Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan).


 

PERLIND
DUNGAN H
HUKUM TE
ERHADAP NASABAH
H BANK
BERKA
AITAN DE
ENGAN ME
ENJAGA RAHASIA
R
B
BANK.
(STU
UDI KASUS
S PADA BA
ANK AGRO
O KANTOR
R CABANG
G MEDAN))

SKRIP
PSI

Diajukan Untuk
U
Melenngkapi Syarrat-syarat Untuk Mempperoleh
Geelar Sarjanaa Hukum

Oleh:
SH
HEILA ARIISTYANI
NIM: 0702
200347
DEPART
TEMEN HU
UKUM KEP
PERDATA
AAN DAGA
ANG

FA
AKULTAS HUKUM
H
UNIVERSIITAS SUM
MATERA UT
TARA
MEDA
AN
2011

Universitas Sumatera Utara


 

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH BANK
BERKAITAN DENGAN MENJAGA RAHASIA BANK.
(STUDI KASUS PADA BANK AGRO KANTOR CABANG MEDAN)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Hukum
SHEILA ARISTYANI
NIM: 070200347
DEPARTEMEN HUKUM KEPERDATAAN DAGANG
Ketua Departemen Hukum Perdata

DR.Hasim Purba, SH, M.Hum
Nip: 196603031985081001
Pembimbing I

PembimbingII

Prof.DR.Tan Kamello,SH,MS

Puspa Melati Hasibuan,SH,M.Hum

Nip:196204211988031004

Nip:1968012819940320
FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRAKSI
Bank sebagai lembaga keuangan harus selalu menjaga kepercayaan
masyarakat sebagai nasabah dengan berbagai cara, salah satunya adalah
melindungi kerahasiaan mengenai nasabah dan simpanannya disebut dengan
Rahasia Bank, dimana dalam penerapan rahasia bank tersebut terdapat hal-hal
yang dapat merugikan nasabah. Oleh karena itu penulis mengangkat permasalahan
dalam penulisan skripsi ini, adapun permasalahan yang diangkat adalah
bagaimana Bank Agro melindungi nasabah dalam rangka menjaga keamanan
rahasia bank, dan bagaimana kah hubungan bank dengan nasabah, serta hal-hal
apa sajakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank dan pihak mana
sajakah yang dapat meminta pembukaan rahasia bank.Adapun metode penelitian
yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum yuridis
normatif dan data yang digunakan adalah data skunder , sedangkan bahan
hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan
bahan hukum tertier, sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis ,metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode
penelitian library research(penelitian kepustakaan) Pada metode ini agar dapat
memperoleh data yang lebih akurat dan dapat membantu melengkapi data dalam
penulisan skripsi ini, maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan
mengambil lokasi penelitian di Bank Agro Kantor cabang Medan.
Dari hasil penelitian penulis dapat dismpulkan bahwa, Adapun salah satu
upaya yang dilakukan oleh pihak Bank Agro dalam melindungi nasabah dalam
rangka menjaga keamanan rahasia bank adalah Bank Agro senantiasa untuk tetap
memegang teguh rahasia bank nasabahnya, tidak akan melakukan pembocoran
rahasia bank kepada pihak manapun, dan dalam pemberian rahasia bank kepada
pihak-pihak yang dikecualikan untuk dapat membuka rahasia bank, pihak Bank
Agro akan tetap melaksanakan sesuai prosedur yang sudah diatur dalam perturan
perundang-undangan yang ada mengenai rahasia bank tersebut..Hubungan bank
dengan nasabah bukan hanya merupakan hubungan kontraktual biasa saja tetapi
dalam hubungan tersebut terdapat pula kewajiban bagi bank untuk tidak membuka
rahasia dari nasabahnya kepada pihak lain mana pun kecuali jika ditentukan lain
oleh perudang-undangan yang berlaku. Menyangkut perlindungan nasabah yang
dilakukan Bank Agro terhadap nasabahya terkait dengan rahasia bank, Bank Agro
akan terus berupaya untuk memberikan perlindungan hukum terhadap nasabahnya
agar tidak ada tindakan yang dapat merugikan nasabahnya. Terdapat persoalan
yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank yaitu persoalan mengenai
perpajakan, penyelesaian piutang dengan bank, untuk kepentingan pengadilan
dalam perkara pidana, pemerikasaan dalam perkara perdata, untuk kepentingan
tukar menukar informasi bank, untuk kepentingan pihak lain yang ditunjuk oleh
nasabah. Sedangkan pihak yang termasuk pengecualian untuk dapat membuka
rahasia bank adalah Pejabat Pajak atas permintaan Menteri Keuanga, Badan
Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, Polisi, Jaksa,
Hakim, Nasabah Penyimpan yang Bersangkutan Bank lainnya serta Ahli Waris
yang Sah.

Universitas Sumatera Utara


 

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT serta puji dan
syukur Penulis panjatkan kepada junjungan kita Nabi MUHAMMAD SAW atas
Rahmat dan Karunia-Nya yang telah memberikan penulis kesempatan untuk
memperoleh pendidikan di Fakultas Hukum Sumatera Utara.
Dimana selama waktu Penulis menjalani pendidikan di Fakultas Hukum
Sumatera Utara, Penulis banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat
berharga sampai akhirnya Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini sebagai salah
satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum di
Fakultas Hukum Sumatera Utara.
Dalam penulisan Skripsi ini, Penulis mengangkat topik mengenai ”
Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Berkaitan dengan Menjaga
Rahasia Bank (Studi Kasus Pada Bank Agro Kantor Cabang Medan).”
Penulis sangat menyadari bahwa dalam penulisan Skripsi ini masih banyak
kekurangan dan tidak sepenuhnya sempurna, yang disebabkan keterbatasan oleh
Penulis dalam menjabarkan data- data yang Penulis dapatkan.
Hingga akhirnya dalam Penulis mendapatkan sangat banyak dukungan,
masukan, serta doa dari berbagai pihak yang mungkin tidak dapat Penulis
jabarkan satu-persatu. Namun dalam kesempatan ini Penulis ingin menyampaikan
rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

Universitas Sumatera Utara


 

1. Bapak Prof.DR.Runtung Sitepu, SH.M.Hum selaku dekan Fakultas
Hukum Universitas Sumatera Utara.
2.

Bapak DR.Hasim Purba, SH, M.Hum selaku Ketua Departemen Hukum
Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Prof. Dr.Tan Kamello, SH.MS selaku Dosen Wali Penulis dan
selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan mengarahkan
Penulis dalam penulisan Skripsi ini.
4. Ibu Puspa Melati Hsb,SH,M.Hum selaku Dosen Pembimbing II yang
telah banyak membantu mengarahkan dan membimbing Penulis dalam
Penulisan Sripsi ini.
5. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Harianto selaku
Kepala Bidang Operasional di Bank Agro kantor cabang Medan yang telah
membantu sebagai narasumber dalam penulisan skripsi ini.
6. Bapak Asmin Nasution, SH yang telah banyak membantu dalam
membimbing saya selama perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas
Sumatera Utara.
7. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua
orang tua Penulis yaitu H. Abdul Halim dan Hj. Fetrina Susanti Miraza,
yang selama ini telah memberikan dukungan moril dan materil kepada
Penulis selama Penulis menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum
Sumatera Utara, serta doa yang tak henti-hentinya diberikan oleh kedua
orang tua Penulis sampai akhirnya Penulis dapat menyelesaikan
pendidikan Penulis dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum.

