TEAMWORK KETERAMPILAN TEAMWORK DALAM ORG

TEAMWORK
KETERAMPILAN TEAMWORK DALAM ORGANISASI
https://bahrurrosyididuraisy.wordpress.com/

PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa membutuhkan orang lain.
Meskipun hidup berkecukupan, kecerdasan yang cukup dan kekuatan fisik
yang cukup, ia akan selalu membutuhkan lingkungan dimana dia bisa
berbagi, saling memberi support dan bergotong royong. Manusia tidak hanya
membutuhkan agama, ilmu pengetahuan, atau hiburanatau kesenian, tetapi
juga kebersamaan. Semuanya diperlukan. Karena dengan agama hidup lebih
terarah, dengan pengetahuan hidup akan lebih mudah, dengan seni hidup
lebih indah dan dengan kebersamaan hidup akan lebih berfaidah.
Dalam definisi singkat, teamwork merupakan serangkaian nilai, sikap
dan perilaku dalam sebuah tim. Sehingga tidak selalu terdiri dari
sekumpulan orang dengan gaya, sikap, maupun cara kerja yang sama.
Perbedaan antar tim justru merupakan potensi yang akan membuat sebuah
tim menjadi kreatif dan inovatif. Untuk mencapai kerjasama tim yang baik
perlu ditumbuhkan sikap positif di antara anggota tim. Antara lain kebiasaan
untuk saling mendengarkan sehingga tercipta komunikasi yang baik,
memberikan dukungan kepada anggota tim yang membutuhkan, dan
apresisasi terhadap kontribusi dan pencapaian yang diperoleh dari setiap
anggota tim.
Sebuah teamwork akan menjadi penentu mulus tidaknya perjalanan
organisasi. Sebab itu sangat diperlukan adanya kerjasama yang baik dalam
melaksanakan tanggung jawab dalam keorganisasian. Makalah ini akan
membahas definisi teamwork, manfaat dan fungsi teamwork, jenis teamwork,
perbedaan tim kerja dan kelompok kerja, peranan tim kerja, tahap
perkembangan teamwork, dan dimensi dalam tim kerja.
Kerjasama dalam tim atau seringkali diistilahkan teamwork berarti
melakukan suatu aktivitas kerja bersama lebih dari 1 orang dalam sebuah
team untuk mencapai suatu goal. Bila diamati, setiap bentuk aktivitas
terutama dalam organisasi lebih dari 90% aktivitas itu adalah kerjasama dan
sedikit bidang yang aktivitas-nya tidak memerlukan kerjasama.
Setiap unit kerja, bidang atau bagian umumnya memiliki tujuan yang
akan dicapai dengan format yang sudah jelas, sehingga apabila kita
perhatikan secara lebih dalam tingkat keberhasilan masing-masing kelompok
tersebut akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kerjasama kelompoknya.
Artikel berikut menerangkan makna dan pentingnya kerjasama.

BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 1

DEFINISI TEAMWORK
Teamwork bisa diartikan kerja tim atau kerjasama, team work atau
kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang
saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah
disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan
efisien. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai
pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan
tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan
dari pribadi yang paling populer di tim.
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling
bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak
menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat
dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja
tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci
kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan
dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim
harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam
tim jelas akan terganggu, bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar
belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan.
Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai
anggota tim di atas segalanya.
Keakraban tim yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akrab satu
sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota
tim saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan
memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi
sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan
dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.
Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam
menggabungkan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif
suatu pendekatan yang mapan, selain itu ketrampilan dan pengetahuan yang
beranekaragam yang dimiliki oleh anggota kelompok juga merupakan nilai
tambah yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika dibandingkan
seorang individu yang brilian sekalipun.
Teamwork dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu yang
bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Kumpulan individu-individu
tersebut memiliki aturan dan mekanisme kerja yang jelas serta saling
tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu sekumpulan orang
yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu proyek, belum tentu
merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut dikelola
secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar
anggota kelompok. Beberapa isu di dalam tim :
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 2

1. Adanya tugas (task) dan masalah-masalah yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan. Hal ini seringkali merupakan topik utama yang
menjadi perhatian team.
2. Proses yang terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana
mekanisme kerja atau aturan main sebuah team sebagai suatu unit kerja
dari perusahaan, proses interaksi di dalam team, dan lain-lain
Keuntungan pengambilan keputusan dalam tim :
1. Keputusan yang dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan
motivasi team dalam pelaksanaanya.
2. Keputusan bersama akan lebih mudah dipahami oleh team
dibandingkan jika hanya mengandalkan keputusan dari satu orang
saja

JENIS TEAMWORK
Menurut Daft (2000) jenis teamwork terdiri dari enam jenis, yaitu:
1. Tim Formal
Tim formal adalah sebuah tim yang dibentuk oleh organisasi sebagai
bagian dari struktur organisasi formal.
2. Tim Vertikal
Tim vertikal adalah sebuah tim formal yang terdiri dari seorang
manajer dan beberapa orang bawahannya dalam rantai komando
organisasi formal.
3. Tim Horizontal
Tim horizontal adalah sebuah tim formal yang terdiri dari beberapa
karyawan dari tingkat hirarki yang hampir sama tetapi berasal dari
area keahlian yang berbeda.
4. Tim dengan Tugas Khusus
Tim dengan tugas khusus adalah sebuah tim yang dibentuk di luar
organisasi formal untuk menangani sebuah proyek dengan
kepentingan atau kreativitas khusus.
5. Tim Mandiri
Tim Mandiri adalah sebuah tim yang terdiri dari lima hingga dua
puluh orang pekerja dengan beragam keterampilan yang menjalani
rotasi pekerjaan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa secara
lengkap, dan pelaksanaannya diawasi oleh seorang annggota terpilih.
6. Tim Pemecahan Masalah
Tim pemecahan masalah biasanya terdiri dari lima hingga dua belas
karyawan yang dibayar perjam dari departemen yang sama, dimana
mereka bertemu untuk mendiskusikan cara memperbaiki kualitas,
efisiensi, dan lingkungan kerja.
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 3

