Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik

PERANAN KADAR SERUM TROPONIN T DAN MAGNESIUM SEBAGAI FAKTOR
PROGNOSTIK PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK

TESIS
ARI GUSNITA
097112001

PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK–SPESIALIS ILMU PENYAKIT SARAF
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PERANAN KADAR SERUM TROPONIN T DAN MAGNESIUM SEBAGAI FAKTOR
PROGNOSTIK PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK

TESIS

Untuk Memperoleh Gelar Magister Kedokteran Klinis Spesialis Saraf Pada
Program Studi Magister Kedokteran Klinik Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara

Oleh
ARI GUSNITA
097112001

PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK–SPESIALIS ILMU PENYAKIT
SARAF
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: Peranan Kadar Serum Troponin T
dan Magnesium Sebagai Faktor
Prognostik Pada Penderita Stroke
Iskemik
: ARI GUSNITA
: 097112001
: Magister Kedokteran Klinik
: Ilmu Penyakit Saraf

Nama Mahasiswa
Nomor Induk Mahasiswa
Program Magister
Konsentrasi

Menyetujui
Komisi Pembimbing

Prof. DR. dr. Hasan Sjahrir, Sp.S (K)
Ketua

Ketua Program Studi

dr. Yuneldi Anwar, Sp.S (K)

Ketua TKP PPDS I

dr. Zainuddin Amir, SpP(K)

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal:
September 2011

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

:

Prof. DR. dr. Hasan Sjahrir, Sp.S (K)

…..……..

Anggota

: 1. Prof. dr. Darulkutni Nasution, Sp.S (K) …………
2.Dr.DarlanDjaliChan, Sp.S

…………..

3.Dr.YuneldiAnwarSp.S(K)

…………..

4.Dr.RusliDhanu, Sp.S (K)

…………..

5. Dr. Kiking Ritarwan, MKT, Sp.S(K)

…………

6. Dr. Aldy S. Rambe, Sp.S(K)

…….………

7.Dr.PujiPintaO.Sinurat, Sp.S

……………

8.Dr.KhairulP.Surbakti, Sp.S

…………..

9.Dr.CutAria Arina, Sp.S

………….

10.Dr.Kiki M. Iqbal, Sp.S

………….

11.Dr.AlfansuriKadri, Sp.S

…………..

12.Dr.DinaListyaningrum, Sp.S, MSi,Med

................

13. Dr. Aida Fitri, Sp. S

.………….

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai
Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik

TESIS

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya
yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu
perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat
karya atau pendapat yang pernah dituliskan atau diterbitkan oleh orang
lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan
dalam daftar pustaka.

Medan,

September 2011

ARI GUSNITA

Universitas Sumatera Utara

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala
berkah, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan tesis ini.
Tesis ini dibuat untuk memenuhi persyaratan dan merupakan
tugas akhir dalam Program Pendidikan Magister Kedokteran KlinikSpesialis di Bidang Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara / Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik
Medan.
Pada

kesempatan

ini

perkenankanlah

penulis

menyatakan

penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada :
Yang terhormat Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. DR. Dr.
H. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp.A(K), atas kesempatan dan
fasilitas

yang

diberikan

kepada

penulis

untuk

mengikuti

dan

menyelesaikan pendidikan magister kedokteran.
Yang terhormat Prof. Dr. H. Chairuddin P. Lubis, DTM&H, Sp.A(K),
(Rektor Universitas Sumatera Utara saat penulis diterima sebagai PPDS),
yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti dan
menyelesaikan pendidikan magister.
Yang terhormat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera
Utara Prof. Dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD(KGEH) dan Ketua TKP
PPDS FK USU Dr. Zainuddin Amir Sp.P(K) atas kesempatan dan fasilitas
yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan

Universitas Sumatera Utara

Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit
Saraf FK USU
Yang terhormat Ketua Departemen / SMF Ilmu Penyakit Saraf
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Dr. Rusli Dhanu,
Sp.S(K), yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan serta
bimbingan selama mengikuti program pendidikan magister ini.
Yang terhormat Ketua Program Studi Departemen Neurologi
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Dr. Yuneldi Anwar,
Sp.S(K) yang telah memberikan kesempatan serta bimbingan dan arahan
dalam menjalani pendidikan spesialisasi ini.
Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis
sampaikan kepada Dr. Cut Aria Arina,Sp.S dan Dr. Yuneldi Anwar,
Sp.S(K), selaku pembimbing yang dengan sepenuh hati telah mendorong,
membimbing

dan

mengarahkan

penulis

mulai

dari

perencanaan,

pembuatan dan penyelesaian tesis ini.
Kepada yang penulis hormati, guru besar, Prof. DR. Dr. Hasan
Sjahrir, Sp.S(K) dan Prof.Dr. Darulkutni Nasution,SpS(K) dan guru- guru
penulis,
Dr. Darlan Djali Chan, Sp.S, Dr. Kiking Ritarwan, MKT, Sp.S(K), Dr. Aldy
S. Rambe, Sp.S(K), Dr. Irsan NHN. Lubis, Sp.S, Dr. Puji Pinta O. Sinurat,
Sp.S, Dr. Khairul P. Surbakti, Sp.S., Dr. S. Irwansyah, Sp.S, Dr. Kiki M.
Iqbal, Sp.S,