Universitas Sumatera Utara


 

8. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada kakak berserta suaminya,
adik dari Penulis yaitu Shabrina Masvira Halim dan Muhammad Ichsan
serta Shani Anugrah Syukria Halim, terima kasih atas dukungan selama
Penulis menyelesaikan penulisan skripsi ini.
9. Penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan moril maupun
materil yang diberikan oleh Keluarga Besar H. Kamilludin Miraza serta
doa yang dibeikan oleh orang yang Penulis sayangi,sehingga Penulis dapat
menyelesaikan Penulisan Skripsi ini.
10. Penulis mengucapkam terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
sahabat-sahabat dari Penulis yang telah bersama-sama menjalani
pendidikan di Fakultas Hukum Sumatera Utara yaitu Lira Apriana Sari,
Mutia Sekar Rini, Yuke Dwihidayati, Nindya Sari Usman, semoga kita
dapat selalu menjalani pertemanan ini dan terima kasih atas bantuan serta
dukungan yang kalian berikan sehingga Penulis dapat menyelesaikan
Skripsi ini.
11. Kepada teman-teman STAMBUK 2007 Fakultas Hukum Sumatera Utara
yang telah bersama- sama menjalani pendidikan di Fakultas Hukum
Sumatera Utara, semoga dengan Gelar Sarjana Hukum ini kita dapat
menjadi orang yang sukses.

MEDAN,
MEI 2011
HORMAT PENULIS

SHEILA ARISTYANI

Universitas Sumatera Utara


 

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAKSI ....................................................................................

i

KATA PENGANTAR ......................................................................

ii

DAFTAR ISI .....................................................................................

v

BAB I

PENDAHULUAN .....................................................

1

A. Latar Belakang ....................................................

1

B. Rumusan Masalah ...............................................

7

A. . Tujuan dan Manfaat Penelitian ...........................

7

B. . Keaslian Penulisan ..............................................

8

C. Tinjauan Kepustakaan .........................................

8

D. Metode Penelitian ...............................................

12

E. Sistematika Penulisan .........................................

14

BAB II

BAB III

PENGATURAN UMUM

MENGENAI

BANK

MENURUT UU NO 10 TAHUN 1998 ....................

16

A. Pengertian Bank ..................................................

16

B. Hukum Perbankan ...............................................

21

C. Jenis-jenis Kelembagaan Perbankan ...................

30

PENGATURAN

HUKUM

MENGENAI

RAHASIA BANK.....................................................

36

A. Pengertian Rahasia Bank.....................................

36

Universitas Sumatera Utara


 

BAB IV

B. Dasar Hukum Rahasia Bank ...............................

42

C. Sanksi Pelanggaran Rahasia bank .......................

51

MEKANISME HUBUNGAN NASABAH DAN
RAHASIA BANK.....................................................

55

A. Sekilas Tentang Bank Agro ..........................

55

B. Bank Agro Melindungi Nasabah dalam
Rangka Menjaga Keamanan Rahasia Bank ..
1. Upaya

Bank

Agro

dalam

57

Menjaga

Keamanan Rahasia Bank...............................

57

2. Upaya Perlindungan Hukum Terhadap
Nasabah Oleh Bank Terkait Rahasia
Bank ..............................................................

62

C. Persoalan dan Pengecualian Serta Pihak yang

BAB V

Dapat Meminta Pembukaan Rahasia Bank ...............

69

PENUTUP..................................................................

79

A. Kesimpulan .........................................................

79

B. Saran....................................................................

80

Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRAKSI
Bank sebagai lembaga keuangan harus selalu menjaga kepercayaan
masyarakat sebagai nasabah dengan berbagai cara, salah satunya adalah
melindungi kerahasiaan mengenai nasabah dan simpanannya disebut dengan
Rahasia Bank, dimana dalam penerapan rahasia bank tersebut terdapat hal-hal
yang dapat merugikan nasabah. Oleh karena itu penulis mengangkat permasalahan
dalam penulisan skripsi ini, adapun permasalahan yang diangkat adalah
bagaimana Bank Agro melindungi nasabah dalam rangka menjaga keamanan
rahasia bank, dan bagaimana kah hubungan bank dengan nasabah, serta hal-hal
apa sajakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank dan pihak mana
sajakah yang dapat meminta pembukaan rahasia bank.Adapun metode penelitian
yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum yuridis
normatif dan data yang digunakan adalah data skunder , sedangkan bahan
hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan
bahan hukum tertier, sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis ,metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode
penelitian library research(penelitian kepustakaan) Pada metode ini agar dapat
memperoleh data yang lebih akurat dan dapat membantu melengkapi data dalam
penulisan skripsi ini, maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan
mengambil lokasi penelitian di Bank Agro Kantor cabang Medan.
Dari hasil penelitian penulis dapat dismpulkan bahwa, Adapun salah satu
upaya yang dilakukan oleh pihak Bank Agro dalam melindungi nasabah dalam
rangka menjaga keamanan rahasia bank adalah Bank Agro senantiasa untuk tetap
memegang teguh rahasia bank nasabahnya, tidak akan melakukan pembocoran
rahasia bank kepada pihak manapun, dan dalam pemberian rahasia bank kepada
pihak-pihak yang dikecualikan untuk dapat membuka rahasia bank, pihak Bank
Agro akan tetap melaksanakan sesuai prosedur yang sudah diatur dalam perturan
perundang-undangan yang ada mengenai rahasia bank tersebut..Hubungan bank
dengan nasabah bukan hanya merupakan hubungan kontraktual biasa saja tetapi
dalam hubungan tersebut terdapat pula kewajiban bagi bank untuk tidak membuka
rahasia dari nasabahnya kepada pihak lain mana pun kecuali jika ditentukan lain
oleh perudang-undangan yang berlaku. Menyangkut perlindungan nasabah yang
dilakukan Bank Agro terhadap nasabahya terkait dengan rahasia bank, Bank Agro
akan terus berupaya untuk memberikan perlindungan hukum terhadap nasabahnya
agar tidak ada tindakan yang dapat merugikan nasabahnya. Terdapat persoalan
yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank yaitu persoalan mengenai
perpajakan, penyelesaian piutang dengan bank, untuk kepentingan pengadilan
dalam perkara pidana, pemerikasaan dalam perkara perdata, untuk kepentingan
tukar menukar informasi bank, untuk kepentingan pihak lain yang ditunjuk oleh
nasabah. Sedangkan pihak yang termasuk pengecualian untuk dapat membuka
rahasia bank adalah Pejabat Pajak atas permintaan Menteri Keuanga, Badan
Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, Polisi, Jaksa,
Hakim, Nasabah Penyimpan yang Bersangkutan Bank lainnya serta Ahli Waris
yang Sah.

