PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA OR (2)

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI
TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA
SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI BAGIAN ASSEMBLY PADA PT.
EDS MANUFACTURING INDONESIA
Oleh :
Rika Rosyana
11131476
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen
Universitas Bina Bangsa
e-mail : Rikarosyana95@gmail.com

ABSTRAK
Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting dalam aktivitas
suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan suatu organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh X1 terhadap Y, X2 terhadap
Y, VI terhadap Y, X1 melalui VI terhadap Y, X2 melalui VI terhadap Y, X1 dan X2
melalui VI terhadap Y.. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
teknik sampling jenuh, yaitu mengambil seluruh populasi sebanyak 60 karyawan
untuk dijadikan sebagai responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kuantitatif. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner dengan
penilaian skala likert. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik

pengumpulan data primer (metode angket/kuesioner, observasi awal) dan metode
pengumpulan data sekunder (tinjauan pustaka). Data di peroleh dari penyebaran
kuesioner sebanyak 60 (enam puluh) responden yang juga sebagai populasi
penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan
budaya organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel
intervening baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh yang positif
dan signifikan terhadap kinerja.
Kata Kunci : gaya Kepemimpinan, budaya organisasi, kinerja karyawan,
kepuasan kerja

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Peranan penting dalam perusahaan adalah sumber daya manusia.
Perusahaan tidak akan maju jika sumber daya manusianya tidak berjalan. Berhasil
atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuan sangat tergantung pada

1

kemampuan SDM atau karyawannya dalam menjalankan tugas-tugas yang

diberikan. Dalam penelitian ini menggunakan variabel intervening dan kepuasan
kerja sebagai variabel intervening karena kepuasan kerja mempengaruhi
hubungan antara gaya kepemimpina dan budaya organisasi dan juga berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
Prestasi manajemen dapat dilihat dengan menggunakan penilaian kinerja.
Penilaian kinerja perusahaan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan seorang pemimpin, berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam
mencapai kinerja yang baik snagat ditentukan oleh seorang pemimpin, suatu
perusahaan dalam melakukan aktifitas pada kinerja pegawainya diisyaratkan
memiliki pemimpin yang handal dalam memprediksi masa depan perusahaan di
masa-masa yang akan dating. Pemimpin yang handal akan
menjabat,
mengantisipasi masa depan organisasi dan memiliki peluang dari perubahan yang
ada sehingga dapat mengarahkan organisasi untuk sampai pada tujuan perusahaan.
Menurut Rivai dalam Ilyas Muhajir berpendapat bahwa Kepemimpinan
dipahami sebagai kekeuatan untuk menggerakan dan mempengaruhi orang.
Kepemimpinan sebagai alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar
bersedia melakukan sesuatu secara sukarela/sukacita.
Menurut Fred Luthans dalam Dewi Sandy Trang Budaya organisasi
merupakan pola asumsi dasar diciptakan atau dikembangkan oleh kelempok

tertentu saat mereka menyesuaikan diri dengan masalah-masalah eksternal dan
intergrasi internal yang telah bekerja cukup baik serta dianggap berharga, dan
karena diajarkan pada anggota baru sebagai cara yang benar untuk menyadari,
berpikir dan merasakan hubungan dengan masalah tersebut.
Pembahasan tentang kepuasan kerja karyawan tidak bisa dilepaskan dari
kenyataan bahwa kepuasan kerja dapat dicapai apabila semua harapannya dapat
terpenuhi dalam melaksanakan tugas pekerjaanya. Kepuasan kerja merupakan
refleksi dari perasaan dari sikap individu terhadap pekerjaanya, yang merupakan
interaksi antara yang bersangkutan dengan lingkungan kerjanya.
Tindakan seorang pemimpin secara keseluruhan diartikan sebagai gaya
kepemimpinan. Dengan pemahaman akan tugas-tugas yang diemban, dan
pemahaman karakteristik bawahannya, maka seorang pemimpin akan dapat
memberikan bimbingan, dorongan serta motivasi kepada seluruh anggotanya
untuk mencapai tujuan. Jika dalam proses interaksi tersebut berhasil dengan baik,
maka ia akan mampu memberi kepuasan yang sekaligus dapat meningkatkan
kinerja. Didalam penelitian ini gaya kepemimpinan dan budaya organisasi
mempengaruhi kinerja karyawan disebabkan adanya ketidak sesuaian dalam
menjalankan tugas untuk tercapainya tujuan perusahaan. Gaya kepemimpinan
menunjukan intelektual, keterampilan dan sikap seorang pemimpin.
Kepemimpinan dalam suatu organisasi didukung oleh budaya organisasi yangg

