PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN

PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN ARAB SAUDI
Untuk memenuhi tugas mata kuliah:
Pendidikan Perbandingan

Dosen Pembimbing:
Al-Ustadz H Agus Budiman, M.Pd.

Disusun Oleh:

Muhammad Fajar Badruzzaman / 362015110054
Muhammad Dimas Bagus Nur Muzayyin / 362015110053
Muhammad Farhan / 362015110055
Fakultas Tarbiyah
Pendidikan Agama Islam
Universitas Darussalam
Ponorogo Jawa Timur Indonesia
Tahun : 1439-2018

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami
perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasi respon terhadap
permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini serta pengaruh perubahan global,
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya. Indonesia yang
merupakan negara berkembang, masih harus banyak belajar dengan Negara-Negara
Maju dalam pendidikan. Indonesia Hari ini tidak bisa maju karena pengelolaan system
pendidIkan yang belum mampu di jalankan sehingga pendidIkan kita di Indonesia hari
ini adalah merupakan Representatif dari Negara yang tidak akan pernah bisa maju dan
Salah satu bentuk nyata pendidikan kita saat ini adalah pendidikan yang belum bisa
mencerdaskan anak-anak bangsa.Hal ini menuntut perlu adanya perbaikan system
pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum.
Setiap negara di dunia ini tentu saja mempunyai sistem pendidikan mereka
sendiri. Sistem pendidikan yang diterapkan sekarang dirasa sudah sesuai dengan kondisi
masyarakat, terutama para peserta didik. Meskipun sudah diterapkan di suatu negara,
bukan berarti sistem pendidikan tersebut tidak memiliki celah dan titik lemah dalam
pelaksanaannya, karena memang tidak ada yang dapat dikatakan sempurna. Begitu juga
apabila suatu sistem pendidikan sudah berhasil diterapkan di suatu negara, maka tidak
berarti sistem tersebut juga dapat berhasil jika diterapkan di negara lain.
Lalu bagaimana pendidikan di negeri Haji, Arab Saudi. Apakah kelebihankelebihan yang dimiliki pendidikan Arab Saudi, akankah dapat diambil beberapa
perbandingan. Kami akan coba paparkan tentang Sistem Pendidikan di Arab Saudi,
mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan dalam mengembangkan
pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Itu System Pendidikan ?
2. Bagaimana System Pendidikan di Indonesia ?
3. Bagaimana System Pendidikan di Arab Saudi ?
4. Bagaimana Perbedaan System Pendidikan di Indonesia dan di Arab Saudi ?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk Mengetahui apa itu System Pendidikan
2. Untuk Mengetahui Bagaimana System Pendidikan di Indonesia
3. Untuk Mengetahui Bagaimana System Pendidikan di Arab Saudi
4. Untuk Mengetahui Perbedaan System Pendidikan di Indonesia dan di Arab
Saudi

PEMBAHASAN
A. Pengertian System Pendidikan
Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema yang berarti “cara,
strategi”. Dalam bahasa Inggris system berarti “system, susunan, jaringan, cara”.
System juga diartikan “suatu strategi, cara berpikir atau model berpikir”. Definisi
tradisional menyatakan bahwa system adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur
yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.1
Definisi modern juga tidak jauh berbeda dengan definisi tradisional seperti apa yang
dikemkakan oleh para ahli, antara lain:
1. Immegart mendefinisikan system adalah suatu keseluruhan yang memiliki bagianbagian yang tersusun secara sistematis, bagian-bagian itu terelasi antara satu
dengan yang lain, serta peduli terhadap kontek lingkungannya.
2. Roger A Kanfman mendefinisikan system dengan suatu totalitas yang tersusun
dari bagian-bagian yang bekerja secara sendiri-sendiri atau bekerja bersama-sama
untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan berdasarkan kebutuhan.
Zahara Idris mengemukakan bahwa system adalah suatu kesatuan yang terdiri atas
komponen-komponen atau element-element, atau unsur-unsur sebagai sumber-sumber
yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur untuk mencapai suatu hasil.
Sedangkan kata pendidikan berasal dari kata pedagogi yang juga berasal dari
bahasa Yunani kuno, Paid dan Agagos. Kata paid memiliki arti anak sedangkan agagos
berarti mendidik. Dari uraian tersebut dapat

