PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V SD NEGERI 200120 LOSUNGBATU KEC. PADANGSIDIMPUAN UTARA TAHUN AJARAN 2013/2014.

(1)

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V SD NEGERI 200120 LOSUNGBATU

KEC. PADANGSIDIMPUAN UTARA

TAHUN AJARAN 2013/ 2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan Pada Jurusan PPSD

OLEH :

DESY NIRMALASARI

NIM. 1103311012

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


(2)

(3)

(4)

(5)

RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

Nama : Desy Nirmalasari

Tempat/ Tanggal Lahir : Padangsidimpuan, 06 Desember 1991 Alamat : Jl. Suluh Gg. Selamat No.3 Medan Jenis Kelamin : Perempuan

Kewarganegaraan : Indonesia

Status : Belum Menikah

Agama : Islam

Nama Orangtua

Ayah : Hasanuddin Sitompul

Ibu : Nurlena Ritonga

Anak ke : 2 dari 5 bersaudara

PENDIDIKAN FORMAL

No. Nama Sekolah Tempat Tamat Tahun

1. TK FATAYAT NU Padangsidimpuan 1998

2. SD Negeri 200112 Panyanggar Padangsidimpuan 2004 3. SMP Negeri 4 Padangsidimpuan Padangsidimpuan 2007 4. SMA Negeri 2 Padangsidimpuan Padangsidimpuan 2010


(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kasihNya serta kemurahanNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan.

Adapun judul skripsi ini adalah “Penggunaan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Di Kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/2014.

Dalam penulisan skripsi ini, banyak pihak yang membantu dan mendukung penulis. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan arahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orangtua, Ayahanda Hasanuddin Sitompul dan Ibunda Nurlena Ritonga yang telah memberikan kasih sayang tanpa batas, dukungan moril dan materi serta doa dan memberi semangat demi keberhasilan penulis.

Dalam proses penyelesaian skripsi ini, tidak luput dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. Nasrun , M.S selaku Dekan, Bapak Prof. Dr. Yusnadi, M.S selaku Pembantu Dekan I, Bapak Drs. Aman Simaremare, M.Pd selaku Pembantu Dekan II, dan Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan

2. Bapak Drs. Khairul Anwar, M.Pd selaku Ketua Jurusan PPSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.


(7)

3. Ibu Dr. Naeklan Simbolon, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak meluangkan waktu dan kesempatan untuk membimbing penulis hingga penyelesaian skripsi ini.

4. Bapak Drs. Akden Simanihuruk, M.Pd, Ibu Dra. Rosliana Sitompul, M.Pd, Ibu Dra. Eva Betty Simanjuntak, M.Pd selaku dosen penguji skripsi yang telah banyak memberi masukan dan saran kepada penulis.

5. Seluruh Dosen Jurusan PPSD yang telah banyak memberikan pengajaran dan bimbingan selama penulis kuliah di UNIMED.

6. Seluruh Pegawai FIP yang telah banyak memberikan bantuan dalam pengurusan administrasi.

7. Ibu Hj. Faridah Hanum Matondang, S.Pd.I, selaku kepala sekolah SD Negeri 200120 Losungbatu yang telah memberikan izin penelitian. Serta seluruh bapak dan ibu guru terkhusus ibu Yusmaini Nasution, A.Ma.Pd selaku Guru Kelas V SD yang telah memberikan bantuan dan kerjasama selama penulis melakukan penelitian di sekolah tersebut.

8. Penulis ucapkan terima kasih buat kakak penulis Nova Indryani Sitompul, S.Pd dan adik penulis Fatimah Syahfi, Khairunnisa dan Nurdin Saleh yang telah memberikan semangat, bantuan dan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

9. Buat teman terbaik penulis Fauzan Afdillah yang telah banyak membantu penulis dalam menghadapi masalah yang dihadapi penulis, memberi dukungan, doa dan motivasi.

10.Yang tidak terlupakan teman-teman seperjuangan Asnensi Afriani, S.Pd, Hadisah Yuni, S.Pd, Damay Renti Siahaan, Yuriska Hotpimanda Nasution


(8)

serta Kelas A Ekstensi 2010 yang telah memberikan semangat, canda tawa, cerminan hidup dan merasakan bersama suka maupun duka selama belajar di kampus.

11.Kepada bapak Sukiran yang telah bersusah payah untuk membantu penulis dalam menyelesaikan urusan selama proses penyelesaian skripsi ini.

12.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi yang sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca.

