Efek antiinflamasi infusa daun songgolangit (Tridax procumbens L.) pada mencit betina galur swiss terinduksi karagenin.

(1)

ABSTRAK

Songgolangit (Tridax procumbens L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antiinflamasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa daun songgolangit memiliki efek antiinflamasi dan mengetahui dosis efektif yang dapat memberikan efek antiinflamasi.

Penelitian ini merupakan eksperimental murni rancangan acak searah. Hewan uji sejumlah 25 ekor mencit dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberikan pelarut (aquadest), kelompok kontrol positif diberikan larutan kalium diklofenak dosis 9,1 mg/kg BB, kelompok dosis rendah (D1) diberikan infusa daun songgolangit (IDS) 1000 mg/kg BB mencit, kelompok dosis tengah (D2) diberikan infusa daun songgolangit (IDS) 1500 mg/kg BB mencit, dan kelompok dosis tinggi (D3) diberikan infusa daun songgolangit (IDS) 2000 mg/kg BB mencit. Setelah 15 menit kemudian diinduksi inflamasi menggunakan injeksi zat iritan karagenin 3% secara subplantar. Setiap jam mulai dari jam ke-0 hingga ke-10, kaki mencit diukur volumenya menggunakan alat

plethysmometer. Analisis hasil dilakukan dengan menghitung AUC volume

udema kemudian dianalisis secara statistik dengan uji Shapiro-Wilk dilanjutkan

Levene’s Test dan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%.

Infusa daun songgolangit memiliki efek antiinflamasi dalam menurunkan volume udema dari kaki mencit yang terinduksi karagenin 3%. Dosis infusa daun songgolangit yang dapat memberikan efek antiinflamasi secara signifikan adalah dosis 1500 mg/kg BB mencit dengan persen inhibisi sebesar 12,723% dan dosis 2000 mg/kg BB mencit dengan persen inhibisi sebesar 13,080%.


(2)

ABSTRACT

Songgolangit (Tridax procumbens L.) is herb plant that have

anti-inflammatory activity. This study aims to determine anti-anti-inflammatory effects from the infusion of songgolangit leaves and determine effective dose may provide anti-inflammatory effects.

This research was a pure experiment with randomized complete direct sampling design. Twenty five mice divided into five treatment groups. In negative control group, the solvent (aquadest) was given; in positive control group, potassium diclofenac solutions with dose 9,1 mg/kg BB was given; in

songgolangit leaves infusion (IDS) groups, infusion was given in three doses :

1000 mg/kg as low-dose (D1), 1500 mg/kg as middle-dose, and 2000 mg/kg as highest-dose. Fifteen minutes later, carrageenan 3 % was injected in subplantar area of mice as an irritant. Every hour from 0 - 10 hour, the behind paw of mice was measured in volume using a plethysmometer. Analysis of the data had done by calculating the AUC of the udema volume, then the data had been statistically analyzed by Shapiro-Wilk test, continued by Levene's Test and ANOVA with 95% trust scale.

Songgolangit leaves Infusion has anti-inflammatory effect to reduce the

volume of mice paw edema induced by carrageenan 3%. The doses of

songgolangit infusion leaves that can provide anti-inflammatory effect are 1500

mg/kg body weight of mice with the percent inhibition 12.723% and 2000 mg/kg body weight of mice with the percent inhibition 13.080%.


(3)

i

EFEK ANTIINFLAMASI INFUSA DAUN SONGGOLANGIT (Tridax procumbens L.) PADA MENCIT BETINA GALUR SWISS

TERINDUKSI KARAGENIN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Abednego Yoga Dwi Prasetyo NIM : 128114083

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA


(4)

i

EFEK ANTIINFLAMASI INFUSA DAUN SONGGOLANGIT (Tridax procumbens L.) PADA MENCIT BETINA GALUR SWISS

TERINDUKSI KARAGENIN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Abednego Yoga Dwi Prasetyo NIM : 128114083

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA


(5)

(6)

(7)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

Harmoni Melantunkan Cerita Dalam Nada Mayor Terkuak Inisiatif Dalam Nada Minor Muncul Keprihatinan

Hidup dengan Mayor Dan Minor Dalam Harmoni yang Menyatu

-Abednego Yoga D P-

Kupersembahkan skripsi ini untuk : Tuhan Yesus Kristus Bapakku dan Ibuku, Adikku dan Kakakku, keluarga tercinta Teman-temanku, sahabatku dan kekasihku Almamaterku Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma


(8)

(9)

(10)

vii

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerah-Nya selama proses pelaksanaan penelitian hingga terselesaikannya naskah skripsi ini yang berjudul “Efek Antiinflamasi Infusa Daun Songgolangit (Tridax Procumbens L.) pada Mencit Betina Galur Swiss Terinduksi Karagenin”. Banyak hambatan dan tantangan yang penulis alami selama proses penelitian, hingga sesekali penulis mengalami keputusasaan. Namun, proses ini menjadi sangat berarti dan mudah untuk dijalani oleh karena orang-orang yang mendukung penulis dalam penelitian ini. Kesempatan ini penulis gunakan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada :

1. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma; 2. Ketua Program Studi Farmasi;

3. Kepala Laboratorium Fakultas Farmasi yang telah memberikan ijin untuk menggunakan laboratorium beserta fasilitasnya;

4. Yohanes Dwiatmaka, M.Si., yang telah memberikan bantuan dalam determinasi tanaman Tridax procumbens L.;

5. Prof. Soegihardjo, M.Sc., Apt., selaku dosen pembimbing terdahulu yang pernah membimbing dengan sabar walaupun sedang sakit;

6. drh. Sugiyono, M.Sc., selaku dosen pembimbing baru yang telah membimbing dengan sabar, memberikan motivasi, dan membagikan ilmunya kepada penulis sehingga penelitian ini dapat terarah sampai selesai; 7. Pak Heru, Pak Wagiran, Mas Kunto, Pak Kayatno, Pak Suparjiman, dan Pak

Sigit, selaku laboran laboratorium Fakultas Farmasi yang telah membantu penulis dalam proses pelaksanaan teknis penelitian di laboratorium;

8. Petugas Cleaning Service, yang berkenan menunggu penulis dengan sabar saat terjadi sedikit ekstra waktu dalam penelitian di laboratorium;

9. Keluarga tercinta, Sukamto, Sri, Yogi, Vallen, Djuwarto, dan Darmi yang selalu memberi motivasi, perhatian, dan doa demi kelancaran studi, penelitian, dan penyusunan naskah skripsi;


(11)

viii

10. Pascalis Nika Putri Winahyu sebagai orang spesial yang telah menemani, memberikan ide, perhatian, dan motivasi bagi penulis;

11. Teman-teman sekelompok skripsi, Mike, Satrio, dan Danang, atas kerjasama, keceriaan, dan perjuangan yang dilakukan bersama penulis; 12. Teman-teman penghuni Wisma Sigulempong: Ananta, Alfius, Paul, Roy,

dan Martin, yang selalu memberikan motivasi.

