Pengaruh Tingakt Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di BEI Tahun 2006-2008

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

SKRIPSI
PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, AKTIVITAS, DAN
PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN
REAL ESTATE DAN PROPERTY DI BEI TAHUN 2006 - 2008

OLEH:

NAMA

: CORRY WINDA ANZLINA

NIM

: 060503112

DEPARTEMEN

: AKUNTANSI

Guna Memenuhi Syarat Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Tingakt
Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan pada
Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di BEI Tahun 2006-2008” adalah
benar hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat,
dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi
Program Reguler S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas,
benar apa adanya. Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia
menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, 20 Maret 2010
Yang membuat pernyataan,

Corry Winda Anzlina
NIM: 060503112

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Ucapan syukur yang tak terhingga penulis panjatkan kepada Allah Bapa, yang
senantiasa memberikan kesehatan, kemampuan, dan kekuatan kepada Penulis sehingga
dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Tingakt Likuiditas,
Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan
Real Estate dan Property yang Terdaftar di BEI Tahun 2006-2008”.
Penulisan skripsi ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan
penulis khususnya mengenai masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Selama
penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bimbingan, pengarahan, bantuan
dan doa dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan hati yang tulus penulis mengucapkan
terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, terutama :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak. selaku Ketua Departemen Akuntansi
dan Ibu Dra. Mutia Ismail, M.M, Ak. selaku Sekretaris Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak. selaku dosen pembimbing yang telah banyak
memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis untuk menyelesaikan
skripsi ini.
4. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak. selaku dosen pembanding/penguji I dan Ibu
Dra. Mutia Ismail, M.M, Ak. selaku dosen pembanding/penguji II yang telah
banyak memberikan arahan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

5. Secara khusus penulis persembahkan kepada kedua orang tua yang sangat penulis
sayangi, Ayahanda T. Silalahi dan Ibunda D. Sibarani. Terimakasih buat semua
kasih sayang, doa, pengorbanan dan semangat yang telah diberikan. Semoga, Tuhan
bisa memberikan yang terbaik untuk Ayahanda dan Ibunda tercinta.
6.

Tak lupa juga, penulis mengucapkan terima kasih buat semua teman-teman dan
para sahabat yang telah memberikan dukungan dan semangat untuk menyelesaikan
skripsi ini
Penulis juga menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena

keterbatasan kemampuan penulis, sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dalam penulisan ke depan. Akhir kata, penulis berharap agar skripsi
ini bermanfaat bagi pembaca.

Medan, 20 Maret 2010
Penulis,

(Corry Winda Anzlina)
NIM: 060503112

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat likuiditas,
solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas terhadapa nilai perusahaan pada perusahaan
Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan dilakukan pada periode
2006-2008. Penelitian ini menganalisis hubungan Current Ratio (CR), Debt to Equity
Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), Return on Equity (ROE), dan Market of
Value Equity (MVE). Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan Real Estate dan
Property. Pemilihan sample dilakukan dengan metode purposive sampling dan dari 43
perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEI diperoleh 23 perusahaan
sampel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang telah dikumpulkan,
dianalisis dengan metode analisis data yang terlebih dahulu dilakukan pengujian
asunmsi klasik sebelum melakukan hipotesis. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini
menggunakan regresi linear berganda dengan uji t dan uji f pada level signifikansi 5%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel CR, DER, TATO, dan ROE
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap MVE. Pengujian secara parsial
menunjukkan hanya variabel CR yang berpengaruh signifikan terhadap MVE,
sedangkan DER, TATO, dan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap MVE.
Kata Kunci : CR, DER, TATO, ROE, MVE

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAC

The purpose of this research is to examine the effect of liquidity, solvability,
activity, and profitability ratio to the firm’s value in Real Estate and Property
companies which have been listed in Indonesia Stock Exchange.
This research is classified as causal research and is done during 2006-2008. This
research analizes relation among Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER),
Total Asset Turnover (TATO), Return on Equity (ROE) and Market of Value Equity
(MVE). Object of this research is Real Estate and Property companies. The data is
sampled using purposive sampling method and resulting 23 are used as sample of this
research from 43 companies. This research uses secondary data. The data which have
already collected are procced with classic assumption test before hypothesis test.
Hypothesis test in this research use multiple linear regression, with t test and f test on
5% level of significant.
The result indicates that CR, DER, TATO, and ROE variable have significantly
influence to MVE. Partially, only CR can explain significantly to MVE, while CR,
DER, and ROE do not influence significantly.
Keyword : CR, DER, TATO, ROE. MVE

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
PERNYATAAN ...................................................................................................i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
ABSTRAK ......................................................................................................... iv
ABSTRACT ........................................................................................................ v
DAFTAR ISI...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ..............................................................................................ix
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................xi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1
B. Batasan Penelitian dan Perumusan Masalah................................ 6
1. Batasan Penelitian ................................................................ 6
2. Perumusan Masalah .............................................................. 6
C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 7
D. Manfaat Penelitian...................................................................... 8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis ........................................................................ 9
1. Analisis Laporan Keuangan .................................................. 9
2. Analisis Rasio Keuangan ................................................... 11
3. Jenis-Jenis Rasio Keuangan ................................................ 14

Universitas Sumatera Utara

a. Rasio Likuiditas ........................................................... 14
b. Rasio Solvabilitas ......................................................... 16
c. Rasio Aktivitas ............................................................. 18
d. Rasio Profitabilitas........................................................ 19
4. Nilai Perusahaan ................................................................. 21
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu .................................................. 24
C. Kerangka Konseptual ............................................................... 26
D. Hipotesis Penelitian .................................................................. 27