Universitas Sumatera Utara


 

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada masa sekarang bank merupakan barang yang sudah tidak asing lagi
bagi masyarakat yang hidup di negara-negara maju. Bank merupakan mitra dalam
rangka memenuhi kebutuhan keuangan mereka, Bank dijadikan sebagai tempat
untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti
mengamankan uang, pengiriman uang, melakukan pembayaran atau melakukan
penagihan.
Peranan perbankan pada suatu negara sangat dominan, perbankan sangat
mempengaruhi kegiatan perekonomian pada suatu negara. Oleh karena itu
kemajuan bank pada suatu negara merupakan tolak ukur dalam kemajuan negara
yang bersangkutan, semakin maju suatu negara tersebut maka semakin besar
peranan perbankan dalam mengendalikan nergara tersebut. Artinya keberadaan
dunia perbankan semakin dibutuhkan pemerintah dan masyarakatnya.
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang
kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan
kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa- jasa bank lainnya.1
Lain halnya dengan di negara-negara berkembang seperti di Indonesia,
pemahaman tentang bank di negeri ini masih kurang, sebagian masyarakat hanya
                                                            

1

 Kasmir, Dasar‐Dasar Perbankan, edisi 1, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2006, halaman 2 

Universitas Sumatera Utara

10 
 

memahami bank sebatas tempat pinjam-meminjam dan menyimpan uang belaka.
Bahkan sebagian masyarakat sama sekali belum memahami bank secara utuh,
sehingga terdapat banyak kekeliruan yang terjadi di masyarakat.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam memenuhi tujuan
pembangunan di Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur
berdasrkan Pancasila dan Udang-Undang Dasar 1945, lembaga perbankan
merupakan salah satu sarana yang mempunyai peranan yang penting. Peranan
yang sangat penting ini dikarenakan bank merupakan badan usaha yang
mempunyai fungsi menhimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkan kembali kepada masyarakat.Bank diharapkan sebagai usaha untuk
dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas
nasional yang pada akhirnya mengarah kepada peningkatan taraf hidup rakyat
banyak di Indonesia.
Oleh karena itu maka sudah sepatutnya lembaga perbankan mendapatkan
pembinaan dan pengawasan secara terus-menerus agar dapat berfungsi seacar
efisien, wajar, sehat

dan mampu melindungi dana yang dititipkan oleh

masyarakat kepadanya dengan baik serta mampu menyalurkan dana masyarakat
yang dititipkan masyarakat kepadanya itu kebidang-bidang usaha yang benarbenar produktif sesuai dengan tujuan pembangunan.
Masyarakat merupakan komponen penting dalam dunia perbankan,
masyarakat yaitu membantu bank menjaga eksistensi suatu bank tersebut. Karena
bank adalah suatu lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung mutlak pada

Universitas Sumatera Utara

11 
 

kepercayaan mutlak dari para nasabahnya yang mempercayakan dana dan jasajasa lain yang dilakukan mereka melalui bank pada khususnya dan dari
masyarakat luas pada umumnya.
Oleh karena itu dalam memberikan jaminan kepercayaan kepada nasabah
muncullahrahasia bank yang ditujukan untuk melindungi nasabah, dan
memunculkan rasa kepercayaan yang penuh dari masyarakat untuk menggunakan
layanan yang disediakan oleh bank.
Timbulnya konsep untuk perlunya merahasiakan keadaan keuangan
nasabah sehingga melahirkan ketentuan hukum mengenai kewajiban rahasia bank.
Bank sebagai lembaga keuangan yang dipercayai oleh masyarakat dihadapkan
pada kewajiban untuk tetap merahasiakan keadaan dan catatan keuangan serta
identitas dari nasabah yang bersangkutan, kewajiban ini erat hubungannya dengan
kepercayaan yang diberikan masyarakat sebagai nasabahnya kepada bank selaku
lembaga keuangan pengelola keuangan atau sumber dana masyarakat. Meskipun
seringkali kewajiaban ini bertentangan

karena dilain pihak bank juga

berkewajiban untuk mengungkapkan keadaan, dan catatan keuangan nasabahnya
dalam keadaan-keadaan tertentu.
Rahasia bank akan dapat dipegang teguh apabila ditetapkan bukan
sekedar hanya sebagai kewajiban kontraktual diantara bank dengan nasabah saja
karena bila hanya diwajibkan sebagai kewajiban kontraktual saja maka kewajiban
itu menjadi kurang kuat karena akan mudah untuk melakukan pelanggaran namun
seharusnya ada ketentuan yang mengikat dan memiliki sanksi yang tegas apabila

Universitas Sumatera Utara

12 
 

ketentuan ini dilanggar. Dengan dasar pemikiran tersebut maka terdapat ketentuan
yang melandasi mengenai rahasia bank yaitu pada Undang-Undang No 7 Tahun
1992 sebagaiamana telah dirubah menjadi Undang-Undang No 10 Tahun 1998
tentang perbankan.
Hubungan bank dengan nasabah diatur menjadi hubungan yang tidak
hanya kontraktual saja, akan tetapi menjadi hubungan yang mengatur mengenai
kewajiban bank yang tidak dapat membuka rahasia bank dari nasabahnya kepada
pihak lain manapun kecuali jika ditentukan lain oleh perundang-undangan yang
berlaku.
Hal inilah yang dinamakan rahasia bank, dengan demikian istilah rahasia
bank mengacu kepada rahasia dalam hubungan antara bank dengan nasabah,
sedangkan rahasia- rahasia lain yang bukan merupakan rahasia anatara bank
dengan nasabah walupun bersifat rahasia tetapi tidak tergolong rahasia bank
menurut undang-undang perbankan.2
Menurut Pasal 1 angka 16 Undang-Undang No 7 Tahun 1992 yang
menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman
dunia perbankan wajib dirahasiakan, sedangkan menurut Pasal 1 angka 28
menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan keterangn mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.3
                                                            

