ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKAT

ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN
VOLUME PENJUALAN IKAN LELE PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
(Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang
Kabupaten Tulungagung)

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh:
Koirin Mafidah
NIM. 17402153379
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI
TULUNGAGUNG
MEI 2018

ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN
VOLUME PENJUALAN IKAN LELE PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
(Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang
Kabupaten Tulungagung)

PROPOSAL SKRIPSI
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Seminar Proposal

Oleh:
Koirin Mafidah
NIM. 17402153379
KELAS 6N
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI
TULUNGAGUNG
MEI 2018

i

A. Judul Penelitian
Judul “Analisis Bauran Pemasaran dalam Meningkatkan Volume Penjualan Ikan Lele
Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan
Gondang Kabupaten Tulungagung)”.
B. Latar Belakang Masalah
Perkembangan bisnis di Indonesia saat ini semakin meningkat.
Hampir setiap hari kita terlibat dalam dunia bisnis seperti pembelian
barang

dan

jasa.

Bermacam-macam

kebutuhan

hidup

mulai

dari

sandang, pangan dan papan harus kita penuhi setiap hari. Saat ini
persaingan bisnis haruslah profesional dan konsisten dalam memenuhi
kebutuhan konsumennya, disamping harus berlomba-lomba dengan para
pesaing dalam mempertahankan citra terhadap konsumen. Hal tersebut
menandai bahwa perkembangan ekonomi menyebabkan perubahanperubahan yang mengakibatkan bisnis menghadapi berbagai kendala
seperti persaingan memperebutkan pangsa pasar dan konsumen. Untuk
menangani kendala tersebut perusahaan harusnya mengetahui posisi
pasar dimana barang dan jasa ditawarkan.
Suatu perusahaan selalu menginginkan agar hasil penjualannya
meningkat secara terus-menerus. Usaha dalam meningkatkan penjualan
ini sangat diperlukan bagi keberlangsungan perusahaan. Perusahaan
yang tidak bisa memenuhi keinginan konsumen akan mengalami
penurunan volume penjualan. Jika dari tahun ke tahun perusahaan terusmenerus mengalami penurunan produksi maka dipastikan perusahaan
akan gulung tikar. Misalnya, ketika pesaing usaha terus bertambah maka
persaingan dalam jenis industri yang sejenis seharusnya memiliki
spesifkasi keunggulan produk tersendiri. Selain itu, perusahaan harus
bisa memahami betul kebutuhan konsumen, mendesain dan mengontrol
kualitas produk dan pelayanan secara efektif dan efsien. 1 Bahkan sebisa

1

Iksan, Manajemen Strategis, (Jakarta: Gaung Persada, 2009), hal. 146.

1

mungkin

dapat

menciptakan

produk

baru

sebagai

inovasi

untuk

meningkatkan volume penjualan.
Persaingan produk yang terus meluas menyebabkan timbul
strategi pemasaran yang berguna dalam membantu menjaga usaha agar
tetap berkembang. Agar berhasil perusahaan harus bekerja lebih keras
melebihi pesaing untuk memuaskan hasrat beli konsumen. Oleh karena
itu, strategi pemasaran harus disesuaikan menurut kebutuhan konsumen
ataupun pesaing. Strategi pemasaran harus dirancang secara kompetitif,
mulai dari menganalisis usaha pesaing. Dengan begitu perusahaan dapat
mengetahui bagian-bagian mana yang memiliki potensi untuk dijadikan
keunggulan dan bagian mana yang menjadi titik lemah pesaing. Kegiatan
pemasaran pada dasarnya berfokus pada produk, penetapan harga,
kebijakan distribusi dan strategi promosi sebagai bauran pemasaran.
Aktivitas

bauran

pemasaran

memegang

peranan

penting

bagi

kelangsungan bisnis usaha.
Salah satu indikator keberhasilan pemasaran produk dapat dilihat
dari besar kecilnya volume penjualan yang dicapai dalam suatu periode.
Umumnya apabila volume penjualan yang diperoleh rendah maka
keuntungannya

akan

rendah

juga.

Strategi

pemasaran

dengan

memperhatikan produk yang dihasilkan berkualitas akan mempengaruhi
tingkat penjualan. Harga yang ditawarkan kepada konsumen terjangkau
atau sesuai kebutuhan yang diharapkan oleh konsumen sehingga akan
meningkatkan penjualan. Saluran distribusi yaitu penempatan lokasi
perusahaan yang terjangkau atau strategis, sehingga memudahkan
konsumen untuk datang atau mengadakan transaksi akan produk
tersebut.

Dari

meningkatkan

pentingnya
penjualan

peranan

atau

marketing

pencapaian

laba

mix

dalam

yang

usaha

diharapkan

perusahaan, maka perusahaan harus tepat dalam menerapkan strategi
pemasaran2.
2

Andi Rizkqi Yunawan, Penerapan Strategi Marketing Mix dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada
PT. Etrading Securities Gallery Semarang, (Surakarta: Skripsi Tidak Diterbitkan, 2009).

2

Strategi pemasaran selalu digunakan agar setiap bisnis yang
dijalankan berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.
Salah satu bisnis yang banyak diminati masyarakat yaitu budidaya ikan.
Perkembangan pembangunan perikanan di Indonesia sebagai bagian pembangunan nasional
telah memperlihatkan hasil yang cukup baik. Dalam kegiatan produksi, budidaya ikan
memiliki tujuan yaitu memaksimumkan keuntungan usaha. Perolehan keuntungan
maksimum ini berkaitan dengan efisiensi dalam berproduksi. Proses produksi terkadang juga
tidak efisien, ketidakefisienan tersebut biasanya disebabkan oleh dua hal yaitu secara teknis
tidak mempunyai tingkat keefisienan dan tidak efisien pada tingkat harga dan pengeluaran
tertentu. Akan tetapi semua pembudidaya ikan dapat dikatakan sebagai penerima harga
dalam pasar.3
Sekarang

ini

jarang

dijumpai

sekumpulan

pembudidaya

ikan

mampu

mengorganisasikan kelompoknya sehingga mempunyai posisi tawar yang kuat di pasar. Ikan
merupakan sumber protein hewani yang beresiko lebih kecil bagi kesehatan manusia karena
memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang berperan dalam melindungi jantung. Daging
ikan dapat menurunkan kolesterol dalam darah, mencegah terjadinya penggumpalan darah,
dan sangat diperlukan untuk pembentukan otak dibandingkan dengan sumber lainnya seperti
daging, ayam dan telur.
Salah satu jenis ikan yang banyak diminati yaitu ikan lele. Lele merupakan salah
satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial di berbagai daerah, tak
luput pula di Kabupaten kecil seperti Tulungagung. Banyak masyarakat yang memilih
membudidayakan ikan lele karena budidaya ikan lele dinilai sangat mudah
dipelajari

dan

dipasarkan.