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian ...................................................................... 29
B. Populasi dan Sampel Penelitian ................................................ 29
C. Jenis dan Sumber Data ............................................................. 31
D. Metode Pengumpulan Data ...................................................... 32
E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ......................... 32
F. Metode Analisis Data .............................................................. 35
1. Pengujian Asumsi Klasik .................................................... 35
2. Pengujian Hipotesis ............................................................ 37
G. Jadwal Penelitian ...................................................................... 39

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian ......................................................................... 41
B. Statistik Deskriptif.................................................................... 44

Universitas Sumatera Utara

C. Pengujian Asumsi Klasik .......................................................... 45
1. Uji Normalitas .................................................................... 45
2. Uji Multikolinearitas........................................................... 50
3. Uji Heteroskedastisitas ....................................................... 51
4. Uji Autokorelasi ................................................................. 52
D. Analisis Regresi ....................................................................... 53
1. Persamaan Regresi.............................................................. 53
2. Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi ...... 55
3. Pengujian Hipotesis ............................................................ 57
a. Uji Signifikansi Simultan (Uji f) ................................... 57
b. Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ....................................... 58
E. Implikasi Hasil Penelitian ......................................................... 60

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .............................................................................. 64
B. Keterbatasan Penelitian ........................................................... 65
C. Saran ........................................................................................ 65

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 67

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nama

Halaman

Tabel 2.1

Tinjauan Penelitian Terdahulu ........................................................ 25

Tabel 3.1

Daftar Perusahaan Yang Memenuhi Kriteria .................................. 30

Tabel 3.2

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian .............. 34

Tabel 3.3

Kriteria Pengambilan Keputusan Uji Durbin Watson...................... 37

Tabel 3.4

Jadwal Penelitian ........................................................................... 39

Tabel 4.1

Data Perusahaan Sampel Tahun 2006 ............................................. 40

Tabel 4.2

Data Perusahaan Sampel Tahun 2007 ............................................. 41

Tabel 4.3

Data Perusahaan Sampel Tahun 2008 ............................................. 42

Tabel 4.4

Statistik Deskriptif ......................................................................... 44

Tabel 4.5

Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ......... 47

Tabel 4.6

Hasil Uji Normalitas pada Data Setelah Transformasi Logaritma
Natural One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ............................. 49

Tabel 4.7

Hasil Uji Multikolinearitas ............................................................. 50

Tabel 4.8

Hasil Uji Autokorelasi.................................................................... 52

Tabel 4.9

Analisis Hasil Regresi .................................................................... 54

Tabel 4.10

Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi ......... 56

Tabel 4.11

Hasil Uji F .................................................................................... 57

Tabel 4.12

Hasil Uji t ...................................................................................... 59

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nama

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual .................................................................. 26

Gambar 4.1

Normal Probability Plot (1)......................................................... 46

Gambar 4.2

Normal Probability Plot (2)......................................................... 49

Gambar 4.3

Hasil Uji Heteroskedastisitas (Scatterplot)................................... 51

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nama
Lampiran 1

Halaman
Daftar Nama Perusahaan Real Estate dan Property yang Menjadi
Sampel ......................................................................................... 69

Lampiran 2

Current Ratio (CR) ..................................................................... 70

Lampiran 3

Debt to Equity Ratio (DER)......................................................... 71

Lampiran 4

Total Assets Turnover (TATO) .................................................... 72

Lampiran 5

Return On Equity (ROE) ............................................................. 73

Lampiran 6

Market Value of Equity (MVE).................................................... 74

Lampiran 7

Data Variabel Penelitian (Sebelum Ditransformasi) ..................... 75

Lampiran 8

Data Variabel Penelitian (Setelah Transformasi).......................... 77

Lampiran 9

Statistik Deskriptif Sebelum Transformasi Statistik ..................... 79

Lampiran 9

Statistik Deskriptif Setelah Transformasi ..................................... 79

Lampiran 10 Hasil Uji Normalitas Sebelum Transformasi ................................ 80
Lampiran 10 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi .................................. 80
Lampiran 11 Histogram Sebelum Transformasi ............................................... 81
Lampiran 11 Histogram Setelah Transformasi.................................................. 81
Lampiran 12 Normal Probability Plot Sebelum Transformasi .......................... 82
Lampiran 12 Normal Probability Plot Setelah Transformasi ............................ 82
Lampiran 13 Hasil Uji Multikolinearitas .......................................................... 83

Universitas Sumatera Utara

Nama

Halaman

Lampiran 14 Hasil Uji Autokorelasi ................................................................. 84
Lampiran 14 Hasil Uji F................................................................................... 84
Lampiran 14 Hasil Uji t ................................................................................... 84

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat likuiditas,
solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas terhadapa nilai perusahaan pada perusahaan
Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan dilakukan pada periode
2006-2008. Penelitian ini menganalisis hubungan Current Ratio (CR), Debt to Equity
Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), Return on Equity (ROE), dan Market of
Value Equity (MVE). Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan Real Estate dan
Property. Pemilihan sample dilakukan dengan metode purposive sampling dan dari 43
perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEI diperoleh 23 perusahaan
sampel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang telah dikumpulkan,
dianalisis dengan metode analisis data yang terlebih dahulu dilakukan pengujian
asunmsi klasik sebelum melakukan hipotesis. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini
menggunakan regresi linear berganda dengan uji t dan uji f pada level signifikansi 5%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel CR, DER, TATO, dan ROE
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap MVE. Pengujian secara parsial
menunjukkan hanya variabel CR yang berpengaruh signifikan terhadap MVE,
sedangkan DER, TATO, dan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap MVE.
Kata Kunci : CR, DER, TATO, ROE, MVE