 Munir fuady,Hukum Perbankan Modern(berdasarkan UU No 10 tahun 1998),buku kesatu,Citra 
Aditya Bakti, Bandung, 1999,halaman 89 
3
 ibid 
2

Universitas Sumatera Utara

13 
 

Jadi dapat dilihat pada Undang-Undang No 7 Tahun 1992 menganut
ruang lingkup terhadap rahasia bank yang luas, bukan hanya keterangan dan
keadaan keuangan nasabah penyimpan dan simpanannya, melainkan juga
keterangan dan keadaan keuangan nasabah debitur atau pinjamannya. Sedangkan
Undang-Undang No 10 Tahun 1998 membatasi mengenai ruang lingkup rahasia
bank menjadi hanya keterangan dan keadaan keuangan nasabah penyimpan dan
simpanannya.
Namun dalam rahasia bank tersebut masih banyak masyarakat yang belum
memahaminya mengenai pengertiannya sampai dengan pelaksanaannya ataupun
penerapannya secara jelas sehingga masih banyak kekeliruan yang timbul di
masyarakat padahal seharusnya konsep ini merupakan konsep yang dapat
melindungi masyarakat sebagai nasabah pada bank.
Dalam prakteknya masih ada kekeliruan tentang pihak mana sajakah yang
dapat membuka identitas nasabahnya dengan mengunakan rahasia bank ini, serta
persoalan yang bagaimanakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank
tersebut.
Perlu

dibedakan antara pembukaan rahasia bank dengan pembocoran

rahasia bank yang dapat berakibat merugikan nasabah sebagai pemilik identitas
termasuk tentang transaksi keuangan yang mereka lakukan di bank sebagai
lembaga keuangan yang mereka percayakan.
Bank sebagai lembaga keuangan yang dipercaya masyarakat dihadapkan
kepada dua kewajiban yang saling bertentangan dan sering sekali tidak dapat

Universitas Sumatera Utara

14 
 

dirundingkan. Di satu pihak bank memiliki kewajiban untuk merahasiakan
keadaan dan catatan keuangan nasabahnya yang disebut juga teori rahasia mutlak.
Kewajiban ini timbul dan erat kaitannya dengan kepercayaan yang diberikan
masyarakat atau para nasabahnya kepada bank selaku lembaga keuangan yang
mengelola keuangan atau sumber dana masyarakat.
Kewajiban menjaga rahasia ini sering timbul atas dasar kepercayaan,
dilain pihak juga berkewajiban untuk mengungkapkan keadaan keuangan
nasabahnya dalam keadaan tertentu yang disebut juga teori rahasia bank
nisbi,inilah yang menjadi konflik yang dihadapi bank.
Namun demikian hal tersebut dapat diatasi dengan keterlibatan Menteri
Keuangan yang memberikan izin tertulis kepada pihak-pihak yang termasuk
dalam pengecualian untuk memegang rahasia bank dan untuk permasalahan yang
tidak termasuk ruang lingkup yang haus dijaga rahasia bank tersebut.
Untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran yang timbul dari penerapan
rahasia bank tersebut dan untuk mewujudkan rasa aman bagi nasabah yang telah
mempercayai bank tersebut untuk menyimpankan dana nya kepada bank maka
seluruh kegiatan yang bersangkutan dengan rahasia bank tersebut harus mendapat
pengawasan dari semua aparat penegak hukum.
Berdasarkan masih terdapat masalah-masalah pelaksanaan rahasia bank
dalam prakteknya maka penulis mengangkat judul skripsi PERLINDUNGAN
HUKUM

TERHADAP

NASABAH

BANK

BERKAITAN

DENGAN

Universitas Sumatera Utara

15 
 

MENJAGA RAHASIA BANK(STUDI KASUS PADA BANK AGRO KANTOR
CABANG MEDAN)
B.Perumusan Masalah
Adapun permasalahan-permasalahan yang penulis angkat dalam skripsi ini adalah
sebagai berikut:
A. Bagaimanakah

upaya Bank Agro

melindungi nasabah dalam rangka

menjaga keamanan rahasia bank dan bagaimana hubungan nasabah dengan
bank.
B. Hal- hal apa sajakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank dan
pihak mana saja yang dapat meminta dibukanya rahasia bank tersebut.
C.Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah:
Untuk mengetahui bagaimana bank melindungi nasabah dalam rangka
menjaga keamanan rahasia bank,serta untuk menggambarkan bagaimana
hubungan bank dengan nasabah nya.
Untuk mengetahui persoalan apa saja yang dapat diminta dibukanya
rahasia dan pihak mana saja yang dapat meminta dibukanya rahasia bank.
Adapun manfaat penulisan ini adalah :
1. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai:
a. Bahan kajian bagi akademis untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan
khususnya hukum perbankan.
b. Sebagai suatu bentuk penambahan literature tentang perbankan terutama
perlindungan nasabah dalam rahasia bank.

Universitas Sumatera Utara

16 
 

2. Secara praktis, hasil penelitian dapat digunakan:
a. Sebagai suatu bentuk sumbangan pemikiran dan masukan para pihak
yang berkepentingan terutama masyarakat luas tentang penjaminan
keamanan rahasia bank oleh bank.
b. Sebagai pedoman dan masukan bagi pemerintah dan praktisi hukum
dalam menentukan kebijakan dan langkah-langkah untuk memutuskan
dan menyelesaikan perkara yang dihadapi.
D.Keaslian Penulisan
Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Dalam Rangka menjaga Rahasia
Bank merupakan judul dari penulisan skripsi ini, sepanjang yang penulis ketahui
dan telah melakukan Inventarisasi judul skripsi di perpustakaan Hukum USU,
maka sripsi yang berjudul: Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Dalam
Menjaga Rahasia Bank, sudah pernah diangkat yaitu antara lain oleh beberapa
mahasiswa di fakultas Hukum USU namun terdapat perbedaan dari penulisan
skripsi yang penulis buat yaitu penulisan skripsi ini dibantu dengan pemikiran dari
penulis, mengumpulkan buku –buku, artikel-artikel, dan melakukan studi
dokumen pada instansi Bank terkait, dengan demikan penulis yakin bahwa skripsi
ini adalah asli dari penulis.
E.Tinjauan Kepustakaan
Pada saat ini istilah bank dimaksudkan sebagai suatu jenis lembaga
keuangan yang melaksanakan jasa-jasa keuangan yang cukup beragam seperti
pinjaman, memberi pinjaman, mengedarkan mata uang, mengadakan pengawasan