Dr. Alfansuri Kadri, Sp.S, Dr. Dina Listyaningrum, SpS,

Msi.Med, Dr. Aida Fitri, Sp.S, Dr. Iskandar Nst Sp.S dan lain-lain yang
tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, baik di Departemen Neurologi

Universitas Sumatera Utara

maupun Departemen / SMF lainnya di lingkungan FK – USU / RSUP. H.
Adam Malik Medan, terima kasih yang setulus-tulusnya penulis sampaikan
atas segala bimbingan dan didikan yang telah penulis terima.
Ucapan terima kasih penulis kepada Bapak Amran Sitorus,
Sukirman Ariwibowo dan Syafrizal serta seluruh perawat dan pegawai
yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu
Kepada Drs. Abdul Jalil A. A, M.Kes, selaku pembimbing statistik
yang telah banyak membimbing, membantu dan meluangkan waktunya
dalam pembuatan tesis ini, penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya.
Direktur RSUP. H. Adam Malik Medan beserta jajarannya yang
telah memberikan kesempatan, fasilitas dan suasana kerja yang baik
sehingga penulis dapat mengikuti pendidikan magister ini sampai selesai.
Rekan-rekan sejawat PPDS Departemen Neurologi FK USU/RSUP.
H. Adam Malik Medan, yang banyak memberi masukan berharga kepada
penulis dan selalu memberikan dorongan-dorongan yang membangkitkan
semangat kepada penulis dalam menyelesaikan pendidikan magister ini.
Semua pasien stroke iskemik yang telah bersedia berpartisipasi
dalam penelitian ini, penulis haturkan terima kasih yang mendalam.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus penulis ucapkan
kepada kedua orang tua yang sangat penulis hormati dan sayangi, Drs.
Sartoni AB dan Amrina yang telah membesarkan penulis dengan penuh
kasih sayang, dan senantiasa memberi dukungan moril dan materi,
bimbingan dan nasehat serta doa yang tulus agar penulis tetap sabar dan

Universitas Sumatera Utara

tegar dalam mengikuti pendidikan ini sampai selesai. Ucapan terima kasih
juga kepada Bapak dan Ibu mertua penulis, (Alm) Sutomo dan Hj. Siti
Hadjar, yang selalu memberikan dorongan, semangat dan nasehat serta
doa yang tulus agar tetap sabar dan tegar dalam mengikuti pendidikan
sampai selesai.
Teristimewa kepada suamiku tercinta Dr. Eko Waskito Wibowo,
yang selalu dengan sabar dan penuh pengertian, mendampingi dengan
penuh cinta dan kasih sayang yang tulus dalam suka dan duka, juga
kepada kedua saudara kandung saya, Ira Maisita, S.Kom dan Yulia
Lestari, AmKeb, yang banyak memberikan semangat dan doa kepada
penulis selama menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik
Spesialis Ilmu Penyakit Saraf
Tersangat istimewa kepada kedua anakku tersayang Aqila Lutfiyah
Waskito dan Mhd. Rafif Aditya Waskito yang telah menjadi motivasi dan
inspirasi dalam penyelesaian tesis ini dan mendampingi penulis dengan
penuh cinta dan kasih sayang dalam suka dan duka selama penulis
menjalani

Program

Pendidikan

Magister

Kedokteran

Klinik

dan

menyelesaikan tesis ini.
Kepada seluruh keluarga, rekan dan sahabat yang tidak mungkin
penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu sekecil apapun,
penulis haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, Semoga Allah SWT
membalas semua jasa dan budi baik mereka yang telah membantu
penulis tanpa pamrih dalam mewujudkan cita-cita penulis.

Universitas Sumatera Utara

Akhirnya penulis mengharapkan semoga penelitian dan tulisan ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amin.

