Prosedur ekspor pada pt batik danar hadi di Surakarta aswitia

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

PROSEDUR EKSPOR PADA PT BATIK DANAR HADI
DI SURAKARTA

Tugas Akhir
Diajukan untuk melengkapi Tugas-Tugas dan persyaratan guna
Mencapai Gelar Ahli Madya Pada Program D-3 Bisnis Internasional Fakultas
Ekonomi
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Oleh :
ASWITIA NOVRIANI
F3109013

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

commit to user
iii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

commit to user
iv

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

MOTTO

“There’s no secret ingredients, the secret to be special,
you just have to believe that you’re special “
(Kungfu panda)
“Apabila kamu mempunyai suatu masalah yang sulit dipecahkan cobalah untuk
menyederhanakannya, tapi jangan sampai kamu menganggapnya remeh suatu
masalah”
(Albert Einstein)
“Dont be afraid of the space between your dream and reality.

If you can dream it,you can make it so”
(Walt Disney)
“Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, jika kamu ingin berhasil maka bersikaplah
dewasa dalam menghadapi semua masalah agar masa depan mu tertata dengan rapi”
(Penulis)
“Sometimes, in life you don’t always feel likes a winner,
but that doesn’t mean that you not win”
(Lady Gaga)
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia
(mendapat) pahala dari(kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari
(kejahatan) yang diperbuatnya. (Merekaberdoa), ‘Ya Tuhan Kami,janganlah engkau
menghukum kami jika kaMI lupa atau kami melakukan kesalahan.
Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.
Maafkanlah kami , Ampunilah kami, dan Rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung
kami,maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”
(QS. Al-Baqarah:286)

commit to user
v

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur, kuucapkan terima
kasihku, dan Ku persembahkan karya ku ini kepada
:
1. Mama dan Papa tercinta, yang sudah
membimbing ku dari kecil hingga sedewasa ini
2. Kedua adikku, Icha Agamazh dan Fazri
Agamazh
3. Keluarga besar ku
4. Teman-teman dan Sahabat-sahabat ku
5. Teman-teman Bisnis Internasional
6. Almamater ku
7. Dan juga Topa yang selalu memberi ku
semangat

commit to user
vi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
rahmat dan karunia-Nya yang dilimpahkan pada kita semua, meskipun dengan waktu
yang terbatas akhirnya penulis mampu menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir
dengan judul “PROSEDUR EKSPOR PADA PT.BATIK DANAR HADI DI
SURAKARTA”.
Penyusunan Tugas Akhir ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya
bantuan, dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis
dengan rendah hati menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada pihakpihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu

hingga

tersusunnya tugas akhir ini,khususnya kepada:
1. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Ketua Progam dan Sekretaris Progam D III Bisnis Internasionalsitas Fakultas
Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Drs. Supriyono, M,Si selaku pembimbing yang dengan arif dan kesabarannya
telah banyak memberikan pengarahan, petunjuk, nasehat, bimbingan hingga
tersusunnya laporan Tugas Akhir ini.
4. Seluruh staf dan karyawan Progam Diploma III Fakultas Ekonomi
Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberikan bantuan
administratif kepada penulis.
5. Manager Eksport PT.Batik Danar Hadi di Surakarta, Bapak Burhan yang
telah berkenan memberikan ijin magang kerja dan penelitian untuk penulisan
laporan Tugas Akhir ini.
6. Bapak siswadi, staf bagian ekspor pada PT. Batik Danar Hadi yang sudah
memberikan segala informasi yang diperlukan penulis.
7. Staf bagian dokumen ekspor Bapak Gyarto dan Mas Fajar yang telah
memberikan data, bimbingan serta arahan yang berguna bagi penulis
8. Seluruh staf dan karyawan divisi Ekspor PT. Batik Danar Hadi di Surakarta,
yang telah memberikan banyak informasi, dukungan dan semangat bagi
penulis.
commit to user
vii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

9. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah
membantu hingga terselesainya penulisan Tugas Akhir ini.
10. Teman-Teman khususnya seangkatan yang secara kompak telah saling
mendukung suksesnya studi kita
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Tugas Akhir ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif dari berbagai
pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan Tugas Akhir ini.

Surakarta, Juli 2012

Penulis

commit to user
viii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i
HALAMAN ABSTRAKSI ....................................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iii
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................................. iv
HALAMAN MOTTO ............................................................................................... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................... vi
HALAMAN KATA PENGANTAR ......................................................................... vii
HALAMAN DAFTAR ISI ....................................................................................... ix
HALAMAN DAFTAR TABEL ............................................................................... xi
HALAMAN DAFTAR GAMBAR .......................................................................... xii
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................... xiii

BAB I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1
B. Perumusan Masalah ...................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian .......................................................................... 6
D. Kegunaan Penelitian ...................................................................... 6
E. Metode Penelitian ......................................................................... 7

BAB II.

LANDASAN TEORI
A. Sistem Kegiatan Ekspor ............................................................... 9
B. Dokumen Ekspor .......................................................................... 13
C. Ketentuan Pembayaran Ekspor ..................................................... 15
D. Jenis-Jenis Pembayaran Ekspor ................................................... 19
E. Prosedur Ekspor ............................................................................ 32
F. Tahap-Tahap Pelaksanaan Ekspor ................................................ 42
G. Para Pelaksana Perdagangan Internasional .................................. 48

commit to user
ix

perpustakaan.uns.ac.id

BAB III.

digilib.uns.ac.id

DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan ....................................................... 52
1. Sejarah Berdirinya PT. Batik Danar Hadi ................................ 52
2. Lokasi PT. Batik Danar Hadi Surakarta ................................... 55
3. Tujuan Perusahaan .................................................................... 55
4. Struktur Organisasi ................................................................... 56
5. Personalia ................................................................................. 58
6. yang Dihasilkan ........................................................................ 58
7. Permodalan ................................................................................ 63
8. Pemasaran ................................................................................. 63

B. Pembahasan .................................................................................. 65
1. Proses Terjadinya Kontrak Dagang Ekspor
(Sales Contract Process) yang Dilakukan
PT. Batik Danar Hadi di Surakar ............................................... 65
2. Prosedur Ekspor PT. Batik Danar Hadi di Surakarta ............... 65
3. Hambatan-Hambatan yang Dihadapi PT. Batik Danar Hadi
Di konveksi ............................................................................... 71
4. Cara PT. Batik Danar Hadi Mengatasi Hambatan tersebut …...73
BAB IV.

PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................... 77
B. Saran-Saran ................................................................................... 80

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 81
LAMPIRAN-LAMPIRAN ..................................................................................... 82

commit to user
x

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR TABEL

1. Tabel 1.1
Presentase Nilai Ekspor Jawa Tengah terhadap Total Ekpor
Indonesia ........................................................................................................ 2

2. Tabel 1.2
Volume Penjualan Ekspor PT Batik Danar Hadi........................................... 4

commit to user
xi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR GAMBAR

1. Gambar 2.1
L/C Opening Process ............................................................................... 24

2. Gambar 3.1
Struktur Organisasi Ekspor ..................................................................... 56

3. Gambar 3.2
Batik Tulis................................................................................................ 59

4. Gambar 3.3
Batik Cap ................................................................................................. 60

5. Gambar 3.4
Batik Spray .............................................................................................. 62

6. Gambar 3.5
Sales Contract PT Batik Danar Hadi ....................................................... 66

commit to user
xii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Pernyataan
2. Surat Keterangan Magang
3. Shipping Instruction
4. Invoice
5. Packing List
6. Pemberitahuan Ekspor Barang
7. Bill of Lading ( B/L )
8. Certificate of Origin ( COO )
9. Nota Pelayanan Ekspor
10. Nota Kredit
11. Realisasi Order
12. Volume Penjualan Ekspor
13. Contoh Email Penawaran Produk
14. Contoh Email Buyer
15. Contoh Email Inquiry

commit to user
xiii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

ABSTRAKSI
PROSEDUR EKPOR PADA PT BATIK DANAR HADI DI SURAKARTA
ASWITIA NOVRIANI
F3109013
Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran nyata dan
pemahaman yang lebih mendalam tentang prosedur ekspor yang telah dilakukan suatu
instansi yang bergerak dalam ekspor impor untuk memperlancar kegiatan ekspor barang
dalam dunia perdagangan internasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu mengambil satu
obyek tertentu untuk dianalisa secara mendalam dengan memfokuskan pada suatu
masalah. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer
dikumpulkan melalui wawancara dan observasi secara langsung dengan pihak divisi
ekspor PT Batik Danar Hadi Surakarta, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku
maupun sumber lainnya.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses ekspor yg dilakukan PT Batik
Danar Hadi di Surakarta dilakukan melalui 4 tahap proses yaitu : Sales Contract
Process, Letter of Credit Process, Cargo Shipment Process, dan Shipping Document
Negotiation Process. Permasalahan yang timbul atau hambatan-hambatan yang dihadapi
oleh PT Batik Danar Hadi terjadi dalam proses kontrak dagang ekspor atau Sales Contract
Process, adalah mengenai inquiry atau pesanan dari buyer. Selama ini kapasitas produksi
perusahaan hanya bisa memenuhi pasar domestik saja, sedangkan untuk pasar ekspor
dengan permintaan yang cukup banyak perusahaan tidak dapat memenuhi pesanan dari
buyer , maka perusahaan menjalin hubungan dengan pengrajin-pengrajin batik rumahan
untuk memenuhi kapasitas produksi yang di butuhkan perusahaan.
Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini sebaiknya PT Batik Danar
Hadi dalam melancarkan kegiatan ekspornya, menambah pengrajin batik atau supplier yang
bekerja khusus dalam memproduksi kain batik yang diekspor. Pemilihan calon pengrajin
batik atau supplier tersebut, dilakukan terhadap kemahiran kinerja pengrajin tersebut dalam
memproduksi kain batik cap dan kain batik ekspor yang bermutu dan berkualitas baik.

Kata kunci : Sales Contract Process, Letter of Credit Process, Cargo Shipment
Process, Shipping Document Negotiation Process.

commit to user
ii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

ABSTRACT
THE PROCEDURE OF EXPORT IN PT. DANAR HADI IN SURAKARTA
ASWITIA NOVRIANI
F3109013

The objective of this Final Project is to obtain a real description and more indepth understanding about the procedure of export that had been done by an institution
operating in export import to smooth the activity of exporting goods in international
trading.
The research method used was case study, taking a certain object to be analyzed
in in-depth manner by focusing on a problem. The data used were primary and
secondary data. The primary data was collected using interview and direct observation
with export division of PT. Batik Danar Hadi Surakarta, while the secondary on was
obtained from book or other resources.
From the result of research, it could be concluded that the export process the PT.
Batik Danar Hadi in Surakarta undertook passed through 4 process stages: Sales
Contract Process, Letter of Credit Process, Cargo Shipment Process, and Shipping
Document Negotiation Process. The problems emerging or the obstacles faced in PT.
Batik Danar Hadi occurred in export trading contract process or Sales Contract Process
concerned the inquiry or buyer’s order. So far the company ‘s production capacity could
meet the domestic market’s demand only, not the export market; therefore the company
established relationship with batik home industry to meet the production capacity the
company needed.
The recommendation given based on this research was that PT Batik Danar Hadi
in smoothing its export activity increased the number of batik crafters or suppliers that
worked specially in producing batik cloth to be exported. The selection of potential batik
crafter or supplier was done for the crafter performance in producing high quality
stamped batik cloth and exported batik cloth.

Keywords: Sales Contract Process, Letter of Credit Process, Cargo Shipment Process,
Shipping Document Negotiation Process.

commit to user
iii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perdagangan atau Perniagaan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa
atau keduanya. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.
Perdagangan atau pertukaran barang melewati batas suatu Negara terjadi karena
kebutuhan barang atau jasa yang tidak terdapat pada suatu Negara atau Negara tersebut
dapat memperoleh barang atau jasa yang lebih murah dan lebih baik mutunya dari
Negara lain. Pelaksanaan perdagangan lintas Negara atau sering disebut ekpor impor
berbeda dengan perdagangan dalam negeri. Perbedaan tersebut antara lain dalam hal
peraturan kepabean, standar mutu produk, ukuran takaran, dan timbangan serta peraturan
perdagangan luar negri yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Ekspor barang pada hakekatnya dapat ditimbulkan karena adanya kebutuhan
untuk mengirim barang yang dihasilkan di suatu tempat dan dijual ke tempat lain.
Kegiatan ekspor mempunyai nilai ekonomi yang sangat penting, baik bagi
perkembangan industri itu sendiri maupun bagi pemerintah. Manfaat yang bisa diperoleh
dengan adanya perdagangan internasional bagi suatu Negara akan mendorong Negara
tersebut untuk memacu transaksi ekspor ke luar negri sehingga dapat meningkatkan

commit to user
1

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional Negara.

