MASIH RELEVANKAH PERJANJIAN LAMA DI ERA

MASIH RELEVANKAH PERJANJIAN LAMA DI ERA PERJANJIAN
BARU
BAB IV
PENYELAMATAN DAN KITAB-KITAB PERJANJIAN
METODE PENYELAMATAN SESUAI DENGAN ALKITAB SUATU ALASAN
BAGI KESINAMBUNGAN
METODE KESELAMATAN MENURUT ALKITAB SUATU ALASAN BAGI
KESINAMBUNGAN

Saya lebih suka menganggap Teologi Calvinis sebagai teologi kerajaan
karena kerajaan Allah merupakan konsepsi dasar dalam Alkitab yang paling
menyeluruh dan paling meliputi semua.
Komentar : memang jika dilihat dari sudut pandang Calvinis, mereka menganggap
bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah atau kerajaan-Nya, segala sesuatu
dalam Alkitab pasti berkaitan erat dengan hal kerajaan surga oleh karena
kemahatahuan Allah dan penetapan-Nya terhadap dunia ini. Dan maksud dari
kerajaan ini saya pikir adalah karena konsep kerajaan ini yang berarti semua
otoritas ada dalam kerajaan dan itu tidak bisa dibantah atau diganggu gugat
keputusan dari Raja tersebut, dimana Raja itu adalah Allah sendiri.
Daripada mengacu kepada metode penyelamatan, saya lebih suka berbicara
mengenai cara penyelamatan menurut Alkitab. Sebuah konkordansi
menunjukkan bahwa Alkitab seringkali mengacu kepada jalan. Yesus
memperkenalkan diri-Nya sebagai jalan dan Paulus menganiaya orangorang Kristen mula-mula yang mengikuti jalan Tuhan.
Komentar : saya setuju dengan pendapat ini, bahwa lebih baik dikatakan sebagai
jalan daripada sebuah metode penyelamatan, karena tampaknya jika berbicara
mengenai metode berarti memang ada rumusan tertentu dan rumit, namun jika
1|Page

kata jalan diungkapkan terlihat lebih halus atau Alkitabiah pengertiannya yaitu
ada suatu hal yang akan dilalui tanpa ada hal-hal yang rumit layaknya metode.
Ada sebuah tafsiran yang mengatakan bahwa jalan merupakan suatu jalur gaya
hidup (lih. Ul 5:32-33; 31:29; Maz 27:11; Yes 35:8).1
Saya juga mengakui adanya unsur-unsur ketidaksinambungan dalam
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Komentar: saya juga berpendapat seperti itu. Ada unsur-unsur
ketidaksinambungan dalam Alkitab dalam masalah perjanjian dan penggenapan.
Dalam diktat Teologi Biblika juga mendukung pendapat ini dengan mengatakan
bahwa memang terdapat bagian-bagian Perjanjian Lama yang berkesinambungan
dengan berita di dalam Perjanjian Baru, tetapi juga terdapat bagian yang tidak ada
hubungannya sama sekali. Namun keduanya tetap satu kesatuan teologis, karena
berpusat pada pribadi Yesus Kristus.2
Baik Ryrie maupun Feinberg menyangkal keras bahwa Dispensasionalisme
mengakui banyak jalan keselamatan.
Komentar : Para non-Dispensasionalis mengajukan tuduhan kepada
Dispensasionalisme bahwa Dispensasionalisme, mengajarkan beberapa cara
keselamatan. Mereka menuduh Dispensasionalisme mengajarkan bahwa manusia
diselamatkan oleh karena usaha sendiri atau pekerjaan sendiri di beberapa
dispensasi dan mengajarkan keselamatan melalui anugerah di dispensasi yang
lain. Tuduhan ini harus ditanggapi secara serius oleh para Dispensasionalis. John
Wick Bowman, pada tahun 1956 mengatakan bahwa “Jika seseorang diselamatkan
di beberapa dispensasi selain di disepensasi janji dan anugerah maka ia
diselamatkan melalui pekerjaan atau usaha sendiri dan bukan oleh iman.” Dan
pada tahun 1966, Clarence B. Bass berkata, “Presuposisi perbedaan antara hukum
Taurat dan anugerah, antara Israel dan gereja, perbedaan approach Allah kepada
manusia, perbedaan dispensasi membawa kepada kesimpulan yang logis bahwa
keselamatan dihasilkan melalui beberapa cara atau bentuk keselamatan, bahwa
1 Bob Utley, Tafsiran Yohanes, (Marshall, Texas: Bible Lesson International, 2001),173
2 Gustaf Rame, Diktat Teologi Biblika, (Batu: I-3, 2011), 105