Medan, September 2011

Dr. Ari Gusnita

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Latar Belakang : Stroke iskemik masih menjadi masalah kesehatan
utama dan penyebab utama mortalitas dan disabilitas. Studi eksperimental
menunjukkan bahwa kadar troponin T menjadi indikator kerusakan otot
jantung pasien stroke iskemik sedangkan kadar magnesium berhubungan
dengan stroke iskemik melalui perkembangan aterosklerosis
Tujuan : Untuk mengetahui peranan troponin T dan magnesium sebagai
faktor prognostik stroke iskemik.
Metodologi : Studi observasional dengan rancangan potong lintang
dilakukan pada penderita stroke iskemik akut di RS Adam Malik pada
Januari 2011 hingga April 2011. Diagnosis stroke iskemik akut ditegakkan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan neurologis dan CT scan kepala.
Kadar troponin T dan magnesium serum diukur dalam 24 jam setelah
dirawat. Outcome stroke diukur dengan menggunakan NIHSS, MRS dan
BI pada hari ke-empatbelas.
Hasil : Pada penelitian ini, terdapat 26 pasien dengan 17 lelaki dan 9
perempuan. Tidak dijumpai perbedaan bermakna pada kadar troponin T
dan magnesium berdasarkan usia dan jenis kelamin. Terdapat hubungan
bermakna antara kadar troponin T (r= 0,399, p=0,044) dan magnesium
(r=0,455, p=0,02) terhadap skor NIHSS. Uji regresi menunjukkan bahwa
dijumpai pengaruh signifikan antara kadar troponin T dan magnesium
terhadap skor NIHSS.
Kesimpulan : Kadar serum troponin T dan magnesium tidak memiliki
peranan secara bersama-sama sebagai faktor prognostik stroke iskemik.
Kadar troponin T dan magnesium serum yang tinggi merupakan prediktor
independen outcome yang buruk pada stroke iskemik
Kata kunci : Stroke iskemik akut, troponin T, magnesium, faktor
prognostik, NIHSS, MRS, BI

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Background : Ischemic stroke remains a major healthcare problem and a
leading cause of mortality and disability. Eksperimental studies showed
that the level of troponin T becomes an indicator for cardiac muscle
damages in ischemic stroke patients. And the level of magnesium was
related to the ischemic stroke by atherosclerosis progression.
Objective : To investigate the role of troponin T and magnesium as
prognostic factors in ischemic stroke.
Methods : An observational cross sectional study was done to acute
ischemic stroke patients in Adam Malik General Hospital from January
2011 to April 2011. The diagnose of acute ischemic stroke was
established based on history, neurological examination and head CT scan.
Serum troponin T and magnesium were measured within 24 hours after
admission. The stroke outcome was measured by using NIHSS, MRS and
BI on the fourteenth day.
Results : In this study, there were 26 patients , consisted of 17 men and 9
women. There was no significant difference of troponin T and magnesium
levels based on age and gender. There was a significant correlation
between troponin T (r=0.399, p=0.44) and magnesium levels (r=0.455,
p=0.02) on the NIHSS score. According to the regression test, troponin T
and magnesium levels have a significant role to NIHSS score.
Conclusions : Troponin T and magnesium serum levels have no any role
together as prognostic factors in ischemic stroke. The increase of troponin
T dan magnesium serum level are independent predictors to outcome of
ischemic stroke
Keywords : acute ischemic stroke, troponin T, magnesium, prognostic
factors, NIHSS, MRS, BI

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Pengesahan Tesis.....................................................................ii
Ucapan Terima Kasih……………………………………………………. v
Abstrak.................................................................................................ix
Daftar Isi................................................................................................xi
Daftar Singkatan…………………………………………………………. xiv
Daftar Lambang………………………………………………………… xvi
Daftar Gambar…………………………………………………………… xvii
Daftar Tabel..........................................................................................vii
Lampiran........................................................................................... xix
BAB

I.
I.1.
I.2.
I.3.
I.3.1.
I.3.2.
I.4.
I.5.

PENDAHULUAN
Latar Belakang …………………………………………. .1
Perumusan Masalah…………………………………… . 10
Tujuan Penelitian………………………………………… 10
Tujuan Umum …………………………………………….. 10
Tujuan Khusus……………………………………………. 10
Hipotesis…………………………………………………… 11
Manfaat Penelitian.......................................................... 11

