Pengajaran Mikro Micro Teaching

17 dengan cara observasi langsung dan wawancara dengan pihak sekolah. Observasi lingkungan fisik sekolah antara lain pengamatan pada: 1 Administrasi persekolahan 2 Fasilitas pembelajaran dan manfaatnya 3 Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah 4 Lingkungan fisik disekitar sekolah

2. Pengajaran Mikro Micro Teaching

Sebelum mengambil mata kuliah PPL, mahasiswa diharuskan untuk menyelesaikan mata kuliah micro teaching atau pengajaran mikro dengan nilai yang baik. Persyaratan yang diperlukan untuk mengikuti mata kuliah ini adalah mahasiswa telah menempuh minimal semester V dan telah lulus dalam beberapa mata kuliah seperti Strategi Belajar Mengajar, Kakubuteks, dan Evaluasi Pembelajaran. Pengajaran mikro adalah kegiatan praktik mengajar secara terbatas dalam bentuk micro teaching. Pengajaran mikro mencakup kegiatan orientasi dan observasi proses pembelajaran serta praktik mengajar terbatas dengan mahasiswa sebagai muridnya. Pengajaran mikro merupakan pelatihan tahap awal untuk mengaktualisasikan kompetensi dasar mengajar. Pelaksanaan pengajaran mikro meliputi: a. Waktu pelaksanaan pengajaran mikro aktif selama satu semester yaitu pada semester VI. b. Teknik pelaksanaan Pengajaran mikro dilaksanakan di Laboratorium Micro Teaching dibimbing oleh dosen pembimbing yaitu Prof. Zuhdan Kun Prasetyo dalam bentuk micro teaching. Disini mahasiswa diberi kesempatan untuk dapat praktik secara langsung dan bergantian dihadapan dosen pembimbing dan rekan-rekan mahasiswa dalam satu kelompok tersebut. Untuk materi yang akan disampaikan tidak ditentukan oleh dosen tetapi bisa menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan pada saat pelaksanaan PPL nanti sehingga mahasiswa sudah terbiasa mengajar di depan kelas dan menjawab pertanyaan yang diberikan. c. Prosedur pelaksanaan pengajaran mikro 1. Setiap pertemuan pada kegiatan micro teaching diisi dengan presentasi dari 4 mahasiswa sesuai dengan tahapan keterampilan yang harus diselesaikan dengan alokasi waktu 10 - 15 menit tiap mahasiswa. 18 2. Mempersiapkan media atau alat pembelajaran yang akan digunakan untuk praktik mengajar bisa berupa power point maupun media pendukung lainnya seperti video pembelajaran. 3. Setelah menyelesaikan 10 tahap keterampilan, setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempraktikan keterampilan terpadu yang sudah dikuasai sebelumnya dengan alokasi waktu 25 menit tiap mahasiswa. d. Pelaksanaan praktik pengajaran mikro Waktu untuk pengajaran mikro secara terpadu berlangsung selama 20 – 25 menit. Sedangkan alokasi waktu untuk praktik setiap keterampilan dasar adalah 5-10 menit. Aspek keterampilan dasar mencakup: 1. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran 2. Keterampilan bertanya 3. Keterampilan menjelaskan 4. Variasi interaksi 5. Memotivasi siswa 6. Ilustrasi dan penggunaan contoh-contoh 7. Pengelolaan kelas 8. Keterampilan menggunakan alat 9. Memberikan penguatan reinforcement 10. Keterampilan menggunakan metode dan media pembelajaran Setelah melakukan praktek mengajar, dosen pembimbing dan rekan- rekan satu kelompok tersebut akan memberikan komentar atau kritik dan saran yang membangun. Hal ini sangat berguna bagi mahasiswa agar semakin termotivasi untuk selalu memperbaiki cara mengajar dan melakukan variasi-variasi dalam pembelajaran sehingga diharapkan dapat mempersiapkan secara dini sebelum praktik mengajar yang sesungguhnya di depan kelas.

3. Pembekalan PPL

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23