2|Page

manusia tidak diselamatkan melalui cara yang sama dalam segala masa.” Adalah
hal yang sangat mengherankan jika teolog-teolog Reformed ini menuduh
Dispensasionalis memiliki pengajaran cara keselamatan lebih dari satu yang
semuanya itu hanya didasarkan pada kesalahpahaman mereka terhadap konsep
Dispensasionalisme. Pada hal justru di kubu merekalah yang mengajarkan bahwa
keselamatan dicapai bukan hanya melalui iman tetapi juga melalui hukum Taurat.
Dua teolog Reformed yang terkenal menunjukkan fakta ini. Oswal T. Allis
berkata, “Hukum Taurat adalah deklarasikan kehendak Allah bagi keselamatan
manusia.” Dan Louis Berkhof juga berkata, “Anugerah menawarkan jalan keluar
dari hukum Taurat hanya sebagai kondisi keselamatan... dari hukum Taurat,... baik
berarti menghasilkan hidup kekal dan sebagai kuasa penghukuman adalah
kebebasan yang ditetapkan dalam Kristus.” Tuduhan-tuduhan para teolog
Reformed bahwa Dispensasionalisme percaya beberapa cara keselamatan adalah
tidak benar. Allah memiliki perbedaan jalan terhadap manusia di tiap-tiap
dispensasi, namun Dispensasionalis tetap percaya bahwa hanya ada satu cara
keselamatan melalui iman yang diterapkan dalam tiap-tiap dispensasi.
Keselamatan melalui iman bukan hanya berlaku pada dispensasi janji atau
anugerah/gereja lokal saja, tetapi pada semua dispensasi. Dispensasionalis percaya
bahwa Israel maupun gereja lokal diselamatkan hanya melalui iman di dalam
Kristus saja. Sejak hukum Taurat diberikan untuk menyataan kesalahan dan
menuntun kepada Kristus (Gal. 3) tidaklah benar jika Israel diselamatkan oleh
hukum Taurat. Israel diselamatkan melalui iman akan janji Kristus yang akan
datang menanggung dosa yang ditunjukkan oleh hukum Taurat. L. S. Chafer
sendiri yang dituduh Covenantalis bahwa ia mengajarkan dua cara keselamatan
berkata, “Hukum Taurat tidak pernah diberikan dengan maksud untuk
keselamatan atau pembenaran.” Scofield dalam The Scofield Reference Bible juga
berkata, “Hukum Taurat juga tidak membenarkan orang berdosa atau juga tidak
menyucikan orang berdosa bahwa hukum Taurat tidak dimaksudkan untuk
memberikan hidup.” William L. Pettingill seorang Dispensasionalis yang lebih tua
juga pernah berkata dalam bukunya Bible Question Answered, “Salvation has
always been, as it is now, purely a give of God in respons to faith. The

3|Page

Dispensationalis tests served to show man’s utter helplessness in order to bring to
faith, that he might be served by grace through faith plus nothing.” Sebenarnya
kesalahpahaman anti-Dispensasionalis dikarenakan Dispensasionalis
membedakan antara Israel dan gereja, hukum Taurat dan kasih karunia, sementara
mereka percaya bahwa hukum Taurat adalah salah satu cara keselamatan dan
Israel diselamatkan oleh hukum Taurat. Dispensasionalis percaya bahwa hukum
Taurat diberikan untuk menunjukkan kesalahan dan jikalau manusia disadarkan
oleh hukum Taurat bahwa ia adalah seorang berdosa, maka hukum Taurat akan
menuntun mereka kepada kesimpulan dalam hati mereka tentang kebutuhan
mereka akan kasih karunia melalui iman di dalam Kristus (Gal. 3:23-24). Jauh
sebelum hukum Taurat diberikan, Israel diselamatkan oleh janji kasih karunia di
dalam Kristus dan hukum Taurat tidak dapat membatalkan janji ini sebagai cara
keselamatan (Gal. 3:16-17). Namun demikian Israel akhirnya justru berpikir dapat
diselamatkan melalui hukum Taurat.3
Alkitab mulai dengan penciptaan Allah atas langit dan bumi. Seluruh
penciptaan, termasuk Adam dan Hawa, sempurna tanpa dosa. Tentu saja
segala sesuatu yang diciptakan merupakan makhluk hidup dan terusmenerus bergantung pada Penciptanya untuk dapat hidup dan melanjutkan
eksistensinya. Dalam keadaan sempurna ini, kata-kata seperti keselamatan,
kasih karunia dan penghiburan tidaklah relevan....... kondisi asli Adam dan
Hawa dapat digambarkan sebagai tidak bersalah atau bebas dari kesalahan
atau dosa karena tidak mengenal kejahatan.
Komentar : pendapat di atas merupakan pandangan dari Dispensasionalisme,
karena mereka murni menganggap bahwa manusia diberi kehendak bebas namun
memiliki tanggung jawab moral. Hukum Allah tertulis di dalam hati mereka dan
mereka diharapkan untuk mengasihi Allah dari hati mereka dengan cara mematuhi
Dia. Allah memberikan perintah agar mereka tidak memakan buah dari pohon
kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan jahat merupakan sebuah
perintah yang menguji. Pohon kehidupan menunjuk kepada sasaran berupa
3 Eddy Peter Purwanto, Diktat Teologi Perjanjian Vs Dispensasionalisme (STTI
PHILADELPHIA/ YAYASAN PENDIDIKAN PHILADELPHIA, 2004), 55