disimpulkan bahwa pendidikan atau

pedagogi adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran dan
suasana belajar agar para pelajar dididik secara aktif dalam rangka mengembangkan
potensi diri yang dibutuhkannya dan yang dibutuhkan dalam masyarakat.
Dari penjelasan diatas, dapat

disimpulkan bahwa sistem pendidikan adalah

suatu strategi atau cara yang akan digunakan didalam proses pendidikan terutama di
dalam proses belajar mengajar agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

1

Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, Cet. 1 (Bandung: Lubuk

Agung, 2001), hlm. 39

Dibawah ini adalah penjelasan dari berbagai aspek yang akan dibahas dalam
membandingkan sistem pendidikan yang diterapkan di Arab Saudi dan sistem
pendidikan yang saat ini sedang diterapkan di Indonesia.
B. System Pendidikan di Indonesia
Indonesia sekarang menganut sistem pendidikan nasional. Cara melaksanakan
pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak terlepas dari tujuan pendidikan di Indonesia,
sebab pendidikan Indonesia yang dimaksud di sini ialah pendidikan yang dilakukan di
bumi Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia. Aspek ketuhanan sudah
dikembangkan dengan banyak cara seperti melalui pendidikan-pendidikan agama di
sekolah maupun di perguruan tinggi, melalui ceramah-ceramah agama di masyarakat,
melalui kehidupan beragama di asrama-asrama, lewat mimbar-mimbar agama dan
ketuhanan di televisi, melalui radio, surat kabar dan sebagainya. Bahan-bahan yang
diserap melalui media itu akan berintegrasi dalam rohani para siswa/mahasiswa. 2
Namun, sistem pendidikan nasional masih belum dapat dilaksanakan sebagaimana
mestinya. Ada beberapa sistem di Indonesia yang telah dilaksanakan, di antaranya:
1.

Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai.

2.

Sistem pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Disini peserta didik
diberi pengajaran kejujuran, tenggang rasa, kedisiplinan, dsb. Nilai ini
disampaikan melalui pelajaran Pkn, bahkan nilai ini juga disampaikan di tingkat
pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

3.

Indonesia menganut sistem pendidikan terbuka.

4.

Menurut sistem pendidikan ini, peserta didik di tuntut untuk dapat bersaing
dengan teman, berfikir kreatif dan inovatif

5.

Sistem pendidikan beragam.

6.

Di Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, daerah, budaya, dll. Serta
pendidikan Indonesia yang terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan
informal.

7.

Sistem pendidikan yang efisien dalam pengelolaan waktu.

8.

Di dalam KBM, waktu di atur sedemikian rupa agar peserta didik tidak merasa
terbebani dengan materi pelajaran yang disampaikan karena waktunya terlalu
singkat atau sebaliknya.
2

Ibid hal 40

9.

Sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman.

Dalam sistem ini, bangsa Indonesia harus menyesuaikan kurikulum dengan keadaan
saat ini. Oleh karena itu, kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan /
pergantian dari waktu ke waktu, hingga sekarang Indonesia menggunakan kurikulum
KTSP.
C. Pendidikan di Arab Saudi
Sistem pendidikan di Saudi Arabia pada dasarnya mengambil kurikulum yang ada
pada Negara-negara Arab lainnya, terutama Negri Mesir, dengan lebih menekankan
pada mata pelajaran keagamaan. Kurikulum untuk sekolah-sekolah pria dan wanita pada
setiap jenjang yang sama pada praktiknya, kecuali sekolah wanita ,menambahkan
pelajaran manajemen rumah tangga sementara sekolah pria ,menambahkan mata
pelajaran

pendidikan jasmani, yang tidak diajarkan pada wanita. Sekolah-sekolah

swasta diharuskan oleh peraturan mengikuti kurikulum yang sama seperti pada sekolahsekolah

negeri.