BAB

II.
TINJAUAN PUSTAKA
II.1. STROKEISKEMIK .................................................... 12
II.1.1. Defenisi......................................................................... 12
II.1.2. Epidemiologi................................................................. 12
II.1.3 Faktor resiko.................................................................. 13
II.1.4. Klasifikasi...................................................................... 15
II.1.5 Patofisiologi................................................................... 18
II.2
TROPONIN T................................................................. 19
II.2.1. PelepasanTroponin T................................................... 23
II.3. MAGNESIUM.............................................................. 30
II.3.1. Metabolisme Mg........................................................... .33
II.4. OUTCOME STROKE………………………………. ….. 34
II.5. KERANGKA TEORI.................................................. 37
II.6. KERANGKA KONSEP............................................
38
BAB III.
METODE PENELITIAN
III.1. TEMPAT DAN WAKTU.........................................
39
III.2. SUBJEK PENELITIAN ...........................................
39
III.2.1. Populasi Sasaran...............................................
39
III.2.2. Populasi Terjangkau.........................................................
III.2.3. Besar Sampel.....................................................
39
III.2.4. Kriteria Inklusi ............................................................. 40
III.2.5. Kriteria Eksklusi .......................................................... 40
III.3. BATASAN OPERASIONAL ......................................... 42
III.4. RANCANGAN PENELITIAN..................................
42
III.5. PELAKSANAAN PENELITIAN .................................... 42

Universitas Sumatera Utara

III.5.1. Instrumen.................................................................. 42
III.5.1.1. Pemeriksaan kadar troponin t................................... 43
III.5.1.2. Pemeriksaan kadar magnesium............................... 43
III.5.1.3. Pemeriksaan CT Scan……………………………..
43
III.5.1.4. Pengukuran Outcome……………………………… 43
III.5.2. Pengambilan Sampel................................................... 43
III.5.3. Kerangka Operasional ................................................. 44
III.5.4. Variabel yang Diamati.................................................. 45
III.5.5. Analisa Statistik............................................................ 45
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
IV.1.
HASIL PENELITIAN
IV.1.1. Karakteristik Subjek Penelitian...................................46
IV.1.2. Rerata Nilai Kadar Troponin T dan Mg Serum......... 47
IV.1.3 Distribusi Rerata Nilai Kadar Troponin T Serum
Berdasarkan Variabel.................................................48
IV.1.4 Distribusi Rerata Nilai Kadar Mg Serum
Berdasarkan Variabel...................................................50
IV.1.5 Distribusi Rerata Nilai NIHSS, MRS dan BI
Berdasarkan Variabel
IV.1.5.1.Distribusi Rerata Nilai NIHSS
Berdasarkan Variabel ...............................................53
IV.1.5.2. Distribusi Rerata Nilai mRS Berdasarkan Variabel.....55
IV.1.5.3. DistribusiRerata Nilai BI Berdasarkan Variabel..........57
IV.1.6 Hubungan Kadar Troponin T dan Magnesium Terhadap
Nilai NIHSS, mRS dan
BI..........................................................
60
IV.1.7 Peranan Kadar Troponin T dan Mg Terhadap Nilai NIHSS
60
IV.1.8 Peranan Kadar Troponin T dan Mg Terhadap Nilai mRS
63
IV.1.9 Peranan Kadar Troponin T dan Mg Terhadap Nilai BI
IV.2.
PEMBAHASAN
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
V.1. Kesimpulan.....................................................................70
V.2. Saran..............................................................................71
Daftar Pustaka.................................................................................... 72

Universitas Sumatera Utara

Lampiran……………………………………………………………………78
1. Lembar Penjelasan Kepada pasien
2. Surat Persetujuan Ikut Dalam Penelitian
3. Lembar Pengumpulan Data Penelitian
4. National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS)
5. Modified Rankin Scale (mRS)
6. Barthel Index (BI)
7. Surat Komite Etik Penelitian Bidang Kesehatan
8. Data pasien penelitian
9. Riwayat Hidup Peneliti

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR SINGKATAN
ACS
ADL
APTS
ASNA
ATP
BI
CAD
CI
CK-MB
CT
EKG
IMA
LACI
LDL
M-FIM
MRI
MRS
NIHSS
OR
PACI
POCI
SD
TOAST
WHO

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Acute Coronary Syndrome
Activities of Daily Living
Angina Pektoris Tidak Stabil
Asean Neurologic Association
Adenosine Triposphate
Barthel Index
Coronary Artery Disease
Coeficient Interval
Creatine Kinase-MB
Computed Tomography
Elektrokardiografi
Infark Miokard Acute
Lacunar Infark
Low Density Lipoprotein
Motor component of Functional Independence Measure
Magnetic Resonance Imaging
Modified Rankin Scale
National Institute Of Health Stroke Scale
Odds Ratio
Partial Anterior Circulation Infarction
Posterior Circulation Infarction
Standard Deviation
Trial of Org in Acute Stroke Treatment
World Health Organization

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMBANG
mEq
mg
ng
L
mm
n
p
r
α
β
O2


%

: Milieqivalen
: Miligram
: Nanogram
: Liter
: Milimeter
: Besar sampel
: Tingkat kemaknaan
: Koefisien korelasi
: alfa
: beta
: Oksigen
: Nilai baku normal berdasarkan nilai α (0,01) yang telah ditentukan
 1,96
: Nilai baku berdasarkan nilai β (0,15) yang ditentukan oleh peneliti
 1,036
: Persen

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1
Gambar 2.
Gambar 3.