Dari

tahun

ke

tahun

pun

jumlah

pembudidayanya semakin meningkat. Selain untuk mempertahankan spesiesnya,
kegiatan pembudidayaan perlu ditingkatkan guna memenuhi permintaan pasar dan
kebutuhan gizi masyarakat, apalagi diiringi oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat
terhadap ikan lele membuat peluang usahanya semakin terbuka. Mulai dari usaha
pembenihan, pembesaran hingga usaha pengolahan. Ada beberapa hal yang mendorong
masyarakat untuk membudidayakan ikan lele diantaranya, dapat dibudidayakan di lahan dan
3

Ahmad Taufiq Az-Zahnuji, Analisis Efisiensi Budidaya Ikan Lele di Kabupaten Boyolali studi di
kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali, (Semarang: Skripsi Tidak Diterbitkan, 2011).

3

sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, teknologi budidayanya mudah dikuasai
oleh masyarakat, pemasarannya relatif mudah, dan modal usaha yang dibutuhkan relatif
rendah.4
Banyaknya petani pembudidaya ikan lele tidak terlepas dari
persaingan pemasarannya. Dalam perkembangannya budidaya ikan lele
dipengaruhi oleh berbagai faktor dan juga tidak terlepas dari upayaupaya yang telah dilakukan oleh pembudidaya ikan lele di Tulungagung
terutama dalam hal pemasaran. Selama ini, pembudidaya ikan lele di
Tulungagung melaksanakan strategi pemasaran melalui agen atau
langsung ke pengepul.
Diambil dari masalah pemasaran dalam budidaya ikan lele, maka dengan adanya
keterbatasan pemasaran produk Usaha budidaya ikan lele yang terletak di desa Gondosuli,
Gondang, Tulungagung menemukan strategi dalam meningkatkan volume penjualan dalam
proses pemasaran. Oleh karena itu, akan dilakukan penelitian yang berjudul: “Analisis
Bauran Pemasaran dalam Meningkatkan Volume Penjualan Ikan Lele Perspektif Ekonomi
Islam (Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten
Tulungagung)”.
C. Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan fokus penelitian sebagai
berikut:
1. Bagaimana

budidaya

ikan

lele

desa

Gondosuli,

Tulungagung

dalam

mengimplementasikan strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan volume
penjualan?
2. Bagaimana

budidaya

ikan

lele

desa

Gondosuli,

Tulungagung

dalam

mengimplementasikan strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan volume penjualan
perspektif ekonomi Islam?
D. Tujuan Penelitian
4

Jaja, et. all., Usaha Pembesaran dan Pemasaran Ikan Lele serta Strategi Pengembangannya di UD
Sumber Rezeki Parung, Jawa Barat, Vol. 8 No. 1, (Bogor: Manajemen IKM, 2013), hal. 46.

4

1. Mengetahui implementasi strategi bauran pemasaran budidaya ikan lele desa Gondosuli,
dalam meningkatkan penjualan.
2. Mengetahui implementasi strategi bauran pemasaran budidaya ikan lele desa Gondosuli,
dalam meningkatkan penjualan perspektif ekonomi Islam.
E. Identifikasi Penelitian dan Batasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas dan tidak terarah maka
diperlukan pembatasan masalah dalam penulisan skripsi. Adapun batasan masalah dalam
penelitian ini agar terarah dan tidak terlalu meluas, maka penulis memberikan batasan
permasalahan. Penulis membatasi objek yang digunakan mengingat waktu, biaya dan
kemampuan penulis yang terbatas. Berikut ini adalah batasan masalah dalam penelitian:
1.

Responden yang diteliti adalah sepuluh orang petani budidaya ikan lele di desa
Gondosuli, Gondang, Tulungagung.

2.

Dari sekian banyak faktor yang menghambat penurunan tingkat penjualan ikan lele,
penelitian ini akan menggunakan strategi bauran pemasaran untuk meneliti seberapa
besar implementasi baurn pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan.

F. Manfaat Penelitian
1.

Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai pengembangan keilmuan dan
kontribusi keilmuan bagi masyarakat tentang solusi dalam mengatasi penurunan tingkat
penjualan ikan lele dengan bauran pemasaran untuk meningkatkan pendapatan hasil
usaha dan mengurangi hambatan-hambatan yang menjadi kendala dalam menurunkan
tingkat pendapatan.

2.