Sungguhpun demikian, banyak sekolah swasta yang boleh

menambahkan mata pelajaran popular seperti bahasa inggris dan komputer.
Kementrian Pendidikan dan Badan Administrasi Umum Pendidikan Wanita
(GAGE) sama-sama memiliki bagian kurikulum, walaupun sedikit sekali yang telah
berubah dalam kurikulum mereka semenjak pendiriannya. Kedua lembaga itu, menyewa
pengarang-pengarang
membagikannya

untuk

menyiapkan

buku

teks,

mencentaknya,

serta

kesekolah-sekolah. Dengan demikian, terdapat kurikulum yang

seragam diseluruh Saudi Arabia.
Penerapan kurikulum dimonitor melalui berbagai cara seperti melalui kepala
sekolah, kunjungan oleh para inspektur dikantor-kantor distrik, dan juga melalui sistem
ujian akhir yang mencakup seluruh materi yang seharusnya diajarkan pada setiap
semester.
Pemilihan metode mengajar, berbeda antara masing-masing mata pelajaran.
Guru-guru mata pelajaran agama lebih menekankan hapalan, dan jarang sekali
menggunakan peralatan mengajar selain dari papan tulis. Guru bahasa arab
menggunakan papan tulis di samping menggunakan metode hapalan teks. Guru bahasa
ilmu eksakta menggunakan laboratorium kalau peralatan itu tersedia di sekolahnya.
Tetapi, hampir semua laboratorium sekolah serba tidak lengkap, baik kekurangan dalam

peralatannya, atau dalam tenaga profesional, atau keduanya. Laboratorium bahasa
tersedia hanya pada sekolah-sekolah yang tergolong elit untuk pengajaran bahasa
inggris.3
Bahasa Arab merupakan pengantar mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah
pertama sampai kelevel sekolah menengah atas. Pada perguruan tinggi, bahasa arab
menjadi bahasa pengantar pada bidang seni, himaniora, dan ilmu-ilmu sosial. Bahasa
inggris merupakan bahasa pengantar pada bidang engineering, kedokteran dan ilmuilmu alami. Jarang sekali buku-buku teks untuk level perguruan tinggi yang ditulis
dalam bahasa arab, dan dosen-dosen yang harus menggunakan bahasa arab terpaksa
mengetik bahan kuliyahnya terlebih dahuli kedalam bahasa arab dan menggunakannya
sebagai bahan dasar perkuliyahannya serta menggunakannya sebagai buku teks juga.
Akibatnya ialah terjadinya pendangkalan ilmu pengetahuan pada beberapa jurusan di
perguruan tinggi.
Disamping sisi dunia kerja, daya tarik Arab Saudi yang lain adalah dunia pendidikan.
Sistem pendidikan di Arab Saudi memisahkan antara laki-laki dan perempuan sesuai
dengan syariat Islam. Secara umum, sistem pendidikan dibagi menjadi 3 bagian utama:
1.

Pendidikan umum untuk laki-laki

2.

Pendidikan umum untuk perempuan

3.

Pendidikan Islam untuk laki-laki
Untuk pendidikan umum, baik laki-laki dan perempuan mendapat kurikulum

yang sama dan ujian tahunan yang sama pula. Pendidikan umum dibagi menjadi 4
bagian: 4
1.

Pendidikan Dasar yang terdiri dari SD (6-12 tahun).

2.

Pendidikan Menengah (12 – 15 tahun).

3.

Pendidikan Sekunder (15-18 tahun).

4.

Pendidikan Tinggi (Universitas atau Akademi).
Pendidikan Islam tradisional bagi laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-

calon anggota dewan ulama. Kurikulum untuk sekolah Islam tradisional juga sebagian
menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada Studi Islam dan
Bahasa Arab. Untuk pendidikan agama, dilakukan di bawah supervisi dari Universitas
3