Gambar 4.
Gambar 5.
Gambar 6.
Gambar 7.
Gambar 8
Gambar 9
Gambar 10
Gambar 11
Gambar 12

Kompleks Troponin
Kompleks Troponin T-I-C Dilepas Dari Kerusakan
Miosit Dalam Bentuk Molekul yang Bervariasi
Skema Visualisasi Mekanisme yang Menyebabkan
Peningkatan Kadar Troponin Jantung

Pelepasan Troponin Jantung Pada Kematian Otot
Jantung
Progresi patologis menuju aterosklerosis
Distribusi Magnesium dalam tubuh
Grafik linear peran kadar troponin T terhadap
skor NIHSS
Grafik linear peran kadar magnesium terhadap
skor NIHSS
Grafik linear peran kadar troponin T terhadap
skor MRS
Grafik linear peran kadar magnesium terhadap
skor MRS
Grafik linear peran kadar troponin t terhadap
skor BI
Grafik linear peran kadar magnesium terhadap skor BI

Halaman
20
22
24

27
30
34
62
62
64
64
66
66

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Hal
32

Tabel 1

Fungsi Fisiologis Magnesesium

Tabel 2

Karakteristik Subjek Penelitian

47

Tabel 3

Distribusi rerata nilai kadar Troponin T berdasarkan variabel

50

Tabel 4

Distribusi rerata nilai kadar magnesium berdasarkan variabel

52

Tabel 5

Distribusi rerata nilai NIHSS berdasarkan variabel

55

Tabel 6

Distribusi rerata nilai mRS berdasarkan variabel

57

Tabel 7

Distribusi rerata nilai BI berdasarkan variabel

59

Tabel 8

Hubungan antara kadar troponin T dan Magnesium terhadap
nilai NIHSS, MRS dan BI

60

Tabel 9

Uji regresi linear untuk menentukan peranan variabel
prediktor terhadap skor NIHSS

61

Tabel 10

Uji regresi linear untuk menentukan peranan variabel
prediktor terhadap skor MRS

63

Tabel 11

Uji regresi linear untuk menentukan peranan variabel
prediktor terhadap skor BI

65

.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1.
Lampiran 2.
Lampiran 3.
Lampiran 4.
Lampiran 5.
Lampiran 6.
Lampiran 7.

Lembar Penjelasan Kepada Penderita/Keluarga
Persetujuan Setelah Penjelasan
Lembar Pengumpul Data
National Institute of Health Stroke Scale
Barthel Index
Modified Rankin Scale
Surat Komite Etik Penelitian Bidang Kesehatan
FK-USU
Lampiran 8. Data Dasar Penelitian
Lampiran 9. Riwayat Hidup Peneliti

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Latar Belakang : Stroke iskemik masih menjadi masalah kesehatan
utama dan penyebab utama mortalitas dan disabilitas. Studi eksperimental
menunjukkan bahwa kadar troponin T menjadi indikator kerusakan otot
jantung pasien stroke iskemik sedangkan kadar magnesium berhubungan
dengan stroke iskemik melalui perkembangan aterosklerosis
Tujuan : Untuk mengetahui peranan troponin T dan magnesium sebagai
faktor prognostik stroke iskemik.
Metodologi : Studi observasional dengan rancangan potong lintang
dilakukan pada penderita stroke iskemik akut di RS Adam Malik pada
Januari 2011 hingga April 2011. Diagnosis stroke iskemik akut ditegakkan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan neurologis dan CT scan kepala.
Kadar troponin T dan magnesium serum diukur dalam 24 jam setelah
dirawat. Outcome stroke diukur dengan menggunakan NIHSS, MRS dan
BI pada hari ke-empatbelas.
Hasil : Pada penelitian ini, terdapat 26 pasien dengan 17 lelaki dan 9
perempuan. Tidak dijumpai perbedaan bermakna pada kadar troponin T
dan magnesium berdasarkan usia dan jenis kelamin. Terdapat hubungan
bermakna antara kadar troponin T (r= 0,399, p=0,044) dan magnesium
(r=0,455, p=0,02) terhadap skor NIHSS. Uji regresi menunjukkan bahwa
dijumpai pengaruh signifikan antara kadar troponin T dan magnesium
terhadap skor NIHSS.
Kesimpulan : Kadar serum troponin T dan magnesium tidak memiliki
peranan secara bersama-sama sebagai faktor prognostik stroke iskemik.
Kadar troponin T dan magnesium serum yang tinggi merupakan prediktor
independen outcome yang buruk pada stroke iskemik
Kata kunci : Stroke iskemik akut, troponin T, magnesium, faktor
prognostik, NIHSS, MRS, BI

