Uji Asumsi Klasik a Uji Normalitas Data

pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multi kolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji auto korelasi. Analisis regresi berganda bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan program Eviews 5.0. Setelah model regresi terbebas dari penyimpangan asumsi klasik, maka langkah selanjutnya dilakukan uji statistic yang terdiri dari uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi R2, kemudian uji regresi berganda.

1. Uji Asumsi Klasik a Uji Normalitas Data

Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah variable berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas data menggunakan metode Jarque-BeraJ-B. jika residual didistribusikan secara normal maka diharapkan nilai statistic J-B akan sama dengan nol. Jika nilai probabilitas dari statistic J-B besar atau dengan kata lain jika nilai statistic dari J-B ini tidak signifikan maka kita menerima hipotesis bahwa residual mempunyai distribusi normal karena nilai statistik J-B mendekati nol. Sebaliknya jika nilai probabilitas dari statistic JB kecil atau signifikan maka kita menolak hipotesis bahwa residual mempunyai distribusi normal karena nilai statistic J-B tidak sama dengan nol. Tabel 4.8 Hasil uji normalitas data Jarque Bera Probabilitas 5.012119 0.081589 Sumber: Lampiran 1 Berdasarkan uji statistik J-B, nilai statistiknya sebesar 5.012119 dengan probabilitas yang cukup besar yaitu sebesar 8.16. Oleh karena itu, berarti hipotesis nol diterima karena residual didistribusikan secara normal.