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAC

The purpose of this research is to examine the effect of liquidity, solvability,
activity, and profitability ratio to the firm’s value in Real Estate and Property
companies which have been listed in Indonesia Stock Exchange.
This research is classified as causal research and is done during 2006-2008. This
research analizes relation among Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER),
Total Asset Turnover (TATO), Return on Equity (ROE) and Market of Value Equity
(MVE). Object of this research is Real Estate and Property companies. The data is
sampled using purposive sampling method and resulting 23 are used as sample of this
research from 43 companies. This research uses secondary data. The data which have
already collected are procced with classic assumption test before hypothesis test.
Hypothesis test in this research use multiple linear regression, with t test and f test on
5% level of significant.
The result indicates that CR, DER, TATO, and ROE variable have significantly
influence to MVE. Partially, only CR can explain significantly to MVE, while CR,
DER, and ROE do not influence significantly.
Keyword : CR, DER, TATO, ROE. MVE

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia bisnis yang semakin ketat dan situasi ekonomi yang tidak
menentu pada saat sekarang ini membuat perusahaan harus memiliki kemampuan untuk
tetap bertahan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan berbagai
kebijakan strategis yang menghasilkan efisiensi dan efektivitas bagi perusahaan. Tentu
saja hal tersebut memerlukan modal yang cukup besar bagi perusahaan yang meliputi
usaha untuk memperoleh dana tersebut dan mengalokasikannya dengan optimal.
Dalam pelaksanaan dan pengembangan usaha, Industri Real Estate dan Properti
memerlukan modal yang secara umum terdapat dua bentuk sumber pembiayaan
perusahaan yaitu sumber pembiayaan internal perusahaan dan sumber pembiayaan
eksternal. Sumber intern yaitu dana yang berasal dari dalam perusahaan, dimana
pemenuhan kebutuhan modal berasal dari dana yang dihasilkan oleh perusahaan
sendiri. Dalam hal ini sumber intern sering disebut sebagai sumber utama untuk
mendanai kegiatan operasional perusahaan. Namun, seiring dengan perkembangan
ekonomi serta tuntutan perkembangan usaha, dana yang berasal dari dalam perusahaan
tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, perusahaan
berusaha mencari tambahan dana yang berasal dari sumber ekstern yaitu dana yang
berasal dari luar perusahaan dengan cara meminjam kepada kreditur atau melalui
penerbitan saham.

Universitas Sumatera Utara

Pasar modal merupakan sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan tambahan
dana tersebut. Di pasar modal, perusahaan sebagai pihak yang memerlukan dana dapat
dipertemukan dengan investor sebagai pihak yang menyediakan dana. Pada umumnya,
tujuan investor melakukan investasi saham pada suatu perusahaan yaitu untuk
memperoleh capital gain yang merupakan keuntungan yang diperoleh dari selisih
pergerakan harga saham pada saat membeli dan menjual. Tujuan lainnya yaitu untuk
memperoleh keuntungan dari pembagian deviden.
Setiap investor pasti mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi dan tidak
menginginkan resiko dari investasi yang dimilikinya. Oleh karena itu, investor hanya
akan berinvestasi pada sektor yang kurang beresiko. Untuk itu, sebelum memutuskan
untuk berinvestasi, investor harus terlebih dahulu memiliki pengetahuan dan
pemahaman yang tepat mengenai kinerja perusahaan sehingga dapat dijadikan dasar
untuk mengambil keputusan investasi. Apabila kinerja keuangan perusahaan
menunjukkan adanya prospek yang baik maka saham tersebut akan diminati investor
sehingga harga saham akan meningkat dan nilai perusahaan juga akan semakin
meningkat, tetapi sebaliknya berita buruk tentang kinerja keuangan perusahaan
menunjukkan prospek yang buruk dimasa mendatang, hal ini akan diikuti penurunan
harga saham di pasar modal yang diikuti penurunan nilai perusahaan. Dalam hal ini
telah terjadi mekanisme pasar modal, dimana kinerja keuangan merupakan sumber
informasi yang akan selalu dipantau oleh investor.
Salah satu hal yang menjadi pertimbangan investor adalah nilai perusahaan
sehingga hal tersebut menjadi tujuan utama dari manajemen keuangan perusahaan.
Berdasarkan alasan itulah, maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk

Universitas Sumatera Utara

maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan, atau memaksimalisasikan harga
saham. Jadi nilai perusahaan dapat diartikan sebagai ekspektasi nilai investasi
pemegang saham (harga pasar ekuitas) sebagai reaksi dari informasi yang diberikan. Ini
mencakup harga pasar saham dan volume saham yang beredar. Meningkatnya
permintaan akan saham dan harga saham tentu mengidentifikasikan kepercayaan pasar
akan maksimalisasi nilai pemegang saham dan prospek perusahaan di masa depan.
Untuk membantu investor dalam membuat keputusan investasi, maka
perusahaan perlu melakukan pelaporan keuangan. Akuntansi menyajikan informasi
mengenai kinerja keuangan perusahaan

yang dapat dilihat dari laporan keuangan.