baik. Pemimpin merupakan bagian dari budaya organisasi. Budaya organisasi
mewujudkan pencapaian untuk
kinerja perusahaan, semakin kuat gaya
kepemimpinan yang diterpakan dan didukung oleh budaya organisasi yang baik
2

akan menyebabkan para karyawan terpacu untuk meningkatkan pencapaian
kinerja yang lebih tinggi dan akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh
perusahaan.
PT. EDS Manufacturing Indonesia adalah salah satu perusahaan swasta yang
bergerak dibidang distributor yang memproduksi wairing harnes. Wairing harnes
adalah proses pembungkusan circuit pada bagian final assy. Setelah dilakukannya
observasi, didapati kendala diantaranya gaya kepemimpinan yang mengakibatkan
kinerja menurun. Karena banyak pemimpin yang tidak bijaksana dalam bertugas,
didapatkannya karyawan yang sudah bekerja melebihi batas kuantitas tetapi
masih saja di haruskan untuk bekerja sedangkan kuantitas sudah over load. Gaya
kepemimpinan ini akan menimbulkan kepuasan kerja yang tidak baik dan
berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui apakah gaya kepemimpinan berpengaruh langsung
terhadap kinerja karyawan di PT. Eds Manufacturing Indonesia
2. Untuk mengetahui apakah budaya organisasi berpengaruh langsung
terhadap kinerja karyawan di PT. Eds Manufacturing Indonesia
3. Untuk mengetahui apakah kepuasan kerja berpengaruh langsung terhadap
kinerja karyawan di PT. Eds Manufacturing Indonesia
4. Untuk mengetahui apakah gaya kepemimpinan melalui kepuasan kerja
secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Eds
Manufacturing Indonesia.
5. Untuk mengetahui apakah budaya organisasi melalui kepuasan kerja
secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Eds
Manufacturing Indonesia.
6. Untuk mengetahui apakah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi
melalui kepuasan kerja berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan
PT. Eds Manufacturing Indonesia.

DESKRIPSI TEORITIK
Kinerja Karyawan
Mangkunegara bahwa istilah kinerja karyawan dari kata job performance
atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai

oleh seseorang) yaitu hasil kerja secara kualitas atau kuantitas yang di capai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab
yang diberikan padanya.
Menurut Simanjuntak, Kinerja karyawan adalah tingkatan pencapaian hasil
atas pelaksanaan tugas tertentu. Simanjuntak juga mengartikan kinerja individu

3

sebagai tingakat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus
dicapai atau tugas yang harus di laksanakan dalam kurun waktu tertentu.
Menurut Mahsun dalam Heri Susanto, kinerja (Performance) adalah
gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program atau
kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang
tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Kinerja sering digunakan
untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu atau kelompok.
Menurut Soeprihanto, mengartikan kinerjaa atau prestasi kerja adalah hasil
kerja kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menurut Moeheriono dalam Srie Wijaya Kusuma Dewi, kinerja merupakan
gambaran mengenai pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau

kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang
dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi. Penilaian kinerja
merupakan salah satu tugas penting bagi perusahaan untuk mengetahui level
kinerja karyawan yang dimiliki. Namun demikian, pelaksaan penilaian kinerja
yang obyektif bukanlah tugas dan proses yang sederhana , mengingat setiap
metode yang digunakan dalam penilaian kinerja mengandung bias penilaian.
Sedangkan disisi lain, perusahaan harus memperoleh informasi yang memadai
terkait dengan kinerja karyawannya, sebagai bahan pertimbangan bagi keputusankeputusan strategis, baik terkait dengan kebijakan umum perusahaan, maupun
terkait dengan kebijakan pengembangan SDM.
Kepuasan Kerja
Menurut Suswanto, kepuasan kerja merupakan suatu kondisi psikologis
yang menyenangkan atau perasaan karyawan yang sangat subjektif dan snagat
tergantung pada individu yang bersangkutan dan lingkungan kerjanya, dan
kepuasan kerja merupakan suatu konsep multificated (banyak dimensi), ia dapat
memakai sikap secara menyeluruh atau mengacu pada bagian pekerjaan
seseorang.
Kepuasan kerja (job satisfaction) dalam jurnal Win Susilo Hari Endris
adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan
mana karyawan memandang pekerjaan mereka.
Menurut Greenberg dan Baron, mendeskripsikan kepuasan kerja sebagai

sikap positif atau negatif yang dilakukan individual terhadappekerjaan mereka.
Sementara itu, Vecchio menyatakan kepuasan kerja sebagai pemikiran, perasaan
dan kecenderungan tindakan seseorang, ysng merupakan sikap seseeorang
terhadap pekerjaan. Selanjutnya, menurut Handoko, mengemukakan kepuasan
kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan
bagi para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja
mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja

4

karyawan harus diciptakan sebaik-baiknya supaya moral kerja, dedikasi,
kecintaan, dan kedisiplinan karyawan meningkat.
Menurut Lodge dan Derek dalam Ilyas Muhajir, berpendapat bahwa orang
akan merasa puas bila tidak ada perbedaan (discrepancy) antara yang diinginkan
dengan persepsinya atas kenyataan. Meskipun terdapat perbedaan kalau perbedaan
tersebut positif maka orang atau pegawai akan merasa puas, begitu juga
sebaliknya pegawai akan merasa puas bila mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan.
Kepuasan
kerja
adalah

keadaan
emosional
seseorang
terhadap
pekerjaannya,apakah ia menyanyangi pekerjaan itu atau tidak. Robert Kreitner
dan Angelo Konicki, mendefinisikan kepuasan kerja sebagai “suatu efektivitas
atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan.”
Gaya Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi kelompok menuju
pencapaian sasaran. Kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi aktifitas
kelompokmyang diatur untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan adalah
suatu proses memberi arti pada kerjasama dan dihasilkan dnegan kemauan untuk
memimpin dan mencapai tujuan (Jacob dan Jacques). Kepemimpinan adalah
penggunaan pengaruh dalam perangkat atau situasi organisasi, yang menghasilkan
sesuatu bermakna dan berdampak langsung pada tujuan-tujuan yang menantang
(Ivancevich).
Menurut Robbin dan Coulter dalam Heri Susanto, Kepemimpinan adalah
kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok menuju tercapainya tujuantujuan. Kepemimpinan lebih mendasarkan pada sebuah iktikad untuk melakukan
peran mempengaruhi dan mengarahkan secara efektif agar tujuan organisasi dapat
tercapai dengan baik. Sedangkan menurut Hasibuan dalam Dewi Lina menyatakan

kepemimpinan adalah cara seorang mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau
bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.
Sejalan dengan Pandji Anoraga menyatakan bahwa kepemimpinan adalah
kemampuan mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik
individual maupun kelompok ke arah pencapaian tujuan. Kepemimpinan
merupakan suatu proses mempengaruhi dan mengarahkan perilaku orang lain,
baik individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan gaya
kepemimpinan dalam jurnal Win Susilo Hari Endrias merupakan norma perilaku
yang dipergunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba
mempengaruhi perilaku orang lain. Masing-masing gaya tersebut memiliki
keunggulan dan kelemahan. Seorang pemimpin akan menggunakan gaya
kepemimpinan sesuai kemampuan dan kepribadianya.
Budaya Organisasi
Robbins, menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan suatu sistem
makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi yang membedakan
organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Budaya organisasi adalah suatu
sistem nilai yang diperoleh dan dikembangkan oleh budaya organisasi dan pola
5