Secara Praktis
a. Untuk Masyarakat Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung
Penelitian ini diharapkan dapat menemukan solusi untuk mengatasi kendala
dalam memasarkan dan memberikan solusi bagi masyarakat agar memperoleh
pembayaran tunai sehingga akan menjadi jembatan dalam meningkatkankan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
b. Untuk Penulis

5

Peneltian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya,
selain itu dapat menambah khasanah pengetahuan bauran pemasaran yang diperkaya
dengan nilai-nilai Islam, serta dapat menambah wawasan dan pengalaman baru yang
digunakan sebagai modal dalam meningkatkan disiplin ilmu, terutama setelah terjun
langsung ke dunia enterpreneur.
c. Untuk penelitian selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat membatu dalam memberikan gambaran awal
bagi peneliti, selanjutnya yang mana juga meneliti tentang strategi bauran pemasaran
untuk meningkatkan penjualan.
d. Untuk Jurusan Ekonomi Syariah
Penelitian ini dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai referensi tambahan
dalam mengembangkan karya ilmiah, serta dapat menambah wawasan tentang
strategi dalam mengatasi hambatan proses pemasaran.
G. Penegasan Istilah
1. Penegasan Konseptual
a. Pemasaran
Istilah pemasaran dalam bahasa inggris dikenal dengan nama marketing.
Marketing merupakan proses di mana seseorang atau kelompok dapat memenuhi
need dan want melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran barang dan jasa.
Dari sudut pandang The American Marketing Association, Marketing is the process
of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of
ideas, goods, services to create exchanges that satisfy individual and organizational
goals. Artinya marketing adalah proses merencanakan konsepsi, harga, promosi,
distribusi ide, menciptakan peluang yang memuaskan individu dan sesuai dengan
tujuan organisasi.5
Jadi yang dimaksud marketing dalam penelitian ini adalah keseluruhan
proses penciptaan, proses perubahan nilai (value), tentang produk yang akan
ditawarkan kepada pangsa pasar oleh petani budidaya ikan lele desa Gondosuli,
Gondang, Tulungagung.
5

Buchari Alma, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 5.

6

b. Volume Penjualan
Penjualan adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi/seseorang yang
dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain membeli barang atau jasa yang
ditawarkan6. Sedangkan, volume penjualan adalah banyaknya barang atau jasa yang
terjual pada saat terjadi tukar-menukar. Semakin besar jumlah barang atau jasa yang
terjual, semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
Volume penjualan dalam penelitian ini adalah jumlah hasil panen ikan lele
yang terjual alam penjualan yang dilakukan petani budidaya ikan lele desa
Gondosuli.
c. Budidaya Ikan Lele
Budidaya adalah Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil, suatu sistem
yang digunakan untuk memproduksi sesuatu dibawah kondisi buatan. Ikan Lele atau
ada juga sebagain masyarakat yang menyebutnya dengan ikan keli adalah salah satu
jenis ikan yang hidup di air tawar seperti kolam, sungai dan lainnya. Lele pada
umumnya sangatlah mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, pipih memanjang,
dan memiliki “kumis” yang mencuat disekitar mulutnya.7 Budidaya ikan lele pada
penelitian ini yaitu usaha membesarkan ikan lele untuk diambil manfaatnya, selain
untuk diambil manfaat dari hasil penjualan, usaha ini digunakan untuk menjaga
spesies ikan lele.
d. Perspektif Ekonomi Islam
Pemasaran dalam pandangan Islam merupakan suatu penerapan disiplin
strategis yang sesuai dengan nilai dan prinsip syariah. Marketing Syariah adalah
sebuah disiplin strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan
perubahan nilai dari satu inisiator kepada stakeholder dimana secara keseluruhan
prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah 8. Dalam penelitian ini,
ekonomi Islam dijadikan sebagai sudut pandang dalam menganalisis penerapan
bauran pemasaran pada usaha budidaya ikan lele desa Gondosuli dalam
meningkatkan volume penjualan.
6

Basu Swastha, Azas-azas Marketing, (Yogyakarta: BPFE, 1998), hal. 8.
Indonesia
Student,
Pengertian
Ikan
Lele
dan
Penjelasannya
Lengkap,
dalam
http://www.indonesiastudents.com/pengertian-ikan-lele-dan-penjelasannya-lengkap/ diakses tanggal 28 Mei 2018.
8
Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Jakarta: Gema Insani, 2004), hal. 425.
7

7

2. Penegasan Operasional
Yang dimaksud dengan “Analisis Bauran Pemasaran dalam Meningkatkan
Volume Penjualan Ikan Lele Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Budidaya Ikan Lele
Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung)”, dalam penelitian ini
adalah bagaimana analisis strategi bauran pemasaran dalam implementasi peningkatan
volume penjualan ikan lele desa Gondosuli ditinjau dari perspektif ekonomi Islam.
H. Landasan Teori
1.

Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang dilakukan individu dan
kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka perlukan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan saling bertukar produk yang memiliki nilai dengan pihak
lain9. Menurut Kotler dan Armstrong, pemasaran adalah proses dimana perusahaan
menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan
pelanggan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai dari pelanggan sebagai imbalannya 10.
Kegiatan memasarkan barang tidak hanya menawarkan barang atau menjual barang
kepada konsumen akan tetapi juga mencakup kegiatan yang lebih luas seperti menjual,
membeli, mengangkut, mensortir, menyimpan dan lain sebagainya.

2.

Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung
kepada seberapa mampu sebuah perusahaan memahami kebutuhan dan keinginan pasar
serta penyampaian kepuasan yang diinginkan itu lebih efektif dan efesien dibandingkan
pesaing11. Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara beragam seperti:
a. Kami mewujudkan keinginan anda
b. Kami tidak puas sebelum anda puas
c. Setia melayani anda
9

Philip Kotler, dkk,Manajemen Pemasaran dengan pemasaran efektikf dan Pofitable, cetakan Kedua
(Jakarta: Gramedia Pusat Utama, 2004), hal. 7.
10
Philip Kotler dan Gary Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran, Jilid 1, (Jakarta:PT Indeks, 2008), hal. 37.
11

Philip Kotler, dkk, Manajemen Pemasaran ......, hal. 21.

8

d. Memperoleh lenih dari apa yang anda bayarkan
Pada dasarnya konsep pemasaran dan konsep penjualan pempunyai pengertian
yang berbeda. Konsep penjualan mempunyai perspektif dari dalam keluar. Konsep itu
sendiri dimulai dengan pabrik, berfokus pada produk perusahaan yang sudah ada dan
melakukan penjualan dan promosi besar-besaran untuk memperoleh penjualan yang
mampu mendatangkan laba. Sebaliknya konsep pemasaran mempunyai perspektif dari
luar ke dalam. Konsep tersebut memusatkan perhatian penuh pada penaklukan
pelanggan untuk mendapatkan penjualan jangka pendek.12
3.