Namun, agar memperoleh informasi keuangan yang lebih relevan dengan tujuan dan
kepentingan pemakai, maka informasi keuangan tersebut harus terlebih dahulu
dianalisis sehingga menghasilkan keputusan bisnis yang tepat. Analisis yang biasa
dilakukan adalah analisis laporan keuangan. Salah satu cara yang digunakan dalam
analisis laporan keuangan adalah dengan menggunakan rasio keuangan. Rasio
keuangan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi rasio likuiditas, solvabilitas,
aktivitas, dan profitabilitas.
Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimilikinya. Rasio
likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio lancar (current ratio).
Perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi mengindikasikan
kesempatan bertumbuh perusahaan cenderung tinggi. Semakin likuid perusahaan, maka
semakin tinggi tingkat kepercayaan kreditur dalam memberikan dananya.

Universitas Sumatera Utara

Solvabilitas menelaah mengenai stuktur modal perusahaan termasuk sumber
dana jangka panjang dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban investasi
dan utang jangka panjangnya. Untuk mengukurnya digunakan Debt to Equity Ratio
(DER). Rasio ini menunjukkan faktor resiko yang dihadapi investor. Semakin tinggi
rasio ini, akan mengakibatkan risiko finansial perusahaan semakin tinggi. Hal ini dapat
mempengaruhi harga dan volume saham suatu perusahaan.
Dalam mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana yang
dimiliki digunaan rasio aktivitas. Aktivitas perusahaan yang efektif dan efisien dapat
mempengaruhi laba dan arus kas perusahaan, dan pada akhirnya akan menambah nilai
perusahaan. Pengukuran rasio ini menggunakan Total Asset Turnover (TATO).
Profitabilitas merupakan hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan.
Tingkat profitabilitas perusahaan yang tinggi akan meningkatkan daya saing
perusahaan. Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi akan melakukan
ekspansi usaha sehingga membuka kesempatan investasi yang baru. Hal ini akan
meningkatkan jumlah maupun harga saham perusahaan, yang merupakan ukuran nilai
perusahaan. Dalam penelitian ini ROE sebagai ukuran profitabilitas.
Kelompok perusahaan yang tergabung kedalam Real estate dan Property yang
go public di BEI dipilih sebagai perusahaan yang diteliti dengan mempertimbangkan
bahwa perusahaan yang tergabung dalam kelompok ini memerlukan modal yang besar
sehingga menggantungkan diri pada investasi saham oleh para investor. Hal itu
mengakibatkan tingkat persaingan yang tinggi di antara perusahaan dalam kelompok ini
dalam menarik investor, sehingga menuntut kinerja perusahaan yang selalu prima untuk
dapat bersaing.

Universitas Sumatera Utara

Penelitian mengenai nilai perusahaan telah dilakukan oleh Luga (2008).
Penelitian ini dilakukan menggunakan arus kas operasi dan struktur modal sebagai
variabel independennya. Hasilnya menunjukkan arus kas operasi lebih mempengaruhi
nilai perusahaan secara simultan. Penelitian lain dilakukan oleh Yuniasih (2008)
dengan menggunakan salah satu indikator kinerja keuangan yaitu ROA terhadap
perusahaan manufaktur dan hasilnya menunjukkan hubungan yang positif terhadap nilai
perusahaan. Dari penelitian terdahulu diatas, belum ada yang menggunakan rasio
keuangan yang lengkap sebagai variabel independennya. Penelitian ini juga
menggunakan sampel perusahaan Real estate dan Property pada tahun 2006 sampai
2008. Hal itu juga mengingat bahwa pada 2008 telah terjadi krisis global, sehingga
peneliti ingin melihat bagaimana kinerja perusahaan selama periode tersebut dan
pengaruhnya terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
yang berjudul “Pengaruh Tingkat Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan
Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Real Estate dan
Property Di BEI Tahun 2006 - 2008”
B. Batasan Penelitian dan Perumusan Masalah
1. Batasan Penelitian
Atas pertimbangan-pertimbangan efisiensi, minat, keterbatasan waktu dan
tenaga, serta pengetahuan penulis, maka penulis melakukan beberapa batasan konsep
terhadap penelitian yang akan diteliti, yaitu diantaranya:
a. Penelitian ini dibatasi hanya selama 3 tahun yaitu dari tahun 2006 –2008.

Universitas Sumatera Utara

b. Penelitian dilakukan hanya terbatas pada perusahaan Real estate dan Property
yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
c. Rasio keuangan yang digunakan yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio
(DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Return on Equity (ROE) yang
mewakili masing-masing rasio keuangan.
d. Nilai perusahaan sebagai variabel dependen adalah nilai investasi pemegang
saham yang meliputi harga saham dan volume saham yang beredar (Market
value of Equity).

2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap MVE pada perusahaan Real
estate dan Property di BEI?
2. Apakah Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap MVE pada
perusahaan Real estate dan Property di BEI?
3. Apakah Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh terhadap MVE pada
perusahaan Real estate dan Property di BEI?
4. Apakah Return on Equity (ROE) berpengaruh terhadap MVE pada perusahaan
Real estate dan Property di BEI?
5. Manakah diantara CR, DER, TATO, dan ROE yang memberikan pengaruh yang
lebih dominan terhadap MVE pada perusahaan Real Estate dan Property di
BEI?

Universitas Sumatera Utara

C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk menguji pengaruh CR terhadap MVE pada perusahaan Real Estate
dan Property di BEI.
2. Untuk menguji pengaruh DER terhadap MVE pada perusahaan Real Estate
dan Property di BEI.
3. Untuk menguji pengaruh TATO terhadap MVE pada perusahaan Real Estate
dan Property di BEI.
4. Untuk menguji pengaruh ROE terhadap MVE pada perusahaan Real Estate
dan Property di BEI.
5. Untuk menguji pengaruh yang lebih dominan antara CR, DER, TATO, dan
ROE terhadap MVE pada perusahaan Real Estate dan Property di BEI.