13. Seluruh teman-teman Fakultas Farmasi angkatan 2012, atas perjuangan bersama dalam menempuh gelar sarjana;

14. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Yogyakarta, 13 Juni 2016


(12)

ix

DAFTAR ISI

Hal.

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

PRAKATA ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

ABSTRAK ... xiii

ABSTRACT ... xiv

PENDAHULUAN ... 1

METODE PENELITIAN ... 3

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 6

KESIMPULAN ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 11

LAMPIRAN ... 13


(13)

x

DAFTAR TABEL

Hal. Tabel I. Hasil uji Post Hoc AUC total (mL.jam) kelompok kontrol negatif

aquadest; kontrol positif diklofenak dosis 9,1 mg/kg BB; IDS dosis 1000 mg/kg BB; IDS dosis 1500 mg/kg BB; dan IDS dosis 2000 mg/kg BB ... 7 Tabel II. Persentase penghambatan inflamasi kontrol positif diklofenak dosis 9,1

mg/kg BB; IDS dosis 1000 mg/kg BB; IDS dosis 1500 mg/kg BB; dan IDS dosis 2000 mg/kg BB ... 8


(14)

xi

DAFTAR GAMBAR

Hal. Gambar 1. Kurva volume udema (mL) terhadap waktu (jam) pada masing-masing

kelompok uji antiinflamasi ... 7

Gambar 2. Daun songgolangit dan pemanasan serbuk daun songgolangit ... 14 Gambar 3. Proses pemerasan dan infusa daun songgolangit ... 14 Gambar 4. Udema telapak kaki mencit dan pengukuran volume kaki


(15)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Hal. Lampiran 1. Daun Tridax procumbens L. dan pembuatan infusa daun

songgolangit ... 14

Lampiran 2. Udema telapak kaki belakang mencit dan pengukuran volume kaki mencit ... 15

Lampiran 3. Surat pengesahan determinasi Tridax procumbens L. ... 16

Lampiran 4. Surat Ethical Clearance (EC) ... 17

Lampiran 5. Surat Keterangan Pembelian Hewan Uji ... 18

Lampiran 6. Perhitungan Dosis ... 19

Lampiran 7. Hasil analisis uji statistik nilai AUC total pada uji antiinflamasi infusa daun songgolangit ... 20

Lampiran 8. Hasil ANOVA nilai AUC total pada kelompok uji antiinflamasi infusa daun songgolangit ... 21

Lampiran 9. Hasil analisis uji Post Hoc nilai AUC total pada kelompok uji antiinflamasi infusa daun songgolangit ... 23


(16)

xiii

ABSTRAK

Songgolangit (Tridax procumbens L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antiinflamasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa daun songgolangit memiliki efek antiinflamasi dan mengetahui dosis efektif yang dapat memberikan efek antiinflamasi.

Penelitian ini merupakan eksperimental murni rancangan acak searah. Hewan uji sejumlah 25 ekor mencit dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberikan pelarut (aquadest), kelompok kontrol positif diberikan larutan kalium diklofenak dosis 9,1 mg/kg BB, kelompok dosis rendah (D1) diberikan infusa daun songgolangit (IDS) 1000 mg/kg BB mencit, kelompok dosis tengah (D2) diberikan infusa daun songgolangit (IDS) 1500 mg/kg BB mencit, dan kelompok dosis tinggi (D3) diberikan infusa daun songgolangit (IDS) 2000 mg/kg BB mencit. Setelah 15 menit kemudian diinduksi inflamasi menggunakan injeksi zat iritan karagenin 3% secara subplantar. Setiap jam mulai dari jam ke-0 hingga ke-10, kaki mencit diukur volumenya menggunakan alat

plethysmometer. Analisis hasil dilakukan dengan menghitung AUC volume

udema kemudian dianalisis secara statistik dengan uji Shapiro-Wilk dilanjutkan

Levene’s Test dan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%.

Infusa daun songgolangit memiliki efek antiinflamasi dalam menurunkan volume udema dari kaki mencit yang terinduksi karagenin 3%. Dosis infusa daun songgolangit yang dapat memberikan efek antiinflamasi secara signifikan adalah dosis 1500 mg/kg BB mencit dengan persen inhibisi sebesar 12,723% dan dosis 2000 mg/kg BB mencit dengan persen inhibisi sebesar 13,080%.


(17)

xiv

ABSTRACT

Songgolangit (Tridax procumbens L.) is herb plant that have

anti-inflammatory activity. This study aims to determine anti-anti-inflammatory effects from the infusion of songgolangit leaves and determine effective dose may provide anti-inflammatory effects.

This research was a pure experiment with randomized complete direct sampling design. Twenty five mice divided into five treatment groups. In negative control group, the solvent (aquadest) was given; in positive control group, potassium diclofenac solutions with dose 9,1 mg/kg BB was given; in

songgolangit leaves infusion (IDS) groups, infusion was given in three doses :

1000 mg/kg as low-dose (D1), 1500 mg/kg as middle-dose, and 2000 mg/kg as highest-dose. Fifteen minutes later, carrageenan 3 % was injected in subplantar area of mice as an irritant. Every hour from 0 - 10 hour, the behind paw of mice was measured in volume using a plethysmometer. Analysis of the data had done by calculating the AUC of the udema volume, then the data had been statistically analyzed by Shapiro-Wilk test, continued by Levene's Test and ANOVA with 95% trust scale.

Songgolangit leaves Infusion has anti-inflammatory effect to reduce the

volume of mice paw edema induced by carrageenan 3%. The doses of

songgolangit infusion leaves that can provide anti-inflammatory effect are 1500

mg/kg body weight of mice with the percent inhibition 12.723% and 2000 mg/kg body weight of mice with the percent inhibition 13.080%.