KERJASAMA KELOMPOK DALAM ORGANISASI
Situasi saat ini jelas berbeda dengan 10 tahun lalu, atau bahkan 5 tahun
lalu ketika iklim politik masih kental dengan centralization. Sampai pada
tahun 2005 istilah pilkada (pilihan kepala daerah) menjadi tren perkataan
yang sering didengar di berbagai media, tv, radio apalagi surat kabar dengan
berbagai informasi-informasi yang tidak henti-hentinya diberitakan. Tren
tahun itu adalah titik puncak (mungkin..kita belum melihat beberapa tahun
ke depan) desentralisasi.
Benarkah kondisi saat ini mempengaruhi organisasi-organisasi lain,
baik bisnis maupun non-profit? Sedikit banyak akan berpengaruh. Beberapa
organisasi dengan sistem kepemimpinan hirarki memang banyak ditemui,
tapi melihat trend gejala sosial dan politis, angin perubahan mulai tampak
menuju sistem yang lebih terbuka dan transparan. Bawahan mulai mudah
untuk mengkritisi atasan, apalagi rekan satu ordinat akan lebih mudah lagi
atau terbuka dalam menyampaikan segala sesuatu kritikan, opini ataupun
saran. Dari gejala seperti ini tampak pola kerjasama sedang mengalami
perubahan dari sistem yang terpusat menjadi sistem desentralisasi. Pola trend
modern ini diterjemahkan oleh beberapa ahli menjadi suatu pola kerjasama
networking.
Seorang pemimpin, dengan situasi saat ini sudah saatnya harus
mampu melibatkan diri secara langsung dengan bawahan, dan tiap anggota
kelompok memiliki peran yang lebih banyak daripada hanya menjadi
komponen pasif dari sebuah dinamika kerjasama. Peran pemimpin terhadap
bawahan untuk kondisi saat ini sudah saatnya mengarah pada keterlibatan
secara aktif pada tiap-tiap angota kelompok atau unit kerja dalam
memecahkan masalah sehari-hari. Sebagai peran pemimpin juga harus bisa
menciptakan iklim kerjasama sebagai kondisi yang tangguh.
Organisasi bisnis dituntut untuk melakukan suatu kerjasama yang
sinergis menghadapi suatu iklim kompetisi. Ingat, kompetisi di dunia bisnis
jauh dari fairness, apabila iklim tersebut tidak dibantu oleh situasi politik
yang stabil sehingga kesinergisan internal organisasi benar-benar suatu syarat
mutlak agar organisasi mampu menghasilkan strategi bisnis yang handal dan
mampu menjaga iklim kompetisi dengan dunia luar.
Tuntutan kondisi yang semakin terbuka, dinamis dan pengaruh suatu
organisasi dengan iklim luar semakin mudah diakses, maka peran pemimpin
dituntut dapat mengembangkan gaya manajerial yang partisipatif dengan
secara intensif melibatkan diri pada pemecahan masalah bersama dengan
anggota unit kerjanya. Ia harus mampu membangun semangat kerjasama
dengan anggota unit kerja dengan unit kerja yang lain. Disini peran
networking semakin besar dimana tuntutan kinerja antar bidang semakin
terbuka dan didasari oleh tuntutan produktifitas organisasi yang semakin
tinggi dikarenakan iklim competitiveness tersebut.
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 4

DEFINISI KERJASAMA
Kerjasama dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang yang memiliki
tujuan sama saling berinteraksi dalam kinerja membentuk suatu kolaborasi
usaha pada setiap anggota kelompok sesuai peran masing-masing. Ahli lain
menyebutkan : sekumpulan individu membentuk hubungan yang selaras
untuk mencapai tujuan yang sama.
Dari paparan definisi tentang kerjasama, dapat maka terdapat
beberapa dimensi penting yang terkandung dalam kerjasama tersebut, yaitu:
 Anggota kelompok
 Peran
 Tugas
 Tujuan
Dalam sebuah organisasi, terdapat level of teamwork mengacu pada
komponen dimensi kerjasama seperti disebutkan diatas, yaitu:
 Kerjasama pimpinan puncak, terdiri dari tiap-tiap pimpinan suborganisasi (Kepala Bagian, Manajer)
 Project Team, terdiri anggota kelompok usaha dari berbagai tingkatan
dan fungsi untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu.
 Kelompok kerja, terdiri dari anggota kelompok unit usaha yang
menjalankan unit-unit kerja operasional rutin.
EFEKTIVITAS KELOMPOK
Suatu kelompok dikatakan sebagai teamwork dan menghasilkan suatu
hasil yang optimal memiliki banyak dimensi, diantaranya adalah:
 Goal setting: suatu kelompok kerja akan dapat secara efektif
menghasilkan suatu tujuan apabila memiliki goal setting yang sama.
 Komitmen: seberapa besar tiap-tiap komponen kelompok memiliki
komitmen
 Effective role: setiap anggota kelompok harus memiliki peran-peran
tersendiri dan dituntut untuk sinergis dalam melakukan usaha.
 Leadership: komponen penting suatu kelompok akan menjadi efektif
atau tidak banyak dipengaruhi oleh kepemimpinan.
Efektivitas kinerja tim dapat tercapai apabila kinerjanya dilandasi
empat faktor diatas dan dalam membangun dan mengembangkan kelompok
kerja maka tiap individu merupakan kunci efektif atau tidaknya suatu usaha
kerjasama.
Terjadi proses-proses natural sebuah kerjasama terbentuk, yaitu:
1. Pembentukan kelompok yang diawali dengan proses rekrutmen. Pada
tahap ini masing-masing anggota masih berusaha untuk beradaptasi.
2. Proses penjajagan dimana masing-masing anggota saling mencoba
untuk menampilkan diri dan berkolaborasi dengan mencoba peranBAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 5