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan peneliti sehubungan dengan rasio
keuangan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
2. Bagi calon investor, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar
pertimbangan dalam membuat keputusan investasi pada perusahaan Real
Estate dan Property yang terdaftar di BEI.

Universitas Sumatera Utara

3. Bagi manajemen perusahaan, sebagai bahan masukan dalam upaya
meningkatkan nilai perusahaan dengan naiknya nilai saham dan volume
saham yang beredar.
4. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan referensi dan dasar pengembangan
dalam melakukan penelitian selanjutnya.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis
1. Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan produk atau hasil akhir dari suatu proses
akuntansi. Akuntansi mampu memberikan informasi tentang kondisi keuangan dan
hasil operasi perusahaan seperti tercermin pada laporan keuangan perusahaan yang
bersangkutan. Oleh karena itu, laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat untuk
berkomunikasi antara berbagai pihak yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan.
Pengertian laporan keuangan menurut PSAK No. 1, Paragraf 07 (SAK:2007)
yaitu sebagai berikut:
Laporan Keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan
keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya,
sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta
materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan
dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan
geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
Analisis laporan keuangan melibatkan penggunaan laporan keuangan, terutama
neraca dan laba rugi karena laporan keuangan menyajikan informasi mengenai suatu
perusahaan. Seperti yang disebutkan dalam Kerangka Dasar Penyusunan Dan Penyajian
Laporan Keuangan paragraf 19 (IAI:2007), bahwa
informasi posisi keuangan terutama disediakan dalam neraca, dan informasi kinerja
disediakan dalam laporan laba rugi.

Universitas Sumatera Utara

Wild et al (2005:16) mengatakan bahwa analisis keuangan (financial analysis)
merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis posisi dan kinerja
keuangan perusahaan, dan untuk menilai kinerja keuangan di masa depan.
Menurut Wild et al (2005:30), ada lima alat penting dalam menganalisis laporan
keuangan, yaitu:
1. Analisis Laporan Keuangan komparatif
Analisis laporan keuangan komparatif dilakukan dengan cara menelaah
neraca, laporan laba rugi, atau laporan arus kas yang berurutan dari satu
periode ke periode berikutnya. Analisis ini meliputi penelaahan perubahan
saldo tiap-tiap akun dari tahun ke tahun atau selama beberapa tahun.
Informasi terpenting yang didapat dari analisis laporan keuangan komparatif
adalah kecenderungan atau tren (trend).
2. Analisis laporan keuangan common size
Pengetahuan atas proporsi kelompok atau subkelompok yang membentuk
suatu pos tertentu bermanfaat bagi analisis laporan keuangan. Secara
khusus, dalam analisis neraca, total aktiva (atau kewajiban ditambah
ekuitas) biasa dinyatakan sebagai 100 persen. Kemudian pos-pos dalam
kelompok ini dinyatakan sebagai persentase terhadap total bersangkutan.
Dalam analisis laporan laba rugi, penjualan sering dinyatakan sebagai 100
persen dan pos-pos laporan laba rugi yang lain dinyatakan sebagai
persentase terhadap penjualan. Karena total pos-pos dalam kelompok adalh
100 persen, analisis ini disebut menghasilkan laporan keuangan berukuran
sama (common-size financial statement)
3. Analisis Rasio
Analisis Rasio merupakan salah satu alat analisis keuangan yang paling
populer dan banyak digunakan. Rasio merupakan salah satu titik awal, bulan
titik akhir. Rasio yang di interpretasikan dengan tepat mengidentifikasi area
yang memerlukan investigasi lebih lanjut. Analisis rasio dapat
mengungkapkan hubungan penting dan menjadi dasar perbandingan dalam
menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari
masaing-masing komponen yang membentuk rasio.
4. Analisis Arus Kas
Analisis arus kas terutama digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi
sumber dan penggunaan dana. Analisis arus kas menyediakan pandangan
tentang bagaimana perusahaan memperoleh pendanaannya dan
menggunakan sumber dayanya. Analisis ini juga digunakan dalam
peramalan arus kas dan bagian dari analisis likuiditas.
5. Alat analisis khusus
Salain alat analisis laporan keuangan umum yang memiliki berbagai
kegunaan, terdapat beragam alat bertujuan khusus (special-purpose tool).

Universitas Sumatera Utara

Alat khusus ini meliputi alat yang ditujukan pada laporan keuangan tetentu
atau segmen laporan, atau pada industri tertentu (misalnya analisis kapasitas
hunian untuk hotel, rumah sakit, atau perusahaan penerbangan).
Alat khusus ini juga meliputi beberapa jenis analisis ramalan kas, laporan
variasi laba kotor, dan analisis kekuatan laba.

2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan yang paling sering
digunakan. Rasio keuangan menghubungkan berbagai perkiraan yang terdapat dalam
laporan keuangan sehingga kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan dapat
diinterpretasikan.
Menurut Harahap (2006:297) ”rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari
hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang
mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti)”. Dari defenisi ini, rasio
keuangan harus menunjukkan hubungan yang sistematis dalam bentuk perbandingan
antara perkiraan- perkiraan laporan keuangan. Agar hasil perhitungan rasio keuangan
dapat diinterpretasikan, perkiraan-perkiraan yang dibandingkan harus mengarah pada
hubungan ekonomis yang penting.
Untuk dapat menginterpretasikan hasil perhitungan rasio keuangan, maka
diperlukan adanya pembanding. Ada dua metode pembanding rasio keuangan
perusahaan menurut Syamsuddin (2000:39), yaitu:

1. Cross-sectional approach
Cross-sectional approach adalah suatu cara mengevaluasi dengan jalan
membamdingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan
perusahaan yang lainnya yang sejenis pada saat bersamaan

Universitas Sumatera Utara

2. Time series analysis
Time series analysis dilakukan dengan jalan membandingkan rasio-rasio
finansial perusahaan dari satu periode ke periode lainnya.
Rasio keuangan akan memberikan manfaat apabila rasio tersebut dianalisis.
Menurut Kiomn, Scott, Martin, dan Petty (2005:108)
Rasio keuangan dapat digunakan untuk menjawab setidaknya 4 pertanyaan:
bagaimana tingkat likuiditas perusahaan, apakah manajemen efektif dalam
menghasilkan laba operasi atas aktiva yang dimiliki perusahaan, bagaimana
perusahaan didanai, apakah pemegang saham biasa mendapat tingkat
pengembalian yang cukup.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Sawir (2005:6) menyatakan bahwa analisis
dan interpretasi dari bermacam-macam rasio dapat memberikan pandangan yang lebih
baik tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan bagi para analis dibandingkan
analisis yang hanya didasarkan atas data keuangan sendiri-sendiri yang tidak berbentuk
rasio.
Analisis rasio keuangan pada umumnya digunakan oleh tiga kelompok utama
pemakai laporan keuangan yaitu manajer perusahaan, analis kredit, dan analis saham.
Kegunaan rasio keuangan bagi ketiga kelompok utama tersebut menurut Brigham dan
Houston (2006:119) adalah sebagai berikut:
1. manajer, yang menerapkan rasio untuk membantu menganalisis,
mengendalikan, dan kemudian meingkatkan operasi perusahaan.
2. analis kredit, termasuk petugas pinjaman bank dan analis peringkat obligasi,
yang menganalisis rasio-rasio untuk membantu memutuskan kemampuan
perusahaan untuk membayar utang-utangnya, dan
3. analis saham, yang tertarik pada efisiensi, resiko, dan prospek pertumbuhan
perusahaan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan rasio keuangan
sebagai

alat

analisis.

Hal-hal

tersebut

akan

membantu

analisis

dalam

Universitas Sumatera Utara

menginterpretasikan hasil perhitungan rasio keuangan sehingga dihasilkan kesimpulan
yang lebih tepat. Syamsuddin (2000:40) mengemukakan beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam menggunakan rasio keuangan sebagai alat analisis.
1. Sebuah rasio saja tidak dapat digunakan untuk menilai keseluruhan operasi
yang telah dilaksanakan. Untuk menilai keadaan perusahaan secara
keseluruhan sejumlah rasio haruslah dinilai secara bersama-sama. Kalau
sekiranya hanya satu aspek saja yang ingin dinilai, maka satu atau dua rasio
saja sudah cukup digunakan
2. Pembandingan yang dilakukan haruslah dari perusahaan yang sejenis dan
pada saat yang sama. Tidaklah tepat kita membandingkan rasio finansial
perusahaan A pada tahun 19X0 dengan rasio finansial perusahaan B pada
tahun 19X1.
3. Sebaiknya perhitungan rasio finansial didasarkan pada data laporan
keuangan yang telah daudit (diperiksa). Laporan keuangan yang belum
diaudit masih diragukan kebenarannya, sehingga rasio-rasio yang dihitung
juga kurang akurat
4. Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa pelaporan atau akuntansi
yang digunakan haruslah sama.

Analisis rasio keuangan memiliki beberapa keunggulan sebagai alat analisis
sebagaimana yang dikemukakan oleh Harahap (2006:298).
1. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah
dibaca dan ditafsirkan
2. Rasio merupakan pengganti yang sederhana dari informasi yang disajikan
laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit
3. Rasio mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain
4. Rasio sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model
pengambilan keputusan dan model prediksi (z-score)
5. Rasio menstandarisasi size perusahaan
6. Dengan rasio lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan
perusahaan lainnya atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik
atau time series

Universitas Sumatera Utara

Sebagai alat analisis keuangan, analisis rasio keuangan juga memiliki
keterbatasan atau kelemahan. Menurut Syahyunan (2004 : 82-83) ada beberapa
keterbatasan atau kelemahan analisis rasio keuangan
1. Kesulitan dalam mengidentifikasi kategori industri dari perusahaan yang
dianalisis apabila perusahaan tersebut bergerak di beberapa bidang usaha
2. Perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan perhitungan yang berbeda,
misalnya perbedaan metode penyusutan atau metode penilaian persediaan.
3. Rasio keuangan disusun dari data akuntansi dan data tersebut dipengaruhi
oleh cara penafsiran yang berbeda bahkan bisa merupakan hasil manipulasi
4. Informasi rata-rata industri adalah data umum dan hanya merupakan hasil
manipulasi.

3. Jenis-jenis Rasio Keuangan
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan
kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini dapar dihitung melalui sumber informasi
tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar atau aktiva likuid. Menurut Brigham
dan Houston (2006:95)
Aktiva likuid (liquid assets) adalah aktiva yang diperdagangkan dalam suatu
pasar yang aktif sehingga akhirnya dapat dengan cepat diubah menjadi kas
dengan menggunakan harga pasar yang berlaku, dan ”posisi likuiditas” sebuah
perusahaan akan berhubungan dengan pertanyaan ini: Apakah perusahaan akan
dapat melunasi utang-utangnya pada saat jatuh tempo dalam waktu satu atau
beberapa tahun kemudian?