Strategi Pemasaran
Menurut Marrus, strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana
para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai
penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai 13.
Perencanaan strategi pemasaran adalah menemukan berbagai peluang yang menarik
kemudian menyusun strategi pemasaran yang menguntungkan14. Menurut Chandra,
strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan
dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk
atau lini produknya di pasar sasaran tertentu 15. Strategi pemasaran (marketing strategy)
menentukan target pasar dan bauran pemasaran yang terkait. Strategi ini adalah
gambaran mengenai apa yang akan dilakukan suatu perusahaan di pasar. Diperlukan dua
bagian yang saling berhubungan yaitu:
a. Target pasar, yaitu sekelompok konsumen yang ingin ditarik oleh perusahaan.
b. Bauran pemasaran, yaitu variabel yang akan diawasi yang disusun oleh perusahaan
untuk memuaskan kelompok yang ditargetkan perusahaan.

4. Bauran Pemasaran

12
Muchlisin Riadi, Pengertian, Konsep dan Strategi Pemasaran, dalam https://www.kajianpustaka.html
diakses 26 Mei 2018.
13
Dimas Hendika Wibowo, et. all., Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM
pada Batik Diajeng Solo Vol. 29 No. 1 (Malang, Universitas Brawijaya Malang, 2015), hal. 60.
14
Cannon, et. all., Pemasaran Dasar: Pendekatan Manajerial Global, Edisi 16, (Jakarta: Salemba
Empat,2008), hal. 40.
15
Dimas Hendika Wibowo, et. all., Analisis Strategi ....., hal. 61.

9

Manajemen pemasaran dikelompokkan dalam empat aspek yang sering dikenal
dengan marketing mix atau bauran pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong, bauran
pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang
dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkannya di pasar sasaran.
Bauran pemasaran terdiri dari empat kelompok variabel yang disebut “empat P”,yaitu16:
a. Product/Produk
Produk berarti kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar
sasaran. Elemen-elemen yang termasuk dalam bauran produk antara lain ragam
produk, kualitas, design, fitur, nama merek, kemasan, serta layanan.
b. Price/Harga
Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh
produk. Harga adalah satu-satunya unsur bauran pemasaran yang menghasilkan
pendapatan, sedangkan unsur-unsur lainnya menghasilkan biaya. Harga adalah unsur
bauran pemasaran yang paling mudah disesuaikan dan membutuhkan waktu yang
relatif singkat, sedangkan ciri-ciri produk, saluran distribusi, bahkan promosi
membutuhkan lebih banyak waktu.
c. Place/Tempat
Tempat atau saluran pemasaran meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk
tersedia bagi pelanggan sasaran. Saluran distribusi adalah rangkaian organisasi yang
saling tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau
jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi. Saluran distribusi dapat didefinisikan
sebagai himpunan perusahaan dan perorangan yang mengambil alih hak atau
membantu dalam pengalihan hak atas barang atau jasa tertentu selama barang atau
jasa tersebut berpindah dari produsen ke konsumen.
d. Promotion/Promosi
Promosi berarti aktivitas yang menyampaikan produk dan membujuk pelanggan
untuk membelinya. Definisi promosi menurut Kotler adalah berbagai kegiatan yang
dilakukan oleh produsen untuk mengomunikasikan manfaat dari produknya,
membujuk, dan mengingatkan para konsumen sasaran agar membeli produk tersebut.
Secara rinci tujuan promosi menurut Tjiptono adalah menginformasikan, membujuk
16

Ibid., hal. 61.

10

pelanggan sasaran dan mengingatkan17. Bagi produsen, promosi adalah kegiatan
untuk menginformasikan produk, membujuk konsumen untuk membeli serta
mengingatkan konsumen agar tidak melupakan produk, sedangkan bagi konsumen,
promosi adalah komunikasi antara produsen dan konsumen18.
5.

Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah singkatan dari strengths (kekuatan), weaknesses
(kelemahan), oportunities (peluang), dan threats (ancaman), merupakan suatu metode
penyusunan strategi perusahaan atau organisasi. Kotler dan Keller membagi analisis
SWOT ke dalam dua faktor, yaitu faktor eksternal yang terdiri dari peluang dan
ancaman dan faktor internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan 19. Analisis
SWOT adalah pengidentifikasian beberapa faktor secara sistematis untuk merumuskan
strategi yang akan dipergunakan perusahaan. Sastradipoera juga menjelaskan bahwa
analisis SWOT merupakan salah satu metode yang populer untuk menetapkan strategi
manajemen pemasaran yang efektif20. Analisis SWOT akan memasangkan keempat
elemen yang saling berhubungan sehingga diperoleh hasil berupa rencana-rencana yang
digunakan sebagai strategi alternatif perusahaan.

6. Volume Penjualan
Menurut Swastha penjualan dapat diartikan sebagai Ilmu dan seni yang
mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjualan untuk mengajak orang lain agar
membeli barang atau jasa yang ditawarkan 21. Menurut Stanton menyatakan bahwa
menjual merupakan aktivitas atau kegiatan yang dapat menguntungkan apabila rencana
atau bagian dari menjual tersebut sudah menjadi aksi22. Volume penjualan mempunyai
arti penting dalam kegiatan yang dilakukan secara efektif oleh penjualan untuk
17

Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran Edisi III, (Yogyakarta:CV. Andi Offset, 2008) hal. 221-222.
Bilson Simamora, Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel, (Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama, 2003), hal. 36.
19
Kotler dan Keller, Manajemen Pemasaran Edisi 12 Jilid 1, (Jakarta: PT Indeks, 2009), hal. 63.
20
Yosua Holomon Iulando Siregar, et. all., Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Volume
Penjualan Ekspor Jurnal Administrasi Bisnis pada Perusahaan PT Kaltim Prima Coal Vol. 42 No. 1 (Malang:
Universitas Brawijaya Malang, 2017), hal. 38.
21
Dina Fitriono dan Khuzaini, Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Volume Penjualan Produk,
Vol. 3 No 11, (Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, 2014), hal. 6.
22
W. Stanton, Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid Kedua, Edisi Ketujuh, (Erlangga : Jakarta, 2008), hal. 69.
18

11

mendorong agar konsumen mau membeli. Tujuan dari volume penjualan yaitu untuk
memperkirakan seberapa besar keuntungan yang diterima dengan menjual produk
kepada konsumen serta biaya yang telah dikeluarkan. Naik turunnya volume penjualan
perusahaan dapat dilihat dari intesitas pembelian konsumen dan area perusahaan.
Adapun indikator dari volume penjualan menurut Kotler yaitu harga, promosi, saluran
distribusi, produk.23 Berdasarkan indikator tersebut maka strategi bauran pemasaran
diperlukan dalam meningkatkan volume penjualan.