Medan, Mei 2014 Penulis

Desy Nirmalasari NIM. 1103311012


(9)

ABSTRAK

NIRMALASARI,DESY. NIM 1103311012. Penggunaan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Di Kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/2014.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok gaya magnet di kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu yang berjumlah 31orang siswa yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Pelaksanaan PTK dilakukan dua siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes. Tes yang diberikan sebanyak 20 soal berbentuk pilihan ganda. Soal yang diberikan sebanyak 3 kali yaitu pre test, Siklus I dan Siklus II. Sedangkan observasi meliputi aktivitas guru dan siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre test sebelum dilakukan tinndakan diperoleh dari 31 orang siswa 5 orang siswa (16.1%) telah mencapai standar ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata kelas sebesar 47.1 dan 26 orang siswa (83.9%) yang belum tuntas dalam belajar, selanjutnya pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 71.2, dengan tingkat belajar siswa dari 31 orang siswa sebanyak 22 orang siswa (71%) telah mencapai ketuntasan belajar dan 9 orang siswa (29%) belum mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 84.3 dengan tingkat belajar siswa sebanyak 29 orang siswa (93.5%) telah mencapai ketuntasan belajar dan 2 orang siswa (6.5%) belum mencapai ketuntasan belajar, sehingga secara klasikal kelas tersebut dinyatakan telah tuntas belajar karena telah memenuhi standar minimal 80% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai ketuntasan secara individual. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa proses belajar mengajar telah berlangsung dengan baik. Hasil observasi pada siklus II mengalami peningkatan dari hasil observasi pada siklus I. Hasil observasi guru pada siklus I adalah 2.5 (Cukup) sedangkan pada siklus II adalah 3.8 (Sangat Baik). Hasil observasi siswa pada siklus I adalah 2.4 (cukup) sedangkan pada siklus II adalah 3.8 (Sangat Baik).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA materi pokok gaya magnet di kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/2014. Guru disarankan dalam pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan materi yang diajarkan.


(10)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR DIAGRAM ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 5

1.3Batasan Masalah ... 5

1.4Rumusan Masalah ... 5

1.5Tujuan Penelitian ... 6

1.6Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teoritis ... 7

2.1.1 Pengertian Belajar ... 7

2.1.2 Pengertian Hasil Belajar ... 8

2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil belajar ... 10

2.1.4 Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam ... 10 Halaman


(11)

2.1.5 Tinjauan Tentang Model Pembelajaran Quantum Teaching ... 11

2.1.5.1 Pengertian Quantum Teaching ... 11

2.1.5.2 Prinsip-prinsip Quantum Teaching ... 13

2.1.5.3 Langkah-Langkah Pembelajaran Quantum Teaching ... 15

2.1.5.4 Kelebihan dan Kekurangan Quantum Teaching ... 18

2.1.6 Materi Pembelajaran ... 19

2.1 Kerangka Berfikir ... 23

2.3 Hipotesis Tindakan ... 24

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 25

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 25

3.3 Subjek dan Objek Penelitian ... 25

3.4 Operasional Variabel ... 26

3.5 Desain Penelitian ... 26

3.6 Prosedur Penelitian ... 27

3.7 Teknik Pengumpulan Data ... 31

3.8 Analisis Data ... 32

3.9 Jadwal Penelitian ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 36

4.1.1 Deskripsi Hasil Pelaksanaan Pre Test ... 36


(12)

4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan dan Hasil Penelitian Pada Siklus II ... 50 4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 61 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ... 66 5.2 Saran ... 67 DAFTAR PUSTAKA ... 68


(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ... 35

Tabel 4.1 Hasil Belajar Siswa Pada Tes Awal (Pre Test) ... 37

Tabel 4.2 Deskripsi Hasil Belajar Siswa Pada Tes Awal ... 38

Tabel 4.3 Observasi Aktivitas Guru Siklus I ... 43

Tabel 4.4 Observasi Siswa Siklus I ... 44

Tabel 4.5 Perkembangan hasil belajar siswa pada tes awal dan tes siklus I ... 46

Tabel 4.6 Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I ... 48

Tabel 4.7 Tingkat Persentase Ketuntasan Klasikal ... 49

Tabel 4.8 Observasi Aktivitas Guru Siklus II ... 54

Tabel 4.9 Observasi Siswa Siklus II ... 55

Tabel 4.10 Perkembangan hasil belajar siswa pada tes awal, siklus I, siklus II ... 56

Tabel 4.11 Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II ... 59

Tabel 4.12 Tingkat Persentase Ketuntasan Klasikal ... 60

Tabel 4.13 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Tes Awal, Siklus I Dan Siklus II .. 63