Bagi Indonesia, transaksi

ekspor sangat penting untuk menambah cadangan devisa dan mengurangi tingkat
pengangguran karena meningkatnya produktivitas dan lapangan pekerjaan.
Peran ekspor bagi suatu Negara, ekspor merupakan salah satu sumber devisa
yang sangat dibutuhkan oleh negara atau daerah yang perekonomiannya bersifat terbuka
seperti di Indonesia, karena memungkinkan peningkatan jumlah produksi yang
mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga diharapkan dapat memberikan andil yang
besar terhadap pertumbuhan dan stabilitas perekonomian Negara Indonesia. Prosedur
ekspor adalah serangkaian pekerjaan yang saling berhubungan menurut waktu dan cara
tertentu dalam menjual barang dan jasa yang diselenggarakan Negara asing sesuai
dengan ketentuan pemerintah. Berikut ini adalah tabel total ekspor Indonesia dalam
jangka waktu lima tahun.
Tabel 1.1
Persentase Nilai Ekspor Jawa Tengah Terhadap
Total Ekspor Indonesia Tahun 2006 - 2010
Tahun

Nilai Ekspor
Indonesia

Jawa Tengah

Presentase (%)

2006

100.798,6

3.114,7

3,09

2007

1 14.100,9

3.469,7

3,04

2008

1 37.020,4

3.272,2

2,39

2009

1 16.510,0

3.066,5

2,63

2010

1 57.779,1

3.868,6

2,45

(Sumber : www.bps.go.id)

commit to user
2

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Pertumbuhan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia terutama dari
Jawa Tengah ke Eropa mulai merangkak naik. Secara keseluruhan pada kuartal pertama
2012 ini tercatat ada kenaikan sekitar lima persen. Produksi tekstil Indonesia masih
menguasai pasar domestik. Bahkan nilai penjualan ekspor jauh lebih besar dibandingkan
nilaI penjualan domestik.

Ekspor tekstil Indonesia pada 2010 mencapai US$ 10,9

miliar, naik 10,7% dibandingkan ekspor tekstil 2009 sebesar US$ 9,3 miliar.
Ekspor dari Indonesia salah satunya adalah barang tekstil. Barang tekstil yang
diekspor dari Indonesia antara lain berbagai macam jenis produk batik. Diantara
pengusaha industry kerajinan tersebut banyak yang telah mampu mengelola
perusahaannya secara professional sehingga dapat menjual barang-barang hasil
kerajinannya keluar negri dengan mengekspor sendiri maupun menggunakan jasa
perusahaan lain. PT BATIK DANAR HADI yang berada di Surakarta. Perusahaan ini
menjual produknya ke dalam negri maupun ke luar negri. Perusahaan ini telah
menjalankan usaha ekspornya selama belasan tahun. Negara yang menjadi tempat tujuan
ekspor dari perusahaan ini antara lain; Jepang, USA, Canada, Greece dan lain-lain.
Sedangkan dalam negri antara lain kota-kota besar yang berada di Indonesia. Berikut ini
adalah tabel volume penjualan ekspor PT. Batik Danar Hadi dalam jangka lima tahun.

commit to user
3

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 1.2
Volume Penjualan Ekspor PT. Batik Danar Hadi Surakarta
Tahun 2007 – 2011
TAHUN

Nilai Penjualan ( Rp )

2007

13, 855, 901, 849. 46

2008

14, 438, 225, 031. 33

2009

17, 476, 361, 986. 72

2010

19, 759, 397, 777. 87

2011

25, 497, 676, 147. 20

(Sumber : PT. Batik Danar Hadi Divisi Ekspor)

Berdasarkan pengalaman, sekitar 80% transaksi bisnis ekspor impor dilakukan
melalui korespondensi, sisanya melalui negosiasi tatap muka atau secara lisan.
Kesepakatan lisan lazimnya dituangkan dalam bentuk “minutes”

atau notulen.

Himpunan dari kesepakatan lisan tersebut dirumuskan dalam bentuk “Memorandom of
Understanding” (MOU) atau kesepakatan bersama. Kesepakatan bersama ini lazim
disebut dengan “Persetujuan Prinsip” dengan menjadi landasan bagi penyusun kontrak
dagang ekspor. (Amir M.S,2002).
Transaksi ekspor dapat terjadi baik melalui proses korespondensi maupun
melalui negosiasi tatap muka. Namun kedua cara itu akhirnya dirumuskan secara tertulis
dalam bentuk kontrak dagang ekspor atau lazim disebut “export sales’s contract”.
Kendatipun kontrak dagang secara lisan juga sah secara hukum, namun kontrak dagang
ekspor dianjurkan supaya dikukuhkan dalam bentuk tertulis. Seperti diketahui dalam
perdagangan ekspor-impor,antara eksportir dan importir berjauhan secara geografis,

commit to user
4

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

berbeda bahasa, kebiasaan dan hukum antara kedua negara juga berbeda. Karena itu
perdagangan ekspor-impor termasuk kegiatan yang mengandung resiko tinggi. Bila
terjadi penyimpangan maupun pembatalan kontrak akan lebih mudah dibuktikan bila ada
kontrak tertulis.
Perdagangan ekspor-impor lazim juga disebut sebagai perdagangan dokumen
karena hampir seluruh aktivitasnya dibuktikan atau dipresentasikan dalam bentuk
dokumen. Penawaran dilakukan dalam bentuk tertulis. Bukti pengiriman barang juga
dalam bentuk dokumen yang disebut “Bill of Lading”. Pembayaran juga lazim dalam
bentuk dokumen yang disebut “Letter of Credit”. Tidak hanya “Bill of Lading “ atau
“Letter of Credit” saja , pengiriman barang juga membutuhkan beberapa dokumen
penting lainya.
Berdasarkan uraian diatas, dan juga hasil dari kegiatan magang kerja yang telah
dijalani selama kurang lebih 1 bulan. Penulis mengambil judul “ PROSEDUR
EKSPOR PT. BATIK DANAR HADI DI SURAKARTA ”
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah prosedur ekspor di PT. Batik Danar Hadi Surakarta ?
2. Hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi PT. Batik Danar Hadi dalam
melakukan proses produksi dan proses ekspor ?
3. Bagaimanakah PT. Batik Danar Hadi mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi
dalam melaksanakan ekspor ?