(18)

1

PENDAHULUAN

Inflamasi merupakan respon terhadap kerusakan jaringan atau infeksi. Proses inflamasi melibatkan reaksi vaskular dengan berkumpulnya cairan elemen darah, leukosit, dan mediator kimia pada tempat jaringan yang rusak atau infeksi. Reaksi inflamasi yang muncul sebagai gejala klinis, yaitu timbul warna kemerah-merahan (rubor), peningkatan panas (kalor), pembengkakan (tumor), nyeri (dolor), dan gangguan fungsi (function laesa) (Katzung, 2001). Orang yang mengalami inflamasi akan merasa tidak nyaman akibat reaksi tersebut. Oleh karena itu, perlu ada antiinflamasi dalam mengurangi ketidaknyamanan akibat inflamasi ini. Antiinflamasi merupakan agen atau mekanisme yang menekan gejala-gejala yang disebabkan oleh inflamasi (Whitcher, 1992).

Saat ini, telah ada obat-obatan yang berkhasiat sebagai antiinflamasi. Tidak sedikit obat-obatan yang memiliki efek samping yang justru menambah ketidaknyamanan penggunanya. Salah satu contoh obat antiinflamasi yaitu kalium diklofenak memiliki efek samping yang umum dilaporkan seperti nyeri perut, retensi cairan, diare, sembelit, dispepsia, mual, dan sakit kepala (Cerner Multum Inc., 2015). Bahkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) telah menyatakan untuk membatasi dosis diklofenak karena adanya peningkatan risiko kardiovaskular (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2015). Masyarakat perlu suatu antiinflamasi yang relatif aman, dapat diperoleh dengan mudah dan dibuat dengan metode sederhana.

Tumbuhan berkhasiat cukup dekat dengan masyarakat. Organisasi kesehatan dunia (WHO), memperkirakan 80% lebih dari populasi di dunia telah memanfaatkan obat tradisional untuk menjaga kesehatan primer (Manjamalai, Varghese, Haridas, and Grace, 2012). Pengolahan tanaman obat di Indonesia dilakukan dengan cara merebus, kemudian air rebusannya dikonsumsi sebagai jamu. Pengolahan seperti ini hampir mirip dengan pembuatan sediaan farmasi berupa infusa. Persamaan keduanya adalah sama-sama dipanaskan dalam air untuk beberapa lama. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa metode infusa adalah salah satu metode yang mudah ditiru oleh masyarakat awam dari pada metode pembuatan sediaan farmasi lainnya seperti fraksinasi.


(19)

2

Songgolangit (Tridax procumbens L.) merupakan tanaman yang penting digunakan untuk melawan berbagai macam penyakit dalam pengobatan tradisional seperti penyembuh luka, hepatoprotektif, antiinflamasi, antidiabetes, dan aktivitas imunomodulator (Zambare, Chakraborthy, dan Banerjee, 2010). Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Das, Das, Das, and Basu (2009), memberikan informasi bahwa pemberian kombinasi aqueuos extract daun Tridax

procumbens L. dengan dosis 300mg/kg dan ekstrak etanol Calotropis gigantea

dengan dosis 400mg/kg secara oral terhadap tikus albino galur Wistar yang terinduksi karagenin, menunjukkan aktivitas antiinflamasi yang berbeda bermakna dari pada ibuprofen dosis 100mg/kg. Penelitian yang dilakukan oleh Manjamalai,

et al. (2012), meneliti tentang kandungan senyawa bioaktif mayor dalam ekstrak

minyak esensial daun Tridax procumbens menggunakan Gas Chromatography – Mass Spectrometry (GCMS) serta menguji aktivitas antiinflamasi dari ekstrak metanol daun Tridax procumbens dengan metode induksi karagenin. Penelitian tersebut memberikan hasil bahwa ekstrak metanol daun Tridax procumbens memiliki aktivitas antifungal dan pada dosis 500mg/kg menimbulkan penurunan inflamasi yang lebih cepat pada tikus udema.

Terkait dengan inflamasi, senyawa flavonoid dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Flavonoid termasuk kelompok zat alami dengan struktur fenolik yang bervariasi dan ditemukan dalam buah, sayuran, biji-bijian, kulit kayu, akar, batang, bunga, teh dan anggur (Rathee, Chaudhary, Rathee, Rathee, Kumar, et al., 2009). Bagian daun dari songgolangit telah diteliti memiliki kandungan flavonoid yang tinggi (6477,706 g/kg). Kandungan flavonoid yang utama yaitu kaempferol (Ikewuchi, Ikewuchi, dan Ifeanacho, 2015). Deteksi menggunakan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) menunjukan ekstraksi air mampu mengambil kaempferol (Kim, Jun, dan Lee, 2016). Proses pemanasan pada pembuatan infusa akan meningkatkan kelarutan senyawa-senyawa fenolik serta flavonoid yang kurang larut air (Xu, Chen, Xhang, Jiang, Ye, 2008). Kandungan flavonoid yang tersari dalam infusa diharapkan memiliki efek antiinflamasi terhadap inflamasi yang disebabkan oleh zat iritan karagenin.


(20)

3

Berdasarkan laporan-laporan diatas, maka muncul hipotesis bahwa infusa daun songgolangit memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah infusa daun songgolangit memiliki efek antiinflamasi dan mengetahui berapa dosis infusa daun songgolangit yang dapat memberikan efek antiinflamasi.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pola searah. Pemberian perlakuan dilakukan pada subyek uji dan penggunaan kontrol sebagai pembanding. Variabel-variabel pada penelitian ini adalah: variabel bebas, yaitu dosis infusa daun songgolangit; variabel terikat, yaitu penurunan volume udema yang dilihat dari perbandingan volume kaki mencit normal sebelum perlakuan dengan sesudah perlakuan yang diukur menggunakan

plethysmometer dengan satuan mililiter; dan variabel pengacau yang meliputi

variabel terkendali dan tak terkendali. Variabel terkendali yaitu berat badan mencit (20-30 gram), umur (2-3 bulan), jenis kelamin (betina), galur (Swiss). Variabel tak terkendali yaitu kondisi patologis dan psikologis mencit.

Bahan

Hewan uji yang digunakan adalah 25 mencit betina galur Swiss yang didapatkan dari Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gajah Mada (LPPT-UGM) dengan limitasi umur 2-3 bulan dan berat badan 20-30 gram; simplisia kering daun songgolangit yang akan dibuat menjadi sediaan infusa; serbuk kalium diklofenak Cataflam Fast® 50mg sebagai kontrol positif; aquadest sebagai pelarut bahan infusa dan kalium diklofenak; serbuk karagenin tipe 1 yang dibeli dari Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia; dan cairan NaCl fisiologis 0,9%.