Ibid hal 70

4

Ibid hal 71

Islam Imam Saud (Riyadh) dan Universitas Islam Madinah (Madinah). Namun
demikian, di universitas-universitas umum, pelajaran agama Islam merupakan mata
kuliah wajib apapun jurusan yang diambil mahasiswa. Pada tahun 1985, total anggaran
untuk pendidikan mencapai US$ 2.5 milyar atau setara dengan 3.6 percent dari total
anggaran belanja nasional Arab Saudi. Setiap mahasiswa lokal maupun asing di
universitas negeri mendapat beasiswa setiap bulan dari kementerian pendidikan sebesar
SAR 800 hingga SAR 1000. Sistem Pendidikan di Arab Saudi terdiri dari pendidikan
dasar, pendidikan sekunder, dan pendidikan tinggi yang akan dijabarkan lebih jauh
sebagai berikut:
Pendidikan Dasar (Primary Education), terdiri dari:
a. Sekolah Dasar Durasi: 6 tahun (umur 6 – 12 tahun) Pelajaran wajib: bahasa arab,
seni, geografi, sejarah, ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika,
pendidikan fisika (khusus laki-laki), studi Islam, dan sains.
b. Sekolah Menengah Durasi: 3 tahun (umur 12 – 15 tahun) Pelajaran wajib: bahasa
arab, seni, bahasa inggris, geografi, sejarah, ekonomi rumah (khusus perempuan),
matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), studiIslam,dan sains.
Pendidikan Lanjutan (Secondary Education), terdiri dari:
1. Pendidikan Lanjutan Umum Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun). Pelajaran
wajib: selama tahun pertama mendapat pelajaran umum yang sama, 2 tahun
terakhir dibagi menjadi sains dan sosial (literacy). Siswa yang mempunyai grade
60% atau lebih boleh memilih keduanya, sedangkan yang kurang 60% harus
memilih sosial. Pelajaran umum: Bahasa arab, biologi, kimia, bahasa inggris,
geografi, sejarah, ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika,
pendidikan fisika (khusus laki-laki), dan pendidikan agama. 5
2. Pendidikan Lanjutan Agama Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun). Bahasa arab
dan literature, bahasa Inggris, kebudayaan umum, geografi, sejarah, dan
pendidikan agama.
Pendidikan Lanjutan Teknik Ada tiga tipe pendidikan lanjutan teknik yaitu teknikal,
komersial, dan agrikultural. Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun). Kurikulum: Teknikal: gambar arsitektur, otomotif, elektrikal, mekanika mesin, mekanika metal,
radio dan televisi. Dengan pelajaran tambahan bahasa Arab, kimia, bahasa Inggris,
5

Binti Maunah, Perbandingan Pendidikan Islam, Cet. 1, (Yogyakarta: Teras, 2011), hlm. 200

matematika, pendidikan fisika, fisika, dan pendidikan agama. Komersial: bahasa Arab,
akuntansi dan pembukuan, korespondensi komersial, ekonomi, bahasa Inggris,
matematika ekonomi, matematika umum, geografi, manajemen dan kesekretariatan, dan
pendidikan agama. - Agrikultural: ekonomi agrikultur, agronomi, perkembangbiakan
hewan, biologi terapan, kimia terapan, matematika terapan, fisika terapan, bahasa Arab,
bahasa Inggris, manajemen pertanian dan lahan, holtikultura, pendidikan agama,
pemasaran, dan nutrisi pangan.

D. Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dan Arab saudi
a. Sistem Pendidika Arab Saudi
Sistem pendidikan di Arab Saudi yaitu memisahkan antara laki-laki dan
perempuan sesuai dengan syariat Islam. Secara umum Sistem Pendidikan di Arab Saudi
terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan sekunder/lanjutan, dan pendidikan tinggi yang
akan dijabarkan lebih jauh sebagai berikut:
1. Pendidikan Dasar (Primary Education) , terdiri dari:
a. Sekolah Dasar.
· Durasi: 6 tahun (umur 6 – 12 tahun)
· Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, geografi, sejarah, ekonomi rumah tangga
(khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), studi Islam, dan
sains.
b. Sekolah Menengah
· Durasi: 3 tahun (umur 12 – 15 tahun)
· Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, bahasa inggris, geografi, sejarah, ekonomi
rumah (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki), studi
Islam, dan sains.6
2. Pendidikan Lanjutan (Secondary Education), terdiri dari:
a. Pendidikan Lanjutan Umum
 Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
 Pelajaran wajib: selama tahun pertama mendapat pelajaran umum yang sama, 2
tahun terakhir dibagi menjadi sains dan sosial (literacy). Siswa yang