23

Dina fitriono dan Khuzaini, Analisis Pengaruh ......, hal. 6.

12

I. Penelitian Terdahulu
No
Judul
Penulis
Persamaan
1. Strategi
Bauran Dwi Lestari Meneliti

Perbedaan
Objek:
Strategi Strategi

Hasil Penelitian
bauran
pemasaran

Pemasaran dilakukan

oleh

CV.

Extra

yang

Pemasaran (Marketing (2014)

tentang

Bauran

Pedas

Mix) Produk Lumpia

bauran

(Marketing

Bom

Perspektif

pemasaran

Perspektif Ekonomi masih tedapat unsur bauran pemasaran

Ekonomi Islam (Studi

perspektif

Islam

Pada CV. Extra Pedas

ekonomi

Purwokerto)

Islam

Subjek:

Jenis

Lumpia Bom CV. berlebihan untuk menarik pembelinya

Penelitian:

Extra

Kualitatif

Purwokerto

Mix) Purwokerto cukup bagus, akan tetapi
yang perlu diperbaiki, yakni pada aspek
promosi. Dimana CV. Extra Pedas
Produk Purwokerto menggunakan kalimat yang
Pedas yaitu

dengan

menggunakan

kalimat

“Lumpia Bom merupakan makanan unik
khas

Banyumas”.

Hal

ini

tidak

dibenarkan, karena makanan ini belum
terdaftar di Kabupaten Banyumas sebagai
2.

Analisis
Pemasaran
Meningkatkan
Penjualan

Strategi Yosua
untuk Halomoan
Iulando,
Ekspor Siregar

(Studi pada Perusahaan Sunarti
PT. Kaltim Prima Coal) M.Kholid
Mawardi

makanan khas daerah tersebut.
Strategi PT Kaltim Prima Coal memiliki

Meneliti

Objek:

tentang

pemasaran

strategi

meningkatkan

pasar yang tinggi di kawasan Asia,

pemasaran

penjualan ekspor

terutama Asia Tenggara dan Asia Timur.

untuk

dan untuk

beberapa peluang, yaitu permintaan

PT Kaltim Prima Coal memiliki

meningkatka

Subjek

:

Produk

n penjualan

batubara PT. Kaltim

ancaman, yaitu pesaing dari Cina dan
Amerika

dengan

produk

sejenis,
13

(2017)

Jenis

Prima Coal

produsen batubara lokal yang berada di

Penelitian:

setiap negara tujuan ekspor, kurangnya

Kualitatif

dukungan

pemerintah,

perusahaan

swasta di Indonesia juga melakukan
ekspor, dan banyak perusahaan yang
memproduksi batubara jenis Melawan.
Kekuatan yang dimili PT Kaltim Prima
Coal

antara

lain

kualitas

terjamin,

produsen

Indonesia,

lokasi

produk

terlengkap
tambang

se
yang

strategis, memiliki dermaga pribadi,
memiliki sarana bongkar muat pribadi,
memiliki

SDM

yang

berkualitas,

pelayanan open pit yang dilakukan PT
Kaltim

Prima

Coal,

dan

keadaan

keuangan yang kuat berdasarkan laporan
keuangan yang ada. Ada pula kelemahan
yang dimiliki PT Kaltim Prima Coal,
yaitu

tuntutan

penjualan,
3.

Analisis Strategi

Dimas

Meneliti

Objek:

Pemasaran untuk

Hendika

tentang

Pemasaran

dan

memenuhi

target

terbatasnya

lahan

tambang untuk dieksplor.
Strategi Strategi pemasaran yang dilakukan oleh
untuk Batik Diajeng Solo sudah cukup efektif
14

4.

Meningkatkan Daya

Wibowo,

Saing UMKM (Studi

Zainul Arifin pemasaran

pada Batik Diajeng

dan

Solo)

(2015)

meningkatkan daya dalam memasarkan produknya, karena
saing umkm

dilihat

Sunarti

dari

peningkatan-peningkatan

jumlah penjualan, Batik Diajeng Solo
Jenis

Subjek:

Penelitian:

Diajeng Solo

berbagai

Kualitatif
Meneliti

Objek:

memasarkannya.
Strategi pemasaran yang diterapkan pada

tentang

Implementasi

warung makan ayam goreng lunak mpok

implementasi

Strategi Pemasaran Sarun selain marketing mix mereka juga

Ekonomi Isam (Studi

strategi

Bisnis

Pada Warung Makan

pemasaran

Perspektif Ekonomi konsumen, kondisi ekonomi setempat,

Ayam Goreng Lunak

perspektif

Isam

Mpok

ekonomi

Implementasi

Strategi Solahudin

Pemasaran
Kuliner

Bisnis Fathulloh
Perspektif (2014)

Sarun

Pusat

Purbalingga)

5.

strategi

islam

Penerapan

Strategi Nurdyansyah

Batik terus mengembangkan produk dengan
macam

strategi

untuk

Kuliner memperhatikan karakteristik demografis
keadaan

penduduk

dan

penghasilan

masyarakat. Warung makan ayam goreng
Subjek:

Warung lunak

mpok

Sarun

juga

telah

Makan

Ayam menjalankan pola marketing mix yang

Jenis

Goreng

Lunak diperbolehkan dan sesuai dengan syariat

penelitian:

Mpok Sarun Pusat Islam.