Universitas Sumatera Utara

17 
 

terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan untuk benda-benda
berharga.
Pengertian bank telah diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka 2 UndangUndang No 7 Tahun 1992 sebagaimana telah dirubah menjadi Undang-Undang
No 10 tahun 1998 tentang perbankan, yaitu ”Bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam
rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.”4
Berikut ini beberapa pendapat mengenai pengertian bank:
a. Menurut Mac Leod: ”Bank is a shop for the sale of credit”( bank adalah
suatu perusahaan kredit)
b. G. M Verrijni Stuart: ”Bank ialah suatu badan yang bertujuan untuk
memuaskan kebutuhan-kebutuhan akan kredit, baik dengan uang yang
diperolehnya dari orang lain untuk maksud itu, maupun dengan jalan
memperedarkan alat-alat pertukaran baru berupa uang giral.5
Di Indonesia dikenal dengan adanya ketentuan rahasia bank yang diatur
dalam ketentuan Undang-Undang No 7 Tahun 1992 sebagaimana telah dirubah
menjadi Undang-Undang No 10 Tahun 1998, menurut Pasal 1 angka 16 UndangUndang No 7 Tahun 1992 yang menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala
sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank
                                                            

 Pasal 1 angka 2 Undang‐Undang No 7 Tahun 1992 sebagaimana telah dirubah menjadi Undang‐
Undang No 10 Tahun 1998 
5
 C.S.T Kansil, Pokok‐Pokok Pengetahuan Hukum Dagang Indonesia( buku kedua perbankan dan 
permodalan di Indonesia), Sinar Grafika, Jakarta, 1996, halaman 5 

4

Universitas Sumatera Utara

18 
 

yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan, sedangkan menurut
Pasal 1 angka 28 menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan keterangn mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.6
Sedangkan yang dimaksud dengan rahasia bank menurut beberapa sarjana yaitu:
A. Menurut Kasmir
Dikarenakan kegiatan dunia perbankan mengelola uang masyarakat,
maka bank wajib pula menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat. Bank
wajib menjamin keamanan uang tersebut agar benar-benar aman. Agar keamanan
uang nasabahnya terjamin, pihak perbankan dilarang untuk memberikan
keterangan yang tercatat pada bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lain
dari nasabahnya. Dengan kata lain bank harus menjaga rahasia tentang keadaan
keuangan nasabah dan apabila melanggar kerahasian ini perbankan akan
dikenakan sanksi.7
B.

Menurut Adrian Sutedi
Hubungan antara bank dengan nasabahnya ternyata tidaklah seperti

hubungan kontraktual biasa, tetapi dalam hubungan tersebut terdapat pula
kewajiban bagi bank untuk tidak membuka rahasia dari nasabahnya kepada pihak
lain mana pun kecuali jika ditentukan lain oleh perudang-undangan yang berlaku.8
Dalam kaitannya dengan masalah rahasia bank, walaupun rahasia bank
itu sudah diatur dalam perjanjian antara bank dan nasabah ataupun masalah
rahasia bank ini diatur dalam undang-undang, namun kepentingan umum tetap

                                                            

 ibid 
 Kasmir, Dasar‐Dasar Perbankan, edisi 1, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2006, halaman 57 
8
 Adrian Sutedi, hukum Perbankan Suatu Tinjauan Pencucian Uang Merger Likuidasi dan 
Kepailitan,cetakan ke 2, Sinar Grafika, jakarta, 2008,halaman 5 
6

7

Universitas Sumatera Utara

19 
 

harus didahulukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.9Kata kepentingan
umum ada disebutkan dalam sejumlah peraturan perundang-undangan di
Indonesia, dan beberapa diantaranya memberikan batasan pengertian tentang apa
yang dimaksudkan dengan kepentingan umum tersebut.
Salah satu masalah yang sering muncul dan mendapat keresahan
ditengah-tengah masyarakat adalah seringnya bank mengabaikan perlindungan
hukum terhadap nasabah jika berhubungan dengan bank, banyak kasus yang
menunjukkan bahwa kedudukan para nasabah bank tidak dilindungi oleh hukum
dan bahkan tidak banyak mendapat sorotan dari masyarakat.10
Salah satu cara untuk memberikan perlindungan hukum terhadap
nasabah, agar nasabah selalu mendapatkan hak nya adalah dengan melaksanakan
peraturan yang ada dibidang perbankan secara lebih ketat, khususnya peraturan
yang bertujuan melindungi nasabah sehingga dapat dijamin perlindungan
hukumnya.
Perlindungan nasabah dalam kegiatan perbankan merupakan salah satu
yang harus diprioritaskan oleh bank, karena nasabah merupakan pendukung
eksistensi dari suatu bank, bank sangat memerlukan nasabah untuk tetap menjaga
eksistensi nya sehingga bank juga harus selalu memberikan jaminan untuk
keamanan nasabah dengan demikian nasabah akan tetap mempercayai bank.

                                                            

 Yunus Husein, Rahasia Bank Privasi Versus Kepentingan Umum, Fakultas Hukum Universitas 
Indonesia, Jakarta, 2003, halaman 41 
10
 Munir Fuady, Op.Cit, halaman 101 

9

Universitas Sumatera Utara

20 
 

F.Metode Penelitian
Untuk mencari dan menemukan suatu kebenaran ilmiah dan untuk
mendapatkan hasil yang optimal dalam melengkapi bahan-bahan bagi penulisan
skripsi ini maka penulis menggolongkan metode penelitian ini kedalam metode
penelitian hukum yuridis normatif, yaitu mengacu kepada norma- norma hukum
yang terdapat dalam peraturan perUndang-Undangan dan putusan putusan
pengadilan serta norma-norma yang ada dalam masyarakat.11
Data yang digunakan adalah data skunder yaitu data yang tidak diperoleh
dari sumber pertama dapat diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku,
hasil penelitian,laporan, surat kabar, makalah.12Sedangkan bahan hukum yang
digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum
tertier.
Bahan hukum primer yaitu landasan utama yang dipakai dalam rangka
penelitian ini adalah norma atau kaidah dasar yaitu Pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Peraturan dasar, Batang Tubuh UndangUndang