peran yang mungkin dilakukan, bermunculan ide, konflik sampai
munculnya peran yang sesuai di tiap anggota kelompok, yaitu:
3. Kohesivitas, dengan mulai munculnya perilaku-perilaku responsif
sesama anggota kelompok, ketergantungan dan dukungan dan intensi
perasaan.
4. Kinerja kelompok dimana pada kondisi ini ke-sinergis-an tiap-tiap
peran kelompok mulai jelas dan keharmonisan peran untuk mencapai
suatu target.
KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN TEAMWORK
Pemimpin identik sebagai pengatur dan tugas utama pemimpin adalah
untuk menyelaraskan peran-peran anggota kelompok lain sehingga dapat
melakukan kinerja dengan baik. Peran pemimpin dituntut untuk aktif dalam
memecahkan berbagai masalah karena pemimpin merupakan tempat utama
segala sesuatu berakhir, baik berupa keputusan, dorongan atau motivasi
untuk melakukan suatu usaha dan pada akhirnya kepemimpinan yang
menjadikan kerjasama dapat terbentuk secara stabil dalam mencapai
pemenuhan tujuan.
Peran pemimpin harus memahami anggota-anggotanya baik sebagai
individu maupun bagian dari tim. Ia harus paham terhadap masing-masing
tugas dan tanggunjawab anggota kelompok, dinamika kelompok dari
anggota dan mampu menyelaraskan kehidupan organisasi sesuai dengan
nilai-nilai yang dijunjung.
INDIVIDU SEBAGAI ANGGOTA KELOMPOK.
Individu mau untuk terlibat dalam sebuah tim didasari dari beragam
motivasi, baik berupa dorongan kebutuhan, nilai atau eksistensi sosial yang
dapat mencerminkan keragaman motivasi seseorang untuk mau bergabung
dalam organisasi. Disini diperlukan suatu keselarasan peran yang disebabkan
adanya beragam motivasi tersebut. Adapun beberapa strategi yang dapat
dilakukan adalah:
1. Task enrichment: yaitu menyediakan suatu pekerjaan yang
mencerminkan tantangan, usaha ekstra yang berarti memberikan
target prestasi dan memberikan kebebasan yang lebih dalam cara
mengerjakan tugas.
2. Involment, memberikan suasana keterlibatan agar anggota kelompok
merasa aman, nyaman dan seterusnya akan mampu memberikan
kepuasan dalam mengerjakan tugas. Hal ini dapat dilakukan dengan
membuka dan menerima ide-ide, meminta saran dan usulan dari
anggota kelompok atau usulannya dalam memecahkan masalah.
3. Achievement, dorongan prestasi adalah motif yang banyak dimiliki oleh
tiap individu dan dengan memberikan tantangan kerja yang semakin
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 6

meningkat akan membuat anggota kelompok terlibat aktif dalam
mencapai kinerja team yang semakin efektif.
4. Reward, penghargaan adalah kebutuhan yang banyak diminati oleh
individu. Dengan memberikan penghargaan yang sesuai terhadap
hasil maka kinerja akan terus meningkat.
TUGAS-TUGAS UNIT KERJA KELOMPOK
Sebagai pemimpin akan selalu mendistribusikan pekerjaan kepada
sub-ordinatnya. Selain itu juga tugas-tugas tiap unit kerja akan saling
berhubungan dan peran pemimpin yang harus mampu menyelaraskan tiap
aktivitas yang ada. Agar dapat melakukan kinerja yang efektif maka harus
ada komitmen untuk melakukan suatu eksekusi tugas. Oleh karena itu harus
diawali dengan kesepakatan kerja sehingga masing-masing pihak paham
mengenai peran dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan penugasan
kepada kelompok:
 Deskripsi pekerjaan
 Unit usaha mendukung target kelompok
 Ketersediaan sumberdaya
 Metode.
Setelah pembagian tugas dilakukan dengan baik, manajer bersamasama anggota unit kerjanya akan melaksanakan tugas dengan
mengembangkan pola kerjasama yang baik. Disini manajer dituntut untuk
terlibat langsung dalam pemecahan masalah bersama serta secara berkala
mengadakan rapat-rapat kelompok dalam memonitor perkembangan
kemajuan pelaksanaan pekerjaan.
Adapun langkah-langkah dalam menghadapi Task / tugas secara
sistematis yang biasa disebut sebagai ( 7D Scheme for team task ) adalah :
Define > Draw > Discuss > Decide > Detail > Discharge > Dissect
DEFINE
 Jelaskan tugas
 Jelaskan kenapa tugas harus dilakukan
 Lakukan kesepakatan kerja untuk mendapatkan komitmen
 Atasi kesulitan dan hambatan
 Target waktu yang tersedia
 Sebutkan keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi
DRAW
 Cari informasi yang relevan
 Periksa sumberdaya yang tersedia
 Pertimbangkan apakah perlu sumberdaya tambahan
 Periksa kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan anggota
 Cari pengetahuan dan pakar terkait bila diperlukan
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 7

DISCUSS
 Set prioritas
 Kumpulkan gagasan-gasasan penyelesaian masalah – brainstorming ,
dll
 Temukan alternatif-alternatif pemecahan
 Cari lebih jauh sudut pandang yang lain
 Tanyakan lagi ide-ide yang sudah ada / uji lagi
 Sintesakan penyelesaian terbaik
 Pertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang akan diambil
DECIDE
 Usahakan lakukan konsensus untuk kesepakatan bersama
 Dorong anggota kelompok kearah keputusan yang tajam dan akurat
 Buat rencana kerja yang sederhana tapi dapat dijalankan
 Buat rencana alternative, bila diperlukan ( contigency plan)
DETAIL
 Berikan penugasan dan yakinkan setiap anggota mendapatkan
tanggungjawab yang menantang
 Berikan penjelasan yang rinci kepada anggota mengenai tugasnya
 Alokasikan tugas-tugas khusus kepada orang yang tepat
 Periksa bahwa setiap anggota memahami kontribusinya terhadap
target kelompok
 Distribusikan sumberdaya yang ada
 Jelaskan kemungkinan-kemungkinan yang ada
 Tentukan checkpoint / ukuran kemajuan kerja
DISCHARGE
 Periksa bahwa tindakan mengarah ke sasaran kerja
 Perhatikan perbedaan-perbedaan antara aktual dengan rencana
 Bantu dan intervensi bila diperlukan
 Bimbing dan latih anggota bila perlu
 Periksa kriteria kinerja
 Monitor kemajuan
 Jaga agar anggota kelompok tetap memiliki dan mendapatkan
informasi yang terakhir / up-to-date
 Berikan dukungan dan semangat.
DISSECT
 Simpulkan kemajuan kerja
 Rencanakan kembali bila perlu
 Mintakan umpan balik pada proses dan hasil kerja
 Berikan umpan balik kepada kelompok dan angotanya
 Periksa nilai dari kontribusi masing-masing anggota
 Identifikasi keberhasilan, dan
 Belajar dari kegagalan

BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 8

PERANAN TIM KERJA
Peranan tim secara umum yaitu menggunakan kemampuan dan
keahlian unik mereka yang bebas dari berbagai pembelajaran akademis
(misalnya kemampuan mengkoordinasi, kreatifitas, komunikatif). Sembilan
peran tim yang harus dipenuhi yaitu:
1. Pencipta-pembaharu (creator-inovator)
Orang yang mempunyai imajinatif tinggi baik dalam memprakarsai
gagasan atau konsep, dengan ciri tidak tergantung, suka bekerja
sendiri, cara dan gaya kerja tersendiri, pengaturan waktu menurut
selera mereka sendiri.
2. Penjelajah-promotor (Explorer-promoter)
Orang dalam kelompok ini senang mengambil gagasan baru dan
memperjuangkan kasus, menemukan sumberdaya untuk
mempromosikan gagasannya. Kelemahan orang dalam kelompok
ini: tidak selalu sabar dalam mengendalikan ketrampilan untuk
memastikan gagasan ditindaklanjuti secara rinci.
3. Penilai-pengembang (assessor-developer)
Individu dalam kelompok ini mempunyai ketrampilan analisis yang
kuat, paling baik jika mereka diberi kesempatan untuk
mengevaluasi dan menganalisis sebelum diambil suatu keputusan.
4. Pendorong-pengorganisasi (Thruster-organizer)
Individu dalam kelompok ini suka menyusun prosedur operasi
untuk mengubah gagasan menjadi kenyataan dan menyelesaikan
urusan, mereka menentukan tujuan, menegakan rencana,
mengorganisasi orang, dan menegakan sistem untuk menjamin
dipatuhinya batas waktu (deadlines).
5. Penyimpul-penghasil (Concluder-producer)
Individu dalam kelompok ini peduli akan hasil, peran mereka
memfokuskan pada diataatinya batas waktu dan memastikan
bahwa semua komitmen ditindak lanjuti. Mereka bangga akan hasil
keluaran secara teratur dan sesuai standar.
6. Pengawas-pemeriksa (controller-Inspector)
Individu dalam kelompok ini sangat mempedulikan penegakan dan
mempedulikan penegakan dan memperkuat aturan dan prosedur.
Mereka menguji rincian dan memastikan agar menghindari
ketidaktepatan, mereka mengecek semua fakta dan angka, mereka
menginginkan semua hal lengkap dan sempurna.
7. Pemerkuat-penasehat (upholder-maintainer)
Pemerkuat-pemelihara penting, karena memberi kemamntapan
Tim. mereka akan membela dan bertempur demi tim melawan
orang luar.
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 9

8.

9.

Pelapor-penasehat (reporter-adviser)
Individu dalam kelompok ini mendengarkan dengan baik, dan
cenderung tdak menekankan titik pandangnya kepada orang lain.
Mereka cenderung mendapatkan informasi sebelum mengambil
keputusan.
Penaut (linker)
Peran ini tumpang tindih dengan yang lain, peran ini dapat
dimainkan oleh peran-peran sebelumnya. Penaut mencoba
memahami semua pandangan, mereka sebagai koordinator dan
integrator, mereka tidak menyukai ekstriman, mereka mencoba
membina kerja sama di antara semua anggota tim, mereka
memadukan sumbangan anggota tim dan aktivitas meskipun
mungkin ada perbedaan.

PERAN KELOMPOK
Meredith Belbin memperkenalkan dinamika kelompok dengan melihat
perbedaan peran dari masing-masing anggota kelompok. Dalam kelompok,
anggota dapat memberikan kontribusinya sesuai dengan peran. Peran-peran
tersebut adalah:
 Coordinator (mengkoordinir, mengontrol, mengarahkan diskusi,
memecahkan konflik, memotivasi dan melibatkan anggota ),
 Shaper ( biasa disebut action-man , cenderung tegas dan lugas, ingin
segera menyelesaikan tugas, task-oriented , tidak sabar , reaktif dan
kurang mau mengerti orang lain),
 Plant ( creatif, banyak ide, senang merencanakan sesuatu dengan
matang, berusaha mencari alternatif pemecahan baru ),
 Monitor evaluator ( seorang quality controller, kritis, suka menilai dan
memantau, analisa tajam ),
 Implementer ( pelaksana yang suka diberitahu detil mengerjakan suatu
tugas, tidak suka perubahan ),
 Team worker (interaksi sosial baik, pandai bergaul, dapat membaca
perasaan orang lain dan membangun suasana ).,
 Resorce investigator ( pencari referensi, bergaul dengan kelompok
eksternal, pandai membangun jaringan kerjasama ),
 Completer ( penuntas pekerjaan, pemerhati deadline, sistematis, detil
pekerjaan diikuti dengan tekun ),
 Specialist ( ahli dalam bidang tertentu yang dibutuhkan kelompok ).
Dalam membangun suatu kelompok kerja, ia menyebutkan bahwa
paling tidak terdapat tiga anggota yang dapat memerankan tiga peran utama,
yakni; Coordinator, Plant dan Monitor , kemudian yang lain komposisinya
sebagai Implementer, Team worker, Resource Investigator, Compliter dan Specialist.
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 10

Pada dasarnya seorang individu dapat memerankan beberapa role team
diatas. Namun demikian secara karakteristik individunya, peran seseorang
akan memiliki 3 kategori, yaitu ;
 peran yang sebaiknya / Roles best avoided
 Peran yang bisa disesuaikan / manageable role
 Peran yang alami / natural role
Sementara untuk membentuk dan membangun team work yang solid,
tentu tidak semudah kita membalikan telapak tangan, team work yang solid
akan menciptakan hasil yang maksimal dalam suatu tim tersebut. Ada
beberapa poin-poin penting yang harus diketahui atau perlu di mengerti
demi kebersamaan dalam sebuah team work yang baik, adapun poin-poin
tersebut adalah sebagai berikut :
a. Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang biasanya dibentuk dari
beragam divisi dan kepentingan.
b. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
c. Filosofi teamwork: „Saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa dan
anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa'.
d. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral,
deparment harus disingkirkan.
e. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama,
bukan individual.
f. Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus
namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
g. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team
akan menjadi modal sukses bersama.
h. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target
korporasi pasti akan segera terealisasi.
i. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat
keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target A & si B
mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
j. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork
yang akan mempercepat proses pencapaian target.
k. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak
berujung pada pemutusan kerjasama.
l. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team,
realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
m. Ingatlah selalu bahwa: „Teamwork makes the dream work‟.
Teamwork yang solid akan mampu memberikan hasil yang maksimal,
tentu karena kerja keras tim yang didukung oleh superman-superman
sebagai anggota tim sehingga bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang
hebat, ide-ide yang super, bisa memberikan hasil yang maksimal dan luar
biasa dalam superteam tersebut. Sekiranya seperti itulah pengertian tentang
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 11