4|Page

peneguhan dalam hidup yaitu menuju kepada hidup yang kekal melalui
kepatuhan, sedangkan ketidakpatuhan dengan memakan buah terlarang membawa
kematian. Allah menghadapkan Adam dengan pilihan taat dan hidup atau tidak
taat dan mati. Allah ingin agar dia menunjukkan kasih yang disertai kepatuhan,
suatu kepatuhan yang penuh kasih. Namun berbeda dengan doktrin calvinis atau
bisa saya sebut perkembangan calvinis yaitu reformn yang menganggap bahwa
Allah memang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya termasuk
manusia dalam keadaan yang sempurna. Namun dibalik penciptaan tesebut ada
perencanaan Ilahi yang sudah dirancang sedemikian rupa mengenai tatanan
kehidupan dari penciptaan sampai pada akhir zaman. Rancangan ini tidak dapat
diganggu gugat oleh siapapun bahkan oleh Allah sendiri tidak dapat karena
kekonsistenan Allah dalam perbuatan-Nya. Jadi kata-kata kata-kata seperti
keselamatan, kasih karunia dan penghiburan tidaklah relevan itu dalam
doktrin ini sangatlah relevan karena itu sudah ada dalam rancangan Allah yang
sangat sempurna. Terutama mengenai masalah kejatuhan manusia di dalam dosa,
bahwa Allah telah merancangnya juga sedemikian rupa. Itu bisa terlihat dalam
pengajaran reform mengenai Supralapsarianisme dan Infralapsarianisme. Ini
adalah paham mengenai urutan perencanaan Allah sebelum dunia dijadikan. Ini
merupakan ketetapan Allah yang memang bukan berdasarkan urutan waktu,
kejatuhan manusia dalam dosa merupakan ketetapan Allah, adanya manusia yang
ditetapkan untuk selamat dan juga ditetapkan untuk binasa, namun kelemahannya
ialah paham ini tidak bisa memberikan jalan keluar terhadap adanya dosa asal
dalam hubungan dengan ketetapan Allah dan tanggung jawab pendosa.4 Jadi
kejatuhan manusia dalam dosa merupakan rancangan Allah, perintah Allah kepada
manusia itu bukan sebuah ujian untuk ketaatan manusia, namun bisa saya katakan
merupakan sebuah naskah drama Allah bagi manusia untuk mencapai tujuan-Nya
yaitu kejatuhan manusia dalam dosa hingga bisa tercapai rencana penebusan bagi
manusia. Jika memang dibandingkan antara dua pendapat doktrin di atas, saya
lebih paham dan setuju akan doktrin dispensasionalisme bahwa Allah bukan
merancang kejatuhan manusia dalam dosa melainkan Allah memberikan suatu
4 Stevri Indra Lumintang, Diktat Kristologi dan Soteriologi (Batu: I-3, 2012), 65-67

5|Page

ujian agar manusia dapat taat dan mengasihi Allah dengan murni, namun manusia
lebih memilih untuk tidak taat sehingga akhirnya terjerembab dalam dosa dan
akhirnya harus menanggung hukuman dosa yaitu mati.
Ada pertanyaan “dapatkah mereka (Adam dan Hawa) memahami janji awal
itu sebagai petunjuk yang jelas mengenai Yesus dari Nazaret? Sudah jelas
tidak.
Komentar : saya setuju akan hal ini bahwa mereka tidak mungkin memahami
mengenai Yesus Kristus dari Nazaret walaupn pengetahuan kita akan zaman
dahulu itu lebih sedikit atau sangat sulit untuk memahami mereka. Namun konsep
pengurbanan akan binatang atau darah harus tercurah untuk penebusan manusia
berdosa, saya pikir mereka memahami dan menyadari hal itu dengan baik.
Terbukti bahwa dari Adam dan Hawa mereka mendapat pengampunan ketika
Allah memberikan pakaian dari binatang yang berarti harus ada pengurbanan
hewan,5 kemudian dilanjutkan oleh Habel yang juga persembahan diterima karena
adanya darah yang tercurah dan juga karena kerelaan dari Habel,6 kemudian
dilanjutkan lagi oleh Nuh dengan mempersembahkan kurban kepada Allah
sebagai bentuk rasa syukur atas penyelamatan-Nya dan permohonan ampun akan
dosa mereka terhadap Allah. Memang disinilah baru konsep tentang kurban di atas
mezbah baru jelas.7 Lalu dilanjutkan oleh para Patriakh seperti Abraham yang
ingin mengurbankan anaknya Ishak karena perintah Allah namun Allah sendiri
yang mencegahnya karena telah melihat bentuk ketaatan Abraham kepada Allah
dan kasihnya kepada Allah melebihi dari keluarganya. Jadi konsep mengenai
Yesus belum mereka pahami, yang dipahami adalah mengenai konsep
pengurbanan dan darah tercurah sebagai bentuk penebusan dosa manusia.
Pendapat Hodge bahwa karya Kristus adalah landasan penebusan segala
zaman, itu tidak masalah (Feinberg setuju akan hal itu dan saya juga
menyetujuinya), namun ketika Hodge berpendapat bahwa Yesus Kristus
5 F.L Bakker, Sejarah Kerajaan Allah (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1990), 36
6 Ibid, 42
7 Ibid, 68