Alat

Plethysmometer merek Ugo Basile yang berada di Laboratorium


(21)

4

digunakan untuk mengukur volume udema; satu set panci infusa; spuit injeksi peroral dan subplantar; dan alat-alat pendukung penelitian lainnya seperti alat-alat gelas, timbangan, penangas, dan termometer.

Prosedur

1. Pengumpulan daun songgolangit

Daun songgolangit diperoleh dari Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daun dipetik dari tumbuhan songgolangit yang sudah berbunga. Daun dipilih yang segar, berwarna hijau dan tidak cacat (berlubang, sudah kering, dan/atau terdapat kotoran serangga)

2. Pembuatan simplisia kering daun songgolangit

Daun yang telah disortasi basah kemudian dicuci menggunakan air untuk menghilangkan kotoran yang mungkin masih menempel. Pencucian dilakukan menggunakan air mengalir dan diulang berkali-kali hingga air bekas cucian tampak jernih. Daun ditiriskan untuk meniadakan air pada permukaan daun. Daun dikeringkan menggunakan oven pada 50°C selama 24 jam. Daun yang sudah benar-benar kering dengan ciri-ciri dapat dihancurkan dengan meremas-remas, diserbuk menggunakan blender hingga tampak halus. Serbuk simplisia yang didapatkan kemudian diayak secara bertingkat dengan ayakan nomor Mesh 30/40. Serbuk hasil ayakan kemudian ditentukan kadar airnya menggunakan alat

Moisture Balance merek Mettler Toledo yang berada di Laboratorium Kimia

Analisis Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Penentuan kadar air serbuk simplisia didasarkan pada persyaratan serbuk yang baik, yaitu kadar air kurang dari 10% (Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan,1995).

3. Pembuatan infusa daun songgolangit

Serbuk daun songgolangit ditimbang sebanyak 10 gram dan ditambahkan 100 ml aquadest di dalam panci infusa. Campuran tersebut dipanaskan di atas penangas selama 15 menit dimulai pada suhu 90°C sambil sesekali diaduk. Campuran diambil dan diperas menggunakan kain flannel. Air panas ditambahkan sedikit demi sedikit melalui campuran dan diperas hingga didapatkan 100 ml


(22)

5

infusa daun songgolangit. Cara ini didasarkan pada pembuatan sediaan herbal Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (2010).

4. Perlakuan hewan uji

Mencit dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok berisi lima ekor mencit. Sebelum diberi perlakuan, kaki kiri mencit diukur volumenya. Setelah itu mencit diberikan perlakuan secara peroral sesuai kelompoknya. Kelompok kontrol negatif diberikan 0,5mL pelarut (aquadest), kelompok kontrol positif diberikan larutan kalium diklofenak dosis 9,1 mg/kg BB mencit, kelompok dosis rendah (D1) diberikan infusa daun songgolangit (IDS) dengan dosis 1000 mg/kg BB mencit, kelompok dosis tengah (D2) diberikan IDS dengan dosis 1500 mg/kg BB mencit, dan kelompok dosis tinggi (D3) diberikan IDS dengan dosis 2000 mg/kg BB mencit. Setelah 15 menit kemudian setiap mencit pada setiap kelompok diinduksi menggunakan zat iritan karagenin 3% yang dilakukan dengan cara menyuntikkan iritan secara subplantar pada telapak kaki mencit. Setiap jam mulai dari jam ke-0 hingga ke-10, kaki mencit diukur volumenya.

Hasil volume kaki (mL) tiap jam dikurangi hasil volume kaki sebelum diberi perlakuan untuk memperoleh volume udema. Kemudian dari data volume udema tiap jam ini, dihitung luas area di bawah kurva/Area Under Curve (AUC) dengan rumus sebagai berikut.

( ) ( )

( )

Keterangan :

AUC0-x = Area Under Curve dari volume udema telapak kaki mencit pada jam ke-0 sampai jam ke-10

Cn-Cn-1 = besarnya volume udema dari jam ke-0 sampai jam ke-10

tn-tn-1 = lamanya waktu pengukuran mulai dari jam ke-0 sampai jam ke-10 (Ikawati, Suparjan, dan Asmara, 2007).

5. Analisis data

Data perhitungan AUC dianalisis menggunakan program statistik SPSS 16.0 for Windows supaya dapat diketahui apakah IDS memiliki kemampuan dalam menurunkan volume udema atau tidak. Analisis Data AUC diawali dengan


(23)

6

uji normalitas distribusi menggunakan Shapiro-Wilk dan uji homogenitas varian menggunakan Levene’s Test. Setelah mengetahui distribusi data dan varian data, analisis dilanjutkan dengan ANOVA (Analysis of Variance) untuk mengetahui adanya data yang berbeda secara bermakna. Kemudian dilakukan Post

Hoc-Bonferroni Test untuk menentukan kelompok data mana saja yang memiliki

perbedaan dengan kelompok data yang lain.

Dalam menentukan seberapa besar kemampuan penurunan volume udema digunakan nilai persen penghambatan inflamasi (% inhibisi inflamasi). Persen penghambatan inflamasi ini menggunakan nilai AUC0-x untuk dimasukkan ke dalam rumus sebagai berikut.

% inhibisi = 100 (1-Vt/Vc) Keterangan :

Vt = volume udema pada kelompok perlakukan infusa atau kalium diklofenak Vc = volume udema pada kelompok kontrol negative

(Su, Li, and Zhu, 2011). Rumus diatas diadaptasi dan dipakai dalam hitungan menjadi seperti di bawah ini :

(

)

Keterangan :

(AUC0-x)n = AUC0-x dari kelompok kontrol negatif aquadest (mL.jam)

(AUC0-x)0 = AUC0-x dari kelompok IDS atau kontrol positif Kalium diklofenak (mL.jam)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan uji distribusi data yang dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk, didapatkan data berdistribusi normal (p>0,05) dengan nilai p=0,072 dan pada Levene’s Test menunjukkan varian data yang sama. Hal tersebut memenuhi syarat untuk melanjutkan analisis data dengan ANOVA. Berdasarkan Hasil ANOVA pengukuran terhadap volume udema seluruh kelompok menunjukkan nilai p=0,04 (p<0,05). Hal ini berarti terdapat setidaknya dua kelompok yang mempunyai perbedaan secara bermakna. Post Hoc-Bonferroni Test dilakukan untuk melihat perbandingan antarkelompok yang memiliki perbedaan secara bermakna yang ditampilkan pada tabel I.