Dasar

Negara

Republik

Indonesia

1945,

Ketetapan

Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Peraturan PerUndang-Undangan,Undang-Undang dan
peraturan yang setaraf, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri dan peraturan
yang setaraf, Peraturan Daerah, bahan- bahan hukum yang bdelum terkodifikasi,

                                                            

 Zainudin Ali, Metode Penelitian Hukum,Jakarta,sinar Grafika,2009, hal 105 
 Mahmul Siregar, Data dalam Penelitian Ilmiah dikutip dari Bahan Ajar Metode Penelitian 
Hukum, medan , 2010 

11
12

Universitas Sumatera Utara

21 
 

yurisprudensi, traktat, dan bahan hukum peninggalan Belanda yang masih
berlaku.
Bahan hukum skunder, yaitu bahan hukum yang memberikan penjelasan
terhadap bahan hukum primer,seperti rancangan Undang-Undang, Kitab Hukum
Perdata, Kitab Hukum Pidana dan Kitab Hukum Dagang.

yang mempunyai

relevansi dengan materi yang dibahas dalam skripsi ini.
Bahan hukum tertier yakni bahan hukum yang dapat memberikan petunjuk
atau penjelasan terhadap bahan hukum primer dan skunder seperti kamus,
ensiklopedia, dan lain sebagainya
Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis yang mengungkapkan peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan teori-teori hukum yang menjadi
objek penelitian. Demikian juga hukum dalam pelaksanaannya dalam masyarakat
yang berkenaan dengan objek penelitian.13
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini
adalah metode penelitian library research(penelitian kepustakaan) yaitu dengan
mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku, situs internet, media
massa, dan kamus yang berkaitan dengan skripsi ini yang bersifat teoritis ilmiah
yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam penelitian dang menganalisa
masalah yang dihadapi.14

                                                            

 Sunaryati Hartono, Penelitian Hukum di Indonesia Pada Akhir Abad ke‐20, Bandung, 1994, hal 
139 
14
 Soerjono Soekamto,Pengantar Penelitian Hukum,jakarta,Universitas Indonesia,2007, hal 21 
13

Universitas Sumatera Utara

22 
 

Pada metode ini agar dapat memperoleh data yang lebih akurat dan dapat
membantu melengkapi data dalam penulisan skripsi ini, maka penulis melakukan
penelitian lapangan dengan mengambil lokasi penelitian di Bank Agro Kantor
cabang Medan, dalam hal ini penulis melakukan penelitian dengan cara
mengadakan wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara mendalam dengan
tidak membatasi jumlah pertanyaan yang disusun dengan secara terstruktur,akan
tetapi lebih merupakan diskusi antara peneliti dengan narasumber, peneliti juga
menggunakan quesioner terbuka kepada karyawan /staff di Bank Agro yaitu H.
Harianto dengan jabatan kepala bidang operasional pada Bank Agro.
Sedangkan analisis data yang digunakan oleh penulis dalam skripsi ini
adalah metode analisis kualitatif digunakan agar penulis dapat mengerti dan
memahami gejala yang ditelitinya serta bermanfaat untuk melakukan analisis data
secara menyeluruh dan merupakan suatu kesatuan yang integral(holistic),hasil
penelitian dipaparkan secara deskriptif.
Berdasarkan kedua teknik penelitian dan pengumpulan data ini penulis
kemudian mengelola data-data dan bahan-bahan dan selanjutnya disajikan sesuai
dengan pembahasan skripsi ini
G. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam melakukan pemahaman atas isi dari skripsi
ini maka sistematika penulisan dilakukan secara teratur dan berkaitan satu sama
lainnya. Penulisan skripsi ini terdiri atas 5(lima) bab, dimana masing-masing bab

Universitas Sumatera Utara

23 
 

terbagi atas beberapa sub bab,uraian singkat atas bab dan beberapa sub bab
tersebut diuraikan ,Adapun sistematika penulisan skripsi ini adalah:
BAB I:PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang Latar Belakang penulisan skripsi , rumusan masalah,
tujuan dan manfaat penelitian, keaslian penulisan, tinjauan kepustakaan, metode
penelitian, sistematika penulisan
BAB II: PENGATURAN UMUM MENGENAI BANK MENURUT UU NO 10
TAHUN 1998
Bab ini menguraikan tentang pengertian bank, asal-usul dan jenis bank, sejarah
bank dan jenis-jenis bank
BAB III. PENGATURAN HUKUM MENGENAI RAHASIA BANK
Bab ini menguraikan tentang pengertian rahasia bank, dasar hukum rahasia bank,
sanksi pelanggaran rahasia bank
BAB IV:MEKANISME HUBUNGAN NASABAH DAN RAHASIA BANK
Bab ini menguraikan tentang sekilas tentang Bank Agro, Bank Agro melindungi
nasabh dalam rangka menjaga keamanan rahasia bank, persoalan dan
pengecualian serta pihak yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab penutup dimana menguraikan tentang kesimpulan dan
saran dari penulisan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

24 
 

BAB II
PENGATURAN UMUM MENGENAI BANK MENURUT
UU NO 10 TAHUN 1998
A. PENGERTIAN BANK
Di setiap negara lembaga perbankan merupakan inti dari sistem
keuangan. Bank adalah lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi orangperseorangan, badan-badan usaha swasta, badan-badan usaha milik negara bahkan
lembaga-lenbaga pemerintahan menyimpan dana-dana yang dimilikinya.
Melalui kegiatan perkreditan dan berbagai jasa yang diberikan, bank
melayani

kebutuhan

pembiayaan

serta

melancarkan

mekanisme

sistem

pembayaran bagi semua sektor perekonomian. Di Indonesia masalah yang terkait
dengan bank diatur dalam Undang-Undang No 7 tahun 1992 tentang perbankan
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 10 tahun 1998.
Menurut No 10 tahun 1998 tentang perbankan pada Pasal 1 angka 1
perbankan adalah ”segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup
kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan
usahanya.” Sedangkan terdapat pada angka 2 Bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dan menyalurkannya kepada, masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak.15
Bank merupakan salah satu badan usaha lembaga keuangan yang
bertujuan memberikan kredit dan jasa-jasa. Adapun pemberian kredit itu
dilakukan dengan baik dengan modal sendiri atau dengan dana-dana yang
                                                            