6

Ibid hal 201

mempunyai grade 60% atau lebih boleh memilih keduanya, sedangkan yang
kurang 60% harus memilih sosial.
 Pelajaran umum: Bahasa arab, biologi, kimia, bahasa inggris, geografi, sejarah,
ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika
(khususlaki-laki), dan pendidikan agama.
b. Pendidikan Lanjutan Agama
 Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun). Bahasa arab dan literature, bahasa
Inggris, kebudayaan umum, geografi, sejarah, dan pendidikan agama.
c. Pendidikan Lanjutan Teknik
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Ada 3 ( tiga ) tipe pendidikan lanjutan teknik yaitu
1)

Teknikal
Mempelajari : gambar arsitektur, otomotif, elektrikal, mekanika mesin,
mekanika metal, radio dan televisi. Dan pelajaran tambahan bahasa Arab,
kimia, bahasa Inggris, matematika, pendidikan fisika, dan pendidikan
agama.

2)

Komersial,
Mempelajari : bahasa Arab, akuntansi dan pembukuan, korespondensi
komersial, ekonomi, bahasa Inggris, matematika ekonomi, matematika
umum, geografi, manajemen dan kesekretariatan, dan pendidikan agama.

3)

Agrikultural.
Mempelajari : ekonomi agrikultur, agronomi, perkembangbiakan hewan,
biologi terapan, kimia terapan, matematika terapan, fisika terapan,
bahasa Arab, bahasa Inggris, manajemen pertanian dan lahan,
holtikultura, pendidikan agama,pemasaran, dan nutrisi pangan.

3. Pendidikan Tinggi (Higher Education)
Pendidikan tinggi atau universitas di Arab Saudi terbagi menjadi dua bagian
utama yakni
1) Pendidikan Tinggi Umum
Universitas,
Institut untuk perempuan (college for women),

Institute administrasi publik (institute of public administration)
Institute keguruan (teacher training college).
Semua Pendidikan Tinggi Umum di atas berada di bawah supervisi Kementerian
Pendidikan Tinggi (Ministry of Higher Education) yang ada di Arab saudi.
Untuk pendidikan tinggi ini, tingkatannya sama seperti universitas pada umumnya,
yaitu:
Strata 1 (Bachelor) :
Untuk S1, waktu yang dibutuhkan adalah 4 tahun (minimal), tetapi untuk teknik, medis,
dan farmasi dibutuhkan minimal 5 tahun untuk menyelesaikannya.
Strata 2 (Master) :
Untuk S2 (Master) dibutuhkan minimal 2 tahun untuk menyelesaikannya dengan syarat
harus sudah menyelesaikan S1. Ada dua jalur untuk S2, dengan tesis (by thesis) atau
dengan kuliah (by course). Apabila kita mengambil jalur tesis, maka setelah
menyelesaikan matakuliah yang sudah ditentukan, kita harus menyelesaikan tesis
kurang lebih selama satu tahun ( 2 semester), sedangkan untuk jalur kuliah, kita hanya
perlu menyelesaikas seluruh mata kuliah yang telah ditentukan, namun dengan jumlah
mata kuliah yang lebih banyak.
Strata 3 (Doctor) :
Untuk S3, lama waktu yang dibutuhkan adalah 3 tahun setelah menyelesaikan S2. untuk
S3, kita harus menyelesaikan mata kuliah dan mengumpulkan disertasi yang merupakan
hasil riset independen yang telah dilakukan.
2) Pendidikan Tinggi Agama.
Yaitu Universitas Islam Madinah (Islamic University of Medinah), Universitas
terbaik di Arab Saudi untuk pendidikan agama Islam, Universitas ini berada di bawah
supervisi dewan menteri (Council of Ministers).7