(24)

7

Gambar 1. Kurva volume udema (mL) terhadap waktu (jam) pada masing-masing kelompok uji antiinflamasi

Tabel I. Hasil uji Post Hoc AUC total (mL.jam) kelompok kontrol negatif aquadest; kontrol positif diklofenak dosis 9,1 mg/kg BB; IDS dosis 1000 mg/kg BB; IDS dosis 1500 mg/kg BB; dan IDS dosis 2000 mg/kg BB

Kelompok Nilai p

Kontrol negatif aquadest Kontrol positif diklofenak 0,003 (B) IDS dosis 1000 mg/kg BB 0,072 (TB) IDS dosis 1500 mg/kg BB 0,028 (B) IDS dosis 2000 mg/kg BB 0,022 (B) Kontrol positif diklofenak

dosis 9,1 mg/kg BB

Kontrol negatif aquadest 0,003 (B) IDS dosis 1000 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 1500 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 2000 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 1000 mg/kg BB Kontrol negatif aquadest 0,072 (TB) Kontrol positif diklofenak 1,000 (TB) IDS dosis 1500 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 2000 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 1500 mg/kg BB Kontrol negatif aquadest 0,028 (B) Kontrol positif diklofenak 1,000 (TB) IDS dosis 1000 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 2000 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 2000 mg/kg BB Kontrol negatif aquadest 0,022 (B) Kontrol positif diklofenak 1,000 (TB) IDS dosis 1000 mg/kg BB 1,000 (TB) IDS dosis 1500 mg/kg BB 1,000 (TB) 0,060 0,065 0,070 0,075 0,080 0,085 0,090

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

V o lu m e u d e m ( m L ) Waktu (jam) IDS D1 IDS D2 IDS D3 Kontrol negatif aquadest Kontrol positif Ka diklofenak


(25)

8

Keterangan :

B = Berbeda Bermakna (P< 0,05) TB = Berbeda Tidak Bermakna (P>0,05)

Nilai p < 0,05 berarti terdapat perbedaan yang bermakna dari antara dua kelompok yang dibandingkan (Dahlan, 2008). Gambar 1 menunjukkan bahwa ketiga dosis IDS yaitu 1000, 1500 maupun dosis 2000 mg/kg BB mencit memiliki nilai rata-rata AUC yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol negatif aquadest yaitu 0,84120 ± 0,030492 (mL.jam). Perbandingan nilai AUC IDS D2 dan D3 dengan kelompok kontrol negatif aquadest memiliki nilai p<0,05. Nilai p dari D2 dan D3 adalah P = 0,028 dan 0,022 (tabel I). Ini berarti IDS D2 dan D3 memiliki kemampuan menurunkan volume udema pada kaki mencit secara bermakna. Perbandingan nilai AUC IDS D1 dengan kontrol negatif aquadest yaitu P = 0,072 (nilai p>0,05). Hal tersebut menunjukan IDS D1 belum secara bermakna menurunkan volume udema pada kaki mencit. Jika dibandingkan dengan kontrol positif diklofenak yang mempunyai rata-rata AUC sebesar 0,70600 ± 0,005079 (mL.jam), ketiga dosis IDS memiliki nilai rata-rata AUC yang lebih tinggi, tetapi berbeda tidak bermakna. Secara statistik, IDS pada ketiga dosis memiliki kemampuan yang lebih rendah tetapi hampir sama dengan kontrol positif kalium diklofenak. Jika dibandingkan antardosis IDS, dosis 2000 mg/kg BB mencit memiliki nilai AUC terendah yaitu 0,73080 ± 0,023957 (mL.jam), tetapi berbeda tidak bermakna.

Tabel II. Persentase penghambatan inflamasi kontrol positif diklofenak dosis 9,1 mg/kg BB; IDS dosis 1000 mg/kg BB; IDS dosis 1500 mg/kg BB; dan IDS dosis 2000 mg/kg BB

Setelah dihitung menggunakan rumus, maka didapatkan hasil persentase inhibisi inflamasi masing-masing kelompok perlakuan. Persentase inhibisi dari ketiga dosis IDS masih berada di bawah persentase inhibisi dari kontrol positif kalium diklofenak. Kenaikan persentase inhibisi inflamasi berbanding lurus

Perlakuan Persentase inhibisi inflamasi (%) Kontrol positif diklofenak

IDS dosis 1000 mg/kg BB IDS dosis 1500 mg/kg BB IDS dosis 2000 mg/kg BB

16,052 11,177 12,723 13,080


(26)

9

dengan kenaikan dosis IDS. Persentase inhibisi inflamasi dari IDS D1, IDS D2, dan IDS D3 secara berturut-turut adalah 11,177%, 12,723%, dan 13,080%. IDS D3 memberikan tingkat inhibisi yang paling besar di antara dosis lainnya. Hal tersebut menunjukkan dosis 2000 mg/kg BB mencit adalah dosis yang paling baik dalam menurunkan volume udema dibanding dua dosis lainnya. Dosis tersebut bila dikonversikan ke dalam dosis manusia adalah 15,516 g/ 70 kg BB manusia.

Penurunan udema ditandai dengan adanya selisih nilai rata-rata AUC total kelompok IDS baik dosis 1, 2, maupun dosis 3 terhadap nilai rata-rata AUC total kelompok kontrol negatif aquadest. Rata-rata AUC total kelompok IDS dari masing-masing dosis terbukti lebih rendah dari pada kelompok kontrol negatif aquadest.