15

 Pasal 1 angka 1 dan angka 2 UU no 10 tahun 1998 tentang perbankan 

Universitas Sumatera Utara

25 
 

dipercayakan oleh pihak ketiga maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat
pembayaran baru berupa uang giral.16
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan, dalam arti
luas lembaga keuangan adalah sebagai perantara dari pihak yang mempunyai dana
(surplus of funds) dengan pihak yang kekurangan dana (lack of funds) sehingga
peranan dari lembaga keuangan yang sebenarnya yaitu sebagai perantara
keuangan mayarakat.
Dengan demikian bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang
kegiatan usaha nya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan
kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.
Jasa perbanakan diberikan sebagai pendukung dari kegiatan bank selain
dari kegiatan mengimpun dana dan manyalurkan dana, baik yang berhubungan
langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa
perbankan lainnya antara lain meliputi:
1. Jasa pemindahan uang(transfer)
Pemindahan uang(transfer) adalah suatu pelayanan bank kepada
masyarakat dengan bersedia melaksanakan amanat nasabah untuk
mengirimkan uang, baik dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing
ditujukan kepada pihak lain(perusahaan,lembaga, perorangan) ditempat
lain baik dalam negeri maupun luar negeri.
2. Jasa penagihan (inkaso)
                                                            

16

Sentosa sembiring,Hukum Perbankan ,cetakan ke2,CV.mandar maju,Bandung,2008,halaman1 

Universitas Sumatera Utara

26 
 

Inkaso adalah pemberian kuasa kepada bank oleh perusahaan atau
perorangan untuk menagihkan atau memintakan persetujuan pembayaran
atau menyerahkan begitu saja kepada pihak yang berangkutan ditempat
lain baik dalam maupun luar negeri atas surat-surat berharga dalam rupiah
atau mata uang asing seperti wesel, cek, kuitansi.
3. Jasa kliring (clearing)
Kliring adalah perhitungan utang piutang anatara peserta secara terpusat di
satu tempat dengan cara saling menyerahkan surat-surat berharga dan
surat-surat dagang yang telah ditetapkan untuk dapat diperhitungkan,
dengan kata lain kliring diartikan sebagai sarana perhitungan warkat
antarbank yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia untuk memperlancar
lalu lintas pembayaran giral.
4. Jasa penjualan mata uang asing (valas)
Pada dasarnya penjualan mata uang asing terjadi karena adanya
permintaan dan penawaran yang disebabkan oleh terjadinya transaksi
perdagangan internasional yang memungkinkan para pihak yang
bersangkutan adalah warga negara asing .
5. Jasa Kotak Pengaman Simpanan (safe deposti box)
Kotak pengaman simpanan atau safe deposit box adalah salah satu
pelayanan yang diberikan bank kepada nasabahnya yaitu dalam bentuk
kotak penyimpanan yang disewakan kepada nasabah dalam ukuran
tertentu untuk menyimpan barang-barang yang dianggap penting atau

Universitas Sumatera Utara

27 
 

berharga oleh nasabah, yang kemudian nasabah dapat menyimpan kunci
kotak pengaman simpanan tersebut.
6. Jasa Penerbitan Kartu Bank atau Kartu Kredit(Bank card/ Credit card)
Kartu kredit adalah alat pembayaran sebagai pengganti uang tunai yang
dapat digunakan kapanpun untuk ditukarkan dengan produk maupun jasa
yang diinginkan nasabah pemegang kartu krdit ditempat-tempat yang
dapat menerima kartu kredit sebagai alat pembayaran pengganti uang.
7. Letter of credit
Yang dimaksud dengan Letter of Credit adalah suatu kontrak dimana salah
satu bank bertindak atas permintaan dan perintah dari seorang nasabah
atau pemohon Letter of Credit yang biasanya berkedudukan sebagai
importir untuk melakukan pembayaran kepada pihak pengekspor atau
pihak ketiga atau membayar atau mengaksep wesel-wesel yang ditarik
oleh pihak ketiga, atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan
pembayaran atau untuk mengaksep atau mengabil alih wesel-wesel
tersebut atas dasar penyerahan dokumen tertentu sebelumnya telah
ditentukan asalkan sesuai dengan syarat- syarat yang telah ditentukan.
8. Bank garansi dan referensi bank
Bank garansi adalah jaminan yang diberikan oleh bank dalam arti bank
menyatakan suatu pengakuan tertulis yang isinya menyetujui mengikatkan
diri kepada penerima jaminan dalam jangka waktu tertentu dan syaratsyarat tertentu apabila kemudian hari ternyata si terjamin tidak memenuhi
kewajibannya kepada penjamin.

Universitas Sumatera Utara

28 
 

Sebagai lembaga keuangan bank juga mempunyai kewajiban untuk menjaga
kestabilan nilai uang, mendorong kegiatan ekonomi, dan perluasan kesempatan
kerja. Bank mempunyai lima fungsi pokok,yaitu:
1. Menghimpun Dana
Dana yang dihimpun oleh bank terutama berasal dari tiga sumber pokok
yaitu:
a) Dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, deposito, tabungan, dana
endapan L/C, bank garansi, wesel, dan sebagainya;
b) Dari lembaga penanam modal atau lembaga keuangan non bank, seperti
dana pensiun, asuransi, koperasi, reksa dana, dan seabagainya;
c) Dari dana masyarakat lain.
2. Memberi Kredit
Pelaksanaan fungsi pemberian kredit harus memperhitungkan likuiditas
agar tidak membahayakan pemenuhan kewajiban kepada nasabah jika
sewaktu-waktu diperlukan. Kredit dapat berupa kredit jangka pendek,
menengah, dan panjang. Kredit jangka pendek

dapat mempengaruhi

langsung terhadap pasar uang, sedangkan kredit jangka menengah dan
jangka panjang dapat mempengaruhi langsung terhadap pasar modal
3. Memperlancar Lalu Lintas Pembayaran
Fungsi ini dilakukan dalam berbagai bentuk, anatara lain pemberian
jaminan bank, pengiriman uang, pembukaan L/C , dan inkaso.
4. Media Kebijakan Moneter

Universitas Sumatera Utara

29 
 

Bank sebagai penerima simpanan giro sering dikatakan sebagai lembaga
yang mempunyai kemampuan menciptakan uang.Dalam konteks demikian
bank sering dikatakan sebagai media kebijakan moneter.
5. Penyedia Informasi, Pemberian Konsultasi, Bantuan Penyelenggara
Administrasi
Informasi suku bunga(investasi), konsultasi investasi, bantuan administrasi
proyek dan sebagainya sudah lazim dilakukan oleh bank-bank sekarang
ini.17
Seluruh fungsi pokok dari bank ini dilaksanakan oleh pengelola bank
dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat akan mau menyimpankan uangnya
di bank dengan rasa kepercayaan yang tinggi, selain itu bank dalam memenuhi
kepuasan dan kepercayaan dari masyarakat sebagai nasabah mendapatkan fasilitas
balas jasa berupa, bunga, bagi hasil, hadiah, pelayanan,atau balas jasa lainnya.
Karena semakin tinggi fasilitas balas jasa yang ditawarkan bank kepada
masyarakat maka akan menarik minat yang banyak dari masyarakat untuk
menyimpankan uangnya di bank.
B. Hukum Perbankan
Hukum perbankan adalah hukum yang mengatur segala sesuatu yang
menyangkut tentang bank, baik kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan
proses dalam melaksanakan usaha bank.