7

Ibid hal 201

b. Sistem Pendidikan Sistem Indonesia
Sistem pendidikan di Indonesia disebut dengan sistem pendidikan nasional yang
mempunyai arti keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu
untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Sistem pendidikan nasional terbagi menjadi dua (2) bagian;
1. Kelembagaan yang terdiri dari jenjang pendidikan dan jalur pendidikan
1). Jenjang pendidikan
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan

berdasarkan

tingkat
perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan

yang

dikembangkan. Adapun macam-macam nya sebagai berikut:
a. Pendidikan anak usia dini
Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah
suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan
usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan
untuk membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki
kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.8
b. Pendidikan dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan)
tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan
menengah.
c. Pendidikan menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan
dasar.

d. Pendidikan tinggi
8

Syah Nur, Agustiar. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara (Bandung: Lubuk Agung

2001). Hal 89

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah
yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis,
dan doctor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi.
2) Jalur pendidikan
Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan
potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Adapun macam-macamnya sebagai berikut:
a. Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolahsekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan
yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai
pendidikan tinggi.
b. Pendidikan non formal
Pendidikan ini paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar,
adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap
masjid dan Sekolah Minggu yang terdapat di semua gereja.Selain itu, ada juga
berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.
Program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF);Pendidikan Kesetaraan A, B, C;
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya. Lembaga PNF
yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.
c. Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk
kegiatan
belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.9
2. Jenis Pendidikan yang terdiri dari Umum, kejuruan, dan lain-lain.
Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan
pendidikan
suatu satuan pendidikan. Adapun macam-macamnya sebagai berikut:
a. Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang
mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk
9

Ibid Hal 90

melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD),
Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah ke Atas (SMA).
b. Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan
peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan
pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
c. Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program Sarjana dan
pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan
tertentu.
d. Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang
mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang
Profesional.
e. Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta
didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam
jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).
f. Pendidikan keagamaan
Pendidikan Keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi
yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut
penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli
ilmu agama.10
g. Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik
yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang
diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa).

PENUTUP
Kesimpulan
10

Ibid hal 91

Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema yang berarti “cara,
strategi”. Dalam bahasa Inggris system berarti “system, susunan, jaringan, cara”.
System juga diartikan “suatu strategi, cara berpikir atau model berpikir”. Definisi
tradisional menyatakan bahwa system adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur
yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Indonesia sekarang menganut sistem pendidikan nasional. Cara melaksanakan
pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak terlepas dari tujuan pendidikan di Indonesia,
sebab pendidikan Indonesia yang dimaksud di sini ialah pendidikan yang dilakukan di
bumi Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia.
Sistem pendidikan di Saudi Arabia pada dasarnya mengambil kurikulum yang
ada pada Negara-negara Arab lainnya, terutama Negri Mesir, dengan lebih menekankan
pada mata pelajaran keagamaan. Kurikulum untuk sekolah-sekolah pria dan wanita pada
setiap jenjang yang sama pada praktiknya, kecuali sekolah wanita ,menambahkan
pelajaran manajemen rumah tangga sementara sekolah pria ,menambahkan mata
pelajaran pendidikan jasmani, yang tidak diajarkan pada wanita. Sekolah-sekolah
swasta diharuskan oleh peraturan mengikuti kurikulum yang sama seperti pada sekolahsekolah negeri. Sungguhpun demikian, banyak sekolah swasta yang boleh
menambahkan mata pelajaran popular seperti bahasa inggris dan komputer.
Secara umum Sistem Pendidikan di Arab Saudi terdiri dari pendidikan dasar,
pendidikan sekunder/lanjutan, dan pendidikan tinggi yang akan dijabarkan lebih jauh
sebagai berikut:
A. Pendidikan Dasar
B. Pendidikan Lanjutan
C. Pendidikan Tinggi
Sistem pendidikan nasional terbagi menjadi dua (2) bagian;
A. Kelembagaan yang terdiri dari jenjang pendidikan dan jalur pendidikan
B. Jenis Pendidikan yang terdiri dari Umum, kejuruan, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, Cet. 1 (Bandung:
Lubuk Agung, 2001), hlm. 39
Binti Maunah, Perbandingan Pendidikan Islam, Cet. 1, (Yogyakarta: Teras, 2011), hlm. 200
Syah Nur, Agustiar. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara (Bandung: Lubuk Agung
2001). Hal 89

Dokumen yang terkait

Dokumen baru