Udema terjadi karena adanya induksi oleh zat iritan karagenin 3% yang bersifat bifase. Pada fase awal, mediator yang terinduksi karagenin adalah histamin, serotonin, dan bradikinin. Prostaglandin (PGs) terlibat dalam peningkatan permeabilitas vaskuler dan terdeteksi pada fase akhir (Necas and Bartosikova, 2013). Terkait dengan inflamasi, senyawa flavonoid merupakan salah satu senyawa yang dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi. Mekanisme penting untuk aktivitas antiinflamasi dari flavonoid adalah penghambatan enzim-enzim pembentuk eicosanoids yang termasuk fosfolipase A2, siklooksigenase dan lipoksigenase, dengan cara mengurangi konsentrasi dari prostanoid dan leukotrin. Mekanisme yang lain adalah penghambatan pelepasan histamin, fosfodiesterase, protein kinase, dan aktivasi dari transkriptase (Rathee, et al., 2009). Teori di atas dapat menjelaskan kemungkinan sebab terjadinya penurunan udema. Oleh karena adanya senyawa flavonoid yang tinggi pada daun songgolangit, maka senyawa tersebut terlarut dalam pelarut aquadest saat pembuatan IDS. Sifat senyawa flavonoid sendiri larut dalam air (Astuti, 2001). Senyawa flavonoid yang terlarut ini kemudian ikut masuk ke dalam tubuh mencit saat pemberian peroral. Senyawa inilah yang dimungkinkan bekerja menghambat kedua fase inflamasi yang diinduksi oleh zat iritan karagenin 3%. Akibat penghambatan ini, maka mediator-mediator proinflamasi seperti histamin dan prostaglandin terhambat produksinya, sehingga inflamasi yang ditimbulkan tidak sebesar kontrol negatif yang hanya


(27)

10

diberi aquadest tanpa IDS. Hipotesis awal yang menyatakan bahwa IDS memiliki efek antiinflamasi yang ditandai dengan penurunan volume udema telapak kaki mencit betina terinduksi karagenin adalah benar sesuai hasil yang didapat.

KESIMPULAN DAN SARAN

Infusa daun songgolangit memiliki efek antiinflamasi dalam menurunkan volume udema dari kaki mencit yang terinduksi karagenin 3%. Dosis Infusa daun songgolangit yang dapat memberikan efek antiinflamasi secara signifikan adalah dosis 1500 mg/kg BB mencit dengan persen inhibisi sebesar 12,723% dan dosis 2000 mg/kg BB mencit dengan persen inhibisi sebesar 13,080%.

Penelitian yang serupa perlu dilakukan dengan melihat parameter histopatologi untuk menunjukkan perbandingan mediator-mediator inflamasi yang terbentuk. Hasil dari penelitian dengan parameter histopatologi ini mungkin dapat lebih menggambarkan inflamasi yang terjadi dengan akurat.


(28)

11

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, M., 2001, Radikal Bebas dan Antioksidan dalam Kesehatan Dasar

Aplikasi dan Pemanfaatan Bahan, Bag. Biokimia, Bagian Biokimia FKUI,

Jakarta, hal. 1-15.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2010, Acuan Sediaan

Herbal, Direktorat Obat Asli Indonesia, Jakarta, hal. 3-4

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2015, Update Informasi Aspek Keamanan Obat: Pembatasan Dosis dan Kontraindikasi Diklofenak Terkait Dengan Risiko Kardiovaskular, Buletin Berita MESO, 33 (1), 3.

Cerner Multum Inc., 2015, Diclofenac Side Effects,

http://www.drugs.com/sfx/diclofenac-side-effects.html, diakses tanggal 1 Juni 2016.

Dahlan, M.S., 2008, Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan, Edisi 3, Salemba Medika, Jakarta, hal. 53-58, 85-105.

Das, S., Das, S., Das, M.K., and Basu, S.P., 2009, Evaluation of anti-inflammatory effect of Calotropis gigantea and Tridax procumbens on Wistar albino rats, Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, Vol.1(4), 123-126.

Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, hal. 46.

Ikawati, Z., Supardjan, A.M., Asmara, L.S., 2007, Pengaruh Senyawa Heksagamavunon-1 terhadap Inflamasi Akut Akibat Reaksi Anafilaksis Kutaneus Aktif pada Tikus Wistar Jantan Terinduksi Ovalbumin, Laporan

Penelitian, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 34-36.

Ikewuchi, Catherine C., Ikewuchi, Jude C., Ifeanacho, Mercy O., 2015, Phytochemical Composition of Tridax procumbens Linn Leaves: Potential as a Functional Food, Food and Nutrition Sciences, Vol. 6, 992-1004. Katzung, and Bertram, G., 2001, Farmakologi Dasar dan Klinik, Penerbit

Salemba, Jakarta, hal. 449-450.

Kim, O.K., Jun, W., Lee, J., 2016, Effect of Cudrania tricuspidata and Kaempferol in Endoplasmic Reticulum Stress-Induced Inflammation and Hepatic Insulin Resistance in HepG2 Cells, Journal of Human Nutrients, 8 (1), 1-13


(29)

12

Laurence, D.L., and Bacharach, A.L., 1964, Evaluation of Drug Activities:

Pharmacometrics, Vol. 1, Academic Press, USA, p. 161.

Manjamalai, A., Varghese, S.S., Haridas, A., and Grace, V.M.B., 2012, Antifungal, Anti-inflammatory and GC – MS Analysis for Bioactive Molecules of Tridax procumbens L. Leaf, Asian Journal of

Pharmaceutical and Clinical Research, Vol. 5, Suppl 1, 139-145.

Necas, J., and Bartosikova, L., 2013, Carrageenan: a review, Veterinarni

Medicina, 4, 187-105.

Rathee, P., Chaudhary, H., Rathee, S., Rathee, D., Kumar, V., et al., 2009, Mechanism of Action of Flavonoids as Anti-inflammatory Agents: A Review, Inflammation & Allergy-Drug Targets, 8 (3), 229-235.

Su, J., Li, Q., Zhu L., 2011, Evaluation of The In Vivo Anti-Inflammatory Activity of A Flavone Glycoside from Cancrinia discoidea (Ledeb.) Poljak, EXCLI Journal, Vol. 10, pp. 110-116.

Whitcher, J.T., 1992, Biochemistry of Inflammation, Kluwer Academic Publisher, UK, pp. 132-133.

Xu, G.H., Chen, D.H., Xhang, Y.H., Jiang, P., Ye, X.Q., 2008, Minerals, Phenolic Compounds, and Antioxidant Capacity of Citrus Peel Extract by Hot Water, Journal of Food Science, 73 (1), c11-c18.