commit to user
5

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui prosedur ekspor yang dilakukan PT. Batik Danar Hadi di
Surakarta.
2. Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi PT.Batik Danar Hadi di Surakarta
dalam melakukan proses produksi dan proses ekspor.
3. Untuk mengetahui PT. Batik Danar Hadi dalam mengatasi hambatan-hambatan
tersebut.
D. Kegunaan Penelitian
Selain mempunyai tujuan penelitian, penelitian ini juga mempunyai manfaat
sebagai berikut :
1. Bagi perusahaan atau PT. Batik Danar Hadi
Memberikan informasi

atau masukan-masukan mengenai

hal-hal

yang

berhubungan dengan aktivitas ekspor yang dapat digunakan sebagai salah satu
bahan evaluasi dengan perusahaan dalam mengambil kebijaksanaan untuk
meningkatkan aktivitas ekspor dan pengembangan usaha.
2. Bagi Mahasiswa dan pembaca lainnya
Merupakan tambahan referensi, bacaan dan informasi bagi mahasiswa yang
sedang menyusun Tugas Akhir dengan pokok permasalahan yang sama.

commit to user
6

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

E. Metode Penelitian
1. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah membahas tentang Prosedur Ekspor yang
dilakukan PT Batik Danar Hadi di Surakarta. PT Batik Danar Hadi adalah
perusahaan yang bergerak di bidang industry dan perdagangan batik melalui kantor
pusatnya di Surakarta dan cabang-cabangnya. Divisi ekspor perusahaan ini
beralamatkan di Jalan Slamet Riyadi 205 SOLO. Waktu penelitian/ magang dimulai
tanggal 15 Januari 2012 sampai 15 Februari 2012.
2. Jenis dan Alat Pengumpul Data
a. Data primer
Merupakan pengamatan secara langsung tentang kegiatan yang berlangsung
di PT Batik Danar Hadi Divisi Ekspor sehingga penulis mendapatkan keterangan
yang jelas tentang data yang dibutuhkan untuk mendukung topik permasalahan
pada tugas akhir ini. Misalkan data tentang jam kerja karyawan pada PT Batik
Danar Hadi di Surakarta Divisi Ekspor.
b. Data Sekunder
Merupakan data pendukung yang diperoleh dari publikasi lain yang sudah
ada di PT Batik Danar Hadi yang berkaitan dengan penelitian. Misalkan data
tentang dokumen ekspor dan volume penjualan ekspor PT Batik Danar Hadi.
Termasuk informasi yang mendukung landasan teori dan daftar pustaka.

commit to user
7

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

c. Wawancara
Pelaksanaan wawancara yang dilakukan pada waktu magang kerja dengan
staf karyawan PT Batik Danar Hadi Divisi Ekspor dilakukan secara langsung
pada waktu jam kerja pada saat persiapan dokumen yang diperlukan yang sesuai
dalam kesepakatan kontrak dagang.
d. Observasi
Dalam penelitian ini, penulis melihat secara langsung mengenai kegiatan
yang dilakukan PT. Batik Danar Hadi Divisi Ekspor di Surakarta

commit to user
8

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sistem Kegiatan Ekspor

Kegiatan ekspor impor didasari atas kondisi bahwa tidak ada suatu negara yang
benar-benar mandiri karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling mengisi.
Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda baik sumber daya alam, iklim,
geografis, struktur ekonomi dan struktur sosial. Perbedaan tersebut menyebabkan
perbedaan komoditas yang dihasilkan, komposisi biaya yang diperlukan, kualitas dan
kuantitas produk. Adanya interdependensi kebutuhan itulah yang menyebabkan adanya
perdagangan

internasional.

Masing-masing

negara

memiliki

keunggulan

dan

kekurangan. Komoditas yang dihasilkan suatu negara mungkin juga belum dapat dipakai
langsung karena berupa bahan mentah yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Bahan
mentah tersebut selanjutnya mungkin dibutuhkan negara lain sebagai bahan baku
pabriknya.

Transaksi perdagangan luar negeri yang biasa dikenal dengan istilah ekspor dan
impor pada hakikatnya adalah transaksi yang sederhana dan tidak lebih dari kegiatan
membeli dan menjual barang antara pengusaha-pengusaha yang bertempat tinggal
dinegara yang berbeda. Namun dalam pertukaran barang dan jasa yang melewati laut

commit to user
9

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dan darat ini tidak jarang menimbulkan berbagai masalah yang kompleks antara
pengusaha- pengusaha yang mempunyai perbedaan bahasa, budaya, adat istiadat dan
cara yang berbeda beda. Siswanto Sutojo menyimpulkan ciri- ciri khusus dari kegiatan
ekspor yaitu:

1. Antara penjual (eksportir) dan pembeli (importir) komoditas yang diperdagangkan
dipisahkan oleh batas teritorial kenegaraan.
2. Terdapat perbedaan mata uang antara negara pembeli dan penjual. Seringkali
pembayaran transaksi perdagangan dilakukan dengan mempergunakan mata uang
asing misalnya dolar Amerika, poundsterling Inggris ataupun yen Jepang.
3. Antara pembeli dan penjual belum terjalin hubungan lama dan akrab. Pengetahuan
masing-masing pihak yang bertransaksi tentang kualifikasi mitra dagang mereka
termasuk kemampuan membayar atau kemampuan untuk memasok komoditas
sesuai dengan kontrak penjualan sangat minim.
4. Seringkali terdapat perbedaan kebijaksanan pemerintah negara pembeli dan penjual
dibidang perdagangan internasional, moneter lalu lintas devisa, labeling, embargo
atau perpajakan.
5. Antara pembeli dan penjual kadang-kadang terdapat perbedaan tingkat penguasaan
teknik dan terminologi transaksi perdagangan internasional serta bahasa asing yang
secara populer dipergunakan dalam transaksi itu misalnya bahasa inggris.