6|Page

telah dinyatakan secara harafiah kepada manusia sejak semula (Feinberg
mempertanyakannya)
Komentar: saya setuju dengan pendapat Hodge mengenai penebusan segala zaman
oleh Yesus adalah kekal. Penyataan Yesus kepada manusia memang tidak secara
harafiah dinyatakan kepada manusia namun masih berbentuk simbol yaitu
mengenai Mesias sang penebus yang pasti akan menebus umat manusia walaupun
itu berujung pada konsep mengenai Yesus. Allah telah sejak awal merencanakan
penebusan dalam konsep IlahiNya namun dalam konsep itu ada 3 aspek dalam
perencanaan itu yaitu ada ujian, kegagalan dan penghukuman. Dalam setiap
dispensasi, Allah telah menguji manusia, manusia jatuh dan ada penghukuman.8
Jadi ada seperti penyataan bertahap yang dilakukan oleh Allah karena pada
awalnya dalam Kejadian 3:15 tidak memperkenalkan sang penebus dengan nama,
tetapi disitu diceritakan kepada kita tentang jalan keselamatan dan Injil disajikan
secara singkat. Ciri Kasih karunia Allah di dalamnya menonjol; Allah sendiri yang
berjanji untuk campur tangan dengan tegas guna menghancurkan cengkeraman si
iblis atas Adam dan Hawa. Allah menetapkan antitesisnya melalui kasih karunia;
Ia membuat perseteruan antara si ular dan perempuan itu, antara keturunan si ular
dan keturunan perempuan itu. Sekarang kita mengetahui bahwa keturunan ini
adalah Yesus Kristus. Yang dapat diketahui oleh Adam dan Hawa pada waktu itu
ialah mereka keluar dari taman Firdaus hanyalah permulaan jalan setapak dari
pernyataan tersebut, tetapi jalan setapak itu membawa kepada kemenangan kalvari
atas si iblis. Kejadian 3:15 adalah pemberitahuan pertama tentang jalan
keselamatan yang penuh kasih karunia, jalan yang membawa kepada Dia yang
adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh. 14:6)
Karena kejatuhan manusia pertama, hukuman dosa ialah maut dan
kejatuhan Adam berdampak atas kita semua.
Komentar: dimulai dari pengertian dosa dahulu Dosa pada dasarnya bukanlah
suatu yang bersifat pasif, seperti: kelemahan, kesalahan atau ketidaksempurnaan.
Tetapi dosa merupakan suatu permusuhan yang aktif terhadap Tuhan dan secara
8 Paul Enns, The Moody Handbook of Theology (Malang: Literatur SAAT, 2010), 159