kebiasaan dan falsafah dasar pendirianya, yang terbentuk menjadi aturan yang

digunakan sebagai pedoman dalam berfikir dan bertindak dalam mencapai tujuan
organisasi. Sedangkan Budaya Organisasi dalam Win Susilo Hari Endrias
merupakan sistem nilai yang diyakini, dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan
secara kesinambungan, dan dijadikan acuan perilaku oleh semua anggota
organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Menurut Moeljono dalam Dewi Lina, menyatakan bahwa budaya organisasi
adalah sitem nilai-nilai yang diyakini semua anggota organisasi dan yang
dipelajari, diterapkan serta dikembangkan secara kesinambungan, berfungsi
sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi
untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut
Soedjono dalam Ria Satyawati, budaya organisasi dapat menjadi sebuah
instrumen keunggulan yang komperatif dan utama, bila budaya organisasi dapat
mendukung strategi dari sebuah organisasi, dan bila budaya organisasi mampu
menjawab serta mengatasi tantangan lingkungan secara tepat dan cepat.
Selanjutnya menurut David menyatakan bahwa budaya organisasi adalah pola
tingkah laku yang dikembangkan oleh suatu organisasi yang dipelajarinya ketika
menghadapi masalah adaptasi eksternal dan intergrasi internal, yang telah terbukti
cukup baik untuk disahkan dan diajarkan kepada anggota baru.
Menurut (Harrison dan Stokers) menyatakan budaya organisasi adalah pola
kepercayaan, nilai, ritual, mitos para anggota suatu organisasi, yang
mempengaruhi perilaku semua individu dan kelompok didalam organisasinya.
Budaya organisasi memiliki peran yang sangat strategis terhadap kesuksesan suatu
organisasi, seperti untuk membangun kinerja organisasinya dalam jangka panjang
sebagai saran bagi anggota organisasi untuk memenuhi kebutuhan serta mencapai
tujuan.
Kerangka Berfikir
Gaya Kepemimpinan
(X1)
Budaya Organisasi (X2)

H1

Kinerja Karyawan
(Y)

H2
H3
Kepuasan Kerja (VI)

H4
H5
H6

Gambar 1 Kerangka Berfikir

METODOLOGI PENELITIAN
6

Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian menjadi objek dalam penelitian ini adalah PT. EDS
Manufacturing Indonesia berlokasi di Jl. Raya Serang Km. 24 BalarajaTanggerang 15610 P.O. Box. 229-Tanggerang Indonesia. Waktu yang diperlukan
dalam penelitian adalah dimulai dari tanggal 13 November 2017 sampai tanggal
17 Februari 2018, yaitu berlangsung selama 4 (empat) bulan.
Metode Penelitian
Metode pengumpulan data dalam peneltian yang penulis gunakan adalah
sebagai berikut:
1. Library Reseach (studi pustaka), dalam melakukan penelitian penulis
mempelajari dan memehami buku-buku literatur dan mengumpulkan
dokumen-dokumen berupa arsip, catatan atau laporan dalam perusahaan.
2. Field Research (studi lapangan), penulis melakukan pengamatan langsung
ke lapangan.
a. Pengamatan (observation), penulis melakukan pengamatan dengan cara
mengamati secara langsung terhadap objek penelitian untuk mencatat dan
mengamati apa yang dilihat dan didengar tentang hal-hal yang
berhubungan dengan bahan-bahan yang diperlukan.
b. Wawancara (interview), Penulis melakukan Interview (wawancara) untuk
mendapatkan penjelasan dari masalah-masalah yang sebelumnya kurang
jelas dan untuk menyakinkan bahwa data yang diperoleh / dikumpulkan
benar-benar akurat. Dimana penulis melakukan interview kepada pihakpihak bagian produksi PT. EDS Manufacturing Indonesia.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di bagian Assembly pada PT. Eds
Manufacturing Indonesia yang berjumlah 60 orang. Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, artinya bahwa seluruh populasi
karyawan di bagian Assembly pada PT. Eds Manufacturing Indonesia yang
berjumlah 60 orang dijadikan sebagai responden.

Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Data Primer adalah data yang diperoleh peneliti di lapangan dengan
melakukan pengamatan langsung pada lembaga yang bersangkutan, baik
melalui observasi, penyebaran kuesioner kepada para karyawan, dan
wawancara.
2. Data Sekunder adalah data yang dikumpulkan secara tidak langsung
yang diperoleh dengan cara memanfaatkan hasil pengumpulan data
pihak lain yaitu profil PT. Eds Manufacturing Indonesia.
7

Metode Analisis Data
Uji Instrumen Data
1. Uji validitas merupakan derajat kecepatan antara data sesungguhnya
terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh
peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data “yang tidak
berbeda” antara data yang dilaporkan peneliti dengan data yang
sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.
2. Uji Reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang
merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner
dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan
adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Kehandalan yang
menyangkut kekonsistenan jawaban jika diujikan berulang pada sampel
yang berbeda.
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan untuk memperoleh hasil regresi linear yang
baik serta tidak bias, maka digunakan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji
multikolinearitas, dan uji hetetoskedastisitas.
1. Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,
variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi data normal
atau tidak.
2. Uji Multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel indepedent. Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Uji
multikolinearitas dalam penelitian ini dengan melihat nilai Inflation Factor
(VIF) dan Tolerance pada model regresi, jika nilai VIF kurang dari 10 dan
Tolerance lebih dari 0.1 maka model regresi bebas dari multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Uji heterokedastisitas pada penelitian ini
menggunakan metode Scatter plot yaitu dengan melihat pola titik-titik
scatterplot regresi. Jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas di
atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi masalah
heterokedastisitas.

Uji Analisis

8

1. Analisis Koefisien Korelasi, Korelasi ganda (multiple corellation)
merupakan angka yang menunjukan arah kuatnya hubungan antara gaya
kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja dan arah
kuatnya hubungan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi melalui
kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.
2. Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa banyak
pengaruh gaya kepemimpinan (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap
kinerja (Y) melalui kepuasan kerja (VI) sebagai variabel intervening.
3. Analisis Regresi Linear, Analisis regresi linear berganda yaitu analisis
untuk mengetahui pengaruh Gaya kepemimpinan (X1) dan Budaya
organisasi (X2) melalui Kepuasan kerja (VI) terhadap Kinerja Karyawan
(Y), maka peneliti menggunakan korelasi product moment.
Uji Statistik
1. Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara
parsial terhadap variabel dependen dengan membandingkan nilai T hitung
dengan T tabel.
2. Priyatno, mengemukakan uji F digunakan untuk menguji pengaruh
variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat dengan
membandingkan nilai F hitung dengan F tabel.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Uji Reliabilitas
Tabel 1 Hasil Reliabilitas Data
Variabel
Cronbach Alpha
Kinerja Karyawan
0,805
Kepuasan Kerja
0,738
Gaya Kepemimpinan
0,802
Budaya Organisasi
0,783
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Keterangan
Reliabel
Reliabel
Reliabel
Reliabel

Analisis Koefisien Korelasi
Tabel 2 Koefisien Korelasi
Model
1

R
,358a

Model Summary
Adjusted R
Std. Error of the
R Square
Square
Estimate
,128
,082
4,784

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai Koefisien
Korelasi (R) sebesar 0,358. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang
rendah antara variabel gaya kepemimpinan (X1) dan budaya organisasi (X2)
melalui kepuasan kerja (VI) terhadap kinerja karyawan (Y).
Analisis Koefisien Determinasi

9

Tabel 3 Koefisien Determinasi
Model
1

Model Summary
Adjusted R
R Square
Square

R
,358a

,128

Std. Error of the
Estimate

,082

4,784

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai koefesien determinansi (R2)
sebesar 0,358. Selanjutnya digunakan perhitungan koefesien determinasi (KD)
untuk mengetahui besarnya sumbangan variable budaya organisasi dalam
menerangkan variabel kepuasan kerja.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa kontribusi budaya organisasi(X2)
melalui kepuasan kerja (VI) terhadap kinerja karyawan (Y) yaitu sebesar 12,8 %,
sedangkan sisanya 87,2 % dipengaruhi variabel lain yang tidak dijelaskan dalam
model penelitian ini.
Analisis Regresi Linear Berganda
Tabel 4 Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Model
1 (Constant)

B

Std. Error

32,052

12,641

Gaya
Kepemimpinan

,338

,137

Budaya Organisasi

,123

Kepuasan Kerja

,028

Standardized
Coefficients
Beta

T

Sig.