Tabel 4.14 Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa ... 64


(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 RPP Siklus I Pertemuan 1 ... 70

Lampiran 2 RPP Siklus I Pertemuan 2 ... 77

Lampiran 3 RPP Siklus II Pertemuan 1 ... 83

Lampiran 4 RPP Siklus II Pertemuan 2 ... 89

Lampiran 5 Soal Pre test/ Post Test ... 95

Lampiran 6 Kunci Jawaban soal Pre Test/ Post Test ... 97

Lampiran 7 Lembar Observasi Guru Siklus I ... 98

Lampiran 8 Lembar Observasi Siswa Siklus I ... 100

Lampiran 9 Lembar Observasi Guru Siklus II ... 101

Lampiran 10 Lembar Observasi Siswa Siklus II ... 103

Lampiran 11 Jawaban siswa pada pre test ... 104

Lampiran 12 Jawaban siswa pada post tes siklus I ... 106

Lampiran 13 Jawaban siswa pada post tes siklus II . ... 108

Lampiran 14 Nama-nama siswa kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu ... 110

Lampiran 15 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Penelitian ... 111

Lampiran 16 Tabulasi hasil jawaban siswa pada saat tes awal ... 112

Lampiran 17 Tabulasi hasil jawaban siswa pada saat post test siklus I ... 113

Lampiran 18 Tabulasi hasil jawaban siswa pada saat post test siklus II ... 114

Lampiran 19 Hasil belajar siswa pada tes awal, siklus I dan Siklus II ... 115


(15)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 4.1 Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada pre test ... 39

Diagram 4.2 Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada post test I ... 50

Diagram 4.3 Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada post test II ... 61

Diagram 4.4 Peningkatan nilai rata-rata siswa ... 64


(16)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri. Masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia handal dan mampu berkompetensi. Selain itu pendidikan merupakan wadah yang dapat dipandang sebagai pembentuk sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Berhasil atau tidaknya suatu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh pembelajaran yang berlangsung.

Pembelajaran adalah suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru tetapi melibatkan berbagai kegiatan dan tindakan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik

Salah satu permasalahan yang sedang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masih rendahnya kualitas hasil belajar siswa. Rendahnya kualitas hasil belajar diperlihatkan dengan minimnya tingkat penguasaan materi oleh siswa seperti tuntutan kurikulum KTSP. Proses pembelajaran yang dialami siswa khususnya pelajaran IPA masih terbatas pada penguasaan materi pokok secara teoritik atau penambahan pengetahuan yang berorientasi pada ujian atau tes saja dengan menomorduakan fungsi atau keterampilan menggunakan materi yang dipelajari pada kehidupan nyata. Hal ini menimbulkan pandangan siswa bahwa tujuan belajar adalah melewati tes saja. Secara tidak langsung situasi pembelajaran yang hanya terpaku pada pengakumulasian pengetahuan saja akan


(17)

mencetak siswa yang mampu berteori, namun sulit dalam menerapkan ilmunya. Padahal kurikulum yang berlaku menuntut siswa tidak hanya mampu mengakumulasi pengetahuan, tetapi juga diharapkan mencapai kompetensi, yakni perpaduan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terefleksikan dalam kehidupan sehari-hari.

McAshan dalam Mulyasa (2005:45) menyebutkan bahwa “… a knowledge, skill, and abilities or capabilities that a person achieves, which became part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform particular cognitive, affective, and psychomotor behaviors”. Menurut McAshan, kompetensi itu adalah suatu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dimiliki seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga mewarnai perilaku kognitif, afektif dan psikomotoriknya.

Berdasarkan pendapat tersebut, maka jelaslah kompetensi tidak terbatas hanya pada pengakumulasian pengetahuan, melainkan juga pengembangan sikap dan keterampilan yang tercermin dalam perilaku kehidupan. Dengan demikian, pelajaran IPA sebagai salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari oleh seluruh siswa tingkat sekolah dasar seharusnya mengacu pada pencapaian kompetensi. Artinya, pelajaran IPA bukan pelajaran yang hanya dihafal, tetapi bagaimana materi pokok IPA yang dipelajari mengembangkan sikap dan kemampuan tertentu sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan siswa.