Kualitatif
Meneliti

Purbalingga
Objek: Penerapan Strategi bauran pemasaran belum dapat

Bauran

Pemasaran (2011)

tentang

strategi

bauran diterapkan

dalam

Perspektif

strategi

pemasaran

dalam kurangnya

Ekonomi Konvensional

bauran

perspektif ekonomi diterapkan oleh usaha Tahu Jawa di

dan

pemasaran

konvensional

Ekonomi

Islam

dan Kecamatan

secara

maksimal

unsur-unsur
Paguyangan

4P

karena
yang

Kabupaten
15

Pada Industri Rumah

Jenis

Tangga Tahu Jawa di

Penelitian:

Kecamatan

Kualitatif

ekonomi islam

Brebes dan penjualan yang dilakukan
menggunakan teknik personal selling,

Subjek:

Industri yaitu dengan berjualan keliling.

Paguyangan Kabupaten

rumah tangga Tahu

Brebes

Jawa di Kecamatan
Paguyangan
Kabupaten Brebes

16

J. Metode Penelitian
1.

Jenis Penelitian
Penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara
alamiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsipprinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat
ilmu serta teknologi.24
Adapun pendekatan yang diambil dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan penelitian yang mengutamakan
penekanan pada proses dan makna yang tidak diuji, atau diukur dengan setepat-tepatnya
dengan data yang berupa data deskriptif25. Menurut Strauss dan Corbin, penelitian
kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat
dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari
kuantifikasi26. Metode penelitian kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan.
Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan
kenyataan ganda; kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakekat hubungan
antara peneliti dan responden, dan ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat
menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola
nilai yang dihadapi.27

2.

Tempat Penelitian
Subjek penelitian berupa petani pembudidaya ikan lele di Desa Gondosuli,
Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

3.

Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif seorang peneliti wajib hadir di lapangan, karena di
sini peneliti merupakan instrumen. Peneliti harus hadir sendiri secara langsung ke
lapangan untuk proses pengumpulan data. Peneliti kualitatif harus menyadari benar
bahwa dirinya sendirilah yang merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data,
24

Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan , (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hal. 1.
Rokhmat Subagiyo, Metode Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: Alim’s Publishing, 2017), hal. 158.
26
V. Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi, (Yogyakarta: PT. Pustaka Baru,
2015), hal. 21.
27
Lexy J. Mulyong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002), hal. 3.
25

17

penganalisis data dan sekaligus menjadi pelapor dari hasil penelitiannya. Oleh karena
itu, peneliti harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi lapangan.
Hubungan baik antara peneliti dan subjek. Peneliti sebelum dan sesudah memasuki
lapangan merupakan kunci utama keberhasilan dalam pengumpulan data. Sehubungan
dengan pengumpulan data tersebut peneliti menggunakan langkah-langkah sebagai
berikut :
a. Peneliti sebelum memasuki lapangan terlebih dahulu minta izin kepada kepala desa
Gondosuli, Tulungagung
b. Peneliti menghadap kepala desa dan memberikan surat izin penelitian.
c. Secara formal memperkenalkan diri kepada subyek atau pemilik usaha budidaya
yang akan di wawancarai.
d. Memahami betul latar belakang penelitian yang sebenar-benarnya
e. Membuat jadwal observasi sesuai dengan kesepakatan antara peneliti dan subyek
penelitian.
f. Melaksanakan penelitian sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati bersama.
4.

Sumber Data
Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Untuk melengkapi
data penelitian ini maka peneliti mempersiapkan beberapa metode antara lain metode
observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti membagi data
menjadi dua kelompok yaitu:
a. Sumber Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian,
dalam hal ini peneliti memperoleh data atau informasi langsung dengan
menggunakan instrumen-instrumen yang telah ditetapkan. Data primer dikumpulkan
oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.28
Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer adalah pemilik usaha
budidaya ikan lele, ketua RT dan RW setempat. Oleh karena itu, demi menjaga data
agar tidak simpang siur, maka akan diperkuat dengan data sekunder juga.
b. Sumber Data Sekunder
28

Wahyu Purhantara, Metode Penelitian Kualitatif untuk Bisnis, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), hal. 79.

18

Data sekunder merupakan data atau informasi yang diperoleh secara tidak
langsung dari objek penelitian yang bersifat publik, yang terdiri atas: struktur
organisasi data kearsipan, dokumen, laporan-laporan serta buku-buku lain
sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini.29
Data sekunder dari penelitian ini adalah data yang didapatkan dari pemilik
usaha budidaya ikan lele yang berupa data hasil penjualan tiap tahunnya dan tingkat
pendapatan setiap panen.
5.

Instrumen Pengumpulan Data
Secara umum terdapat tiga teknik pengumpulan data yang lazim digunakan
dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi.
a. Observasi
Observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah observasi terlibat yang
dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu pengamatan deskiptif, pengamatan terfokus dan
pengamatan selektif.30
1) Pengamatan deskiptif yaitu pengamatan yang dilakukan ketika memasuki situasi
sosial tertentu sebagai objek penelitian, pada tahap ini peneliti belum membawa
masalah yang akan diteliti. Maksudnya adalah peneliti dating hanya melakukan
penelitian secara umum tentang letak geografis kolam budidaya, produk apa saja
yang dihasilkan, ranah pemasaran yang dilakukan petani pembudidaya ikan lele
dan secara umum letak desa Gondosuli serta mayoritas pekerjaan masyarakatnya.
2) Pengamatan terfokus yaitu kondisi ketika peneliti sudah mempersempit observasi
menjadi focus tetentu31. Maksudnya adalah peneliti sudah mulai menarik
pengamatan umum menjadi lebih sempit.
3) Pengamatan selektif adalah peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan
sehingga data yang diperoleh menjadi lebih rinci.
b. Wawancara
Wawancara yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara mendalam
(Indepth Interview), yaitu penggalian data secara mendalam terhadap satu topik
29