2,536

,014

,330

2,470

,017

,155

,115

,793

,431

,180

,024

,155

,877

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS
Analisis Pengaruh X1 dan X2 melalui VI terhadap Y :
Diketahui pengaruh langsung yang diberikan X1 Terhadap VI sebesar 0,334.
Sedangkan pengaruh tidak langsung X1 melalui VI terhadap Y adalah perkalian
antara nilai beta X1 terhadap VI dengan nilai beta VI terhadap Y adalah pengaruh
langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu :
0,314 x 0,24 = 0,075. Maka pengaruh total yang diberikan X1 terhadap Y adalah
pengaruh langsung dita,bah pengaruh tidak langsung yaitu : 0,334 + 0,075 = 1,08.
Diketahui pengaruh langsung yang diberikan X2 terhadap Y sebesar 0,119.
Sedangkan pengaruh tidak langsung X2 melalui VI terhadap Y adalah perkalian
antara nilai beta X2 melalui nilai beta VI terhadap Y adalah pengaruh langsung
ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu : 0,115 x 0,24 = 0,027. Maka
10

pengaruh total yang diberikan X2 terhadap Y adalah pengaruh langsung dita,bah
pengaruh tidak langsung yaitu : 0,119 + 0,027 = 0,146.
Uji Parsial (Uji T)
Coefficientsa
Unstandardized
Standardized
Coefficients
Coefficients
Model

B

Std. Error

1 (Constant)

32,052

12,641

GAYA
KEPEMIMPINAN

,338

,137

BUDAYA
ORGANISASI

,123

KEPUASAN
KERJA

,028

Beta

t

Sig.

2,536

,014

,330

2,470

,017

,155

,115

,793

,431

,180

,024

,155

,877

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS
Variabel gaya kepemimpinan nilai thitung > ttabel (2,470 > 1,672) dan nilai
signifikansi > α (0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uji
signifikansi diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya
kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.
Variabel budaya organisasi nilai thitung > ttabel (0,793 < 1,672) dan nilai
signifikansi > α (0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uji
signifikansi diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara
budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.
Variabel kepuasan kerja nilai thitung > ttabel (0,155 < 1,672) dan nilai signifikansi
> α (0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uji signifikansi
diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja
terhadap kinerja karyawan.
Uji Simultan (Uji F)
Model
1

Tabel 6 Uji Simultan
Sum of Squares

Regression

ANOVAa
Df

Mean Square

188,499

3

62,833

Residual

1281,434

56

22,883

Total

1469,933

59

F
2,746

Sig.
,051b

Nilai Fhitung > Ftabel (2,746 > 3,16 ) dan nilai signifikansi < α (0,05), maka
H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uji signifikansi diperoleh bahwa secara

11

simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan budaya
organisasi melalui kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.
Pembahasan
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ilyas
Muhajir pada PT. Dok & Pekapalan Kodja Bahari Cabang Semarang , yang
menyebutkan bahwa terdapat pengaruh positif gaya kepemimpinan terhadap
kinerja karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dibutuhkan gaya
kepemimpinan yang tinggi terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ilyas
Muhajir pada PT. Dok & Pekapalan Kodja Bahari Cabang Semarang , yang
menyebutkan bahwa terdapat pengaruh positif budaya organisasi terhadap kinerja
karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dibutuhkan budaya organisasi
etos kerja yang tinggi terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ria
Satyawati dan Wayan Suartana pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kabupaten
Bandung, yang menyebutkan bahwa terdapat pengaruh positif kepuasan kerja
terhadap kinerja karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dibutuhkan
kepuasan kerja yang tinggi dari karyawan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Melalui Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Heri
Susanto dan Nuraini Aisiyah pada Kantor Petanahan Kabupaten Kebumen, yang
menyebutkan bahwa terdapat pengaruh positif gaya kepemimpinan melalui
kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan
dibutuhkan gaya kepemimpinan otodidak dan kepuasan kerja yang tinggi dari
karyawan.
Pengaruh Budaya Organisasi Melalui Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Heri
Susanto dan Nuraini Aisiyah pada Kantor Petanahan Kabupaten Kebumen, yang
menyebutkan bahwa terdapat pengaruh positif budaya organisasi melalui
kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan
diperusahaan perusahaan dibutuhkan budaya organisasi yang didukung
manajemnen sudah mampu meningkatkan kinerj karyawan dan kepuasan kerja
yang tinggi dari karyawan.