Zambare A.V., Chakraborthy G.S., dan Banerjee S.K., 2010, Pharmacognostic Studies of Potential Herb – Tridax Procumbens Linn, International


(30)

(31)

14

Lampiran 1. Daun Tridax procumbens L. dan pembuatan infusa daun songgolangit

Gambar 2. Daun songgolangit dan pemanasan serbuk daun songgolangit


(32)

15

Lampiran 2. Udema telapak kaki belakang mencit dan pengukuran volume kaki mencit


(33)

16


(34)

17


(35)

18


(36)

19

Lampiran 6. Perhitungan Dosis

a. Dosis infusa daun songgolangit

Dosis tengah/dosis II = 500 mg/kg BB (Manjamalai, et al., 2012). Dosis terendah/ dosis I = 0,5 x 500 mg/kg BB = 250 mg/kg BB Dosis tertinggi/ dosis III = 500 mg/kg : 0,5 BB = 1000 mg/kg BB

Setelah mengalami optimasi, dosis ke-3 dijadikan sebagai dosis terendah dan menjadi acuan untuk dosis tengah dan dosis tertinggi dengan perhitungan sebagai berikut.

Dosis terendah/ dosis I = 1000 mg/kg BB

Dosis tengah/ dosis II = (½.1000)+1000mg/kg BB = 1500 mg/kg BB Dosis tertinggi/dosis III = (½.1000)+1500mg/kg BB = 2000 mg/kg BB

b. Dosis karagenin 3%

Dosis karagenin 3% dihitung dengan perhitungan sebagai berikut.

c. Dosis kalium diklofenak

Dosis kalium diklofenak untuk manusia adalah 50 mg untuk berat badan 50 kg, maka dosis untuk manusia 70 kg adalah sebesar 70 mg. Konversi dosis dari manusia 70 kg ke mencit 20 g berdasarkan tabel konversi adalah sebesar 0,0026 (Laurence and Bacharach, 1964). Perhitungan dosisnya sebagai berikut.

Dosis = 70 mg x 0,0026

= 0,182 mg/ 20 g BB mencit = 9,1 mg/kg BB mencit

� ����� =

0,05 � 3000 � 100


(37)

20

Lampiran 7. Hasil analisis uji statistik nilai AUC total pada uji antiinflamasi infusa daun songgolangit

Case Processing Summary Cases

Valid Missing

Total

N Percent N Percent

N Percent

AUC

25 100.0% 0 .0% 25 100.0%

Descriptives

Statistic Std. Error

AUC Mean .75188 .013147

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound .72475

Upper Bound .77901

5% Trimmed Mean .74877

Median .74000

Variance .004

Std. Deviation .065736

Minimum .643

Maximum .910

Range .267

Interquartile Range .079

Skewness .953 .464

Kurtosis .983 .902

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic

Df Sig.

AUC

.122 25 .200* .926 25 .072

a. Lilliefors Significance Correction


(38)

21

Lampiran 8. Hasil ANOVA nilai AUC total pada kelompok uji antiinflamasi infusa daun songgolangit

Descriptives AUC

N Mean Std. Deviation Std. Error

95% Confidence Interval for Mean

Minimum Maximum

Lower Bound Upper Bound

Kontrol aquades 5 .84120 .068181 .030492 .75654 .92586 .752 .910

Kontrol Ka Diklofenak 5 .70600 .011358 .005079 .69190 .72010 .690 .717

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg

BB 5 .74720 .050825 .022730 .68409 .81031 .680 .810

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg

BB 5 .73420 .046040 .020590 .67703 .79137 .677 .782

Perlakuan dosis 2000 mgKg

BB 5 .73080 .053570 .023957 .66428 .79732 .643 .785

Total 25 .75188 .065736 .013147 .72475 .77901 .643 .910

Test of Homogeneity of Variances

AUC

Levene Statistic df1 df2 Sig.


(39)

22 Lampiran 7. Lanjutam

AUC

Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Between Groups .054 4 .014 5.497 .004

Within Groups .049 20 .002


(40)

23

Lampiran 9. Hasil analisis uji Post Hoc nilai AUC total pada kelompok uji antiinflamasi infusa daun songgolangit

Multiple Comparisons AUC Bonferroni

(I) Kelompok (J) Kelompok Mean Difference (I-J) Std. Error Sig.

95% Confidence Interval

Lower Bound Upper Bound

Kontrol aquades Kontrol Ka Diklofenak .135200* .031433 .003 .03608 .23432

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB .094000 .031433 .072 -.00512 .19312

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB .107000* .031433 .028 .00788 .20612

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB .110400* .031433 .022 .01128 .20952

Kontrol Ka Diklofenak Kontrol aquades -.135200* .031433 .003 -.23432 -.03608

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB -.041200 .031433 1.000 -.14032 .05792

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB -.028200 .031433 1.000 -.12732 .07092

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB -.024800 .031433 1.000 -.12392 .07432

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB Kontrol aquades -.094000 .031433 .072 -.19312 .00512

Kontrol Ka Diklofenak .041200 .031433 1.000 -.05792 .14032


(41)

24

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB .016400 .031433 1.000 -.08272 .11552

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB Kontrol aquades -.107000* .031433 .028 -.20612 -.00788

Kontrol Ka Diklofenak .028200 .031433 1.000 -.07092 .12732

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB -.013000 .031433 1.000 -.11212 .08612

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB .003400 .031433 1.000 -.09572 .10252

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB Kontrol aquades -.110400* .031433 .022 -.20952 -.01128

Kontrol Ka Diklofenak .024800 .031433 1.000 -.07432 .12392

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB -.016400 .031433 1.000 -.11552 .08272

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB -.003400 .031433 1.000 -.10252 .09572


(42)

1

BIOGRAFI PENULIS

Penulis skripsi dengan judul “Efek Antiinflamasi Infusa Daun Songgolangit (Tridax procumbens L.) pada Mencit Betina Galur Swiss Terinduksi Karagenin” yang memiliki nama lengkap Abednego Yoga Dwi Prasetyo, lahir di Gunungkidul pada tanggal 30 Januari 1994. Penulis merupakan putra kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Sukamto, S.Pd. dan Endang Sri Sutiyanti, S.Th. Pendidikan formal yang ditempuh penulis yaitu TK PKK Sumberejo (1998-2000), SD N 1 Logantung (2000-2006), SMP N 1 Semin (2006-2009), SMA N 1 Wonosari (2009-2012). Penulis melanjutkan pendidikan strata satu di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Dalam masa kuliah penulis aktif dalam kepanitiaan yaitu Pharmacy

Performance and Event Cup (PPEC) 2012 sebagai anggota divisi, Tiga Hari Temu

Akrab Farmasi (TITRASI) 2013 sebagai anggota divisi, dan Sarasehan Spiritualitas Ignasian 2015 sebagai anggota divisi. Penulis aktif bergabung dalam keorganisasian yaitu UKM Paduan Suara Mahasiswa “Cantus Firmus” sebagai anggota divisi periode 2013/2014, koordinator divisi musik periode 2014/2015, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Farmasi (DPMF) sebagai wakil ketua periode 2015/2016. Penulis juga pernah mengikuti lomba dan konser yaitu Festival Paduan Suara tingkat Kopertis Wilayah V Yogyakarta 2013, Konser

pre-competition Don’t Stop Me Now” Paduan Suara “Cantus Firmus” tahun 2014,

Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Mahasiswa XIII di Jakarta 2014, Konser “Celebraseum” Paduan Suara “Cantus Firmus” tahun 2015, dan Festival Paduan Suara tingkat Kopertis Wilayah V Yogyakarta 2015.