Pembelajaran IPA memiliki fungsi fundamental dalam menimbulkan serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka IPA perlu diajarkan dengan cara yang tepat dan dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melalui proses dan sikap ilmiah. Namun


(18)

yang menjadi persolan sekarang ini bahwa pelajaran IPA tidak begitu dinikmati oleh siswa. Pembelajaran IPA saat ini merupakan penyajian teori-teori yang abstrak dan tidak menumbuhkan apresisasi siswa terhadap alam sebagai subjek dari kehidupan, tetapi sebagai objek dari pengetahuan.

Kurangnya aktivitas belajar IPA murid dalam proses pembelajaran telah lama menjadi bahan pikiran setiap guru kelas sekolah dasar. Pembelajaran IPA hanya diajarkan satu arah oleh guru (ceramah) yang hanya mentransfer konsep-konsep yang diketahui guru tanpa mengembangkan keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa. Interaksi antara siswa dengan guru juga masih kurang. Hal ini menyebabkan konsentrasi siswa terpecah dengan hal lainnya, akibatnya siswa kurang memahami materi pokok. Tidak sedikit siswa merasa bosan dan jenuh . Siswa menampakkan sikap yang kurang bergairah, kurang bersemangat dan kurang siap menerima pelajaran. Kurangnya kesiapan siswa dalam menerima pelajaran berpengaruh pada proses pembelajaran.

Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru kelas, dapat diketahui bahwa hasil ulangan harian mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri 200120 masih tergolong rendah. Hasil ulangan harian dari jumlah keseluruhan siswa kelas V yang berjumlah 31 siswa, banyak yang masih berada di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yaitu sebesar 65.

Guru harus dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan membantu siswa berfikir kreatif dengan mengubah arah pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher center) menjadi proses pembelajaran yang lebih berfokus pada siswa.

Mengatasi masalah tersebut, perlu dikembangkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat dan aktivitas siswa. Salah satunya ialah


(19)

penerapan model pembelajaran Quantum Teaching. Model pembelajaran Quantum Teaching merupakan cara baru yang memudahkan proses belajar, yang memadukan unsur seni dan pencapaian yang terarah, untuk segala mata pelajaran. Quantum Teaching merupakan penggubahan belajar yang meriah, dengan segala nuansanya. Asas utama Quantum Teaching, “bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”, mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia siswa sebagai langkah pertama dalam pembelajaran. Mengajar adalah hak yang harus diraih, dan diberikan oleh siswa, bukan oleh Departemen Pendidikan. Untuk mendapatkan hak mengajar, pertama-tama guru harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan murid. Dengan mendapat hak mengajar dari siswa, maka siswa akan lebih menikmati pembelajaran yang dirancang oleh guru.

Proses pembelajaran akan lebih efektif apabila siswa berada pada kondisi senang. Memasuki dunia siswa merupakan upaya memperoleh ijin untuk memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan mereka dalam membangun kesadaran dan pengetahuan. Untuk memasuki dunia siswa dapat dilakukan dengan mengaitkan secara langsung konsep-konsep yang akan dikaji dengan peristiwa atau pengalaman sehari-hari.

Berdasarkan uraian tersebut, dilakukan penelitian dengan prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Penggunaan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Di Kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/ 2014”.


(20)

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :

1. Kurangnya aktivitas belajar siswa

2. Kurangnya interaksi antara siswa dengan guru pada saat proses pembelajaran 3. Kemampuan siswa dalam memahami pelajaran masih rendah karena hanya

menggunakan metode konvensional 4. Rendahnya hasil belajar IPA siswa

1.3Batasan Masalah

Dari latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, maka penelitian ini difokuskan pada “Penggunaan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi pokok Gaya Magnet Di Kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/ 2014”.

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi pokok gaya magnet di kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/ 2014?”


(21)

1.5Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada pelajaran IPA materi pokok gaya magnet di Kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/ 2014.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah :

1. Bagi siswa, hasil penelitian ini untuk memahami pelajaran IPA dan meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada materi pokok Gaya Magnet 2. Bagi guru, hasil penelitian ini sebagai bahan masukan bagi para guru untuk

dapat melaksanakan perbaikan serta menentukan model pembelajaran yang lebih baik dalam pembelajaran IPA.

3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini sebagai bahan masukan bagi kepala sekolah untuk mengarahkan para guru menggunakan model pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan .

4. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman dan sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti permasalahan yang sama di masa yang akan datang.


(22)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu pada materi energi gaya magnet meningkat dengan menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching baik dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas terjadi peningkatan yaitu pada tes awal sebesar 47.1, siklus I 69.8, dan pada siklus II sebesar 71.2.