b Uji Multikolonieritas

Masalah multikolinearitas dengan uji korelasi parsial antar variabel independen dapat dilihat dengan nilai korelasi antar variabel. Jika koefisen korelasi lebih dari 0.80, dapat disimpulkan terdapat multikolinearitas pada model. Sebaliknya jika nilai koefisien korelasi lebih kecil dari 0,80 maka diduga model tidak mengandung masalah multikolinearitas Widarjono;2007. Tabel 4.9 Hasil Matrix Correlation LOGX1 LOGX2 LOGX3 LOGX4 LOGX5 LOGX1 1.000000 0.420459 -0.470297 -0.952165 0.387142 LOGX2 0.420459 1.000000 0.219513 -0.460449 0.588672 LOGX3 -0.470297 0.219513 1.000000 0.486492 0.405190 LOGX4 -0.952165 -0.460449 0.486492 1.000000 -0.404755 LOGX5 0.387142 0.588672 0.405190 -0.404755 1.000000 Sumber: Lampiran 2 R-squared 0.014402 Mean dependent var 0.007132 Adjusted R-squared -0.080367 S.D. dependent var 0.045399 S.E. of regression 0.047188 Akaike info criterion -3.178609 Sum squared resid 0.231573 Schwarz criterion -2.916051 Tabel 4.9 Terlihat bahwa nilai korelasi antar variable independen tidak lebih dari 0,8. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas pada model regresi tersebut. c Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Dalam penelitian ini menggunakan uji white untuk mengidentifikasi masalah heterokedastisitas ini. Hasil uji white dengan bantuan software eviews 5.0 adalah sebagai berikut: Tabel 4.10 Hasil Uji White untuk heterokedastisitas White Heteroskedasticity Test: F-statistic 0.151970 Probability 0.998714 ObsR-squared 1.656238 Probability 0.998361 Test Equation: Dependent Variable: RESID2 Method: Least Squares Date: 021610 Time: 16:58 Sample: 1 115 Included observations: 115 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 0.004603 0.009643 0.477270 0.6342 X1 0.000962 0.018985 0.050665 0.9597 X12 0.000699 0.007342 0.095189 0.9243 X2 -4.76E-06 6.05E-06 -0.786444 0.4334 X22 2.62E-10 4.48E-10 0.583911 0.5605 X3 0.008005 0.008055 0.993822 0.3226 X32 -0.000943 0.000900 -1.047590 0.2973 X4 -8.99E-05 0.000133 -0.673442 0.5022 X42 8.89E-08 1.55E-07 0.572381 0.5683 X5 -0.014469 0.034099 -0.424331 0.6722 X52 0.003996 0.009838 0.406244 0.6854 Log likelihood 193.7700 F-statistic 0.151970 Durbin-Watson stat 2.026386 ProbF-statistic 0.998714 Sumber: Lampiran 3 Tabel 4.10 Menunjukkan bahwa model tidak mengandung heterokedastisitas, karena nilai probabilitas chi squares sebesar 99.83 lebih besar dari 0.05 atau 5. Selain itu nilai chi square hitung sebesar 1.656238 sedangkan nilai kritis chi square pada = 5 dengan df sebesar 10 adalah 18.3070. Karena nilai chi square hitung lebih kecil dari nilai kritis chi square maka dapat disimpulkan tidak ada masalah heterokedastisitas. d Uji autokorelasi Penelitian ini menggunakan Metode Breusch-godfrey atau yang lebih dikenal dengan metode Langrange Multiplier LM untuk mendeteksi adanya masalah autokorelasi jika probabilitasobsR2 uji LM 0.05 maka terdapat gejala autokorelasi dalam model yang digunakan.hasil deteksi autokorelasi dengan menggunakan metode LM dapat dilihat pada tabel 4.11 Berikut: Tabel 4.11 Hasil Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: F-statistic 0.167947 Probability 0.845621 ObsR-squared 0.359877 Probability 0.835322 Test Equation: Dependent Variable: RESID Method: Least Squares Date: 021610 Time: 16:57 Presample missing value lagged residuals set to zero. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C -0.000520 0.012640 -0.041153 0.9673 X1 -0.000401 0.015026 -0.026696 0.9788 X2 2.93E-07 4.52E-06 0.064786 0.9485 X3 -4.10E-05 0.004174 -0.009820 0.9922 X4 4.03E-06 8.36E-05 0.048210 0.9616 X5 0.001549 0.022804 0.067909 0.9460 RESID-1 0.002357 0.098366 0.023958 0.9809 RESID-2 0.056885 0.098221 0.579149 0.5637 R-squared 0.064164 Mean dependent var 0.029391 Adjusted R-squared 0.021236 S.D. dependent var 0.087683 S.E. of regression 0.086747 Akaike info criterion -2.000890 Sum squared resid 0.820220 Schwarz criterion -1.857676 Log likelihood 121.0511 F-statistic 1.494682 Durbin-Watson stat 1.992901 ProbF-statistic 0.197452 R-squared 0.003129 Mean dependent var 6.21E-18 Adjusted R-squared -0.062086 S.D. dependent var 0.084823 S.E. of regression 0.087416 Akaike info criterion -1.969241 Sum squared resid 0.817654 Schwarz criterion -1.778289 Log likelihood 121.2314 F-statistic 0.047985 Durbin-Watson stat 2.001672 ProbF-statistic 0.999843 Sumber: Lampiran 4 Tabel 4.11 tersebut diatas menunjukkan probabilitas obsR2 uji LM sebesar 0.835322 lebih besar dari sebesar 0,05. Selain itu dapat pula dilihat dari nilai chi square kritis dengan df 5 pada 5 sebesar 11.0705 sedangkan nilai chi square hitung sebesar 0.006185 lebih kecil dari nilai chi square kritis artinya model tidak mempunyai masalah autokorelasi. Tabel 4.12 Hasil Uji Regresi Berganda Dependent Variable: Y Method: Least Squares Date: 021610 Time: 16:55 Sample: 1 115 Included observations: 115 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 0.043835 0.012495 3.508316 0.0007 X1 0.008275 0.014887 0.555815 0.5795 X2 -2.24E-06 4.44E-06 -0.504169 0.6152 X3 -0.000718 0.004135 -0.173620 0.8625 X4 -8.10E-05 8.19E-05 -0.989067 0.3248 X5 -0.055505 0.022447 -2.472736 0.0150 Sumber: Lampiran 5

2. Uji Hipotesis a. Uji regresi parsial uji t

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

0 8 46

ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN RASIO SOLVABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2008-2010.

0 3 20

ANALISIS RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Analisis Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go Public Di BEI Periode 2009-2013.

0 2 15

PENGARUH RASIO MODAL SAHAM TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 1 7

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun 2004-2007).

0 0 12

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa efek Indonesia Periode 2007 - 2009.

0 0 13

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010.

0 0 12

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2003-2007.

0 0 5

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Tergabung Di BEI Periode 2008 – 2011

0 0 8

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH - Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

0 4 80

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23