commit to user
10

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Perdagangan atau Perniagaan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa
atau keduanya. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.
Perdagangan atau pertukaran barang melewati batas suatu Negara terjadi karena
kebutuhan barang atau jasa yang tidak terdapat pada suatu Negara atau Negara tersebut
dapat memperoleh barang atau jasa yang lebih murah dan lebih baik mutunya dari
Negara lain. Pelaksanaan perdagangan lintas Negara atau sering disebut ekpor impor
berbeda dengan perdagangan dalam negeri. Perbedaan tersebut antara lain dalam hal
peraturan kepabean, standar mutu produk, ukuran takaran, dan timbangan serta peraturan
perdagangan luar negri yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Pada hakekatnya ekspor barang dapat ditimbulkan karena adanya kebutuhan
untuk mengirim barang yang dihasilkan di suatu tempat dan dijual ke tempat lain.
Prosedur ekspor adalah serangkaian pekerjaan yang saling berhubungan menurut waktu
dan cara tertentu dalam menjual barang dan jasa yang diselenggarakan kepada Negara
asing sesuai dengan ketentuan pemerintah. Kegiatan ekspor mempunyai nilai ekonomi
yang sangat penting, baik bagi perkembangan industri itu sendiri maupun bagi
pemerintah. Manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya perdagangan internasional bagi
suatu Negara akan mendorong Negara tersebut untuk memacu transaksi ekspor ke luar
negri sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional
Negara.

commit to user
11

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Kegiatan ekspor dapat membantu pemasukan devisa negara yang merupakan
salah satu sumber dana untuk pembangunan, sementara dari kegiatan impor dapat
diperoleh bahan baku dan barang modal yang diperlukan dalam pembangunan.
Perdagangan antar negara bermanfaat mendorong produksi dalam negri agar dapat
bersaing dipasaran Internasional dan untuk memicu transaksi ekspor keluar negri
sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional negara.
Kegiatan ekspor juga dapat memicu suatu negara untuk lebih cepat tanggap dalam
menanggapi kemajuan perdagangan di pasar Internasional.
Secara umum ekspor mempunyai arti suatu kegiatan mengeluarkan barang
dari daerah pabean sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Daerah pabean itu
sendiri merupakan wilayah suatu negara yang meliputi wilayah darat, laut dan udara,
serta tempat-tempat tertentu dalam Zona Ekonomi Exclusive. Dibawah ini merupakan
definisi ekspor :


Ekspor adalah mengeluarkan barang-barang dari peredaran dalam masyarakat dan
mengirimkan barang tersebut ke luar negri sesuai ketentuan pemerintah dan
mengharapkan pembayaran dalam valuta asing. (Amir M.S,2000:100)



Ekspor adalah upaya melakukan penjualan komoditi yang kita miliki kepada
bangsa lain atau negara asing, dengan mengharapkan pembayaran dalam valuta
asing, serta melakukan komunikasi dengan memakai bahasa asing.
Pemerintah mengawasi setiap jual beli antar negara dan memberikan peraturan

serta kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ekspor tentunya

commit to user
12

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

lain dengan jual beli di dalam negri karena pemerintah mengatur semua kegiatan ekspor
impornya yaitu dengan adanya pajak bea dan cukai yang dikenakan terhadap barang
ekspor, standar mutu produk, peraturan kepabeanan, prosedur ekspor, dan adanya
larangan dan batasaan-batasan terhadap barang ekspor dan impor.
B. Dokumen Ekspor
Menurut Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) dokumendokumen yang diperlukan dalam melakukan kegiatan ekspor adalah sebagai berikut :
1. Pemberitahuan Ekspor Barang ( PEB )
Dokumen pabean yang digunakan untuk pemberitahuan pelaksanaan ekspor
barang yang isinya antara lain jenis barang ekspor, identitas eksportir, nama
importer, NPWP, izin khusus ekspor barang, Karantina, no HS, berat barang ,
Negara tujuan ,propinsi asal barang , cara penyerahan barang (FOB, CIF, dll),
merek dan nomor kemasan dan lain-lain.
2. Commercial Invoice/ Faktur
Merupakan nota perincian tentang keterangan barang-barang yang dijual dan
harga dari barang-barang tersebut. Commercial Invoice oleh penjual ditujukan
kepada pembeli yang nama dan alamatnya sesuai dengan yang tercantum dalam L/C
dan ditandatangani oleh yang berhak menandatangani.
3. Bill of Lading (B/L)
B/L merupakan dokumen pengapalan surat yang membuktikan bahwa barang
yang tercantum dalam dokumen sudah di muat dalam kapal.

commit to user
13

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

4. Airway Bill
Airway Bill adalah tanda terima barang dikirim melalui udara untuk orang

dan alamat tertentu.
5. Packing List

Dokumen ini menjelaskan tentang isi barang yang dipak, dibungkus atau
diikat dalam peti, kaleng, atau kardus dan sebagainya. Yang berfungsi untuk
memudahkan pemeriksaan oleh Bea dan Cukai.
6. Surat Keterangan asal (SKA)
Surat keterangan yang menyatakan asal barang yang diekspor atau surat yang
menyatakan bahwa barang yang diekspor tersebut benar-benar dibuat di Negara
Indonesia.
7. Inspection Certificate

Sertifikat ini memuat tentang keadaan barang yang dibuat independent
surveyor, juru pemeriksa barang atau badan resmi yang disahkan oleh pemerintah
dan dikenal oleh dunia perdagangan internasional. Sertifikat ini memberikan
jaminan : mutu dan jumlah barang, ukuran dan berat barang, keadaan barang,
pembungkusan dan pengepakan, banyaknya satuan isi masing-masing pengepakan
harga barang.
8. Marine and Air Certificate

Asuransi ini merupakan persetujuan dimana pihak penanggung berjanji akan
mengganti kerugian sehubung dengan kerusakan, kehilangan. Dalam kontrak FOB

commit to user
14

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

importer bertanggung jawab atas asuransi barang-barang sedangkan dalam kontrak
CIF eksportir yang menutup biaya asuransi.
9. Certificate of Quality

Sertifikat ini merupakan surat keterangan yang menyatakan tentang mutu
barang yang diekspor. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Badan Peneliti yang disahkan
oleh pemerintah suatu Negara dan wajib dimiliki oleh setiap eksportir untuk
keperluan perdagangan.
10. Manufacturer’s Quality Control