7|Page

aktif melanggar hukum atau perintah Tuhan (1Yoh. 3:4), sehingga menyebabkan
kesalahan, kelemahan. Dosa ini diakibatkan dari manusia sendiri dengan
kebebasannya menolak untuk tunduk kepada Allah yang berotoritas dan menolak
untuk mengikuti petunjuk atau perintah-Nya. Dengan kebebasan sendiri, manusia
memilih petunjuk Iblis, sehingga manusia tidak setia kepada Tuhan, menyimpang
dari jalan dan sasaran yang benar, melanggar hukum dan perjanjian dengan Allah.
Pengertian ini dapat kita lihat dari Adam dan Hawa yang dengan kebebasannya
secara aktif memilih untuk mengikuti apa yang mereka mau dan cocok dengan
pendapat iblis, melawan Tuhan yang berotoritas yang seharusnya mereka percayai
dan sandari sepenuhnya (Kej. 2-3). Kemudian ada istilah dosa warisan. Inilah
yang disebut sebagai dosa warisan, yaitu keberadaan berdosa dari semua orang
yang dibawa sejak lahir, yang telah dibawa sejak dari kejatuhan manusia dalam
dosa yaitu Adam dan Hawa. Alkitab secara jelas mengatakan hal tersebut dalam
Mazmur 51:7 dijelaskan bahwa dosa merupakan sesuatu yang kita miliki sejak
dalam kandungan, tidak saja sebagai perbuatan yang kita lakukan semasa hidup.9
Dalam teologi Calvinis ini merupakan salah satu dari butir doktrin ini yang sangat
terkenal yaitu TULIP (Total Depravity) kerusakan manusia secara total. Yang
berarti bahwa orang itu telah rusak secara total dan tidak dapat melakukan atau
menghasilkan yang baik menurut pandangan Allah atau manusia, bahwa orang
tidak memiliki hati nurani yang bisa memberikan penilaian yang baik dan buruk
dan dalam setiap orang pasti akan terlibat dalam berbagai bentuk dosa.10 Hukuman
secara khusus akibat dosa warisan ialah kematian rohani, kematian selalu
menyatakan tentang pemisahan dari sesuatu, begitu pula tentang kematian rohani
mempunyai arti pemisahan dari kehidupan Allah dalam kehidupan sekarang ini.
Jika keadaan ini tidak berubah dalam diri manusia sepanjang hidupnya, maka
kematiankekal atau kematian yang kedua kali akan menyertainya (Why 20:11-15).
Penyebaran dosa warisan yaitu melalui proses kelahiran manusia di dunia ini yang
dilahirkan dari kedua orang tua.

9 Charles C. Ryrie, Teologi Dasar 1 (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1992), 296-297
10 Paul Enns, The Moody Handbook of Theology...,112

8|Page

Kedatangan Yesus dihubungkan dengan jelas dengan perjanjian dengan
Daud dan perjanjian dengan Abraham.
Komentar : saya akan menguraikan mengenai kedatangan Yesus atau Janji akan
sang Mesias yang digenapi dalam Yesus melalui Adam, Abraham, Yehuda dan
Daud.
Penyelenggaraan Penebusan oleh Allah
Penyelenggaraan penebusan dari Allah ini dilakukan oleh Allah akibat dari
kejatuhan manusia pertama kali yaitu Adam. Dimana Adam telah memilih untuk
mengikuti bujukan dari iblis. Dimana Adam memakan buah pengetahuan dari
tulang rusuknya yaitu istrinya (kej 2:6), sebagaimana diceritakan Adam jatuh saat
memakan buah pengetahuan itu. Dari kejatuhan Adam inilah awal penyelenggaran
penebusan yang dilakukan oleh Allah, dimana saat manusia tidak mampu
menyelesaikan perdamaian dengan Allah.11
Penyelenggaraan ini dilakukan dikarenakan akibat dosa manusia menjadi
malu. Di dalam (Kej. 3:21), menjelaskan bagaimana Allah secara langsung
berinisiatif mengkorbankan binatang untuk menyelesaikan dosa, dan dikatakan
bahwa Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia. (Imamat 17:11
karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan aku telah memberikan darah
itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu,
karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.) Dimana
perintah penyelesaian dosa dilakukan oleh bapak-bapak leluhur untuk menantikan
janji sang penyelamat.12
Sang penyelamat sendiri telah dinubuatkan dalam kitab Kejadian saat
kejatuhan manusia. Dikaitkan demikian bahwa janji keturunan (Kej 3:15 “Aku
akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara
keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan
engkau akan meremukkan tumitnya.") bahwa Allah telah menjanjikan tentang
11 ________, Diktat Metode tiga saja dalam penebusan Kristus, (Batu: I-3, 2012), 3
12 Louis Berkhof, Teologi Sistematika 3: Doktrin Kristus, (Surabaya: Momentum, 2011),
169-170