(1)

20

Lampiran 7. Hasil analisis uji statistik nilai AUC total pada uji antiinflamasi

infusa daun songgolangit

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing

Total

N Percent N Percent

N Percent

AUC

25 100.0% 0 .0% 25 100.0%

Descriptives

Statistic Std. Error

AUC Mean .75188 .013147

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound .72475

Upper Bound .77901

5% Trimmed Mean .74877

Median .74000

Variance .004

Std. Deviation .065736

Minimum .643

Maximum .910

Range .267

Interquartile Range .079

Skewness .953 .464

Kurtosis .983 .902

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic

Df Sig.

AUC

.122 25 .200* .926 25 .072

a. Lilliefors Significance Correction


(2)

21

Lampiran 8. Hasil ANOVA nilai AUC total pada kelompok uji antiinflamasi infusa daun songgolangit

Descriptives

AUC

N Mean Std. Deviation Std. Error

95% Confidence Interval for Mean

Minimum Maximum Lower Bound Upper Bound

Kontrol aquades 5 .84120 .068181 .030492 .75654 .92586 .752 .910

Kontrol Ka Diklofenak 5 .70600 .011358 .005079 .69190 .72010 .690 .717

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg

BB 5 .74720 .050825 .022730 .68409 .81031 .680 .810

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg

BB 5 .73420 .046040 .020590 .67703 .79137 .677 .782

Perlakuan dosis 2000 mgKg

BB 5 .73080 .053570 .023957 .66428 .79732 .643 .785

Total 25 .75188 .065736 .013147 .72475 .77901 .643 .910

Test of Homogeneity of Variances

AUC

Levene Statistic df1 df2 Sig.


(3)

22

Lampiran 7. Lanjutam

AUC

Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Between Groups .054 4 .014 5.497 .004

Within Groups .049 20 .002


(4)

23

Lampiran 9. Hasil analisis uji Post Hoc nilai AUC total pada kelompok uji antiinflamasi infusa daun songgolangit

Multiple Comparisons

AUC Bonferroni

(I) Kelompok (J) Kelompok Mean Difference (I-J) Std. Error Sig.

95% Confidence Interval

Lower Bound Upper Bound

Kontrol aquades Kontrol Ka Diklofenak .135200* .031433 .003 .03608 .23432

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB .094000 .031433 .072 -.00512 .19312

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB .107000* .031433 .028 .00788 .20612

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB .110400* .031433 .022 .01128 .20952

Kontrol Ka Diklofenak Kontrol aquades -.135200* .031433 .003 -.23432 -.03608

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB -.041200 .031433 1.000 -.14032 .05792

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB -.028200 .031433 1.000 -.12732 .07092

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB -.024800 .031433 1.000 -.12392 .07432

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB Kontrol aquades -.094000 .031433 .072 -.19312 .00512

Kontrol Ka Diklofenak .041200 .031433 1.000 -.05792 .14032


(5)

24

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB .016400 .031433 1.000 -.08272 .11552

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB Kontrol aquades -.107000* .031433 .028 -.20612 -.00788

Kontrol Ka Diklofenak .028200 .031433 1.000 -.07092 .12732

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB -.013000 .031433 1.000 -.11212 .08612

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB .003400 .031433 1.000 -.09572 .10252

Perlakuan dosis 2000 mgKg BB Kontrol aquades -.110400* .031433 .022 -.20952 -.01128

Kontrol Ka Diklofenak .024800 .031433 1.000 -.07432 .12392

Perlakuan dosis 1000 mg/Kg BB -.016400 .031433 1.000 -.11552 .08272

Perlakuan dosis 1500 mg/Kg BB -.003400 .031433 1.000 -.10252 .09572


(6)

1

BIOGRAFI PENULIS

Penulis

skripsi

dengan

judul

Efek

Antiinflamasi Infusa Daun Songgolangit (Tridax

procumbens L.) pada Mencit Betina Galur Swiss

Terinduksi Karagenin

yang memiliki nama lengkap

Abednego Yoga Dwi Prasetyo, lahir di Gunungkidul

pada tanggal 30 Januari 1994. Penulis merupakan putra

kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Sukamto,

S.Pd. dan Endang Sri Sutiyanti, S.Th. Pendidikan

formal yang ditempuh penulis yaitu TK PKK

Sumberejo (1998-2000), SD N 1 Logantung (2000-2006), SMP N 1 Semin

(2006-2009), SMA N 1 Wonosari (2009-2012). Penulis melanjutkan pendidikan strata

satu di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Dalam masa kuliah penulis aktif dalam kepanitiaan yaitu Pharmacy

Performance and Event Cup (PPEC) 2012 sebagai anggota divisi, Tiga Hari Temu

Akrab Farmasi (TITRASI) 2013 sebagai anggota divisi, dan Sarasehan

Spiritualitas Ignasian 2015 sebagai anggota divisi. Penulis aktif bergabung dalam

keorganisasian yaitu UKM

Paduan Suara Mahasiswa “Cantus Firmus” sebagai

anggota divisi periode 2013/2014, koordinator divisi musik periode 2014/2015,

dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Farmasi (DPMF) sebagai wakil ketua periode

2015/2016. Penulis juga pernah mengikuti lomba dan konser yaitu Festival

Paduan Suara tingkat Kopertis Wilayah V Yogyakarta 2013, Konser

pre-competition

Don’t Stop Me

Now

” Paduan Suara “Cantus Firmus” tahun 2014,

Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Mahasiswa XIII di Jakarta 2014,

Konser “Celebraseum” Paduan Suara “Cantus Firmus” tahun 20

15, dan Festival

Paduan Suara tingkat Kopertis Wilayah V Yogyakarta 2015.