Sertifikat mutu ini memberikan penjelasan tentang baru tidaknya barang dan
apakah sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Sertifikat ini dibuat oleh
pabrik pembuat atau suatu lembaga resmi baik swasta maupun pemerintah.
11. Consular Invoice

Yakni invoice yang dikeluarkan oleh kedutaan (consult). Yang berhak
menandatangani adalah konsul perdagangan Negara pembeli.
12. Wesel

Merupakan alat pembayaran, perintah yang tidak bersyarat dalam bentuk
tertulis oleh seseorang kepada orang lain ditandatangani oleh orang yang menarik
(drawer ) dan mengharuskan pihak si tertarik (drawee) untuk membayar pada saat
diminta atau pada waktu tertentu.
C. Ketentuan Pembayaran Ekspor
Proses pembayaran transaksi perdagangan ekspor tidak lepas dari peranan pihak
perbankan, karena hampir semua proses pembayaran ekspor dilakukan melalui sistem
commit to user
15

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

perbankan. Oleh sebab itu perbankan memiliki peranan penting dalam membantu
kelangsungan proses pembayaran transaksi perdagangan ekspor (Sarjianto dan Samodro
R.B, 2007).
Peranan bank dalam proses transaksi pembayaran ekspor adalah dapat
memperlancar transaksi ekspor impor guna memberikan keuntungan baik negara
pengimpor maupun pengekspor sehingga dalam mekanismenya mengacu pada peraturan
dan ketentuan-ketentuan yang berlaku secara intern. Peraturan dan ketentuan-ketentuan
secara internasional tersebut antara lain :
1. Uniform Customs and Practise for Documentary Credits The International
Chamber of Commerce. Publication Number : 500 (UCPDC:600). Yang berlaku

mulai 1 Januari 1993.
2. International Chamber of Commerce Uniform Rules for bank to bank Rembusement
Under Decomentary Credit. Publication No. 515 (URR 515). Ketentuan seragam

antar bank rembusement yang diterbitkan ICC (International Chamber of
Commerce) berlaku sejak 1 Januari 1996.

3. International Chamber of Commerce Uniform Rules for collection (URC : 522)
Publication No.522. Ketentuan seragam dalam transaksi bisnis internasional yang
menyangkut documentary collection (inkaso). Yang berlaku mulai 1 Januari 1996.
4. INCOTERMS : 2000 (International Commercial Term) Publication No.560.
Ketentuan seragam dalam hal penyerahan barang dan pembayaran serta perpindahan
tanggung jawab resiko dalam transaksi internasional yang berlaku sejak 1 Januari
2000.
commit to user
16

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

5. IKPI (Iktisar Ketentuan Perbankan Indonesia) berisi ketentuan yang di keluarkan
oleh bank Indonesia khususnya jilid III , tentang transaksi devisa dan perdagangan
internasional.
Untuk

mengantisipasi

berbagai

kendala

dalam

transaksi

perdagangan

internasional maka peranan bank sangat diperlukan diseluruh dunia. Perbankan
melakukan hubungan kerjasama (korespondensi) untuk menjalankan fungsi basic
sebagai mediator lalu lintas pembayaran dan dokumen dalam transaksi perdagangan
internasional. Hubungan antar bank tersebut dibedakan menjadi dua yaitu (Sarjianto dan
Samodro R.B , 2007) :
a. Hubungan antar bank bersifat Non Depository Correspondent
Hubungan antar bank sebagai lembaga mediasi lalu lintas pembayaran dan dokumen
transaksi perdagangan internasional didasarkan pada agency arrengment. Proses
tersebut dapat dilakukan dengan cara yaitu :
1) Menetapkan kantor yang sudah memiliki hubungan.
2) Pertukaran dokumen kontrak antar bank, seperti:
a) Contoh tanda tangan pejabat bank
b) Teller (tested telex)
c) Specimen form atau surat-surat berharga
d) SWIFT (Society Worlwide Interbank of Financial Telecomunication)
3) Berdasarkan jenis transaksi yang dilakukan.
1) Berdasarkan jenis mata uang yang digunakan.
2) Berdasarkan penyelesaian bank (sett lement bank).
commit to user
17

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

b. Hubungan antar Bank bersifat Depository Correspondent
Hubungan antar bank sebagai lembaga mediasi lalu lintas pembayaran
dan dokumen transaksi perdagangan internasional yang bersifat korespondensi
biasa di tingkatkan menjadi korespodensi dengann adanya rekening Koran yang
dimiliki masing-masing bank antara lain :
1). Nostro Account
Nostro Account adalah rekening Koran bank nasional dalam bentuk mata

uang asing yang di buka di Negara lain.
2). Vasto Account
Vasto Account adalah rekening Koran dalam bentuk mata uang nasional di

bank nasional yang di buka atau dimiliki oleh bank-bank luar negeri.
“setelah mengetahui dan memahami hubungan perbankan sebagai lembaga
mediasi dalam lalu lintas pembayaran transaksi perdagangan internasional, selanjutnya
berbicara tentang sistem pembayaran ekspor”.
Sistem pembayaran ekspor adalah metode pembayaran dalam transaksi
perdagangan ekspor. Sistem pembayaran ekspor secara otomatis tidak terlepas dari
proses transaksi yang didalamnya terdapat tata cara penyelesaian pembayaran eksporimpor, antara lain (Sarjianto dan Samodro R.B , 2007) :
1) Letter of Credits (L/C)
2) Non L/C
a) Advance Payment (Pembayaran di Muka)
commit to user
18