9|Page

keturunan manusia yang akan mengalahkan iblis. Hal inilah yang dinanti-nantikan
oleh bangsa Israel.
Bagaimana penyelenggaran yang dilakukan oleh Allah YHWH, sebagai
bentuk predestinasi-Nya dimana kita bisa melihat penyelenggaran didalam bahasa
yunani menggunakan kata menata (oikonomia), menata kembali penebusan itu
yang sebagaimana telah saya utarakan, bahwa jelas penyelamatan itu hanyalah
penetapan Allah kepada manusia. Di dalam (Ef. 1:4-5, 3:11), menjelaskan kepada
kita penyelenggaran atau penataan kembali dilakukan oleh Allah kepada manusia
melalui Mesias yang dijanjikan.
Tujuan dari penyelengaraan yang Allah lakukan adalah untuk membawa
manusia dari lubang dosa kepada kontrol dan rencana Allah semua, yaitu serupa
dan segambar dengan Allah. Dalam hal menanti penyelenggaran penyelamatan
yang dilakukan oleh Allah, maka manusia terus menantikan itu. Di dalam
kenyataannya manusia semakin jahat dengan segala tindakannya. Di dalam
kejatuhan manusia pertama, manusia menjadi rusak secara total. Pengorbananpengorbanan dalam penyelesaian dosa terus dilakukan tetapi tidak dapat menutup
keberdosaan dan kerusakan total manusia. Sehingga Allah memilih Abram dari
lingkup kerusakan manusia.
Abraham dasar Terang Keturunaan
Kehidupan Abram dikisahkan dalam Kejadian 11:31 lalu Terah membawa
Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu Anak Haran, dan Sarai, menantunya,
isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Urkasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan
menetap di sana. Abram adalah anak dari Terah. Mereka berasal dari tanah urkasdim. Dimana daerah ini adalah daerah penyembah baal, Abram sendiri adalah
keluarga yang menyembah baal dimana Abram menjadi orang pertama yang
tampil dalam sejarah penebusan.13
13 Abraham Park, Silsilah Kitab Kejadian dilihat dari sudut pandang penyelengaran
sejarah penebusan, (Jakarta : Gramedia Widiasrarana Indonesia, 2007), 200

10 | P a g e

Hal ini juga menjelaskan tentang pembenahan penyelamatan, disini terlihat
inisiatif Allah sendiri kepada umat pilihan-Nya. Abram menjadi dasar terang
keturunan dari penyelenggaran penyelamatan yang dilakukan Allah dalam konteks
perjanjian lama. Dimana Allah memanggil Abram, dan memerintahkan Abram
(Kej. 12:1 “berfirmanlah Tuhan kepada Abram: "pergilah dari negerimu dan dari
sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan
kepadamu”; 12:2 “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan
memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi
berkat”; 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan
mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka
bumi akan mendapat berkat.”
Pada ayat ini banyak para ahli teologia mengatakan dasar rencana Allah
kepada umatnya dan inilah ayat misi yang pertama kepada pribadi untuk
mengenapi rencana Allah. Hal ini juga jelas membuktikan bahwa, rencana Allah
mengarah kepada titik fokus pilihan-Nya kepada pribadi. Abram adalah garis
keturunan pertama dari runtutnya silsilah yang akan dikembangkan dalam garis
besar penyelamatan berdasarkan silsilah Israel. Tokoh Abram adalah tokoh sentral
dari semua silsilah israel.14
Perintah Allah kepada Abram untuk pergi dari Haran ke tanah perjanjian
untuk menjadikan bangsa yang besar. Menjadi bagian yang sangat penting,
dimana Allah memisahkan satu pribadi untuk menjadi contoh bagi bangsa-bangsa
atas rencana Allah. Dimana satu pribadi ini dipisahkan dari kelompok manusia
yang rusak total untuk menjadi manusia pilihan-Nya yang kudus. Pemisahan yang
dilakukan Allah kepada Abram dari komunitasnya menandakan bahwa Allah
berkehendak memakai keturunan Abram untuk menjadi terang yang sempurna
untuk bangsa-bangsa yang belum menggenal Allah. Dimana di dalam janji
memberikan bukti bahwa akan menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat
bagi bangsa-bangsa, Kristus akan menjadi keturunannya.15 Inilah tujuan Allah
untuk Abram dan keturunannya.
14 Ibid, 203
15 F.L. Bakker, Sejarah Kerajaan Allah..., 98

11 | P a g e

Yehuda Garis sang Mesias
Dari kehidupan Abram janji pembenahan tentang penebusan tidak berakhir
dengan diteguhkan janji itu kepada keturunan Abraham. Janji kejayaan kerajaan
yang tidak pernah berakhir itu ditekankan kepada keturunan Yehuda sebagai
penerima janji sebelum Israel atau Yakub mati. Yakub memberkati Yehuda dengan
berkata (Kej. 49:8 “Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu,
tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak
ayahmu”; 49:9 Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau
naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti
singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani
membangunkannya?”; 49:10 tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari yehuda
ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang
berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.” Inilah bentuk janji
Allah tentang Mesias yang berhak memerintah bangsa Israel kepada kejayaan
yang sebenarnya.16
Yehuda adalah garis keturunan dari janji kedatangan sang mesias yang
akan memberikan pembenahan keselamatan. Dimana manusia telah jatuh dalam
dosa. Pemilihan Yehuda bukan didasarkan dari kebaikan Yehuda, tetapi disini kita
bisa melihat dimana pemilihan Allah terletak dari otoritas Allah yang maha tinggi
kepada objek pilihan-Nya. Pemilihan Allah tidak di dasarkan atas alasan-alasan
tertentu. Dimana hal ini juga ditekankan oleh teologia Reformed dimana semua
yang ada di dunia ini atas dasar kontrol dan ketetapan Allah. Hal ini dimaksudkan
bahwa semua berdasarkan kehendak Allah kepada manusia.17
Yehuda sebagai salah satu dari dua belas keturunan yang dipakai Allah
untuk menjadi sejarah silsilah tentang janji Mesias. Garis sang Mesias ini
mengarah kepada keturunannya atas tampuk kekuasan yang menjadi gambaran
atas pribadi sang Mesias Anak Allah itu sendiri. Kepemimpinan itu terlihat dalam
diri Daud. Dimana Daud adalah sosok yang fenomenal dalam eskatologi sang
Mesias, hal inilah yang menjadi sejarah penting bagi pembenahan penyelamatan
16 F.L. Bakker, Sejarah Kerajaan Allah..., 230
17 www. Blogger Silsilah Yehuda Sebagai garis penyelamatan. Html