Ibid., hal. 79
Rokhmat Subagiyo, Metode Penelitian ......, hal. 232.
31
Ibid., hal. 233.
30

19

dengan pertanyaan terbuka32. Wawancara dilakukan dengan sepuluh pemilik usaha
budidaya ikan lele di desa Gondang, Tulungagung yaitu dengan wawancara satu per
satu. Jika data yang diperoleh belum memuaskan, maka akan dilakukan wawancara
lanjutan dengan orang yang berbeda. Sehingga informan akan terus bertambah dan
semakin besar sesuai dengan teknik snowball sampling

dimana teknik yang

dilakukan dengan mengambil sampel sumber data, yang mulanya jumlahnya sedikit
lama-lama menjadi besar.
Wawancara yang dilakukan kepada pihak petani budidaya ikan lele yaitu
tentang strategi pemasaran yang diterapkan dan tingkat pendapatannya. Meliputi,
proses pemasaran agar mendapat pembayaran secara tunai, tingkat perolehan hasil
panen, besarnya pendapatan setiap panen dan cara menjaga konsistensi pasar.
c.

Studi Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang
tertulis. Di dalam metode dokumentasi peneliti mencari data mengenai hal-hal atau
variabel yang berupa: catatan, buku agenda, surat kabar, majalah, dokumendokumen, arsip, transkrip dan sebagainya33. Dalam melaksanakan metode
dokumentasi peneliti mencari data-data yang dimiliki pemilik usaha budidaya ikan
lele dan peneliti menformulasikan dalam bentuk laporan sesuai dengan kebutuhan
yang diperlukan.

6.

Teknik Analisis Data
Analisis data diartikan sebagai upaya data yang sudah tersedia kemudian diolah
dengan statistik dan digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian.
Dengan demikian, teknik analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan
analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut untuk menjawab rumusan
masalah34.
Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki
lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder,
yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian 35. Namun fokus penelitian ini
32

Ibid., hal. 234.
H.A. Fatchan, Metode Penelitian Kualitatif, (Surabaya: Jenggala Pustaka Utama, 2011), hal. 82.
34
V. Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian ......, hal. 121.
35
Rokhmat Subagiyo, Metode Penelitian ......., hal. 190.
33

20

masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di
lapangan.
Analisis data di lapangan menurut Miles dan Huberman dibagi menjadi tiga
tahapan yang harus dikejakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif, yakni
reduksi data (data reduction) yaitu merangkum data. Merangkum adalah memilih halhal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan
demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan
mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.
Langkah beikutnya adalah penyajian data (data display). Dalam penelitian
kualitatif yaitu dengan bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart
dan sejenisnya.36 Dalam penelitian kualitatif sering digunakan yaitu teks yang bersifat
naratif. Dengan menyajikan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang
terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami. Selain
dengan cerita narasi juga dapat berupa grafik, matrik dan chart.
Langkah terakhir yaitu conclusion drawing/verification. Yaitu menarik
kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat
sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti pendukung yang kuat pada
tahap pengumpulan data berikutnya, tetapi apabila kesimpulan yang ditemukan pada
tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke
lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan
kesimpulan yang kredibel.37
7.

Pengecekan Keabsahan Temuan
Selain menganalisis data penelitian kualitatif sebagai instrumen. Keikutsertaan
peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data agar memperoleh data yang dalam
pengecekan keabsahan temuan ini penulis mengadakan interview kepada pemilik usaha
budidaya ikan lele secara langsung. Dan untuk menetapkan keabsahan data ini
diperlukan teknik pemeriksaan. Maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik
untuk mengetahui ke validan data dengan mengadakan kegiatan sebagai berikut:
a. Triangulasi
36
37

Ibid,. hal. 192.
Ibid., hal. 234.

21

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan
sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data itu, tekniknya dengan pemeriksaan sumber lainnya.38
Triangulasi merupakan cara untuk melihat fenomena dari beberapa sudut,
yaitu untuk membuktikan temuan dengan berbagai sumber informasi dan teknik.
Misalnya hasil dari observasi dapat dicek dengan wawancara atau membaca laporan
serta melihat lebih tajam hubungan antara berbagai data.39
Peneliti memperoleh data mengenai strategi pemasaran hasil panen ikan lele
dari hasil wawancara dengan pemilik usaha budidaya ikan lele. Dalam hal ini peneliti
tidak hanya cukup meneliti kepada satu orang saja akan tetapi peneliti perlu juga
untuk mewawancarai perangkat desa (ketua RT/RW setempat) selaku pelaku aktif
dalam kegiatan yang diadakan, serta peneliti memerlukan beberapa dokumendokumen resmi untuk memastikan kebenaran kegiatan tersebut.
b. Menggunakan bahan referensi
Untuk

meningkatkan

kepercayaan

akan

kebenaran

data

dengan

menggunakan hasil rekaman tape atau bahan dokumentasi. 40 Peneliti data mengenai
strategi pemasaran dari pemilik usaha dengan mengunakan rekaman tape dan
dokumentasi. Memberikan chek bertujuan agar informasi yang diperoleh dan
digunakan dalam penelitian skripsi sesuai dengan apa yang dimaksud oleh informan.
Setelah mentranskrip rekaman wawancara atau mencatat hasil pengamatan atau
mempelajari

dokumen

kemudian

mendiskripsikan,

menginterpretasikan

dan

memaknai data secara tertulis kemudian dikembalikan kepada sumber data untuk
diperiksa kebenarannya, ditanggapi jika perlu ada pemahaman data baru, memberi
chek dilakukan segera setelah ada yang masuk draf dan skripsi sesudah menjadi
secara utuh.
8.