Salah satu rasio yang sering digunakan dalam menghitung tingkat likuiditas
yaitu rasio lancar (current ratio). Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan
memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Aktiva
lancar umumnya meliputi kas, sekuritas, piutang usaha, dan persediaan. Sedangkan
kewajiban lancar terdiri atas utang usaha, wesel tagih jangka pendek, utang jatuh tempo

Universitas Sumatera Utara

yang kurang dari satu tahun, akrual pajak, dan beban-beban akrual lainnya (terutama
gaji).
Current Ratio = Current Assets
Current Liabilities
Rasio lancar merupakan ukuran paling umum digunakan untuk mengetahui
kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek karena rasio ini menunjukkan
seberapa jauh tuntutan dari kreditur jangka pendek dipenuhi oleh aktiva yang
diperkirakan akan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo
utang. Jika sebuah perusahaan mengalami kesulitan keuangan, perusahaan akan mulai
membayar tagihan-tagihannya (utang usaha) secara lebih lambat, meminjam dari bank
dan seterusnya. Jika kewajiban lancar meningkat lebih cepat dari aktiva lancar, rasio
lancar akan turun, dan hal ini pertanda ada masalah. Namun sebaliknya, angka rasio
lancar yang tinggi juga tidak bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur
yang pada akhirnya mengurangi kemampuan laba perusahaan.
Menurut Syamsuddin (2000 : 44) “tidak ada suatu ketentuan mutlak tentang
berapa tingkat current ratio yang dianggap baik atau yang harus dipertahankan oleh
suatu perusahaan karena biasanya tingkat current ratio ini juga sangat tergantung pada
jenis usaha dari masing-masing perusahaan perusahaan”. Untuk mengetahui apakah
rasio lancar perusahaan baik, hasil perhitungan rasio lancar harus dibandingkan dengan
tahun-tahun sebelumnya atau dengan industri sejenis. Faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menganalisis rasio lancar menurut Simamora (2005 : 525)
antara lain “(1) praktik yang berlaku dalam industri, (2) lamanya siklus operasi dalam
perusahaan, dan (3) bauran aktiva lancar perusahaan”.

Universitas Sumatera Utara

Current Ratio yang tinggi belum tentu menunjukkan bahwa kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya juga tinggi. Dalam menganalisis
current ratio perlu diperhatikan apakah yang menyebabkan rasio lancar tersebut tinggi.
Jika yang menyebabkan curent ratio tersebut tinggi adalah piutang atau persediaan,
maka untuk memenuhi kewajiban lancarnya perusahaan harus terlebih dahulu
melakukan penagihan atas piutang atau menjual persediaan agar diperoleh kas untuk
membayar kewajiban lancar tersebut. Kreditor harus menanggung risiko bahwa
kemungkinan perusahaan tidak dapat membayar kewajiban lancarnya karena
perusahaan tidak mampu menagih piutangnya atau tidak dapat menjual persediaannya.

b. Rasio Solvabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini disebut juga rasio leverage.
Menurut Darsono dan Ashari (2005 : 54) “rasio sovabilitas adalah rasio untuk
mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya jika perusahaan
tersebut dilikuidasi”.
Perusahaan yang tidak solvabel yaitu perusahaan yang total utangnya lebih
besar dari total asetnya. Rasio ini juga menyangkut stuktur keuangan perusahaan.
Struktur keuangan adalah bagaimana perusahaan mendanai aktivitasnya. Biasanya,
aktivitas perusahaan didanai dengan utang jangka pendek, utang jangka panjang, dan
modal pemegang saham.

Universitas Sumatera Utara

Menurut Brigham dan Houstan (2006:101), seberapa jauh perusahaan
menggunakan pendanaan melalui utang (financial leverage) akan memiliki tiga
implikasi penting, yaitu:
1. Dengan memperoleh dana melalui utang, para pemegang saham dapat
mempertahankan kendali mereka atas perusahaan tersebut dengan sakaligus
membatasi investasi yang mereka berikan
2. Kreditor akan melihat pada ekuitas, atau dana yang diperoleh sendiri,
sebagai suatu batasan keamanan, sehingga semakin tinggi proporsi dari
jumlah modal yang diberikan pemegang saham, maka semakin kecil resiko
yang dihadapi kreditor
3. Jika perusahaan mendapatkan hasil dari investasi yang didanai dengan dana
hasil pinjaman lebih besar daripada bunga yang dibayarkan, maka
pengembalian dari modal pemilik akan diperbesar, atau diungkit (leveraged)

Pihak yang paling berkepentingan terhadap rasio solvabilitas perusahaan adalah
kreditur dan pemegang saham. Semakin besar jumlah pendanaan yang berasal dari
kreditur, semakin tinggi resiko perusahaan tidak dapat membayar seluruh kewajiban
dan bunganya. Bagi pemegang saham, semakin tinggi rasio solvabilitas, semakin
rendah tingkat pengembalian yang akan diterima pemegang saham karena perusahaan
harus melakukan pembayaran bunga sebelum laba dibagikan kepada pemegang saham
dalam bentuk dividen
Solvabilitas perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan beberapa indikator
rasio seperti debt ratio (debt to total asset ratio), debt to equity ratio, time interest
earned ratio, dan fixed charge coverage ratio. Namun, penelitian ini hanya berfokus
pada debt to equity ratio.
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang membandingkan utang
perusahaan dengan total ekuitas. DER merupakan financial leverage yang
dipertimbangkan sebagai variabel keuangan karena secara teoritis menunjukkan resiko