teamwork yang selama ini sering kita dengarkan dan sering kita bicarakan
baik dalam lingkup lingkungan kerja dan dalam lingkup saat kita
bermasyarakat.
Excellence
Excellence bisa diartikan sebagai prima, unggul atau keunggulan yang
dapat diartikan sebagai hasil atau output dari proses yang sistematik dan sah
atau legal untuk mendapatkan dan menganalisa informasi mengenai pesaing
bisnis yang telah ada dan potensial. Outputnya mungkin terdiri atas rencana
atau pemikiran yang saat ini dilakukan pesaing, fokus mereka, kegiatan atau
program yang sedang dijalankan. Keunggulan juga mungkin terdiri atas
penilaian akan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki pesaing serta
identifikasi peluang serta hambatan secara keseluruhan yang dibutuhkan
perusahaan untuk membuat keputusan yang baik.
Achieving
Achieving bisa di artikan capai atau mencapai target, yang bisa diartikan
keinginan atau tekad untuk bekerja dengan lebih baik atau melampaui
standart prestasi atau target, standart tersebut bisa berupa prestasi diri
sendiri dimasa lampau, ukuran yang obyektif yang melebihi orang lain,
sasaran yang menantang atau sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh
orang lain. Hal ini bisa menjadi dorongan untuk bertindak lebih baik dan
efisien.

Moving Forward
Moving Forward dapat diartikan sebagai kedinamisan atau bergerak
terus-menerus melangkah lebih maju kedepan, bisa juga dijabarkan sebagai
suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus pada suatu pekerjaan atau
usaha tertentu yang bertujuan untuk melangkah lebih maju dan lebih baik
dari saat ini.
TAHAP PERKEMBANGAN TEAMWORK
Ada empat tahap perkembangan tim, yaitu :
1. Undevelopment
Tahap undevelopment ini adalah tahap yang paling sering dijumpai
pada suatu organisasi. Salah satu ciri dari tahap ini adalah :
a. Terlihat sekelompok orang mengerjakan suatu tugas tetetapi mereka
tidak bersepakat tentang bagaimana seharusnya mereka bekerja.
Contohnya antara lain dalam rapat atau pertemuan lebih sering terjadi
antrian lontaran gagasan dan bukan diskusi. Gagasan yang
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 12

sebenarnya bersifat membangun, tidak mereka utarakan. Mereka
tidakut jika „gagasan itu‟ akan mengganggu keseimbangan organisasi.
b. Tidak melibatkan perasaan individu karena dianggap tidak pada
tempatnya untuk membicarakan perasaan orang lain secara terbuka.
Contohnya yaitu setiap orang sibuk dengan tugasnya masing-masing
dan atasan yang membuat hampir semua keputusan. Sehingga roda
organisasi menggelinding sesuai aturan dan prosedur dari atasannya.
Perlu diketahui disini bahwa banyak tim yang tidak efektif
menunjukkan ciri-ciri di atas, dan biasanya terjadi jika atasan memiliki
kearifan, energi dan waktu untuk membuat semua keputusan. Ini
bukan kerjasama kelompok yang benar, karena dengan cara ini
kekuatan yang ada didalam tim tidak dimanfaatkan sehingga lebih
terpusat pada pemimpinnya.
2. Experimenting
Tahap ini dimulai ketika tim secara bersungguh-sungguh mulai
meninjau ulang metode operasional yang berlaku selama ini. Pada tahap
Experimenting, tim berkemauan untuk melakukan eksperimen dan uji
coba. Mereka berani menghadapi berbagai kemungkinan dengan
memasuki daerah yang belum dikenal.
Pada tahap perkembangan ini, bahwa berbagai masalah dihadapi
dan dibahas secara lebih terbuka serta mempertimbangkan berbagai
kemungkinan yang lebih luas sebelum membuat suatu keputusan.
Contohnya yaitu, suatu permasalahan pribadi dibicarakan secara terbuka,
perasaan individu dipertimbangkan dan diselesaikan sampai tuntas.
Pada tahap ini walaupun tim telah menjadi lebih terbuka dan
mempunyai potensi untuk menjadi lebih efektif, masih kurang untuk
disebut sebagai tim yang efektif yang menghasilkan keuntungan.
3. Consolidating
Setelah berhasil menyelesaikan masalah antar pribadi di tahap 2, tim
mulai memiliki kepercayaan diri, keterbukaan dan dipercaya untuk
mencoba cara kerjanya. Biasanya tim akan memilih cara kerja yang lebih
sistematik atau bermetode. Aturan dan cara kerja yang kaku diubah
dengan aturan baru yang disepakati bersama, dimana setiap anggota
memiliki peran agar tujuan dapat dicapai. Walau hubungan antar pribadi
telah mejadi lebih erat, mereka sadar akan pentingnya aturan-aturan
dasar dan cara kerja yang akan dipakai oleh tim.
Bukti nyata dari tahap ini adalah cara untuk mencapai suatu
keputusan, yaitu adanya kejelasan tujuan dari aktivitas atau tugas,
adanya penetapan sasaran, pengumpulan informasi yang dibutuhkan,
adanya kemauan memikirkan kemungkinan yang ada pada tim, adanya
perencanaan rinci mengenai apa yang harus dilakukan, kemauan
meninjau kembali hasil kerja dan menggunakannya sebagai dasar untuk
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 13

memperbaiki cara kerja di masa yang akan datang. Hubungan antar
pribadi yang lebih baik pada tahap 2 ini tetap dipertahankan, tetetapi
mereka membangun aturan dasar dan cara kerja yang akan dipakai oleh
tim.
4. Mature
Setelah mengetahui penjelasan dari tahap 3, maka tersusunlah dasar
bagi terbentuknya suatu tim yang matang. Keterbukaan, kepedulian dan
peningkatan hubungan pribadi pada tahap 2 serta pendekatan yang
sistematik dari tahap 3 merupakan modal dasar bagi terbentuknya tim
yang benar-benar matang.
Fleksibilitas menjadi hal yang utama, karena setiap kebutuhan
memiliki prosedur kerja yang berbeda. Seseorang tidak lagi khawatir
untuk mempertahankan posisi mereka. Tim mengenali tipe
kepemimpinan yang dibutuhkan saling percaya, jujur, terbuka dan
pemimpin mengenali kebutuhan untuk melibatkan anggotanya.
Saling percaya, keterbukaan, kejujuran, kerja sama dan konfrontasi
maupun review berkala terhadap hasil kerja, menjadi gaya hidup tim.
Tim akan selalu bersedia untuk membantu tim lain yang mengalami
kesulitan maupun yang belum sampai ke tahap mereka. Tetetapi lebih
dari itu, tim ini adalah tempat yang menyenangkan dan membawa hasil.