Tahap-tahap Penelitian
Dalam penelitian ini, ada beberapa tahapan yaitu:
a. Tahap pra lapangan
38

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian ........, hal. 177.
Nasution, Metode Penelitian Naturalistik- Kualitatif , (Bandung: Trasito, 1996), hal. 116
40
Ibid., hal. 117
39

22

Tahap pralapangan adalah tahapan dimana seorang peneliti sebelum
memasuki lapangan atau peneliti sebelum mengadakan penelitian di lapangan. Maka
seorang peneliti akan mengadakan tahapan-tahapan sebagai berikut:41
1) Menyusun rancangan penelitian,
2) Memilih tempat penelitian,
3) Mengurus perizinan,
4) Menjajaki dan menilai keadaan tempat penelitian,
5) Memilih dan memanfaatkan informan, dan
6) Etika penelitian lapangan.
b. Tahap pekerjaan lapangan
Tahap pekerjaan lapangan adalah tahap penelitian atau tahap peneliti
memasuki tempat penelitian adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut: 42
1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri,
2) Memasuki lapangan, dengan mengamati berbagai fenomena dan wawancara
dengan beberapa pihak yang bersangkutan.
3) Berperan serta sambil pengumpulan data.
c. Penyusunan laporan penelitian.
Laporan penelitian ini disusun berdasarkan dari hasil data yang telah
diperoleh peneliti.
K. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Sistematika penelitian ini berisi tentang isi keseluruhan penelitian yang terdiri dari
bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir penelitian. Bagian awal memuat sampul depan,
halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan penguji, halaman
pernyataan keaslian, motto, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel,
daftar gambar, daftar lampiran, dan abstrak.
Adapun bagian isi, penelitian terdiri dari enam bab, yaitu:
BAB I

Pendahuluan, berisi uraian mengenai latar belakang masalah, fokus
penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, penegasan istilah, dan

41

Ibid., hal. 85-91.
Ibid., hal. 96-103.

42

23

sistematika pembahasan.
BAB II

Kajian Pustaka, memuat uraian tentang tinjauan pustaka atau buku-buku
teks yang berisi teori-teori besar (grand theory) dan hasil dari penelitian
terdahulu. Pembahasan dalam bab ini terdiri dari sub bab deskripsi teori
mencakup teori strategi pemasaran, strategi pemasaran jasa, bauran
pemasaran jasa, penigkatan volume penjualan, dan perspektif Islam.

BAB III

Metode Penelitian, berisi tentang rancangan penelitian, kehadiran peneliti,
lokasi penelitian, waktu penelitian, sumber data, teknik pengumpulan
data, teknik analisis data, pengecekan keabsahan temuan, dan tahap-tahap
penelitian.

BAB IV

Hasil Penelitian meliputi: deskripsi data, temuan penelitian dan analisis
data.

BAB V

Pembahasan hasil penelitian yang memuat keterkaitan antara temuan
penelitian dengan teori-teori besar yang diuraikan di kajian

BAB VI

Penutup, dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran-saran.

24

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2011. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta, 2011.
Az-Zahnuji, Ahmad Taufiq. 2011. Analisis Efisiensi Budidaya Ikan Lele di Kabupaten Boyolali
studi di kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali. Semarang: Skripsi Tidak Diterbitkan.
Cannon, et. all. 2008. Pemasaran Dasar: Pendekatan Manajerial Global. Edisi 16. Jakarta:
Salemba Empat.
Dimas Hendika Wibowo, et. all. 2015. Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya
Saing UMKM pada Batik Diajeng Solo Vol. 29 No. 1. Malang, Universitas Brawijaya
Malang.
Fatchan, H.A. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Jenggala Pustaka Utama.
Fitriono, Dina dan Khuzaini. 2014. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Volume
Penjualan Produk, Vol. 3 No 11. Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia.
Iksan. 2009. Manajemen Strategis. Jakarta: Gaung Persada.
Jaja, et. all. 2013. Usaha Pembesaran dan Pemasaran Ikan Lele serta Strategi
Pengembangannya di UD Sumber Rezeki Parung, Jawa Barat, Vol. 8 No. 1.Bogor:
Manajemen IKM.
Kotler, Philip, dkk. 2004. Manajemen Pemasaran dengan pemasaran efektikf dan Pofitable.
Cetakan Kedua. Jakarta: Gramedia Pusat Utama.
Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1. Jakarta:PT Indeks.
Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi 12 Jilid 1. Jakarta: PT Indeks.
Margono. 2002. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasution. 1996. Metode Penelitian Naturalistik - Kualitatif. Bandung: Trasito.
Purhantara, Wahyu.2010. Metode Penelitian Kualitatif untuk Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Riadi,

Muchlisin

Pengertian,

Konsep

dan

Strategi

Pemasaran,

dalam

https://www.kajianpustaka.html diakses 26 Mei 2018.
Simamora, Bilson. 2003. Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

25

Siregar, Yosua Holomon Iulando, et. all. 2017. Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan
Volume Penjualan Ekspor Jurnal Administrasi Bisnis pada Perusahaan PT Kaltim Prima
Coal Vol. 42 No. 1. Malang: Universitas Brawijaya Malang.
Stanton, W. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid Kedua, Edisi Ketujuh. Erlangga : Jakarta.
Student,

Indonesia.

Pengertian

Ikan

Lele

dan

Penjelasannya

Lengkap,

dalam

http://www.indonesiastudents.com/pengertian-ikan-lele-dan-penjelasannya-lengkap/
diakses tanggal 28 Mei 2018.
Subagiyo, Rokhmat. 2017. Metode Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta: Alim’s Publishing.
Sujarweni, V. Wiratna. 2015. Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: PT.
Pustaka Baru.
Sula, Muhammad Syakir. 2004. Asuransi Syariah. Jakarta: Gema Insani.
Swastha, Basu. 2008. Azas-azas Marketing. Yogyakarta: BPFE.
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran Edisi III. Yogyakarta:CV. Andi Offset.
Yunawan, Andi Rizkqi. 2009. Penerapan Strategi Marketing Mix dalam Meningkatkan Volume
Penjualan pada PT. Etrading Securities Gallery Semarang. Surakarta: Skripsi Tidak
Diterbitkan.

26


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1860 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 488 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 432 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 260 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 571 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 502 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 319 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 491 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 585 23