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Background : Ischemic stroke remains a major healthcare problem and a
leading cause of mortality and disability. Eksperimental studies showed
that the level of troponin T becomes an indicator for cardiac muscle
damages in ischemic stroke patients. And the level of magnesium was
related to the ischemic stroke by atherosclerosis progression.
Objective : To investigate the role of troponin T and magnesium as
prognostic factors in ischemic stroke.
Methods : An observational cross sectional study was done to acute
ischemic stroke patients in Adam Malik General Hospital from January
2011 to April 2011. The diagnose of acute ischemic stroke was
established based on history, neurological examination and head CT scan.
Serum troponin T and magnesium were measured within 24 hours after
admission. The stroke outcome was measured by using NIHSS, MRS and
BI on the fourteenth day.
Results : In this study, there were 26 patients , consisted of 17 men and 9
women. There was no significant difference of troponin T and magnesium
levels based on age and gender. There was a significant correlation
between troponin T (r=0.399, p=0.44) and magnesium levels (r=0.455,
p=0.02) on the NIHSS score. According to the regression test, troponin T
and magnesium levels have a significant role to NIHSS score.
Conclusions : Troponin T and magnesium serum levels have no any role
together as prognostic factors in ischemic stroke. The increase of troponin
T dan magnesium serum level are independent predictors to outcome of
ischemic stroke
Keywords : acute ischemic stroke, troponin T, magnesium, prognostic
factors, NIHSS, MRS, BI

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
I.1.

Latar Belakang
Stroke masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang utama

dan merupakan penyebab kematian yang ketiga terbanyak di negaranegara maju, setelah penyakit kardiovaskular dan kanker. Setiap
tahunnya, lebih kurang 795.000 orang mengalami serangan stroke, baik
yang pertama, maupun serangan berulang. Diperkirakan 610.000
merupakan serangan pertama dan 185.000 adalah serangan berulang.
(Goldstein, dkk 2006; Hacke dkk, 2003; Lloyd-Jones dkk, 2009).
Di Indonesia menurut survey kesehatan rumah tangga (SKRT)
tahun 1995, stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan
kecacatan yang utama yang harus ditangani dengan segera, tepat dan
cermat (Kelompok Studi Serebrovaskuler dan Neurogeriatri Perdossi,
1999).
Penelitian berskala cukup besar dilakukan oleh survey ASNA
(Asean Neurologic Association) di 28 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Penelitian ini dilakukan pada penderita stroke akut yang dirawat di rumah
sakit, dan dilakukan survey mengenai faktor-faktor risiko, lama perawatan
dan mortalitas serta morbiditasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penderita laki-laki lebih banyak dari perempuan dan profil usia di bawah

Universitas Sumatera Utara

45 tahun cukup banyak yaitu 11,8%, usia 45-64 tahun berjumlah 54,7%
dan di atas usia 65 tahun 33,5%. (Misbach, 2007).
Kwon dkk melakukan penilaian disabilitas pada pasien paska stroke
dengan menilai Barthel Index (BI), motor component of Functional
Independence Measure (M-FIM) dan Modified Rankin Scale (MRS).
Mereka mendapatkan hubungan yang sangat erat antara BI, M-FIM dan
MRS dalam menilai disabilitas pasien stroke secara global (Kwon dkk,
2004).
Variabilitas outcome pasien stroke yang sangat besar memicu
berbagai penelitian yang berupaya mengidentifikasi faktor-faktor prediktor
outcome. Sejumlah prediktor untuk outcome fungsional yang telah diteliti
pada berbagai studi sebelumnya mencakup usia, skor NIHSS (National
Institute Of Health Stroke Scale) awal, tipe stroke, riwayat stroke,
diabetes, disabilitas sebelumnya, penyakit jantung, demensia, status
sosioekonomik, penanda keparahan stroke, demam, undernutrition,
hiperglikemia, tempat rawatan (stroke unit vs ruangan biasa), dan variabel
imejing. (Johnston dkk, 2000; Appelros dkk, 2003; Ng dkk, 2007; Johnston
dkk, 2002; Uchino dkk, 2001; Paul dkk, 2005; Greer dkk, 2008; Davis dkk,
2004; Yong dkk, 2008; Glader dkk, 2001; Rudd dkk, 2005).
Troponin T merupakan penanda nekrosis miokard yang memiliki
sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi yang digunakan dalam diagnosis
infark miokard akut dan resiko terjadinya sindrom koroner akut, dimana
peningkatan troponin T juga terdapat pada beberapa pasien stroke. (Kerr
dkk, 2009).