DIMENSI DALAM TIM KERJA
Michael West memaparkan, ada dua dimensi dari fungsi tim, yaitu
tugas yang harus diemban oleh tim dan faktor-faktor sosial yang
mempengaruhi bagaimana para anggotanya merasakan tim sebagai sebuah
unit sosial. Tugas yang harus diemban tim yaitu menjalankan seluruh
program pelayanan yang sesuai dengan aturan organisasi yang baik, di mana
dalam setiap tugas kerja selalu ada tujuan, strategi, pelaksanaan, pengawasan
dan evaluasi. Semua akan efektif jika dikerjakan dalam sebuah tim kerja.
Tetetapi tim kerja merupakan satu unit sosial yang mempengaruhi kerja tim.
Dengan perkataan lain, di dalam tim terdapat interaksi sosial yang unik dan
kompak.
Tim terdiri atas kumpulan individu yang memiliki perbedaan emosi,
sosial, dan berbagai kebutuhan manusia, yang membuat tim secara
keseluruhan dapat membantu atau bahkan membuat frustrasi. Hal ini
disebabkan tim bukan saja berkumpul dan menjalankan tugas organisasi,
tetetapi ada yang penting dan perlu mendapatkan perhatian, yakni relasi
sosial dalam kebersamaan mereka sebagai sebuah tim kerja. Relasi
antarpribadi yang akrab dan terbuka untuk bekerja dengan satu hati, satu
pikiran dan satu kehendak, akan menolong tim kerja berjalan dengan efektif.
Empat dimensi tim yang efektif :
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 14

1. Dimensi Personal
a. Tim yg efektif memiliki komitmen yg dalam satu dengan yang lain.
b. Segenap tim saling menularkan anthusiasme.
c. Setiap orang rindu memberi kontribusi demi mencapai tujuan
bersama.
2. Dimensi Relational
a. Tim yang efektif berkomunikasi secara terbuka dan jujur.
b. Mereka berkolaborasi dengan kesediaan untuk saling melengkapi
demi mencapai tujuan bersama.
c. Mereka memanage konfliks secara bijak.
3. Dimensi Strategis
a. Tim yang efektif fokus kepada visi yg menjadi pendorong untuk
terus maju bersama.
b. Mereka menyepakati dan mengikuti sasaran yang jelas.
4. Dimensi Proses
a. Tim yang efektif sangat terbuka terhadap perubahan.
b. Mereka memiliki kesadaran yang kuat akan keterkaitan segenap
anggota tim.

MODEL EFEKTIVITAS TEAM WORK
Efektivitas tim kerja didasarkan pada dua hasil – hasil produktif dan
kepuasan pribadi. Kepuasan berkenaan dengan kemampuan tim untuk
memenuhi kebutuhan pribadi para anggotanya dan kemudian
mempertahankan keanggotaan serta komitmen mereka.
Hasil produktif berkenaan dengan kualitas dan kuantitas hasil kerja
seperti yang didefinisikan oleh tujuan – tujuan tim. Faktor – faktor yang
mempengaruhi efektivitas tim yaitu konteks organisasional, struktur, strategi,
lingkungan budaya, dan system penghargaan. Karakter tim yang penting
adalah jenis, struktur, dan komposisi tim.
Karakteristik – karakteristik tim ini mempengaruhi proses internal tim,
yang kemudian mempengaruhi hasil dan kepuasan. Para pemimpin harus
memahami dan mengatur tingkat – tingkat perkembangan, kekompakan,
norma – norma, dan konflik supaya dapat membangun tim yang efektif.
Berikut adalah ciri-ciri tim yang efektif :
1. Tujuan yang sama
Jika semua anggota tim mendayung ke arah yang sama, pasti
kapal yang didayung akan lebih cepat sampai ke tempat tujuan, dari
pada jika ada anggota tim yang mendayung ke arah yang berbeda,
berlawanan, ataupun tidak mendayung sama sekali karena bingung ke
arah mana harus mendayung. Jadi, pastikan bahwa tim memiliki
tujuan dan semua anggota tim Anda tahu benar tujuan yang hendak
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 15

2.

3.

4.

5.

dicapai bersama, sehingga mereka yakin ke arah mana harus
mendayung.
Antusiasme yang tinggi
Pendayung akan mendayung lebih cepat jika mereka memiliki
antusiasme yang tinggi. Antusiasme tinggi bisa dibangkitkan jika
kondisi kerja juga menyenangkan: anggota tim tidak merasa takut
menyatakan pendapat, mereka juga diberi kesempatan untuk
menunjukkan keahlian mereka dengan menjadi diri sendiri, sehingga
kontribusi yang mereka berikan juga bisa optimal.
Peran dan tanggung jawab yang jelas
Jika semua ingin menjadi pemimpin, maka tidak akan ada yang
mendayung. Sebaliknya, jika semua ingin menjadi pendayung, maka
akan terjadi kekacauan karena tidak ada yang memberi komando
untuk kesamaan waktu dan arah mendayung. Intinya, setiap anggota
tim harus mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing yang
jelas. Tujuannya adalah agar mereka tahu kontribusi apa yang bisa
mereka berikan untuk menunjang tercapainya tujuan bersama yang
telah ditentukan sebelumnya.
Komunikasi yang efektif
Dalam proses meraih tujuan, harus ada komunikasi yang efektif
antar-anggota tim. Strateginya: Jangan berasumsi. Artinya, jika Anda
tidak yakin semua anggota tim tahu apa yang harus menjadi prioritas
utama untuk diselesaikan, jangan berasumsi, tanyakan langsung
kepada mereka dan berikan informasi yang mereka perlukan. Jika
Anda tidak yakin bahwa tiap anggota tim tahu bagaimana melakukan
ataupun menyelesaikan suatu tugas, jangan berasumsi mereka tahu,
melainkan informasikan atau tujukanlah kepada mereka cara
melakukannya.
Komunikasi juga perlu dilakukan secara periodik untuk tujuan
monitoring (misalnya: sudah seberapa jauh tugas diselesaikan) dan
correcting (misalnya: apakah ada kesalahan yang perlu diperbaiki
dalam menyelesaikan tugas yang telah ditentukan).
Resolusi Konflik
Dalam mencapai tujuan mungkin saja ada konflik yang harus
dihadapi. Tetapi konflik ini tidak harus menjadi sumber kehancuran
tim. Sebaliknya, konflik ini yang dapat dikelola dengan baik bisa
dijadikan senjata ampuh untuk melihat satu masalah dari berbagai
aspek yang berbeda sehingga bisa diperoleh cara baru, inovasi baru,
ataupun perubahan yang memang diperlukan untuk melaju lebih
cepat ke arah tujuan. Jika terjadi konflik, jangan didiamkan ataupun
dihindari. Konflik yang tidak ditangani secara langsung akan menjadi
seperti kanker yang menggerogoti semangat tim. Jadi, konflik yang
ada perlu segera dikendalikan.
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 16