                                                            

17

 Djoni S.Gazali,Hukum Perbankan,cetakan pertama,Sinar Grafika, Jakarta, Juli 2010,halaman140 

Universitas Sumatera Utara

30 
 

Muhamad Djumhana mengatakan “Hukum perbankan adalah sebagian
kumpulan peraturan hukum yang mengatur kegiatan lembaga keuangan bank yang
meliputi segala aspek, dilhat dari segi esensi dan eksistensinya, serta hubungannya
dengan bidang kehidupan yang lain.”18
Dikatakan lebih lanjut ruang lingkup dari pengaturan hukum perbankan
meliputi:
a) Asas- asas perbanakan, seperti norma efisiensi, keefektivan,
kesehatan bank, profesionalisme pelaku perbankan, maksud dan
tujuan lembaga perbankan, hubungan hak dan kewajiban bank;
b) Para perilaku perbankan seperti dewan komisaris, direksi dan
karyawan, maupun pihak terafiliasi. Mengenai bentuk badan hukum
pengelola, seperti Perseroan Terbatas, Perusahaan Daerah, Koperasi.
Mengenai bentuk kepemilikan, seperti milik pemerintah, swasta,
patungan dengan bank asing,
c) Kaidah-kaidah

perbankan

yang

khusus

diperuntukkan

untuk

mengatur perlindungan kepentingan umum dari tindakan perbankan
seperti pencegahan persaingan yang tidak sehat,perlindungan
nasabah.
d) Yang menyangkut dengan struktur organisasi yang berhubungan
dengan bidang perbankan seperti eksistensi dari Dewan Moneter
Bnak Sentral.

                                                            

18

 Muhamad Djumhana, Hukum Perbankan di Indonesia, PT.Citra aditya bakti, Bandung, 2006,hal  

Universitas Sumatera Utara

31 
 

e) Yang mengarah kepada pengamanan tujuan-tujuan yang hendak
dicapai oleh bisnisnya bank tersebut, seperti pengadilan, sanksi
insentif, pengawasan dan lain-lain19
Sementara itu Munir Fuady menyatakan, “Bahwa hukum yang mengatur
masalah perbankan disebut hukum perbankan( banking law), yakni seperangkat
kaidah hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan, yurisprudensi,
doktrin, dan lain-lain sumber hukum, yang mengatur masala-masalah perbankan
sebagai lembaga dan aspek kegiatan sehari-hari, rambu-rambu yang harus
dipenuhi oleh suatu bank,perilaku petugas-petugasnya ,hak dan kewajiban,tugas
dan tanggung jawab para pihak yang tersangkut dengan bisnis perbankan,apa yang
boleh dan tidak boleh dilakukan oleh bank,eksistensi perbankan, dan lain-lain
yang berkenaan dengan dunia perbankan”.20
Maka secara sederhana bahwa hukum perbankan merupakan seluruh
kaidah hukum yang berkenaan dengan persoalan-persoalan mengenai perbankan
yang memiliki unsur-unsur diantaranya terdiri atas peraturan hukum (norma) dan
asas-asas hukum perbankan, pengertian–pengertian hukum perbankan, struktur
hukum perbankan serta budaya yang berkembang dalam hukum perbankan.
Ketentuan hukum perbankan itu juga mengatur seluruh proses dan cara
melakukan kegiatan keusahaan pada bank. Juga diharapkan dapat mengatur
ketatalaksanaan kelembagaan bank, yang mencakup perizinan, bentuk hukum,
kepengurusan, kepemilikan bank, juga mengatur bangun organisasi yang
menunjang kegiatan usaha bank. Dimuat pula dalam hukum perbankan, ketentuan
pembimbingan dana pengawasan bank oleh Bank Indonesia dan kerahasiaan bank.
Hukum perbankan memiliki sumber hukum yang dapat dibedakan yaitu
sumber hukum dalam arti formal dan sumber hukum dalam arti material. Sumber
                                                            

19

20

 ibid 
 Munir fuady, Op. cit halaman 14 

Universitas Sumatera Utara

32 
 

hukum dalam arti material adalah sumber hukum yang menentukan isi hukum itu
sendiri, dan itu bergantung dari sudut mana ditinjau nya, apakah dari sudut
pandang ekonomi, sejarah, sosiologi dan lain sebagainya.
Djumhana menyatakan bahwa, “ kebutuhan-kebutuhan terhadap lembaga
perbankan dalam suatu masyarakat itulah yang menimbulkan isi hukum yang
bersangkutan. Sumber hukum dalam arti material baru diperhatikan jika dianggap
perlu untuk diketahui akan asal-usul hukum.”21
Adapun hukum dalam arti formal adalah tempat diketemukannya
ketentuan hukum dan perundang-undangan (tertulis) yang mengatur tentang
perbankan. Tidak sama hal nya dengan hukum perdata, hukum perbankan adalah
hukum yang belum terkodifikasi tetapi bersumber dengan berbagai peraturan
perundang-undangan yang mengatur masalah tertentu, dan juga bersumber kepada
perundang-undangan lainnya diluar peraturan perundang-undangan perbankan dan
kebanksentralan.
Yang menjadi salah satu dari sumber hukum formal mengenai perbankan
yang berlaku sampai pada saat ini antara lain:
1. Undang-Undang Dasar 1945 beserta amandemennya.
2. Undang-undang Pokok di Bidang Perbankan dan Undang-Undang
pendukung sektor ekonomi dan sektor lainnya yang terkait, seperti:
a. Peraturan pokok yaitu Undang-Undan No 7 Tahun 1992 tentang
Perbankan sebagaimana telah dirubah menjadi Undang-Undang No 10
                                                            

21

 Djumhana,Op.cit, hal 15 

Universitas Sumatera Utara

33 
 

Tahun 1998, dan Undang- Undang No 23 tahun 1999 tentang Bank
Indonesia sebagaimana telah dirubah menjadi Undang-Undang No 3
Tahun 2004 dan Undang-Undang No 24 Tahun 2004 tentang Lemb

Dokumen yang terkait

Dokumen baru