12

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Melalui Kepuasan
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Heri
Susanto dan Nuraini Aisiyah pada Kantor Petanahan Kabupaten Kebumen , yang
menyebutkan bahwa terdapat pengaruh positif antara gaya kepemimpinan dan
budaya organisasi melalui kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa karyawan semakin diberi kesempatan untuk
mengembangkan dirinya melalui : tugas belajar, mengikuti pendidikan dan latihan
kepemimpinan maupun diklat teknis lainnya kepada karyawan yang memiliki
perilaku baik akan dapat meningkatkan kinerja karyawan yang baik.
KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu :
1. Hasil uji hipotesis secara parsial ditemukan bahwa variabel gaya
kemepimpinan (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
(Y) di bagian Assembly pada PT. Eds Manufacturing Indonesia.
2. Hasil uji hipotesis secara parsial ditemukan bahwa variabel budaya
organisasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di
bagian Assembly pada PT. Eds Manufacturing Indonesia.
3. Hasil uji hipotesis secara parsial ditemukan bahwa variabel kepuasan kerja
(VI) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di bagian
Assembly pada PT. Eds Manufacturing Indonesia.
4. Hasil uji hipotesis secara parsial ditemukan bahwa variabel gaya
kemepimpinan (X1) melalui kepuasan kerja (VI) secara tidak langsung
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di bagian Assembly
pada PT. Eds Manufacturing Indonesia.
5. Hasil uji hipotesis secara parsial ditemukan bahwa variabel budaya
organisasi (X2) melalui kepuasan kerja (VI) secara tidak langsung
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di bagian Assembly
pada PT. Eds Manufacturing Indonesia.
6. Hasil uji hipotesis secara simultan ditemukan bahwa variabel gaya
kepemimpinan (X1) dan budaya organisasi (X2) melalui kepuasan kerja
memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di bagian
Assembly pada PT. Eds Manufacturing Indonesia.
Implikasi

13

Hasil penelitian mengenai variabel gaya kepemimpinan dan budaya
organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening
ternyata mempunyai pengaruh yang signifikan antara ketujuh variabel tersebut.
Penelitian ini menggunkan variabel intervening yang secara teoritis
mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan dependen menjadi
hubungan yang tidak langsung dan tidak diamati dan diukur, maka peneliti
menjadikan kepuasan kerja sebagai variabel intervening karena kepuasan kerja
mempengaruhi hubungan antara gaya kepemimpina dan budaya organisasi
terhadap kinerja karyawan. Diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi
PT. Eds Manufacturing Indonesia dalam menentukan kebijakan agar kinerja
karyawan meningkat. Gaya kepemimpinan dan budaya organisasi melalui
kepuasan kerja memberikan kontribusi terhadap kinerja karyawan, akan terjadi
peningkatan kinerja karyawan apabila gaya kepemimpinan dan budaya organisasi
melalui kepuasan kerja ditingkatkan.
Saran
Saran yang diberikan dalam penelitian ini yaitu :
1.
Diharapkan perusahaan mampu meningkatkan faktor gaya kepemimpinan
dan budaya organisasi sebagai tolak ukur untuk kinerja yang lebih baik
sehingga menghasilkan kepuasan kerja yang baik untuk perusahaan maupun
untuk karyawan.
2.
Diharapkan bagi Universitas Bina Bangsa hasil penelitian ini dapat
memberikan referensi dan sebagai kontribusi ilmiah dalam bidang
manajemen sumber daya manusia.
3.
Diharapkan kepada perusahaan untuk meningkatkan kinerja melalui faktorfaktor dari gaya kepemimpinan dan budaya organisasi agar kepuasan kerja
tercapai dengan baik.
4.
Untuk penelitian berikutnya agar menambah variabel lain sehingga ada
ketertarikan untuk melakukan penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku :
Sugiyono. (2014). “Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D”. Bandung:
ALFABETA
Sutrisno, Edy. (2016). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta : Kencana
Prenada Media group
Triatna Cepi. (2015). ”Perilaku Organisasi dalam Pendidikan”. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Wibowo. (2016). “Manajemen Kinerja”. Jakarta : Rajawali Pers