6. Shared power
Jika ada anggota tim yang terlalu dominan, sehingga segala
sesuatu dilakukan sendiri, atau sebaliknya, jika ada anggota tim yang
terlalu banyak menganggur, maka pasti ada ketidakberesan dalam tim
yang lambat laun akan membuat tim menjadi tidak efektif. Jadi, tiap
anggota tim perlu diberikan kesempatan untuk menjadi ”pemimpin”,
menunjukkan ”kekuasaannya” di bidang yang menjadi keahlian dan
tanggung jawab mereka masing-masing. Sehingga mereka merasa ikut
bertanggung jawab untuk kesuksesan tercapainya tujuan bersama.
7. Keahlian
Bayangkan sebuah paduan suara dengan anggota memiliki satu
jenis suara saja: sopran saja, tenor saja, alto saja, atau bas saja. Tentu
suara yang dihasilkan akan monoton. Bandingkan dengan paduan
suara yang memiliki anggota dengan berbagai jenis suara yang
berbeda (sopran, alto, tenor dan bas). Paduan suara yang dihasilkan
pasti akan lebih harmonis.
Demikian pula dengan tim kerja. Tim yang terdiri dari anggotaanggota dengan berbagai keahlian yang saling menunjang akan lebih
mudah bekerja sama mencapai tujuan. Berbagai keahlian yang berbeda
tersebut dapat saling menunjang sehingga pekerjaan menjadi lebih
mudah dan lebih cepat diselesaikan.
Anggota tim dengan keahlian yang berbeda juga bisa saling
memperluas perspektif and memperkaya keahlian masing-masing
Apresiasi. Tiap anggota yang telah berhasil melakukan apa yang
menjadi tanggung jawabnya dengan baik, atau telah memberikan
kontribusi positif bagi keuntungan tim, pantas mendapat apresiasi.
Tentu saja apresiasi yang diberikan dengan tulus akan lebih terasa
dampaknya.
Apresiasi bisa menambah semangat anggota tim yang
bersangkutan untuk terus berprestasi. Apresiasi tidak harus diberikan
dalam bentuk uang. ”Saya sangat menghargai ketulusan Anda
membantu pelanggan memilih produk kita yang paling tepat
untuknya,” merupakan satu bentuk apresiasi sederhana berupa katakata tulus. Banyak bentuk apresiasi lain yang bisa diberikan, misalnya:
promosi, bonus dalam berbagai bentuk (wisata keluarga yang dengan
menggunakan fasilitas transportasi dan vila perusahaan, beasiswa bagi
anak).
Sikap dan pikiran positif. Dengan menggunakan kacamata hitam,
dunia yang Anda lihat akan lebih redup. Dengan menggunakan
kacamata kehijauan, dunia pun terlihat bernuansa hijau. Demikian
pula dengan ”kacamata” sikap dan pikiran yang positif, dunia di
sekitar Anda akan terlihat positif. Kesulitan pun akan terlihat lebih
mudah diatasi, karena kesulitan bukanlah masalah yang harus
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 17

dihindari, tetapi tantangan yang harus ditangani. Sikap dan pikiran
yang positif merupakan modal utama sebuah tim.
8. Evaluasi
Bagaimana sebuah tim bisa mengetahui sudah sedekat apa
mereka dari tujuan, jika mereka tidak menyediakan waktu sejenak
untuk melakukan evaluasi? Evaluasi yang dilakukan secara periodik
selama proses pencapaian tujuan masih berlangsung bisa membantu
mendeteksi lebih dini penyimpangan yang terjadi, sehingga bisa segera
diperbaiki.
Evaluasi juga bisa dilakukan tidak sekadar untuk koreksi, tetapi
untuk mencari cara yang lebih baik. Evaluasi bisa dilakukan dalam
berbagai cara: observasi, riset pelanggan, riset karyawan, interview,
evaluasi diri, evaluasi keluhan pelanggan yang masuk, atau sekedar
polling pendapat pada saat meeting.
Sementara itu, penulis lain seperti Laurie J. Mullins membedakan
kelompok dan tim berdasarkan enam variabel yaitu : Ukuran, Seleksi,
Kepemimpinan, Persepsi, Gaya, dan Semangat. Penjelasan perbedaan secara
lengkap terdapat dalam tabel berikut :
Variabel

Tim

Kelompok

Ukuran

Terbatas

Medium dan besar

Seleksi

Krusial

Imaterial

Kepemimpinan Berbagi atau dirotasi

Solo

Persepsi

Fokus pada pemimpin

Pemahaman pengetahuan
saling melengkapi

Gaya

Peran koordinasi yang

Konvergensi,konformisme

tersebar
Semangat

Interaksi dinamis

Kebersamaan mengalahkan
musuh

PERBEDAAN TIM KERJA DAN KELOMPOK KERJA
Kelompok dengan tim dalam dunia masyarakat dianggap sebagai hal
yang sama bahkan sulit untuk dibedakan, seseorang dapat dikatidakan
sebagai kelompok apabila antara dua orang atau lebih saling berinteraksi
dengan tidak kolektif serta tidak menghasilkan energi yang positif.
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 18