12 | P a g e

yang dilakukan Allah dengan memakai Yehuda sebagai penerima janji keturunan
sang Mesias.
Daud Sebagai Gambaran Mesias
Daud merupakan raja yang terkenal dalam masa pemerintahannya. Banyak
negara tahkluk dan tunduk selama masa pemerintahan Daud. Daud menjadi
penyelamat bagi bangsa Israel pada masa itu. Sehingga orang yahudi menyatakan
kebanggaan kepada daud. Daud dipandang sebagai raja yang diidam-idamkan
oleh orang Yahudi dan dalam gambaran itulah mereka menanti-nantikan
datangnya Mesias yang akan melepaskan umat-Nya.18 Hubungan antara Mesias
dan Daud, dapat kita pahami mengenai kesamaannya dan mengenai janji
keturunan oleh Allah kepada Daud anaknya akan menjadi raja damai, Mesias sang
Juruslamat.19. Mesias diyakini oleh orang Israel yang akan membebaskan mereka
dari segala perbudakan dan akan menjadi raja yang memerintah atas mereka.
Pemerintahan yang akan dipimpin oleh Mesias digambarkan seperti halnya
pemerintahan yang dipimpin oleh Daud. Oleh sebab itulah Daud dapat dikatakan
sebagai gambaran keselamatan yang akan dilakukan oleh Mesias. Karena setelah
bangsa Israel dipimpin oleh Rehabeam setelah Daud banyak perpecahan, hingga
sampai kepada penjajahan Romawi. Bangsa Israel sangat merindukan pembebasan
dari Mesias. Mesias diyakini akan mampu membebaskan mereka seperti halnya
Daud dalam masa pemerintahannya dapat menaklukkan banyak daerah dan
tunduk kepada pemerintahannya.
Yesus sebagai sejarah penebusan umat manusia
Pada puncak penyelesaian dari sebuah silsilah penebusan adalah Yesus
Kristus sendiri sebagai penggenap janji keturunan yang menyelesaikan dosa
manusia. Dari keturunan Daud dan dari nenek moyang Abraham. (Mat 1:1 “inilah
silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” Ungkapan ini mempertegas
tentang janji pengenapan silsilah yang diungkapkan dari keberdosaan Adam dan
pemisahan Abram, dari komunitas manusia yang telah berdosa, dan tak mampu
untuk mencapai kehidupan yang terang berdasarkan perintah Allah.
18 J.D. Douglas, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II, (Jakarta: Yayasan Komunikasi
Bina Kasih, 2005), 241.
19 F.L. Bakker, Sejarah Kerajaan Allah..., 526