Universitas Sumatera Utara

Dari studi Kerr dkk ( 2009), diukur kadar troponin T pada seluruh
pasien, dari semuanya didapat 18,1% pasien stroke terdapat troponin T
dalam serum . Pada pasien stroke dengan terdapat adanya troponin T
dalam serum memiliki gambaran iskemik miokard pada EKG. Pasien
stroke akut dengan peningkatan

kadar

troponin

T

memiliki resiko

kematian lebih tinggi dibanding yang tidak. Peningkatan kadar troponin
pada stroke akut sering terjadi, sekitar 1 dari 5 pasien. Peningkatan kadar
troponin kecendrungan memiliki gambran EKG yang diduga iskemik
miokard, dimana terdapat banyak penyebab yang mungkin dari kerusakan
miokard dan peninggian kadar troponin setelah stroke, beberapa pasien
dapat memiliki gejala sindrom koroner akut . Peningkatan kadar troponin
berhubungan dengan outcome buruk tetapi tidak jelas dikatakan sebagai
faktor prognostik. Jadi kadar troponin hanya merupakan penanda/ marker
beratnya suatu kejadian stroke. (Kerr dkk, 2009)
Pada studi Suk Song dkk (2008) ditemukan bahwa peningkatan
kadar serum troponin T pada pasien stroke iskemik berhubungan dengan
lokasi lesi dan outcome buruk. Serum troponin T meningkat 10,8% pada
pasien stroke, dan memiiki prevalensi atrial fibrilasi dan dislipidemia
dibanding dengan kadar yang normal, dan juga cenderung memiliki infark
multipel dan kardioemboli. Peningkatan serum troponin T menjadi indikasi
toleransi jantung yang rendah yang disebabkan stroke iskemik akut.
Outcome jangka pendek kurang baik dan stroke lebih berat dibanding
dengan kadar serum troponin T yang nomal. Stroke kardioemboli lebih
sering terjadi dengan peningkatan kadar troponin T.

Universitas Sumatera Utara

Dari penelitian Loria dkk disebutkan bahwa troponin merupakan
penanda/ marker yang kuat untuk suatu infark miokard dan berguna untuk
menilai resiko dan terapi yang mendekati untuk perbaikan outcome,
meskipun kadar troponin jantung spesifik untuk kerusakan otot jantung,
tetapi tidak dapat dipertimbangkan sebagai penanda kerusakan otot
jantung yang pasti. Pemeriksaan troponin jantung secara serial dapat
memperbaiki kemampuan penanda/ marker ini dalam mendeteksi infark
miokard secara signifikan. (Loria dkk 2008).
Pada studi eksperimental Ammann dkk (2004) menunjukkan bahwa
peningkatan

kadar

troponin

merupakan

predictor

mortalitas

atau

perburukan outcome klinis dari sindrom koroner akut dan miokard infark,
walaupun peningkatan kadar troponin sendiri tidak dapat membuat suatu
diagnosa klinis tetapi memberikan kontribusi pada gambaran klinis .
Troponin T merupakan penanda/marker yang memiliki spesifisitas
dan sensitivitas tinggi dari kerusakan miokard pada sindrom koroner akut.
Dalam hal ini, peningkatan konsentrasi marker- marker ini berhubungan
dengan outcome jangka pendek dan panjang pada pasien dengan angina
tidak stabil atau infark miokard. Pelepasan troponin T jantung pada
kerusakan otot miokard mungkin disebabkan perlengketan sementara dari
komponen sitosol dari integritas sarkolemal selama iskemia reversible
atau dari lanjutan dari pelepasan ketika iskemia ireversibel. (Sato dkk,
2004).
Troponin jantung merupakan penanda diagnosis yang lebih disukai
karena dapat mendeteksi mikroinfark, tetap meningkat sampai 2 minggu