Jadi, sebenarnya kelompok dan tim bukanlah hal yang sama. Apabila
kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih yang berinteraksi
dan tergantung yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu, maka
kelompok kerja adalah kelompok yang berinteraksi terutama untuk berbagi
informasi dan membuat berbagai keputusan untuk membantu setiap
anggota bekerja didalam area tanggung jawabnya.
Kelompok kerja tidak mempunyai kebutuhan atau kesempatan untuk
terlibat dalam kerja kolektif yang membutuhkan usaha yang sama. Kinerja
mereka hanya merupakan gabungan akhir dari kontribusi individual setiap
anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang bisa menciptidakan seluruh
tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah masukan.
Sedangkan tim kerja menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang
terkoordinasi. Usaha individual mereka menghasilkan satu tingkat kinerja
yang lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Definisi ini
membantu menjelaskan mengapa ada begitu banyak organisasi yang akhirakhir ini menyusun ulang proses kerja seputar tim. Manejemen mencari
sinergi positif yang memungkinkan organisasi mereka untuk meningkatkan
kinerja. Penggunaan tim secara ekstensif (luas) menghasilkan potensi bagi
sebuah organisasi untuk membuahkan banyak hasil yang lebih besar tanpa
peningkatan masukan. Namun, perhatikan apa yang kita sebut „potensi‟.
Tidak ada yang dengan sendirinya membuat berbagi tim yang memastikan
pencapaian sinergi positif.
Hanya semata-mata menyebut sebuah kelompok sebagai tim tidak
otomatis meningkatkan kinerjanya. Tim yang efektif memiliki berbagai
karakteristik umum. Apabila ingin mendapatkan peningkatkan kinerja
organisasi dengan menggunakan tim, menejemen harus memastikan bahwa
tim-timnya memiliki karakteristik-karakteristik.

MANFAAT DAN FUNGSI TEAMWORK
Bekerja dalam bentuk tim memiliki fungsi yaitu antara lain dapat
merubah sikap, perilaku dan nilai-nilai pribadi serta dapat turut serta dalam
mendisiplinkan anggota tim. Selain itu, bekerja dalam tim dapat
dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan , merundingkan dan
bernegoisasi.
Manfaat Bekerja Dalam Tim
a) Bagi Organisasi Tim
 Meningkatkan produktivitas kerja.
 Meningkatkan kualitas kerja.
 Meningkatkan mentalitas kerja.
 Meningkatkan kemajuan organisasi.
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 19

b) Bagi Anggota Tim
 Tanggung jawab atas pekerjaan ditanggung bersama.
 Sebagai media aktualisasi diri.
 Stres atau beban kerja berkurang.
Tujuan Bekerja Dalam Tim
a) Kesatuan Tujuan
Setiap anggota tim memiliki kesamaan visi,misi dan program kerja.
b) Efisiensi
Setiap anggota tim menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara
cepat,cermat dan tepat tanpa pemborosan dan kecerobohan.
c) Efektif
Setiap anggota tim memiliki tujuan yang jelas, memiliki keterampilan
yang memadai, memiliki komitmen, saling percaya, memiliki
komunikasi yang baik, memiliki kemampuan bernegoisasi, dan
memiliki kemampuan yang tepat.

MEMBANGUN TIM YANG EFEKTIF
Sekelompok tim yang efektif bukanlah selalu terdiri dari sekumpulan
orang dengan gaya, sikap, maupun cara kerja yang sama, namun terdiri dari
orang-orang yang ditempatkan pada posisi yang benar-benar sesuai dengan
kompetensinya.
1. Share values
Dimaksudkan agar bukan hanya ada doktrin dalam suatu kelompok
namun juga ada tempat berbagi, memiliki rasa satu sama lain , meyakini
bahwa “ we can do it” dan menyadari apa yang dilakukannya “bernilai”
bagi dirinya dan kelompoknya.
2. Team competency
Kompetensi atau kemampuan suatu tim dapat dilatih untuk
meningkatkan kualitas dari tiap anggota agar tujuan bersama dapat
tercapai
3. Synergy
Merupakan bentuk kerjasama win-win yang dihasilkan melalui
kolaborasi masing-masing pihak tanpa adanya perasaan kalah.
Konsepnya yaitu berorientasi pada hasil dan positif, perspektif beragam
mengganti atau melengkapi paradigma, saling bekerjasama dan
bertujuan sama, tiap bagian berfungsi optimal serta ingat bahwa yang
diinginkan adalah “SUPERTEAM” bukan sekadar “SUPERMAN”.
4. Conflict management and communication
Konflik yang tidak terseleaikan bisa menghancurkan tim. Tim yang
efektif belajar untuk memberikan feedback yang konstruktif, asertif,
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 20

tanpa adanya keinginan untuk balas menyerang sehingga perubahan
positif bisa terjadi. Syarat komunikasi efektif yaitu clear, action dan
respect.
5. Leadership
Dalam suatu kelompok dibutuhkan jiwa pemimpin yang dapat
menunjukkan arah keteladanan atau integritas, menggerakkan
kemampuan orang-orang dan membangkitkan kemampuan.tugas
pemimpin dalam tim adalah membangun tim yang bisa CARE,
COOPERATED, COMMITED.

PELAJARAN DARI TEAMWORK
Hal berharga yang didapat dari teamwork yaitu Great Greeting (GG).
Dengan great greeting terdapat 4 poin penting yaitu :
1. Eye contact yang dapat menimbulkan energi untuk bekerja sama
seperti memiliki kedekatan antar anggota sehingga akan bekerja
lebih nyaman.
2. Smile yang dapat mencairkan suasana sehingga dapat membuat
antar anggota mempunyai mood yang baik
3. Hand shaking dapat menunjukkan sikap rendah hati sehingga tidak
ada rasa “atasan dan bawahan”
4. Semangat pagi untuk menjaga semangat tiap anggota agar tetap
dapat bekerja dan mengeluarkan kemampuannya secara maksimal
Dengan diaplikasikannya Great Greeting diharapkan dalam sebuah
teamwork akan terjalin suatu ikatan agar dalam bekerja sama dapat berjalan
lancar dan setiap anggota dapat mengeluarkan kemampuan maksimalnya
untuk mencapai suatu tujuan bersama.

SUMBER (REFERENSI) :






Robbins, Stephen P (2008), Organizational Behavior, Concept, and
Application, 12th Edition, Prentice Hall, USA.
http://blocknotinspire.blogspot.com/2012/05/profit-luar-biasadengan-semangat-team.html
http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/07/01/teamteam-work-excellence-achieving-dan-moving-forward-468514.html
http://www.psychologymania.com/2013/02/pengertian-kerjasama.html
http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/pengertian-dankarakteristik-kelompok.html
BAHRUR ROSYIDI | TEAMWORK 21


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

61 1241 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 347 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 290 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 200 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 272 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 367 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 334 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

7 193 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 346 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 387 23