13 | P a g e

Yesus di dalam garis kelahiran ditekankan akan keturunan yang
ditekankan garis berdasarkan Abraham dan Daud, Yesus juga sebagai Mesias
tentang janji pelepas dimana hal ini terlihat dari perkataan-perkataan kaum-kaum
marjinal yang mengalami penderitaan, dimana Yesus menjadi tumpuan utama
untuk memberikan kemerdekaan atau melepaskan dari masalah mereka.20 (Mat
9:27) ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta
mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "kasihanilah kami, hai anak
Daud." (mat 15:22) maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu
dan berseru: "kasihanilah aku, ya Tuhan, anak Daud, karena anakku perempuan
kerasukan setan dan sangat menderita." Ungkapan-ungkapan dari kaum marjinal
bukan hanya sebagai permohonan untuk dapat sembuh, tetapi jauh dari itu,
ungkapan ini memiliki makna histori silsilah, tentang Mesias yang mampu
memberikan kebebasan bagi umat pilihan Allah.
Pengenapan sang Mesias sebagai pembenahan keselahan manusia pertama,
dan berdirinya tongkat kejayaan dari keturunan Yehuda, ini juga ditanggapi
dengan penyambutan Yesus saat masuk di Yerusalem (Mat 21:9 “dan orang
banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang
berseru, katanya: "hosana bagi anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam
nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"), janji ini dimengerti oleh
orang-orang Israel mampu memberikan kemerdekaan atas jajahan yang di alami
oleh umat pilihan Allah. Dimana bangsa Israel mengharapkan bahwa Yesus yang
berada dalam garis silsilah Daud menjadi jawaban atas penderitan mereka bahwa
Ia mampu melepaskan mereka dari tekanan dan jajahan Romawi. Dimana hal ini
juga dimana ini menjadi janji Yakub nenek moyang mereka tentang tongkat
kerajaan yang tidak akan runtuh dari Yehuda.
Garis puncak akhir silsilah dari Yesus anak Daud bukan hanya
penyembuhan, dan kemerdekaan melalui politik, tetapi yang menjadi tujuan utama
adalah memberikan kebebasan, kemerdekaan kepada umat pilihan allah atas
kerusakan manusia secara total dan memperdamaikan antara Allah dan manusia,21
hal inilah yang menjadi puncak utama dari silsilah Yesus anak Daud yang
20 ________, Diktat Metode tiga saja dalam penebusan Kristus..., 34
21 Louis Berkhof, Teologi Sistematika 3: Doktrin Kristus..., 205-206

14 | P a g e

dijanjikan itu. Jangkauan penebusan adalah penebusan manusia seutuhnya dan
pemulihan alam semesta. Dimana manusia dan alam telah mengalami kerusakan
dari kejatuhan Adam.
Sebagai akibat dari dosa satu orang, Adam, maka murka dan kutukan yang
dilakukan Allah kepada manusia atas ketidaktaatan manusia kepada Allah. (Rom.
5:12, 15, 17, 20) sehingga penebusan itu meliputi seluruh aspek hidup manusia.
Cara pembenahan dan penebusan yang dilakukan oleh Allah melalui janji silsilah
dari Adam  Abram  Yehuda  Daud  Yesus Kristus, dimana kematian sang
mesias adalah gambaran murka Allah kepada manusia, sebagai pengganti dan
penyelamatan atas dosa manusia. (Yoh. 1:29, 1 Kor. 5:7, Why 5:6) dan darah
kematian sang Mesias memberikan penyelamatan yang sempurna. Itulah menjadi
puncak tertinggi sejarah penebusan yang telah digenapi di atas kayu salib.22
Kematian Yesus Kristus telah ditentukan di atas kayu salib dalam
penyelenggaran penebusan yang Allah lakukan. Di dalam karya kematian Yesus
sebagai Mesias dari garis keturunan yang telah dijanjikan dari Daud, memberikan
satu penebusan yang efektif karena penebusan Yesus satu kali untuk selamalamaya melalui kayu salib dan pengaruh penebusan belaku untuk selama-lamanya.
Inilah inti dari silsilah Yesus Kristus.23

DAFTAR PUSTAKA

________,
2012

Diktat Metode tiga saja dalam penebusan Kristus. Batu: I-3

Bakker, F.L.,
1990

Sejarah Kerajaan Allah. Jakarta: BPK Gunung Mulia

22 Ibid, 161-171
23 ________, Diktat Metode tiga saja dalam penebusan Kristus..., 37

15 | P a g e

Berkhof, Louis,
2011

Teologi Sistematika 3: Doktrin Kristus. Surabaya:
Momentum

Douglas, J.D.,
2005

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II. Jakarta: Yayasan
Komunikasi Bina Kasih

Enns, Paul,
2010

The Moody Handbook of Theology. Malang: Literatur
SAAT

Lumintang, Stevri Indra,
2012

Diktat Kristologi dan Soteriologi. Batu: I-3

Park, Abraham,
2007

Silsilah Kitab Kejadian dilihat dari sudut pandang
penyelengaran sejarah penebusan. Jakarta : Gramedia
Widiasrarana Indonesia

Purwanto, Eddy Peter,
2004

Diktat Teologi Perjanjian Vs Dispensasionalisme. STTI
PHILADELPHIA/ YAYASAN PENDIDIKAN
PHILADELPHIA

Rame, Gustaf,
2011

Diktat Teologi Biblika. Batu: I-3

16 | P a g e

Ryrie, Charles C.,
1992

Teologi Dasar 1. Yogyakarta: Yayasan ANDI

Utley, Bob,
2001

Tafsiran Yohanes. Marshall, Texas: Bible Lesson
International

www. Blogger Silsilah Yehuda Sebagai garis penyelamatan. Html

17 | P a g e

Dokumen yang terkait

Dokumen baru