufficiently precise and
enduring to provide for the procreation and up bringing of children”. Elliot and
Merrile mengatakan “a group of two or more persons residing together who are
related by blood, mariage, or adoption” dan Bogardus mengatakan “the family is a
small social group, normally composed of a father, a mother, and one or more
children, in which affection and responsibility are equitably shared and in which the
children are reared to become self controlled and socially motivated persons.”
Ini bermakna bahwa keluarga merupakan kelompok sosial yang terkecil yang
umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak. Iver dan Page (Khairuddin, 1997:6) ciri-ciri
umum keluarga meliputi: (1) Keluarga merupakan hubungan perkawinan, (2)
Berbentuk perkawinan atau susunan kelembagaan yang berkenaan dengan hubungan
perkawinan yang sengaja dibentuk dan dipelihara, (3) Suatu sistem tata tata norma
termasuk perhitungan garis keturunan, (4) Ketentuan-ketentuan ekonomi yang
dibentuk oleh anggota-anggota kelompok yang mempunyai ketentuan khusus
terhadap kebutuhan-kebutuhan ekonomi yang berkaitan dengan kemampuan untuk
mempunyai keturunan dan membesarkan anak, dan (5) Merupakan tempat tinggal
bersama, rumah atau rumah tangga yang walau bagaimanapun tidak mungkin menjadi
terpisah terhadap kelompok keluarga. Di samping memiliki ciri-ciri yang umum,
keluarga juga memiliki ciri-ciri penjelasannya sebagai berikut (Khairuddin, 1997:8):
(1) Kebersamaan, keluarga merupakan bentuk yang paling universal diantara bentukbentuk organisasi sosial lainnya dan dapat ditemukan dalam semua masyarakat.
(2) Dasar-dasar emosional, hal ini didasarkan pada suatu kompleks dorongan sangat
mendalam dari sifat organis kita seperti perkawinan, menjadi ibu / ayah, kesetiaan
akan material dan perhatian orang tua.
(3) Pengaruh perkembangan, hal ini merupakan lingkungan kemasyarakatan yang

10
paling awal dari semua bentuk kehidupan yang lebih tinggi, termasuk manusia dan
pengaruh perkembangan yang paling besar dalam kehidupan dalam kesadaran
hidup yang mana merupakan sumbernya. Pada khususnya hal ini membentuk
karakter individu lewat pengaruh-pengaruh kebiasaan-kebiasaan

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

91 2524 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 651 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 558 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 356 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 482 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 816 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 724 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 452 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 659 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 804 23