2. Untuk siswa tuntas belajar (nilai ketuntasan 65) pada tes awal 16.1%, pada siklus I 71%, dan siklus II 93.5%. Sehingga secara klasikal kelas tersebut dinyatakan telah tuntas belajar karena telah memenuhi standar minimal 80% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai ketuntasan secara individual

3. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa proses belajar mengajar telah berlangsung dengan baik. Hasil observasi pada siklus II mengalami peningkatan dari hasil observasi pada siklus I. Hasil observasi guru pada siklus I adalah 2.5 (Cukup) sedangkan pada siklus II adalah 3.8 (Sangat Baik). Hasil observasi siswa pada siklus I adalah 2.4 (cukup) sedangkan pada siklus II adalah 3.8 (Sangat Baik).


(23)

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti mengajukan beberapa saran berikut.

1. Guru diharapkan dalam pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan materi yang diajarkan.

2. Model pembelajaran Quantum Teaching hendaknya diterapkan secara berkelanjutan baik pada mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran lainnya.

3. Dalam proses pembelajaran sebaiknya guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

4. Bagi peneliti, kiranya hasil penelitian tindakan kelas ini dapat menambah wawasan dan membantu siswa dalam belajar serta mampu melakukan pembaharuan strategi belajar mengajar.


(24)

DAFTAR PUSTAKA

Abudin Nata. 2002. Manajemen Pendidikan; Mengatasi Pendidikan Islam di Indonesia. Bogor : Kencana.

Ambarita, Alben. 2006. Manajemen Pembelajaran. Jakarta : Depdiknas. Arikunto. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Rineka Cipta. De Porter, Bobbi, dkk . 2010. Quantum Teaching. Bandung : Kaifa.

Dewi, Rosmala. 2010. Profesionalisasi Guru Melalui PTK. Medan : Pasca Sarjana Unimed.

Dimyanti, Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Djamarah, dkk. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Asdi Mahastya. Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara. Hamdani, Drs. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia. Haryanto. 2007. Sains Untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta : Erlangga.

Maslichah Asy’ari. 2006. Penerapan Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat

Dalam Pembelajaran Sains Di Sekolah Dasar. Yogyakarta : Universitas Sanata Darma.

Mulyasa. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya. Muslich, Masnur. 2009. Melaksanakan PTK Itu Mudah. Malang : Bumi Aksara. Patta Bundu. 2006. Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah Dalam

Pembelajaran Sains-SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta : Pustaka Pelajar.

Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta. Samatowa, Usman. 2010. Pembelajaran IPA di SD. Jakarta : Indeks.


(25)

Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Siregar, Eveline dan Nara, Hartini. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2004. Penilaian Hasil Proses pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sudjiono, Anas. 2005. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya : Kencana Prenada Media Group.

Trianto. 2010. Model pembelajaran terpadu. Jakarta : Bumi aksara.

Wena, Made. 2008. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Malang : Bumi Aksara.

Wawan. 2012. http://alaskawruh.blogspot.com/2012/08/model-pembelajaran-quantum-teaching.html (Diakses : 6 Januari 2014)

Siswanto, Fazar. 2012. Dalam http://eduadventure.blogspot.com/2012/05/makalah-model-pembelajaran-quantum.html (Diakses : 6 Januari 2014)


(1)

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :

1. Kurangnya aktivitas belajar siswa

2. Kurangnya interaksi antara siswa dengan guru pada saat proses pembelajaran 3. Kemampuan siswa dalam memahami pelajaran masih rendah karena hanya

menggunakan metode konvensional 4. Rendahnya hasil belajar IPA siswa

1.3Batasan Masalah

Dari latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, maka penelitian ini difokuskan pada “Penggunaan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi pokok Gaya Magnet Di Kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/ 2014”.

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi pokok gaya magnet di kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/ 2014?”


(2)

1.5Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada pelajaran IPA materi pokok gaya magnet di Kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu Kec. Padangsidimpuan Utara Tahun Ajaran 2013/ 2014.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah :

1. Bagi siswa, hasil penelitian ini untuk memahami pelajaran IPA dan meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada materi pokok Gaya Magnet 2. Bagi guru, hasil penelitian ini sebagai bahan masukan bagi para guru untuk

dapat melaksanakan perbaikan serta menentukan model pembelajaran yang lebih baik dalam pembelajaran IPA.

3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini sebagai bahan masukan bagi kepala sekolah untuk mengarahkan para guru menggunakan model pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan .

4. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman dan sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti permasalahan yang sama di masa yang akan datang.