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

b) Open Account (Perhitungan Kemudian)
c) Collection Draft (Wesel Inkaso)
d) Consignment (Konsinyasi)
e) Cara pembayaran lain-lain
D. Jenis-Jenis Pembayaran Ekspor
Untuk meminimalisasi resiko yang ditimbulkan dalam transaksi pembayaran
perdagangan ekspor maka diperlukanlah pengetahuan dan pemahaman ekspor dalam
transaksi pembayaran ekspor sehingga kedua belah pihak terhindar dari resiko kerugian
dengan melalui suatu kebijakan yaitu suatu perjanjian jual beli (Sales Contract). Sistem
perdagangan ekspor-impor secara otomatis tidak lepas dari proses transaksi yang di
dalamnya terdapat tata cara penyelesaian pembayaran ekspor-impor, antara lain (Amir
M.S,2000) :
1. Letter Of Credits (L/C)
L/C adalah institusi berupa jaminan yang diterbitkan oleh bank atas
permintaan nasabahnya (aplicant) untuk membayar sejumlah uang kepada penerima
L/C (beneficiary) atas penyerahan seperangkat dokumen sesuai dengan syarat dan
kondisi yang diminta dalam L/C (publikasi ICC No.600). Sistem pembayaran ini
lebih mendekati kesempurnaan dan dapat memilihara kepentingan kedua belah
pihak, dengan maksud :
a. Kepada penjual dipastikan akan adanya pembayaran bilamana dokumendokumen pengapalan lengkap sesuai syarat-syarat L/C.

commit to user
19

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

b. Kepada pembeli dipastikan bahwa pembayaran hanya akan dilakukan oleh bank
bila sesuai dengan syarat-syarat L/C.
Kepastian pembayaran itu tergantung dengan bentuk dan jenis L/C,
karena pihak bank hanya melihat dan berkepentingan dalam dokumen saja dan tidak
terlibat dalam barang-barang.
1) Jenis – Jenis Letter Of Credit
a) Revocable Letter Of Credits
Revocable Letter Of Credits adalah suatu L/C yang dapat diubah atau

dibatalkan setiap saat secara sepihak tanpa pemberitahuan atau persetujuan
pihak lain yang terkait.
b) Irrevocable Letter Of Credits
Irrevocable Letter Of Credits adalah suatu L/C yang tidak dapat diubah

atau dibatalkan secara sepihak tanpa pemberitahuan atau persetujuan pihak
lain yang terkait.
c) Confirmed Letter Of Credits
Confirmed Letter Of Credits adalah suatu L/C yang merupakan jaminan

pembayaran yang dilakukan lebih dari satu bank beneficiary, sehingga
hanya issuing bank yang bertanggung jawab pembayarannya.
d) Clean Letter Of Credits
Clean Letter Of Credits adalah L/C yang didalamnya tidak dicantumkan

syarat–syarat lain untuk penarikan suatu wesel, dalam arti tidak diperlukan

commit to user
20

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dokumen–dokumen lainnya, bahkan pengambilan uang dari kredit yang
tersedia dapat dilakukan dengan penyerahan kuitansi biasa.
e)

Back to back Letter Of Credits
Back to back Letter Of Credits adalah suatu L/C yang dibuka atas dasar

L/C lain atau pembukaan suatu L/C dengan jaminan (Master L/C).
f)

Red Clause Letter Of Credits
Red Clause Letter Of Credits suatu L/C yang memuat syarat bahwa
beneficiary (eksportir) di perkenakan untuk menarik sejumlah uang muka

(advance payment).
g)

Revolving Letter Of Credits
Revolving Letter Of Credits suatu L/C yang dapat dipergunakan beberapa

kali secara otomatis sesuai dengan jadwal yang ditentukan dalam jangka
waktu tertentu selama berlakunya L/C dan biasanya bersifat commulative
atau non commulative.
h) Documentary Letter Of Credits
Documentary Letter Of Credits penarikan wesel harus dilengkapi dengan

dokumen –dokumen lain sebagaimana disebut dalam syarat-syarat dari L/C
itu.
2) Dokumen – dokumen dalam Letter of Credit
a) Draft (Bill of Exchange)
Draft (Bill of Exchange) adalah suatu perintah tertulis tanpa syarat yang

ditujukan oleh yang mengeluarkan perintah kepada orang lain untuk
commit to user
21

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

melakukan pembayaran pada waktu surat itu ditujukan kepadanya atau
pada waktu tertentu.
b) Bill of Lading
Bill of Lading adalah dokumen yang diterbitkan maskapai pelayaran yang

merupakan tanda terima penyerahan barang, tanda bukti kontrak
pengangkutan barang, dan tanda bukti atau hak atas kepemilikan barang
(Document of Title)
c) Airwaybill
Airwaybill adalah dokumen yang diterbitkan maskapai udara yang

merupakan bukti pengangkutan barang.
d) Invoice (Commercial Invoice)
Invoice (Commercial Invoice) adalah dokumen yang dikeluarkan oleh

eksportir mengenai keadaan barang, jumlah, kualitas, harga, syarat – syarat
pembayaran.
e) Packing List
Packing List adalah suatu daftar barang yang dibuat dan ditandatangani

oleh eksportir dengan menyebut perincian barangnya (pieces, peti, colli,
karung atau ball), juga mencantumkan berat kotor dan berat bersih
tergantung dengan jenis barangnya, tetapi tanpa mencantumkan harga.
f) Policy Insurance
Policy Insurance adalah dokumen asuransi atas barang yang dikirim yang

diterbitkan oleh perusahaan asuransi dan menyatakan pihak mana yang
commit to user
22

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

meminta asuransi serta kepada siapa permintaan ganti rugi (claim)
dibayarkan.
g) Certificate of Origin
Certificate of Origin adalah suatu sertifikat yang dikeluarkan oleh badan

tertentu yang menjelaskan mengenai Negara asal barang , di Indonesia
sertifikat ini diterbitkan oleh kantor Disperindag.
h) Certificate of Fumagation
Certificate of Fumagation adalah suatu sertifikat yang dikeluarkan oleh

badan tertentu atau instansi tertentu yang menjelaskan mengenai tindakan
anti hama atas ruangan kapal atau tumpukan barang tertentu yang telah
dilakukan.
i) Certificate of Inspection
Certificate of Inspection adalah suatu sertifikat yang dikeluarkan oleh

badan tertentu atau orang tertentu (pemeriksa barang) yang menjelaskan
mengenai hasil pemeriksaan barang pada saat pemuatan.
3) Proses Pembukaan Letter of Credit (L/C)
Eksportir dan importir harus dapat memahami proses aplikasi pembukaan
L/C terlebih dahulu , hal ini diperlukan karena dapat menambah pengetahuan
dan pemahaman eksportir dan importir dalam hal sistem pembayaran transaksi
perdagangan internasional.
Apabila eksportir dan importir kurang pengetahuan dan pemahaman
proses aplikasi pembukaan Letter of Credit, maka dapat dipastikan bahwa akan
commit to user
23