Universitas Sumatera Utara

suatu perusahaan sehingga berdampak pada ketidakpastian harga saham. DER yang
tinggi mempunyai dampak yang buruk terhadap kinerja perusahaan karena tingkat
utang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang berarti
mengurangi keuntungan. Sebaliknya, tingkat DER yang rendah menunjukkan kinerja
yang semakin baik, karena menyebabkan tingkat pengembalian yang semakin tinggi.
Sehingga investor cenderung memilih saham dengan DER yang rendah.
Debt to Equity Ratio = Total Debtuh
Total Equity
Hasil perhitungan rasio solvabilitas harus dibandingkan dengan tahun-tahun
sebelumnya atau rata-rata industri sejenis untuk mengetahui bagaimana perusahaan
memanajemen pendanaannya. Menurut Darsono dan Ashari (2005 : 54) “untuk menilai
rasio ini faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah stabilitas laba perusahaan. Pada
perusahaan yang memiliki catatan laba yang stabil, peningkatan dalam hutang lebih
bisa ditoleransi daripada perusahaan yang memiliki catatan laba yang tidak stabil”.

c. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas (activity ratio) menurut Van Horne dan Wachowicz (2005 : 212)
adalah ”rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola aktivanya”. Rasiorasio ini dirancang untuk mengetahui apakah jumlah total dari tiap-tiap jenis aktiva
seperti yang dilaporkan dalam neraca terlihat wajar, terlalu tinggi, atau terlalu rendah
jika dibandingkan dengan tingkat penjualan saat ini dan proyeksinya. Jika sebuah
perusahaan memiliki terlalu banyak aktiva, maka biaya modalnya akan menjadi terlalu

Universitas Sumatera Utara

tinggi, sehingga keuntungannya akan tertekan. Di lain pihak, jika aktiva terlalu rendah,
penjualan yang menguntungkan juga akan hilang.
Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan
semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva tersebut. Kelebihan dana
tersebut lebih baik ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif. Rasio aktivitas
terdiri dari inventory turnover, receivable turnover, fixed asset turnover, dan total asset
turnover.
Total Asset Turnover (TATO) menggambarkan efektivitas penggunaan seluruh
harta perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan atau berapa rupiah penjualan
bersih yang dapat dihasilkan dari setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik. Penelitian ini menggunakan rasio
ini dalam mengukur aktivitas perusahaan.
TATO = Net Sales
Total Asset

d. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang
dilakukan perusahaan. Rasio-rasio lain dapat memberikan petunjuk-petunjuk yang
digunakan untuk menilai keefektifan dari operasi sebuah perusahaan, tetapi rasio
profitabilitas akan menunjukkan kombinasi dari efek likuiditas, manajemen aktiva, dan
utang pada hasil-hasil operasi. Rasio ini akan memberikan jawaban akhir tentang
efektivitas manajemen perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Rasio profitabilitas (profitability ratio) menurut Van Horne dan Wachowicz
(2005 : 222) adalah “rasio yang menghubungkan laba dari penjualan dan investasi”.
Dari rasio profitabilitas dapat diketahui bagaimana tingkat profitabilitas perusahaan.
Setiap perusahaan menginginkan tingkat profitabilitas yang tinggi. Untuk dapat
melangsungkan

hidupnya,

perusahaan

harus

berada

dalam

keadaan

yang

menguntungkan (profitable). Apabila perusahaan berada dalam kondisi yang tidak
menguntungkan, maka akan sulit bagi perusahaan untuk memperoleh pinjaman dari
kreditor maupun investasi dari pihak luar.
Ada banyak ukuran profitabilitas. Masing-masing pengembalian perusahaan
dihubungkan terhadap penjualan, aktiva, modal atau nilai saham. Ditinjau dari sudut
pandang investor, salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di
masa mendatang adalah dengan melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas
perusahaan. Indikator ini sangat penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana
investasi yang dilakukan investor memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang
diisyaratkan penmegang saham.
ROE (return on equity) merupakan rasio yang membandingkan laba bersih
dengan total ekuitas. ROE digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas yang
dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini juga menunjukkan sejauh mana kemampuan
perusahaan menghasilkan laba yang dapat diperoleh oleh pemegang saham.
Return on equity (ROE) menurut Van Horne dan Wachowicz (2005 : 226)
“menunjukkan daya untuk menghasilkan laba atas investasi berdasarkan nilai buku
pemegang saham, dan sering kali digunakan dalam membandingkan dua atau lebih

Universitas Sumatera Utara

perusahaan sebuah industri yang sama”. Semakin tinggi ROE menunjukkan semakin
efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba bagi
pemegang saham dan semakin baik posisi manajemen dihadapan para pemegang
saham.
ROE = Earning after Tax
Total Equity

4. Nilai Perusahaan
Perseroan (corporate) dikenal dengan

Dokumen yang terkait

Pengaruh Nilai Perusahaan, Profitabilitas, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di BEI 2011-2013

2 94 91

PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, AKTIVITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTY DI BEI TAHUN 2006 – 2008

6 58 9

Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Ukuran Perusahaan dan Struktur Aset Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di BEI

1 49 102

PENGARUH MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE AND PROPERTY YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2011-2014.

0 2 34

Pengaruh Nilai Perusahaan, Profitabilitas, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di BEI 2011-2013

0 0 11

ABSTRAK PENGARUH NILAI PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2011-2013

0 0 12

PENGARUH TINGKAT LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, AKTIVITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTY DI BEI TAHUN 2006 – 2008

0 0 9

Pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitasdan profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di bei - Perbanas Institutional Repository

0 1 14

Pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitasdan profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di bei - Perbanas Institutional Repository

0 2 18

Pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitasdan profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di bei - Perbanas Institutional Repository

1 2 31