(3)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 200120 Losungbatu pada materi energi gaya magnet meningkat dengan menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching baik dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas terjadi peningkatan yaitu pada tes awal sebesar 47.1, siklus I 69.8, dan pada siklus II sebesar 71.2.

2. Untuk siswa tuntas belajar (nilai ketuntasan 65) pada tes awal 16.1%, pada siklus I 71%, dan siklus II 93.5%. Sehingga secara klasikal kelas tersebut dinyatakan telah tuntas belajar karena telah memenuhi standar minimal 80% dari jumlah keseluruhan siswa yang mencapai ketuntasan secara individual

3. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa proses belajar mengajar telah berlangsung dengan baik. Hasil observasi pada siklus II mengalami peningkatan dari hasil observasi pada siklus I. Hasil observasi guru pada siklus I adalah 2.5 (Cukup) sedangkan pada siklus II adalah 3.8 (Sangat Baik). Hasil observasi siswa pada siklus I adalah 2.4 (cukup) sedangkan pada siklus II adalah 3.8 (Sangat Baik).


(4)

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti mengajukan beberapa saran berikut.

1. Guru diharapkan dalam pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan materi yang diajarkan.

2. Model pembelajaran Quantum Teaching hendaknya diterapkan secara berkelanjutan baik pada mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran lainnya.

3. Dalam proses pembelajaran sebaiknya guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

4. Bagi peneliti, kiranya hasil penelitian tindakan kelas ini dapat menambah wawasan dan membantu siswa dalam belajar serta mampu melakukan pembaharuan strategi belajar mengajar.


(5)

DAFTAR PUSTAKA

Abudin Nata. 2002. Manajemen Pendidikan; Mengatasi Pendidikan Islam di Indonesia. Bogor : Kencana.

Ambarita, Alben. 2006. Manajemen Pembelajaran. Jakarta : Depdiknas. Arikunto. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Rineka Cipta. De Porter, Bobbi, dkk . 2010. Quantum Teaching. Bandung : Kaifa.

Dewi, Rosmala. 2010. Profesionalisasi Guru Melalui PTK. Medan : Pasca Sarjana Unimed.

Dimyanti, Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Djamarah, dkk. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Asdi Mahastya. Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara. Hamdani, Drs. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia. Haryanto. 2007. Sains Untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta : Erlangga.

Maslichah Asy’ari. 2006. Penerapan Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat Dalam Pembelajaran Sains Di Sekolah Dasar. Yogyakarta : Universitas Sanata Darma.

Mulyasa. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya. Muslich, Masnur. 2009. Melaksanakan PTK Itu Mudah. Malang : Bumi Aksara. Patta Bundu. 2006. Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah Dalam

Pembelajaran Sains-SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta : Pustaka Pelajar.

Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta. Samatowa, Usman. 2010. Pembelajaran IPA di SD. Jakarta : Indeks.


(6)

Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Siregar, Eveline dan Nara, Hartini. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2004. Penilaian Hasil Proses pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sudjiono, Anas. 2005. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya : Kencana Prenada Media Group.

Trianto. 2010. Model pembelajaran terpadu. Jakarta : Bumi aksara.

Wena, Made. 2008. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Malang : Bumi Aksara.

Wawan. 2012. http://alaskawruh.blogspot.com/2012/08/model-pembelajaran-quantum-teaching.html (Diakses : 6 Januari 2014)

Siswanto, Fazar. 2012. Dalam http://eduadventure.blogspot.com/2012/05/makalah-model-pembelajaran-quantum.html (Diakses : 6 Januari 2014)


Dokumen yang terkait

ENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN MEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA DI KELAS X TSM 2 SMK NEGERI 1 SUBOH SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2010/2011

0 4 16

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 2 TANJUNGREJO KECAMATAN NEGERIKATON KABUPATEN PESAWARAN TAHUN AJARAN 2011 / 2012

0 14 58

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SISWA KELAS V SD NEGERI 3 BOJONG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 4 55

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DAN SEQIP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 8 METRO SELATAN

2 16 47

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PURWODADI DALAM TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 13 33

PENERAPAN MODEL TREFFINGER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 03 METRO BARAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015

5 45 78

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD

0 0 8

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS IV SD 2 DERSALAM BAE KUDUS TAHUN AJARAN 20122013

0 0 19

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD 2 SINGOCANDI TAHUN AJARAN 20132014

0 0 21

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MAGNET SISWA KELAS V SD

2 2 88