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

terjadi kesalah pahaman yang dapat menghambat proses perdagangan
internasional.
Gambar 2.1
L/C Opening Process

L/C OPENING PROCESS

IMPORTIR

Aplikasi L/C

( APLICANT) )

OPENING
BANK

(L/C Confirmed)

DnN
EKSPORTIR

L/C Advice

( BENEFICIARY)

LN

ADVISING

DN

BANK

(Sumber: Amir M.S 2002)

Keterangan :
a) Importir (applicant) meminta kepada bank devisanya untuk membuka
sebuah L/C sebagai dana yang dipersiapkan untuk melunasi hutangnya
kepada eksportir, sejumlah yang telah disepakati dalam sale’s contract dan
sesuai dengan syarat – syarat pencairan yang disebut dalam sale’s contract
dan merujuk pada ketentuan UCPDC-600. L/C yang dibuka untuk dan atas

commit to user
24

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

nama eksportir (beneficiary) atau orang atau badan usaha lain yang
ditentukan eksportir, sesuai dalam sale’s contract.
b) Opening bank adalah bank devisa yang diminta importir (applicant)
membuka L/C . Opening bank inilah yang bertanggung jawab melakukan
pembayaran atas L/C itu kepada eksportir (beneficiary). Opening bank
setelah menyelesaikan jaminan dana L/C dengan importir, kemudian
melakukan pmbukaan L/C melalui bank korespondennya di Negara
eksportir. Pembukaan L/C dilakukan dengan surat, kawat, telex, faxsimili,
atau media elektronik lainnya yang sah. Penegasan pembukaan L/C dalam
bentuk tertulis itu disebut L/C Confirmation. Kemudian diteruskan oleh
opening bank kepada bank korespondennya untuk disampaikan kepada
penerima, yaitu eksportir yang disebut dalam surat itu. Bank koresponden
yang diminta opening bank untuk menyampaikan amanat pembukaan L/C
disebut advising bank.
c) Advising bank setelah meneliti keabsahan amanat pembukaan L/C yang

diterimanya dari opening bank meneruskan amanat pembukaan L/C itu
kepada eksportir yang berhak menerima dengan surat pengantar dari
advising bank. Surat pengantar itu disebut L/C Advice, Bila advising bank

diminta dengan tertulis oleh opening bank untuk turut menjamin
pembayaran atas L/C tersebut, maka advising bank juga disebut sebagai
confirming bank.

commit to user
25

perpustakaan.uns.ac.id

4)

digilib.uns.ac.id

Kebaikan dan Kelemahan Penggunaan L/C
a) Kebaikan penggunaan L/C
1. Penjual (eksportir) dapat lebih menggantungkan kepercayaan pada L/C
yang dikeluarkan dari Issuing bank.
2. Penjual (eksportir) menerima pembayaran segera dari bank pembayar
bilamana semua dokumen yang sesuai dengan syarat L/C yang
diserahkan pada bank pembayar walaupun pembeli (importir) belum
menerima dokumen-dokumen tersebut.
3. Penjual (eksportir ) dapat menggunakan L/C untuk pembiayaan
selanjutnya seperti bak to back L/C dan sebagainya.
4. Pembeli (importir) biasanya tidak diharuskan menyediakan dana
sampai barang impor tiba untuk ditebus.
5. Pembeli (importir) dapat menggunakan hak pemilikan untuk dokumendokumen berdasarkan L/C untuk memperoleh pembiayaan selanjutnya.
6. Pembeli (importir) merasa terjamin sehingga banknya akan menolak
pembayaran kepada penjual (eksportir) kecuali penjual (eksportir)
telah memenuhi persyaratan L/C yang telah diminta oleh pembeli
(importir) kepada banknya seperti ditentukan dalam L/C.
b) Kelemahan Penggunan L/C
1. Banyaknya biaya – biaya yang dikenakan dalam penanganan L/C.
2. Banyaknya waktu yang digunakan dalam memproses surat-surat yang
diperlukan melalui saluran bank-bank.
commit to user
26

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

3. Bank – bank hanya berkepentingan dalam dokumen saja dan tidak
dalam barang-barang.
4. Pembeli (importir) tidak mendapat jaminan bahwa barang-barang yang
dipesan dengan barang tertentu adalah yang sebenarnya yang
dikapalkan.
2.

Non Letter of Credit
a. Advance Payment (Pembayaran di Muka)
“Advance Payment adalah pembeli (importir) yang membayar dimuka
(pay in advance) kepada penjual (eksportir) sebelum barang-barang dikirim
oleh penjual tersebut melalui bank dimana eksportir berdomisili. Sehingga
dengan adanya pembayaran di muka tersebut eksportir mempunyai barangbarang maupun uang. Itu berarti importir memberikan kredit kepada eksportir
untuk mengirimkan barang pesanan. Proses selanjutnya eksportir mengirimkan
barang kepada importir pada final destination yang telah dirujuk dan hak milik
barang yang telah dibuat atas nama importir sesuai dengan kontrak formal
maupun informal tergantung pada tingkat kepercayaan importir terhadap
eksportir. Sistem pembayaran ini biasanya dilakukan importir untuk
mempercepat pengiriman barang dan menghindari pajak bank ( Roselyne
Hutabarat,1992)”.
Faktor pendorong penggunaan Advance Payment, antara lain :
1) Kepercayaan importir yang penuh terhadap eksportir bahwa ia akan
menerima barang-barang yang dipesan.
commit to user
27

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

2) Keyakinan importir bahwa Negara eksportir tidak akan melarang ekspor
barang yang bersangkutan setelah adanya pembayaran.
3) Keyakinan importir bahwa Pemerintah di Negara importir mengizinkan
adanya pembayaran di muka, kebayakan Negara tidak mengizinkan.
4) Bahwa importir mempunyai likuiditas yang cukup atau dapat memperoleh
modal kerja melalui fasilitas ekspor.
Resiko pembayaran dengan Advance Payment, antara lain :
1) Adanya kemungkinan ketidaksesuaian barang yang diproses dengan barang
yang akan dikirim, meliputi spesialisasi produk, standar, jumlah, mutu, dan
jadwal pengiriman barang yang disepakati.
2) Adanya kemungkinan eksportir sama sekali tidak mengirimkan barang
yang dipesannya.
“Namun importir dapat memperkecil resiko pembayaran dengan advance