14

Widodo, Suparno Eko. (2015). “Manajemen Pengembangan Sumber Daya
Manusia”. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sumber Jurnal :
Ardansyah dan Wasilawati. (2014). Pengawasan, Disiplin Kerja, dan Kinerja
Pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Tengah, Jurnal
Manajemen dan Kewirausahaan, September 2014, Vol. 16, No. 2
Dewi Srie Wijaya Kusuma et al. (2015). Telaah Hubungan Kompetensi,
Motivasi dan Kinerja Karyawan, Jurnal Ekono Insentif Kopwil, Juli 2015,
Volume 9.1, hal. 53.
Endrias, Win Susilo Hari, Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya
Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel
Intervening Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ruteng, Jurnal Mix,
Februari 2014, Volume IV
Lina, Dewi. (2014). Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Organisasi
terhadap Kinerja Pegawai dnegan Sistem Reward Sebagai Variabel
Moderating, Volume 14 nomor 1 Maret 2014
Merrel C Lomban. et al. (2015). Pengaruh Motivasi, Upah dan Disiplin Kerja
Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Catatan Sipil Manado. Jurnal
Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi, Maret 2015, Vol.3 No.1
Muhajir , Ilyas. (2014). Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya
Organisasi terhadap Kepuasan Kerja untuk meningkatkan Kinerja
Karyawan PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Cabang Semarang,
Volume 13 No.3 Desember 2014
Satyawati Ria. (2014). Pengaruh Gaya Kepemimpinana dan budaya
Organisasi terhadap Kepuasan Kerja yang berdampak pada Kinerja
Keuangan, ISSN: 2302-8556,2014
Susanto, Heri dan Nuraeni Aisyah. (2010). Analisis Pengaruh Kepemimpinan
dan Budaya Kerja dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening terhadap
Kinerja Karyawan di Kantor Pertanahan Kabupaten Kebumen, Magistra No.74
Desember 2010, ISSN 0215-9511
Trang, Dewi Sandy. (2013). Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi

15

pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan studi pada Perwakilan BPKP
Provinsi Sulawesi Utara, Volume 1 nomor.3 September 2013.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

RIKA ROSYANA, lahir di Serang, 06 Agustus 1994,
merupakan putri ke lima dari delapan bersaudara dari
pasangan Bapak M. Kasim (alm.) dan Sukaesih. Beragama
Islam, kewarganegaraan Indonesia, tinggal di Jl. Trip
Jamaksari Link. Cinanggung RT/RW 06/03 Kelurahan
Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Telah menyelesaikan Sekolah Dasar (SDN Cinanggung) tahun 2001 – 2007,
Sekolah Menengah Pertama (SMPN 7 Kota Serang) tahun 2007 – 2010, Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK Pasundan 1 Kota Serang) tahun 2010 – 2013. Pada
tahun 2014 melanjutkan studi Strata-1 (S-1) jurusan Manajemen di STIE Bina
Bangsa Banten.

Pengalaman Kerja : Bekerja di PT Indonesia Nippon Seiki tahun 2013- 2015.
Bekerja di PT EDS Manufacturing Indonesia tahun 2015 –
tahun 2017.
Paskibra SMPN 7 Kota Serang tahun 2007 – 2010 sebagai
wakil ketua.

16

17

18