Universitas Sumatera Utara

setelah onset gejala dan berguna untuk menentukan stratifikasi resiko
terjadinya sindrom koroner akut. (Samsu dkk, 2007).
Troponin T merupakan penanda biokimiawi dari kerusakan otot
jantung dengan sensitifitas dan spesifisitas tinggi, meskipun adanya
peranan troponin T pada stroke akut, berdasarkan studi observasional
dimana peningkatan konsentrasi troponin T pada pasien stroke iskemik
akut berhubungan dengan 3 kali peningkatan mortalitas. (Etgen dkk
2005).
Menurut Etgen dkk (2005), troponin T hanya meningkat 4,6% pada
pasien stroke iskemik. Nilai rerata yang tinggi 3,29 mikrogram/L, troponin
T menandakan bersamaan dengan kerusakan otot jantung atau payah
jantung berat dan dapat meningkatkan mortalitas. Berdasarkan suatu
analisis, peningkatan konsentrasi troponin T tanpa adanya bukti lesi
miokard ditemukan hanya 4,6%-7,8% dari kasus stroke iskemik akut.
Dari hasil penelitian Ohman dkk (1996), 289 dari 801 pasien terjadi
peningkatan kadar troponin T. Mortalitas dalam 30 hari meningkat secara
bermakna pada pasien dengan peningkatan kadar troponin T dibanding
dengan kadar rendah troponin T. Troponin T tetap dapat memprediksi
mortalitas pada hari ke 30.
Menurut hasil penelitian James dkk, konsentrasi troponin T
meningkat pada 17% pasien yang datang dengan stroke iskemik. Sekitar
40% pasien dengan peningkatan konsentrasi troponin T meninggal
selama dirawat dibanding dengan pasien dengan kadar troponin T normal.
Konsentrasi serum troponin T pada waktu pertama masuk RS merupakan

Universitas Sumatera Utara

prediktor yang kuat untuk mortalitas pasien yang masuk RS dengan stroke
iskemik akut. Pada studi ini menunjukkan konsentrasi serum troponin T
merupakan prediktor kematian setelah fase akut stroke iskemik .Pada
studi sebelumnya dikatakan bahwa kerusakan kardiak setelah stroke
iskemik diperantarai oleh gangguan otonom. (James dkk, 2000).
Pasien dengan kelainan intrakranial seperti stroke akut sering
ditemukan peningkatan kadar troponin sesuai dengan perubahan
gambaran iskemik pada EKG. Sebanyak 20% pasien dengan perdarahan
subarakhnoid dan 27% dengan

stroke iskemik akut mengalami

peningkatan kadar troponin. (Daubert dkk, 2010).
Pada beberapa penelitian menyebutkan bahwa kadar troponin T
dapat menjadi marker yang bernilai pada pasien dengan adanya bukti
kerusakan miokard pada stroke iskemik dan juga telah diteliti jika troponin
T dapat digunakan sebagai marker kerusakan miokard pada pasien stroke
hemoragik. Dari hasil studi Apak dkk, ditemukan bahwa peningkatan kadar
troponin T menjadi indikator kerusakan miokard pada penderita stroke.
Menurut penelitian James et al, setelah kejadian stroke iskemik dapat
diikuti dengan perubahan gambaran EKG, aritmia dan peningkatan kadar
CK-MB, dimana kadar troponin T menjadi penanda yang lebih sensitif dan
spesifik pada injuri jantung dibanding kadar CK-MB. Dari studi ini
ditemukan korelasi signifikan antara kadar troponin T dengan lesi stroke
yang ditampilkan dari CT sken. Kadar serum troponin T berkorelasi positif
dengan volume stroke (r=0,65, p50%)
stenosis atau oklusi arteri besar di otak atau cabang arteri di
korteks disebabkan oleh proses atero-sklerosis. Gambaran CT
sken otak dan MRI menunjukkan adanya infark di kortikal,
serebellum, batang otak atau subkortikal yang berdiameter lebih
dari 1,5 mm dan potensinya berasal dari aterosklerosis arteri
besar.
2. Kardioembolisme
Oklusi arteri disebabkan oleh embolus dari jantung. Sumber
embolus dari jantung terdiri dari:


Resiko Tinggi















Prostetik katub mekanik
Mitral stenosis dengan atrial fibrilasi
Fibrilasi atrial (other than lone atrial fibrillation)
Atrial kiri/ atrial appendage thrombus
Sick sinus syndrome
Miokard infark baru (< 4 minggu)
Thrombus ventrikel kiri
Kardiomiopati dilatasi
Segmen ventrikel kiri akinetik
Atrial myxoma

Universitas Sumatera Utara

c. Resiko sedang


















Prolapsus katub mitral
Kalsifikasi annulus mitral
Mitral stenosi tanpa fibrilasi atrial
Turbulensi atrial kiri
Aneurisma atrial kiri
Paten foramen ovale
Atrial flutter
Lone atrial fibrillation
Katub kardiak bioprostetik
Trombotik endokarditis nonbacterial
Gagal jantung kongestif
Segmen ventrikuler kiri hipokinetik
Miokard infark (>4minggu,